PERBEDAAN OPTIMISME MASA DEPAN PADA GURU YANG TELAH BERSERTIFIKASI DAN YANG BELUM Perbedaan Optimisme Masa Depan Pada Guru Yang Telah Bersertifikasi Dan Yang Belum Bersertifikasi Di Kota Surakarta.

15 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

i

PERBEDAAN OPTIMISME MASA DEPAN PADA GURU YANG TELAH BERSERTIFIKASI DAN YANG BELUM

BERSERTIFIKASI DI KOTA SURAKARTA

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Psikologi Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana (S-1) Psikologi

Oleh : INDRA WIJAYA

F 100 080 115

FAKULTAS PSIKOLOGI

(2)

ii

PERBEDAAN OPTIMISME MASA DEPAN PADA GURU YANG TELAH BERSERTIFIKASI DAN YANG BELUM

BERSERTIFIKASI DI KOTA SURAKARTA

SKRIPSI

Diajukan Oleh : INDRA WIJAYA

F 100 080 115

FAKULTAS PSIKOLOGI

(3)
(4)
(5)

v

SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : INDRA WIJAYA

NIM : F 100 080 115

Fakultas/ Jurusan : Psikologi

Judul : PERBEDAAN OPTIMISME MASA DEPAN

PADA GURU YANG TELAH BERSERTIFIKASI DAN YANG BELUM BERSERTIFIKASI DI KOTA SURAKARTA

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan segala kesungguhan. Apabila dilain waktu ditemukan hal-hal yang bertentangan dengan pernyataan saya, maka saya bersedia menerima konsekuensinya.

Surakarta, 30 Oktober 2014 Yang Menyatakan,

(INDRA WIJAYA)

(6)

vi MOTTO

“Ketika anda tidak pernah melakukan kesalahan, itu berarti anda tidak pernah

mencoba hal apapun” (NN)

"Tiadanya keyakinanlah yang membuat orang takut menghadapi tantangan; dan saya percaya pada diri saya sendiri."

(Muhammad Ali)

“Orang yang mau berusaha adalah orang yang mempunyai harga diri”

(7)

vii

PERSEMBAHAN

Dengan tulus kupersembahkan skripsi ini kepada:

1. Allah SWT yang telah mengiringi dalam setiap langkah perjalanan

2. Ibu yang selalu melantunkan doa

3. Ibu yang memberikan dukungan moril dan materiil

4. Ibu yang memberikan belaian kasih sayang

5. Bapak yang memberikan goresan nasehat 6. Kunnica yang berusaha memahami,

(8)

viii

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Segala puja dan puji syukur kehadirat ALLAH SWT, yang telah memberikan segala nikmat-NYA kepada kita semua, kita sebagai manusia tidak sanggup untuk menghitung seberapa besar nikmat yang telah ALLAH berikan kepada kita semua. Bantuan dan dorongan dari berbagai pihak mengacu semangat dan keinginan penulis untuk segera menyelesaikan penyusunan skripsi ini, oleh karena itu dengan segenap ketulusan hati penulis mengucapkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Bapak Taufik Kasturi, M.Si, Ph.D, selaku dekan fakultas psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah memberikan ijin penelitian kepada penulis.

2. Bapak Setiyo Purwanto, S.Psi, M.Si, selaku dosen pembimbing utama sekaligus dosen yang telah berkenan meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan, arahan dan nasehat kepada penulis dari awal hingga akhir penulisan skripsi ini.

3. Ibu Dra. Partini, M.Si, selaku dosen penguji pendamping I yang telah bersedia meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis.

(9)

ix

5. Bapak dan Ibu dosen fakultas psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah memberikan bekal ilmu kepada penulis.

6. Bapak dan Ibu staf tata usaha fakultas psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah membantu kelancaran kepada penulis.

7. Bapak Sugiyanto, S.pd selaku ketua MGMP Bahasa Jawa pengurus dan semua jajaranya, terimakasih telah mengijinkan dan meluangkan waktu untuk penulis melakukan penelitian.

8. Sahabat-sahabat dan kakak tingkat tercinta, Ozie, Fian, Rachmad, Gurita, Intan, Galih, Ery, Ifnu, Bagas, Rulli, Iqbal, Mas Pandu, Mas Galih, Mas Ronny, Mas Adjie dll. Terimakasih telah memberikan semangat, dukungan dan membantu dalam penyelesaian skripsi ini.

9. Saudara-saudara keluarga besar Teater Lugu dan Sub Unit Olah Raga Fakultas, terimakasih telah menjadi keluarga kecil buat penulis dalam setiap suka dan duka.

Semoga Allah SWT memberikan pahala dan berkah bagi kita semua dan semoga karya sederhana ini dapat bermanfaat bagi kita semua meskipun penulis sadar karya ini masih jauh dari kesempurnaan.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Surakarta, 30 Oktober 2014

(10)

x DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ……….……… i

HALAMAN JUDUL TANPA LOGO ..……….……….. ii

HALAMAN PERSETUJUAN ………. iii

HALAMAN PENGESAHAN………...………... iv

1. Pengertian Optimisme ... 8

2. Aspek-aspek Optimisme ... 10

3. Ciri-ciri Optimisme ... 12

(11)

xi

B. Guru Sertifikasi ... 20

1) Pengertian Sertifikasi Guru ... 20

2) Persyaratan Sertifikasi Guru... 21

3) Tujuan dan Manfaat Sertifikasi Guru ... 23

4) Kompetensi Guru... 24

C. Optimisme Masa Depan pada Guruyang telah Bertifikasi dengan Guru yang Belum Bersertifikasi... ... 29

D. Hipotesis ... 33

BAB III. METODE PENELITIAN... 34

A. Variabel Penelitian ... 34

B. Definisi Operasional Variabel Penelitian ... 34

C. Populasi, Sampel, Teknik Sampling ... 35

1. Populasi ... 35

2. Sampel ... 35

3. Teknik Sampling ... 35

D. Alat Pengumpulan Data ... 36

E. Validitas dan Reliabilitas ... 39

F. Metode Analisis Data ... 40

BAB IV LAPORAN PENELITIAN ……….. 41

A. Persiapan Penelitian ... 41

B. Pelaksanaan Penelitian ... 44

C. Analisis Data ... 46

(12)

xii

BAB V PENUTUP ... 51

A. Kesimpulan ... 51

B. Saran ……….. 51

(13)

xiii

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Blue Print Optimisme masa depan ... 38 Tabel 2. Susunan Aitem Skala Optimisme Masa Depan ... 43 Tabel 3. Susunan Aitem Skala Optimisme Masa depan yang Valid dan

(14)

xiv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran –Lampiran

Lampiran A. Skala Penelitian

Lampiran B. Validitas dan Reliabilitas Optimisme Masa Depan Lampiran C. Uji Asumsi

LampiranD. Hasil t-Test

Lampiran E. Norma Pengkategorian

(15)

xv

PERBEDAAN OPTIMISME MASA DEPAN PADA GURU YANG TELAH BERSERTIFIKASI DAN YANG BELUM BERSERTIFIKASI DI KOTA

SURAKARTA

Indra Wijaya* Setiyo Purwanto abyheroes@yahoo.co.id

Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta

Abstraksi. Optimisme masa depan merupakan kecenderungan untuk memandang segala sesuatu dari segi dan kondisi yang baik, serta mengharapkan hasil yang paling memuaskan. Pembelajaran bahasa Jawa sebagai salah mata pelajaran muatan lokal lebih bermakna dan menarik. . Maka menjadi tugas guru untuk mempunyai kompetensi dan kualitas yang tinggi sehingga hal tersebut dapat meningkatkan pula optimisme masa depan. Oleh karenanya guru sendiri dituntut memiliki optimisme masa depan yang tinggi sehingga dengan optimisme yang tinggi mampu meningkatkan kualitas sumber daya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Kajian yang dilakukan berbagai pihak terkait dengan sertifikasi sebenarnya menegaskan bahwa terdapat harapan yang besar pula baik dari masyarakat maupun pemerintah terhadap kualitas pendidikan di Indonesia melalui program tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan optimisme masa depan pada guru bahasa jawa yang bersertifikasi dan yang belum bersertifikasi, sehingga penulis mengajukan hipotesis ada perbedaan optimisme masa depan guru bahasa jawa yang telah bersertifikasi dan yang belum bersertifikasi.

Populasi dalam penelitian ini adalah guru bahasa jawa smp Surakarta yang tergabung dalam MGMP Bahasa Jawa di Surakarta, dengan jumlah 60 guru Bahasa Jawa yang diantaranya 36 guru yang telah bersertifikasi dan 24 yang belum bersertifikasi. Teknik pengambilan sampel dengan insidental sampling. Alat ukur yang digunakan untuk mengungkap variabel-variabel penelitian menggunakan skala optimisme masa depan. Metode yang digunakan adalah analisis statistik parametrik yaitu dengan Uji t Independent Sample t-test. Analisis data dalam penelitian ini dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS 19.0 for windows.

Berdasar perhitungan Uji t (t-test) menunjukkan nilai sebesar -0,049 dengan p > 0,05 (p = 0,961). Hal tersebut berarti tidak terdapat perbedaan optimisme masa depan anatara guru yang telah tersertifikasi dengan guru yang belum tersertifikasi Rerata perbedaan optimisme masa depan untuk guru yang telah tersertifikasi adalah sebesar 180,89 dan untuk guru yang belum tersertifikasi sebesar 181,12. Hasil analisis optimisme masa depan diketahui rerata empirik (RE) sebesar 180,98 dan rerata hipotetik (RH) sebesar 135 yang berarti optimisme masa depan pada subjek tergolong tinggi.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...