Analisis Kadar Nitrit (NO₂ ) Dari Air Sungai Percut dan Sungai Deli Dengan Metode Spektrofotometri Pada Balai Riset Standarisasi Industri Medan

12 

Teks penuh

(1)

ANALISIS KADAR NITRIT ( NO₂ ¯ ) DARI AIR SUNGAI

PERCUT DAN SUNGAI DELI DENGAN METODE

SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS PADA BALAI RISET

STANDARISASI INDUSTRI MEDAN

KARYA ILMIAH

SUCIYANTI SITANGGANG

112401008

PROGRAM STUDI DIPLOMA

3 KIMIA ANALIS

DEPARTEMEN KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)

ANALISIS KADAR NITRIT ( NO

) DARI AIR SUNGAI PERCUT

DAN SUNGAI DELI DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI

UV-VIS PADA BALAI RISET STANDARISASI INDUSTRI

MEDAN

KARYA ILMIAH

Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat mencapai

gelar Ahli Madya

SUCIYANTI SITANGGANG

112401008

PROGRAM STUDI DIPLOMA

3 KIMIA ANALIS

DEPARTEMEN KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(3)

PERSETUJUAN

Judul : Analisis Kadar Nitrit (NO₂ ) Dari Air Sungai Percut dan Sungai Deli Dengan Metode

Spektrofotometri Pada Balai Riset Standarisasi Industri Medan

Kategori : Tugas Akhir

Nama : Suciyanti Sitanggang

Nomor Induk Mahasiswa : 112401008

Program studi : Diploma (D3) Kimia Analis

Departemen : Kimia

Fakultas :Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam

( FMIPA ) Universitas Sumatera Utara

Disetujui di

Departemen Kimia FMIPA USU Ketua,

Dr. Rumondang Bulan, MS

(4)

PERNYATAAN

ANALISIS KADAR NITRIT ( NO₂ ) DARI AIR SUNGAI PERCUT DAN SUNGAI DELI DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI PADA BALAI

RISET STANDARISASI INDUSTRI MEDAN

KARYA ILMIAH

Saya mengakui bahwa tugas akhir ini adalah hasil kerja saya sendiri, kecuali beberapa kutipan dan ringkasan yang masing-masing disebutkan sumbernya.

Medan , Juni 2014

(5)

PENGHARGAAN

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas Kasih KaruniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah yang diberi judul “ ANALISIS

KADAR NITRIT ( NO₂ ) DARI AIR SUNGAI PERCUT DAN SUNGAI DELI

DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI PADA BALAI RISET

STANDARISASI INDUSTRI MEDAN “. Karya ilmiah ini disusun untuk

(6)

ANALISIS KADAR NITRIT ( NO₂ ) DARI AIR SUNGAI PERCUT DAN SUNGAI DELI DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI PADA BALAI

RISET STANDARISASI INDUSTRI MEDAN

ABSTRAK

Dari hasil analisis kadar nitrit ( NO₂ ) dari air sungai Percut yang diambil didaerah

Amplas dan air sungai Deli di daerah Deli Tua dengan menggunakan spektro- fotometer yang panjang gelombangnya 543 nm diamati selama seminggu diperoleh

rata-rata kadar nitrit ( NO₂ ) yang dimulai dari hari Senin pada sungai Deli 0,0281

mg/L ; sungai Percut 0,0293 mg/L, hari Selasa pada sungai Deli 0,0132 mg/L; sungai Percut 0,01745 mg/L, hari Rabu pada sungai Deli 0,0193 mg/L; sungai Percut 0,0294 mg/L, hari Kamis pada sungai Deli 0,0133 mg/L; sungai Percut 0,0177 mg/L, hari Jumat pada sungai Deli 0,0278 mg/L; sungai Percut 0,0300 mg/L, hari Senin pada sungai Deli 0,0197 mg/L ; sungai Percut 0,0276 mg/L. Dari hasil tersebut kadar

nitrit ( NO₂ ) dari kedua sungai masih aman untuk digunakan masyarakat karena jika

(7)

ANALYSIS NITRITE CONTENT ( NO₂ ) OF PERCUT RIVER WATER AND DELI RIVER WATER BY USING SPEKTROFOTOMETRI METHOD IN

INDUSTRIAL STANDARDZATION RESEARH HALL MEDAN

ABSTRACT

The result of analysis nitrite content ( NO2 ) of Percut river water taken in Amplas

area and Deli river water taken in Deli Tua area by using spektrofotometri method it

has wavelength 543nm observed since a weak that get average nitrite content ( NO2 )

it started on Monday at Deli river 0,0281 mg/L; Percut river 0,0293 mg/L, on Tuesday at Deli river 0,0132 mg/L; Percut river 0,0174 mg/L, on Wednesday at Deli river 0,0193 mg/L; Percut river 0,0294 mg/L, on Thursday at Deli river 0,0133 mg/L; Percut river 0,0177 mg/L, on Friday at Deli river 0,0278 mg/L; Percut river 0,0300 mg/L, on Monday at Deli river 0,0197 mg/L; Percut river 0,0276 mg/L. The result of

the research could be seen that nitrite content (NO2 ) for both of river are still safe

(8)

DAFTAR ISI

2.1.3 Pembagian Air BerdasarkanAnalisis 7

2.1.4 Aspek Kimia – FisikaPencemaran Air 9

2.2 Nitrogen 10

2.2.1 Nitrogen Anorganik dan Organik 11

(9)

2.3 Limbah 14

2.3.1 Kualitas limbah 14

2.3.2 Karakteristik Limbah Cair 15

2.4 Karet 16

2.5 Spektrofotometer 18

2.5.1 Peralatan ( Instrumentasi ) 19

BAB 3 Metodologi Penelitian

3.1 Alat dan Bahan 21

3.1.1 Alat – alat 21

3.1.2 Bahan – bahan 22

3.2 Metoda Pengambilan sampel air sungai berdasarkan 22 debit air

3.3 Prosedur Penelitian 23

3.3.1 Pembuatan Pereaksi 23

3.3.2 Penyediaan Larutan Standart 24

3.3.3 Pembuatan Kurva Kalibrasi 26

3.3.4 Perlakuan Pada Larutan Blanko 27

3.3.5 Perlakuan Pada Larutan Sampel 28

BAB 4 Hasil dan Pembahasan

4.1 Hasil 29

4.2 Penentuan Nitrit 31

4.3.1 Penurunan persamaan garis regresi untuk larutan standart 32

(10)

DAFTAR TABEL

Nomor Table Judul Halaman

Tabel 2.1 Komposisi Lateks Segar dan Kering 17

Table 4.1 Data Penentuan Kadar Nitrit Pada Sampel 29

Table 4.2 Data Absorbansi Larutan Standart Nitrit ( NO2) 30

Berdasarkan Hasil Percobaan

Table 4.3 Persaamaan Garis Regresi Untuk Kurva Kalibrasi Nitrit 31

Dengan Menggunakan Metode Least Square Dimana

Konsentrasi Dinyatakan Sebagai Xi dan Absorbansi

(11)

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor Judul Halaman

Lamp

1. Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2001 Tentang Pengolahan 40

Kualitas Air Permukaan dan Pengendalian Pencemaran Air

2. Grafik Kurva Kalibrasi Larutan Standart Nitrit 45

(12)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Air merupakan sumber daya alam yang diperlukan untuk hajat hidup orang banyak,

bahkan oleh semua makhluk hidup. Oleh karena itu sumber daya air harus dilindungi

agar tetap dapat dimanfaatkan dengan baik oleh manusia serta makhluk hidup

lainnya. Pemanfaatan air untuk berbagai kepentingan harus dilakukan secara

bijaksana, dengan memper -hitungkan kepentingan generasi sekarang maupun

generasi mendatang. Aspek penghematan dan pelestarian sumber daya air harus pada

segenap pengguna air ( Effendi,2003 ).

Sungai mempunyai fungsi mengumpulkan curah hujan dalam suatu daerah

tertentu dan mengalirkannya ke laut, sungai itu dapat digunakan juga untuk berjenis

– jenis aspek seperti pembangkit tenaga listrik, pelayaran, pariwisata, perikanan dan

lain-lain ( Sosdarsono, 2003 ).

Keberadaan limbah cair yang dihasilkan industri karet dinilai mengancam

keberadaan sektor perikanan dan kondisi sungai yang dicemari oleh limbah domestik,

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...