• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Anak merupakan generasi yang berperan penting dalam meneruskan cita-cita masa depan bangsa yang berkesinambungan dalam mewujudkan kualitas sumber daya manusia serta pembangunan bangsa dan negara. Definisi anak yang tertuang dalam pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, dianggap sebagai seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih berada di dalam kandungan.

Setiap anak yang dilahirkan harus mendapat jaminan perlindungan dari negara dalam menjamin hak-haknya agar dapat terpenuhi serta tanpa adanya diskriminasi karena berkaitan dengan kesejahteraannya. Salah satu hak yang sangat penting untuk dipenuhi adalah hak sipil seorang anak. Hak sipil yang dimaksud berkaitan dengan peristiwa penting yang dialami seorang anak berupa peristiwa kelahirannya, yang mana wajib untuk dicatatkan dan diterbitkan akta kelahirannya. Tidak dicatatkannya kelahiran seorang anak akan membawa dampak yang tidak baik bagi masa depan seorang anak dalam kehidupan bernegara, pemerintahan dalam penyelenggaraan pelayanan publik, dan bermasyarakat.

Akta kelahiran sebagai suatu dokumen yang diterbitkan oleh instansi pelaksana berlaku melingkupi diseluruh dunia sebagai bukti autentik yang dijadikan sebagai pedoman untuk memperoleh nama serta membuktikan identitas dan kewarganegaraan seorang anak sejak ia dilahirkan. Mengetahui bahwa akta kelahiran digunakan sebagai akses untuk dapat memenuhi dan melindungi hak, maka akta kelahiran merupakan hak setiap anak yang lahir di negara manapun. Pengakuan terhadap hak anak secara Internasional ditegaskan melalui Konvensi Hak-Hak Anak (Convention on The Rights of the Child) 1989 yang disahkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kemudian diratifikasi oleh bangsa Indonesia melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 1990 tentang Pengesahan Konvensi Hak-Hak Anak (Convention On

(2)

the Rights of the Child) 1989. Dengan adanya ratifikasi tersebut, membuktikan adanya kesepakatan bersama yang dilakukan oleh bangsa Indonesia terhadap seluruh hak anak yang tentunya wajib untuk dipenuhi, dihormati, dan dilindungi yang dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang No.

23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Berdasarkan pasal 5, 27 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, menyatakan bahwa:

“setiap anak berhak atas suatu nama sebagai identitas diri dan status kewarganegaraan”, dipertegas dalam pasal 27 ayat (1) berbunyi “identitas diri setiap anak harus diberikan sejak kelahirannya” dan ayat (2) berbunyi “identitas sebagaimana dimaksud ayat (1) dituangkan dalam akta kelahiran”.

Kepemilikan akta kelahiran mempunyai arti penting tersendiri dan berbagai manfaat yang dapat diperoleh oleh seseorang, meliputi: bukti negara hadir hadir dengan memberikan pengakuan terhadap identitas sebagai warga negaranya, untuk dapat memperoleh pelayanan publik lainnya, sebagai alat bukti untuk mendapatkan hak waris dari orang tuanya, pencegahan terhadap adanya berbagai tindakan kriminal terhadap anak, serta sebagai data pemerintah dalam menentukkan anggaran nasional dalam berbagai aspek meliputi kesejahteraannya.

Akan tetapi, kenyataan yang terjadi di dalam masyarakat Kota Surakarta tingkat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penerbitan akta kelahiran masih rendah.

Terbukti dengan banyaknya orang tua yang sering kali lalai dan kurang peduli karena kesibukannya, masih enggan untuk mendaftarkan karena belum terlalu diperlukan juga karena rumitnya serangkaian prosedur yang harus dilakukan. Kemudian, memutuskan cukup dengan hanya melakukan pelaporan kelahiran anaknya ke Kelurahan atau Fasilitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Faskesmas) tanpa melakukan kepengurusan akta kelahiran ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) daerah tempat tinggal sebagai instansi pelaksana yang mencatatkan

(3)

sekaligus menerbitkan akta kelahiran. Akibatnya, masyarakat akan melakukan kepengurusan akta kelahiran dengan tergesa-gesa karena segera dibutuhkan untuk kepentingan tertentu. Sebagai contoh dalam hal pembuatan Kartu Indonesia Anak, mendaftarkan sekolah, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dan lainnya.

Penerbitan akta kelahiran sedini mungkin merupakan hal penting agar setiap anak memiliki legal hubungan keperdataannya dengan ayah ibunya serta dapat memperoleh berbagai pelayanan publik seperti: pendidikan, perbankan, pertanahan, kartu keluarga, hak waris, kesehatan, dan dokumen lainnya. Untuk menyikapi hal tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surakarta meluncurkan sebuah layanan terintegrasi dalam rangka optimalisasi kualitas pelayanan penerbitan akta kelahiran dalam sebuah inovasi bernama Satu Paket Urusan Kependudukan Warga Terpenuhi (Sapu Kuwat).

Inovasi tersebut di bentuk karena adanya berbagai kritikan dan masukkan dari masyarakat bahwa prosedur dalam hal penerbitan akta kelahiran masih dirasa rumit.

Ketika masyarakat dalam mengajukan proses penerbitan akta kelahiran tidak melalui satu pintu saja akan tetapi harus melalui beberapa pintu. Dimana, masyarakat harus ke kelurahan terlebih dahulu kemudian baru mengajukan permohonan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surakarta. Kemudian, adanya keluhan dari instansi lain seperti rumah sakit yang menghendaki adanya percepatan penerbitan akta kelahiran untuk anak yang baru lahir karena berkaitan dengan jaminan kesehatannya, serta dalam perkembangan dan pertumbuhannya masyarakat bergerak secara dinamis sehingga terjadi peristiwa penting yang tidak dapat diprediksi terutama peristiwa kelahiran.

Untuk itu perlu diketahui bagaimanakah implementasi dari inovasi sapu kuwat, apakah pelaksanaannya telah berjalan dengan lancar sehingga mampu mendorong optimalisasi penerbitan akta kelahiran anak penduduk Kota Surakarta atau mengalami berbagai hambatan dalam implementasinya, dan hal-hal apa saja yang berpengaruh

(4)

menjadi hambatan dalam implementasi inovasi sapu kuwat baik secara eksternal maupun secara internal. Berpijak pada pembahasan yang telah dipaparkan, penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam dan menjadikan dalam bentuk penelitian tugas akhir dengan judul: “IMPLEMENTASI INOVASI SATU PAKET URUSAN KEPENDUDUKAN WARGA TERPENUHI SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI KUALITAS PELAYANAN PENERBITAN AKTA KELAHIRAN DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA SURAKARTA”.

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang yang telah dipaparkan di atas, selanjutnya penulis menentukan dua rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian, terdiri dari:

1. Bagaimana Implementasi Inovasi Satu Paket Urusan Kependudukan Terpenuhi sebagai Upaya Optimalisasi Kualitas Pelayanan Penerbitan Akta Kelahiran di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surakarta?

2. Apa saja yang menjadi faktor penghambat Implementasi Inovasi Satu Paket Urusan Kependudukan Terpenuhi sebagai Upaya Optimalisasi Kualitas Pelayanan Penerbitan Akta Kelahiran di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surakarta?

C. Tujuan Penelitan

Penulis dalam menyusun suatu penelitian sewajarnya memiliki suatu tujuan yang hendak dicapai supaya penelitian tersebut dapat memberi manfaat, baik secara khusus bagi peneliti, serta secara umum bagi pemerintah dan masyarakat. Adapun tujuan dari penelitian dibagi menjadi 2 (dua), terdiri dari:

1. Tujuan Objektif

a. Untuk mengetahui implementasi inovasi sapu kuwat sebagai upaya optimalisasi kualitas pelayanan penerbitan akta kelahiran di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surakarta.

(5)

b. Untuk mengetahui apa saja yang menjadi faktor penghambat implementasi inovasi sapu kuwat sebagai upaya optimalisasi kualitas pelayanan penerbitan akta kelahiran di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surakarta.

2. Tujuan Subjektif

a. Untuk mengaplikasikan setiap ilmu yang telah diperoleh peneliti selama masa studi khususnya pada mata kuliah pencatatan kelahiran dan kematian anak, dan inovasi kedaerahan pelayanan administrasi kependudukan.

b. Mendapatkan sumber informasi serta data secara terperinci dan kompreherensif tentang inovasi sapu kuwat sebagai materi utama yang digunakan dalam penyusunan Tugas Akhir guna mencapai persyaratan untuk mendapatkan gelar sebagai Sarjana Terapan Sosial pada Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret Surakarta.

D. Manfaat Penelitian

Setiap penyusunan sebuah penelitian, mestinya memiliki manfaat yang dapat diperoleh dan kegunaan pada pihak lain selain tujuan yang akan dicapai. Manfaat penelitian dapat dibagi menjadi 2 (dua), terdiri dari:

1. Manfaat Teoretis

a. Penelitian ini, diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran terhadap perkembangan kualitas pelayanan publik dalam penyelenggaraan administrasi kependudukan pada umumnya, serta dalam bidang pencatatan lahir dan mati, dan secara khusus inovasi inovasi kedaerahan pelayanan administrasi kependudukan. Sehingga ilmu tersebut dapat berkembang selaras dengan dinamika perkembangan pelayanan publik dan masyarakat.

b. Penelitian ini dapat dijadikan bahan evaluasi, referensi, dan literatur bagi penelitian-penelitian lain yang setidaknya memiliki objek kajian yang hampir sama, sehingga dapat berguna bagi pihak yang berkepentingan.

2. Manfaat Praktis

(6)

a. Sebagai sebuah sarana yang bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan peneliti dalam mengkritisi persoalan-persoalan administrasi kependudukan sebagai sarana penerapan ilmu yang telah diperoleh, membentuk pola pikir yang dinamis, mengembangkan penalaran, serta mampu memberikan jawaban atas permasalahan-permasalahan yang timbul terkait dengan penelitian.

b. Sebagai saran bagi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surakarta dalam mengevaluasi implementasi inovasi sapu kuwat warga terpenuhi sebagai upaya optimalisasi kualitas pelayanan penerbitan akta kelahiran.

E. Metode Penelitian

Merupakan suatu metode yang akan digunakan dan disesuaikan dengan tujuan dari suatu penelitian untuk mendapatkan data yang dibutuhkan di lapangan secara valid. Metode penelitian yang akan digunakan adalah metode penelitian terapan, yang mana metode tersebut dilakukan dengan maksud untuk dapat menerapkan, mengetahui kualitas atau mutu (pengujian), serta memberikan penilaian terhadap kualitas teori (mengevaluasi) yang digunakan untuk dapat menyelesaikan berbagai hal yang harus dipecahkan. Metode penelitian terapan yang akan digunakan mempunyai keterkaitan dengan metode penelitian kualitatif. Yang mana, metode penelitian terapan dimanfaatkan untuk mempelajari sekaligus menyelidiki suatu fenomena ilmiah yang dikaitkan dengan implementasi inovasi sapu kuwat melalui serangkaian ajaran, teori, dan dasar hukum seperti peraturan perundang-undangan untuk dapat menghasilkan penelitian yang obyektif.

1. Jenis Penelitian

Dalam penulisan tugas akhir peneliti akan menggunakan jenis penelitian empiris (sosiologis). Penelitian empiris dimaksudkan sebagai suatu penelitian yang bertumpu pada data primer yang diperoleh secara langsung dari tingkah laku manusia dilapangan yang dapat diamati oleh panca indra melalui serangkaian kegiatan wawancara, pengamatan secara langsung (observasi), maupun kuisioner.

(7)

2. Sifat Penelitian

Penelitian tugas akhir berkaitan dengan implementasi inovasi sapu kuwat bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode penelitian ini dilakukan dengan melihat keadaan alamiah dari suatu hal sehingga sering disebut dengan istillah naturalistik (Sugiyono, 2014: 1). Dalam penelitian kualitatif kaitannya dengan data yang akan dikumpulkan dapat berbentuk kalimat, kata, gambar yang berarti penting dibandingkan suatu angka-angka atau jumlah. Jadi, dapat dikatakan bahwa penelitian kualitatif lebih mengarah pada suatu serangkaian tindakan atau perubahan (proses) yang terjadi dan sudut pandang atau pandangan akan suatu hal (Fajarsari, 2010:65).

Data yang pasti merupakan ukuran yang menjadi dasar penilaian dalam penelitian kualitatif. Data tersebut merupakan data yang objektif, sesuatu yang benar-benar terjadi, data yang tidak hanya sekadar dapat dilihat atau tampak, terucapkan. Melainkan, suatu data yang mempunyai arti di balik sesuatu yang tampak dan terucapkan.

3. Lokasi Penelitian

Dalam menyusun penelitian ini, peneliti mengambil lokasi di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surakarta, 1 Kelurahan, yaitu Kelurahan Mojosongo karena mempunyai jumlah penduduk paling banyak dibandingkan kelurahan yang lain, dan 1 fasilitas layanan kesehatan masyarakat yaitu Rumah Sakit Hermina Solo karena sebagai salah satu mitra kerja dalam inovasi yang mempunyai jumlah kelahiran dan permohonan penerbitan akta kelahiran melalui inovasi sapu kuwat terbanyak. Dimana, penulis memilih lokasi tersebut sebagai tempat berlangsungnya penelitian karena inovasi sapu kuwat merupakan suatu layanan administrasi kependudukan terhadap penerbitan akta kelahiran terintegrasi yang direalisasikan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surakarta sebagai instansi pelaksana dan para instansi yang

(8)

terlibat salah satunya yaitu Kelurahan dan fasilitas layanan kesehatan yang menjadi mitra kerja yang bertindak sebagai operator.

4. Sumber Data Penelitian

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri data primer yang diperoleh secara langsung dari instansi yang terlibat dalam pelaksanaan inovasi sapu kuwat dan masyarakat, sedangkan data sekunder yang berasal dari studi kepustakaan, yaitu:

a. Sumber data primer

Merupakan sumber data yang diperoleh secara langsung melalui tahapan observasi maupun wawancara dari narasumber yang secara pasti mengetahui obyek yang akan diteliti oleh penulis dalam penelitiannya. Dalam penelitian ini, peneliti akan mendapatkan data primer melalui wawancara yang dilakukan secara langsung dilapangan dengan narasumber yang dikehendaki.

b. Sumber data sekunder

Merupakan data yang digunakan untuk melengkapi data primer yang dapat diperoleh atau berasal dari pengetahuan atau keterangan yang didapat secara tidak langsung dari sumbernya meliputi buku-buku, hasil penelitian yang berupa laporan, dan dokumen resmi. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian inovasi sapu kuwat, antara lain:

a. Dokumentasi arsip Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surakarta, Kelurahan Mojosongo, dan Rumah Sakit Hermina

b. Buku-buku teks yang berisi tentang kebijakan publik

c. Jurnal-jurnal yang berkaitan dengan implementasi kebijakan publik dan inovasi dalam administrasi kependudukan,

(9)

d. Bahan yang diperoleh dari media internet atau sumber lain yang terjamin valid dan relevan dengan obyek penelitian seperti website resmi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surakarta,

5. Teknik Cuplikan

Teknik pengambilan data menggunakan teknik cuplikan dimaksudkan untuk memberikan pembatasan terhadap sumber data kaitannya dengan jumlah dan jenis data yang akan dipergunakan dalam penelitian ini. Teknik cuplikan yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini yaitu purposive sampling. Teknik purposive sampling dengan cara atau proses cuplikan didasarkan atas suatu pertimbangan tertentu. Cuplikan ini bukan hanya sekadar sebagai perwakilan dari suatu populasi, akan tetapi lebih condong untuk membentuk suatu gagasan atau kesimpulan yang berdasar pada teori atau teoretis. Sumber data yang dipergunakan dalam penelitian ini lebih condong untuk mewakili informasi yang dibutuhkan bukan populasinya, dikarenakan pengambilan cuplikan berdasarkan pada suatu pertimbangan tertentu. Dalam penelitian ini, peneliti lebih condong untuk memilah setiap infomasi yang diperlukan kaitannya mengetahui secara pasti setiap infomasi dan permasalahan secara mendalam dan dapat diakui kebenarannya sehingga menjadi sumber data yang kuat yang bersumber dari informan yang tepat.

Penelitian tugas akhir ini dilakukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surakarta sebagai leading sector dalam inovasi sapu kuwat, Kelurahan Mojosongo sebagai kelurahan yang mempunyai jumlah penduduk terbanyak di Kota Surakarta, dan Rumah Sakit Hermina Solo karena sebagai salah satu mitra kerja dalam inovasi yang mempunyai jumlah kelahiran dan permohonan penerbitan akta kelahiran melalui inovasi sapu kuwat terbanyak.

6. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang akan digunakan penulis dalam penelitian ini, terdiri dari:

(10)

a. Wawancara

Merupakan percakapan yang dilakukan oleh dua orang (atau kadang lebih) yang bertujuan dan diarahkan oleh salah seorang untuk memperoleh keterangan yang diperlukan. (Syahrum & Salim, 2012:119). Teknik pengumpulan data melalui wawancara secara mendalam dengan narasumber yang mengetahui secara pasti objek dalam penelitian tugas akhir ini, yang telah ditentukan sebagai berikut:

a. Kepala Seksi Kelahiran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surakarta.

b. Salah satu staff yang diberikan mandat dalam pelaksanaan inovasi sapu kuwat dinas kependudukan dan pencatatan sipil,

c. Petugas register Kelurahan Mojosongo, d. Operator Rumah Sakit Hermina Solo

e. Masyarakat pengguna layanan inovasi sapu kuwat, b. Dokumen

Merupakan sumber data penelitian berupa catatan data yang terencana dalam suatu organisasi dan bersifat resmi yang berhubungan dengan peristiwa tertentu yang sudah berlalu. Dokumen dapat berupa gambar seperti foto, suatu peraturan, kebijakan yang dapat secara baik dimanfaatkan sebagai sumber dalam penelitian.

7. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis model interaktif dari Miles dan Huberman (Sugiyono, 2013:244-245) dengan melalui 4 tahapan, meliputi pengumpulan data, reduksi data (reduction), sajian data (display), dan verifikasi data/ penarikan kesimpulan (conclusion drawing).

Pengumpulan data

Penarikan kesimpulan Menyajikan

data Reduksi

data

(11)

Miles dan Huberman (sugiyono, 2013:244-245) Gambar 1.1. Bagan Analisis Data

Dalam penelitian tugas akhir ini, peneliti melakukan reduksi data melalui tahapan wawancara yang mendalam yang digabungkan dengan hasil dokumentasi yang diperoleh dilapangan. Kemudian dilakukan analisis data dari sajian data yang diperoleh dan memfokuskannya agar lebih bermakna. Kemudian diperoleh satu penarikan kesimpulan berkaitan dengan implementasi inovasi sapu kuwat sebagai upaya optimalisasi kualitas pelayanan penerbitan akta kelahiran di Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Surakarta.

F. Sistematika Penulisan Tugas Akhir

Sistematika penulisan tugas akhir ditujukkan untuk memberikan gambaran secara menyeluruh terkait dengan penulisan tugas akhir agar dapat dibaca dengan mudah yang disesuaikan dengan standar penulisan tugas akhir yang sudah ada, sebagai berikut:

BAB I : PENDAHULUAN

Pada bab ini, penulis akan memaparkan dan menjelaskan terkait dengan latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian.

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

Pada bab tinjauan pustaka penulis memaparkan dan menjelaskan terkait dengan penelitian terdahulu yang relevan, landasan teori, dan kerangka berpikir. Pada penelitian terdahulu terdiri dari 4 hasil penelitian terdahulu yang relevan yang disajikan dalam bentuk matriks untuk menyatakan perbedaan dan persamaan dengan penelitian tugas akhir ini, pada landasan teori terdiri atas: 1.

(12)

Implementasi kebijakan publik yang didalamnya memuat: konsep kebijakan publik, konsep implementasi kebijakan publik, dan model pendekatan implementasi, 2. Konsep inovasi sapu kuwat, 3. Akta kelahiran yang didalamnya memuat: pengertian akta kelahiran, jenis penerbitan akta kelahiran.

BAB III : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini akan dijelaskan terkait dengan hasil penelitian dan pembahasan yang didasarkan pada perumusan masalah yang sedang diteliti diantaranya: Implementasi inovasi satu paket urusan kependudukan warga terpenuhi sebagai upaya optimalisasi kualitas penerbitan akta kelahiran di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surakarta yang menjadi penghambat dalam mengimplementasikan inovasi satu paket urusan kependudukan warga terpenuhi sebagai upaya optimalisasi kualitas penerbitan akta kelahiran di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surakarta

BAB IV : PENUTUP

Pada bab ini akan dipaparkan dan dijelaskan terkait dengan kesimpulan dan saran dalam penelitian tugas akhir.

Referensi

Dokumen terkait

Latar Belakang: Persiapan mental merupakan hal yang tidak kalah pentingnya dalam proses persiapan operasi karena mental pasien yang tidak siap atau labil dapat

1) Kecelakaan Lalu Lintas adalah suatu peristiwa di jalan yang tidak disangka – sangka dan tidak sengaja, melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pemakai jalan lainnya,

Dengan semakin berkembangnya teknologi sensor kamera penginderaan jauh dan harganya yang menjadi semakin terjangkau, serta semakin berkembangnya teknologi pesawat

Hal ini berarti bahwa tanpa adanya komitmen oragnisasi maka pihak-pihak yang terlibat dalam penyusunan anggaran akan memanfaatkan keterlibatan kerja untuk

Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang signifikan tingkat kecerdasan spasial berdasarkan gaya belajar visual terhadap hasil belajar siswa pada materi garis

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diketahui bahwa kemampuan koordinasi mata tangan dan kaki yang dimiliki oleh mahasiswa PJKR FKIP UMMI angkatan 2016 masih dalam kategori

underwear rules ini memiliki aturan sederhana dimana anak tidak boleh disentuh oleh orang lain pada bagian tubuhnya yang ditutupi pakaian dalam (underwear ) anak dan anak