KOMISI INFORMASI PROVINSI SULAWESI BARAT
PUTUSAN
Nomor : 03/VII/KI-SB/PS-A/2019
1. IDENTITAS
[1.1] Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat yang menerima, memeriksa dan menjatuhkan putusan dalam Sengketa Informasi Publik dengan Nomor Registrasi : 008/REG-PSI/KI-SB/V/2019 yang diajukan oleh :
Nama : Aliansi Masyarakat Peduli Kebenaran dan Keadilan (AMPERAK).
Alamat : Jl. Nuri Kelurahan Karema Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat.
Dalam persidangan di wakili oleh Aswan Haryanto Sebagai Perwakilan Koordinator Kabupaten Mamuju, selanjutnya disebut sebagai Pemohon,
Terhadap
Nama : Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat
Alamat : Kompleks Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Barat
dalam persidangan di wakili oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat atas nama Drs. Suratman Samad, M.Si, berdasarkan Surat Kuasa Nomor: 2600/1310/SEK/VI/2019, Selanjutnya disebut sebagai Termohon.
[1.2] Telah membaca permohonan Pemohon;
Telah mendengar keterangan Pemohon;
Telah memeriksa surat-surat Pemohon;
Telah mendengar keterangan Termohon; dan Telah memeriksa surat-surat Termohon
2. DUDUK PERKARA A. Pendahuluan
[2.1] Bahwa Permohonan telah mengajukan permohonan penyeelsaian Sengketa Informasi Publik pada tanggal 3 Mei 2019 yang diterima pada tanggal yang sama, dan terdaftar di Kepaniteraan Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat tanggal 3 Mei 2019 dengan registrasi sengketa Nomor : 008/REG-PSI/KI- SB/V/2019.
Kronologi
[2.2] Bahwa Pemohon mengajukan permohonan permintaan informasi publik kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat melalui surat tertanggal 11 Maret 2019 yang di terima pada tanggal yang sama oleh staf atas nama Achmad. Adapun salinan informasi yang dimohonkan oleh Pemohon yaitu:
1. Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi BaratTahun Anggaran 2016
sampai dengan Tahun Anggaran 2019.
2. Daftar Nama Penerima Hibah Daerah (DNPHD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi BaratTahun Anggaran 2016 sampai dengan Tahun Anggaran 2019.
[2.3] Bahwa pada tanggal 25 Maret 2019 Pemohon mengajukan keberatan kepada Termohon atas tidak di tanggapinya permintaan informasi dan di terima Termohon pada tanggal yang sama yakni tanggal 25 Maret 2019.
[2.4] Bahwa pada tanggal 3 Mei 2019, Pemohon mengajukan permohonan penyelesaian Sengketa Informasi ke Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat yang di terima Panitera pada tanggal yang sama, di proses, dan di registrasi sengketa dengan nomor: 008/REG-PSI/KI-SB/V/2019.
[2.5] Bahwa pada tanggal 16 Mei 2019 telah dilaksanakan sidang dengan agenda Pemeriksaan Awal yang dihadiri oleh Pemohon dan tidak dihadiri oleh Termohon.
[2.6] Bahwa pada Tanggal 20 Juni 2019 telah dilaksanakan sidang dengan agenda Lanjutan Pemeriksaan Awal, yang dihadiri oleh Pemohon dan Termohon.
Alasan Permohonan Informasi atau Tujuan Penggunaan Informasi
[2.7] Bahwa alasan atau tujuan Pemohon mengajukan Permohonan Informasi Publik atas perkara a quo adalah untuk diketahui informasi yang dimohonkan dan sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam pengawasan pembangunan.
Alasan Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi
[2.8] Bahwa alasan permohonan penyelesaian sengketa informasi atas perkara a quo disebabkan atasan PPID tidak memberikan tanggapan atas keberatan yang diajukan oleh Termohon.
Petitum
[2.9] Pemohon meminta kepada Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat melalui putusannya agar memerintahkan Termohon membuka informasi yang dimohonkan oleh Pemohon dengan mempertimbangkan dan mengutamakan asas cepat, tepat, biaya ringan dan sederhana.
B. Alat Bukti
Keterangan Pemohon
[2.10] Bahwa dalam sidang pemeriksaan awal pada tanggal 20 Juni 2019 Pemohon telah menyampaikan keterangan-keterangan sebagai berikut :
1. membenarkan bahwa pada tanggal 11 Maret 2019 telah mengajukan surat permohonan informasi Ke Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat, dan diterima pada tanggal yang sama oleh staf atas nama Achmad
2. membenarkan bahwa pada tanggal 28 Maret 2019 telah mengajukan surat keberatan kepada Termohon karena Termohon tidak memberikan tanggapan atas permintaan informasi yang diajukan oleh Pemohon pada tanggal 11 Maret 2019, dan diterima oleh PTT atas nama Octavani.
3. Membenarkan bahwa tanggal 3Mei 2019 telah mengajukan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik melalui Kepaniteraan Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat. Disebabkan tidak ditanggapinya keberatan yang diajukan oleh Pemohon.
Surat-Surat Pemohon
[2.11] Menimbang Bahwa Pemohon telah mengajukan surat tertulis, sebagai berikut :
Surat P-1 Surat permohonan informasi yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat, tertanggal 11 Maret 2019
Surat P-2 Fotocopy tanda terima surat permohonan informasi yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat, yang diterima pada tanggal 11 Maret 2019 oleh Staf atas nama Achmad
Surat P-3 Surat Keberatan yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat, tertanggal 25 Maret 2019
Surat P-4 Fotocopy tanda terima surat keberatan yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat, yang diterima pada tanggal 28 Maret 2019 oleh PTT atas nama Octaviani
Surat P-5 Foto copy Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perkumpulan Lembaga Aliansi Masyarakat Peduli Kebenaran dan Keadilan dari Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia.
Surat P-6 Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) atas nama Aswan Hariyanto dengan Nomor KTP 7602011011740001
dengan alamat Jl. Nuri Kelurahan Rimuku Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju.
Keterangan Termohon
[2.12] Bahwa Termohon membenarkan telah menerima surat permohonan informasi yang diajukan oleh AMPERAK pada tanggal 11 Maret 2019
[2.13] Bahwa termohon membenarkan telah menerima surat keberatan yang diajukan oleh AMPREK pada tanggal 28 Maret 2019
Surat-Surat Termohon
[2.14] Menimbang bahwa Termohon surat-surat sebagai alat bukti berupa : Surat T-1 Surat Kuasa Nomor : 2600/1310/SEK/VI/2019
3. KESIMPULAN PARA PIHAK Kesimpulan Pemohon
[3.1] Bahwa Pemohon tidak mengajukan kesimpulan Kesimpulan Termohon
[3.2] Bahwa Termohon tidak mengajukan kesimpulan
4. PERTIMBANGAN HUKUM
[4.1] Menimbang bahwa maksud dan tujuan permohonan sesungguhnya adalah mengenai Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi Publik, sebagaimana diatur pasal 35 ayat (1) huruf c,Undang-undang No.14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik,selanjutnya disebut UU KIP ,juncto pasal 5 huruf b Pasal 13 dan Pasal 36 ayat (1) dan (2) Peraturan Komisi Informasi No.1 Tahun 2013 tentang Prosedur Penyelesaian Sengketa Informasi Publik, selanjutnya disebut Perki No 1 Tahun 2013 tentang PPSIP, yaitu atasan PPID tidak menanggapi keberatan yang diajukan oleh Pemohon;
[4.2] Menimbang bahwa sebelum memasuki pokok permohonan, berdasarkan pasal 36 ayat (1) Perki No 1 Tahun 2013 tentang PPSIP,Majelis Komisioner terlebih dahulu akan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
1. Kewenangan Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat untuk memeriksa dan menjatuhkan putusan terhadap permohonan a quo ;
2. Kedudukan hukum ( legal standing ) Pemohon untuk mengajukan Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi Publik ;
3. Kedudukan hukum (legal standing) Termohon sebagai Badan Publik dalam penyelesaian sengketa informasi publik;
4. Batas waktu pengajuan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik.
Bahwa terhadap keempat hal tersebut, Majelis Komisioner mempertimbangkan dan memberikan pendapat sebagai berikut :
A. Kewenangan Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat
[4.3] Bahwa terhadap keempat hal tersebut ,Majelis Komisioner mempertimbangkan dan memberikan pendapat sebagai berikut :
Kewenangan Absolut
[4.4] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 4 UU KIP yang menyatakan : Komisi Informasi adalah lembaga mandiri yang berfungsi menjalankanUndang-Undang ini dan peraturan pelaksanaannya, menetapkan petunjuk teknis standar layanan informasi publik dan menyelesaikan sengketa informasi publik melalui mediasi dan/atau ajudikasi non litigasi.
[4.5] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 5 UU KIP,juncto Pasal 1 angka 3 Perki No 1 Tahun 2013 tentang PPSIP menyatakan Sengketa Informasi Publik adalah sengketa yang terjadi antara badan publik dan pengguna informasi publik yang berkaitan dengan hak memperoleh dan menggunakan informasi berdasarkan perundang-undangan
[4.6] Menimbang bahwaberdasarkan Pasal 26 ayat (1) UU KIP menyatakan : Komisi Informasi bertugas menerim a, memeriksa, dan memutus permohonan penyelesaian Sengketa Informasi Publik melalui Mediasi dan/atau Ajudikasi nonlitigasi yang diajukan oleh setiap Pemohon Informasi Publik berdasarkan alasan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini.
[4.7] Menimbang bahwa berdasarkan Pasal 38 ayat (1) UU KIP menyatakan : Komisi Informasi PusatdanKomisi Informasi provinsi dan/atau Komisi Informasi kabupaten/kota harus mulai mengupayakan penyelesaian Sengketa Informasi Publik melalui Mediasi dan/atau Ajudikasi non litigasi paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah menerima permohonan penyelesaian Sengketa Informasi Publik.
[4.8] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 5 Perki No 1 Tahun 2013 tentang PPSIP menyatakan : Penyelesaian Sengketa Informasi Publik melalui Komisi Informasi dapat ditempuh apabila:
a. Pemohon tidak puas terhadap tanggapan atas keberatan yang diberikan oleh atasan PPID; atau
b. Pemohon tidak mendapatkan tanggapan atas keberatan yang telah diajukan kepada atasan PPID dalam jangka waktu 30 ( tiga puluh) hari kerja sejak keberatan diterima oleh atasan PPID.
[4.9] Menimbang bahwa berdasarkan keterangan Pemohon dalam persidangan yang telah menempuh mekanisme untuk memperoleh informasi dan
mengajukan permohonan penyelesaian sengketa informasipublik sebagai berikut :
a. Bahwa pemohon telah mengajukan permohonan informasi publik sebagaimana telah diuraikan dalam duduk perkara;
b. Bahwa pemohon telah menempuh upaya keberatan kepada Termohon sebagaimana telah diuraikan dalam duduk perkara;
c. Bahwa pemohon tidak mendapat tanggapan atau jawaban dari Termohon sebagaimana diuraikan dalam duduk perkara ;dan
d. Bahwa pemohon telah mengajukan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik kepada Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat sebagaimana telah diuraikan dalam duduk perkara.
[4.10] Menimbang bahwa berdasarkan uraian paragraf [4.4] sampai dengan paragraf [4.9], Majelis Komisioner berpendapat bahwa sengketa a quo berada dalam kompetensi absolut Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat dan oleh sebab itu memiliki kewenangan untuk menyelesaikan sengketa a quo.
Kewenangan Relatif
[4.11] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuanPasal 1 angka 3 UU KIP yang menyatakan: Badan Publik adalah lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, dan badan lain yang fungsi dantugas pokoknya berkaitan dengan penyelenggaraan negara, yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan/atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, atau organisasi non pemerintah sepanjang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan/atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, sumbangan masyarakat, dan/atau luar negeri.
[4.12] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 27 ayat (3) UU KIP yang menyatakan: Kewenangan Komisi Informasi provinsi meliputi kewenangan penyelesaian sengketa yang menyangkut Badan Publik tingkat provinsi yang bersangkutan.
[4.13] Menimbang bahwa berdasarkan penjelasan Pasal 6 ayat (2) Perki no 1 tahun 2013 Tentang PPSIP menyatakan : Yang dimaksud dengan Badan Publik provinsi adalah Badan Publik yang lingkup kerjanya mencakup provinsi
setempat atau lembaga tingkat provinsi dari suatu lembaga yang hierarkis.
Contoh: Pemerintah Provinsi, DPRD Provinsi, Pengadilan tingkat banding, Kepolisian Daerah,Komando Daerah Militer,BUMD tingkat provinsi, Partai Politik tingkat provinsi, organisasi non pemerintah tingkat provinsi, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tingkat provinsi, atau lembaga tingkat provinsi lainnya. Termasuk menjadi kewenangan Komisi Informasi Provinsi adalah sengketa dimana yang menjadi Termohon adalah Badan Publik yang tidak memiliki kantor pusat dan kantor cabang,misalnya suatu yayasan yang hanya terdiri dari satu kantor saja di Provinsi tertentu.
[4.14] Menimbang bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah, yang menyebutkan:
Pasal 209 ayat 2
Perangkat daerah kabupaten/kota terdiri atas:
a. Sekretaris daerah;
b. Sekretaris DPRD;
c. Inspektorat;
d. Dinas;
e. Badan; dan f. Kecamatan.
Penjelasan Pasal 209 ayat 2 huruf d
Yang dimaksud dengan “dinas” adalah unsur pelaksana urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.
Pasal 217
(1) Dinas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 209 ayat (1) huruf d dan ayat (2) huruf d dibentuk untuk melaksanakan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah.
Pasal 218
(1) Dinas sebagaimana dimaksud dalam pasal 209 ayat (1) huruf d dan ayat (2) huruf d dipimpin oleh seorang kepala.
(2) Kepala dinas mempunyai tugas membantu kepala daerah melaksanakan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah.
(3) Kepala dinas dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala daerah melalui Sekretaris Daerah.
Pasal 282
(1) Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah didanai dari dan atas beban APBD.
(2) Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat di Daerah didanai dari dan atas beban APBN.
(3) Administrasi pendanaan penyelenggaraan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara terpisah dari administrasi pendanaan penyelenggaraan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (2).
[4.15] Menimbang bahwa bersarkan Pasal 13 Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, menyebutkan :
(1) Dinas Daerah provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) huruf d merupakan unsur pelaksana urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah.
(2) Dinas Daerah provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) huruf d merupakan unsur pelaksana Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah.
(3) Dinas Daerah provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpinoleh kepala dinas Daerah provinsi yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada gubernur melalui sekretaris Daerah provinsi.
(4) Dinas Daerah provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mempunyai tugas membantu gubernur melaksanakan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah dan Tugas Pembantuan yang ditugaskan kepada Daerah provinsi.
(5) Dinas Daerah provinsi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (3) menyelenggarakan fungsi:
a. perumusan kebijakan sesuai dengan lingkup tugasnya;
b. pelaksanaan kebijakan sesuai dengan lingkup tugasnya;
c. pelaksanaanevaluasidanpelaporansesuaidengan lingkup tugasnya;
d. pelaksanaanadministrasidinassesuaidenganlingkup tugasnya; dan
e. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh gubernur terkait dengan tugas dan fungsinya.
[4.16] Menimbang bahwa Termohon adalah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat.
[4.17] Menimbang bahwa berdasarkan uraian dalam paragraf [4.11] sampai paragraph [4.15], Majelis berpendapat Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat memiliki kewenangan relatif untuk menerima, memeriksa dan memutus sengketa a quo.
B. Kedudukan Hukum/Legal Standing Pemohon
[4.18] Menimbang bahwa berdasarkan Pasal 1angka 12 UU KIP menyatakan : Pemohon Informasi Publik adalah warga negara dan/atau badan hukum Indonesia yang mengajukan permintaan informasi publik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini;
[4.19] Menimbang bersarkan Perki No. 1 Tahun 2013 Tentang PPSIP menyatakan bahwa:
Pasal 1 ayat (7)
Pemohon penyelesaian sengketa informasi publik yang selanjutnya disebut Pemohon adalah Pemohon atau pengguna informasi publik yang mengajukan Permohonan kepada Komisi Informasi.
Pasal 11ayat (1)
Pemohon wajib menyertakan dokumen kelengkapan Permohonan sebagai berikut :
a. identitas Pemohon yang sah, yaitu:
1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk, Paspor atau identitas lain yang sah yang dapat membuktikan Pemohon adalah warga negara Indonesia; atau
2. Anggaran dasar yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan telah tercatat di Berita Negara Republik Indonesia dalam hal Pemohon adalah Badan Hukum.
3. Surat kuasa dan fotokopi Kartu Tanda Penduduk pemberi kuasa dalam hal Pemohon mewakil ikelompok orang.
b. permohonan informasi kepada Badan Publik, yaitu:
1. Surat permohonan, formulir permohonan, tanda terima atau tanda pemberian/pengajuan permohonan informasi; dan/atau
2. Surat pemberitahuan tertulis dari Badan Publik atas permohonan informasi.
c. Keberatan kepada Badan Publik, yaitu:
1. Surat tanggapan tertulis atas keberatan Pemohon oleh atasan PPID;atau 2. Surat pengajuan keberatan disertai tanda pemberian/pengajuan, tanda
pengiriman atau tanda terima; dan 3. Dokumen lainnya, bila dipandang perlu.
[4.20] Menimbang bahwa Pemohon dalam pengajuan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik yang telah didaftarkan pada Kepaniteraan Komisi Informasi provinsi Sulawesi Barat telah melampirkan dokumen sebagai berikut :
1. Tentang identitas Pemohon, yaitu :
Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) atas nama Aswan Hariyanto dengan Nomor KTP 7602011011740001 dengan alamat Jl. Nuri Kelurahan Rimuku Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju.
2. Tentang keabsahan lemabaga yaitu :
Foto copy Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perkumpulan Lembaga Aliansi Masyarakat Peduli Kebenaran dan Keadilan dari Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia.
3. Tentang permohonan informasi kepada Badan Publik yaitu :
Pemohon menyertakan Surat permohonan informasi yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat,
4. Tentang keberatan kepada Badan Publik yaitu :
Pemohon menyertakan Surat Keberatan yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat.
[4.21] Menimbang bahwa berdasarkan bukti permohonan dan fakta persidangan yang tidak dibantahkan oleh Pemohon sehingga menjadi fakta hukum bahwa Pemohon dalam sengketa a quo yaitu Aliansi Masyarakat Peduli Kebenaran dan Keadilan yang didirikan berdasarkan Akta Notaris Nomor 04 tertanggal 07 Juni 2016 yang dibuat di hadapan Notaris Nurrahmah Tahanuddin, SH, MH yang salinan Akta Nomor 33 tertanggal 22 November 2016 yang dibuat oleh Azizah Tasman, SH., M.KN yang berkedudukan di Mamuju, yang pendiriannya telah
mendapat pengesahan dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia sebagaimana tersebut dalam Salinan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor AHU-0079574.AH.01.07. Tahun 2016.
[4.22] Menimbang bahwa Pemohon mengajukan permohonan informasi kepada Badan Publik dan keberatan kepada atasan Badan Publik sebagaimana telah diuraikan dalam duduk perkara.
[4.23] Menimbang bahwa berdasarkan uraian paragraf [4.18] sampai dengan paragraf [4.23], Majelis Komisioner berpendapat bahwa Pemohon memenuhi syarat kududukan hukum atau legal standing sebagai Pemohon penyelesaian sengketa informasi publik dalam sengketa a quo.
C. Kedudukan Hukum/Legal Standing Termohon
[4.24] Menimbang bahwa kedudukan hukumTermohon dalam sengketa a quo telah diuraikan dan dipertimbangkan pada bagian kewenangan Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat paragraf [4.11] sampai dengan [4.17], maka pertimbangan tersebut juga berlaku secara mutatis mutandis dalam menguraikan dan mempertimbangkan kedudukan hukum Termohon.
[4.25] Menimbang berdasarkan paragraf [4.25], Majelis berpendapat bahwa Termohon memenuhi syarat kedudukan hukum atau legal standing sebagai Termohon penyelesaian sengketa informasi publik dalam sengketa a quo.
D. Batas Waktu Pengajuan Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi [4.26] Menimbangbahwa berdasarkan UU KIP :
Pasal 22 ayat (7)
Paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja sejak diterimanya permintaan, Badan Publik yang bersangkutan wajib menyampaikan pemberitahuan tertulis yang berisikan :
a. Informasi yang diminta berada dibawah penguasaannya ataupun tidak;
b. Badan Publik wajib memberitahukan Badan Publik yang menguasa informasi yang diminta apabila informasi yang diminta tidak berada dibawah penguasaannya dan Badan Publik yang menerima permintaan mengetahui keberadaan informasi yang diminta;
c. Badan Publik wajib memberitahukan Badan Publik yang menguasai informasi yang diminta apabila informasi yang diminta tidak berada dibawah
penguasaannya dan Badan Publik yang menerima permintaan mengetahui keberadaan informasi yang diminta;
d. penerimaan atau penolakan permintaan dengan alasan yang tercantum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17, dalam hal permintaan diterima seluruhnya atau sebagian dicantumkan materi informasi yang akan diberikan;
e. dalam hal suatu dokumen mengandung materi yang dikecualikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17, maka informasi yang dikecualikan tersebut dapat dihitamkan dengan diserta ialasan dan materinya;
f. alat penyampaian dan format informasi yang akan diberikan; dan/atau g. biaya serta cara pembayaran untuk memperoleh informasi yang diminta.
Pasal 35 ayat(1)
Setiap Pemohon Informasi Publik dapat mengajukan keberatan secara tertulis kepada atasan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi berdasarkan alasan berikut :
a. penolakan atas permintaan informasi berdasarkan alasan pengecualian sebagaimana dimaksud dalamPasal 17;
b. tidak disediakannya informasi berkala sebagaimana dimaksud dalamPasal9;
c. tidak ditanggapinya permintaan informasi;
d. permintaan informasidi tanggap itidak sebagaimana yang diminta;
e. tidak dipenuhinyapermintaan informasi;
f. pengenaan biaya yang tidak wajar;dan/atau
g. penyampaian informasi yang melebihi waktu yang diatur dalam Undang- Undang ini.
Pasal 36 ayat (1)
Keberatan diajukan oleh Pemohon Informasi Publik dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja setelah ditemukannya alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (1).
Pasal 36ayat(2)
Atasan pejabat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (1) memberikan tanggapan atas keberatan yang diajukan oleh Pemohon Informasi Publik dalam
jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja sejak diterimanya keberatan secara tertulis.
Pasal 37 ayat (2)
Upaya penyelesaian Sengketa Informasi Publik diajukan dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah diterimanya tanggapan tertulis dari atasan pejabat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (2).
[4.27] Menimbang bahwa berdasarkan Perki No. 1 Tahun 2013 Tentang PPSIP Pasal 13 huruf a menyatakan :Permohonan diajukan selambat-lambatnya 14 (empatbelas) hari kerja sejak tanggapan tertulis atas keberatan dari atasan PPID diterima oleh Pemohon.
[4.28] Menimbang bahwa berdasarkan uraian kronologi permohonan penyelesaian sengketa informasi sebagaimana telah di uraian pada paragraf [2.2]
sampai dengan paragraf [2.5] Majelis menemukan adanya ketidaksesuaian jangka waktu yang di tempuh oleh Pemohon dengan syarat ketentuan jangka waktu yang diatur dalam UU KIP dan Perki No. 1 Tahun 2013.
[4.29] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 36 ayat (2) dan Pasal 37 ayat (2) UU KIP juncto Pasal 1 Perki No. 1 Tahun 2013 disebutkan bahwa jangka waktu pengajuan Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi ke Komisi Informasi dilakukan paling lambat 14 hari kerja sejak diterimanya tanggapan tertulis atas keberatan atau berakhirnya jangka waktu 30 hari kerja bagi atasan PPID dalam memberikan tanggapan tertulis atas keberatan yang diajukan Pemohon.
[4.30] Menimbang bahwa berdasarkan bukti dan fakta persidangan, Pemohon mengajukan permohonan penyelesaian sengketa informasi ke Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat belum pada jangka waktu pengajuan Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi sebagaimana yang ditetapkan dalam UU KIP dan Perki No. 1 Tahun 2013. Seharusnya Pemohon mengajukan Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi ke Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat diajukan dalam jangka waktu 14 hari kerja setelah ditemukannya alasan untuk itu, dalam hal ini setelah melewati waktu 30 hari kerja bagi Termohon untuk menanggapi/menjawab keberatan Pemohon. Batas waktu kesempatan Termohon menanggapi keberatan Pemohon terhitung dari rentang waktu
penerimaan keberatan yakni tanggal 25 Maret 2019, hingga berakhirnya 30 hari kerja bagi Termohon menanggapi keberatan Pemohon yaitu tanggal 8 Mei 2019.Dari rentang waktu tanggal 25 Maret 2019 hingga tanggal 8 Mei 2019, terungkap bahwa Termohon baru memasuki 27 hari kerja kesempatan Termohon menanggapi keberatan Pemohon, sedangkan Pemohon pada tanggal 3 Mei 2019 telah mengajukan Permohonan Penyelesaian sengketa informasi ke Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat. Secara normatif Permohonan Penyelesaian sengketa informasi seharusnya belum dapat diajukan, dan menunggu sampai berakhirnya jangka waktu 30 hari kerja bagi Termohon menanggapi keberatan Pemohon. Permohonan Penyelesaian sengketa informasi ke Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat seharusnya baru bisa di ajukan Pemohon pada tanggal 9 Mei 2019 hingga tanggal 28 Mei 2019 setelah berakhirnya batas waktu Termohon menanggapi keberatan Pemohon yakni Paling lambat 14 hari kerja sejak berakhirnya jangka waktu 30 hari kerja bagi atasan PPID dalam memberikan tanggapan tertulis atas keberatan yang diajukan Pemohon sebagaimana ketentuan yang telah di tetapkan dalam UU KIP dan Perki No.1 Tahun 2013.
[4.31] Menimbang bahwa berdasarkan uraian pada paragraf [4.27] sampai dengan paragraf [3.31] Majelis berpendapat permohonan a quo premature dalam hal waktu pengajuan pengajuan penyelesaian Sengketa Informasi sehingga tidak memenuhi ketentuan jangka waktu sebagaimana diatur oleh UU KIP dan Perki No. 1 tahun 2013.
[4.32] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 36 ayat (2) Perki No. 1 Tahun 2013, mengatur ; Dalam hal permohonan tidak memenuhi salah satu ketentuan sebagaimana di maksud pada ayat (1), Majelis Komisioner dapat menjatuhkan putusan sela untuk menerima ataupun menolak permohonan.
[4.33] Menimbang bahwa berdasarkan uraian paragrap [3.33] Majelis memandang perlu untuk menjatuhkan Putusan Sela dan tidak mempertimbangkan pokok-pokok perkara a quo
5. KESIMPULAN
[5.1] Berdasarkanseluruh uraian, pertimbangan dan fakta hukum yang telah dijelaskan, Majelis Komisioner berkesimpulan :
1. Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat berwenang untuk menerima, memeriksa dan memutus permohonan a quo.
2. Pemohon memiliki kedudukan hukum atau legal standing untuk mengajukan permohonan dalam sengketa a quo.
3. Termohon memiliki kedudukan hukum atau legal standing sebagai Termohon dalam sengketa a quo.
4. Batas waktu pengajuan Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi tidak memenuhi jangka waktu sebagaimana ditentukan pada Pasal 36 ayat (1) UU KIP dan Perki Nomor 1 Tahun 2013 Tentang PPSIP.
6. AMAR PUTUSAN
[6.1] Menolak permohonan Pemohon untuk seluruhnya;
Demikian diputuskan dalam Rapat Permusyawaratan Majelis Komisioner oleh Andry Pramono selaku Ketua merangkap Anggota, Dulhaj Muchtar Mahmud dan Andi Ishaq Abdullah masing-masing sebagai anggota, pada hari Rabu tanggal 3 Juli 2019 dan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari ini, Kamis tanggal 4 Juli 2019 oleh Majelis Komisioner yang nama-namanya tersebut di atas,dengan didampingi oleh Hj. Rosdiana B, sebagai Panitera Pengganti serta tidak dihadiri oleh Pemohon dan Termohon.
KETUA MAJELIS ttd
(ANDRY PRAMONO)
ANGGOTA MAJELIS ttd
( DULHAJ MUCHTAR MAHMUD )
ANGGOTA MAJELIS ttd
(ANDI ISHAQ ABDULLAH ) PANITERA PENGGANTI
(HJ. ROSDIANA B.)
Untuk salinan Putusan ini sah dan sesuai dengan aslinya, diumumkan kepada masyarakat berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan ketentuan pasal 59 ayat (4) dan ayat (5) Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 tahun 2013 tentang Prosedur Penyelesaian Sengketa Informasi Publik.
Dikeluarkan di Mamuju Pada Tanggal : 8 Juli 2019
PANITERA
DARMAWATI JUSUF