ANALISIS PENGARUH KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA LIMA (5) RUMAH MAKAN SATE KLASIFIKASI C DI KOTA BANDUNG.

Teks penuh

(1)

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

DAFTAR PUSTAKA

Alma, Buchari. (2004). Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung. Alfabeta

Alma, Buchari. (2007). Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung: CV. Alfabeta.

Assauri, Sofyan. (2007). Manajemen Pemasaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Arikunto. (2000). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Gasperesz, V. (2001). Ekonomi Manajerial. Jakarta: Erlangga.

Kotler, Philip. (2005). Manajemen Pemasaran. Jilid II, Edisi Indonesia, Edisi Milenium.

Kotler, Philip. (2000). Manajemen Pemasaran. Jakarta: Prentice Hall.

Kusumawati, Marita. (2010). Pengaruh Kualitas Produk dan Harga Terhadap Kepuasan

Konsumen Pada Café Se-Kota Bandung.FPIPS UPI. Bandung: Tidak diterbitkan.

Ratnasari dan Mastuti. (2011). Manajemen Pemasaran Jasa. Bogor: Ghalia Indonesia.

Saladin Djaslim. (2006). Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung: CV. Linda

Karya.

Sugiyono. (2011). Statistika Untuk Penelitian. Bandung: CV. Alfabeta.

Sudjana .(2005). Metoda Statistika. Bandung. Tarsito.

Tjiptono, Fandy, 2007., Pemasaran Jasa, Bayumedia Publishing. Malang Jawa Timur

Tjiprono, Fandy, Georgorius Chandra, Dadi Adriana 2008., Stratejik. Yogyakarta: Andi

(2)

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Tjiprono, Fandy, Georgorius Chandra, 2011., Service, Quality, & Satisfaction. Yogyakarta: Andi

William, Stanton (1993). Customer Relationship Management Delivering the Benefits, Melville

Terrace. Ross House

Yamit Zulian. (2001). Manajemen Kualitas Produk dan Jasa.

ONLINE:

Setzer, Munafizt. (2010). Pengertian dan Klasifikasi Rumah Makan atau Restoran. [online]

Tersedia:http://pariwisatadanteknologi.blogspot.com/2010/06/pengertian-dan-klasifikasi-rumah-makan.html

(19, April 2012)

Ritongga, R (2011). Hubungan Citra Merek dengan Kepuasan Konsumen. [online]

Tersedia:http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/22372/3/Chapter%20II.pdf

(19, April 2012)

H, Mulyono. (2008). Analisis Pengaruh Kualitas Produk dan Kualitas Pelayanan Terhadap

Kepuasan Kosumen Pada Perumahan Puri Mediterania Semarang. [online] Tersedia:

http://eprints.undip.ac.id/16718/1/Bayu_Hadyanto_Mulyono.pdf

(3)

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Perkembangan dunia pariwisata Indonesia dewasa ini semakin berkembang

seiring dengan laju perekonomian di dunia. Bidang pariwisata merupakan salah satu

bidang perindustrian yang sangat menunjang program pemerintah, khususnya dalam

memasukan devisa negara dan pembangunan pada umumnya. Bidang pariwisata

dapat membentuk citra bangsa di negara lain, oleh karena itu pihak pemerintah dan

pihak swasta bekerja sama untuk meningkatkan bidang pariwisata dalam hal

produktivitas dan efesiensi dari tenaga kerja potensial di bidangnya, terutama di

bidang makanan dan minuman yang masih kurang.

Seiring berkembangnya zaman, bidang pariwisata pun ikut berkembang

dengan demikian sektor dalam hal makanan ikut berperan contohnya dalam dunia

katering atau penyedia makanan dan minuman, katering yang turut seta dalam

berkembangnya dunia pariwisata yaitu katering transportasi dan outside catering

service, katering transportasi ialah katering yang menyajikan makanan dan minuman untuk para pengguna jasa transportasi kapal udara, kereta api, kapal laut. Sedangkan

inside catering service adalah menerima pesanan makanan dimana lokasi penyajian

(4)

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

yang ikut menunjang kegiatan pariwisata, selain restoran kegiatan pariwisata yang

ikut menunjang namun lebih sederhana daripada restoran adalah rumah makan.

Sebagai salah satu bentuk usaha kuliner yang banyak didapatkan di Bandung

ini salah satunya adalah sate. Sate adalah daging (ayam, sapi, kambing, domba, atau

daging lainnya) di tusuk ke tusukan sate setelah dipotong kecil-kecil, lalu dibakar

diatas batu arang kayu. Setelah selesai, sate akan disajikan dengan bumbu kacang

kecap dengan ditambahkan irisan bawang merah juga acar. Sate biasanya dimakan

dengan lontong ataupun nasi juga ditambah potongan acar sebagai pelengkap. Banyak

sekali jenis-jenis sate di kota Bandung ini, dengan berbagai kekhasan pada jenis sate.

Pada rumah makan sate di Kota Bandung terdapat beberapa jenis sate

berdasarkan jenis daging, diantaranya adalah sate ayam, sate kambing, dan sate sapi.

Dengan berbagai kekhasan sate dari kota asalnya, menjadikan rumah makan sate

memiliki berbagai perbedaan. Penulis melakukan penelitian pada rumah makan sate

bumbu kacang kecap, yang sudah memiliki pamor baik pada masyarakat di kota

Bandung.

Namun sate yang paling banyak diminati konsumen pada Rumah Makan Sate

di kota Bandung adalah sate kambing, sate ini menjadi salah satu menu andalan pada

setiap rumah makan sate. Karena terdapat berbagai ciri khas yang diberikan pada

rumah makan sate.

Terdapat banyak penjual sate di kota Bandung ini, dari mulai gerobak

(5)

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

yang mewah, namun penulis melakukan penelitian pada beberapa rumah makan

klasifikasi C, yang sudah ditetapkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Menurut Dinas Kebudayaan dan Pariwisata rumah makan adalah usaha

penyediaan makanan dan minuman dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan

untuk proses penyimpanan dan penyajian didalam satu tempat tetap yang tidak

berpindah-pindah. Di bawah ini adalah daftar berdasarkan klasifikasi pada rumah

makan/restoran/bar di Kota Bandung yang penulis dapat dari Dinas Kebudayaan dan

Pariwisata Kota Bandung.

Tabel 1.1 Daftar Berdasarkan Klasifikasi

Rumah Makan/Restoran/Bar di Kota Bandung

NO JENIS JUMLAH

1 Restoran Talam Kencana 0 2 Restoran Talam Salaka 26 3 Restoran Talam Gangsa 141

4 Restoran Waralaba 42

5 Bar 12

6 Rumah Makan A 30

7 Rumah Makan B 123

8 Rumah Makan C 150

Jumlah 524

Sumber : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bandung 2012

Berdasarkan data klasifikasi yang terdapat pada Dinas Kebudayaan dan

Pariwisata Bandung, penulis akan mengambil pada rumah makan sate berklasifikasi

C. Rumah makan klasifikasi C adalah standar pada rumah makan yang telah

ditentukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, seperti pengertian di atas. Karena

(6)

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

penulis mendata rumah makan sate yang berklasifikasi C yang sesuai dengan

unsur-unsur persyaratan yang terdapat pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota

Bandung.

Tabel 1.2 Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

No Nama Alamat

1. Sate Tegal Marem Jl. Setiabudhi no 136 Bandung 2. Sate Gino Jl. Sunda no 76 Bandung 3. Sate Pak Kumis 999 Jl. Ir.H Juanda no 462 Bandung 4. Sate Maranggi Jl. Dipati Ukur no 76a Bandung 5. Sate Ponorogo Jl. Dipati Ukur no 87 Bandung 6. Sate Cilampeni Jl. Burangrang no 38 Bandung 7. Sate Utami Jl. Banteng no 45 Bandung

8. Sate Leman’s Jl. Lodaya no 45 Bandung

9. Sate Kardjan Jl. Pasirkaliki no 32 Bandung 10. Sate Mekar Wangi Jl. Komplek Kurdi no 16 Bandung 11. Sate Mararanggi Jl. BKR no 83 Bandung

12. Sate Leman’s Jl. Buah Batu no 116 Bandung 13. Sate Halimpu Jl. Soekarno Hatta no 653 Bandung 14. Sate Cilampeni Jl. Indrayasa no 116 Bandung 15. H.M Kamil Jl. Stasion Hall no 14-15 Bandung 16. Sate Hadori Jl.Stasion Timur no 11-12 Bandung 17. RM Sugema Jl. Stasion Selatan no 17-16 Bandung 18. Sate Asli Jl. Maulana Yusuf no 21 Bandung 19. Sate Kambing Pa Darta Jl. Radjawali Timur no 102 Bandung 20. Sate Mas.Rum Jl. Ternate no 5 Bandung

Sumber : Data Hasil Observasi 2012

Dewasa ini bisnis rumah makan seperti rumah makan tradisional semakin

(7)

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Rumah makan tidak hanya menyediakan tempat untuk makanan dan minuman,

namun menampilkan ciri khasnya masing-masing. Rumah makan yang berkembang

diman-mana diantaranya rumah makan khas makanan tradisional yang berasal dari

jawa, yaitu rumah makan sate.

Oleh sebab itu dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dan

kompetitif supaya dapat berperan aktif dalam menaikkan pamor khususnya dalam

bidang makanan tradisional. Kualitas dari makanan yang dikembangkan sangat

diperlukan agar konsumen merasa puas. Tidak hanya kualitas saja yang diperlukan di

dalam pengembangan restoran tetapi harga, dan pelayanan juga harus ditingkatkan

dalam kenyamanan konsumen.

Pada dasarnya semakin banyak pesaing maka semakin banyak pula pilihan

bagi pelanggan untuk dapat memilih produk yang sesuai dengan harapan. Dalam

proses menyampaikan produk kepada pelanggan dan untuk mencapai tujuan

pengusaha yang berupa penjualan produk yang optimal, maka kegiatan pemasaran

dijadikan tolak ukur oleh setiap pengusaha. Sebelum mengeluarkan produknya

pengusaha harus mampu melihat atau mengetahui apa yang disukai konsumen. Oleh

karena itu konsumen dapat memilih suatu produk yang lebih sesuai dengan

kebutuhannya.

Konsumen akan memberi penilaian pada kualitas sate, oleh karena itu

pengusaha sate di kota Bandung bersaing dalam meningkatkan kualitas pada sate

(8)

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

dipakai, penggunaan kecap, ataupun pada daging yang digunakan. Hal tersebut perlu

diperhatikan agar usaha sate yang dijalankan lebih maju dan meningkatkan pamor

sate di kota Bandung.

Setiap konsumen melakukan pembelian terhadap produk-produk tertentu

dengan harapan tertentu mengenai produk tersebut dan kepuasan konsumen

merupakan hasil yang diharapkan. Respon dari seorang konsumen setelah

mengkonsumsi produk barang atau jasa, banyak dipengaruhi oleh karakteristik dari

tiap konsumen yang bersangkutan. Konsumen yang memiliki berpendapatan tinggi,

usia muda dan berpendidikan tinggi, akan mempunyai respon yang berbeda dengan

konsumen yang karakteristiknya berpendapatan rendah, usia tua dan berpendidikan

rendah, walaupun menilai suatu benda yang sama.

Kepuasan menurut Kotler dan Keller (2008) (dalam Ratnasari, 2011:117),

dinyatakan sebagai tingkat perasaan dimana seseorang menyatakan hasil

perbandingan atas kinerja produk/jasa yang di terima dan diharapkan. Apabila

persepsi terhadap kinerja tidak bisa memenuhi harapan, maka yang akan terjadi

adalah ketidakpuasan. Sebaliknya jika persepsi terhadap kinerja bisa memenuhi

harapan konsumen maka akan merasa puas. Pada penelitian ini, penulis melakukan

pra survei terlebih dahulu untuk mengetahui kepuasan konsumen pada 5 rumah

makan sate klasifikasi c di kota Bandung dengan menyebarkan 50 kuesioner pada

(9)

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Tabel 1.3 Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Nama Rumah Makan Alamat

Sate Gino Jl. Sunda no 76 Bandung

Sate Kardjan Jl. Pasirkaliki no 32 Bandung

Sate Leman’s II Jl. Lodaya no 45 Bandung

Sate Cilampeni Jl. Indrayasa no 116 Bandung Sate Hadori Jl.Stasion Timur no 11-12 Bandung Sumber : Data Hasil Observasi 2012

Hasil data setelah penulis melakukan pra survei adalah sebagai berikut.

Tabel 1.4 Kepuasan Pada Rumah Makan Sate

Klasifikasi C di kota Bandung

Item Skor

Puas 22

Tidak Puas 28

Skor 50

Sumber : Pra Penelitian Maret 2012

Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil kuesioner pada konsumen rumah

makan sate di kota Bandung yang penulis data, dapat dilihat pada table 1.4 bahwa

44% konsumen puas pada rumah makan sate, sedangkan 56% konsumen menyatakan

tidak puas pada rumah makan sate tersebut.

Ratnasari dan Mastuti, (2011:105), mengembangkan kualitas produk kedalam

delapan dimensi yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan strategis terutama

(10)

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

1. Performance (kinerja), yaitu karakteristik dari pokok dari produk inti 2. Features, yaitu karakteristik pelengkap atau tambahan

3. Reliability (kehandalan), yaitu kemungkinan tingkat kegagalan pemakaian.

4. Conformance (kesesuaian), yaitu sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar-standar yang telah ditetapkan

5. Durability (daya tahan), yaitu berapa lama produk tersebut dapat bertahan.

6. Serviceability, yaitu meliputi kecepatan, kompetensi, kenyamanan, kemudahan dan penanganan keluhan yang memuaskan.

7. Estetika, yaitu menyangkut corak, rasa daya tarik produk.

8. Perceived, yaitu menyangkut citra dan reputasi produk serta tanggung jawab perusahaan terhadapnya.

Tabel 1.5 Data Respon Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan

Sate Klasifikasi C di kota Bandung

Keterangan Frekuensi

Kualitas Produk 29

Kualitas Pelayanan 20

Emosional 0

Harga 22

Biaya 1

Sumber : Pra Penelitian Maret 2012

Berdasarkan permasalahan yang ada, dari kuesioner yang diberikan kepada 50

(11)

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

cenderung menyebutkan bahwa faktor dominan yang mempengaruhi kepuasan

konsumen pada rumah makan sate tersebut adalah kualitas produk.

Kepuasan konsumen dalam menentukan pilihan kuliner sate tersebut

diperkirakan disebabkan oleh kualitas produk. Berdasarkan permasalahan tersebut

menarik minat penulis untuk mengangkat judul, sebagai berikut :

Analisis Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen pada Lima Rumah

Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung”

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan di atas,

dirumuskan masalah sebagai berikut :

1. Bagaimana kualitas produk Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota

Bandung?

2. Bagaimana kepuasan konsumen Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota

Bandung?

3. Seberapa besar pengaruh kualitas produk terhadap kepuasan konsumen

Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung?

1.3 Tujuan Penelitian

Sesuai permasalahan di atas, maka penelitian ini bertujuan adalah untuk

(12)

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

1. Kualitas produk Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung?

2. Tingkat kepuasan konsumen Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota

Bandung?

3. Pengaruh kualitas produk terhadap kepuasan konsumen Rumah Makan

Sate Klasifikasi C di Kota Bandung?

1.4 Kegunaan Penelitian

Adapun Kegunaan Penelitian yang penulis harapkan dapat memberikan

manfaat yang berguna bagi semua pihak yang berkepentingan diantaranya adalah

sebagai berikut :

1. Kegunaan Teoritis

Secara teoritis, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi wawasan dan

menambah ilmu pengetahuan khususnya ilmu manajemen pemasaran yang berkaitan

dengan kualitas produk terhadap kepuasan konsumen serta teori-teorinya.

2. Kegunaan Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan bahan masukan tentang kualitas

produk kaitannya dengan kepuasan konsumen pada Rumah Makan Sate Klasifikasi C

(13)

49

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu BAB III

OBJEK DAN METODE PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian

Objek penelitian merupakan salah satu faktor yang tidak dapat dipisahkan dari

suatu penelitian. Menurut Arikunto (2000:29), objek penelitan adalah variabel

penelitian yaitu sesuatu yang merupakan inti dari problematika penelitian. Sedangkan

benda, hal atau orang tempat data untuk variabel penelitian melekat dan

dipermasalahkan disebut objek (Arikunto, 2000:116) yang menjadi objek penelitian

adalah kualitas produk dan kepuasan konsumen terhadap sate di kota Bandung.

Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu satu variabel independent dan

satu variabel dependent. Variabel independent (variabel bebas) adalah kualitas

produk. Objek penelitian yang merupakan variabel dependent (variabel terikat)

adalah kepuasan konsumen.

Responden pada penelitian ini adalah konsumen pada rumah makan sate di

kota Bandung yang sudah penulis data. Dari variabel tersebut maka akan diteliti

mengenai analisis pengaruh kualitas produk terhadap kepuasan konsumen pada lima

(14)

50

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Tabel 3.1 Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Nama Rumah Makan Alamat

Sate Gino Jl. Sunda no 76 Bandung

Sate Kardjan Jl. Pasirkaliki no 32 Bandung

Sate Leman’s II Jl. Lodaya no 45 Bandung

Sate Cilampeni Jl. Indrayasa no 116 Bandung Sate Hadori Jl.Stasion Timur no 11-12 Bandung Sumber : Data Hasil Observasi 2012

3.2 Metode Penelitian

Berdasarkan variabel yang diteliti, metode penelitian yang digunakan dalam

penelitian ini adalah jenis penilitian deskriftif dan verifikatif yang dalam penelitian

ini digunakan metode deskriptif dan verifikatif menurut Arikunto (2006:8)

menjelaskan bahwa : “penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel

mandiri, baik suatu variabel /lebih (Independent) tanpa perbandingan /

menghubungkan dengan variabel lain”. Melalui ini data-data dikumpulkan dari

sumber, data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dengan menyebarkan

quesioner kepada sampel konsumen sate se-kota Bandung untuk memperoleh fakta

yang relevan dan up to date. Pengumpulan data melalui quesioner dilakukan langsung

dilapangan, penelitian dekriptif ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mengenai

(15)

51

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Sifat penelitian verifikatif pada dasarnya ingin menguji kebenaran dari suatu

hipotesis yang dilaksanakan melalui pengumpulan data dilapangan dimana dalam

penelitian ini akan diuji apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara kualitas

produk terhadap kepusan konsumen pada rumah makan sate klasifikasi C di kota

Bandung.

3.3 Operasional Variabel

Operasional variabel adalah suatu atribut, sifat, atau nilai dari orang, obyek,

atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk

dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Terdapat dua variabel yang menjadi

kajian dari penelitian ini antara lain:

a. Pengaruh kualitas produk sebagai variabel bebas (independen variable).

b. Kepuasan konsumen sebagai variabel terikat (dependen variable).

Independen variable, variabel ini sering disebut sebagai variable stimulus, predictor, dan antecedent. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel

bebas. Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi

sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat) (Sugiyono, 2011:4)

Dependen variable, sering disebut sebagai variabel output, kriteria, dan konsekuen. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel terikat. Variabel

(16)

52

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

variabel bebas (Sugiyono, 2011:4). Operasional variabel tersebut dapat dijabarkan

pada tabel 3.1 dibawah ini:

Tabel 3.2

Operasional Variabel

Variabel Konsep Teoritis Konsep Empiris Konsep Analitik Skala

Kepuasan

(17)

53

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

c. - tingkat harapan atas kebersihan pada makanan.

- tingkat harapan atas kematangan makanan.

d. tingkat harapan atas daya tahan makanan.

e. tingkat harapan atas kecepatan penyajian makanan.

f. tingkat harapan atas tekstur pada makanan

2. Perceived

a.- tingkat persepsi atas penampilan makanan.

-tingkat persepsi perpaduan warna makanan.

(18)

54

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

penyajian makanan.

Data yang diperoleh dari konsumen menggunakan semantic diferensial mengenai:

Kinerja:

(19)

55

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

(20)

56

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Estetika:

- Tekstur makanan.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang dilakukan penulis untuk memperoleh data

yang dibutuhkan, yaitu :

a. Penelitian Kepustakaan (Library Research)

Merupakan suatu teknik pengumpulan data yang dipergunakan untuk

memperoleh data secara teoritis dengan mempelajari buku-buku, catatan kuliah dan

secara literature lain sebagai pedoman dan pembanding masalah yang penulis bahas.

b. Observasi

Observasi adalah suatu cara untuk mendapatkan suatu data-data yang

diperlukan oleh penulis dengan melakukan pengamatan dan pencatatan langsung

sehingga diperoleh kebenaran data.

c. Wawancara

Wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan cara melakukan tanya

jawab atau meminta penjelasan langsung dari pihak-pihak yang terkait dengan

(21)

57

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu d. Kuesioner (daftar pertanyan)

Pengajuan kuesioner ini dilakukan dengan mengajukan daftar pertanyaan

tertulis dalam suatu daftar pertanyaan kepada responden. Kuesioner ini menggunakan

sistem tertutup, yaitu bentuk pertanyaan yang disertai alternatif jawaban dan

responden tinggal memilih salah satu dari alternatif jawaban tersebut. Data yang

dikumpulkan meliputi :

1. Identitas Responden

2. Data mengenai tanggapan responden terhadap variabel-variabel yang

mempengaruhi keputusan pembelian

3.5 Populasi, Sampel dan Teknik Sampling Penelitian

3.5.1 Populasi

Populasi adalah gabungan dari seluruh elemen yang berbentuk peristiwa, hal

atau orang yang memiliki karakteristik yang serupa yang menjadi pusat perhatian

seorang peneliti, karena itu dipandang sebagai sebuah semeste penelitian (Ferdinand,

2006:223). Menurut Sugiyono (2011:61) memberikan pengertian populasi adalah

wilayah generalisasi yang terdiri dari subjek atau objek yang menjadi kuantitas dan

karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian

ditarik kesimpulannya. Didalam penelitian ini yang dijadikan populasi adalah

(22)

58

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

rata-rata perhari adalah 100 orang. Dengan populasi sebanyak 750 konsumen perhari

terlihat pada tabel 3.2 dibawah ini:

Tabel 3.3

Jumlah Populasi Penelitian

No Nama Rumah Makan

Sate Klasifikasi C

Jumlah Konsumen Per Hari

1. Sate Gino 200

2. Sate Kardjan 100

3. Sate Leman’s II 100

4. Sate Cilampeni 150

5. Sate Hadori 200

750

Sumber : Data hasil penelitian 2012 3.5.2 Sampel

Menurut Sugiyono (2011:62) sampel adalah bagian dari jumlah dan

karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Sampel adalah subset dari populasi, terdiri

dari beberapa anggota populasi. Subset ini diambil karena dalam banyak kasus tidak

mungkin meneliti seluruh anggota populasi. Oleh karena itu harus membentuk sebuah

perwakilan populasi yang disebut sampel.

Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah

menggunakan teknik slovin. Menurut Djalaludin (2000:49) (dalam Kusumawati,

2010:74) untuk menentukan besarnya sampel minimal dalam penelitian ini

(23)

59

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

ukuran populasi dengan kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan dalam

pengambilan sampel yang masih dapat ditorelir atau diinginkan.

 

2

Sumber: Djalaludin Rahkmat, (2000:49)

Dengan :

n : Ukuran Sampel Minimum

N : Ukuran Populasi

e : Kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir

Maka diperoleh sampel sebesar:

N = 750

Berdasarkan penghitungan tersebut maka ukuran sampel minimal yang

digunakan dalam penelitian ini adalah sejumlah 88 orang responden, namun akan

dibulatkan menjadi 100 responden.

23 , 88 

(24)

60

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu 3.5.3 Teknik Sampling Penelitian

Menurut Sugiyono (2011:64), Teknik sampling adalah merupakan teknik

pengambilan sampel. Untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam

penelitian ini adalah Probability Sampling. Probability sampling adalah teknik

sampling (teknik pengambilan sampel) yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.

Dari probability sampling, teknik yang akan digunakan dalam penelitian ini

adalah stratified random sampling. Stratified random sampling digunakan dalam

penelitian ini karena rumah makan sate klasifikasi c se-kota Bandung itu mempunyai

anggota yang tidak homogen atau berstrata (tidak sama).

3.6 Teknik Pengolahan Data

3.6.1 Analisis Deskriptif

Setelah data yang diperoleh dari responden melalui kuesioner terkumpul,

langkah selanjutnya adalah mengolah data dan menafsirkan data sehingga dari hasil

tersebut dapat dilihat apakah terdapat hubungan antara variabel Kualitas Produk (X)

dan Kepuasan Konsumen (Y). dalam mengolah data ini, prosedur yang dilaksanakan

(25)

61

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

1. Menyusun data, yaitu dengan cara memeriksa lembar jawaban yang telah diisi

oleh responden, dalam hal kelengkapan jawaban, untuk menentukan layak

tidaknya lembar jawaban tersebut untuk diproses lebih lanjut.

2. Menghitung bobot nilai dengan skala Semantik dengan ukuran ordinal, artinya

yaitu diteliti mempunyai lima pilihan jawaban.

3. Rekapitulasi nilai angket variabel Kualitas Produk (X) dan Kepuasan

Konsumen (Y).

4. Analisis data, yaitu menentukan kedudukan variabel Kualitas Produk (X) dan

Kepuasan Konsumen (Y) yang divisualisasikan dalam bentuk “skor ideal”

dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Menghitung skor total terendah dan skor tertinggi dari bobot instrument

sebagai berikut:

Skor terendah = SR x JB x JR

Skor tertinggi = ST x JB x JR

Keterangan:

SR = skor terendah

ST = skor tertinggi

JB = jumlah butir pertanyaan

JR = jumlah responden

b. Menghitung rentang dengan cara mengurangkan skor tertinggi dengan

(26)

62

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

c. Menentukan ukuran sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat

rendah.

d. Membuat parameter untuk criteria sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah

dan sangat rendah. (gambar garis kontinum)

e. Membandingkan skor total tiap variabel dengan parameter di atas untuk

memperoleh gambaran variabel Kualitas Produk (X) dan Kepuasan

Konsumen (Y).

3.6.2 Pengujian Alat Instrumen Penelitian

Dengan menggunakan instrument yang valid dan reliabel dalam pengumpulan

data, maka diharapkan hasil penelitian akan menjadi valid dan reliabel. Jadi

instrumen yang valid dan reliabel merupakan syarat untuk mendapatkan hasil

penelitian yang valid dan reliabel.

3.6.2.1 Uji Validitas

Didalam penelitian ini digunakan uji validitas. Uji validitas digunakan untuk

mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid

jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkap sesuatu yang akan diukur

oleh kuesioner tersebut.

Misalnya dalam mengukur kepuasan konsumen sate di mata konsumen diukur

(27)

63

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

konsumen sate jawaban responden dikatakan valid apabila item-item dalam kuesioner

mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur dalam kuesioner tersebut.

Dalam uji validitas dapat digunakan SPSS (Statistical Product and Service

Solution) dan dapat pula digunakan rumus teknik korelasi product moment

r = Koefisien validitas item yang dicari

X = Skor yang diperoleh subjek dari seluruh item Y = Skor total

x = Jumlah skor dalam distribusi X

y = Jumlah skor dalam distribusi Y

2

x = Jumlah kuadrat dalam skor distribusi X

2

y = Jumlah kuadrat dalam skor distribusi Y

n = Banyaknya responden

Menurut Sugiyono (2011:228) keputusan pengujian validitas item instrument,

adalah sebagai berikut:

1. Item pertanyaan yang diteliti di katakan valid jika rhitung > rtabel.

(28)

64

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Uji validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan

suatu instrument.

3.6.2.2 Realibilitas

Realibitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan

indikator dari variabel. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban

seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu

(Imam Gozali, 2002).

Uji Reliabilitas bertujuan untuk menunjukan sejauh mana suatu hasil

pengukuran relatif konsisten apabila pengukuran diulangi dua kali atau lebih. Jadi

dengan kata lain bahwa Reliabilitas adalah indeks yang menunjukan sejauh mana

suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan, bila alat pengukur

tersebut digunakan dua kali atau lebih, untuk mengukur gejala yang sama dan hasil

pengukuran yang diperoleh relatif konsisten.

Setiap instrument seharusnya memiliki kemampuan untuk memberikan hasil

pengukuran yang konsisten, sehingga hasil pengukuran dapat dipercaya hanya apabila

dalam beberapa kali pengukuran terhadap kelompok subyek yang sama diperoleh

hasil yang relatif sama, selama aspek yang diukur dalam diri subyek memang belum

berubah. Teknik pengujian reliabilitas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji

reliabilitas dengan menggunakan teknik Cronbach Alpha, yaitu menghitung koefesien

Alpha yang merupakan rata-rata dari koefesien belah dua yang dihitung untuk semua

(29)

65

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu



Dimana α = Reliablitas Instrument

K = Banyak butir pertanyaan

t² = Varians Total

Σь² = Jumlah Varians Butir

Seperti halnya koefisien validitas, J.P Giliford juga memberikan pedoman

untuk koefisien reliabilitas, yaitu sebagai berikut :

Tabel 3.4 Koefisien Korelasi

Koefisien korelasi Derajat hubungan

0,00 – 0,20 Derajat keterandalan hampir tidak ada

0,21 -0,40 Derajat keterandalan rendah

0,41 – 0,70 Derajat keterandalan sedang

0,71 – 0,90 Derajat keterandalan tinggi

0,91 – 1,00 Derajat keterandalan tinggi sekali

Keputusan pengujian realibilitas item instrument, adalah sebagai berikut:

1. Item pertanyaan yang diteliti dikatakan realiabel jika rhitung > rtabel

2. Item pertanyaan yang diteliti dikatakan tidak realibel jika rhitung ≤ rtabel

(30)

66

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Setelah data terkumpul kemudian dilakukan analisis kuantitatif yang bertujuan

untuk menghasilkan data deskriptif. Maka dari itu penelitian ini menggunakan

metode pengumpulan data dengan skala pengukuran semantik, teknik analisis data

yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi dan teknis analisis linear

sederhana. Karena sesuai dengan tujuan penelitian yaitu ingin mengetahui dan

menganalisis pengaruh variabel penelitian kualitas produk (X) terhadap Kepuasan

Konsumen (Y).

Skala pengukuran semantik yaitu metode penulisan yang disusun dengan

menggunakan rangkaian kata sifat yang bertentangan (bipolar) serta memiliki unsur

evaluasi potensi unsur aktivitas. Dalam kerangka skala beda semantik, skoring dapat

dilakukan dengan menggunakan empiris yaitu meneliti analisis faktor/konvensi, yaitu

skor ditetapkan sendiri oleh peneliti.

3.7.1 Menentukan Persamaan Regresi Linear Sederhana

Jika kita mempunyai data yang terdiri atas dua atau lebih variabel, adalah

sewajarnya untuk mempelajari cara bagaimana variabel-variabel itu berhubungan.

Hubungan yang didapat pada umumnya dinyatakan dalam bentuk persamaan

matematika yang menyatakan hubungan fungsional antara variabel-variabel. Studi

yang menyangkut masalah ini dikenal dengan analisis regresi.

Untuk mendapatkan Y taksiran, salah satu asumsi yang harus dipenuhi adalah

(31)

67

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

ordinal, sehingga data perlu diangkat dari skala ordinal menjadi interval dengan

menggunakan Method of Successive Interval (MSI). Setelah data diangkat, barulah

data dapat kita olah dengan analisis regresi.

Dalam menaksir model taksiran (� ) dalam analisis regresi pertama kita harus

mencari model taksiran regresi = �0+�1 .

Untuk mempermudah perhitungan dan meminimalisasi kesalahan, maka

penulis menggunakan bantuan perhitungan software SPSS Statistics 17.0, dapat kita

lihat dari Tabel 4 model regresi variabel Y (Kepuasan Konsumen) atas variabel X

(Kualitas Produk).

3.7.2 Pengujian Signifikasi Secara Simultan (Uji F)

Uji F digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel

independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Untuk menguji

hipotesis menggunakan rumus F sebagai berikut:

Fhitung Sumber: Sugiyono, (2011:235)

Keterangan:

(32)

68

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu k = Jumlah variabel independent (bebas)

n = Jumlah anggota sampel

a. Jika Fhitung ≥Ftabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdapat pengaruh

antara Kualitas Produk (X) terhadap kepuasan konsumen (Y).

b. Jika Fhitung < Ftabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak artinya tidak terdapat

pengaruh antara Kualitas Produk (X) terhadap kepuasan konsumen (Y).

Taraf kesalahan 10% dengan menggunakan derajat dk = (n-2) serta dilakukan

dengan uji satu fihak, yaitu pihak kanan. Secara statistik, hipotesis yang akan

diuji dalam pengambilan keputusan penerimaan atau penolakan hipotesis

dapat ditulis sebagai berikut:

1. Ho : β ≤ 0, artinya tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan antara

kualitas produk terhadap kepuasan konsumen.

2. Ha : β > 0, artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kualitas

produk terhadap kepuasan konsumen.

3.7.3 Pengujian Koefisiensi Regresi Secara Parsial (Uji-t)

Uji t dimaksudkan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh secara parsial

(individu) dari variabel-variabel bebas Kualitas Produk (X) terhadap variabel tak

bebas Kepuasan Konsumen (Y). Pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan

perbandingan nilai t hitung masing-masing koefisien regresi dengan nilai t tabel atau

(33)

69

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu 3.7.4 Pengujian Hipotesis

Objek penelitian yang menjadi variabel bebas atau independent vaariabel

yaitu Kualitas Produk (X) sedangkan variabel terikat atau variabel dependent adalah

Kepuasan Konsumen (Y). Dengan memperhatikan karakteristik dari setiap variabel

yang akan diuji, maka dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan uji F (simultan).

 Ho: ρ = 0 ; Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara Kualitas

Produk terhadap Kepuasan Konsumen.

 H1: ρ ≠ 0 ; Terdapat pengaruh yang signifikan antara Kualitas

Produk terhadap Kepuasan Konsumen.

3.7.5 Analisis Korelasi

Analisis korelasi bertujuan untuk mencari hubungan antara kedua variabel

yang diteliti. Ukuran yang dipakai untuk mengetahui kuat atau tidaknya hubungan X

dan Y disebut koefisien korelasi (r) nilai koefisien korelasi paling sedikit -1 dan

paling besar 1 (-1 ≤ r ≤ 1), artinya jika:

r = 1, hubungan X dan Y sempurna dan positif (mendekat 1, hubungan sangat kuat

dan positif).

r = -1, hubungan X dan Y sempurna dan negative (mendekat -1, hubungan sangat

(34)

70

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

r = 0, hubungan X dan Y lemah sekali atau tidak ada hubungan.

Menurut Sugiyono (2011:231) untuk mengetahui kuat rendahnya hubungan

pengaruh, dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

Tabel 3.5

Pedoman Untuk Memberikan Interprestasi Terhadap Koefisiensi Korelasi

Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0, 00 – 0, 199 Sangat Rendah

0, 20 – 0, 399 Rendah

0, 40 – 0, 599 Sedang

0, 60 – 0, 799 Kuat

0, 80 – 1, 000 Sangat Kuat Sumber : Sugiyono (2011: 231)

3.7.6 Uji Koefisiensi Determinasi (R2)

Menurut Sugiyono (2011:231) dalam analisis korelasi terdapat suatu angka

yang disebut dengan koefisiensi determinasi, yang besarnya adalah kuadrat dari

koefisiensi kolerasi (r2). Koefisiensi ini disebut koefisiensi penentu karena varians

yang terjadi pada variabel dependen dapat dijelaskan melalui varians yang terjadi

pada variabel independen.

(35)

71

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Koefisiensi Determinasi = r2 x 100%

Menurut Sugiyono (2011:231) Koefisiensi determinasi uji r2 merupakan

proporsi atau presentase dari total variasi Y yang dijelaskan oleh garis regresi.

Koefisiensi regresi merupakan angka yang menunjukkan besarnya derajat

kemampuan atau distribusi variabel bebas dalam menjelaskan atau menerangkan

variabel terikatnya di dalam fungsi yang bersangkutan. Koefisiensi determinasi

adalah kuadrat koefisiensi korelasi. Koefisiensi determinasi ini digunakan untuk

mengetahui presentasi pengaruh yang terjadi dari variabel bebas terhadap variabel

tidak bebas dengan asumsi sebagai berikut:

0 ≥ r2≥ 1

Keterangan:

1. Jika nilai r2 nya semakin mendekati angka 1, maka model tersebut baik dan

tingkat kedekatan antara variabel bebas dan terikat semakin dekat pula.

2. Jika nilai r2 semakin menjauhi angka 1, maka hubungan antar variabel bebas

(36)

116

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai pengaruh kualitas

produk terhadap kepuasan konsumen pada Rumah Makan Sate di Kota Bandung

dapat ditarik kesimpulan bahwa :

1. Keadaan responden yang diteliti menunjukan bahwa pada jenis kelamin lebih

banyak laki-laki yang datang pada rumah makan sate di kota Bandung.

Domisili konsumen terbanyak dari kota Bandung. Banyak kunjungan

terbanyak yaitu konsumen yang sudah sering makan sate di kota Bandung.

Sumber informasi rumah makan sate yang konsumen dapat dari keluarga atau

teman. Usia konsumen yang mengunjungi rumah makan sate rata-rata usia

produktif. Pekerjaan konsumen yang banyak menungjungi rumah makan sate

adalah PNS atau BUMN. Dan pendapatan pada konsumen yang terbanyak

pada rumah makan sate di kota Bandung adalah diatas rata-rata pendapatan

pada konsumen lainnya.

2. Pada keenam aspek yang lebih dominan lebih rendah dalam memuaskan

konsumen adalah pada daya tahan makanan, yang kurang memaksimalkan

mutu agar daya tahan makanan dapat lebih baik. Sedangkan aspek yang paling

(37)

117

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

3. Kualitas produk pada rumah makan di kota Bandung sudah cukup puas

diterima oleh konsumen, namun dalam kepuasan konsumen antara harapan

dan kinerja, harapan konsumen lebih besar dari kinerja yang dihasilkan.

4. Kualitas produk memiliki pengaruh positif terhadap kepuasan konsumen

Rumah Makan Sate di Kota Bandung dan secara simultan kualitas produk

berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen Rumah Makan Sate di

Kota Bandung.

5.2Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas atas dasar hasil penelitian yang telah diuraikan

dan kesimpulan yang telah di peroleh maka penulis mengajukan beberapa saran

mengenai kualitas produk untuk meningkatkan kepuasan konsumen pada Rumah

Makan Sate di Kota Bandung sebagai berikut:

1. Perusahaan meningkatkan kualitas produk dengan cara lebih memperhatikan

penampilan makanan, perpaduan warna makanan, penyajian makanan, khasan

makanan, kebersihan produk, kematangan makanan, tingkat daya tahan makanan,

kecepatan penyajian makanan dan tekstur pada makanan. Hal ini dilakukan agar

konsumen Rumah Makan Sate di Kota Bandung merasa puas.

2. Kualitas produk pada setiap Rumah Makan Sate di kota Bandung

masing-masing lebih baik memiliki kemampuan untuk meningkatkan daya tahan pada

(38)

118

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

bawa pulang sebaiknya sate bisa dibungkus dengan alumunium foil sehingga

terdapat sate yang mempunyai kualitas produk yang baik yang dapat dinikmatin

oleh setiap konsumen Rumah Makan Sate di Kota Bandung.

3. Kualitas produk pada setiap Rumah Makan Sate di kota Bandung

masing-masing lebih baik memiliki kemampuan untuk meningkatkan dkecepatan pada

penyajian makanan agar tetap konsumen tidak menunggu pada suatu pemesanan

sehingga terdapat sate yang mempunyai kualitas produk yang baik yang dapat

dinikmatin oleh setiap konsumen Rumah Makan Sate di Kota Bandung.

4. Agar harapan konsumen bisa terpenuhi dengan baik, maka hasil kinerja atau

produk harus lebih baik dari suatu harapan konsumen, agar dapat meningkatkan

kepuasan pada konsumen, sehingga konsumen dapat kembali berkunjung pada

(39)

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN

Hal.

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... iii

UCAPAN TERIMA KASIH ... vi

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xiii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Rumusan Masalah...………...9

1.3 Tujuan Penelitian ... 9

1.4 Kegunaan Penelitian... 10

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, HIPOTESIS 2.1 Pemasaran . ... 11

2.1.1 Pengertian Pemasaran ... 11

2.1.1.1 Pengertian Pemasaran Barang ... 12

2.1.1.2 Pengertian Pemasaran Jasa ... 12

2.1.2 Pengertian Rumah Makan ... 13

2.1.3 Rumah Makan Menurut Klasifikasi ... 18

2.2 Kepuasan Konsumen ... 21

2.2.1 Pengertian Kepuasan Konsumen ... 21

(40)

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

2.2.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Konsumen ... 24

2.2.4 Strategi Peningkatan Kepuasan Konsumen ... 25

2.2.5 Model Pengukuran Kepuasan Konsumen ... 27

2.3 Kualitas Produk ... 30

2.3.1 Kualitas ... 30

2.3.2 Produk ... 31

2.3.2 Pengertian Produk ... 32

2.3.4 Klasifikasi Produk ... 35

2.3.5 Konsep Kualitas Produk ... 37

2.3.6 Dimensi Produk ... 38

2.3.7 Strategi Kualitas Produk ... 39

2.4 Hubungan Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen ... 41

2.5 Hasil Penelitian Terdahulu ... 42

2.6 Kerangka Pemikiran ... 43

2.7 Hipotesis ... 47

BAB III OBJEK DAN METODA PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian ... 49

3.2 Metode Penelitian... 50

3.3 Operasional Variabel ... 51

3.4 Teknik Pengumpulan Data ... 56

3.5 Populasi, Sampel dan Teknik Sampling Penelitian ... 57

3.5.1 Populasi ... 57

3.5.2 Sampel ... 58

3.5.3 Teknik Sampling Penelitian ... 60

3.6 Teknik Pengolahan Data ... 60

3.6.1 Analisis Deskriptif ... 60

3.6.2 Pengujian Alat Instrumen Penelitian ... 62

(41)

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

3.6.2.2 Realibilitas ... 64

3.7 Teknik Analisis Data ... 66

3.7.1 Menentukan Persamaan Regresi Linear Sederhana ... 66

3.7.2 Pengujian Signifikan Secara Simultan (Uji F) ... 67

3.7.3 Pengujian Signifikan Secara Parsial (Uji t) ... 68

3.7.4 Pengujian Hipotesis ... 69

3.7.5 Analisis Korelasi ... 69

3.7.6 Uji Koefisiensi Determinasi ... 70

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian ... 72

4.1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian ... 72

4.1.2 Karakteristik Konsumen... 73

4.1.2.1 Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin ... 74

4.1.2.2 Karakteristik Responden berdasarkan Domisili ... 75

4.1.2.3 Karakteristik Responden berdasarkan Banyak Kunjungan 76 4.1.2.4 Karakteristik Responden berdasarkan Sumber Informasi .. 77

4.1.2.5 Karakteristik Responden berdasarkan Usia ... 79

4.1.2.6 Karakteristik Responden berdasarkan Pekerjaan ... 80

4.1.2.7 Karakteristik Responden berdasarkan Pendapatan ... 82

4.1.3 Gambaran Data Tanggapan Responden ... 83

4.1.3.1 Gambaran Kepuasan Konsumen ... 83

4.1.3.2 Gambaran Kualitas Produk ... 93

4.2 Analisis Alat Instrumen Penelitian... 102

4.2.1 Uji Validitas Alat Ukur ... 102

4.2.2 Uji Reliabilitas ... 106

4.3 Teknik Analisis Data ... 108

(42)

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

4.3.2 Pengujian Signifikasi Secara Simultan (Uji F) ... 102

4.3.3 Pengujian Signifikasi Secara Parsial (Uji t) ... 111

4.3.4 Menghitung Koefisien Korelasi ... 113

4.3.5 Menghitung Korelasi Koefisien Ganda atau Determinasi ... 115

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 116

5.2 Saran ... 117

(43)

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Daftar Berdasarkan Klasifikasi Rumah Makan/Restoran/Bar di

kota Bandung ... 3

Tabel 1.2 Rumah Makan Sate Klasifikasi C di kota Bandung ... 4

Tabel 1.3 Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung ... 7

Tabel 1.4 Kepuasan Pada Rumah Makan Sate Klasifikasi C di kota Bandung ... 7

Tabel 1.5 Data Respon Kepuasan Konsumen Pada Rumah Makan Sate Klasifikasi C di kota Bandung ... 8

Tabel 2.1 Unsur-unsur Persyaratan Rumah Makan Klasifikasi C ... 18

Tabel 2.2 Kajian Penelitian Terdahulu... 42

Tabel 3.1 Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung ... 50

Tabel 3.2 Operasional Variabel... 52

Tabel 3.3 Jumlah Populasi Penelitian ... 58

Tabel 3.4 Koefisien Korelasi... 65

Tabel 3.5 Pedoman Untuk Memberikan Interprestasi Terhadap Koefisiensi Korelasi ... 70

Tabel 4.1 Karakteristik Lima Rumah Makan Sate ... 73

Tabel 4.2 Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin ... 74

Tabel 4.3 Karakteristik Responden berdasarkan Domisili ... 75

Tabel 4.4 Karakteristik Responden berdasarkan Banyak Kunjungan ... 76

Tabel 4.5 Karakteristik Responden berdasarkan Sumber Informasi ... 78

Tabel 4.6 Karakteristik Responden berdasarkan Usia ... 79

Tabel 4.7 Karakteristik Responden berdasarkan Pekerjaan ... 80

Tabel 4.8 Karakteristik Responden berdasarkan Pendapatan ... 82

Tabel 4.9 Kepuasan Konsumen Atas Penampilan Makanan ………..84

Tabel 4.10 Kepuasan Konsumen Atas Perpaduan Warna Makanan ... 85

(44)

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Tabel 4.12 Kepuasan Konsumen Atas Kekhasan Makanan... 86

Tabel 4.13 Kepuasan Konsumen Atas Kebersihan Pada Makanan ... 87

Tabel 4.14 Kepuasan Konsumen Atas Kematangan Makanan ... 88

Tabel 4.15 Kepuasan Konsumen Atas Daya Tahan Makanan ... 88

Tabel 4.16 Kepuasan Konsumen Atas Kecepatan Penyajian Makanan ... 89

Tabel 4.17 Kepuasan Konsumen Atas Tekstur Pada Makanan ... 90

Tabel 4.18 Rekapitulasi Jumlah Skor Tanggapan Responden Pada Variabel Kepuasan Konsumen ... 91

Tabel 4.19 Penilaian Konsumen Mengenai Penampilan Menu Makanan ... 93

Tabel 4.20 Penilaian Konsumen Mengenai Perpaduan Warna Bahan Makanan ... 94

Tabel 4.21 Penilaian Konsumen Mengenai Daya Tarik Makanan ... 95

Tabel 4.22 Penilaian Konsumen Mengenai Kekhasan Makanan dan Minuman 95 Tabel 4.23 Penilaian Konsumen Mengenai Kebersihan Makanan ... 96

Tabel 4.24 Penilaian Konsumen Mengenai Kematangan Makanan ... 97

Tabel 4.25 Penilaian Konsumen Mengenai Daya Tahan Makanan ... 98

Tabel 4.26 Penilaian Konsumen Mengenai Kecepatan Penyajian Makanan .... 99

Tabel 4.27 Penilaian Konsumen Mengenai Tekstur Pada Makanan ... 100

Tabel 4.28 Rekapitulasi Jumlah Skor Tanggapan Responden Pada Variabel Kualitas Produk ... 101

Tabel 4.29 Hasil Uji Validitas Kuesioner Variabel X (Kualitas Produk) ... 104

Tabel 4.30 Hasil Uji Validitas Kuesioner Variabel Y (Kepuasan Konsumen)... 105

Tabel 4.31 Koefisien Reliabilitas ... 107

Tabel 4.32 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian ... 107

Tabel 4.33 Model Taksiran ... 109

Tabel 4.34 ANOVA ... 111

(45)

Dian Patmawati, 2012

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Tabel 4.36 Korelasi Spearman ... 114

Tabel 4.37 Korelasi Ganda ... 115

DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Konsep Kepuasan Konsumen... 23

Gambar 2.2 Alur Produk ... 34

Gambar 2.3 Kerangka Pemikiran ... 46

Gambar 2.4 Paradigma Pemikiran……….……46

Gambar 4.1 Responden berdasarkan Jenis Kelamin ... 75

Gambar 4.2 Responden berdasarkan Domisili ... 76

Gambar 4.3 Responden berdasarkan Banyak Kunjungan ... 77

Gambar 4.4 Responden berdasarkan Sumber Informasi ... 78

Gambar 4.5 Responden berdasarkan Usia ... 80

Gambar 4.6 Responden berdasarkan Pekerjaan ... 81

Gambar 4.7 Responden berdasarkan Pendapatan ... 83

Gambar 4.8 Garis Kontinum Variabel Kepuasan Konsumen ... 92

Figur

Tabel 1.2 Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Tabel 1.2

Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung p.6
Tabel 1.4 Kepuasan Pada Rumah Makan Sate

Tabel 1.4

Kepuasan Pada Rumah Makan Sate p.9
Tabel 3.1 Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung

Tabel 3.1

Lima Rumah Makan Sate Klasifikasi C di Kota Bandung p.14
Tabel 3.2

Tabel 3.2

p.16
Tabel 3.3

Tabel 3.3

p.22
Tabel 3.4 Koefisien Korelasi

Tabel 3.4

Koefisien Korelasi p.29

Referensi

Memperbarui...