ANALISA PRODUK SEPATU
Aryo Rahmad Triadmojo_0654190142
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar menjadi pasar potensial bagi perusahaan-perusahaan untuk memasarkan produk-produk perusahaan tersebut. Banyaknya perusahaan ini menciptakan adanya suatu persaingan bisnis, perusahaan dapat menjadi pemenang dalam persaingan bisnisnya apabila perusahaan mampu menjaring pelanggan banyaknya. Jika perusahaan dapat menjaring pelanggan sebanyak-banyaknya tentu perusahaan tersebut dapat memperoleh keuntungan yang besar pula.
Hal ini berlaku pula dalam persaingan industri sepatu olahraga. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang mencintai olahraga. Mulai dari sepakbola, bulutangkis, basket, bersepeda dan lain-lain. Selain untuk menjaga kesehatan, olahraga juga dijadikan hiburan dan tempat untuk menggapai prestasi Fenomena yang ada sekarang masyarakat Indonesia sangat menggemari olahraga futsal, bersepeda, dan juga jalan santai ataupun jogging. Hal ini didukung adanya acara seperti Car Free Day (CFD) di kota-kota besar Indonesia setiap hari minggu. Saat ini olahraga sudah menjadi suatu kebutuhan.
B. Market Share berdasarkan Frontier Consulting Group
Menurut hasil survei yang dilakukan oleh majalah marketing yang bekerjasama dengan Frontier Consulting Group pada tahun 2010, Adidas berhasil menduduki peringkat sebagai Top Brand dalam kategori sepatu olahraga. Adidas meraih posisi tersebut karena mencapai lebih dari 10% indeks dalam kategori tersebut. Di samping itu ADIDAS juga bersaing dengan merek besar lainnya seperti NIKE yang juga menyandang predikat Top Brand. Di bawahnya menyusul pula merek lainnya yang tidak termasuk dalam Top Brand antara lain BATA, REEBOK, EAGLE, CONVERSE, SPOTEC, dan PUMA. Hasil survei tersebut tergambar sebagai berikut.
Berdasarkan tabel 1.1 diatas selama tiga tahun berturut- turut yaitu tahun 2008, 2009, dan 2010 Adidas dan Nike selalu berada pada posisi Top Brand. Dan selama tiga tahun ini pula Adidas selalu berada di peringkat teratas. Pada tahun 2009 Adidas mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Tetapi pada tahun 2010 Adidas mengalami penurunan walaupun masih memimpin pasar. Sedangkan pesaing terdekatnya yaitu Nike mengalami peningkatan di tahun 2010. Hal ini mengindikasikan adanya masalah pada ekuitas merek Adidas. Ekuitas merek yang tinggi dipengaruhi oleh empat elemen utama dari ekuitas merek, yaitu
kesadaran merek, persepsi kualitas, asosiasi merek, dan loyalitas merek (Aaker, 1997).
PUMA adalah salah satu perusahaan terkemuka di dunia sportlifestyle yang mendesain dan mengembangkan sepatu, pakaian dan aksesoris. Hal ini berkomitmen untuk bekerja dengan cara yang berkontribusi terhadap dunia dengan mendukung Kreativitas, Keberlanjutan dan Perdamaian, dan dengan berpegang teguh pada prinsip-prinsip yang adil, jujur, positif dan kreatif dalam keputusan yang dibuat dan tindakan yang diambil. PUMA dimulai di Olahraga dan berakhir di Fashion. Kinerja Olahraga dan label Lifestyle termasuk kategori seperti Sepak Bola, Lari, Motorsports, Golf dan Berlayar. Sport Mode fitur kolaborasi dengan label desainer ternama seperti Alexander McQueen, Yasuhiro Mihara dan Sergio Rossi. PUMA Group memiliki merek PUMA, Cobra Golf dan Tretorn. Perusahaan, yang didirikan pada 1948, menyebarkan produknya di lebih dari 120 negara, mempekerjakan lebih dari 11.000 orang di seluruh dunia dan memiliki kantor pusat di Herzogenaurach / Jerman, Boston, London dan Hong Kong.
Produk yang menjadi kompetitor brand PUMA antara lain:
a. Adidas
Adidas mempunyai brand yang cukup melekat dalam industri sepatu. Mood
dari sepatu Adidas adalah modern. Brand ini cukup digemari, karena
modelnya yang mengikuti perkembangan sport. Di Indonesia sendiri, sepatu
Adidas lebih populer dibandingkan dengan Puma karena lebih banyak produk
olahraga yang mereka tawarkan. Namun, selain produk olahraga seperti
Adidas Predator, F50 Adizero dan variasi lainnya, ternyata mereka juga
mengeluarkan produk-produk lifestyle di Indonesia.
Berdasarkan hasil survey yang didapatkan, berikut kelebihan dan kekurangan yang
disampaikan oleh para konsumen Adidas, antara lain:
Kelebihan: ukurannya lengkap, model variasi, kenyamanan
b. Nike
Siapa yang tak kenal Nike? Dikenal baik karena slogan khas ‘just do it’ merek
yang satu ini terus membarikan inovasi untuk tiap produk yang
diluncurkannya.
Berdasarkan hasil survey yang didapatkan, berikut kelebihan dan kekurangan yang
disampaikan oleh para konsumen Nike, antara lain:
Kelebihan: ukurannya terbatas, model menunjang lifestyle, urban, trendy, vintage, classy dan original.
II.
ANALISIS PRODUK
A.
Perbandingan sepatu Puma terhadap kompetitor.
Indikator PUMA ADIDAS NIKE 2. Visi Pada PUMA, kami percaya bahwa posisi
kami sebagai pemimpin kreatif di Sportlifestyle memberi kita kesempatan dan tanggung jawab untuk berkontribusi pada dunia yang lebih baik bagi generasi mendatang. Sebuah dunia yang lebih baik dalam visi kami-PUMAVision-akan lebih aman, lebih damai, dan lebih kreatif dari
Berjuang untuk menjadi pemimpin global dalam industri barang olahraga bukan hanya mengenai hasil, melainkan mengenai bagaimana hasil-hasil yang dicapai. Visi kami adalah untuk semua orang di Kelompok dan rantai pasokan untuk berbagi seperangkat nilai-nilai dan mengikuti praktek-praktek bisnis yang bertanggung jawab. Kerangka tata kelola kami
UNTUK MEMBAWA INSPIRASI DAN INOVASI TERHADAP SETIAP ATLET DI DUNIA *
* JIKA ANDA MEMILIKI TUBUH, ANDA ADALAH ATLET
dunia yang kita kenal sekarang. bertujuan untuk membantu kami mewujudkan visi ini.
3.Desain Seiring dengan perkembangannya, sepatu Puma original tidak lagi hanya berfungsi sebagai perlengkapan olahraga saja. Mereka pun mulai memasuki segmen lifestyle dengan memproduksi barang-barang khas street fashion.
Beberapa perancang terkenal seperti Alexander Mc Queen dan fashion-label diluncurkan mulai dari sepatu Puma Ferrari yang tergolong eksklusif, sampai dengan sepatu untuk ballerina. Semua ini dilakukan untuk bersaing dengan merk-merk lainnya yang telah lebih dahulu mengembangkan koleksi mereka ke dalam kategori lifestyle.
Adidas lebih khusus sebagai label ikon. Untuk menjalankan misinya ialah Merayakan Keaslian. Kelompok fashion didefinisikan sebagai masa depan olahragawan dan termasuk label Y-3, Sport Desain Porsche, adidas SLVR dan NEO adidas. Meskipun keempat label adidas membawa olahraga otentik dengan spektrum penuh gaya hidup konsumen.
B. Analisis SWOT
• STRENGTH ( Kekuatan )
Produk sepatu puma selalu mengikuti perkembangan fashion yang sedang trend, selain itu produk Puma memiliki harga yang variatif.
• WEAKNESS ( Kelemahan )
Produk sepatu puma kurang dikenal oleh masyarakat, karena untuk sistem identitas visual, belum ada ketentuan yang jelas untuk pengaplikasiannya. Hal ini menyebabkan hilangnya identitas brand tersebut.
• OPPORTUNITIES ( Peluang )
Sepatu adalah salah satu kebutuhan yang cukup essensial. Perkembangan waktu telah menggiring sepatu yang tadinya hanya berfungsi sebagai pelindung, menjadi suatu bagian fashion yang sangat penting. Sepatu merupakan kebutuhan untuk melengkapi penampilan dan kepercayaan diri seseorang.
• THREAT ( Ancaman )
- Ketatnya produksi persaingan industri
C. POINT Unique Selling Point
Kami berkomitmen untuk bekerja dengan cara yang berkontribusi terhadap dunia dengan mendukung kreativitas, keberlanjutan dan kedamaian dan dengan berpegang teguh pada nilai-nilai menjadi Adil, Jujur, Positif dan Kreatif dalam keputusan yang dibuat dan tindakan yang diambil.
Dasar untuk kegiatan kami adalah PUMAVision - sebuah konsep yang kami berniat untuk memandu pekerjaan kami dengan tiga program inti PUMA.Creative, PUMA.Safe dan PUMA.Peace.
PUMA.Safe terdiri inisiatif dan komitmen untuk perlindungan lingkungan dan memperbaiki kondisi kerja yang telah di tempat selama bertahun-tahun sekarang. Mereka akan dilengkapi dengan program-program baru, yang fokus pada pelaksanaan sistem yang berkelanjutan bersih, lebih aman dan lebih dan proses dalam rantai pasokan.
PUMA.Peace mendukung Hari Gencatan Senjata global pada tanggal 21 September setiap tahun melalui inisiatif "Satu Hari Satu Tujuan", yang bertujuan untuk mendapatkan orang untuk bermain sepak bola dengan gagasan bahwa kekuatan olahraga akan menyatukan manusia dalam damai.
D. Target Audience
Demograf Primary
1. Remaja usia 18 – 25 tahun
2. Mood: Modern, Colorful, Simple.
Secondary
1. Dewasa, usia 26 – 38 tahun
2. Mood: Elegan, Modern
Kelas Sosial : A - B
Geograf
Tempat tinggal : Kota Besar, Pemukiman berkelas.
Psikograf
III. STRATEGI PROMOSI
PUMA mengambil inspirasi dari dunia Olahraga dan Gaya Hidup. Kami bernapas kehidupan ke olahraga, kita membawa olahraga untuk hidup, dan kita menciptakan mode yang sehat. Tidak ada olahraga tanpa pengaruh Gaya hidup dan tidak ada dari Gaya Hidup tanpa pengaruh dari olahraga.
"Kami mempertajam keunikan kami dalam posisi di Kinerja dan Gaya Hidup". Kami akan tetap senang Sportlifestyle merek yang mencampur pengaruh dari kedua dunia Olahraga dan Gaya Hidup. Pada saat yang sama kami terus mempertajam posisi kami pada kedua ujungnya - Kinerja dan Gaya Hidup - untuk menjadi lebih kompetitif dalam semakin dibedakan pasar. Pada jalan kami untuk menjadi yang paling diinginkan dan berkelanjutan Sportlifestyle perusahaan di dunia, kita melihat kebutuhan untuk memfokuskan kembali Strategi dengan meningkatkan diferensiasi antara kinerja dan gaya hidup. Kategori produk yang berbeda melalui lebih dan inisiatif pemasaran menciptakan konsumen permintaan melalui keunikan dan inovasi.
Kinerja kami memposisikan figur menarik teknis inovasi sementara kami visi Lifestyle didorong oleh relevansi budaya, gaya urban kepemimpinan dan inovasi desain canggih.
Tentang para atlet, rekayasa dan teknologi. Kami memperkuat dan memperluas portofolio aset olahraga kami untuk meningkatkan kredibilitas PUMA sebagai sebuah kinerja merek melalui para atlet terkenal dan tim di tahun lalu. Selain itu kami terus berinvestasi dalam pengembangan teknologi baru yang memungkinkan tubuh Anda untuk tampil lebih baik.
Kami fokus pada peluang untuk menemukan keterlibatan sejati di luar saluran media tradisional. Kami ingin memanfaatkan kekuatan media baru dalam ruang digital dan mobile, menghubungkan dengan cara yang lebih efisien dan terukur. Dengan basis penggemar yang kuat dan berkembang Facebook lebih dari 6 juta, kita milik merek yang paling aktif pada platform tersebut secara global.
A. Above The Line ( ATL )
Above the line adalah aktifitas marketing atau promosi yang biasanya dilakukan oleh manajemen pusat sebagai upaya membentuk brand image yang diinginkan, contohnya adalah iklan di televisi dengan berbagai versi. Sifat dari above the line merupakan media tidak langsung yang mengenai audience, karena sifatnya yang terbatas pada penerimaan audience.
1. Print Ad - Majalah - Koran
2. TV Commercial ( durasi kurang lebih 30" ) 3. Billboard
4. Signboard
5. Neon Box, Roll up Banner
B. Below The Line ( BTL )
Below the line adalah segala aktifitas marketing atau promosi yang dilakukan di tingkat retail/konsumen dengan salah satu tujuannya adalah merangkul konsumen supaya aware dengan produk, contohnya program bonus/hadiah, event, pembinaan konsumen dan lain-lain. Semua aktifitas ini biasanya dilakukan oleh kantor perwakilan di daerah yang menjadi area pemasarannya. Pada intinya aktifitas below the line selalu bertujuan untuk mendukung dan mem-follow up aktifitas above the line. Sifat below the line merupakan media yang langsung mengena pada audience karena sifatnya yang memudahkan audience langsung menyerap satu produk/pesan saja.
1. Merchandise
2. Paper bag dan packaging
Perancangan media promosi ini dibuat untuk mempromosikan suatu produk produk dari perusahaan sepatu Puma dan untuk menarik perhatian masyarakat agar membeli produk-produk yang dibuat PT. Puma Indonesia. Dengan banyaknya persaingan yang bergerak di bidang yang sama, maka diperlukan adanya suatu perancangan desain grafis pada media promosi yang berguna untuk mempromosikan dan mengenalkan produk sepatu Puma kepada masyarakat luas sehingga masyarakat tertarik dan akan membeli produk sepatu Puma.
Konsep visual
Konsep visual yaitu minimalis berkesan formal dan elegan. Unsur visual utama mengandung tema PumaVision ( PUMA.Creative, PUMA.Safe dan PUMA.Peace ). Nuansa warna, karakter huruf dan ilustrasi yang dipilih disesuaikan dengan konsep.
Format Desain
Format desain yang digunakan dalam pembuatan media promosi adalah landscape dan portrait.
Lay Out
Layout adalah mengatur penempatan berbagai unsur grafis, seperti mengatur tata letak teks, gambar, garis dan sebagainya. Pada Layout media-media promosi terdapat susunan tipografi, illustrasi dan warna yang sesuai dengan konsep sehingga layout terlihat nampak sederhana namun berkesan formal dan elegan. Layout/tampilan pada desain tersebut akan lebih mengarah pada permainan ilustrasi baik foto ataupun ilustrasi gambar, warna, dan tipografi.
Tipograf