RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : SMK Negeri 2 Maumere Mata Pelajaran : Fisika
Kelas/Semester : X APAT/ 2 (Dua) Tahun Pelajaran : 2021/2022
Alokasi Waktu : 2 x 45’
KD :
3.5 Mengevaluasi pengaruh kalor
4.5 Melakukan percobaan tentang karakteristik termal suatu bahan Materi Pokok : pengaruh kalor
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti proses pembelajaran ini, peserta didik diharapkan dapat menganalisis pengaruh kalor terhadap zat serta terampil melakukan diskusi sehingga menimbulkan sikap kritis dan kreatif kalian.
II. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Uraian Kegiatan Waktu
A. Pendahuluan Mengkondisikan suasana ruangan belajar yang menyenangkan
Berdoa
Apersepsi. Menanyakan materi sebelumnya.
Menyampaikan tujuan pembelajaran
Menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang dilakukan.
Menyampaikan teknik penilaian yang digunakan.
1,5 menit
B. Kegiatan Inti
Menjelasakan tentang kalor
Mendemonstrasikan pengaruh kalor terhadap suhu dan wujud benda
6 menit
C. Penutup Bersama peserta didik membuat simpulan pembelajaran
Bersama peserta didik merefleksi kegiatan pembelajaran
Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
2,5 menit
III. Asesmen
Sikap: Lembar pengamatan
Pengetahuan: Menyelesaikan soal - soal Keterampilan: Kinerja & observasi diskusi
Patisomba, Juni 2022
Mengetahui
Kepala SMKN 2 Maumere Guru Mata Pelajaran
Edmundus G. N. M. Sadipun, ST Yakobus Rhorho, S.Pd
NIP. 19750729 200604 1 020 NIP. 19840609 201101 1 008
Lampiran 1
Materi pokok
Kalor adalah energi yang berpindah dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah.
Sebagai salah satu energi, kalor dapat berpengaruh terhadap suhu dan wujud benda. Suatu benda jika diberi kalor maka akan terjadi perubahan pada zat tersebut seperti pemuaian, perubahan wujud dan kenaikan suhu.
1. Pemuaian
Secara umum jika zat diberi kalor maka akan mengalami pemuaian. Ada beberapa macam pemuaian:
a. Pemuaian panjang lo
Δl Δl Lt
Jika batang sepanjang lo diberi kalor maka akan mengalami pertambahan panjang sebesar Δl . jika perubahan suhunya ΔT, maka:
∆𝑙 = 𝛼 𝑥 𝑙𝑜 𝑥 ∆𝑇 𝑙𝑡 = 𝑙𝑜 + ∆𝑙
lt = lo + lo . α . ΔT 𝑙𝑡 = 𝑙𝑜 ( 1 + 𝛼 𝑥 ∆𝑇 ) Keterangan:
∆𝑙 ∶ Pertambahan bahan (m) 𝛼 : koefisien muia panjang (/0C) 𝑙𝑜 : panjang awal (m)
∆𝑇 ∶ Perubahan suhu (0C)
𝑙𝑡 ∶ panjang akhir (m) b. Pemuaian luas
Pemuaian ke arah panjang dan lebarnya.
Koefisien muai luas adalah perbandingan antara pertambahan luas zat dengan luas mula-mula untuk setiap kenaikan suhu sebesar satu satuan suhu.
Persamaanya:
β = ∆𝐴
𝐴𝑜 𝑥 ∆𝑇
𝐴𝑡 = 𝐴𝑜 ( 1 + 𝛽 𝑥 ∆𝑇 ) 𝛽 = 2𝛼
Keterangan:
∆𝐴 ∶ Pertambahan luas (m2) 𝛽 : koefisien muia luas (/0C) 𝐴𝑜 : luas awal (m2)
∆𝑇 ∶ Perubahan suhu (0C)
𝐴𝑡 ∶ luas akhir /luas setelah pemuian (m2) c. Pemuaian volume
Pemuaian kearah panjang, lebar dan tebal.
Koefisien muai volume adalah perbandingan antara pertambahan volume dengan volume mula-mula untuk setiap kenaikan suhu sebesar satu satuan suhu.
Persamaanya:
γ = ∆𝑉
𝑉𝑜 𝑥 ∆𝑇
∆𝑉 = 𝛾 𝑥 𝑉𝑜 𝑥 ∆𝑇
𝑉𝑡 = 𝐴𝑜 ( 1 + 𝛾 𝑥 ∆𝑇 ) 𝛾 = 3𝛼
Keterangan:
∆𝑉 ∶ Pertambahan volume (m3) 𝛾 : koefisien muia volume (/0C) 𝐴𝑜 : volume awal (m3)
∆𝑇 ∶ Perubahan suhu (0C)
𝑉𝑡 ∶ volume akhir / volume setelah pemuian (m3) d. Pemuaian volume zat cair
∆𝑉 = 𝑉𝑜 𝑥 ∆𝑇
sehingga volume akhirnya menjadi 𝑉𝑡 = 𝑉𝑜 + ∆𝑉 )
𝑉𝑡 = 𝑉𝑜 ( 1 + ∆𝑇 ) e. Pemuaian volume zat gas
Sama seperti zat cair, zat gas hanya mengalami pemuaian volume.
𝑉𝑡 = 𝑉𝑜 ( 1 + ∆𝑇 )
Pada pemuaian volume zat gas tidak hanya menggunakan persamaan diatas tetapi juga ada besaran lain yang perlu diperhatika yaitu tekanan dan temperatur.
Persamaan yang berlaku dalam pemuaian volume gas yaitu:
Pada tekanan konstan, berlaku hukum Gay-Lussac:
𝑉1 𝑇1=𝑉2
𝑇2
Pada saat temperatur konstan berlaku huku Boyle:
P1 x V 1 = P2 x V2
Pada saat volume konstan, berlaku hukum Charles:
𝑃1 𝑇1=𝑃2
𝑇2 Keterangan:
P : tekanan (Pa) 2. Perubahan Suhu Zat
Selain berpengaruh terhadap perubahan wujud, kalor juga berpengaruh terhadap suhu benda. Untuk lebih jelas, lakukan percobaan berikut secara kelompok.
Lampiran 2
Penilaian Ketrampilan
A. Tujuan Percobaan : Mengamati perubahan suhu suatu zat.
B. Alat dan Bahan
Es secukupnya
Gelas Pyrex
Pemanas
Termometer
neraca C. Cara Kerja
Masukkan 1 bongkahan es yang telah diukur massanya kedalam gelas pyrex
Ukur suhu awal es, cata hasilnya
Letakkan gelas yang berisi es diatas nyala api
Amati beberapa saat. Apa yang terjadi pada es selama beberapa detik?
Ukur suhu zat dalam gelas tersebut dan catat hasilnya
Ulangi langkah 1 – 5 beberapa kali dengan nyala api yang berbeda tingkat panasnya dan massa es yang berbeda
D. Data Pengamatan
Hitunglah selisih suhu dari data yang kalian catat, tampilkan dalam bentuk table
Lembar Kerja Peserta Didik Materi perubahan suhu
Petunjuk kegiatan
Sebelum melakukan kegiatan, bacalah tujuan pembelajaran yang akan kalian lakukan
Bacalah petunjuk yang tercantum pada Lembar Kegiatan Peserta didik
Bacalah buku lainnya yang relevan dengan materi perubahan suhu
Diskusikan hasil dan simpulkan kegiatan yang telah kalian lakukan
E. Analisis Data
Berdasarkan hasil percobaan, buat analisis data mengenai perubahan suhu pada zat
F. Kesimpulan
Buat kesimpulan mengenai hasil percobaan yang kalian lakukan dalam bentuk laporan dan kumpulkan ke guru.
Penilaian sikap
Penilaian Pengetahuan
1. Lempang baja berbentuk persegi berada pada suhu 40 0C luasnya 15 m2. Lempeng baja tersebut dipanaskan hingga suhunya 100 0C. hitunglah pertambahan luas dan luas akhir baja tersebut (α baja =12x10-6)
2. Sebuah lempeng kaca panjangnya 20 cm, luas permukaannya 1 m2 dan konduktivitas termalnya 1,3 w/mK, mempunyai beda temperatur antara kedua permukaannya sebesar T = 30 0C. Hitunglah laju aliran konduksi kalor dalam lempengan kaca tersebut!