• Tidak ada hasil yang ditemukan

paparan BENUA amerika period ketidakpusan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "paparan BENUA amerika period ketidakpusan "

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

BENUA, PAPARAN BENUA

ARTIKEL

Disusun untuk memenuhi tugas Matakuliah Oseanografi Yang dibina oleh Bpk. Bagus Setyabudi W.

Disusun oleh :

Nelya Eka Susanti (108821417242)

Alfi Sahrina (108821417246)

Irmawati (108821417250)

Devi Prasetyono (108821417267 )

The Learning University

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS ILMU SOSIAL

JURUSAN GEOGRAFI September 2010

FORMASI DAN STRUKTUR BUMI

Bumi atau sering disebut dunia yang kita diami merupakan salah satu planet dalam gugus tatasurya. Para ahli memperkirakan usia bumi telah mencapai 4.6 milyar tahun. Bisa dikatakan betapa bumi telah demikian tua. Bila dibandingkan dengan usia manusia rata-rata 60 tahun, maka usia bumi setara dengan 76.666.666 generasi.

Bumi yang memiliki diameter 12.756 ini mempunyai masa seberat 59.760 milyar ton itu tersusun atas lapisan-lapisan pembentuk. Secara umum susunan bagian dalam bumi dibagi menjadi tiga bagian, dari permukaan hingga lapisan terdalam bumi, yaitu; lapisan kerak, mantel dan inti bumi. Dalam perkembangan selanjutnya atas bantuan penelitian seismic yang makin maju, para akhli mengemukakan

keterangan-keterangan bagian dalam bumi yang lebih memuaskan dan menyusun gambaran struktur bumi sebagai berikut;

Penjelasan:

(2)

Lapisan ini menempati bagian paling luar dengan tebal berkisar 6-50 km. tebal lapisan ini tidak sama setempat, disekitar benua sekitar 20-50 km sedang di dasar laut 0-5 km atau bersama air laut yang berada di atasnya sekitar 10-12 km, yang tersusun atas materi-materi padat terutama yang kaya silisium dan aluminium. Lapisan kerak dibedakan atas dua lapisan materi, yaitu;

a. Lapisan Granitis => tersusun atas batuan granites. Kecepatan gelombang longitudinal di lapisan ini sekitar 6,5 km/detik.

b. Lapisan Basaltis => lapisan yang terletak di bawah lapisan granites dan kebanyakan materi basalt. Kecepatan gelombang 6,5-8 km/detik.

2. Selimut Bumi (Mantel)

Lapisan ini terletak dibawah kerak bumi dan pada umumnya dibedakan menjadi 3 lapisan, antara lain;

a. Lithosfer => lapisan yang berwujud padat dan kaya akan silisium dan aluminium. b. Asthenosfer => lapisan yang letaknya dibawah Lithosfer. Yang wujudnya agak kental, kaya akan silisium, aluminium dan magnesium.

c. Mesosfer > lapisan yang lebih tebal dan lebih berat, kaya dengan silisium dan magnesium.

3. Inti bumi (Core)

Lapisan ini menempati bagian paling dalam dan dapat dibedakan menjadi 2 bagian yaitu;

a. Inti bagian Luar > diduga bagian ini berwujud cair sebab lapisan ini tidak dilalui oleh gelombang transversal.

b. Inti Bagian dalam > terjadi perubahan kecepatan gelombang longitudinal dari rendah ke tinggi, diduga inti ini berwujud padat.

 Secara umum susunan bagian dalam bumi dibagi menjadi tiga bagian, dari

permukaan hingga lapisan terdalam bumi, yaitu; 1. Bagian padat (Litosfer),

2. Bagian cair (Hidrosfer) dan

3. Bagian gas (atmosfer)

 Bagian yang berkaitan dengan system ekologi seluruh makhluk hidup

(3)

BAGIAN GAS (ATMOSFER)

 Atmosfer adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, termasuk bumi, dari

permukaan planet tersebut sampai jauh di luar angkasa.

 Atmosfer terdiri dari;

1. Lapisan troposfer,

2. Lapisan stratosfer,

3. Lapisan mesosfer dan

4. Lapisan thermosfer

 Pembagian lapisan atmosfer berdasarkan suhu

 Di bumi, atmosfer terdapat dari ketinggian 0 km di atas permukaan tanah, sampai

dengan sekitar 560 km dari atas permukaan bumi.

 Atmosfer bumi terdiri atas nitrogen (78.17 %) dan oksigen (20.97%), dengan sedikit

argon (0.9%), karbondioksida (variable, tetapi sekitar 0.0357%), uap air, dan gas lainnya.

 Atmosfer berfungsi :

 Dengan menyerap radiasi sinar ultraviolet dari matahari

 Mengurangi suhu ekstrem di antara siang dan malam. 75 % dari atmosfer ada dalam 11

km dari permukaan planet.

 Pelindung kehidupan di bumi dari radiasi matahari yang kuat pada siang hari.

 Mencegah hilangnya panas keruang angkasa pada malam hari.

 Penghambat bagi benda-benda angkasa yang bergerak melaluinya sehingga sebagian

meteor yang melalui atmosfer akan menjadi panas dan hancur sebelum mencapai permukaan bumi.

BAGIAN PADAT (LITOSFER)

 Litosfer atau bagian yang padat dari Bumi, berada di bawah Atmosfer dan Samudra.  Bagian-bagian utama dari bumi adalah :

1. Inti, yang terdiri dari dua bagian. Inti bagian dalam yang bersifat padat, dan

ditafsirkan sebagai terdiri terutama dari unsure besi, dengan jari-jari 1216 km. Inti bagian luar berupa lelehan (cair), dengan unsure-unsur metal mempunyai ketebalan 2270 Km; kemudian

2. Mantel Bumi setebal 2883 Km; terdiri dari batuan padat, dan berikutnya

3. Kerak Bumi, yang relative ringan dan merupakan “kulit luar” dari Bumi, dengan

(4)

LAPISAN KERAK BUMI

 Lapisan ini menempati bagian paling luar dengan tebal berkisar 5-50 km,

 Tebal lapisan ini tidak sama setempat, disekitar benua sekitar 20-50 km sedang di

dasar laut 0-5 km atau bersama air laut yang berada di atasnya sekitar 10-12 km,

 Tersusun atas materi-materi padat terutama yang kaya silium dan aluminium.  Lapisan kerak dibedakan atas dua lapisan materi, yaitu;

 Lapisan Granitis : tersusun atas batuan Granites. Kecepatan gelombang longitudinal di

lapisan ini sekitar 6,5 km/detik.

 Lapisan Basaltis : lapisan yang terletak di bawah lapisan granites dan kebanyakan

materi basalt. Kecepatan gelombang 6,5-8 km/detik.

MANTEL (SELIMUT BUMI)

 Lapisan ini terletak di bawah kerak bumi dan pada umumnya dibedakan menjadi tiga

lapisan, antara lain;

1. Lithosfer lapisan yang berwujud padat dan kaya akan silisium dan aluminium

2. Asthenosfer lapisan yang letaknya dibawah lithosfer. Yang wujudnya agak kental,

kaya akan silisium, aluminium dan magnesium.

3. Mesosfer lapisan yang lebih tebal dan lebih berat, kaya dengan silisium dan

magnesium.

CORE (INTI BUMI)

 Lapisan ini menempati bagian paling dalam dan dapat dibedakan menjadi 2 bagian

yaitu;

1. Inti bagian luar, diduga bangian ini berwujud cair sebab lapisan ini tidak dilalui oleh

gelombang transversal

2. Inti bagian dalam terjadi perubahan kecepatan gelombang longitudinal dari rendah ke

tinggi, diduga inti ini berwujud padat.

BAGIAN CAIR (HIDROSFER)  Hidros: Air

 Sphere : Lapisan

 Jadi Hidrosfer adalah lapisan air yang ada di permukaan bumi.

 Hidrosfer di permukaan bumi meliputi danau, sungai, laut, lautan, salju, gletser, air

(5)

 Air adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup di bumi. Secara

umum banyaknya air yang ada di planet ini adalah sama walaupun manusia, binatang dantumbuhan banyak menggunakan air untuk kebutuhan hidupnya.

 Jumlah air di bumi sangat banyak, baik dalam bentuk cairan, gas/uap, maupun

padat/es. Jumlah air seakan terlihat semakin banyak karena es di kutub utara dan kutub selatan mengalami pencairan terus-menerus akibat pemanasan global bumi sehingga mengancam kelngsungan hidup manusia di bumi.

 Jumlah air bersih sepertinya tidak terbatas, namun sebenarnya air mengalami siklus

hidrologi dimana air yang kotor dan bercampur dengan banyak zat dibersihkan kembali melalui proses alam.

 Proses siklus hidrologi berlangsung terus-menerus yang membuat air menjadi sumber

daya alam yang terbaharui.

 Siklus hidrologi adalah suatu proses peredaran atau daur ulang air secara yang

berurutan secara terus-menerus.

 Pemanasan sinar matahari menjadi pengaruh pada siklus hidrologi. Air diseluruh

permukaan bumi akan menguap bila terkena sinar matahari. Pada ketinggian tertentu ketika temperatur semakin turun uap air kan mengalami kondensasi dan berubah menjadi titik-titik air dan jatuh sebagai hujan.

 Siklus hidrologi dibedakan menjadi tiga, yaitu siklus pendek, siklus sedang, dan

siklus panjang.

SIKLUS PENDEK

SIKLUS SEDANG

SIKLUS PANJANG

UNSUR-UNSUR UTAMA DALAM SIKLUS HIDROLOGI

 Evaporasi : penguapan dari badan air secara langsung.

 Transpirasi : penguapan air yang terkandung dalam tumbuhan.  Respirasi : penguapan air dari tubuh hewan dan manusia.  Evapotranspirasi : perpaduan evaporasi dan transpirasi.

 Kondensasi : proses perubahan wujud uap air menjadi titik-titik air sebagai hasil

(6)

 Presipitasi : segala bentuk curahan atau hujan dari atmosfer ke bumi yang meliputi

huja air, hujan es, hujan salju.

 Infiltrasi : air yang jatuh kepermukaan tanah dan meresap ke dalam tanah.

 Perkolasi : air yang meresap terus sampai ke kedalaman tertentu hingga mencapai air

tanah atau groundwater.

 Run off : air yang mengalir di atas permukaan tanah melalui parit, sungai, hingga

menuju ke laut.

 Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke

atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. Setelah mencapai tanah, siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda:

 Evaporasi/transpirasi – Air yang ada dilaut, didaratan, di sungai, di tanaman, dsb.

Kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bibtik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan, salju, es.

 Infiltrasi/Perkolasi ke dalam tanah – Air bergerak ked ala tanah melalui celah-celah

dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertical atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali system air permukaan.

 Air permukaan – Air bergerak di atas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan

danau; makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah, maka aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai0sungai yang bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut.

 Air permukaan, baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau, waduk, rawa),

(7)

TOPOGRAFI LEPAS PANTAI

Daerah pantai merupakan daerah yang dinamis dengan segala kerumitan fisik yang terjadi sehingga menampakkan ciri khas pantai tersebut. Ditinjau dari aspek geografis perairan di selat Lirung sangat potensial untuk pengembangan di bidang ilmu dan teknologi kelautan. Oleh karena itu salah satu kajian dalam bidang ilmu dan teknologi kelautan yaitu survei dan pemetaan dasar taut (batimetri) merupakan faktor yang sangat penting untuk menunjang pengembangan wilayah pantai dan pesisir. Keadaan topografi pantai lirung menampakkan keunikan tersendiri. Hasil penelitian menunjukan bahwa umumnya pada setiap lajur pengukuran kedalaman terdapat penurunan topografi yang cukup tajam dengan perubahan kedalaman sekitar 7 - 15

meter pada jarak yang tidak terlalu jauh dengan garis pantai ke arah taut sehingga

pada lokasi-lokasi tersebut topografinya curam.

Bentuk lahan pantai yang berada dilorong laut atau selat cenderung mengalami perubahan sebagai akibat bekerjanya proses geomorfik. Sebagai salah satu lahan pantai, gisik yang secara umum dipaharni sebagai akumulasi sedimen pantai berupa pasir dan kerikil, merupakan suatu ruang yang digunakan manusia sebagai tempat rekreasi karena hamparan pasirnya yang indah dan dapat memberikan potensi yang besar dalam aspek keparwisataan. Sehubungan dengan aspek kepariwisataan tersebut, keberadaan lahan gisik di Selat Lembeh bagiab Barat dipandang penting untuk

diungkapkan mengingat kurangnya informasi mengenai daerah tersebut. Berdasarkan hal tersebut, serangkaian proses belajar dalam bentuk penelitian telah dilakukan untuk menyediakan jawaban terhadap masalah bagaimana peranan factor hidrooseanografi, morfometri lahan, dan distribusi granulometri sediment terhadap pembentukan lahan gisik.

Topografi lepas pantai dapat dibedakan menjadi; a. Paparan benua (Continental shelf)

(8)

b. Lereng benua (Continental slope)

Lereng benua terbentuk akibat proses erosi dalam paparan benua, akumulasi ombak dan gelombang yang active bekerja menyebabkan garis paparan benua mengalami degradasi sehingga terbentuk lereng benua

c. Kaki benua (Continental Rise)

Kaki benua dapat dibedakan menjadi dua yaitu;

1. Passive Continental margins => dapat terjadi apabila suatu proses geologi tidak

terjadi di dasar lautan sehingga kanampakan pada paparan benua, lereng benua, kaki benua hanya berupa suatu tutupan endapan yang berasal dari erosi.

2. Active Continental margins => dapat terjadi jika suatu proses geologi di dasar lautan,

yaitu akibat dari pergerakan lempeng tektonik sehingga lempeng laut seolah-olah menunjam menuju pada lempeng benua sehingga disebut terjadi suatu subduksi yang pada akhirnya akan menghasilkan suatu lembah yang panjang dan dalam yang dihasilkan oleh aktivitas gunung api. Contoh: penunjaman antara lempeng Indian Australia dengan lempeng Eurasian yang terjadi di pegunungan selatan

d. Perairan dalam (Deep Osean Basin)

Pada perairan dalam, yang membedakan diantara yang lain adalah stratifikasi dasar laut dan pola sirkulasi oksigen didalam perairan dalam. Perairan dalam

cenderung banyak memngandung sulfur, dengan kadar oksigen sangat rendah. Pola arus di perairan dalam tidak stabil seperti pola arus yang ada di permukaan, hal ini dikarenakan sedikitnya organisme yang berada di perairan dalam dan pola gelombang yang tidakteratur.

LEMPENG TEKTONIK

(9)

Teori Tektonik Lempeng (bahasa Inggris: Plate Tectonics) adalah sebuah teori dalam bidang geologi yang dikembangkan untuk memberi penjelasan terhadap adanya bukti-bukti pergerakan skala besar yang dilakukan oleh litosfer bumi. Teori ini telah mencakup dan juga menggantikan Teori Continental Drift yang lebih dahulu

dikemukakan pada paruh pertama abad ke-20 dan konsep seafloor spreading yang dikembangkan pada tahun 1960-an.

Bagian terluar dari interior bumi terbentuk dari dua lapisan. Di bagian atas terdapat litosfer yang terdiri atas kerak dan bagian teratas mantel bumi yang kaku dan padat. Di bawah lapisan litosfer terdapat astenosfer yang berbentuk padat tetapi bisa mengalir seperti cairan dengan sangat lambat dan dalam skala waktu geologis yang sangat lama karena viskositas dan kekuatan geser (shear strength) yang rendah. Lebih dalam lagi, bagian mantel di bawah astenosfer sifatnya menjadi lebih kaku lagi. Penyebabnya bukanlah suhu yang lebih dingin, melainkan tekanan yang tinggi.

Lapisan litosfer dibagi menjadi lempeng-lempeng tektonik (tectonic plates). Di bumi, terdapat tujuh lempeng utama dan banyak lempeng-lempeng yang lebih kecil. Lempeng-lempeng litosfer ini menumpang di atas astenosfer. Mereka bergerak relatif satu dengan yang lainnya di batas-batas lempeng, baik divergen (menjauh), konvergen (bertumbukan), ataupun transform (menyamping). Gempa bumi, aktivitas vulkanik, pembentukan gunung, dan pembentukan palung samudera semuanya umumnya terjadi di daerah sepanjang batas lempeng. Pergerakan lateral lempeng lazimnya berkecepatan 50-100 mm/a.

Gambar A = Antara Lempeng Samudera dengan Lempeng Samudera Gambar B = Antara Lempeng Samudera dengan Lempeng Benua

Gambar C = Antara Lempeng Benua dengan Lempeng Benua. Tidak terbentuk gunung api.

Bagian luar interior bumi dibagi menjadi litosfer dan astenosfer berdasarkan perbedaan mekanis dan cara terjadinya perpindahan panas. Litosfer lebih dingin dan kaku, sedangkan astenosfer lebih panas dan secara mekanik lemah. Selain itu, litosfer kehilangan panasnya melalui proses konduksi, sedangkan astenosfer juga

(10)

adiabatik. Pembagian ini sangat berbeda dengan pembagian bumi secara kimia menjadi inti, mantel, dan kerak. Litosfer sendiri mencakup kerak dan juga sebagian dari mantel. Suatu bagian mantel bisa saja menjadi bagian dari litosfer atau astenosfer pada waktu yang berbeda, tergantung dari suhu, tekanan, dan kekuatan gesernya. Prinsip kunci tektonik lempeng adalah bahwa litosfer terpisah menjadi lempeng-lempeng tektonik yang berbeda-beda. Lempeng ini bergerak menumpang di atas astenosfer yang mempunyai viskoelastisitas sehingga bersifat seperti fluida.

Pergerakan lempeng biasanya bisa mencapai 10-40 mm/a (secepat pertumbuhan kuku jari) seperti di Mid-Atlantic Ridge, ataupun mencapai 160 mm/a (secepat

pertumbuhan rambut) seperti di Lempeng Nazca. Lempeng- lempeng ini tebalnya sekitar 100 km dan terdiri atas mantel litosferik yang di atasnya dilapisi dengan hamparan salah satu dari dua jenis material kerak. Yang pertama adalah kerak samudera atau yang sering disebut dengan "sima", gabungan dari silikon dan

magnesium. Jenis yang kedua yaitu kerak benua yang sering disebut "sial", gabungan dari silikon danaluminium. Kedua jenis kerak ini berbeda dari segi ketebalan di mana kerak benua memiliki ketebalan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kerak samudera. Ketebalan kerak benua mencapai 30-50 km sedangkan kerak samudera hanya 5-10 km.

Dua lempeng akan bertemu di sepanjang batas lempeng (plate boundary), yaitu daerah di mana aktivitas geologis umumnya terjadi seperti gempa bumi dan pembentukan kenampakan topografis seperti gunung, gunung berapi, dan palung samudera. Kebanyakan gunung berapi yang aktif di dunia berada di atas batas lempeng, seperti Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire) di Lempeng Pasifik yang paling aktif dan dikenal luas.

(11)

besar Lempeng Pasifik, sedangkan kerak benua timbul ke atas permukaan laut, mengikuti sebuah prinsip yang dikenal dengan isostasi.

Ada tiga jenis batas lempeng yang berbeda dari cara lempengan tersebut bergerak relatif terhadap satu sama lain. Tiga jenis ini masing-masing berhubungan dengan fenomena yang berbeda di permukaan. Tiga jenis batas lempeng tersebut adalah: 1. Batas transform (transform boundaries) terjadi jika lempeng bergerak dan mengalami

gesekan satu sama lain secara menyamping di sepanjang sesar transform (transform fault). Gerakan relatif kedua lempeng bisa sinistral (ke kiri di sisi yang berlawanan dengan pengamat) ataupun dekstral (ke kanan di sisi yang berlawanan dengan pengamat). Contoh: sesar jenis ini adalah Sesar San Andreas di California.

2. Batas divergen/konstruktif (divergent/constructive boundaries) terjadi ketika dua

lempeng bergerak menjauh satu sama lain. Mid-oceanic ridge dan zona retakan (rifting) yang aktif adalah contoh batas divergen.

3. Batas konvergen/destruktif (convergent/destructive boundaries) terjadi jika dua

lempeng bergesekan mendekati satu sama lain sehingga membentuk zona subduksi jika salah satu lempeng bergerak di bawah yang lain, atau tabrakan benua (continental collision) jika kedua lempeng mengandung kerak benua. Palung laut yang dalam biasanya berada di zona subduksi, di mana potongan lempeng yang terhunjam mengandung banyak bersifat hidrat (mengandung air), sehingga kandungan air ini dilepaskan saat pemanasan terjadi bercampur dengan mantel dan menyebabkan pencairan sehingga menyebabkan aktivitas vulkanik. Contoh kasus ini dapat kita lihat di Pegunungan Andes di Amerika Selatan dan busur pulau Jepang (Japanese island arc).

(12)

pembentukannya di mid ocean ridge, litosfer samudera pada mulanya memiliki kepadatan yang lebih rendah dari astenosfer di sekitarnya, tetapi kepadatan ini meningkat seiring dengan penuaan karena terjadinya pendinginan dan penebalan.

Besarnya kepadatan litosfer yang lama relatif terhadap astenosfer di bawahnya memungkinkan terjadinya penyusupan ke mantel yang dalam di zona subduksi sehingga menjadi sumber sebagian besar kekuatan penggerak pergerakan lempeng. Kelemahan astenosfer memungkinkan lempeng untuk bergerak secara mudah menuju ke arah zona subduksi. Meskipun subduksi dipercaya sebagai kekuatan terkuat

penggerak pergerakan lempeng, masih ada gaya penggerak lain yang dibuktikan dengan adanya lempeng seperti lempeng Amerika Utara, juga lempeng Eurasia yang bergerak tetapi tidak mengalami subduksi di manapun. Sumber penggerak ini masih menjadi topik penelitian intensif dan diskusi di kalangan ilmuwan ilmu bumi.

Pencitraan dua dan tiga dimensi interior bumi (tomografi seismik)

menunjukkan adanya distribusi kepadatan yang heterogen secara lateral di seluruh mantel. Variasi dalam kepadatan ini bisa bersifat material (dari kimia batuan), mineral (dari variasi struktur mineral), atau termal (melalui ekspansi dan kontraksi termal dari energi panas). Manifestasi dari keheterogenan kepadatan secara lateral adalah

konveksi mantel dari gaya apung (buoyancy forces) Bagaimana konveksi mantel berhubungan secara langsung dan tidak dengan pergerakan planet masih menjadi bidang yang sedang dipelajari dan dibincangkan dalam geodinamika. Dengan satu atau lain cara, energi ini harus dipindahkan ke litosfer supaya lempeng tektonik bisa bergerak. Ada dua jenis gaya yang utama dalam pengaruhnya ke pergerakan planet, yaitu friksi dan gravitasi.Lempeng-lempeng tektonik utama yaitu:

1. Lempeng Afrika, meliputi Afrika - Lempeng benua

2. Lempeng Antarktika, meliputi Antarktika - Lempeng benua

3. Lempeng Australia, meliputi Australia (tergabung dengan Lempeng India antara 50 sampai 55 juta tahun yang lalu)- Lempeng benua

4. Lempeng Eurasia, meliputi Asia dan Eropa - Lempeng benua

5. Lempeng Amerika Utara, meliputi Amerika Utara dan Siberia timur laut – Lempeng benua

(13)

Lempeng-lempeng penting lain yang lebih kecil mencakup Lempeng India, Lempeng Arabia, Lempeng Karibia, Lempeng Juan de Fuca, Lempeng Cocos, Lempeng Nazca, Lempeng Filipina, dan Lempeng Scotia.

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan Desa Siaga dilaksanakan melalui pembentukan Poskesdes, yaitu upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat ( UKBM ) yang dibentuk di desa dalam rangka

Setelah atlet dilatih baik fisik, teknik, strategi, maupun mentalnya dengan program latihan yang tepat, maka untuk menguji hasil latihannya adalah

Menurut Monroe dan Krishnan (1985) dan Zeithaml (1988) dalam Amir Nasermoadeli, Kwekachaoon Ling, dan Farshad Maghnati (2013) menyatakan bahwa produk yang baik nilai

Keywords: Biomass, black carbon, gas emission, indoor cooking, in-kitchen air, opacity, particulate matter,

Persaingan yang ketat dalam memperebutkan tempat di Perguruan Tinggl Negeri menimbulkan kecemasan pada sebagian besar siswa SMU kelas 3. Banyak faktor yang dapat

Adanya rasa tidak puas pada diri remaja tersebut memengaruhi remaja untuk menjadi konsumtif pada penampilan mereka, sehingga mereka semakin boros dalam pengeluaran uang

Dalam memperoleh kompetensi tersebut para mahasiswa UNNES wajib mengikuti proses pembentukan kompetensi melalui kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) meliputi

Dari permasalahan diatas, kami mencoba untuk mengembangkan olahan dari bahan singkong menjadi keripik singkong karamel madu yang dapat dijadikan sebagi camilan