• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tanaman Transgenik Solusi atau Masalah B

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Tanaman Transgenik Solusi atau Masalah B"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Tanaman Transgenik, Solusi atau

Masalah Baru?

Kebutuhan manusia akan makanan, baik dari segi jumlah maupun kualitas selalu meningkat dari tahun ke tahun. Perkembangan ilmu pengetahuan juga semakin cepat untuk

mengimbangi kebutuhan tersebut karena kini manusia tidak bisa mengandalkan pertambahan lahan untuk menambah kuantitas bahan pangan. Salah satu hasil teknologi pangan adalah tanaman transgenik atau Genetically Modified Organism (GMO). Tanaman yang merupakan hasil dari rekayasa genetik terhadap tanaman pangan konvensional telah diproduksi secara massal, seperti jagung, kedelai, kentang dan tomat.

Tanaman Transgenik sebagai Produk Bioteknologi

Jika tanaman biasa menghasilkan sedikit buah, maka peneliti memodifikasi gen atau materi genetik tanaman tersebut sehingga menghasilkan lebih banyak buah. Untuk memastikan panen dapat dilakukan secara teratur, bahkan lebih cepat daripada waktu yang dibutuhkan tanaman konvensional, GMO dibuat untuk tahan terhadap berbagai hama, cuaca ekstrim dan memiliki laju pertumbuhan yang lebih cepat daripada tanaman biasa.

Sifat-sifat tersebut sebenarnya bisa didapatkan dengan cara yang lebih tradisional seperti mengawinkan dua tanaman sejenis yang memiliki sifat-sifat unggul yang saling melengkapi. Seperti yang umum dilakukan, misalnya tanaman padi yang memiliki ketahanan terhadap kondisi minim air dan tahan terhadap serangan hama namun produksi bulir padinya sedikit, disilangkan dengan tanaman padi yang rentan terhadap hama dan kekurangan air namun menghasilkan bulir padi yang banyak sehingga dihasilkan tanaman padi yang tahan terhadap hama dan tahan pada kondisi kekurangan air, serta mampu menghasilkan padi dalam jumlah yang banyak.

Cara penyilangan tersebut memerlukan waktu yang lebih lama untuk mendapatkan galur murni atau tanaman padi yang memiliki sifat-sifat unggul tersebut secara keseluruhan tanpa memunculkan kembali kekurangan dari sifat yang dimiliki oleh kedua induknya. Sedangkan dengan metode transgenik, sifat yang akan dimunculkan dalam suatu tanaman, dapat

dikendalikan denganlebih baik. Sesuai dengan contoh kasus sebelumnya, untuk mendapatkan padi yang tahan terhadap hama, tahan pada kondisi kekurangan air, serta mampu

(2)

Cara Menghasilkan Tanaman Transgenik

Transfer gen merupakan langkah yang paling penting untuk menghasilkan suatu tanaman transgenik. Proses ini merupakan upaya untuk menggabungkan suatu sifat yang diinginkan pada tanaman tertentu. Gen pembawa sifat ini tidak hanya diambil dari tanaman yang sama namun juga bisa dari tanaman jenis lain, bahkan dari bakteri atau hewan. Contoh yang

populer adalah transfer gen dari Bacillus thuringiensis pada jagung dan tanaman lain. Bakteri ini mampu memproduksi suatu jenis protein yang mematikan bagi larva serangga yang merupakan hama bagi tanaman. Dengan mendapatkan transfer gen yang memproduksi protein tersebut, maka tanaman itu akan memiliki insektisida alami di dalam tubuhnya. Contoh lain adalah transfer gen yang dilakukan pada tanaman tomat. Gen dari ikan yang mengkode sifat tahan terhadap kelembaban tinggi ditransfer pada protoplas sel tomat sehingga dihasilkan tomat transgenik yang tidak mudah busuk bahkan jika disimpan dalam tempat lembab sekalipun.

Metode yang dapat dilakukan untuk mentransferkan gen antar makhluk hidup ini adalah sebagai berikut.

1. Penembakan partikel

Teknik paling modern yang telah digunakan saat ini adalah dengan penembakan partikel. Partikel DNA (Deoxyribonucleic Acid) yang merupakan gen pengkode sifat atau protein tertentu yang ingin ditransfer ke sel tanaman ditembakkan dengan suatu alat khusus yang disebut gen gun langsung ke sel target. Partikel DNA yang ditembakkan tersebut menembus dinding sel, membran sel, kemudian larut dan tersebar dalam sel tumbuhan.

2. Karbid silikon

Sesuai dengan namanya, cara transfer gen ini menggunakan tambahan bahan berupa karbid silikon. Suspensi atau campuran cairan dengan sel tanaman ditambahkan karbis silikat dan DNA dari gen yang diinginkan, lalu dilakukan pencampuran suspensi menggunakan alat penggetar yang bernama vortex. Karbid silikat berfungsi sebagai jarum injeksi mikro untuk masuknya gen ke dalam sel tumbuhan.

3. Elektroporasi

(3)

4. Transfer gen dengan vektor Agrobacterium tumefaciens

Cara ini umum dilakukan pada tanaman dikotil. Langkah pertama adalah dengan mengekstrak atau mengambil DNA dari sumbernya lalu memotong bagian yang akan ditransfer pada sel tanaman. Gen ini dititipkan pada bakteri Agrobacterium tumefaciens. Bakteri tersebut kemudian diinfeksikan pada tanaman target sehingga gen yang diinginkan dapat ikut masuk dan tumbuhan target memiliki sifat yang diinginkan.

Keunggulan Tanaman Transgenik

Selain untuk memastikan ketersediaan pangan untuk enam milyar manusia yang ada saat ini, pembuatan tanaman transgenik juga mengatasi masalah yang umumnya terjadi pada

pembudidayaan tanaman tradisional karena sifat unggulnya yang antara lain adalah sebagai berikut.

1. Tahan hama

Kegagalan panen akibat hama dapat menyebabkan kerugian finansial yang serius bagi petani dan dapat menyebabkan kelaparan bagi suatu daerah, bahkan suatu negara. Untuk mengatasi hal ini, petani umumnya menggunakan pestisida buatan. Cara ini selain dapat merusak lingkungan karena pestisida tidak mudah larut dalam air sehingga mencemari tanah dan perairan, juga dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi masyarakat yang mengkonsumsi tanaman pangan tersebut. Dengan menumbuhkan tanaman yang telah dimodifikasi secara genetik, misalnya jagung yang telah disisipi gen Bacillus thuringiensis, penggunaan zat kimia untuk menanggulangi hama dapat dihindari dan biaya perawatan yang dikeluarkan petani juga dapat ditekan.

2. Tahan terhadap penyakit, kondisi cuaca dan kekurangan air

Terdapat berbagai macam virus, bakteri dan jamur yang dapat menyebabkan penyakit yang menggangu pertumbuhan tanaman sehingga dengan adanya teknologi rekayasa genetik pada tanaman budidaya, ketahanan tanaman untuk menghadapi serangan penyakit tersebut dapat dikendalikan. Begitu pula terhadap kondisi cuaca dan masalah ketersediaan air. Secara genetis, tanaman dapat diatur agar memiliki ketahanan terhadap faktor-faktor lingkungan tersebut sehingga dapat tumbuh baik dalam kondisi cuaca yang kurang menentu akibat perubahan iklim global dan minimnya ketersediaan air.

3. Mengandung Nutrisi Lebih Banyak

(4)

4. Dapat disisipi zat lain

Vaksin dan beberapa obat-obatan membutuhkan kondisi penyimpanan khusus yang kadang sulit dilakukan sehingga peneliti mengembangkan tomat dan kentang yang disisipi vaksin atau obat-obatan tertentu untuk memudahkan penyimpanan dan pemberiannya terhadap masyarakat.

Masalah yang Muncul Akibat Tanaman Transgenik

Seperti dua sisi mata uang, selain keuntungan yang menjanjikan dari tanaman transgenik, kita juga perlu mewaspadai dampak negatif dari penerapan bioteknologi ini. Inilah beberapa dampak negatif tersebut.

1. Menyebabkan polusi genetis

Polen atau serbuk sari dari tanaman transgenik dapat membuahi bunga dari tanaman sejenis yang bukan merupakan transgenik. Peristiwa ini dapat menghasilkan varian tanaman dengan kondisi genetis yang tidak dapat diprediksi. Jika berlangsung secara terus menerus, maka dapat muncul tanaman-tanaman baru yang kemungkinan berbahaya karena bisa menjadi gulma super.

2. Hilangnya varietas lokal dan menyebabkan pertanian monokultur

Dengan adanya tanaman transgenik dengan segala keunggulannya, petani cenderung akan memilih untuk menanam tanaman ini daripada tanaman konvensional. Hal ini beresiko terjadinya pertanian monokultur tanpa variasi jenis tanaman dan hilangnya varietas atau jenis tanaman lokal.

3. Menyebabkan alergi dan diduga dapat memicu kanker jika dikonsumsi

Pada orang yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap beberapa jenis protein, mengkonsumsi produk dari tanaman transgenik terbukti dapat menyebabkan alergi. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa mengkonsumsi hasil dari tanaman transgenik dapat memicu kanker. Hal ini dapat terjadi karena pada tanaman hasil modifikasi genetik ini mengandung protein asing yang dapat direspon secara beragam oleh tubuh manusia.

Dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan dari tanaman transgenik, kita dapat memaksimalkan pemanfaatan tanaman transgenik untuk memenuhi kebutuhan pangan, namun juga tetap hati-hati dalam pengembangan dan penggunaannya. Agar terhindar dari polusi genetik, maka lahan untuk menanam tumbuhan transgenik harus jauh atau diisolasi dari lahan pertanian lainnya. Pada kemasan produk tanaman transgenik juga harus

mencantumkan label yang menjelaskan bahwa produk tersebut merupakan hasil dari Genetically Modified Organism.

Referensi

Dokumen terkait

Perkembangan ilmu dan teknologi saat ini berkembang pesat. Seiring dengan itu secara tidak langsung mengubah pola pikir dan cara pandang manusia, termasuk dalam cara

Tahun 2015 tentang Peninjauan Tarif Retribusi Penjualan Produksi Semen Beku Ternak pada Balai Inseminasi Buatan Provinsi Kalimantan Selatan (Berita Daerah

Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 2 dari 12 kelas dan dipilih kelas 8A dan 8B dengan pertimbangan siswa kelas 8 telah

Pada penelitian ini, penulis pen akan mengungkapkan kapkan nilai nilai-nilai pendidikan akhlak dalam novel Surat kecil untuk Tuhan uhan Karya Agnes Davonar kemudian menafsirkan

Seksi Pembangunan Masyarakat Kelurahan Seksi Kesejahteraan Sosial Sekretariat Sub Bagian Umum Sub Bagian Kepegawaian Sub Keuangan Seksi Pelayanan Umum Jabatan Fungsional

Di dalam Pasal 3 Perjanjian Perlindungan Keamanan atau Agreement on Safeguards tentang Prosedur Penyelidikan disebutkan bahwa negara anggota hanya mungkin

Oleh karena itu, upaya-upaya untuk terus mengembangkan profesi pendidik (guru) menjadi suatu syarat mutlak bagi kemajuan suatu bangsa, meningkatnya kualitas pendidik akan

Tujuan dari penelitian adalah Untuk mengetahui respon siklik sambungan balok-kolom beton bertulang bambu dengan dan tanpa kait klem selang karena variasi tulangan dan