• Tidak ada hasil yang ditemukan

9 ASPEK dalam SIKLUS KEWIRAUSAHAAN, 2013

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "9 ASPEK dalam SIKLUS KEWIRAUSAHAAN, 2013"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

9 ASPEK dalam SIKLUS KEWIRAUSAHAAN

9 aspek dalam siklus kewirausahaan yang diuraikan merupakan satu rangkaian yang berurutan, di mana yang pertama disebut sebagai yang pertama kali harus dilakukan dalam pelaksanaan wirausaha dan yang terakhir disebut sebagai yang terakhir pula yang dapat dilakukan dalam berwirausaha.

Satu kegiatan wirausaha hanya bisa dilakukan jika kita sudah mengetahui dan memutuskan apa peluang kerja usaha yang akan dan dapat dilakukan dalam waktu dekat, setelah itu biaya adalah hal berikutnya yang harus disiapkan agar rencana kerja usaha yang telah dibuat dapat diwujudkan menjadi perilaku wirausaha.

Berikutnya adalah pemasaran, di mana dengan pemasaran maka pelaku wirausaha dapat menjalankan rencana kerja usaha dan dapat memperoleh hasil dari apa yang dilakukannya.

Kepemilikan menjadi aspek ke empat terpenting karena jika penguasaan atas barang dan jasa yang dipergunakan dalam wirausaha dapat teridentifikasi dengan jelas maka hal tersebut akan mendukung pelaksanaan wirausaha yang dilakukan. Tanpa kepemilikan yang jelas dari usaha yang dilakukan akan sangat sulit untuk dapat melakukan suatu kegiatan wirausaha, semua orang akan dapat menjadi penghalang dan yang paling penting adalah kita tidak mempunyai kepastian usaha.

Aspek nomor 1 sampai dengan aspek nomor 4 merupakan aspek-aspek yang dapat dilakukan secara individual, artinya keempat aspek itu jika dilakukan bisa tanpa bantuan dari orang lain dan pelaksanaannya akan menyebabkan terjadinya minimal satu kerja usaha wirausaha.

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan aspek penting ke lima, hal ini terutama terkait jika sudah terjadi pengembangan usaha yang dilakukan walaupun pada dasarnya di dalam realitas keseharian khususnya di usaha kecil menengah (UKM) pelibatan anggota keluarga dalam usaha yang dilakukan dapat dikategorikan sebagai pelibatan SDM yang dimiliki hanya saja hal itu dalam analisis ekonomi seringkali diabaikan atau tidak diperhitungkan sebagai bagian dari penggunaan tenaga kerja. Oleh karena itu SDM dinilai hanya ada jika satu usaha sudah mempekerjakan tenaga kerja orang lain yang bukan dari keluarga pelaku usaha, atau dengan kata lain SDM hanya diamati sebagai bagian dari wirausaha jika wirausaha tersebut sudah dianggap mempunyai skala ekonomi yang sedang atau besar, bukan usaha ekonomi keluarga atau mikro.

Jika suatu usaha sudah melibatkan SDM maka hal itu berarti wajib hukumnya ada satu organisasi kerja. Hal ini karena jika ada organisasi maka untuk pembagian tugas dan menjalankan fungsi SDM dan sumberdaya lainnya yang ada guna mencapai tujuan bersama dapat dilakukan dengan lebih rapih dan maksimal. Organisasi menjadi wadah bagi pelaksanaan kerja yang direncanakan dan diperlukan.

(2)

sumber-sumber daya yang ada secara baik : efektif dan efisien. Keberadaan pemimpin sangat diperlukan dalam satu organisasi, pemimpin dalam organisasi seperti perumpamaan supir pada satu kendaraan atau bis umum. Jika tidak ada supir di satu kendaraan maka sebanyak apapun penumpangnya maka kendaraan tersebut tidak akan dapat membawa penumpangnya ke tempat tujuan yang diharapkan.

Dengan adanya pemimpin maka satu wirausaha sudah mempunyai secara lengkap aspek-aspek yang dibutuhkan bagi pencapaian tujuan yang diharapkan dan pengembangan usaha yang direncanakan sesuai dengan hasil yang dapat dicapai. Dengan demikian proses selanjutnya yang harus dilakukan oleh satu wirausaha adalah melakukan evaluasi hasil dari proses kerja usaha yang telah dilakukannya.

Proses evaluasi hasil paling tidak mencakup dua saat, yaitu :

1. saat proses kegiatan sedang berlangsung, sering disebut dengan kegiatan monitoring, dan

2. saat proses kegiatan sudah selesai dilakukan, mencakup dua kegiatan pokok, yaitu :

a. proses evaluasi hasil, dan

b. proses penentuan tindak-lanjut (follow-up) dari hasil evaluasi yang telah dilakukan

Evaluasi hasil dapat dilakukan secara sederhana atau kompleks, secara kuantitatif atau kualitatif, pada periode keseluruhan atau sebagian, dan lain sebagainya.

Jika evaluasi hasil telah dilakukan maka hal terakhir yang harus ditangani oleh satu wirausaha adalah pengembangan usaha yang telah dilakukannnya, secara umum proses pengembangan ini akan kembali ke siklus memulai usaha baru : apakah memperbesar usaha yang telah ada sebelumnya atau melakukan usaha yang sama sekali berbeda dari yang telah dilakukan sebelumnya.

1. PELUANG USAHA BARU

A) Adalah :

Kesempatan untuk menghasilkan kerja usaha, tidak harus baru sama sekali dan tidak harus menguntungkan, karena kerja merupakan dasar bagi pelaksanaan kegiatan ekonomi selanjutnya.

Tujuan utama dari proses mencari peluang usaha baru adalah untuk dapat meningkatkan produktivitas dari SDM yang ada.

Suatu usaha dapat disebut baru jika ada salah satu dari dua (2) atau keduanya-duanya unsur berikut adalah baru. Dua (2) unsur tersebut adalah :

No Unsur 1 : Pelaku

Unsur 2 : Kegiatan (usaha)

Jenis Usaha

1 Baru (+) Lama (-) Baru

2 Lama (-) Baru (+) Baru

3 Baru (+) Baru (+) Baru

(3)

Kerja usaha merupakan kerja ekonomi, yang dimaksudkan adalah kerja yang menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, umumnya berupa materi atau uang.

Bentuk kerja usaha yang ada umumnya dapat dibagi menjadi tiga kategori bidang, yaitu :

1. pertanian, yaitu bidang usaha yang langsung berkaitan dengan alam. Dapat terkait dengan tanaman, perikanan, peternakan, perkebunan, kehutanan, ataupun agrobisnis seperti agrowisata atau tempat wisata pertanian.

2. industri, yaitu bidang di mana dilakukan proses pengolahan bahan baku menjadi bahan setengah jadi atau bahan jadi. Dalam sektor ini pasti menghasilkan produk barang

3. jasa, yaitu bidang di mana dilakukan proses kerja akan tetapi tidak terjadi pengalihan hak barang dari pemberi jasa kepada penerima jasa. Yang terjadi adalah penerima jasa dapat merasakan manfaat jasa yang diberikan oleh pemberi jasa bagi kebutuhan atau kepentingan penerima jasa.

Usaha yang dilakukan tersebut tidak selalu harus menguntungkan karena pada akhir proses kewirausahaan akan dijumpai empat kemungkinan hasil yang dicapai, yaitu secara berturut-turut mulai dari yang paling kurang berhasil (mempunyai peringkat terendah) sampai dengan yang paling berhasil (mempunyai peringkat yang paling tinggi) :

a. subsistence, yaitu hasil di mana pelaku masih belum dapat memenuhi kebutuhan pokok diri dan keluarganya, dan juga masih mempunyai hutang kepada orang lain

b. survive, yaitu hasil di mana pelaku sudah dapat memenuhi kebutuhan pokok diri dan keluarganya, tetapi juga masih mempunyai hutang kepada orang lain

c. stability, yaitu kondisi hasil di mana pelaku sudah dapat memenuhi kebutuhan pokok diri dan keluarganya, dan juga sudah tidak mempunyai hutang kepada orang lain akan tetapi masih meliputi kebutuhan diri dan keluarga belum sampai dengan mempekerjakan orang lain

d. significant, yaitu kondisi hasil di mana pelaku sudah dapat memenuhi kebutuhan pokok diri dan keluarga, tidak mempunyai hutang kepada orang lain, dan sudah dapat mempekerjakan orang lain.

(4)

B) Dalam peluang usaha baru, sebut dan jelaskan cara-cara yang mungkin untuk dilakukan dalam pencapaiannya !

1. membuat usaha baru, artinya kita mempunyai pelaku dan kegiatan usaha yang benar-benar baru bukan merupakan kelanjutan atau mempunyai keterkaitan dengan yang sebelumnya. Biasanya hal ini dilakukan muncul karena kita mempunyai modal uang dalam jumlah besar dan mempunyai ide atau keinginan untuk usaha.

2. melanjutkan usaha yang telah ada sebelumnya, atau dengan kata lain merupakan usaha “warisan”. Artinya kita melakukan kegiatan usaha yang lama tetapi karena ketidakmampuan orang tua kita maka kemudian usaha tersebut diserahkan kepada kita sebagai anaknya. Dalam hal ini kondisi baru terjadi karena pelaku usahanya adalah orang baru, walaupun pelaku baru tersebut adalah anak dari pemilik lama akan tetapi proses pengelolaan (manajerial) yang akan dilakukan oleh penerus usaha akan cenderung berbeda dari yang sebelumnya. 3. membeli usaha yang telah ada

4. franchising, waralaba

5. konsinyasi sebagai bentuk melakukan usaha baru, tanpa membutuhkan modal uang hanya modal kepercayaan dari orang lain kepada kita. Konsinyasi merupakan proses penjualan produk di mana pembayaran kepada produsen atas barang yang dijual dilakukan hanya setelah produk yang dijual itu laku dibeli oleh konsumen, sedangkan jika tidak maka kita tidak perlu membayarnya

C) Mengapa dilakukan :

karena peluang usaha baru merupakan titik awal untuk menumbuhkan produktivitas sumber daya manusia bagi dirinya, kelompok, dan lingkungannya. Disebut sebagai produktivitas sumber daya manusia karena kegiatan ini adalah kegiatan ekonomi produktif yang dikelola oleh manusia sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhannya, dan jika berhasil memberi manfaat bagi manusia lainnya. Bukan berarti bahwa sumber daya lain tidak menjadi perhatian tetapi sumber daya manusia menjadi fokus, karena wirausaha adalah salah satu jalan untuk mengurangi pengangguran ! Pengangguran berarti berkaitan dengan SDM.

2. PEMBIAYAAN

A) Adalah :

Bagaimana memperoleh biaya atau modal kerja untuk melakukan usaha ekonomi. Dalam konteks ini, modal kerja dapat berupa uang maupun bukan-uang.

B) Pembiayaan usaha jika menggunakan saluran perbankan maka biasanya memperhatikan unsur 5 C, yaitu :

1. character : kemampuan diri dari peminjam 2. capital : modal awal

3. collateral : jaminan atas pinjaman yang diterima

4. capacity to repay : kemampuan menerima atau memberi

(5)

Sumber-sumber dana yang digunakan dalam pembiayaan secara umum dibagi menjadi dua, yaitu : sumber internal dan sumber eksternal. Rincian dari masing-masing sumber dana adalah sebagai berikut:

1. Dana modal sendiri, baik dari pribadi maupun keluarga

2. Pinjaman dari kawan dan relasi

3. Pinjaman dari lembaga bank, baik bank pemerintah maupun bank swasta

4. Hutang dagang

5. Pinjaman hipotik dan pembiayaan jangka menengah dapat diperoleh dari berbagai lembaga keuangan untuk tujuan tertentu, biasanya untuk membeli harta tetap

6. Pembiayaan sewa (leasing)

7. Modal usaha yang disediakan perusahaan khusus yang bersedia memberikan dana untuk usaha yang lebih kecil

8. Di beberapa Negara terdapat pinjaman dari pemerintah melalui pinjaman langsung atau jaminan, namun syarat-syaratnya berbeda-beda.

c) Kenapa :

untuk merencanakan, mengorganisasikan sumberdaya finansial, mengendalikan biaya yang diperlukan untuk melakukan usaha

3. PEMASARAN

A) Adalah :

Proses menyampaikan produk dari produsen kepada konsumen B) Unsur 7 P dan 8 P dalam suatu proses pemasaran, terdiri atas : 8 P = 4 P (dasar) + 4 P (tambahan)

1. Product : produk yaitu sesuatu yang dihasilkan, baik berupa barang maupun jasa 2. Price : harga yaitu nilai dari sesuatu yang diproduksi, baik berupa nilai uang

ataupun material

3. Place : tempat atau proses distribusi yaitu proses di mana produk disampaikan dari produsen kepada konsumen, baik menggunakan tempat seperti toko atau warung maupun bukan tempat seperti e-commerce

4. Promotion : promosi yaitu proses memperkenalkan produk kepada konsumen agar dikenal sampai dengan disukai dan tujuan akhir membeli produk yang diperkenalkan

5. People : manusia yaitu orang yang melakukan kegiatan pemasaran – bersifat selalu mau belajar

6. Process : proses kerja yaitu proses melakukan semua kegiatan yang tercakup di dalam pemasaran – bersifat dinamis dapat dilihat pada bentuk pemasaran dari horisontal (konvensional) menjadi vertikal (Vertical Marketing System, VMS) 7. Physical Evidence : bukti fisik yaitu bentuk barang yang nyata yang disediakan

(6)

secara aktif dari satu tempat ke tempat yang lain dan bukan statis hanya terpaku di satu tempat saja

8. Probe : penelitian yaitu proses mengkaji semua yang terkait dengan pemasaran Unsur penelitian ini terkadang tidak disebutkan sebagai bagian dari bauran pemasaran, oleh karena itu seringkali ada disebutkan hanya 7 P saja.

Strategi pemasaran berkembang dari yang konvensional menjadi yang modern, uraiannya adalah sebagai berikut :

- model konvensional sering disebut sistem pemasaran horisontal karena prosesnya berlangsung secara mendatar dari produsen sampai dengan kepada konsumen akhir, di mana penjualan kepada konsumen akhir hanya dilakukan oleh lembaga perantara. Skemanya adalah sebagai berikut :

produsen lembaga perantara (distributor, agen) konsumen akhir Sebagai catatan bahwa lembaga perantara pada dasarnya juga merupakan konsumen dari produk yang dihasilkan oleh konsumen, akan tetapi mereka tidak mempergunakan langsung produk yang dibelinya untuk kepentingan dirinya melainkan untuk dijual lagi kepada pihak lain termasuk di dalamnya adalah konsumen akhir. Di mana konsumen akhir adalah konsumen yang memakai langsung produk yang dibelinya dan tidak melakukan transaksi jual beli lagi kepada pihak lain.

- model modern sering disebut sebagai sistem pemasaran vertikal (Vertical Marketing System, VMS) yaitu proses pemasaran di mana produsen maupun lembaga perantara bisa sama-sama menjual langsung kepada konsumen akhir. Gambaran mengenai proses pemasaran tersebut dapat dilihat di bawah ini.

(7)

c) Kenapa :

pemasaran menimbulkan transaksi transaksi menimbulkan cash-flow

cash-flow menimbulkan perkembangan usaha

Setiap wirausaha jika ingin berkembang dengan lebih baik atau lebih cepat maka harus didasarkan pada transaksi yang menggunakan transaksi tunai (cash) !

4. KEPEMILIKAN

A) Adalah :

Penguasaan atas sumberdaya

B) dilakukan secara pribadi dan/atau kelompok

Ada berapa jenis kepemilikan yang mungkin dilakukan dalam suatu proses wirausaha ? Menurut anda, mana di antara jenis-jenis kepemilikan tersebut yang paling mungkin (mudah) untuk dicapai ? Jelaskan alasannya !

Secara umum kepemilikan dapat dibagi menjadi : 1) kepemilikan pribadi, dan 2) kepemilikan kelompok. Dari segi yang lain, kepemilikan juga dapat dibagi menjadi : 1) kepemilikan di mana terdapat penguasaan sumberdaya secara kongkrit, atau dalam istilah lain disebut sebagai “pemilikan dalam genggaman”, yaitu kepemilikan di mana sumberdaya yang dikuasai benar-benar dipegang oleh pemilik. Misalnya : peralatan kerja, yang secara nyata dipegang oleh pemiliknya sebagai yang menguasai sumberdaya alat tersebut

Examples of Channels of Distribution

Charles

Schwab ToyotaToyota SaraSaraLeeLee NestleNestle

Wholesaler

Wholesaler

Retailer

Consumer

Wholesaler

(8)

2) kepemilikan secara hukum, di mana sumberdaya dimiliki akan tetapi keberadaannya tidak secara kongkrit dipegang. Misalnya : kepemilikan akan sebidang tanah atau sebuah rumah, tanah atau rumah tersebut tidak dipegang tetapi secara hukum keduanya dimiliki dan pemanfaatan keduanya harus dengan seizin pemilik sah secara hukum dari keduanya. Kepemilikan secara hukum pada galibnya lebih sulit untuk mempertahankan kepemilikannya, karena sumberdaya yang dimilikinya bisa saja berubah tanpa diketahui karena sebab-sebab yang disengaja maupun yang tidak disengaja.

c) Kenapa

agar diperoleh kepastian penggunaan sumber daya yang dipunyai 5. SUMBERDAYA MANUSIA

A) Adalah :

Pembahasan tentang manusia yang menjalankan fungsi dan peranannya di dalam organisasi perusahaan atau kelompok

B) Apa perbedaan antara pendidikan dan pelatihan sumberdaya manusia dalam suatu proses wirausaha ? Jelaskan dengan lengkap !

- Mulai dari rekruitmen sampai dengan pemberhentian kerja. Secara umum proses pengelolaan sumberdaya manusia dapat dibagi menjadi empat bagian, yaitu :

1) perekrutan

2) pendidikan, yang dibagi lagi menjadi dua, yaitu : a. pendidikan sebelum menjadi pegawai tetap b. pendidikan setelah menjadi pegawai tetap Bentuk dari pendidikan ini umumnya dibagi juga menjadi dua, yaitu :

a. pendidikan, yaitu : proses peningkatan pengetahuan pegawai yang biasanya dilakukan melalui proses belajar di kelas

b. pelatihan, yaitu : proses peningkatan ketrampilan pegawai, biasanya dilakukan di luar kelas atau di bengkel (workshop).

3) pelaksanaan kerja

4) pemberhentian, dibagi menjadi dua, yaitu :

a. pemberhentian sementara, biasanya jika seorang pegawai dikenakan sangsi atas pelanggaran atau kesalahan yang telah diperbuatnya. Bentuknya bisa berupa pemindahan ke tempat lain yang lebih jauh atau ke pekerjaan yang lebih sulit, atau pemberhentian tidak bekerja untuk jangka waktu tertentu yang terbatas

b. pemberhentian permanen, dapat berupa pemberhentian tidak hormat, pemberhentian terhormat atau pensiun.

-C) Kenapa

Jika SDM berkualitas maka usaha meningkat,

(9)

6. ORGANISASI

A) Adalah :

Strukturisasi sumberdaya : manusia dan non-manusia

B) Jika diperhatikan, mana bentuk organisasi yang paling tepat untuk suatu kegiatan wirausaha : lini atau staff ? Jelaskan mengapa demikian !

Ada tiga struktur yang lazim dikenal yaitu :

1. lini : vertikal, artinya dalam organisasi ada orang yang didudukkan sebagai ”atasan” dan ”bawahan”

2. staff : horisontal, artinya semua tenaga kerja yang ada di dalam organisasi didudukkan dalam posisi struktural yang sama atau setara, sehingga tidak ada dalam organisasi orang yang didudukkan sebagai ”atasan” dan ”bawahan”

3. fungsional : berdasarkan fungsi kerja dari masing-masing unsur sumberdaya manusia yang ada. Bentuk organisasi fungsional biasanya dapat dilihat pada suatu tim kerja atau suatu gugus tugas (team-work). Pada tim tersebut semua orang setara (tidak ada ’atasan’ – ’bawahan’) akan tetapi harus ada seseorang yang dijadikan sebagai pemimpin dalam tim tersebut. Tim sepakbola misalnya, ada pembagian tugas yang jelas antara kiper, back, gelandang dan striker (penyerang) akan tetapi semua pemain mempunyai kedudukan yang sama dan kemudian ada satu orang yang ditunjuk sebagai kapten tim atau pemimpin. Fungsi pemimpin di dalam tim ini adalah sebagai penanggungjawab koordinasi antar semua anggota tim dalam bekerja mencapai tujuan yang diinginkan. Keberadaan manajer tim sepakbola dimasukkan sebagai ”atasan” dari tim sepakbola tersebut !

C) Kenapa

Untuk pembagian tugas dan menjalankan fungsi guna mencapai tujuan bersama 7. KEPEMIMPINAN

A) Adalah :

Mengarahkan perilaku SDM. Kepemimpinan terutama difokuskan pada SDM, dan bukan pada SD materi di dalam satu kelompok atau organisasi.

Dalam konteks kepemimpinan, tidak dikenal adanya struktur ”atasan” dan ”bawahan”, semua anggota kelompok dianggap sama dan seseorang dari anggota kelompok tersebut dipilih, ditentukan atau ditunjuk sebagai pemimpin kelompok. Dalam konteks ini fungsi utama dari pemimpin adalah mengkoordinasikan SDM agar maksimal dalam bekerja bersama mencapai tujuan yang disepakati bersama sebelumnya.

B) Kepemimpinan secara umum dikenal dalam dua bentuk yaitu :

(10)

2. kepemimpinan demokratis, yan mendasarkan pengambilan keputusan oleh pemimpin berdasarkan musyawarah dengan semua pihak yang dianggap terlibat dalam proses kegiatan.

Mana yang paling tepat dalam suatu kegiatan wirausaha : kepemimpinan demokratis atau paternalistis ? Jelaskan !

C) Kenapa

Ada jiwa pemimpin pada masing-masing pekerja, sehingga perlu kendali untuk memfokuskan kerja bersama. ”setiap diri adalah pemimpin”

8. EVALUASI USAHA

A) Adalah :

Proses memonitoring, menilai hasil, dan melakukan tindak-lanjut rencana dan kegiatan perusahaan / kelompok.

Evaluasi terutama harus dilakukan jika telah terjadi transaksi antara produsen dengan konsumen. Evaluasi dalam proses manajerial merupakan usaha untuk membandingkan antara hasil yang kita peroleh dengan target yang telah kita tentukan dalam proses perencanaan.

B)

- Unsur-unsur apa saja yang perlu diperhatikan dalam suatu proses evaluasi kegiatan wirausaha ? Berikan contohnya ! Secara teoritis, ada 7 (tujuh) aspek yang perlu diperhatikan dalam proses evaluasi usaha, yaitu :

1. Aspek Hukum

Dalam aspek ini yang akan dibahas adalah masalah kelengkapan dan keabsahan dokumen perusahaan mulai dari bentuk badan usaha sampai izin-izin yang dimiliki. Kelengkapan dan keabsahan dokumen sangat penting karena hal ini merupakan dasar hukum yang harus dipegang apabila di kemudian hari timbul masalah.

2. Aspek Pasar dan Pemasaran

Dalam aspek pasar dan pemasaran hal-hal yang perlu dijabarkan adalah : a. Ada tidaknya pasar (konsumen calon pembeli)

b. Jika ada, seberapa besar pasar yang ada (pasar nyata dan pasar potensial) c. Bagaimana peta kondisi pesaing terutama untuk produk sejenis sekarang d. Bagaimana perilaku konsumen (menyangkut selera dan kebiasaan)

e. Strategi apa yang harus dijalankan untuk memenangkan persaingan dan merebut pasar yang ada sekarang dan yang akan datang

(11)

Dalam aspek keuangan hal-hal yang perlu digambarkan adalah jumlah investasi, biaya-biaya, dan pendapatan yang akan diperoleh.

Metode penilaian yang akan digunakan antara lain : - Payback Period

- Average Rate of Return - Net Present Value - Internal Rate of Return - Profitability Index - Break Event Point

- Serta rasio-rasio keuangan 4. Aspek Teknis/Operasi

Dalam aspek teknis atau operasi yang akan digambarkan secara lengkap adalah mengenai :

a. Lokasi usaha, baik kantor pusat, cabang, pabrik, atau gudang

b. Penetuan layout gedung, mesin, dan peralatan, serta layout ruangan sampai pada usaha perluasan selanjutnya

c. Teknologi yang akan digunakan 5. Aspek Manajemen/ Organisasi

Dalam aspek manajemen dan organisasi yang perlu diteliti dan dinilai adalah : a. Pemilik usaha (jumlah dan komposisi modal)

b. Pengelola usaha (manajemen) dengan jumlah serta kualifikasi (pendidikan dan pengalaman)

c. Struktur organisasi yang ada sekarang, serta gambaran mengenai jabatan d. Rencana seperti pencapaian target, sasaran, dan tujuan

6. Aspek Ekonomi Sosial

Gambaran dalam aspek ekonomi adalah untuk melihat seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan jika proyek tersebut dijalankan. Demikian pula, perusahaan perlu mencantumkan dampak sosial yang ada dalam hasil penelitian.

7. Aspek Dampak Lingkungan

Aspek dampak lingkungan merupakan analisis yang paling dibutuhkan pada saat ini karena setiap proyek yang dijalankan akan memiliki dampak sangat besar terhadap lingkungan disekitarnya.

Dampak lingkungan yang perlu diperhatikan antara lain : a. Terhadap tanah

b. Terhadap air

c. Terhadap udara, dan

d. Terhadap kesehatan manusia

- Dalam siklus hidup wirausaha, ada 3 tahap yang dikenal. Coba jelaskan bagaimana kondisi pada masing-masing tahap dimaksud !

(12)

b. siklus ”jalan”

c. siklus berkembang, terdiri atas : menjadi besar atau menjadi ”bangkrut” Dalam wirausaha tidak ada perkembangan usaha yang menjadi mati jika bangkrut atau pensiun jika sudah menjadi besar. Setelah siklus berkembang maka seorang wirausaha akan memulai kembali usahanya dengan menggunakan semua sumberdaya yang dimilikinya baik itu mulai dari nol lagi atau memulai pengembangan dari yang telah ada sebelumnya. (lihat pengembangan usaha) - Apakah ada perbedaan perlakuan antara suatu usaha yang baru akan didirikan

dengan usaha yang sudah berjalan dari suatu lembaga pemberi pinjaman dana, seperti bank ? Jelaskan jawabannya dengan contoh !

C) Kenapa

Jika arah kegiatan yang dilakukan benar maka tujuan yang akan dicapai dapat diprediksi keberhasilannya.

Hal utama yang menjadi fokus evaluasi dalam satu kegiatan wirausaha adalah ”cash-flow” atau aliran kas tunai. Cash-flow menjadi tolok ukur utama apakah sebuah kegiatan usaha dapat berjalan dengan lancar atau bahkan berkembang atau juga mati. Suatu kegiatan wirausaha yang mendasarkan evaluasi perkembangan usahanya menggunakan cash-flow akan dapat dengan lebih mudah mengontrol perkembangan usaha yang dilakukannya. Sebaliknya, jika evaluasi atas kegiatan usaha juga disertakan dengan unsur kas yang berupa kredit maka evaluasi dan kontrol atas usaha menjadi semakin sulit. Selain ragam kredit yang sangat banyak, secara praktis kredit akan memberikan beban modal yang lebih besar dan banyak kepada pelaku wirausaha. Seperti diketahui saat ini semua transaksi yang dilakukan dengan menggunakan kredit pada transaksi barang maka jumlah modal uang yang harus disediakan oleh pelaku wirausaha biasanya minimal sampai 3 (tiga) kali dari jumlah modal uang yang seharusnya dikeluarkan untuk satu kali proses produksi !

9. PENGEMBANGAN USAHA

A) Adalah :

Proses memperbesar usaha yang dilakukan : skala atau kedalamannya

B) Coba sebutkan dan jelaskan cara-cara pengembangan usaha yang mungkin ! Ada 3 kemungkinan, yaitu :

1. intensifikasi, yaitu memperdalam kerja yang sudah dilakukan sebelumnya, misalnya :

- jika berkembang, maka membuat modifikasi tanpa merubah secara total dari produk yang telah dihasilkan sebelumnya

(13)

2. ekstensifikasi, yaitu memperluas usaha yang telah ada sebelumnya baik berupa perluasan lokasi usaha dan volumenya maupun berupa penambahan outlet (tempat) usaha

3. diversifikasi, yaitu meningkatkan keragaman dari usaha yang telah dilakukan sebelumnya seperti membuat jenis usaha baru yang berbeda dari usaha sebelumnya

4. integrasi, yaitu memadukan usaha yang telah ada sebelumnya dengan usaha lain baik yang memang sudah ada sebelumnya atau usaha lain yang memang baru sama sekali.

5. franchise, yaitu usaha untuk memperluas usaha tetapi tidak dengan usaha sendiri melainkan menjual usaha kita kepada orang lain dan kemudian kita sebagai pemilik usaha (merek) memperoleh bayaran (biasanya disebut sebagai royalty atau fee franchising) dengan kita tetap melayani franchisee (pewaralaba) agar tetap dapat memberi pelayanan seperti yang kita lakukan di ”pusat” atau merek kita. Cara ini sebenarnya sama seperti kita memperluas usaha lama tetapi dengan waktu yang lebih cepat dan biaya pengembangan yang lebih ”murah”. Franchise menjadi salah satu bentuk pengembangan usaha jika dilihat dari sisi pemilik merek usaha (franchiser), tetapi dari segi pelaksana franchise (franchisee, pewaralaba) maka franchise menjadi salah satu peluang usaha baru (aspek 1 dari 9 aspek yang dibahas).

C) Kenapa

Dalam Product Life Cycle (PLC) : ada pilihan stability atau expansion dalam setiap usaha jika sudah mencapai tahap kedewasaan.

Dalam wirausaha, setelah memasuki fase 4 dari PLC yaitu fase penurunan maka pilihan dari seorang yang melakukan kegiatan usaha adalah memulai kembali usaha yang dilakukan apakah dalam bentuk pengembangan skala (dengan menambah outlet-outlet baru) atau kedalaman (dengan menambah ragam barang yang dapat disediakan kepada konsumen). Pilihan pensiun (tidak melakukan lagi kegiatan yang sebelumnya dilakukan karena telah habis masa kerjanya atau karena pekerja telah mencapai batas usia tertentu) atau mati (berhenti melakukan kegiatan sebelumnya karena ada pengaruh dari faktor-faktor penghambat atau penghancur yang menyebabkan kegiatan usaha menjadi bangkrut alias pelaku usaha menjadi miskin !), tidak dikenal dari seseorang yang mempunyai jiwa atau sikap wirausaha. Fase 4 penurunan adalah fase yang tidak bisa dihindarkan oleh seorang wirausaha dalam menjalankan usaha ekonominya karena setelah mengalami fase ”puncak” maka pilihan kita hanya dua : masuk fase penurunan karena tidak ada lagi kondisi meningkat atau melakukan diversifikasi ke usaha lain yang baru dan berbeda dari usaha sebelumnya. Fase puncak itu sendiri merupakan fase di mana jika kita melakukan penambahan faktor produksi pada proses usaha kita maka hasil yang kita peroleh tidak mengalami perubahan atau tetap saja, atau fase ini merupakan fase di mana kita tidak bisa lagi mengharapkan terjadinya peningkatan omzet atau keuntungan dari usaha yang kita lakukan karena berbagai sebab.

Referensi

Dokumen terkait

Jika kedua fasa tersebut adalah zat cair yang tidak saling bercampur, disebut ekstraksi cair-cair.Partisi adalah keadaan kesetimbangan keberhasilan pemisahan sangat tergantung

Menurut Gagne, Wager, Goal, & Keller [6] menyatakan bahwa terdapat enam asusmsi dasar dalam desain instruksional. Keenam asumsi dasar tersebut dapat dijelaskan

Tabel 2 menunjukkan nilai validitas pada aspek kelayakan isi, kebahasaan, sajian, dan kegrafisan sebesar 1,00 yang berarti LKS berbasis inkuiri terbimbing sangat

menunjukkan bahawa seorang guru perlu sentiasa memikirkan kaedah, strategi atau pendekatan pengajaran bagi memastikan sesi pembelajaran dan pemudahcaraan (PdPc) dalam

Hal tersebut yang menjadi pertimbangan penulis untuk mengembangkan sistem registrasi KRS yang memanfaatkan teknologi wireless yaitu teknologi J2ME, untuk memudahkan mahasiswa

Berdasarkan pembahasan tentang Standar Nasional Perpustakaan yang dirujuk melalui UU No 43 tahun 2007. Setelah menyajikan hasil data penelitian diatas maka

Adapun ketentuan besarnya dana tabarru’ didasarkan atas tabel penentuan iuran tabarru takaful dana investasi setelah dikurangi biaya pengelolaan (loading),