• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA DAN PERUiIUSAN HIPOTESIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "TINJAUAN PUSTAKA DAN PERUiIUSAN HIPOTESIS"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Koefisien respon laba didefinisikan sebagai ukuran ting$atabnormnl return sekuritas dalam merespon komponen unexpected eornings (Scott, 1997 dalam Jaswadi, 2003).

Penelitian

ini

dilakukan berdasarkan asumsi bahwa seberapa jauh pasar atau investor merespon secara berbeda terhadap informasi laba akuntansi yang berbeda sesuai dengan kredibilitas atau kualitas informasi laba akuntansi tersebut.

Kredibilitas atau kualitas dari informasi laba akuntansi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain meliputi persistensi laba pertumbuhan dan prediktabilitas laba, ukuran perusahaan, risiko, tingkat bunga risiko, jenis indusfii, metode akuntansi, variasi perubahan harga, kualitas audit,jumlah biayapengeluaran penelitiandan pengembangan, danhutanglingkungan(Kormendi danLipe, 1987; Baedansami, 199; SetiatidanKusuma, 2004).

TINJAUAN PUSTAKA DAN PERUiIUSAN HIPOTESIS

Banyak ahli yang berargumen bahwa hubungan antararettrndan laba (rugi) yang tidak terdug tersebut membentuk suatu persamaan regresi. Slopekoefisien dari persamaan regresi tersebut dikenal sebagai Earnings Response Coeficient (ERC). ERC dapat didefrnisikan sebagai efek satu satuan mata uang dari laba yang diharapkan pada return saham dan menggambarkan reaksi investcr terhadap pengumuman laba/ rugi tersebut.

ERC menunjukkan kuat lemahnya reaksi pasar terhadap pengumuman laba, sehingga bisa digunakan untuk memprediksi kandungan informasi laba dihasilkan oleh laporan laba tersebut. Salah satu faktoryang mempengaruhi ERC adalah kualitas laporan keuangan itu sendiri. Jika investormempunyai persepsibahwa informasikeuangan itu memilikitingkat kredibilitas tinggi (rendah), maka ia akan bereaksi terhadap laporan keuangan tersebut secara kuat (lemah). Hal itu akan tercermin dari nilai ERC yang tinggi (rendah). Reaksi yang diberikan tergantung dari kualitas laba yang dihasilkan oleh perusahaan. Tinggi rendahnya ERC tergantungdari"good news" ataa"bad news" yaflgterkandung dalam laba.

Beta merupakan suatu pengukur volatilitas rettra suatu sekuritas terhadap pasar.

Volatilitas dapat didefinisikan sebagai fluktuasi darirefirn-return snatu sekuritas dalam suatu periode waktu tertentu. Dengan demikian beta merupakan pengukur risiko sistematik dari suatu sekuritas relatif terhadap risiko pasar. Jadi semakin tinggi fluktuasi antarare- turn selaritas dengan return pasar, maka semakin tinggi beta begitu pula sebaliknya.

Menurut Collins dan Kothari (1989) bahwa risiko sistematik/ beta mempunyai hubungan negatifdengan koefisien respon laba. Semakin berisiko expected rate

ofre-

tunt akanmengurangi reaksi investor sehingga koefisien respon laba akan rendah. Hal ini didukungjuga dengan penelitian yang dilakukan oleh Beaver dan Ryan (1987) yang menyatakanbahwakoefisien respon labaakan menurun terhadap kejutan labayang besar.

Dalam hal ini investor kurang menyukai kejutan laba yang terlalu besar karena dianggap memiliki risiko. Karena semakin tinggi risiko suatu penrsahaan, maka semakin rendah reaksiinvestor terhadap kejutan laba dan akan diikuti oleh koefisien respon laba yang rendah pula. Dengan demikian hubungan antara risiko dengan koefisien respon laba akan

(2)

Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi..., NoviyantiTiolemba dan Emi Ekawati

bersifat negatif dan signifikan, hal ini di dukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Collins dan Kothari (1989X Teoh dan Wong (1993); Lipe (1990); Harikumar (1995).

Berdasarkan penelitian terdahulu, maka hipotesis pertama yang akan diteliti adalah:

HI :

Beta berpengaruh negatif terhadap koefisien respon laba.

Struktur modatr adalah penggunaan aset dan sumber dana oleh perusahaan yang memiliki biaya tetap (beban teap) dengan maksud agar meningkatlen keuntungan potensial pemegang saham. Perusahaan menggunakam struktur modal dengan tujuan agar keuntungan yang diperoleh lebih besar dari pada biaya aset dan sumber dananya, dengan demikian akan meningkatJcan keuntungan pemegang saham. Sebaliknya struktur modal juga

meningkatkan variabilitas (risiko) keuntungan, karenajika perusahaan ternyata mendapafkan keuntungan yang lebih reridah dari biaya tetapnya maka penggunaan struktur modal akan menurunkan keuntunganpemegang saham. Konsep strukturmodaltersebut sangatpenting terutarna untuk menunjukan kepada analisis keungan dalam melihat trade-offarfiararesiko

dan tingkat keuntungan dari berbagai tipe keputusan finansial.

Struktur modal perusahaan yang diproksikan dengan leverageberpengaruh negatif

ter,hadap koefisien respotl laba (Dhaliwal et al. 1991). Untuk perusahaan dengan hutang yang banyalq peningkatan teba akan menguatkan posisi dan keamanan bondholders dari pada pemegang saham. Barcley dan Smith (1998) konsisten dengan teori contracting yang mengisyaratkan bahwa perusahaan yang mempunyai opsi untuk tumbuh lebih besar akan mempunyai hutang lebih sedikit. Perusahaan bertumbuh akanmenggunakanfree cashflowurfiikinvestasiyangmenguntungkandibandingkandenganpembayarandividen.

Perbedaan kebiiakan pendanaan dan dividen akan menimbulkan perbedaan respon pasar yang berbeda sehinega koefisien respon laba juga akan berbeda. Dari penjelasan diatas maka hipotesis ke dua dirumus-kan sebagai berikut:

If2

Struktur modal berpengaruh neg*ifterhadap koefisien respon laba.

lnformasi laba penrsalraan merupakan gambaran kinerja manajemen perusahaan dalam pengelolaan sumber daya perusahaan, hal ini penting diketahui oleh para investor, karena mereka akan bereaksi terhadap informasi dari laba. Bagi investor ketika laba tahunan diurnumkan mereka akan bereatci dan akan mengekspektasikan informasi bersifat

"bad news" dan "goods newsn.

Penelitian tentang pertumbuhan laba yang menilai prospek pertumbuhan perusahaan di masa mendatang yang telah dikembangkan oleh para peneliti sebelumnya merupakan dasar informasi untuk rnelakukan pengambilan keptrtusan. Collins dan Kothari (1989) menyatakan bahwa kesempatan tumbuh berdampak pada laba masa depan dan begitu juga dengan koefisien respon laba. Semakin tinggi kesempatan perusahaan untuk tumbuh dalam hal ini kesempatan perolehan labanya lebih besar dibandingkan perusahaan yang tidak bertumbuh, maka semakin tinggi koefisien respon laba di masa yang akan datang.

Pertumbuhan laba diukur dengan market to book of equity, semakin tinggi market to book

of

equity pada perusahaan, maka akan mengakibatkan cosf

of capital

yang meningkatdan akan diikuti olehmeningkatnyakoefisien respon laba(Collins dan Kothad,

(3)

Ha|.10G115

ANALISIS FAKTOR.FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOEFISIEN RESPON LABA PADA PERUSAHAAN

MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEJ

NOYIYANTI

TIOLEMBA

Alumnus (Jniversitas Kristen

Duta

Wacana ERNI

EKAVATI

(Jniversitas Kristen

Duta

Wacano

Abstract

\h;;;"d,

is an empirical one wlnse purposes are to prove is beta risk;

leverage, earning growth

std

size has intluence on to earnings response coeficient. Sampk which are used on this sntdy

are

390 data of mmu- facturing corporations in Indonesig. Ihe period of study

is

1995-2004.

There are two models used,

first

model to determining earnings response coefficient and second rnodel

to

testing

factors

which in/luence

eun-

ings response coefficient. Stotistic models which

ue

used are multiple regressions.

The results are beta has negative effect on earnings response coefii- cient, leverage has negative efiect on earnings response coefficient, eorning growth has positive inJluences to the earnings response coeffi- cient

atter

being controlled by other variable and size has negative effect on

eunings

response coeficient.

Kqtwords:

Earnings Response Coeficient (ERC), Return, Unexpected Earning Per Share

I.ATAR BEISKANG

Informasi akuntansi sangat penting bagi para investor unhd< melakukan investasi di pasar modal. Inforrrasi akuntansi yang di maksudadalah informasi laba. Informasi laba dapat mencerminkan kinerja suatu perusahaan. Menurut Ball dan Brown (1963) dalam Setiati dan Kusuma (2004) bahwa hubungan laba akuntansi danreturu saham mempunyai hubungan positif secara statis dan signifikan. Dalam hal

ini

naik turunnya laba akan berpengaruh terhadap naik turunnya return saham secara searalq sedangkan besarnya kekuatan hubungan laba dan

rettrn

saham diukur dengan earning response coeffrcie*.

(4)

Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi..., Noviyanti Tiolemba dan Emi Ekawati

1989). Hal ini berarti menunjukkan variabel pertumbuhan laba mempunyai hubungan positif dengan koefisien respon laba. Berdasarkan penelitian terdahulu, maka hipotesis ke empat dirumuskan sebagai berikut:

H3

:

Pertumbuhan laba berpengaruh positifterhadap koefisien respon laba.

Ukuran perusahaan dalam isu koefisien respon laba digunakan sebagai proksi atas harga saham. Easton dan Zmrjewski ( 1989) dalam Setiati dan Kusuma (20M) menemukan variabel ukuran perusahaan tidak signifikan dalam menjelaskan koefisien respon laba.

Namun demikian, variabel ini dapat digunakan sebagai variabel kontrol atas perusahaan besar maupun perusahaan kecil. Perusahaan besar dianggap mempunyai informasi yang lebih banyak dibandingkan dengan perusahaan kecil . Oleh karena itu, j ika terdapat inovasi baru, maka inovasi tersebut besar pengaruhnya terhadap laba perusahaan berskala kecil dibanding pada perusahaan besar."secara statistik arahnya dapat negatif maupun positif.

Chaney dan Jeter (1991) hasil penelitiannya menunjukan bahwa ukuran perusahaan mempunyai korelasi signifrkan positif dengan koefisien respon laba. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka hipotesis ke lima dirumuskan sebagai berikut:

H4:

Ukuran perusahaan berpengaruh positifterhadap koefisien respon laba

iIETODE PENELITIAN

1.

Data dan

Sumber

Datayang digunakan dalam penelitian ini adalah data-data pada laporan keuangan perioda yang berakhir pada tanggal

3l

desember 1995-2004,tanggal publikasi laporan keuangan, data pasar dan emiten. Data-datatersebut merupakan laporan keuangan yang dilaporkan oleh perusahaan manufaktur yang telah terdaftar di BEJ. Data diperoleh dari

database laporan keuangan JurusanAkuntjnsi Universitas Kristen Duta Wacana Yoryakart4 PPA UGM Yo W alKarta, Pojok BEJ Universitas Atma Jaya Yoryakarta.

2.

Pemitihan Sampel

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di BEI dan telah mempublikasikan laporan keuangannya per

3l

Desember 1995-2004.

Pemilihan sampel diperoleh sq,anpurposive saruplingdengan kriteria sebagai berikut:(1) Perusahaan yang diambil datanya adalah perusahaan yang telah go public atau terbuka, sehingga memungkinkan tersedianya laporan keuangan yang sudah diaudit;(2) Data laporan keuangan yang diambil adalah data yang telah dipublikasikan secara luas;(3) Sampel yang digunakan adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ, dengan pertimbangan homogenitas dalam aktivitas penghasilan pendapatan;(4) Sampelyang dipilih berdasarkan kelengkapan data yang dimiliki oleh setiap perusahaan dan perusahaan tersebut merupakan

(5)

perusahaan yang sahamnya aktif;(5) Data yang digunakan yaitu data yang bersifat data pooled.

3. DefinisiVariabel

Dalam penelitian ini menggunakan 2 model persamaan. Dari model persamaan I

dan 2 akan dipergunakan variabel-variabel sebagai berikut:

1

.

Cummulative abnormal rerrrn (CAR) merupakan variabel dependen dalammodel yang akan digunakan.

t=+3

cAR, :lARu

l

t=-3

Dalamhalini:

CA\

adalah CAR perusahaan i selama perioda jen&la 3 hari dari tanggal publilasi

laporan keuangan.

AR, adalah abnormal refitra perusahaan

i

pada hari

t

Abnormal

retirn,

dihitung menggunakan model sesuaian pasar (mwket-adjasted model). Hal ini sesuai dengan Jones (1999) yans menjelaskan bahwa estimasi return sekuritas terbaik adalah returfi pasar saat itu.yang dirumuskan :

ARr: R,:

Rm, Dalamhal ini:

AR, adalah abnormal refisz perusahaan

i

pada hari

t R,,

adalah rehtrn sesungguhnya perusahaan i pada hari

t

Rm,adalah

rettrn

market

2.

Un*pected Earnings Per Shse (EPS) dalam ukuran level digunakan sebagai variable independen penelitianyangdiperhitungkandenganrnodelnmdom-walk

UEu:

Eo

- E,

Dalamhalini:

UE,,

adalah (JnexpectedEPS penrsahaan

i

pada perioda

t

Ei,

adalah EPS perusahaan i pada perioda

i E;,

adalah EPS p,erusahaan i pada perioda

t-l

3. Retumtahunandigunakanuntuk

kesalahanpengukuran(llartsno, 1999;

Chandrariq 2002).

Pu

- Pu.

&:

" fn_l

,

Dalamhalini:

R,

adalah return tahunan perusahaan i perioda

t

P,,

adalah harga penutupan saham perusahaan i pada perioda

t P,u,

adalah harga penutupan saham perusahaan i pada perioda

t-l

4.

Earnings response:coeffisient (ERC) adalah variabel dependen pada persarnaan dua, ERC diperoleh dari ewor persarnaan pertama yaitu hubungan CAR dengan UE setelah dikendalikan Refirn perusatraan.

(6)

5.

Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi..., Noviyanti Tiolemba dan Emi Ekawati

Beta adalah risiko sistematik perusahaan yang diestimasi dengan model pasar yang menggunakan rumus CAPM, betayang digunakan adalah beta koreksi.

Rn: 0, +$,R^, +e,

Dalamhal ini:

R,,

adalah returnperusahaan i perioda

t

R-,

adalah return pasar pada perioda

t

F,

adalah beta sekuritas ke-i

i

adalah nilai ekspektasi dari return sekuritas yang independen terhadap re- turn pasax.

Struktur modal atau leverage adalah rasio

total

hutang dengan

total

ekuitas perusahaan.

Pertumbuhan laba adalah variabel yang menjelaskan prospek pertumbuhan perusahaan di masamendatang. Variabel ini dihitung dan diukur dan-mmket-to- book value ratio (Collins dan Kothari, 1989) masing-masing perusahaan pada perioda akhir perioda laporan keuanqan.

MarketCapitalizqtion Market-to-book

ratio -

BookValueOf&quity

Market capitalization = Price per share X # of share MarketCapitalization

# of

share: B*krrokrofEquw

9.

Size atau besaran perusahaan adalah variabel yang diukur dari nilai total asset

perusahaan.

4. Perioda Penelitian

Perioda pengamatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu periodajendela. Peroda jendela terdiri dari 7 hari yaitu 3 hari sebelum dan 3 hari sesudah tanggal publikasi laporan

keuangan.

5.

Metoda

Analisa

Data

Pengujian terhadap hipotesis-hipotesis yang ada, dilakukan dengan dua cara yaitu, analisis regesi berganda dan pemeriksaan tertradap uji asumsi klasik model regresi. Asumsi dasaryangharus dipenuhi adalah tidakterjadi multikolinieritas, tidakterjadi autokorelasi, tidak terjadi heteroskedastisitas, data terdistribusi normal (Gujarati, 1995).

Sebelum melakukan

uji

asumsi klasilq maka dilakukan analisis regresi. Model

persamaan yang digunakan dalam analisis regresi ada 2 model. Model persamaan I mengacu pada Chandrarin (2002) akan digunakan untuk menentukan ERC dengan menggunakan variabel erroryangdihasilkan dari persamaan l, yaitu:

6.

8.

(7)

CA\t : rr.o*crUEu-tflrRo +t,,

Dalamhalini:

,

CAR,

adalah return abnormal komulatif perusahaan i selama perioda jendela

t3

hari dari publikasi laporan keuangan.

UEu

adalah tmexpected EPS

Ri,

adalah

retlrn

tahunan perusahaan i perioda

t

;

adalahkomponenerzorperusahaanipadaperiodat

Komponenerzuryangdihasi[en@amodelpersanraan I digunakansebagaivariabel dependen model persamaan 2, sehingP secara matematis model persamaan 2 adilah:

ERCtr:

0o

*

grBu

+FrLo +FrEGu +pnsIZEo +e,

Dalamhal ini:

ERC,, adalah koefisien respon

laba

i pada perioda

t 8,,

adalah beta perusahaan i pada periodat

Li,

adalah leverage perusahaan i pada perioda

t

EGu

adalah pertumbuhan laba perusahaan i pada perioda

t '

Sl?E,,adalah ukuran perusahaan i

pda

periodat

,,

adalah komponen erztrpenrsahaan ipadaperiodat

Pengujian terhadap

Hl,liz,H3,H4

menggunakan regresi dengan variabel dependen ERC, veriabel independen beta (B)" Leverage

p),

pertumbuhan laba (EG), ukuran perusatraan (SIZE). Dalam pengujian ini, apabila dan negatif dan signifikan, dan positif

dan

signif*aq

maka ke empat hipotesis tersebrf terdulmng.

Setelah melakukan analisis dat4 penetiti akan melakukan pemeriksaan terhadap uj

i

asumsi klasik model regresi. Terdapat empat uji asumsi klasik yang dilakukan yaitu: Uj

i

Multikolinieritaq uji autokorelasi, uji haeroskedastisihs, uji noroalihs

ANALISIS DAN PEililBAHASAN

1. Proses Pemilihan

SamPel

Tabel A

Proses Pernilihan Sarnpel

KETERANGAN

CAR

UE

RETURN BETA LSYERAGS

EG SIZE

Jumlah awal

Jumlah data yang tidak lengkap

Jumlah data lurgkap Pengartlft outlier Jumlatr akhir

740 740

740

(350) (3s0)

(3s0)

390 390

390

(l

r)

(1

1)

(1

l)

379 379

379

?40 (3s0)

390

{l 1)

379

740 {350)

390 (t 1) 379

740

740

{3s0)

{3s0)

390

390

(l

1)

(1 1)

379

379

(8)

Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi..., Noviyanti Tiolemba dan Erni Ekawati

2.,

Statistik Deskrlptit

Tabel B Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

CAR UE RET{.JRN

BETA LEl/ERAGE EG

SI7-E Valid N (listwise

-0,432 -2403,730

-0,227 -0,954 17,750 -9,394 18,120

0,425 1949,860 0,343 3,832 27,950

ll,714

27,540

0,006 -25,274 0,004 2,123 23,264 1,299 23,193

0,124 568,759 0,051 0,983 2,403 1,809 2,286 379

379 379 379 379 379 379

379

Set€lah dilakukan perhitungan maksimum dan minimum terhadap semua variabel, maka dapat dikatakan bahwa sebaran nilai maksimum dan miirimumnya sudah merata.

Disuibusi data yang baik atau normal apabila nilai minimum 5 (lima) kali nilai mean tidak bote*rlebihk*ildari#dardeviasinyadannilaimaksimum 5 (irna)kalimeantidakboleh lebih lebih

besar*

rydeviasinya.

3. Hasil Pengujian Hipotesis

Pe,o$dian hipot€sis rrenggunakan regresi sederhana Regresi dilalcukan untuk kedua p€rsamaan yaitu persamaan pertama menentukan ERC dengan menggunakan variabel enar y4ngdihnsilkan dari regresi pertama Vari a&l errcr al<andigunakan sebagai variabel dependen pada persamaan kedua. Persamaan kedua akan menjawab hipotesis-hipotesis yaug ada

Unh*

persamaan kedua setiap variabel akan diregresi secara terpisah sebanyak empd kali

uark

masing-masing variabel yang mempengaruhi ERC dan tiga kali regresi unurk masing-masing duavariabel, yaitu beta dan pertumbuhan laba/ EG leverage dan

Eq

EG dan sizr. Regresi ditakukan terpisah karena variabel

&t4

reverage dzn size salingbertubungan atauterdapatkorelasi positif antarvariabel independen atau terdapat muhokotimitas.

(9)

4.

Model Regresi Untuk

Persamaan

I dan

Persamaan 2 Tabel C

Hasil Regresi Model 1 dan Model 2 CAR* = Go +fi,

,U8,,ffi

,Ru

*t

u

ERG*= F*

+

FrB,,+ B

rlu+

p

rEGu+

B

4SIZEi,* r,

Model Variabel Return Size

coeffisient T-test coeffisient T-test caffisient T-test coffisient T-test coeffisient T-test coffisient T-test caffisient T-test coeffisient T-test

0,935***

0,044

29,084

1,361

-0,173***

:

-:o',::?-..

4,397+**

-5,546

i,ixl...

-0,055 -l

'o3o

-o,2og** * -4,035 0,361***

5,AM 0,335* * * 3,340

0,323+** _0,436** *

3.267 4.402

Hasil regresi pada model pertama akan digunakan untuk menentukan ERC pada model ke dua. Dari hasil regresi model pertama menunjukan tmexpectedEPS berpengaruh positifsignifikanterhadapCARpadalevel l%.Retwnprusahaantidaksignifikanterhadap CAF- Error yang dihasilkan pada model

I

akan digunakan sebagai variabel dependen

atau ERC untuk model2.

Hasil regresi variabel pertama (beta) pada model 2 menunjukan hasil negatif signifikan terhadap koefisien respon laba pada level lYodengan koefisien regresi -0,173 dan nilai t sebesar -332A. Hal ini menunjukan bahwa tingkat keuntungan tidakterlepas dari risiko, karena hubungan antararisiko dengan tingkat keuntungan yang disyaratkan oleh investor bersifat positif dan linier (Turnbull,1997 dalam Tandelilin, 2001). Semakin beresiko expected rate of return akan mengurangi reaksi investor sehingga respon laba akan lebih rendah. llasil tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Easton dan Zmijewski (1989) yang menguji variasi respon pasar saham antar perusahaan untuk pengumuman laba akunansi, hasil penelitiannya mengindikasikan bahwa ERC berhubungan negatif dengan risiko sistematik. Collin dan Kothari (1989) dalam Setiati dan Kusuma (200a) yang menyatakan bahwa risiko berhubungan negatif dengan respon laba, riset lain yang menyatakan bahwa terdapat hubungan negatif signifikan antara beta dengan ERC

(10)

Analisis Faktor,faktor yang Mernpengaruhi..., Noviyanti Tiolemba dan Erni Ekawati

adalah Teoh dan Wong, 1993 dalam Setiati dan Kusuma (2004); Bae dan Sami, 1999 dalam Setiati dan Kusuma (2004; Lipe, 1990. Hasil regresi persamaan 2 untuk variabel pertama (beta) menjawab hipotesis pertama.

tlasil

regresi variabel ke dua {leverage) pada model 2 menujukan hasil negatif signifikan terhadap koefisien respon laba pada level l% dengan koefisien regresi -0,219 dan nilai

t

sebesar 4.231. Hal ini menjelaskan bahwa perusahaan yang menggunakan sg.gktur modal dengan tujuan agar keuntungan yang diperoleh lebih besar dari pada biaya

asset dan sumber dananya, dengan demikian akan meningkatkan keuntungan pemegang salram. Sebatiknya skuktur modal juga meningkatkan variabilitas atau risiko keuntungan, kasena jika perusahaan ternyata mendapatkan keuntungan yang lebih rendah dari biaya t€tapn),a maka penggunaan smrtmr modal akan menurunkan keuntungan pemegang saham.

Dhaliwal,I#

dan Farger(1991) dalam Setiati dan Kusuma (2004) menemukan bahwa koefisien respon laba akuntansi akan rendah jika perusahaan mempunyai struktur modal yang sangat tinggi. I{asil regresi persamaan 2 untuk variabel kedua ( leverage) mendukun hipotesiskedua

Hasil regresi variabel ke tiga (pertumbuhanlabal EG) pada model 2, menunjukan hasil png tidak signifil€n teftadap koefisien respon laba. Koefisien regresi variabel sebesar

4,055 dannihitsebear-l.030. Dari hasil regresi ini menunjukanbahwatidakadapengaruh pertumbuhan laba tertradap koefisien respon laba. Hasil regresi ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Setiati dan Kusuma (2004),tetapi tidak konsisten dengan penelitian yang dilahrkan oleh Collins dan Kothari (1989) dalam Harahap (2004) yang menyatakan bahwa kesempataa bertumbuh berdampak pada laba masa depan begitu juga dengan koefisien respon laba Dengan kafa lain semakin tinggi kesempatan suatu perusahaan rmtuk tumbuh maka sernakin tinggi koefisien respon laba. Jadi hasil regresi untuk variabel

kc*igatidak

hipotesis tiga atau ditolak.

I{asil regresi

,iri"U"t

ke empat {size) pada model 2, menunjukan hasil negatif signifikanteftadapkoefisienrespon labapada levellYo dengan koefisienregresi sebesar -0209 dan nilai ts€besar -4.035.,St2e tidak berpengaruh positifterhadap ERC karenasize tidakmencerminkan inforrnasi, kemungkinansze mencerminkan faklor lain seperti prospek perusanaan, misalnyaperusahaan kecil mempunyai prospek perusahaan yang baik sehingga respon pasar lebih besarterhadap perusahaan kecil tersebut. Hasil regresi ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Chaney dan Jeter ( 199 I ) yang menyatakan bahwa semakin besar ukuran perusahaan akan mempunyai informasi yang lebih dari pada penrsahaanyang kecil.Artinya semakin besar informasi yang dihasilkan oleh perusahaan maka respon pasar juga akan besar. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Easton dan Zmljewski(1989)dalam Setiati dan Kusuma(2004)yang menjelaskan bahwaukuran perusatraan digunakan sebagai variabel kontrol karena variabel ini tidak signifikan dalam menjelaskan ERC, karena perusahaan besar dianggap mempunyai informasi yang lebih banyak dibanding perusahaan kecil, oleh karena itu jika terdapat inovasi baru akan lebih berpengaruh terhadap perusahaan berskala kecil dibanding pada perusahaan besar. Maka

secara statistik arahnya dapat negatif maupun positif. Dengan demikian hipotesis ke empat dalam pmelitian ini ditolak.

(11)

Hasil regresi untuk setiap dua variabel menunjukan hasil yang sama untuk variabel beta, struktur modal, ukuran perusahaan dengan hasil regresi untuk masing-masing variabel, tetapi untuk variabet pertumbuhan laba hasilnya berbeda dengan hasil regresi pertama karena setelah dikendalikan oleh variabel lain hasilnya berpengaruh positifsignifikan

terhadap koefisien respontaba. Berdasarkan hasil tersebutmakahipotesiske tigaterdukung

5. UjiAsumsi Klasik a. Uii Multikolinearitas

Tabet D

Hasil Regresi Model

I

dan Model2

ERG'= Fo +

F,B, +\rlo

+P3EGit

+prSIZEu +e,

Model Variabel VIF

Kesimpulan

1 UE 7,929

Tidak ada multikolinearitias

Return 7,929

Tidak ada multikolinearitas

2 Beta 1,000

Tidak ada multikolinearitas

Leverage 1,000

Tidak ada multikolinearitas

EG 1,000

Tidak ada multikolinearitas

Size 1,000

Tidak ada multikolinearitas

Beta 1,900

Tidak ada multikolinearltas

EG 1,900

Tidak ada multikolinearitas

Leverage 3,621

Tidak ada multikolinearitas

EG 3,621

Tidak ada multikolinearitas

EG 3,518

Tidak ada multikolinearitas

Size 3,518

Tidak ada multikolinearitas

Tabel D menunjukkan bahwa masing-masing variabel tidak ada yang memiliki YIF yang lebih besar dari l0 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat multikolinieritas antar variabel bebas. Penelitian yang baik yaitu tidak ada multikolinearitas.

(12)

:

.{furalisisFaktor.fd<toryangIrlempengaruhi...,NoviyantiTiolembadanEmiEkawati>

b.

Uji

Autokorelasi

Tabel E

Hasil Regresi Model

I

dan Model 2

GAR'= 0o +ct ,UU,,ffi, ,Ro

*E

o

ERC*= Fo

+ griu+

p

rln+

B

rEGu+

B 4SIZE

i,*ri : todel Variabel DW

Kesimpulan

1 UE

0,

152

Tidak terjadi autokorelasi Return

2 Beta 0,151

Tidak terjadi autokorelasi

Leverage 0,151

Tidak terjadi autokorelasi

EG 0,075

Tidak terjadi autokorelasi

Size 0,150

Tidak terjadi autokorelasi

Beta 0,345

Tidak terjadi autokorelasi EG

Levenge 0,346

Tidak terjadi autokorelasi EG

EG 0,342

Tidak terjadi autokorelasi SEe

Tabel E menunjukkan angka Durbin Watson untuk kedua model dari persamaan yang ada er- ahs. Tabel Durbin Watson menunjukkan kecenderungan arnd.a DL dan DU akaa semakin besar

apbila

jumlah sarhpel data juga semakin besar. Berdasarkan hal tersebut, aagka yang ditunjukkqr kdua tabel di atas menyimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi. Penelitian yaag baik yaitu tidak ada autokorelasi.

(13)

c. Uii Heterokedastis

Tabel F

Hasil Regresi Model

I

dan Model 2

CAR'=

0o

* arUEr+{,

,Ro

*Ei,

ERC'=

Fo

+

F,8,, + B

rlu+

B

rEGu+

B

4SIZEi,*ti Model

Variabel

lndependen Sig

Kesimpulan

1 UE 0,000

Terjadiheteroskedastisi&as Return

2 Beta 0,032

Teriadiheteroskedastisitas

Leverage 0,352

Tidak terjadi heteroskedastisitas

EG O,OO3

Tefiadiheteroskedastisitas

Size 0,504

Tidak terjadi heteroskedastisitas

Beta 0,000

Terjadiheteroskedastisitas trt:,

Leverage O,OO0

Terjadiheteroskedastisitas EG

0,000

Terjadi heteroskedastisitas

Berdasarkan tabel F dan hasit pengujian regresi errur di mana variabel dependen adalah errarsquore (e)danvariabelindependenmodel

I

yaituUEdanReturn Variahel

independen model 2 laitu beta lanerage,EC4srze. Untuk model 1 terjadi

het€roskedastisitas

-

karena memiliki hubungan yang signifikan. Untuk model 2 terdapat

&n

variabel yang tidak terjadi heteroskedastisitas yaitu v aiabel leverage dan sLe. Sedangkan untuk variabel beta dan EG terdapat hubungan yang signifikan dalam regresi, hal

ini

berarti terjadi heteroskedastisitas pada residual yang diamati. Penelitian yang baik yaitu tidak terjadi heteroskedastisitas.

EG Size

(14)

furalisisFaktor-hktoryangMempengaruhi...,NoviyantiTiolembadanEmiEkawati>

d.

Uii

Nonnalitas

.a!

1"!

kt.:

Tabel G

Hasil Uii Kolmogonay Smirnov Pada lltodel 1 dan Model 2 CARtr= u,o +

aruE,rffr

rRu

*to

ERG'= Fo

+

FrBu+ B

,Lu+

p

,EGn+

P

4SIZE.,*t,

Variabel

Asymp.Sig.

ililodel lndependen (z-tailed)

Kesimpulan

lUE

Retum

2

Beta

EG Size

0,084

Normal

0,142

Normal.

0,213

Normal

0,046

Normal

Leverage 0,235

Nomal

Beta 0,000

Tidak Normal

EG

Leverage 0,002

Tidak Normal

EG

EG 0,001

Tidak Nonnal

Size

-.

.

Berdasarkan tabel G dan hasil pengujian Kolmogorav Smirnov terhadap kedua

'

pqsamaan yang ada diperoleh

de

yang normal untuk model I dengan variabel independen

i

LJE dan ReMn. Untuk persamaan 2 menunjukan data yang normal pada ke empat variabel

':'

yang diregnesikan secara terpisah. Sedangkan hasil dari regresi untuk setiap 2 variabel

,

menunjukandatayangtidaknonna!

:

:

I

(15)

KESIMPULAN DAN Ii'IPLIKASI PENELITIAN

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dikemukakan, berikut ini beberapa kesimpulan yang dapat ditarik secaraumum, yaitu: beta berpengaruh negatif signifikanierhadap koefisien respon laba, hasil ini mendukung hipotesis pertama. Struktur .nodul b".p"rgaruh negatif signifikanterhadap koefisien respon lab4 hasil ini mendukung hipotesis ke dua. Pertumbrrhan laba berpengaruh positif sigpifi*an terhadap koefisien respom 16L, hasil ini mendukung hipotesis ke tiga- Sise berpengaruh negatif signifikan terhadap koefisien respon laba, hasil ini tidak mendukung hipotesis ke empat'

Dari hasil kesimpulan diatas, secara keseluruhan menunjukan bahwa beta, struktur modal, pertumbuhan lab4 sise mempengaruhi koefisien respon laba. Meskipun peneliti telah berusaha merancang dan mengembangkan penelitian sedemikian rupa, namun ada beberapaketerbatasan dalam penelitian ini,yaitu: (l)terjadi multikolineariatas untuk setiap variabil, sehingga pada persamaan ke dua dilakukan regresi secara terpisah; (2) sebaran nilai/datauntuksetiapvariabeltidakmeratasehinggaterdaptheteroskedastisitaswalaupun telah dilakukan regresi dengan WLS terhadap error squore; (3) Sampel penelitian ini diarnbilpadaperiode lggs-z}O4,dimanaterjadikrisispadatahunl99T-l99Spadasaatitu terjadi perubahan struktural sehingga dimungkinkan ada pengaruh terhadap data yang diambil sebelum dan sesudah krisis.

Dengan mempertimbangkan hasil analisis dan keterbatasan di atas, maka peneliti membuka kesempatan untuk penelitian mendatang yang berkaitan dengan koefisien respon laba, dengan memasukan faktor-faktor

lain

seperti kualitas laba, presistensi laba, prediktabilitas laba, dan efekindustri. Periodapenelitian dapatdiperpanjang. Menambah

jumhh

sampel. Karena data diatas terjadi heteroskedastisitas maka untuk penelitian ielanjutnyamodel regresiyangdigunakandalam penelitian ini tidakdapat digunakan lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Balt

R. and

Brown,."An

Empirical Evaluation of Accounting Income Numbers"

Jownal of Accotmtin Reseoreh (Auntum 1968):159-178.

Beaver, W.H., and S. Ryan. 1987. "The Information Content of Secwity

Price:

A

Second Look". Journal ofAccounting and Economics: 133-158.

Chaney, P.K and D.C. Jeter. 1991. *The Efiect

of

Sise on the Magnitude of Long-

window Earnings

Response

Coefficients". contemporary Accounting

Reseqrch 8 (2):540-560.

Cho, JangYoun dan Jung Kooyul, "Earning Respon

Coffiient:

A Syfiesis

Af

Theory and Empirical Evidence", Journal of Accormting Literature (1991).

Dan S. Dhaliwal dan Stanley S. Reynolds, "The Effect of the Default Risk of Debt on Earnings Response Coefficient", The Accounting Review

(April

1994), pg. 412.

Ediningsih, Sri Isworo, "Rasio Keuangan dan Prediksi Pertumbuhan Laba: Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur di BEJ", Wahana (Februari 2004)1n1,2940.

(16)

?.

b

;

E

Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi..., Noviyanti Tiolemba dan Erni Ekawati

Harahap, Khairunnis4 "Asosiasi Antara Praktik Perataan Laba Dengan Koefisien Respon Laba", SNA V

I I

(Desember 200 4), Hal. I I 6 4 - I I 7 4 .

Harikumar,

T

dan Hater Charles

I,

"Earning Response

Cofficient

and Presistence:

New Evidence

Using

Tobinb

q

as

A

Proxy

for

Persistence; Profesionol Adoptation", Journal Accounting, Auditing and Finance 1(1995).

Johan, Wndy dan Indriantoro, Nur, "Analisis Hubungan Antara Persepsi Investor Terhadap Kualitas KantorAkuntan Publik dan Pengaruhnya Terhadap

Earning

Response :Coeficients", Jurnal

Akwtansi

dan Manajemen (1999), ihal.8-15.

Jaswadi, "Dampak Emning Reporting Lags Terhadap Koefisien Respon Labd', Jurnal

Riset Alaotons

i

Indones ia (2004), hal.295-3 I 5.

Jones, C.P., 1999. "Investment Analysis and Management. Jhon Wliey

and

Sons,

Inc.,

New York".

Kormendi, Roger dan Lipe, Robert *Earnings Innovations, Eamings Presistence, and

&ock Returns", The Journal

of

Business (July 1987), pg. 323.

Lip,

"Ihe Relation Between Stock ReturnAndAccounting Earnings GivenAlternative Information", Tfte Accounting Review (Januari 1990), pg. 49.

Rahma Diana, Shinta dan ril/iiaya Kusumq Indra, Pengaruh Faktor Kontekstual Terhadap Kegunaan Eonings danArus Kas Operasi Dalam MenjelaskanReturn S*ram", Jwnal Nset Alamtutsi Indonesia, (Januari 2004), hal.7 4-93.

Setiati, Fita dan Wjaya Kusuma, Indr4 "Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Koefisien Respon Laba Pada Perusahaan Bertumbuh dan Tidak Bertumbuh", SNA

YII

(Desember 2004), hal

9l

4-927 .

Syafrndin,'?engaruhKetidaktepatwaktuanPenyampaianlaporanKeuanganpada

funing

Respnnse Coeficient: Studi di Bursa Efek Jakarta", SNA 211(Desember 2004), hd.754.

Scott,

W.R,

1997. "Financial Accotmting Theory". Prentice-Hall Internationol, Inc., New Jersey.

Tandelilin dan Lantzr4"stabilitas dan Prediktabilitas Beta Saham: Studi Empiris di Bursa Efelc Jakarta", Jtnnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia (2001), hal.l64-I76.

Tandelilin, "Beta Pada Pasar Bullish dan Bearish: Studi Empiris di Bursa Efek Jakarta",

Jwnal

Ekonorni

dot

Bisnis Indonesi (2001), hal.l64-176.

\l

Referensi

Dokumen terkait

Potongan harga merupakan diskon produk atau harga marginal rendah yang diberikan untuk mempengaruhi konsumen dalam berbelanja agar lebih impulsif Iqbal

Pembinaan adalah kegiatan untuk meningkatkan kualitas ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, intelektual, sikap dan perilaku, profesional, kesehatan jasmani dan rohani narapidana

Besar kecil profitabilitas yang didapatkan suatu perusahaan akan memengaruhi nilai perusahaan dengan melihat profitabilitas sebagai ukuran dan kinerja perusahaan

Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan

Selain itu, penulis menggunakan metode analisa kritis yang bertumpu pada pisau analisa Cultural Studies yang berusaha untuk menerjemahkan sebuah fenomena

b) Strain pada lengan adalah jenis cedera yang terjadi akibat otot tertarik pada arah yang salah, kontraksi otot yang berlebihan atau ketika terjadi kontraksi, otot belum

Buatlah penyelesaian setiap soal dengan sistematis untuk mendapatkan jawaban akhir yang benar..

Semakin jauh jarak pelanggan dari sentral, maka akan semakin kecil nilai SNR (Signal to Noise Ratio) yang dihasilkan. Hal ini membuktikan bahwa jarak berbanding