• Tidak ada hasil yang ditemukan

sosiologi pembangunan dampak dari indust

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "sosiologi pembangunan dampak dari indust"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Dampak Yang Timbul Dari Industrialisasi

Pedesaan

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Jumlah pengangguran di Indonesia pada Februari 2014 mencapai 7,2 juta orang dengan tingkat pengangguran Terbuka (TPT) cenderung menurun, dimana TPT Februari 2014 sebesar 5,70 persen turun dari TPT Agustus 2013 sebesar 6,17 persen dan TPT Februari 2013 sebesar 5,82 persen (Badan Pusat Statistik, 2014). Salah satu alternatif yang mengurangi jumlah pengangguran dan meningkatkan pendapatan adalah dengan mengembangkan sektor yang potensial. Salah satu sektor yang potensial tersebut adalah sektor industri.

Jumlah pemuda yang menganggur di pedesaan semakin banyak. Minimnya pendidikan dan kurangnya lapangan pekerjaan di pedesaan menjadikan generasi muda desa terkatung-terkatung masa depannya. Orientasi pembangunan yang lebih mengedepankan perkotaan mendorong pemuda harus keluar dari desanya jika ingin mendapatkan pekerjaan. Pertanian dan perdagangan yang menjadi tumpuan usaha di pedesaan diisi oleh tulang-tulang tua (Kompasiana, 2010). Berdasarkan bentuknya, sektor industri dibagi menjadi dua yaitu sektor industri yang menghasilkan jasa dan sektor industri yang menghasilkan barang, pada kesempatan ini saya akan membahas dampak yang di timbulkan dari proses industri yang menghasilkan barang.

Keberadaan sektor industri berupa pabrik di daerah pedesaan tentu saja memiliki berbagai macam dampak. Mulai dari dampak positif seperti menciptakan keanekaragaman kehidupan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Serta dampak negatif yang ditimbulkan seperti adanya buangan (limbah) yang dihasilkan dari suatu proses produksi yang dapat menimbulkan berbagai macam masalah kesehatan bagi masyarakat.

(2)

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa dampak yang di timbulkan dari industrialisasi pedesaan terhadap lingkungan sekitarnya? 2. Bagaimana pengaruh Industrialisasi terhadap perubahan sosial ekonomi masyarakat sekitarnya?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui dampak apa yang ditimbulkan dari industrialisasi pedesaan.

2. Untuk mengetahui peran sektor indutri terhadap perubahan sosial ekonomi masyarakat sekitarnya.

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Industri

Perindustrian industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, dan/atau barang jadi menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi untuk penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri (UU No. 5 Tahun 1984)

Industri adalah sebuah kesatuan unit usaha yang menjalankan kegiatan ekonomi dengan tujuan untuk menghasilkan barang atau jasa yang berdomisili pada sebuah tempat atau lokasi tertentu dan memiliki catatan administrasi sendiri (Badan Pusat Statistik).

(3)

Industri adalah bidang yang menggunakan ketrampilan dan ketekunan kerja (bahasa Inggris:

industrious) dan penggunaan alat-alat di bidang pengolahan hasil-hasil bumi dan distribusinya sebagai dasarnya. Maka industri umumnya dikenal sebagai mata rantai selanjutnya dari usaha-usaha mencukupi kebutuhan (ekonomi) yang berhubungan dengan bumi, yaitu sesudah pertanian, perkebunan dan pertambangan yang berhubungan erat dengan tanah. Kedudukan industri semakin jauh dari tanah, yang merupakan basis ekonomi, budaya, dan politik. Industri menurut skalanya yaitu:

1. Industri besar adalah usaha industri pengolahan yang mempunyai pekerja atau karyawan 100 orang atau lebih.

2. Industri sedang adalah usaha industri pengolahan yang mempunyai pekerja atau karyawan 20 sampai 99 orang.

3. Industri kecil adalah usaha industri pengolahan yang mempunyai pekerja atau karyawan 5 sampai 19 orang.

4. Industri rumah tangga adalah usaha industri pengolahan yang mempunya pekerja atau karyawan 1 sampai 4 orang.

2.2 Industrialisasi

Industrialisasi adalah suatu proses perubahan sosialekonomi yang mengubah sistem

pencaharian masyarakat agraris menjadi masyarakat industri[1]. Industrialisasi juga bisa diartikan

sebagai suatu keadaan dimana masyarakat berfokus pada ekonomi yang meliputi pekerjaan yang semakin beragam (spesialisasi), gaji, dan penghasilan yang semakin tinggi. Industrialisasi adalah

bagian dari proses modernisasi dimana perubahan sosial dan perkembangan ekonomi erat

hubungannya dengan inovasiteknologi (Wikipedia)

(4)

Industrialisasi merupakan proses peralihan dari satu bentuk masyarakat tertentu, menuju masyarakat industrial modern. Wield (1983:80) mengemukakan tiga jenis definisi untuk memahami industrialisasi antara lain:

1. Residual, industri berarti semua hal yang bukan pertanian.

2. Sektoral, yang mengatakan bahwa industri adalah energi, pertambangan, dan usaha manufaktur.

3. Bersifat mikro dan makro, yaitu sebagai proses produksi, dan yang lebih luas lagi sebagai proses

sosial industrialisas

2.3 Masyarakat Desa

Masyarakat menurut Soekanto (1990) diartikan sebagai manusia yang hidup bersama,

mereka sadar sebagai satu kesatuan dan mereka merupakan suatu sistem yang hidup bersama. Masyarakat desa mempunyai hubungan yang lebih erat daripada masyarakat kota. Sistem kehidupan biasanya berkelompok atas dasar sistem kekeluargaan. Dalam masyarakat desa biasanya tertuju pada keperluan kebutuhan yang bersifat primer seperti makanan, pakaian, dan rumah.

Menurut Nurdin dalam Setyawati (2002) masyarakat adalah segolongan manusia yang

saling berhubungan tetap atau agak tetap, yang diorganisir untuk aktifiitas-aktifitas bersama dan terikat padanya. Masyarakat desa terdiri dari individu dan keluarga-keluarga yang membentuk suatu kelompok sosial yang saling berhubungan antara satu sama lain baik diorganisir maupun tidak untuk mencapai tujuan tertentu (kepentingan pribadi atau kelompok) jelas menunjukkan masyarakat desa hidup berkelompok dimana secara normatif mereka diatur oleh norma-norma, nilai-nilai dan kelembagaan yang bersifat tradisional, sehingga dalam kehidupan sehari-harinya unsur kebersamaan, gotong royong yang bersifat komunal dalam berbagai segi kehidupan masih banyak dikalangan mereka.

III.ISI

3.1 Dampak positif

(5)

jumlah sarana dan prasarana. Perubahan-perubahan tersebut kemudian menimbulkan dampak positif maupun negative. Dampak positif pembangunan industri merupakan kondisi perubahan dalam masyarakat akibat adanya pembangunan industri yang memberikan keuntungan meningkat baik langsung maupun tidak langsung dari kondisi sebelumnya.

Penciptaan Peluang Usaha dan Pekerjaan

Kehadiran industri membawa pengaruh terhadap mata pencaharian penduduk, dimana sebelum adanya industri sebagian besar masyarakat bermata pencaharian sebagai petani dan sebagian lagi terbagi dalam beberapa mata pencaharian tertentu saja seperti buruh industri batu bara dan sebagainya. Dengan dibangun dan berkembangnya industri masyarakat mempunyai peluang usaha yang lebih luas.

Sector pekerjaan lain yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat adalah usaha berdagang, misalnya masyarakat asli desa membangun warung-warung kecil di rumah yang menyediakan kebutuhan sehari-hari, selain lebih ekonomis juga mudah untuk di jangkau

Ketersediaan Sarana dan Prasarana

Bertambahnya jumlah sarana dan prasarana setelah berkembangnya industri telah memberikan kemudahan-kemudahan kepada masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Aktivitas masyarakat sebelum berkembang industri lebih banyak dilakukan untuk pergi ke sawah, atau ke pasar untuk membeli kebutuhan sehari-hari atau menjual hasil pertaniannya, namun saat ini masyarakat dapat dengan mudah melakukan berbagai kegiatan dengan adanya sarana dan prasarana yang memadai baik yang disediakan oleh perusahaan maupun pemerintah daerah.

(6)

sehingga masyarakat desa tidak perlu lagikeluar wilayah dengan berjalan kaki atau menggunakan kenderaan yang tidak memadai untuk menuju kota kecamatan atau kota kabupaten.

3.2. Dampak Negatif

Dari berbagai dampak positif dari Industrialisasi Pedesaan, terdapat pula dampak negatif yang sampai saat ini masih menjadi masalah yang belum dapat terselesaikan dengan baik yaitu limbah. Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik. Yang dimaksud limbah domestik adalah limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah tangga, seperti sampah, air kakus (black water), dan air buangan dari aktivitas domestik lainnya. Sedangkan limbah industri adalah limbah yang dihasilkan dari proses produksi, limbah industri

sendiri terdiri dari 3 macam yaitu limbah cair, limbah padat, dan limbah gas dan partikel. Limbah

sangat berdampak buruk terhadap pencemaran lingkungan sekitar industri seperti pencemaran air bersih, kebisingan suara, dan pencemaran udara. Selain pencemaran lingkungan dampak negatif yang terjadi antara lain adanya potensi konflik akibat adanya kecemburuan sosial antara masyarakat asli desa dengan masyarakat pendatang dalam hal kemudahan mengakses pekerjaan khususnya di sektor industri.

(7)

Upaya yang telah dilakukan dalam mengurangi atau memperkecil terjadinya resiko pencemaran lingkungan memang tidak sepenuhnya menjamin untuk tidak adanya masalah pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan terjadi mengenai air sumur penduduk yang terkontaminasi dengan limbah yang berasal dari pabrik. Kapasitas limbah yang cukup banyak sementara kualitas dan kapasitas penampung limbah kurang memadai akibatnya limbah menyerap dalam tanah sampai ke air sumur masyarakat.

Limbah padat atau sering disebut dengan sampah adalah penyebab utama tercemarnya air dan tanah, sektor industri sendiri menyumbang limbah kimia berupa zat-zat radioaktif dan logam-logam berat, seperti Cu, Hg (air raksa/merkuri), Pb (timah hitam), seng (Zn), Arsen (As), Kadmium (Cd), Kromium (Cr), dan Nikel (Ni). Zat-zat tersebut di atas dapat mengganggu organisme yang hidup di air melalui rantai makanan, zat tersebut akan berpindah dari organisme satu ke organisme lain yang pada akhirnya zat tersebut akan terakumulasi pada konsumen yang menduduki piramida makanan paling atas. Pada dosis tertentu akan berubah menjadi racun.

Kebisingan Suara

Selain pencemaran terhadap air sumur penduduk, pencemaran juga terjadi akibat kebisingan suara yang dihasilkan oleh aktifitas produksi yang melebihi batas. Salah satu cara menguranginya adalah dengan melakukan perbaikan kualitas bangunan agar dapat menurunkan intensitas bising dan menambah pepohonan di sekitar pabrik.

(8)

Limbah gas dan partikel dari sektor industri sendiri menyumbang 3,12 persen dari 1,3 juta

gigagram CO2 equivalen emisi gas rumah kaca di Indonesia, dan 9,63 persen dari penggunaan

energi. Sektor industri penyumbang limbah terbesar adalah industri semen, industri baja, industri pulpen dan kertas, industri tekstil, keramik, pupuk, petrokimia dan industri makanan dan

minuman tertentu (Moh Suleman, 2013). Hal tersebut tentu saja memiliki dampak terhadap masyarakat di sekitar daerah perindustrian.

Pencemaran lingkungan yang juga terjadi adalah polusi udara, dimana polusi tersebut berasal dari kegiatan mesin-mesin produksi pabrik yang pembuangan limbah asapnya melalui cerobong perusahaan, terutama perusahaan yang dalam produksi lebih banyak melakukan kgiatan pembakaran. Selainpolusi udara dihasilkan dari kegiatan industri, polusi udara juga terjadi akibat banyaknya truk-truk perusahaan yang berkapasitas besar keluar masuk pabrik untuk mengangkut hasil produksi perusahaan, hal ini yang kemudian jalan mudah rusak dan menimbulkan debu-debu tebal di jalan.

Poteni Konflik

(9)

Masalah sosial mulai muncul ketika penduduk asli kesulitan memperoleh pekerjaan di sektor industri sehingga terjadi tuntutan-tuntutan warga asli agar bisa mendapatkan pekerjaan.

3.3 Perubahan Sosial Ekonomi

Mata Pencaharian

Memasuki tahun 90-an sampai sekarang jumlah industri terus berkembang dengan pesat baik skala usaha besar maupun sedang/menengah. Hal ini mengakibatkan terjadinya perubahan penggunaan lahan yakni dari lahan pertanian menjadi industri dan pemukiman penduduk.

Perubahan penggunaan lahan secara langsung juga ikut berpengaruh terhadap perubahan mata pencaharian penduduk. Berkurangnya lahan pertanian dan pembebasan tanah penduduk oleh industri mengakibatkan terjadinya pergeseran jenis pekerjaan.

Kesempatan Kerja

Berkembangnya industri di pedesaan memberikan berbagai alternative peluang pekerjaan yang lebih luas, dimana sebelum berkembangnya industri peluang kerja sangat terbatas baik jenis pekerjaan maupun kesempatan kerjanya, tetapai setelah berkembangnya industri peluang untuk memperoleh pekerjaan lebih tersedia baik pekerjaan pada bidang industri maupun usaha berdagang atau jasa.

Tingkat Pendapatan

Dampak pembangunan pada aspek sosial ekonomi yang lain adalah ekonomi rumah tangga yang salah satunya meliputi tingkat pendapatan. Setelah berkembangnya industri tingkat pendapatan meningkat.

Jumlah Sarana dan Prasarana

(10)

Sebelum industri berkembang, sarana dan prasarana belum banyak tersedia salah satunya adalah sarana transportasi, penduduk yang melakukan aktivitas di luar desa jadi terhambat, setelah industri berkembang sarana dan prasarana seperti transportasi lebih memadai.

IV. PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Bedasarkan materi yang telah dibahas, maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Dampak yang ditimbulkan dari industrialisasi pedesaan berupa dampak positif dan dampak

negatif. Dampak positifnya antara lain:

 Penciptaan Peluang Usaha dan Pekerjaan: masyarakat yang sebelumnya mengganggur ataupun

bekerja tetapi gaji yang didapat mencukupi kebutuhannya, terbantu dengan adanya lapangan kerja baru yang lebih menjanjikan.

 Ketersediaan Sarana dan Prasarana: kawasan di sekitar industri akan lebih diuntungkan dengan

adanya sarana dan prasarana yang sebelumnya tidak mereka dapatkan. Berupa pendidikan, kesehatan, transportasi dan lain-lain.

2. Perubahan sosial ekonomi masyarakat meliputi:

 Perubahan mata pencaharian, yaitu sebelum industri bermata pencaharian di sektor pertanian

setelah adanya industri masyarakat beralih ke sektor industri dan jasa.

 Perubahan kesempatan kerja, yaitu setelah berkembangnya industri maka peluang kesempatan

kerja semakin luas.

 Perubahan tingkat pendapatan, adanya perubahan pendapatan masyarakat setelah

berkembangnya industri.

 Perubahan jumlah sarana dan prasarana 4.2 Saran

(11)

1. Pemerintah daerah agar lebih intensif menanggulangi emisi-emisi yang disebabkan oleh industri.

2. Perusahaaan bisa lebih peka terhaadap lingkungan yang semakin buruk akibat polusi yang salah

satu penyebabnya adalah dari pembuangan emisi dari pabrik.

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Limbah#Limbah_industri

http://www.tempo.co/read/news/2013/05/07/090478703/Ini-Dia-Delapan-Industri-Penyumbang-Emisi-Terbesar

http://ridwanaz.com/umum/biologi/mengenal-limbah-industri-dan-berbagai-dampak-bagi-kehidupan-manusia/

http://pengelolaanlimbah.wordpress.com/category/a-pengertian-limbah/ (unread) http://id.wikipedia.org/wiki/Sampah (unread)

http://www.bps.go.id/brs_file/naker_05mei14.pdf

http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2010/11/22/pengangguran-di-desa-320867.html http://id.wikipedia.org/wiki/Industrialisasi

Referensi

Dokumen terkait

Simpulan dari hasil penelitian didapatkan adanya hubungan antara perasaan bersalah dengan kondisi depresi pada perempuan yang melakukan aborsi. Koefisien korelasi sebesar

Hasil penelitian membuktikan psikoedukasi berpengaruh terhadap penurunan tingkat depresi pada pasien kanker serviks yang menjalani kemoterapi yaitu dari nilai mean

Hasil uji BNJ pada perbedaan jenis ikan diperoleh kesimpulan bahwa antara dendeng asap ikan bandeng dan tenggiri tidak memiliki perbedaan yang nyata terhadap nilai kadar

c. Untuk mengetahui pengaruh pendidikan akhlak orang tua terhadap akhlak anak di dalam kelas bagi siswa Madin Miftahul Falah Desa Sidogemah kec Sayung Kab Demak

(1) kemampuan menyadari perilaku jenuh dalam belajar adalah kemampuan untuk menyadari situasi yang menyebabkan perilaku jenuh dalam belajar, emosi yang dirasakan

mendapatkan pengukuran aliran rendah yang optimal pengambilan konstanta secara manual dilakukan dan dibandingkan dengan hasil perhitungan dari pembacaan pada JOFRA. Dari hasil ini

Demi kepentingan ilmu pengetahuan saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul Slaves’ Struggles in America in the 1800s in

ternak dalam cerita Damamak Sampbana juga dapat berbicara layaknya seorang manusia, Damia Sawa yaitu cerita yang menceritakan kisah hidup seorang perempuan bernama