• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep Teori Produksi Islami by

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Konsep Teori Produksi Islami by"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

Kata Pengantar

ميحررلا نمحررلا لا مسب

Asslamu’alaikum Wr. Wb

Segala puji bagi Allah SWT serta shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Rasulullah SAW, Ahlul Bait seluruh sahabatnya. Berkat rahmat maunahnya dari Allah SWT peneliti dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini yang berjudul “Konsep Teori Produksi Islami”. Sebagai tugas mata kuliah Mikro Ekonomi Islam.

Peneliti mengucapkan banyak terima kasih kepada Arief Widyananto, M.Si., selaku Dosen Pembimbing atas bimbingnya sehingga peneliti dapat menyelesaikan makalah ini. Peneliti menyadari keterbatasan dan kemampuan yang dimiliki sehingga peneliti yang dalam penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dan bermanfaat demi kesempurnaan makalah ini.

Hanya kepada Allah SWT kami selaku peneliti memohon ampunan dan rahmat-Nya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya untuk kami selaku peneliti dan bagi pembaca. Amin Ya Robbal ‘Alamin.

Kurang lebihnya kami mohon maaf, dan apabila ada kesalahan dalam penulisan makalah ini pun mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya.

Akhirul kalam

Wasslamu’alaikum Wr. Wb

Bekasi, 14 April 2014

(2)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar……… 1

Daftar Pustaka……….... 2

A. Latar Belakang………... 3

B. Rumusan Masalah……….... 3

C. Tujuan Penelitian………. 4

D. Metode Penelitian……… 4

E. Pembahasan……….. 4

1. Pentingnya Produksi………..………… 4

2. Keadilan dan Kesamaan Dalam Produksi Islami………….……. 5

3. Faktor-faktor Produksi…..……….………... 7

4. Fungsi Produksi………...………. 9

5. Analisa Biaya.………... 15

6. Skala Ekonomi………...…………...……… 19

F. Penutup………...………. 20

1. Kesimpulan………...………. 20

(3)
(4)

A.

Latar Belakang

Keadilan ekonomi dan sosial, merupakan salah satu karakteristik yang idealis bagi umat islam, yang harus diterapkan dalam cara hidupnya dan bukan sebagai suatu fenomena. Konsep tersebut haruslah diimplementasikan pada semua area dari hubungan interaksi antar umat manusia, sosial, ekonomi, dan politik.

Di antara semua ajaran islam yang terpenting adalah untuk mewujudkan keadilan dan meniadakan pemanfaatan ataupun eksploitasi dalam transaksi bisnis yang diperbolehkan atas sumber daya yang ada yang digunakan untuk melakukan perbaikan secara tidak adil (‘akl amwal an nas bi al batil), Al-Qur’an memerintahkan umat islam tidak untuk mengingini barang milik orang lain secara bil batil atau secara tidak benar.

Dalam literatur konvensional, teori produksi ditujukan menggunakan masukan (input) untuk produksi dan menjual keluaran atau produk. Seperti halnya dalam teori konsumsi, dalam teori konsumsi, dalam teori produksi juga memberikan penjelasan tentang perilaku produsen memaksimalkan keuntungannya maupun mengoptimalkan efisiensi produksinya. Memaksimalkan keuntungan atau efisiensi produksi tidak akan terlepas dari dua hal; yakni struktur biaya produksi dan revenue yang didapat. Sehingga untuk memberikan pemahaman yang lebih dan dapat juga untuk membedakan konsep syariah dan implikasinya dalam teori produksi, maka dalam buku ini juga akan di bahas tentang dampak pemberlakuan strktur biaya atau revenue. Sedang dalam kenyataannya, sering kali seorang produsen beroperasi dari berbagai macam sumber modal, ada yang berasal dar qard (pinjaman tanpa kompensasi), syirkah (sebagian menggunakan modal dari pihak lain), ada yang berasal dari pinjaman bank yang berbasis bunga, dan lain-lain.

B.

Rumusan Masalah

1. Seberapa pentingnyakah produksi?

2. Bagaimanakah konsep keadilan dan kesamaan dalam produksi islami? 3. Apa sajakah faktor-faktor dalam produksi?

4. Apakah fungsi produksi?

5. Bagaimana analisa biaya dalam produksi?

(5)

C.

Tujuan Penelitian

1. Mencari tahu seberapa pentingnya produksi.

2. Pemahaman akan konsep keadilan dan kesamaan dalam produksi islami. 3. Faktor-faktor dalam produksi.

4. Apa gunanya produksi dalam kehidupan manusia. 5. Analisa biaya dalam produksi.

6. Skala ekonomi dalam produksi.

D.

Metode Penelitian

Penelitian korelasi atau korelasional adalah suatu penelitian untuk mengetahui

hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih tanpa ada upaya untuk mempengaruhi variabel tersebut sehingga tidak terdapat manipulasi variabel (Faenkel dan Wallen, 2008:328). Adanya hubungan dan tingkat variabel ini penting karena dengan mengetahui tingkat hubungan yang ada, peneliti akan dapat mengembangkannya sesuai dengan tujuan penelitian. Jenis penelitian ini biasanya melibatkan ukuran statistik/tingkat hubungan yang disebut dengan korelasi (Mc Millan dan Schumacher, dalam Syamsuddin dan Vismaia, 2009:25). Penelitian korelasional menggunakan instrumen untuk menentukan apakah, dan untuk tingkat apa, terdapat hubungan antara dua variabel atau lebih yang dapat dikuantitatifkan.

Menurut Gay dalam Sukardi (2004:166) penelitian korelasi merupakan salah satu bagian penelitian ex-postfacto karena biasanya peneliti tidak memanipulasi keadaan variabel yang ada dan langsung mencari keberadaan hubungan dan tingkat hubungan variabel yang direfleksikan dalam koefisien korelasi. Selanjutnya, Fraenkel dan Wallen (2008:329) menyebutkan penelitian korelasi ke dalam penelitian deskripsi karena penelitian tersebut merupakan usaha menggambarkan kondisi yang sudah terjadi. Dalam penelitian ini, peneliti berusaha menggambarkan kondisi sekarang dalam konteks kuantitatif yang direfleksikan dalam variabel.

E.

Pembahasan

(6)

Produksi adalah sebuah proses yang telah terlahir di muka bumi ini semenjak manusia menghuni planet ini. Produksi sangat prinsip bagi kelangsungan hidup dan juga peradaban manusia dan bumi. Sesungguhnya produksi lahir dan tumbuh dari menyatunya manusia dengan alam. Maka untuk menyatukan antara manusia dan alam ini, Allah telah menetapkan bahwa manusia berperan sebagai khalifah. Bumi adalah lapangan dan medan, sedang manusia adalah pengelola segala apa yang terhampar di muka bumi untuk dimaksimalkan fungsi dan kegunaannya. Apa yang diungkapkan oleh para ekonom tentang modal dan sistem tidak akan keluar dari unsur kerja atau upaya manusia. Sistem atau aturan tidak lain adalah perencanaan dan arahan. Sedangkan modal (oleh Yusuf Qordhawi) dalam bentuk alat dan prasarana diartikan sebagai hasil kerja yang disimpan. Dengan demikian, factor utama yang dominan dalam produksi adalah kualitas dan kuantitas manusia (labor), sistem atau prasarana yang kemudian kita sebut sebagai teknologi dan modal (segala sesuatu dari hasil kerja yang disimpan).

Tanggung jawab manusia sebagai khalifah adalah mengelola resources yang telah disediakan oleh Allah secara efisien dan optimal agar kesejahteraan dan keadilan dapat ditegakkan. Satu yang tidak boleh dan harus dihindari oleh manusia adalah berbuat kerusakan di muka bumi. Dengan demikian, segala macam kegiatan ekonomi yang diajukan untuk mencari keuntungan tanpa berakibat pada peningkatan utility atau nilai guna resources tidak disukai dalam Islam. Nilai universal lain dalam ekonomi Islam tentang produksi dan memproduksi dan memanfaatkan output produksi pada jalan kebaikan dan tidak menzalimi pihak lain. Dengan demikian, penentuan input dan output dari produksi haruslah sesuai dengan hukum Islam dan tidak mengarahkan kepada kerusakan.

2. Keadilan dan Kesamaan Dalam Produksi Islami

Islam hanya membolehkan usaha yang dilakukan dengan adil, jujur dan cara yang bijaksana. Sedangkan usaha yang tidak adil dan salah, sangat dicela. Sebab usaha semacam ini dapat menimbulkan ketidakpuasan pada masyarakat dan akhirnya menyebabkan kehancuran. Karena itu, sistem ekonomi Islam bebas dari kesewenang-wenangan, ekspoitasi model kapitalisme dan kediktatoran model komunisme.

(7)

ekonominya, sehingga orang dapat memperoleh harta sebanyak-banyaknya. Islam tidak pula terlalu mengikat manusia dengan pengawasan ekonomi seperti yang dilakukan komunisme, sehingga orang-orang kehilangan kebebasan secara total dan dan juga tidak menekan sehingga setiap manusia kehilangan seluruh kebebasan individunya.

Islam telah memberikan prinsip-prinsip produksi yang adil dan wajar dalam sebuah bisnis di mana mereka dapat memperoleh kekayaan tanpa mengeksploitasi individu-individu lainnya atau merusak kemaslahatan masyarakat. Dengan demikian, ekonomi Islam akan terbebas dari kezaliman dan penindasan. Sistem ekonomi Islam telah memberikan keadilan dan persamaan prinsip produksi sesuai kemampuan masing-masing tanpa menindas orang lain atau menghancurkan masyarakat.

Al-Quran tidak menyetujui cara-cara perolehan kekayaan yang mendatangkan keuntungan di satu pihak dan menyebabkan kerugian di pihak lain, atau di mana penghasilan seseorang mengorbankan kemaslahatan masyarakat (umum). Suatu yang diridhai dalam Islam adalah perdagangan suka sama suka, yaitu perdagangan yang saling menguntungkan baik bagi penjual atau pembeli.

Jika seseorang mencari dan mendapatkan kekayaan dengan cara yang tidak benar ia tidak hanya merusak usaha dirinya, tetapi akan menciptakan kondisi yang tidak harmonis dipasar yang pada akhirnya akan menghancurkan usaha orang lain. Menyebabkan kebencian, permusuhan, penipuan, ketidakjujuran, kekerasan, saling menindas antar masyarakat dan merusak solodaritas. Merusak sistem ekonomi dan akhirnya akan menghancurkan keseluruhan sistem sosial termasuk orang yang melakukan tindak kekerasan.

Al-Quran juga menjelaskan bagaimana bangsa pada jaman-jaman yang telah lalu mengalami kehancuran karena menggunkan cara yang tidak adil dan salah dalam melakukan usaha bersama. Dalam surat An-Nisaa’ Al-Quran memperhitungkan kejahatan dan penganiayaan yang dilakukan orang yahudi, dengan firman-Nya dalam An-Nisaa’: 161 “Dan disebabkan mereka memakan riba, padahal Sesungguhnya mereka Telah dilarang daripadanya, dan Karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. kami Telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.” (An-Nisaa’: 161).

(8)

Orang yang mencapai kehidupan bahagia dan makmur yang berlangsung lama di dunia dan akhirat, adalah mereka yang menjalani kehidupan dengan semestinya dan tabah, berpegang pada prinsip kebenaran dan keadilan seperti diterangkan diatas. Sesungguhnya segala bentuk produksi, yang diperoleh dengan tidak adil dan batil diharamkan Islam. Hanya cara yang adil dan seimbang dalam produksi yang diperbolehkan.

Tidak diragukan lagi bahwa produksi dalam sebuah bisnis dalam ekonomi harus dilakukan dengan adil, jujur dan cara yang bijaksana, tidak diperkenankan usaha yang tidak adil dan salah. Usaha yang salah, tidak adil dan jujur akan mengakibatkan kehancuran dalam masyarakat. Prinsip yang adil dan seimbang adalah suatu sistem ekonomi yang tidak terlalu bebas seperti sistem kapitalis dan menekan seperti sistem komunis, tidak ada kesewenang-wenangan dan eksploitasi yang merusak individu dan masyarakat banyak, terbebas dari kezaliman dan penindasan yang dilakukan para produsen yang tidak bertanggungjawab kepada konsumen. Usaha yang dianjurkan dalam Islam adalah usaha yang dilakukan suka sama suka, tidak menguntungkan disebagian pihak dan merugikan pihak lain.

3. Faktor-faktor Produksi

Faktor produksi adalah sumber daya yang digunakan dalam sebuah proses produksi barang dan jasa. Pada awalnya, faktor produksi dibagi menjadi empat kelompok, yaitu tenaga kerja, modal, sumber daya alam, dan kewirausahaan. Namun pada perkembangannya, faktor sumber daya alam diperluas cakupannya menjadi seluruh benda tangible, baik langsung dari alam maupun tidak, yang digunakan oleh perusahaan, yang kemudian disebut sebagai faktor fisik (physical resources). Selain itu, beberapa ahli juga menganggap sumber daya informasi sebagai sebuah faktor produksi mengingat semakin pentingnya peran informasi di era globalisasi ini.(Griffin R: 2006) Secara total, saat ini ada lima hal yang dianggap sebagai faktor produksi, yaitu tenaga kerja (labor), modal (capital), sumber daya fisik (physical resources), kewirausahaan (entrepreneurship), dan sumber daya informasi (information resources).

Sumber daya fisik (

physical resources

) [R]

(9)

Tenaga kerja (labor) [L]

Tenaga kerja merupakan faktor produksi insani yang secara langsung maupun tidak langsung menjalankan kegiatan produksi. Faktor produksi tenaga kerja juga dikategorikan sebagai faktor produksi asli. Dalam faktor produksi tenaga kerja, terkandung unsur fisik, pikiran, serta kemampuan yang dimiliki oleh tenaga kerja. Oleh karena itu, tenaga kerja dapat dikelompokan berdasarkan kualitas (kemampuan dan keahlian) dan berdasarkan sifat kerjanya.

Berdasarkan kualitasnya, tenaga kerja dapat dibagi menjadi tenaga kerja terdidik, tenaga kerja terampil, dan tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih. Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang memerlukan pendidikan tertentu sehingga memiliki keahlian di bidangnya, misalnya dokter, insinyur, akuntan, dan ahli hukum. Tenaga kerja terampil adalah tenaga kerja yang memerlukan kursus atau latihan bidang-bidang keterampilan tertentu sehingga terampil di bidang-bidangnya. Misalnya tukang listrik, montir, tukang las, dan sopir. Sementara itu, tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih adalah tenaga kerja yang tidak membutuhkan pendidikan dan latihan dalam menjalankan pekerjaannya. Misalnya tukang sapu, pemulung, dan lain-lain.

Berdasarkan sifat kerjanya, tenaga kerja dibagi menjadi tenaga kerja rohani dan tenaga kerja jasmani. Tenaga kerja rohani adalah tenaga kerja yang menggunakan pikiran, rasa, dan karsa. Misalnya guru, editor, konsultan, dan pengacara. Sementara itu, tenaga kerja jasmani adalah tenaga kerja yang menggunakan kekuatan fisik dalam kegiatan produksi. Misalnya tukang las, pengayuh becak, dan sopir.

Modal (capital) [K]

Yang dimaksud dengan modal adalah barang-barang atau peralatan yang dapat digunakan untuk melakukan proses produksi. Modal dapat digolongkan berdasarkan sumbernya, bentuknya, berdasarkan pemilikan, serta berdasarkan sifatnya. Berdasarkan sumbernya, modal dapat dibagi menjadi dua: modal sendiri dan modal asing. Modal sendiri adalah modal yang berasal dari dalam perusahaan sendiri. Misalnya setoran dari pemilik perusahaan. Sementara itu, modal asing adalah modal yang bersumber dari luar perusahaan. Misalnya modal yang berupa pinjaman bank.

(10)

dengan modal abstrak adalah modal yang tidak memiliki bentuk nyata, tetapi mempunyai nilai bagi perusahaan. Misalnya hak paten, nama baik, dan hak merek.

Berdasarkan pemilikannya, modal dibagi menjadi modal individu dan modal masyarakat. Modal individu adalah modal yang sumbernya dari perorangan dan hasilnya menjadi sumber pendapatan bagi pemiliknya. Contohnya adalah rumah pribadi yang disewakan atau bunga tabungan di bank. Sedangkan yang dimaksud dengan modal masyarakat adalah modal yang dimiliki oleh pemerintah dan digunakan untuk kepentingan umum dalam proses produksi. Contohnya adalah rumah sakit umum milik pemerintah, jalan, jembatan, atau pelabuhan.

Terakhir, modal dibagi berdasarkan sifatnya: modal tetap dan modal lancar. Modal tetap adalah jenis modal yang dapat digunakan secara berulang-ulang. Misalnya mesin-mesin dan bangunan pabrik. Sementara itu, yang dimaksud dengan modal lancar adalah modal yang habis digunakan dalam satu kali proses produksi. Misalnya, bahan-bahan baku.

Kewirausahaan (entrepreneurship) [E]

Faktor kewirausahaan adalah keahlian atau keterampilan yang digunakan seseorang dalam mengkoordinir faktor-faktor produk.

Sumber daya informasi (information resources) [T]

Sumber daya informasi adalah seluruh data yang dibutuhkan perusahaan untuk menjalankan bisnisnya. Data ini bisa berupa ramalan kondisi pasar, pengetahuan yang dimiliki oleh karyawan, dan data-data ekonomi lainnya.

4. Fungsi Produksi

1. Fungsi Produksi: Produk Total, Produk Marginal, dan Produk Rata-rata Fungsi produksi adalah fungsi yang menentukan output dari perusahaan untuk semua kombinasi masukan. Sebuah fungsi meta-produksi (kadang-kadang fungsi

(11)

Dengan kata lain, diberikan himpunan semua kombinasi teknis layak output dan input, hanya mencakup kombinasi output maksimum untuk satu set input tertentu akan merupakan fungsi produksi. Atau, fungsi produksi dapat didefinisikan sebagai spesifikasi persyaratan masukan minimum yang diperlukan untuk menghasilkan jumlah output yang ditunjuk, mengingat teknologi yang tersedia. Hal ini biasanya dianggap bahwa fungsi produksi yang unik dapat dibangun untuk setiap teknologi produksi.

Empat fungsi terpenting dalam fungsi produksi dan operasi adalah:

1. Proses pengolahan, merupakan metode atau teknik yang digunakan untuk pengolahan masukan (inputs),

2. Jasa-jasa penunjang, merupakan sarana yang berupa pengorganisasian yang perlu untuk penetapan teknik dan metode yang akan dijalankan, sehingga proses pengolahan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.

3. Perencanaan, merupakan penetapan keterkaitan dan pengorganisasian dari kegiatan produksi dan operasi yang akan dilakukan dalam suatu dasar waktu atau periode tertentu.

4. Pengendalian atau perawatan, merupakan fungsi untuk menjamin terlaksananya kegiatan sesuai dengan yang direncanakan, sehingga maksud dan tujuan untuk penggunaan dan pengolahan masukan (inputs) pada kenyataannya dapat dilaksanakan .

”Jadi fungsi produksi merupakan suatu kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang, mengubah sesuatu yang nilainya lebih rendah menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih tinggi dengan menggunakan sumber daya yang ada, seperti bahan baku, tenaga kerja, mesin dan sumber-sumber lainnya, sehingga produk yang dihasilkan dapat memberikan kepuasan pada konsumen.” Dengan demikian untuk membuktikan apakah produksi tersebut telah berjalan atau tidak, maka diperlukan suatu pemeriksaan yaitu pemeriksaan manajemen. Sedangkan program pemeriksaan manajemen pada fiingsi produksi yang akan dilakukan adalah perencanaan dan pengendalian produksi, tenaga kerja produksi, fasilitas produksi, dan pelaksanaan proses produksi.

(12)

Perusahaan diasumsikan membuat pilihan tentang alokasi berapa banyak masing-masing faktor input untuk digunakan dan berapa banyak output untuk menghasilkan, mengingat biaya (harga pembelian) dari setiap faktor, harga jual output, dan penentu teknologi diwakili oleh fungsi produksi. Sebuah membingkai keputusan di mana satu atau lebih input yang dipertahankan konstan dapat digunakan, misalnya, (fisik) modal dapat diasumsikan tetap (konstan) dalam jangka pendek , dan input tenaga kerja dan kemungkinan lainnya seperti variabel bahan baku, sementara dalam jangka panjang , jumlah modal dan faktor-faktor lain yang dapat dipilih oleh perusahaan adalah variabel. Dalam jangka panjang, perusahaan bahkan mungkin memiliki pilihan teknologi, diwakili oleh berbagai fungsi produksi mungkin.

Hubungan antara output ke input adalah non-moneter, yaitu fungsi produksi berkaitan input fisik untuk output fisik, dan harga dan biaya yang tidak tercermin dalam fungsi. Tetapi fungsi produksi tidak model lengkap dari proses produksi: sengaja abstrak dari aspek inheren dari proses produksi fisik yang sebagian orang akan berpendapat sangat penting, termasuk kesalahan, entropi atau limbah. Selain itu, fungsi produksi tidak biasanya model proses bisnis , baik, mengabaikan peran manajemen. (Untuk primer pada elemen fundamental dari teori produksi ekonomi mikro, melihat dasar-dasar teori produksi ).

Tujuan utama dari fungsi produksi adalah untuk mengatasi efisiensi alokatif dalam penggunaan input faktor dalam produksi dan distribusi yang dihasilkan pendapatan untuk faktor-faktor. Berdasarkan asumsi-asumsi tertentu, fungsi produksi dapat digunakan untuk memperoleh sebuah produk marjinal untuk setiap faktor, yang berarti pembagian yang ideal dari pendapatan yang dihasilkan dari output ke pendapatan karena masing-masing faktor input produksi.

Produksi Total : P = f (Q)

P = keluaran ; Q = masukan

Produksi Marjinal : MU = R’ ≈ = f’ (Q)

Produk total tak lain adalah Integral dari Produk marjinal

U = ∫ MP d Q = ∫ f’ (Q) d Q Contoh Soal:

(13)

Ta

Dalam persamaan produk total juga kontanta k = 0, sebab tidak aka nada barang (P) yang dihasilkan jika tidak ada bahan (X) yang diolah atau

digunakan.

 Tahap I menunjukkan tenaga kerja yang masih sedikit, apabila ditambah akan meningkatkan total produksi, produksi rata-rata dan produksi marginal.

 Tahap II Produksi total terus meningkat sampai produksi optimum sedang produksi rata-rata menurun dan produksi marginal menurun sampai titik nol.

 Tahap III Penambahan tenaga kerja menurunkan total produksi, dan produksi

(14)

2. Menentukan Fungsi Produksi

Fungsi produksi dapat dinyatakan dalam bentuk fungsional sebagai sisi kanan

Q = f (X1,X2,X3 ,…, X n)

di mana:

Q = jumlah output

X1, X 2, X 3,…, X n = jumlah input faktor (seperti modal, tenaga kerja, tanah atau bahan baku, dan lainnya).

Jika Q bukan matriks (yaitu skalar, vektor, atau bahkan matriks diagonal), maka bentuk ini tidak mencakup produksi bersama, yang merupakan proses produksi yang memiliki beberapa co-produk. Di sisi lain, jika f peta dari R n ke R k maka fungsi produksi bersama mengekspresikan penentuan jenis k output yang berbeda berdasarkan pada penggunaan bersama dari jumlah tertentu dari input n.

Salah satu formulasi, tidak mungkin relevan dalam praktek, adalah sebagai fungsi linear:

Q = a + b X1 + cX2 + d X3 + …

di mana a, b, c, dan d adalah parameter yang ditentukan secara empiris.

3. Produksi Jangka Panjang

Yaitu produksi yang semua inputnya dapat dirubah. a. Kurva produksi sama (isoquant)

Isoquant menunjukkan kombinasi 2 macam input yang berbeda yang menghasilkan output yang sama.

Ciri-ciri isoquant:

• Mempunyai kemiringan negative.

• Semakin ke kanan kedudukan isoquant menunjukkan semakin tinggi jumlah output.

(15)

b. Garis ongkos sama (isocost)/ kurva biaya sama.

Menunjukkan semua kombinasi 2 macam input yang dibeli perusahaan dengan pengeluaran total dan harga faktor produksi tertentu.

c. Meminimumkan biaya produksi

Untuk meminimumkan biaya produksi maka kemiringan garis isocost harus sama dengan isoquan atau ΔK PL

=

(16)

5. Analisa Biaya

1. Fungsi Biaya

Biaya produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan-bahan mentah yang akan digunakan untuk menciptakan barang – barang yang diproduksikan oleh perusahaan tersebut.

Fungsi Biaya Produksi, hubungan input dan output (besarnya biaya produksi dipengaruhi jumlah output, besarnya biaya output tergantung pada biaya atas input yang digunakan).

Perilaku biaya produksi , dipengaruhi; 1. Karakteristik fungsi produksi

2. Harga input yang digunakan dalam proses produksi. Dua jenis biaya produksi:

1. Biaya eksplisit adalah pengeluaran perusahaan yang berupa pembayaran dengan uang untuk mendapatkan faktor produksi dan bahan mentah yang dibutuhkan perusahaan.

(17)

Jangka waktu analisis:

1. Jangka pendek, yaitu jangka waktu dimana sebagian faktor produksi tidak dapat ditambah jumlahnya.

2. Jangka panjang, yaitu jangka waktu dimana semua faktor produksi bersifat variabel.

Beberapa pengertian biaya dalam jangka pendek: 1. Biaya tetap total (total fixed cost)

2. Biaya variabel total (total variable cost) 3. Biaya marjinal (marginal cost)

4. Biaya tetap rata-rata (per unit) atau average fixed cost 5. Biaya variabel rata-rata (per unit) atau average variable cost 6. Biaya total (total cost)

7. Biaya rata-rata (average cost)

Biaya tetap total (Total fixed cost/TFC)

Biaya tetap total yaitu keseluruhan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor produksi yang bersifat tetap. Contoh : pembelian mesin, bangunan dan lain-lain.

Biaya variabel total (total variable cost/TVC)

Biaya variabel total yaitu keseluruhan biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh faktor produksi yang bersifat variabel. Misalnya biaya tenaga kerja, pembelian bahan baku, bahan penolong, dan lain-lain.

Biaya marjinal (marginal cost/MC)

Biaya marjinal yaitu kenaikan biaya yang dikeluarkan perusahaan sebagai akibat kenaikan satu unit output.

MCn = TCn - TCn-1

Biaya tetap rata-rata (average fixed cost/AFC)

Biaya tetap rata-rata yaitu biaya tetap yang dibebankan kepada satu unit output.

AFC = TFC / Q

Q = jumlah output yang dihasilkan dari penggunaan sejumlah biaya tetap total tertentu.

Biaya variabel rata-rata (average variable cost/AVR)

Biaya variabel rata-rata yaitu biaya variabel yang dibebankan kepada kepada setiap unit output.

(18)

Biaya total (total cost/TC)

Biaya total yaitu keseluruhan biaya produksi yang digunakan untuk menghasilkan sejumlah output tertentu baik yang bersifat tetap maupun variabel.

TC = TFC + TVC

Biaya rata-rata (average cost/AR)

Biaya rata-rata Yaitu biaya diproduksi yang diperhitungkan untuk setiap unit output. AR = TC/Q.

2. Dampak Sistem Bunga Vs Bagi Hasil

Karakteristik dari system bunga dalam analisis biaya produksi adalah adanya biaya bunga yang harus di bayarkan oleh produsen bersifat tetap. Sehingga biaya bunga akan menjadi bagian dari fixed cost, dengan kata lain, berapapun jumlah output yang diproduksi bunga tetap harus di bayar. Konsekuensi lebih lanjut, keberadaan biaya bunga akan meningkatkan total biaya.

(19)

Adanya beban bunga yang harus dibayar produsen sama sekali tidak akan memengaruhi kurva permintaan. Oleh karena itu, kurva total penerimaan dalam system bunga adalah TRi = TR.

Berbeda dengan system bunga, pada system bagi hasil, kurva fixed cost tidak terpengaruh, tetapi pemberlakuan system ini akan berpengaruh terhadap kurva TR.

Jadi, bila dalam system bunga yang berubah adalah kurva TC, sedangkan dalam system bagi hasil adalah kurva TR akan berputar ke arah jarum jam dengan titik 0 sebagai titik putarannya. Semakin besar nisbah bagi hasil yang diberikan kepada pemodal (ekstremnya limit dari nisbah 0:100) maka kurva TR itu semakin mendekati horizontal sumbu X.

Dari sisi BEP, kita tidak dapat menjawab pertanyaan apakah penggunaan system bunga akan membawa perilaku produsen untuk berproduksi pada tingkat output yang lebih kecil, lebih besar atau sama dengan tingkat output dengan system bagi hasil?

(20)

Bila yang disepakati adalah mudhorobah yang biaya-biaya ditanggung oleh si pemodal, atau dengan kata lain, dengan sistem bagi untung (profit sharing), maka kurva total penerimaan berputar ke arah jarum jam dengan titik BEP sebagai sumbu putarannya. Tingkat produksi sebelum titik BEP tercapai (Q < Qps) adalah keadaan dimana total biaya lebih besar daripada total penerimaan (TC > TR). Dalam keadaan ini, belum ada keuntungan yang dapat dibagihasilkan. Sesuai kesepakatan bahwa biaya ditanggung oleh si pemodal, maka kerugian itu menjadi beban si pemodal. Itu sebabnya kurva total penerimaan TR berputar ke arah jarum jam dengan titik BEP sebagai sumbu putarnya.

6. Skala Ekonomi

(21)

saling berhubungan: pengembalian skala yang terjadi dari sisi biaya produksi merupakan ekonomi skala.

Sebagaimana telah dijelaskan terlebih dahulu, total revenue sistem bagi hasil akan berputar ke arah jarum jam, sedangkan total revenue sistem bunga tetap pada tempatnya tidak berputar. Secara grafis, total revenue sistem bagi hasil digambarkan dengan TRrs, total revenue untuk sistem bagi keuntungan (profit sharing) dinotasikan dengan TRps. Sedangkan total revenue sistem bunga digambarkan dengan TRi.

Ambillah titik mana saja pada sumbu Y sebagai titik yang menggambarkan total revenue yang sama (TR yang sama). Kemudian tariklah garis horizontal sampai memotong TR dan TRrs. Untuk masing-masing perpotongan antara garis horizontal dengan TR dan TRrs, tariklah garis vertikal ke bawah ke sumbu X. Ternyata untuk total revenue yang sama (TR yang sama), jumlah produksi sistem bagi hasil (Q) selalu lebih besar dibandingkan jumlah produksi dengan sistem bunga (Qi). Jadi, sistem bagi hasil bukan saja lebih efisien, tetapi juga akan mendorong produsen untuk berproduksi pada skala ekonomi yang lebih besar.

F.

Penutup

1. Kesimpulan

(22)

Dalam konsep ekonomi konvensional (kapitalis) produksi dimaksudkan untuk memperoleh laba sebesar besarnya, berbeda dengan tujuan produksi dalam ekonomi konvensional, tujuan produksi dalam islam yaitu memberikan Mashlahah yang maksimum bagi konsumen.

Walaupun dalam ekonomi islam tujuan utamannya adalah memaksimalkan mashlahah, memperoleh laba tidaklah dilarang selama berada dalam bingkai tujuan dan hukum islam. Dalam konsep mashlahah dirumuskan dengan keuntungan ditambah dengan berkah.

2. Saran

(23)

DAFTAR PUSTAKA

Assyifarahmah, Lyam. 2011. Fungsi Produksi.

http://lyamarsady.blogspot.com/2011/12/fungsi-produksi.html. Diakses tanggal 5 Mei 2014.

Annisa, Witri. 2010. Metode Penelitian Korelasional.

http://bintangkecilungu.wordpress.com/2010/10/31/metode-penelitian-korelasional-2/. Diakses

tanggal 5 Mei 2014.

Charlene. 2014. Fungsi Produksi dan Fungsi Biaya.

http://charlenekwee.blogspot.com/2014/01/fungsi-produksi-dan-biaya.html. Diakses tanggal 5 Mei 2014.

Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia. 2011. Bisnis Islami: Keadilan dalam Produksi Islami.

https://www.facebook.com/notes/jaringan-pengusaha-muslim-indonesia/bisnis-islami-keadilan-dalam-produksi-islami/295447460475238?comment_id=4217945. Diakses tanggal 5 Mei 2014.

Karim, A. Adiwarman. 2010. Ekonomi Mikro Islami. Jakarta: Rajawali Pers.

Kismawadi, Early Ridho. 2010 Teori Produksi Islami.

http://kismawadi.blogspot.com/2010/04/teori-produksi-islam_15.html. Diakses tanggal 5 Mei 2014.

Singgaling, David. 2013. Teori Produksi. http://www.slideshare.net/davidsigalingging/teori-produksi-27141899. Diakses tanggal 5 Mei 2014.

Referensi

Dokumen terkait

Pendidikan antikorupsi kepada pelajar telah dilakukan oleh KPK sejak tahun 2008, dimana pada tanggal 22 Oktober 2008, diluncurkan buku seri pendidikan anti korupsi untuk pelajar

Praktik pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Rembang 2, sebagian besar informan memberikan ASI eksklusif karena menganggap bahwa ASI penting untuk

Selain itu, dalam infrastruktur jaringan pada sistem akademik perguruan tinggi di Palembang juga harus bersifat dinamis yang bisa dimungkinkan untuk melakukan perubahan sesuai

Hasil penelitian memperlihatkan adanya perbedaan pH pada tiap lokasi pengambilan sampel, tetapi secara keseluruhan nilai rata-rata pH di perairan zona pemanfaatan

Pertama, Pada tanggal 28 Desember 2012 sekitar pukul 10.30 WIB petugas KPPBC Pasar Baru dan petugas Subdit Narkotika Dit P2 DJBC, disaksikan petugas kantor pos melakukan pemeriksaan

KETIGA : Tim Pakar Pemberdayaan Sosial Terhadap Komunitas Adat Terpencil sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEDUA huruf a, dengan susunan keanggotaan terdiri atas

Keuntungan (Kerugian) dari Perubahan Nilai Aset Keuangan dalam Kelompok Tersedia untuk Dijual..

Adanya panas merupakan salah satu penyebab menumnnya kualitas monolit blok hasil proses sementasi, karena efek panas pada blok monolk dapat menyebabkan degradasi ikatan antar