• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN MAHASISWA DENGA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN MAHASISWA DENGA"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN MAHSISWA DENGAN KANTIN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

Fiska Indriyani Dzulvan Muhammad Ilham

Muhammad Naufal Rizkia Umara Dewi Salwani

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepuasan mahasiswa terhadap kantin di Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Hal-hal yang di teliti dalam makalah ini antara lain; pelayananan, cita rasa, tempat, kebersihan, varian makanan, dan kenyamanan. Hal tersebut merupakan permasalahan yang biasa terjadi dan dibahas, serta menjadi faktor mahasiswa mendatangi kantin. Teknik pengambilan data untuk keperluan makalah ini menggunakan teknik wawancara dan observasi langsung di Kantin Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Untuk sampel yang digunakan diambil secara acak di Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebanyak dua puluh responden.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mayoritas mahasiswa merasa tidak puas dengan Kantin Fakultas Ekonomi dan Bisnis juga terhadap pelayanan, cita rasa, tempat, kebersihan, varian makanan, dan kenyamanan. Namun, terdapat juga beberapa mahasiswa yang merasa puas dengan pelayanan, cita rasa, tempat, kebersihan, varian makanan dan kenyamanan yang ada di Kantin Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Penelitian ini pun didasari atas teori-teori yang berhubungan dengan mata kuliah perilaku konsumen. Teori-teori yang dijelaskan dalam makalah ini antara yaitu; teori ekonomi, sosilogis, antropologis, dan pembelajaran. Upaya untuk memberbaiki kualitas dan fasilitas kantin pun saat ini sedang dilakukan sedikit demi sedkiti oleh pihak kampus.

Kata kunci : Gaya Hidup, Hedonisme, Loyalitas

1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

(2)

membeli cemilan. Namun, terkadang beberapa pelanggan datang ke kantin hanya untuk sekedar besantai saja. Kantin biasanya berisi dari beberapa gerobak makanan atau stand makanan yang telah disediakan oleh pihak tempat tersebut. Kantin identik dengan tempat yang wajib ada di sekolah. Akan tetapi, tidak hanya sekolah yang memiliki kantin, universitas dan kantor pun memiliki kantin khusus yang telah tersedia.

Kantin sendiri harus mengikuti prosedur yang berlaku dalam hal penyajian dan pelayanannya. Tidak hanya itu, kantin juga harus memiliki pengolahan kebersihan yang baik demi kenyamanan bersama. Jenis-jenis dari makanan kantin pun beragam, mulai dari cemilan hingga makanan berat biasanya disediakan oleh kantin. Banyak kantin yang menerapkan konsep ‘kantin sehat’ agar makanan yang disediakan terjamin kebersihan dan kesehatanya. Contoh kantin sehat yang patut dijadikan contoh saat ini yaitu kantin-kantin sekolah yang terdapat di Jepang yang sudah menerapkan empat sehat lima sempurna bagi siswanya, juga kebersihan tempat yang patut dicontoh oleh negara-negara lain. Banyak hal yang harus diperhatikan dalam kantin, mulai dari pelayanan, cita rasa, tempat, kebersihan, varian makanan, dan kenyamanan karena hal-hal tersebut yang dapat menentukan tingkat kepuasan pelanggan kantin dalam memanfaatkan fasilitas kantin.

1.2 Batasan Masalah

Pemasalahan dalam makalah ini dibatasi pada aspek aspek berikut. a. Pelayanan,

b. Cita rasa, c. Penelitian ini, d. Kebersihan,

e. Varian makanan, dan f. Kenyamanan.

1.3 Rumusan Masalah

(3)

1. Bagaimanakah tingkat kepuasan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis terhadap Kantin Fakultas Ekonomi dan Bisnis Telkom University?

2. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan mahasiswa terhadap Kantin di Fakultas Ekonomi dan Bisnis?

3. Bagaimanakah tingkat loyalitas mahasiwa terhadap Kantin Fakultas Ekonomi dan Bisnis?

4. Bagaimana upaya memperbaiki kualitas Kantin Fakultas Ekonomi dan Bisnis?

1.4 Tujuan Penelitian

Makalah ini bertujuan untuk mendeskripsikan hal hal berikut:

1. tingkat kepuasan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis terhadap Kantin Fakultas Ekonomi dan Bisnis Telkom University;

2. faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan mahasiswa terhadap Kantin di Fakultas Ekonomi dan Bisnis;

3. tingkat loyalitas mahasiwa terhadap Kantin Fakultas Ekonomi dan Bisnis; dan

4. cara memperbaiki kualitas Kantin Fakultas Ekonomi dan Bisnis. 1.5 Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini dapat bermanfaat untuk:

1. pihak kantin, sebagai masukan atas keluhan-keluhan yang diberikan oleh mahasiswa;

2. peneliti, untuk membandingkan hasil yang didapat dengan realisasi dari kantin Fakultas Ekonomi dan Bisnis; dan

3. pengguna kantin, agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan

(4)

1.6 Metode

Pada penelitian ini penulis menggunakan metode wawancara dan observasi lapangan untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Responden berasal dari kalangan mahasiswa FEB yang pernah mengunjungi dan mencoba makanan di kantin FEB sebanyak 20 orang. Sampel yang digunakan untuk penelitian ini adalah dengan cara random. Metode ini digunakan karena dianggap merupakan metode yang paling efektif untuk mengetahui secara langsung tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kantin FEB. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini yaitu pelayanan, cita rasa, tempat, kebersihan, varian makanan, dan kenyamanan. Variabel-variabel tersebut dirasa akan mendukung isi dari karya penelitian ini.

2. KAJIAN PUSTAKA

2.1 Definisi Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen adalah proses yang berkaitan erat dengan pembelian barang atau jasa. Perilaku konsumen juga merupakan sebuah proses yang dilakukan oleh seseorang atau suatu organisasi berupa kegiatan mencari, membeli, menggunakan, menikmati, mengevaluasi serta melepas produk yang telah mereka pakai atau nikmati (dikonsumsi) untuk melakukan kegiatan konsumsi memenuhi kebutuhannya. Jadi perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Tidak mengherankan bahwa studi mengenai perilaku konsumen berakar langsung pada teori ekonomi. Menurut Engel (1994) “Perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan produk dan jasa, termasuk didalamnya adalah proses keputusan yang mengawali serta mengikuti tindakan pembelian tersebut. Tindakan tersebut adalah terlibat secara langsung dalam proses memperoleh, mengkonsumsi bahkan membuang atau tidak jadi menggunakan suatu produk atau jasa tersebut.”

(5)

kepada produsen. Dan yang terakhir, pada saat setelah pembelian, konsumen menikmati dan mengevaluasi produk tersebut. Ketika memutuskan akan membeli suatu barang atau produk, konsumen selalu memikirkan terlebih dahulu barang yang akan dibeli. Mulai dari harga, kualitas, fungsi atau kegunaan barang tersebut, dan lain sebagainya. Kegiatan memikirkan, mempertimbangkan, dan mempertanyakan barang sebelum membeli merupakan atau termasuk ke dalam perilaku konsumen.

2.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen

Terdapat beberapa teori yang menjelaskan mengenai faktor-faktor yang mendorong proses pembuatan keputusan pembelian, antara lain: 1. Teori Ekonomi

teori ekonomi menganggap bahwa semua konsumen akan selalu berupaya untuk memenuhi kepuasannya dengan maksimal. Para konsumen akan selalu berusaha untuk memaksimalkan kepuasannya selama kondisi finansialnya memungkinkan. Mereka memiliki pilihan alternatif dalam memilih produk yang mereka inginkan. Selama utiltas marginal (marginal utility) masih lebih besar atau sama dengan biaya yang dikorbankan, maka konsumen akan membeli produk tersebut. Dengan teori ekonomi ini, dapat dijealaskan bahwa terdapat perbedaan dalam tingkat kepuasan setiap konsumen;

2. Teori Pembelajaran

(6)

mengetahui pembelajaran-pembelajaran apa saja yang telah didapat oleh customer sehingga perusahaan bisa memperbaiki dan meningkatkan kualitas serta kinerja. Setelah itu perusahaan akan menjalin hubungan baik dan menjaga kepercayaan customer;

3. Teori Sosiologis

teori ini menyatakan bahwa perilaku konsumen dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya. Hal-hal yang termasuk dalam lingkungan sosial yaitu; keluarga, kelompok dimana konsumen menjadi anggota, dan lain-lain. Pada dasarnya seseorang akan mengharmoniskan perilakunya dengan apa yang dianggap pantas oleh lingkungan sosialnya. Dengan demikian konsumen akan membeli produk yang dianggap pantas oleh lingkungan sosialnya. Oleh sebab itu, apabila dia membeli produk yang tidak sesuai dengan lingkungan sosialnya, ada kemungkinan dia akan diremehkan bahkan tidak diterima oleh lingkungan sosialnya, dan

4. Teori Antropologis

(7)

2.3 Jenis Perilaku Konsumen

Pada dasarnya perilaku konsumen dibagi menjadi dua jenis, yaitu rasional dan irrasional.

a. Perilaku Konsumen Rasional

Rasional adalah tindakan konsumen dalam melakukan pembelian barang dan jasa dengan mengedapankan aspek-aspek konsumen secara umum seperti; kebutuhan primer, kebutuhan mendesak, dan daya guna produk tersebut kepada pembelinya. Ciri-ciri konsumen rasional antara lain:

1. konsumen mempunya barang berdasarkan kebutuhan;

2. barang yang dipilih konsumen memberi kegunaan optimal bagi konsumen;

3. konsumen memilih barang yang mutunya terjamin; dan

4. konsumen memiliki barang yang harganya sesuai dengan kemampuan konsumen.

b. Perilaku Konsumen Irrasional

Irrasional adalah jenis konsumen yang mudah terbujuk oleh iming-iming diskon atau marketing dari suatu produk tanpa mendahulukan aspek kebutuhan. Ciri-ciri konsumen irrasional antara lain:

1. konsumen sangat cepat tertarik dengan iklan dan promosi media cetak maupun elektronik;

2. konsumen memilih barang yang branded atau barang yang telah dikenal luas; dan

3. konsumen memilih barang berdasarkan gengsi.

3. HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN MAHASISWA DENGAN KANTIN FAKULTAS EKONOMI DAN BSINIS TELKOM UNIVERSITY

3.1 Gambaran Umum Lokasi Hasil Penelitian

(8)

di belakang gedung dekanat dan juga gedung FEB, di dalam kantin FEB terdapat banyak stand makanan dengan berbagai varian makanan dan juga minuman mulai dari makanan tradisional, makanan modern, dan lain lain. Harganya pun berbagai macam mulai dari Rp8.000,00 sampai Rp25.000,00. Kantin FEB mempunyai tempat indoor dan outdoor yang dilengkapi dengan banyaknya meja dan kursi. Kantin ini memiliki televisi yang bertempat di tengah kantin dan juga washtaffle di beberapa tempat. Kantin FEB ini di buka dari pukul 07.00 WIB sampai 17.00 WIB. Biasanya kantin ini dikunjungi oleh mahasiswa dan dosen FEB pada waktu istirahat terutama makan siang, yaitu pada pukul 12.00 WIB sampai 14.00 WIB.

3.2 Hasil Penelitian Tingkat Kepuasan Mahasiswa terhadap Kantin FEB

(9)

agar tidak menimbun banyak orang yang mengantri dalam satu waktu. Dan yang terakhir yaitu menambah menu makanan agar varian makanan di kantin Feb tidak hanya jenis makanan yang sama, tapi juga beragam.

Tidak hanya itu, kantin FEB masih memiliki kelebihan lainnya seperti makanannya yang cukup enak dan dan banyak variannya. Saat ini pun disediakan televisi di kantin sehingga pengunjung pun bisa menonton acara yang ada di televisi dan tidak mudah bosan. Selain itu, ada trust trash yang merupakan tempat sampah yang berfungsi memisahkan sampah dari yang organik, unorganik, dan botol. Trust trash ini membuat pengunjung tidak lagi sembarangan membuang sampah. Meskipun tetap saja maish banyak pengunjung yang tetap membuang sampah sembarangan. Lokasinya pun dekat dengan gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang berlokasi di belakang gedungnya. Jadi, tidak mengeluarkan banyak tenaga untuk sampai ke kantin FEB. Makanan yang dipesan pun di antar ke tempat pelanggan, menjadikannya efisien dan tidak perlu repot untuk mengambil makanannya ke stand makanan.

3.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kepuasan Mahasiswa Terhadap Kantin FEB

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi mahasiswa terhadap tingkat kepuasan terhadap kantin FEB sehingga menyebabkan mahasiswa menjadi tertarik untuk mengunjungi dan makan di kantin FEB, berdasarkan hasil wawancara penulis dapat mengetahui bahwa faktor-faktor tersebut antara lain:

1. kebersihan. Kebersihan sangat perlu diperhatikan tidak hanya dari pihak kantin, tetapi juga bagi para pengguna. Kebersihan akan mempengaruhi tingkat kenyamanan seseorang untuk menggunakan fasilitas tersebut; 2. varian makanan. Varian makanan yang disediakan oleh kantin sangat

(10)

mengkonsumsi makanan di kantin mereka akan merasa puas dan kembali lagi ke kantin tersebut, tentunya dengan cita rasa yang enak pula; dan 3. pelayanan. Pelayanan merupakan hal yang cukup penting di kantin.

Karena mahasiswa melakukan kontak secara tidak langsung dengan pelayan di kantin, dalam hal ini contohnya adalah seperti kasir.

3.4 Tingkat Loyalitas Mahasiwa terhadap Kantin FEB

Pengaruh dari kantin secara langsung menyebabkan terjadinya loyalitas yang membuat mahasiswa merasa membutuhkan kantin. Di daerah FEB sendiri banyak tempat makan alternatif lain yang memberikan penawaran makanan lebih banyak dan murah. Akan tetapi jarak yang membuat mahasiswa menjadi malas untuk mengunjungi tempat makan tersebut. Loyalitas yang diberikan kantin FEB untuk mahasiswa sudah cukup baik, karena banyak mahasiswa yang terbukti tetap datang berdesakkan pada jam makan siang meskipun mereka masih memiliki alternatif lain. Mahasiswa tetap mengunjungi kantin FEB karena jarak dan waktu yang berdempetan dengan jadwal kuliah mereka.

3.5 Upaya Memperbaiki Kualitas Kantin FEB

Berbagai upaya sedang dilakukan oleh pihak kantin untuk memperbaiki pelayanan dari kantin FEB. Seperti contohnya yang sudah dilakukan saat ini yaitu penambahan televisi pada bagian tengah kantin. Akan tetapi hal itu masih belum cukup untuk meningkatkan kepuasan mahasiswa terhadap kantin FEB. Pihak kantin tetap harus berupaya untuk meningkatkan kualitas kantin. Seperti dengan cara menambah jumlah meja dan kursi, memperbaiki pelayanan kasir, dan tentunya menjaga kebersihan fasilitas bersama. Tentu kebersihan pun harus dibantu juga oleh kita sebagai mahasiswa dan pengguna.

(11)

Berdasarkan data hasil penelitian, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa kantin Fakultas Ekonomi dan Bisnis memiliki peran penting untuk memenuhi kebutuhan makanan, baik mahasiswa maupun dosen. Hal ini juga berkaitan dengan teori-teori dalam perilaku konsumen, antara lain; teori ekonomi, teori pembelajaran, teori sosiologis, dan teori antropologis. Dan dalam perilaku konsumen ini pun dibagi kembali menjadi jenis rasional yang mengutamakan aspek kebutuhan dan irrasional yang mengedepankan aspek gengsi dalam masyarakat.

Dari hasil wawancara juga dapat diketahui bahwa berdasarakan pelayanannya, 65% menyatakan bahwa pelayanan kantin FEB baik, dan 35% sisanya buruk. Dari cita rasa makanan kantin FEB terdapat 55% responden menyatakan cita rasa makanan FEB baik, dan sisanya, 45% buruk. Berdasarkan tempat yang disediakan kantin FEB, sebanyak 15% responden menyatakan bahwa tempat cukup baik, dan 85% sisanya buruk. Dari tingkat kebersihan, 35% menyatakan kebersihan di kantin FEB bersih, dan sisanya 65% kotor. Varian makanan yang disediakan kantin FEB cukup bervarian, sehingga 50% responden menyatakan setuju atas banyaknya varian makanan di kantin FEB, dan sisanya 50% tidak setuju. Berdasarkan tingkat kenyamanan kantin FEB, 40% responden menyatakan nyaman atas kantin FEB dan sisanya 60% tidak setuju.

4.2 Saran

Saran yang dapat di sampaikan oleh penulis terhadap kantin di fakultas ekonomi dan bisnis yaitu sebagai berikut:

1. diharapkan bagi pihak kantin agar dapat menyediakan beberapa sarana dan fasilitas yang dibutuhkan seperti televisi dan wi-fi;

2. sebaiknya para pekerja dapur lebih sering memperhatikan kebersihan dan kesehatan diri;

(12)

4. diharapkan menu makanan diperbanyak agar lebih bervariasi, dan porsi makanan ditambah;

5. disediakannya tempat sampah untuk organik dan non organik, dan kursi yang ada di kantin diperbanyak;

6. perlu ada perbaikan untuk keberadaan toilet, tempat sampah, dan tempat kasir; dan

7. sistem pembayaran dipermudah, dan pelayanan ditingkatkan.

Saran yang penulis dapat sampaikan untuk penelitian selanjutnya yaitu: 1. aspek penilaian yang kita ambil hanya terdapat tujuh aspek penilaian,

sehingga alangkah lebih bagus apabila penelitian selanjutnya meningkatkan aspek – aspek penilaian terhadap kantin;

2. menambah jumlah responden agar data yang didapat lebih spesifik; 3. dapat membandingkannya dengan kantin yang dimiliki oleh fakultas

atau bahkan universitas lainnya; dan

(13)

DAFTAR PUSTAKA

Simamora, Bilson. 2000. Panduan Riset Perilaku Konsumen. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Hamdan, Ali. 2017. Perilaku Konsumen (Jenis, Faktor, Perilaku, Ciri-ciri, dan Contohnya). https://alihamdan.id/perilaku-konsumen/. (1 Oktober 2017) Ciputra, Universitas. Perilaku Konsumen: Definisi dan Proses Mengenali

Perilaku Konsumen. http://ciputrauceo.net/blog/2015/6/11/perilaku-konsumen. ( 1 Oktober 2017)

(14)

Referensi

Dokumen terkait

Dengan memberikan promosi berupa harga khusus pada hari tertentu, letak yang strategis dekat dengan kampus, serta produk makanan yang memiliki cita rasa yang

Hal yang penting dan fundamental di dalam sebuah organisasi adalah komitmen dari setiapnya yang akan sangat menentukan kemajuan dan perkembangan organisasi

Hal yang penting dan fundamental di dalam sebuah organisasi adalah komitmen dari setiapnya yang akan sangat menentukan kemajuan dan perkembangan organisasi

Sedangkan self esteem yang rendah nampak dalam beberapa perilaku berikut : mudah menyerah, mencari kenyamanan dalam hal-hal yang lazim dan tidak sulit, kurang

Dan selama ini belum ada penelitian yang menyangkut hubungan cita rasa dengan asupan energi protein.Oleh karena itu peneliti tertarik untuk mengkaji hubungan citarasa makanan

Komunikasi antara karyawan dengan atasan penting untuk diperhatikan. Hal ini kaitannya dengan situasi kenyamanan dalam bekerja, apabila karyawan merasa tertekan dalam bekerja

Anda juga menemukan beberapa makanan terasa berbeda dari biasanya dan berhenti menyukai sesuatu rasa, yang biasanya anda suka (kopi). Beberapa wanita mulai menginginkan makanan

Distribusi lama hari rawat Hubungan Kepuasan Pasien Terhadap Cita Rasa Makanan Dengan Lama Hari Rawat di Rumah Sakit Umum Wisma Prashanti Tabanan Hasil penelitian menunjukkan bahwa