ABSTRAK
Persaingan bisnis yang semakin ketat menuntut bank untuk meningkatkan kinerjanya agar dapat menarik investor. Investor sebelum menginvestasikan dananya memerlukan informasi mengenai kinerja perusahaan. Pengguna laporan keuangan bank membutuhkan informasi yang dapat dipahami, relevan, andal dan dapat dibandingkan dalam mengevaluasi posisi keuangan dan kinerja bank serta berguna dalam pengambilan keputusan ekonomi Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), BOPO, Net Interest Margin (NIM) dan Loan to Deposit Ratio (LDR) terhadap Return On Asset (ROA) perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2007-2012.
Data diperoleh dari Laporan Laporan Tahunan Publikasi yang diterbitkan oleh Bank bersangkutan dalam Bursa Efek Indonesia dengan periode waktu tahun 2007 hingga 2012. Jumlah populasi penelitian ini adalah 34 perusahaan dan jumlah sampel sebanyak 30 perusahaan dengan melewati tahap purposive sample. Teknik analisa yang akan dipakai dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh mengenai hubungan antara variabel satu dengan variabel yang lain.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel, Net Interest Margin (NIM) dan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return On Asset (ROA), selain itu Non Performing Loan (NPL), dan BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return On Asset (ROA) pada perusahaan perbankan. Hasil kesimpulan dalam penelitian ini diketahui bahwa variabel BOPO, Non Performing Loan (NPL), dan Net Interest Margin (NIM) dapat dijadikan pedoman, baik oleh pihak manajemen perusahaan dalam pengelolaan perusahaan, maupun oleh para investor dalam menentukan strategi investasi.
Kata-kata kunci: Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), BOPO, Net Interest Margin (NIM), Loan to Deposit Ratio (LDR), Return On Asset (ROA)
i
Abstract
Business Competition that growing tighten claim bank to improve its performance to draws investor. Investor before invest its fund needs information about company performance. User of bank financial statement requires perceivable information, relevant, rely on and can be compared to in financial position evaluation and bank performance and useful in economy decision making. The objectives of this research to analyze the influence of Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), BOPO, Net Interest Margin (NIM) and Loan to Deposit Ratio (LDR) to Return on Asset (ROA) of banking firms that listed on Indonesian Stock Exchange in the period of 2007 - 2012.
This research using data from published Annual reports Banking Firms that published from Indonesian Exchange Stock’s in the period of 2007-2012. The number of population for this research is 34 companies and the number of sample that examined after passed the purposive sampling phase is 30 companies. Analyze technique to use in this research is multiple linier regression to obtain picture which totally regarding relationship between one variable with other variable. The result of this research shows that Capital Adequacy Ratio (CAR), Net Interest Margin (NIM) and Loan to Deposit Ratio (LDR) variables has a positive and significant influence to Return On Asset (ROA), in other hand BOPO variables has a negative and significant influence to Return On Asset (ROA) on banking firm. While, Non Performing Loan (NPL) has a negative and not significant influence to stock Return On Asset (ROA) on banking firm.
This result is expected that Non Performing Loan (NPL), BOPO, and Net Interest Margin (NIM) is significantly and variable can be made reference, either by company management and also by investors in determining investment strategy.
Key words:.Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), BOPO,Net Interest Margin (NIM), Loan to Deposit Ratio (LDR), Return On Asset (ROA)
ii
DAFTAR ISI
1.3 TUJUAN DAN KEGUNAAN PENELITIAN………...15
1.3.1 TUJUAN PENELITIAN………...……….…..15
1.3.2 KEGUNAAN PENELITIAN………..…….……16
BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN………..….……17
1.1 TINJAUAN KEPUSTAKAAN………...….…17
1.1.1 PENGERTIAN PERBANKAN………...……17
1.2 PENELITIAN SEBELUMNYA……….….……….19
1.2.1 RETURN ON ASSET (ROA)………...………..23
1.2.2 CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR) DAN PENGARUHNYA TERHADAP RETURN ON ASSET (ROA)……….……….26
1.2.3 NON PERFORMING LOAN (NPL) DAN PENGARUHNYA TERHADAP RETURN ON ASSET (ROA)……….………...30
1.2.4 EFFISIENSI OPERASI (BOPO) DAN PENGARUHNYA TERHADAP RETURN ON ASSET (ROA)……….………...33
v
1.2.5 NET INTEREST MARGIN (NIM) DAN PENGARUHNYA TERHADAP
RETURN ON ASSET (ROA)………35
1.2.6 LOAN TO DEPOSIT RATIO (LDR) DAN PENGARUHNYA TERHADAP RETURN ON ASSET (ROA)………...37
BAB III RERANGKA PEMIKIRAN, MODEL DAN HIPOTESIS PENELITIAN…….…….….47
3.1 RERANGKA PEMIKIRAN DAN MODEL…………..……….……...47
3.2 HIPOTESIS………...50
BAB IV METODE PENELITIAN……….……..51
4.1 OBYEK PENELITIAN (POPULASI) DAN TEKNIK PENGAMBILAN SAMPLE..51
4.2 METODE PENELITIAN………...53
4.3.3 NON PERFORMING LOAN (NPL)……… ..64
4.3.4 BEBAN OPERASI TERHADAP PENDAPATAN OPERASI……….. 65
5.1.3 PROSES DAN HASIL ANALISIS………...82
5.1.3.1 UJI ASUMSI KLASIK………...82
5.1.3.2 UJI NORMALITAS………82
5.2 PENGUJIAN HIPOTESIS………..91
5.2.1 UJI SIGNIFIKANSI PARSIAL (UJI T)………...91
5.2.1.1 PENGUJIAN HIPOTESIS 1………..…93
5.2.1.2 PENGUJIAN HIPOTESIS 2………..……94
5.2.1.3 PENGUJIAN HIPOTESIS 3………..95
5.2.1.4 PENGUJIAN HIPOTESIS 4………..96
5.2.1.5 PENGUJIAN HIPOTESIS 5………..97
5.2.2 UJI F………..98
5.2.3 KOEFISIEN DETERMINASI (R2)………..99
5.2.4 HASIL ANALISIS TRANSFORMASI REGRESI BERGANDA……….100
5.3 IMPLIKASI MANAJERIAL………101
BAB VI KESIMPULAN & SARAN………..107
6.1 KESIMPULAN ………107
6.2 SARAN ………....110
DAFTAR PUSTAKA ……… ….. 112
LAMPIRAN……… ...117
vii
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Dinamika Rasio ROA, Bank Umum yang tercatat di BEI Periode
2007 sampai dengan 2012…...………8
Tabel 1.2 Rata – Rata, ROA, CAR, NPL, BOPO, NIM, LDR Bank Umum yang tercatat di BEI Periode 2007 sampai dengan 2012……….9
Tabel 2.1 Ringkasan Penelitian Terdahulu………44
Tabel 4.1 Sample Penelitian………...52
Tabel 4.2 Variabel dan Definisi Oprasional………...66
Tabel 5.1 Dinamika Rasio ROA, Bank Umum yang tercatat di BEI Periode 2007 sampai dengan 2012………….………..68
Tabel 5.2 Rata – Rata, ROA, CAR, NPL, BOPO, NIM, LDR Bank Umum yang tercatat di BEI Periode 2007 sampai dengan 2012……….. 70
Tabel 5.3 Hasil Analisis Deskriptif Data………...77
Tabel 5.4 Hasil Analisis Deskriptif Data (setelah outlier dihilangkan) …………81
Tabel 5.5 Data Asli Tahun 2007 –2012………85
Tabel 5.6 Data Setelah Transformasi Ln………...86
Tabel 5.7 Hasil Uji Multikolinearitas………...88
Tabel 5.10 Hasil Uji Heteroskedastisitas (Uji Glejser)………...…..91
Tabel 5.11 Hasil Uji F………...98
Tabel 5.13 Hasil Perhitungan Koefisien Determinasi (R2)………...99
Tabel 5.14 Hasil Perhitungan Transformasi regresi Parsial……….100
viii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1 Model Penelitian………50
Gambar 5.1 Dinamika Pengaruh CAR Terhadap ROA Perbankan yang tercatat di BEI Tahun 2007 –2012………71
Gambar 5.2 Dinamika Pengaruh NPL Terhadap ROA Perbankan yang tercatat di BEI Tahun 2007 –2012………73
Gambar 5.3 Dinamika Pengaruh BOPO Terhadap ROA Perbankan yang tercatat di BEI Tahun 2007 –2012………74
Gambar 5.4 Dinamika Pengaruh NIM Terhadap ROA Perbankan yang tercatat di BEI Tahun 2007 –2012 ………...75
Gambar 5.5 Dinamika Pengaruh LDR Terhadap ROA Perbankan yang tercatat di BEI Tahun 2007 –2012………76
Gambar 5.6 Grafik Histogram ( Data Asli)………...83
Gambar 5.7 Normal Probability Plot (Data Asli)………..84
Gambar 5.8 Grafik Histogram ( Setelah Transformasi Ln)……….……..86
Gambar 5.9 Normal Probability Plot ( Setelah Transformasi Ln)………….……87
Gambar 5.11 Grafik Scatterplot……….……90
ix
Program Magister Manajemen
1 Universitas Kristen Maranatha
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Bank dikenal sebagai lembaga keuangan yang kegiatan utamanya yaitu
menghimpun dana dari masyarakat, menyalurkan dana kepada masyarakat, dan
melakukan jasa – jasa lain dibidang perbankan. Atau dengan kata lain bank
sebagai lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan (financial
intermediary), yaitu perantara antara pihak – pihak yang memiliki kelebihan dana
dengan pihak – pihakyang membutuhkan dana. Oleh karena itu bank harus dapat
menjaga kepercayaan masyarakat dengan menjamin tingkat likuiditas juga
beroperasi secara efektif dan efisien untuk mencapai profitabilitas yang tinggi.
Perkembangan industri perbankan Indonesia telah menunjukkan kemajuan yang
sangat pesat, baik dari sudut pertumbuhan aset, jenis produk yang ditawarkan
antara lain sebagai akibat berkembangnya bank sebagai konglomerasi, maupun
teknologi informasi yang digunakan. Perkembangan tersebut telah mengakibatkan
persaingan antar bank menjadi semakin ketat. Kondisi ini akan terus berlangsung,
bahkan akan semakin meningkat dengan akan terbentuknya masyarakat ekonomi
ASEAN pada tahun 2015 (KNKG, 2012).
Dari hal tersebut dapat diketahui bahwa sektor perbankan mempunyai peran
dan stabilitas perbankan akan sangat berpengaruh terhadap pasang surut suatu
perekonomian. Bank yang sehat merupakan kebutuhan suatu perekonomian yang
ingin tumbuh dan berkembang dengan baik. Namun kompleksitas usaha
perbankan yang tinggi dapat meningkatkan risiko yang dihadapi oleh bank–bank
yang ada di Indonesia dalam menjalankan operasinya. Risiko usaha bank
merupakan tingkat ketidakpastian mengenai suatu hasil yang diperkirakan atau
diharapkan akan diterima (Permono, 2000).
Kondisi perbankan ini mendorong pihak-pihak yang terlibat didalamnya untuk
melakukan penilaian atas kesehatan bank. Salah satu pihak yang perlu mengetahui
kinerja dari sebuah bank adalah investor sebab semakin baik kinerja bank tersebut
maka jaminan keamanan atas dana yang diinvestasikan juga semakin besar.
Dengan menggunakan rasio keuangan, investor dapat mengetahui kinerja suatu
bank. Hal ini sesuai dengan pernyataan Muljono(1999) bahwa perbandingan
dalam bentuk rasio menghasilkan angka yang membandingkan suatu faktor
dengan faktor lainnya. Pasar modal merupakan salah satu alternatif pilihan
sumber dana jangka panjang bagi perusahaan. Termasuk didalamnya adalah
perusahaan–perusahaan pada sektor perbankan.
Terjadinya krisis moneter di Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 membawa
dampak pada sektor perbankan. Krisis moneter mengakibatkan banyaknya bank
yang mengalami kredit macet. Hal tersebut mempengaruhi iklim investasi pasar
modal dibidang perbankan baik secara langsung maupun tidak langsung. Menurut
3
Program Magister Manajemen
Universitas Kristen Maranatha
merupakan imbas dari lemahnya kualitas sistem perbankan. Liberalisasi sektor
perbankan sejak tahun 1988 lebih banyak berimplikasi pada peningkatan kuantitas
daripada kualitas lembaga perbankan, sehingga efisiensi dan stabilitas perbankan
masih jauh dari yang diharapkan.
Menurut Sofyan (2003), kinerja perbankan dapat diukur dengan menggunakan
rata–rata tingkat bunga pinjaman, rata–rata tingkat bunga simpanan, dan
profitabilitas perbankan. Dalam penelitiannya diisimpulkan bahwa profitabilitas
merupakan indikator yang paling tepat untuk mengukur kinerja suatu perusahaan.
Pada umumnya ukuran profitabilitas yang digunakan untuk menggambarkan
kinerja perusahaan adalah rate of return equity (ROE) dan return on asset
(ROA). Adapun perbedaan antara ROA dan ROE adalah Return on Asset (ROA)
lebih memfokuskan kemampuan perusahaan untuk memperoleh earning dalam
operasi perusahaan, sedangkan Return on Equity (ROE) hanya mengukur return
yang diperoleh dari investasi pemilik perusahaan dalam bisnis tersebut (Mawardi,
2005), Menimbang hal tersebut, maka dari itu penulis akan menggunakan ROA
sebagai ukuran kinerja perbankan umum di Indonesia.
Alasan dipilihnya Return on Asset (ROA) sebagai ukuran kinerja adalah karena
ROA digunakan untuk mengukur efektifitas perusahaan didalam menghasilkan
keuntungan dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya. ROA merupakan
rasio antara laba sebelum pajak terhadap total asset. Semakin besar
ROA menunjukkan kinerja keuangan yang semakin baik, karena tingkat
perusahaan meningkat, sehingga dampak akhirnya adalah peningkatan
profitabilitas yang dinikmati oleh pemegang saham (Husnan,1998).
Dalam Seminar Restrukturisasi Perbankan di Jakarta tahun 1998 (Etty M. Nasser
& Titik Aryati : 2000) berpendapat bahwa, beberapa penyebab menurunnya
kinerja bank; antara lain; (1) Semakin meningkatnya kredit bermasalah perbankan
(2) Dampak likuidasi bank – bank 1 Nopember 1997 yang mengakibatkan
turunnya kepercayaan masyarakat terhadap perbankan dan pemerintah, sehingga
memicu penarikan dana secara besar – besaran (3) Semakin turunnya permodalan
bank – bank dan bahkan diantaranya negative networth, karena adanya kebutuhan
pembentukan cadangan, negative spread, unprofitable, dan lain – lain (4) Banyak
bank tidak mampu menutup kewajibannya terutama karena menurunnya nilai
tukar rupiah (5)Pelanggaran BMPK (Batas Maksimum Pemberian Kredit)
(6)Modal bank atau Capital Adequacy Ratio (CAR) belum mencerminkan
kemampuan riil untuk menyerap berbagai resiko kerugian (7) Manajemen tidak
professional (8) Moral hazard
Kondisi perbankan ini mendorong pihak-pihak yang terlibat didalamnya untuk
melakukan penilaian atas kesehatan bank. Rasio keuangan CAMEL memiliki
daya prediksi untuk mengukur suatu kinerja perbankan. CAMEL adalah aspek
yang paling banyak berpengaruh terhadap kondisi keuangan bank yang
berpengaruh pula terhadap tingkat kesehatan bank. CAMEL terdiri atas lima
kriteria yaitu Capital (modal), Assets (Aktiva), Management (manajemen),
5
Program Magister Manajemen
Universitas Kristen Maranatha
bepengaruh terhadap rasio CAMEL dapat diproksikan dari indikator sebagai
berikut : CAR, NPL,BOPO, NIM, dan LDR.
Capital Adequacy Ratio (CAR) adalah rasio keuangan yang berkaitan dengan
permodalan perbankan dimana besarnya modal suatu bank akan berpengaruh pada
mampu atau tidaknya suatu bank secara efisien menjalankan kegiatannya. Jika
modal yang dimiliki oleh bank tersebut mampu menyerap kerugian-kerugian yang
tidak dapat dihindarkan, maka bank dapat mengelola seluruh kegiatannya secara
efisien, sehingga kekayaan bank (kekayaan pemegang saham) diharapkan akan
semakin meningkat demikian juga sebaliknya (Muljono, 1999). Dengan demikian
Capital Adequacy Ratio (CAR) mempunyai pengaruh terhadap kinerja bank.
Non Performing Loan (NPL) merupakan rasio keuangan yang bekaitan dengan
risiko kredit. Menurut Ali (2006), risiko kredit adalah risiko dari kemungkinan
terjadinya kerugian bank sebagai akibat dari tidak dilunasinya kembali kredit yang
diberikan bank kepada debitur. Non Performing Loan adalah perbandingan antara
total kredit bermasalah dengan total kredit yang di berikan kepada debitur. Bank
dikatakan mempunyai NPL yang tinggi jika banyaknya kredit yang bermasalah
lebih besar daripada jumlah kredit yang diberikan kepada debitur. Apabila suatu
bank mempunyai NPL yang tinggi, maka akan memperbesar biaya, baik biaya
pencadangan aktiva produktif maupun biaya lainnya, dengan kata lain semakin
Menurut ketentuan Bank Indonesia, BOPO merupakan perbandingan antara total
biaya operasi dengan total pendapatan operasi. Efisiensi operasi dilakukan oleh
bank dalam rangka untuk mengetahui apakah bank dalam operasinya yang
berhubungan dengan usaha pokok bank, dilakukan dengan benar (sesuai dengan
harapan pihak manajemen dan pemegang saham) serta digunakan untuk
menunjukkan apakah bank telah menggunakan semua faktor produksinya dengan
tepat guna dan berhasil guna (Mawardi, 2005). Dengan demikian efisiensi operasi
suatu bank yang diproksikan dengan rasio BOPO akan mempengaruhi kinerja
bank tersebut.
Net Interest Margin (NIM) mencerminkan resiko pasar yang timbul karena adanya
pergerakan variable pasar, dimana hal tersebut dapat merugikan bank.
Berdasarkan peraturan Bank Indonesia salah satu proksi dari risiko pasar adalah
suku bunga, yang diukur dari selisih antar suku bunga pendanaan (funding)
dengan suku bunga pinjaman yang diberikan (lending) atau dalam bentuk absolut
adalah selisih antara total biaya bunga pendanaan dengan total biaya bunga
pinjaman dimana dalam istilah perbankan disebut Net Interest Margin (NIM)
(Mawardi, 2005). Dengan demikian besarnya NIM akan mempengaruhi laba-rugi
Bank yang pada akhirnya mempengaruhi kinerja bank tersebut.
Sementara Loan to Deposit Ratio (LDR) merupakan rasio yang mengukur
kemampuan bank untuk memenuhi kewajiban yang harus dipenuhi. Sehingga
semakin tinggi LDR maka laba bank semakin meningkat (dengan asumsi bank
7
Program Magister Manajemen
Universitas Kristen Maranatha
laba bank, maka kinerja bank juga meningkat. Dengan demikian besar-kecilnya
rasio LDR suatu bank akan mempengaruhi kinerja bank tersebut.
Dalam kenyataannya, kinerja perbankan umum yang tercatat di BEI dari periode
2007 – 2012 yang di proksikan melalui angka ROA mengalami pasang surut atau
berfluktuasi, bahkan ada yang tercatat kinerjanya mengalami penurunan. Selain
itu ada pula kinerja perbankan yang tercatat pada kondisi extreme atau dalam
kondisi angka ROA minus. Hal inilah yang menjadi daya tarik untuk diteliti lebih
lanjut apakah kinerja perbankan umum yang ada di Indonesia, dengan studi kasus
perbankan umum yang tercatat di BEI dari periode 2007 – 2012, sudah memilki
kinerja yang efektif. Standar terbaik untuk angka ROA untuk perbankan umum
adalah 1,5% (Infobank, 2007). Adapun data tentang dinamika pergerakan rasio
ROA keuangan perbankan yang tercatat di BEI dari periode 2007 - 2012,
Tabel 1.1
Dinamika Rasio ROA, Bank Umum yang tercatat di BEI Periode 2007 sampai dengan 2012
No Nama Bank 2007 2008 2009 2010 2011 2012 Mean
9
Program Magister Manajemen
Universitas Kristen Maranatha
Terlihat pada tabel 1.1 diatas, dinamika kinerja bank umum di Indonesia, hanya 1
Bank umum yaitu Bank Mandiri yang tercatat memiliki trend positif pertumbuhan
kinerjanya selama kurun waktu 2007 - 2012, sedangkan kinerja Bank umum
lainnya yang di tunjukan dari angka ROA cenderung berfluktuasi. Standar terbaik
untuk angka ROA adalah 1,5% (Infobank, 2007), tidak tercapainya standar
tersebut terlihat pada beberapa angka ROA dari beberapa Bank Umum. Selain itu
kinerja dari beberapa bank umum tercatat memilki kinerja yang minus selama
kurun waktu 2007 – 2012, diantaranya PT. Bank ICB Bumi Putera Tbk, PT. Bank
Pundi Indonesia Tbk, dan PT. Bank Mutiara (d/h PT. Bank Century Tbk).
Tabel 1.2 Rata - Rata Ratio ROA, CAR, NPL, BOPO,NIM, LDR Bank Umum yang tercatat di BEI Periode 2007 sampai dengan 2012
Tahun
Sumber : Data BEI yang diolah
Sisi permodalan yang diproksikan dengan ratio CAR, dari tabel 1.2 diatas terlihat
bahwa pergerakan CAR memilki kecenderungan Menurun dari tahun 2007 sampai
tahun 2010. Memang secara umum ratio CAR yang dicapai Perbankan yang
Listed di BEI memenuhi persyaratan yaitu ratio CAR lebih dari 8%. tetapi trend
penurunan angka rasio CAR, bertentangan dengan teori yang ada, dimana
rasio CAR, maka maka hal ini dapat dijadikan salah satu sesuatu yang menarik
untuk diteliti lebih lanjut dalam penelitian ini.
Fenomena antar rasio-rasio keuangan juga terjadi terhadap NPL dan hubungannya
dengan ROA, dimana seharusnya mempunyai hubungan yang berbanding terbalik.
Dari Tabel.1.2 dapat dilihat bahwa ada sesuatu yang menarik dari periode tahun
2010 dimana, peningktan Rasio ROA tidak diiringi dengan penurunan NPL. Dari
periode 2007 -2010, angka NPL mempunyai kecenderungan meningkat dengan
angka 3.30% pada tahun 2007 hingga angka 4.09% pada tahun 2010. Terlihat
bahwa peningkatan delta angka ROA pada tahun 2009 ke tahun 2010 tidak
diiringi dengan penurunan angka rasio NPL , sehingga hal tersebut tidak sesuai
teori yang berlaku dimana peningkatan angka NPL seharusnya disertai dengan
penurunan angka ROA. secara umum dapat disimpulkan bahwa rasio NPL
perbankan yang tercatat di BEI pada periode tersebut semakin baik karena pada
periode analisa terakhir yaitu tahun 2012 rasio NPL berada pada angka 2.19%
dimana angka terbaik untuk rasio NPL adalah dibawah 5% (Infobank, 2007).
Dengan kata lain kredit bermasalah yang dihadapi bank-bank yang tercatat di BEI
pada periode tersebut semakin kecil, walaupun sempat berada diangka diatas 4.09
% namun masih dalam katagori baik karena masih dibawah batas level yang telah
ditentukan yaitu 5 %.
Hal serupa juga terjadi pada tingkat efisiensi operasi perbankan yang listed di
BEI, dimana perolehan angka rata - rata BOPO dari 2007 sampai 2012 memilki
11
Program Magister Manajemen
Universitas Kristen Maranatha
2012, walaupun terlihat adanya lonjakan yang cukup signifikan dari rasio BOPO
pada tahun 2009, hal tersebut dapat dikarenakan imbas dari pasca krisis global
yang meningkatkan biaya – biaya oprasional perbankan. Terlihat dari data yang
ada bahwa keterkaitan antara rasio ROA dan BOPO masih mengikuti teroi yang
ada. Angka terbaik untuk rasio BOPO adalah dibawah 90% (Infobank, 2007), jika
rasio BOPO yang dihasilkan suatu bank melebihi 90%, maka dapat disimpulkan
bahwa bank tersebut tidak efisien dalam menjalankan operasinya. Jika rasio
BOPO berada kondisi efisien, laba yang diperoleh akan semakin besar karena
biaya operasi yang ditanggung bank semakin kecil. Dengan meningkatnya laba,
maka dapat dipastikan rasio ROA juga meningkat. Dari Tabel.1.2 menunjukkan
bahwa rasio BOPO yang memilki tren penurunan namun tercatat pada periode
2009 angka BOPO tidak memenuhi standar angka rasio BOPO yang telah di
tentukan yaitu 90 %.
Mengenai pergerakan rasio NIM, dari Tabel 1.2. dapat terlihat bahwa angka rasio
NIM bank-bank yang tercatat di BEI periode 2007 hingga 2012 telah memenuhi
standar yang ditetapkan Bank Indonesia yaitu diatas 6% (Infobank, 2007). Pada
periode analisis angka rasio NIM berfluktuasi pada angka 6.03% hingga 6.35%,
jadi dapat disimpulkan bahwa perbandingan pendapatan bunga bersih dengan
rata-rata aktiva produktif bank-bank yang tercatat di BEI berada pada kondisi
cukup baik selama periode analisis. Pergerakan NIM jika dibandingkan dengan
pergerakan ROA, dapat terlihat bahwa ada beberapa periode yang sesuai dengan
hubungan antara NIM terhadap ROA adalah berbanding lurus, yaitu jika rasio
NIM meningkat, maka akan disertai dengan meningkatnya rasio ROA.
Terlihat bahwa angka rasio LDR bank-bank yang tercatat di BEI periode 2007
hingga 2011 tidak ada yang memenuhi standar terbaik yang ditetapkan Bank
Indonesia yaitu diatas 80% hingga 110% (Achmad, 2003), sehingga dapat
disimpulkan secara umum dari periode 2007 hingga 2011, rasio LDR kinerja
Bank Umum yang sudah listed di BEI sejak tahun 2007 sampai 2012 belum dapat
memenuhi standar Bank Indonesia, dan hanya dapat dicapai pada tahun 2012
yaitu sebesar 82,34%. Jika kita kaitkan lagi dengan ROA, maka akan jelas terlihat
bahwa pergerakan LDR terhadap ROA pada beberapa periode yang sesuai dengan
teori dan ada beberapa periode yang tidak sesuai dengan teori. Hal ini tidak sesuai
dengan teori, dimana seharusnya hubungan LDR dengan ROA berbanding lurus.
Melihat dinamika rasio ROA, BOPO, NPL, NIM, dan LDR yang tidak menentu
selama periode enam tahun (2007 -2012), maka perlu diajukan penelitian lebih
lanjut untuk menganalisis apakah terdapat pengaruh CAR, BOPO, NPL, NIM, dan
LDR terhadap kinerja perbankan yang diproksikan dengan ROA pada bank-bank
yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2007 - 2012.
1.2.Perumusan Masalah
Seperti apa yang telah dijelaskan diatas, maka dapat disimpulkan terjadinya suatu
kesenjangan (gap) antara teori yang selama ini dianggap benar dan selalu
13
Program Magister Manajemen
Universitas Kristen Maranatha
ada selama periode 2007 - 2012 Hal tersebut diperkuat dengan adanya beberapa
riset gap antara peneliti satu dengan peneliti yang lain, perbedaan pendapat antar
peneliti secara garis besar dapat dipaparkan seperti keterangan dibawah ini.
Menurut Mawardi (2005), dalam penelitiannya tentang analisis faktor – faktor
yang mempengaruhi kinerja bank umum di Indonesia dimana CAR dan NIM
berpengaruh positif terhadap ROA, sementara BOPO dan NPL berpengaruh
negatif terhadap ROA. Penelitian yang dilakukan oleh Werdaningtyas (2002),
tentang faktor yang mempengaruhi profitabilitas Bank Take Over pramerger di
Indonesia menunjukkan bahwa CAR berpengaruh positif terhadap ROA, LDR
berpengaruh negatif terhadap ROA, dan Pangsa Pasar tidak memiliki pengaruh
terhadap ROA.
Sementara Usman (2003), dalam penelitiannya menunjukkan bahwa NIM
berpengaruh positif terhadap ROA dikarenakan ROA dipengaruhi oleh laba,
kemudian LDR berpengaruh signifikan terhadap laba bank sehingga diprediksikan
LDR juga mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap ROA, serta NPL tidak
berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba. Sarifudin (2005), dalam
penelitiannya menyatakan bahwa diantara variable CAR, BOPO, NPM, NIM,
DER dan LDR, hanya variable BOPO yang berpengaruh signifikan terhadap
Laba. Sample yang digunakan adalah perbankan yang tercatat di BEI periode
2000-2002 sebanyak 19 bank. Sementara penelitian yang dilakukan oleh Suyono
CAR, BOPO, dan LDR. Untuk variable NIM, NPL, pertumbuhan laba dan
pertumbuhan kredit tidak menunjukkan hasil yang signifikan terhadap ROA.
Paparan diatas memperkuat alasan perlunya diadakan penelitian ini, yaitu analisis
pengaruh rasio CAR, BOPO, NPL, NIM, dan LDR terhadap kinerja keuangan
perbankan yang tercatat di BEI. Sehubungan dengan hal tersebut diatas, maka
permasalahan yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Apakah terdapat pengaruh dari Capital Adequacy Ratio (CAR)
terhadap kinerja perbankan yang diukur dengan Return on
Asset(ROA)?
2. Apakah terdapat pengaruh dari Non Performing Loan (NPL) terhadap
kinerja perbankan yang diukur dengan Return on Asset (ROA)?
3. Apakah terdapat pengaruh dari BOPO terhadap kinerja perbankan
yang diukur dengan Return on Asset (ROA)?
4. Apakah terdapat pengaruh dari Net Interest Margin (NIM) terhadap
kinerja perbankan yang diukur dengan Return on Asset (ROA)?
5. Apakah terdapat pengaruh dari Loan Deposit Ratio (LDR) terhadap
kinerja perbankan yang diukur dengan Return on Asset (ROA)?
6. Apakah terdapat pengaruh secara simultan dari Capital Adequacy
Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), BOPO, Net Interest
Margin (NIM), Loan Deposit Ratio (LDR) terhadap kinerja
15
Program Magister Manajemen
Universitas Kristen Maranatha
1.3.Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1.3.1. Tujuan Penelitian
Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk:
1. Menganalisis pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap
kinerja perbankan yang diukur dengan Return on Asset (ROA).
2. Menganalisis pengaruh Non Performing Loan (NPL) terhadap kinerja
perbankan yang diukur dengan Return on Asset (ROA).
3. Menganalisis pengaruh (BOPO) terhadap kinerja perbankan yang
diukur dengan Return on Asset (ROA).
4. Menganalisis pengaruh Net Interest Margin (NIM) terhadap kinerja
perbankan yang diukur dengan Return on Asset (ROA).
5. Menganalisis pengaruh Loan Deposit Ratio (LDR) terhadap kinerja
perbankan yang diukur dengan Return on Asset (ROA).
6. Menganalisis pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Non
Performing Loan (NPL), BOPO, Net Interest Margin (NIM), dan
Loan Deposit Ratio (LDR) terhadap kinerja perbankan yang diukur
1.3.2. Kegunaan Penelitian
Sejalan dengan tujuan dari penelitian ini, maka kegunaan yang diperoleh dari
penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Bagi Emiten Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai
salah satu dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan dalam
bidang keuangan terutama dalam rangka memaksimumkan kinerja
perusahaan dan pemegang saham, sehingga saham perusahaannya
dapat terus bertahan dan mempunyai return yang besar.
2. Bagi Investor Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai
sumber informasi untuk bahan pertimbangan dalam pengambilan
keputusan investasi saham perbankan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
3. Bagi Akademisi Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan
Program Magister Manajemen
107 Universitas Kristen Maranatha
BAB VI
KESIMPULAN & SARAN
6.1 Kesimpulan
Penelitian ini meneliti, apakah Capital Adequacy Ratio (CAR), Non
Performing Loan (NPL), BOPO, Net Interest Margin (NIM) dan Loan to Deposit
Ratio (LDR) mampu mempengaruhi Return On Asset (ROA) perusahaan
perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2007-2012. Hasil
pengujian hipotesis dengan menggunakan analisis regresi berganda dengan lima
variabel independen (Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan
(NPL), BOPO, Net Interest Margin (NIM) dan Loan to Deposit Ratio (LDR)) dan
satu variabel dependen Return On Asset (ROA) menunjukkan bahwa :
1. Capital Adequacy Ratio (CAR) tidak signifikan terhadap Return
On Asset (ROA). Pada periode penelitian rasio CAR sudah berada
pada rata – rata 17,88 %, dimana telah melebihi cukup jauh dari
standar yang telah ditentukan oleh Bank Indonesia yaitu 8 %,
sehingga pengaruhnya tidak signifikan terhadap terhadap Return
On Asset (ROA). Selain itu faktor lain penyebab pengaruh Capital
Adequacy Ratio (CAR), menjadi tidak signifikan terhadap Laba
(ROA). Penyebab tidak signifikannya variable Capital Adequacy
Ratio (CAR) pada periode analisis dapat disebabkan karena terlihat
PT. Bank ICB Bumiputra, sempat beberapa periode dalam kondisi
minus. Hal ini dapat menjadi salah satu faktor penyebab pengaruh
Capital Adequacy Ratio (CAR), menjadi tidak signifikan terhadap
Laba (ROA).
2. Non Performing Loan (NPL) berpengaruh negatif dan signifikan
terhadap Return On Asset (ROA). Pada periode penelitian tingkat
Non Performing Loan (NPL) perusahaan perbankan masih
tergolong rendah, yaitu dibawah 5%. Sehingga NPL yang rendah,
maka akan memperkecil biaya, baik biaya pencadangan aktiva
produktif maupun biaya lainnya, dengan kata lain semakin
rendahnya Non Performing Loan (NPL) suatu bank, maka hal
akan meningkatkan kinerja bank tersebut, yang pada akhirnya
meningkatkan laba perusahaan variable Return On Asset (ROA).
3. BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return On
Asset (ROA). Sehingga semakin besar BOPO, maka akan semakin
kecil atau menurun kinerja keuangan perbankan. Begitu juga
sebaliknya, jika BOPO semakin kecil, maka dapat disimpulkan
bahwa kinerja keuangan suatu perusahaan (perbankan) semakin
meningkat atau membaik.
4. Net Interest Margin (NIM) berpengaruh positif dan signifikan
109
Program Magister Manajemen
Universitas Kristen Maranatha
perubahan Net Interest Margin (NIM) suatu bank, maka semakinbesar pula profitabilitas bank (ROA) yang diperoleh bank tersebut,
yang berarti kinerja keuangan tersebut semakin membaik atau
meningkat.
5. Loan to Deposit Ratio (LDR) tidak signifikan terhadap Return On
Asset (ROA). Pada periode analisis terlihat rata- rata rasio Loan to
Deposit Ratio (LDR), berada pada posisi 76,62 %, sehingga masih
dibawah standar yang terlah di tetap oleh Bank Indonesia 80 –
110% . sehingga dengan rendahnya rasio Loan to Deposit Ratio
(LDR), menggambarkan belum maksimalkan pemanfaatan dana
produktif, maka dengan belum maksimalnya pemanfaatan dana
tersebut, laba yang diperoleh menjadi tidak maksimal pula.
6. Secara simultan, variabel Capital Adequacy Ratio (CAR), Non
Performing Loan (NPL), BOPO, Net Interest Margin (NIM) dan
Loan to Deposit Ratio (LDR berpengaruh terhadap Return On
6.2 Saran
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada penelitian ini, peneliti
memberikan saran pada pihak – pihak yang terkait, yaitu:
1. Bagi emiten perusahaan perbankan, diharapkan untuk meningkatkan
kinerja perusahaanya, dimana terlihat adanya beberapa rata- rata rasio
seperti BOPO dan LDR belum memenuhi standar yang telah di tetapkan
oleh Bank Indonesia, secara rata – rata. Dimana diharapkan dengan lebih
fokus, untuk mengangkat angka rasio –rasio tersebut dapat
memaksimalkan kinerja perusahaan yang pada akhirnya meningkatkan
laba perusahaannya.
2. Bagi investor, selain mempertimbangkan rasio umum seperti ROA, ROE,
dan ROI dalam strategi investasinya, disarankan untuk melihat lebih
spesifik pada berbagai aspek dari perusahaan emiten yang akan dituju.
Adapun beberapa faktor yang harus menjadi perhatian khusus diantaranya
adalah peran serta dari manajemen yang diproksikan dari rasio BOPO,
selanjutnya faktor Asset yang diproksikan oleh rasio NPL, dan faktor
pendapatan yang diproksikan oleh rasio NIM .namun selain itu juga
investor harus memperhatikan faktor lainnya seperti kondisi ekonomi
makro, dan faktor – faktor lain yang dapat mempengaruhi kinerja
perusahaan perbankan yang tercatat di BEI. Agar investasi yang dilakukan
111
Program Magister Manajemen
Universitas Kristen Maranatha
3. Bagi akademisi ataupun peneliti selanjutnya, melihat keterbatasan padapenelitian ini yaitu; Periode pengamatan yang digunakan didalam
penelitian ini relatif singkat hanya 6 tahun (2007 – 2012), dan Hasil juga
menunjukkan kecilnya pengaruh variabel independen dalam
mempengaruhi variabel dependen, yakni hanya sebesar 45.2% dan
sisanya sebesar 54,8 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak
dimasukkan dalam model regresi, seperti faktor ekonomi negara secara
makro serta faktor kondisi politik Negara, dan faktor – faktor lainnya.Oleh
karena itu memberikan saran, untuk penelitian selanjutnya untuk
memperpanjang periode penelitian, dan menambahkan faktor – faktor
ekonomi makro kedalam model, agar penelitian tersebut, dapat lebih
DAFTAR PUSTAKA
Adeyemi-Bello, Tope, ‖The Performance Implications for retail banks of
matching Organization Strategies with Structure and Competition‖,
International Journal of Management, 2000, vol.17, pp.443.
Achmad, Tarmizi & Willyanto K. Kusumo, 2003, ―Analisis Rasio-Rasio
Keuangan sebaai Indikator dalam Memprediksi Potensi Kebangkrutan
Perbankan di Indonesia‖, Media Ekonomi dan Bisnis, Vol.XV, No.1, Juni, pp.54-75.
Alkhatib, Akram, 2012, ―Financial Performance of Palestinian Commercial
Banks‖, International Journal of Business and Social Science, February,
Vol. 3 No. 3, pp 175-184.
Ali, Masyhud, 2004, Asset Liability Management : Menyiasati Risiko Pasar
dan Risiko Operasional, PT.Gramedia Jakarta.
Almilia, Luciana Spica dan Winny Herdinigtyas,2005 ―Analisis Rasio Camel
terhadap Prediksi Kondisi Bermasalah Pada Lembaga Perbankan Perioda
2000-2002‖. Jurnal Akuntansi & Keuangan, Vol. 7 No.2, Nopember, pp
131-147.
Ariyanto, Taufik, 2011, Faktor Penentu Net Interest Margin Perbankan
Indonesia, Vol. 13, No 1. Juni 2011, Finance and Banking Journal.
___________, 2006, Manajemen Risiko : Strategi Perbankan dan Dunia
Usaha Menghadapi Tantangan Globalisasi Bisnis, Rajawali Pers,
Jakarta.
Bursa Efek Indonesia, Laporan Publikasi Tahunan, ww.idx.co.id
Ghozali, Imam, 2006, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS,
Edisi 3, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.
Gujarati, Damodar N., 1995, Basic Econometrics, Edisi 3, Mc-Grawhill, New
York.
Hanafi, Mamduh M., Manajemen, 1999, YKPN, Yogyakarta
Haryati, Sri, 2001, ‖Analisis Kebangkrutan Bank‖, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, Vol.16, No.4, pp.336-345.
__________, & Djoko Budi Santoso, 2001, ‖Kinerja Keuangan Bank-Bank Beku
Operasi, Rekapitalisasi, dan Sehat Tahun 1992-1998‖, Ventura, Vol.4,
113
Program Magister Manajemen
Universitas Kristen Maranatha
Hempel, George H., Alan B. Coleman, Donald G. Simonson, 1986, Bank
Management Text And Cases, John Wilry and Sons.
Horne, James C. Van, 1995, Fundamental of Financial Management, 9th
Edition, United Stated of America, Prentice-Hall International Inc.
Husnan, Suad, 1998, Manajemen Keuangan – Teori dan Penerapan, Buku 2,
BPFE Yogyakarta.
Ikatan Akuntan Indonesia, 1995, Standar Akuntansi Keuangan, Salemba
Empat, Jakarta.
Infobank, 2006, ”Ditengah Perang Dana, Kemana Kredit Mengalir?”, No.322,
Januari, pp.12-16.
________, 2006, ”Setan Gundul Ekspansi Kredit”, No.322, Januari, pp.18-15.
________, 2007, ”Menjelang Deadline Modal Minimal Rp. 80 Miliar”,
No.339, Juni, pp.14-29.
Investor, 2005, ”Potret Buram Perbankan 2006”, Edisi 136, 29 November – 13
Desember, pp.13-19.
_______, 2006, ”Yang Terbaik Ditengah Slowdown Perbankan”, Edisi 147, 24
Mei – 5 Juni, pp.14-27.
_______, 2006, ”Bunga Tinggi Bebani Dunia Usaha”, Edisi 147, 24 Mei – 5 Juni, pp.42-46.
_______, 2007, ”Senjata Bankir Memacu Industri”, 30 Januari – 12 Februari, pp.62-63.
_______, 2007, ”Bank BUMN Terbebas jerat NPL”, 30 Januari – 12 Februari, pp.80-81.
Januarti, Indira, 2002, ‖Variabel Proksi CAMEL dan Karakteristik Bank Lainnya
untuk Memprediksi Kebangkrutan Bank di Indonesia‖, Junal Bisnis
Strategi, Vol.10, Desember, pp.1-10.
Jaya, Wihana K. & Nur Wanto C.N., 1998, ―Analisis Struktur dan Kinerja Industri
Bank Swasta Nasional di Indonesia tahun 1996‖, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, Vol.13, No.1, pp.42-52.
Karunia, Clorinda, 2013, ― Analisis Penagruh Rasio Capital, Asset Quality, dan
Liquidity terhadap Kinerja Keuangan Pada Sektor Perbankan yang
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2007 -2011‖. Jurnal
Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG),‖ Prinsip Dasar Dan Pedoman Pelaksanaan Good Corporate Governance Perbankan Indonesia‖. 2012.
Kabir, Anwarul. Md and Suman Dey, 2012., ― Performance Analysis Through CAMEL Rating : A Comparative Study of Selected Private Commercial
Bank in Bangladesh‖Journal of Politics & Governance Vol. 1, No2/3
September. pp 16 -25.
Machfoedz, Mas’ud, 1999, ―Pengaruh Krisis Moneter pada Efisiensi Perusahaan
Publik di Bursa Efek Jakarta‖, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia,
Vol. 14, No. 1, Hal. 37—49
Mahardian, Pandu, 2008, ― Analisis Pengaruh Rasio CAR, BOPO, NPL, NIM,
DAN LDR Terhadap kinerja Keuangan Perbankan (Studi Kasus
Perusahaan Perbankan yang Tercatat di BEI Periode Juni 2002 – Juni
2007), Tesis Program Pasca Sarjana Magister Manajemen Universitas
Diponegoro(tidak dipublikasikan)
Mawardi, Wisnu, 2005, ‖Analisis Faktor Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan Bank Umum di Indonesia (Studi Kasus pada Bank Umum
dengan Total Asset Kurang dari 1 Triliun)‖, Jurnal Bisnis Strategi, Vol.14, No.1, Juli, pp.83-94.
Merkusiwati, Ni Ketut Lely Aryani, 2007, ―Evaluasi Pengaruh Camel Terhadap Kinerja Perusahaan‖, Buletin Studi Ekonomi, Vol. 12, No. 1
Muljono, Teguh Pudjo, 1999, Aplikasi Akuntansi Manajemen Dalam PraktiK
Perbankan, Edisi 3, , BPFE Yogyakarta.
Peraturan Bank Indonesia No.5 / 8 / PBI / 2003, Penerapan Manajemen Risiko
bagi Bank Umum.
Permono, Iswandoro S., 2000, ‖Analisis Efisiensi Industri Perbankan di Indonesia
(Studi Kasus Bank-Bank Devisa di Indonesia Tahun 1991-1996)‖, Jurnal
Ekonomi dan Bisnis Indonesia, Vol.15, No.1, pp.1-13.
Pohan, Aulia, 2002, ‖Arah dan Perkembangan Kebijakan Perbankan Nasional‖,
Ventura, Vol.5, No.1, April, pp.1-13.
Riahi-Belkaoui, Ahmed., Picur, Ronald D, 1998, ‖Multinationality and
Profitability : The Contingency of the Investment Opprtunity Set‖,
Journal of Management Finance, Vol.24, pp.3-14.
Riyanto, Bambang, Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan, Cetakan keIII,
115
Program Magister Manajemen
Universitas Kristen Maranatha
Sarifudin, Muhammad, 2005, Faktor-faktor yang mempengaruhi Laba pada
Perusahaan Perbankan yang Listed di BEJ periode 2000-2002, Tesis Program Pasca Sarjana Magister Manajemen Universitas Diponegoro (tidak dipublikasikan).
Seiford, Lawrence M., Zhu, Joe, 1999, ‖Profitability and Marketability of the top
55 US Commercial Banks‖, Management Science, vol.45, No.9,
September.
Shapiro AC, 1992, Modern Corporate Finance, United State of Amerika : Prentice Hall.
Siamat, Dahlan, 2002, Manajemen Lembaga Keuangan, Edisi 2, Lembaga
Penerbitan FEUI, Jakarta.
Sugianto, FX., Prasetiono, & Teddy Haryanto, 2002, ‖ Manfaat Indikator
indikator Keuangan dalam Pembentukan Model Prediksi Kondisi
Kesehatan Bank‖, Jurnal Bisnis Strategi, Vol.10, Desember, pp.11-26.
Susilo, Sri, Sigit Triandaru, A. Totok Budi Santoso, 1999, Bank dan Lembaga
Keuangan Lain, Cetakan Pertama, Salemba Empat, Jakarta.
Surat Edaran Bank Indonesia No 3/30 DPNP tgl 14 Desember 2001, Perihal
Laporan Keuangan Publikasi Bank Umum kepada Bank Indonesia,
Bank Indonesia,Jakarta.
Surat Edaran Bank Indonesia No 6/73/Intern DPNP tgl 24 Desember 2004,
Perihal Pedoman Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum
(CAMELS Rating), Bank Indonesia, Jakarta.
Sofyan, Sofriza, 2002, ―Pengaruh Struktur Pasar terhadap Kinerja Perbankan di
Indonesia―, Media Riset Bisnis & Manajemen, Vol.2, No3, Desember, pp.194-219.
Suyono, Agus, 2005, Analisis Rasio-rasio Bank yang Berpengaruh terhadap
Return on Asset (ROA), Tesis Program Pasca Sarjana Magister
Manajemen Universitas Diponegoro (tidak dipublikasikan).
Sunyoto, Danang., 2012, Analisis Regresi dan Uji Hipotesis, Media presindo,
Yogyakarta.
Tainio, Risto, Pekka J. Korhonen, Timo J. Santalainen, 2000, In Search of
Explanation for Bank Performance – Some Finnish Data, Organization
Studies, 12/3. p : 425-450.
Usman, Bahtiar, 2003, ―Analisis Rasio Keuangan dalam Memprediksi Perubahan
Laba pada Bank-Bank di Indonesia‖, Media Riset & Manajemen, Vol.3,
No.1, pp.59-74.
Werdaningtyas, Hesti, 2002, ―Faktor yang Mempengaruhi Profitabilitas Bank Take Over Pramerger di Indonesia‖, Jurnal Manajemen Indonesia, Vol.1, No.2, pp.24-39.
Zimmerman, Gary C., 1996, ‖Factor Influencing Community Bank Performance