BAHASA INDONESIA
ANALISIS LIRIK LAGU BENTO
oleh:
Nama : Maryatul Qibtiyah
NIM : 1125134542
Jurusan : Psikologi
Fakultas : Ilmu Pendidikan
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
JAKARTA
Akt
Meliputi sandang, pangan, papan, dan sex. b. Kebutuhan Keamanan
Kebutuhan akan keamanan jiwa manusia di mana pun ia berada, termasuk juga harta, perlakuan yang adil, jaminan pensiun, dan jaminan hari tua.
c. Kebutuhan Sosial
Sebagai makhluk sosial, manusia memiliki kebutuhan akan perasaan diterima oleh orang lain (sense of belonging), kebutuhan untuk maju dan tidak gagal (sense of achievement), dan kekuatan ikut serta (sense of participation).
d. Kebutuhan Penghargaan
Setiap manusia merasa dirinya paling penting melahirkan perilaku untuk dapat berprestasi dan ikut berprestasi dalam berbagai kegiatan sosial. Semakin tinggi kedudukan seseorang, maka semakin banyak hal yang digunakan sebagai simbol statusnya, misalnya: mobil dan rumah mewah, perhiasan, dan barang elektronik.
e. Aktualisasi Diri
Manusia yang berada pada tahap ini, cenderung untuk selalu mengembangkan diri dan berbuat yang paling baik. Manusia tidak lagi memikirkan empat kebutuhan di bawahnya, karena semua itu telah terpenuhi.
Namaku Bento, rumah real estate Mobilku banyak, harta melimpah Orang memanggilku bos eksekutif Tokoh papan atas, atas segalanya Asyik...!
Wajahku ngganteng, banyak simpanan Sekali lirik oke sajalah
Bisnisku menjagal, jagal apa saja Yang penting aku senang, aku menang Persetan orang susah karena aku Yang penting asyik, sekali lagi Asyik...!
Khotbah soal moral, omong keadilan sarapan pagiku
Aksi tipu-tipu, lobying dan upeti wow...jagonya
Maling kelas teri, bandit kelas coro itu kantong sampah
Siapa yang mau berguru datang padaku Sebut tiga kali namaku
Bento, Bento, Bento Asyik...!
III. ANALISIS LIRIK LAGU
Tokoh Bento yang terdapat dalam lirik lagu tersebut menggambarkan kebutuhan manusia yang dikemukakan oleh Maslow.
a. Bait pertama:
Tokoh papan atas, atas segalanya Asyik...!
Harta kekayaan yang dimiliki Bento seperti, rumah real estate, mobil, dan harta yang melimpah, digunakan sebagai simbol statusnya atau dengan kata lain untuk menunjukkan kedudukannya sebagai “Bos Eksekutif” dan “tokoh Papan Atas”. Disebut juga sebagai prestise (gengsi). Ini menunjukkan bahwa Bento sangat ingin diperhatikan dan dihargai oleh orang lain. Jadi, Bento telah memasuki tingkat kebutuhan manusia pada tahap keempat yaitu Kebutuhan Penghargaan.
b. Bait kedua:
Wajahku ngganteng, banyak simpanan Sekali lirik oke sajalah
Bisnisku menjagal, jagal apa saja Yang penting aku senang, aku menang Persetan orang susah karena aku Yang penting asyik, sekali lagi Asyik...!
Bait di atas menggambarkan bahwa Bento berada pada tahap Kebutuhan Keamanan. Dia tidak lagi dipusingkan dengan kekhawatiran tidak mendapatkan pekerjaan yang layak, karena bisnisnya ada di mana-mana. Setelah melalui tahap tersebut, Bento memasuki tahap selanjutnya yaitu tahap Kebutuhan Sosial. Dijelaskan dalam lirik, bahwa Bento memiliki wajah yang tampan dan mempunyai banyak simpanan (pemuas kebutuhan sosial). Sebagai makhluk sosial Bento memiliki kebutuhan sosial berupa perasaan diterima oleh orang lain di mana pun ia berada. Dengan memiliki kelebihan fisik, aktif dan suppel, Bento dapat dengan mudah bergaul dan memiliki teman baru. c. Bait ketiga:
Khotbah soal moral, omong keadilan sarapan pagiku
Aksi tipu-tipu, lobying dan upeti wow...jagonya
kekuasaan atau jabatan untuk memeras. Hal ini termasuk dalam tahap kebutuhan sosial dan penghargaan sama dengan analisis bait pertama, namun belum sepenuhnya terpenuhi karena ia menyalahgunakan kekuasaannya atau kepandaiannya untuk hal yang tidak baik. Ini membuat Bento belum bisa masuk ke tahap yang paling tinggi yaitu aktualisasi diri.
d. Bait keempat
Maling kelas teri, bandit kelas coro itu kantong sampah
Siapa yang mau berguru datang padaku Sebut tiga kali namaku
Bento, Bento, Bento Asyik...!
Bento ingin terlibat dalam proses sosial, yaitu menawarkan dirinya kepada siapa saja yang ingin belajar mengenai masalah sosial (maling kelas teri, bandit kelas coro). Dengan cara tersebut, dia akan mendapatkan dukungan dari rekan-rekannya yang membuat dirinya menjadi kuat (need for power). Jadi, ia bisa menikmati tahap kebutuhan penghargaan.