KEWAJARAN,
PENGUNGKAPAN,
DAN TREND MASA
DEPAN
DALAM AKUNTANSI
Yuda Aji Giwangkoro (27)
Yuli Puji Astuti (28)
Yunita
PENDAHULUAN
Kewajaran menempati tempat yang paling penting dalam akuntansi karena memberikan jaminan pada
pengguna dan pasar bahwa
akuntan (sebagai pembuat laporan) dan auditor (sebagai pemeriksa) telah berusaha untuk bertindak adil. Karena arti utama dari kewajaran adalah penyajian secara wajar, bab
ini akan membahas secara
KEWAJARAN DALAM AKUNTANSI
Kewajaran sebagai netralitas
dalam penyajian
Persepsi dan penerapan penyajian secara wajar dalam pembuatan dan penyajian laporan keuangan yang telah mengikuti prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku secara umum, kadang-kadang memberikan beberapa konsekuensi yang kurang menguntungkan:
1.Ketidakmampuan untuk mengandalkan pada konsep keadilan yang sebaliknya justru didedikasikan pada kewajaran dalam distribusi.
2.Ketidakmampuan untuk memperluas ruang lingkup dari pengungkapan-pengungkapan dalam laporan keuangan di luar informasi akuntansi keuangan konvensional ke arah kewajaran dalam pengungkapan.
3.Fleksibilitas yang diberikan untuk melakukan manajemen penghasilan dan perataan laba.
Doktrin “benar dan wajar”
Forth Directive mengharuskan seluruh laporan keuangan dari perusahaan perseroan terbatas yang menjadi subjek dari hukum perusahaan Masyarakat Ekonomi Eropa, menyajikan pandangan “benar dan wajar” sebagai berikut:
1. Laporan tahunan akan terdiri atas neraca, laporan laba rugi dan catatan atas laporan keuangan.
2. Mereka akan disusun dengan jelas dan disusun sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ada dalam directive.
3. Laporan tahunan akan memberikan pandangan yang benar dan wajar atas aktiva, kewajiban, posisi keuangan dan laba rugi perusahaan.
4. Apabila penerapan ketentuan dari Directive tersebut tidak memadai untuk memberikan pandangan yang benar dan wajar sesuai dengan paragraf 3, informasi tambahan harus diberikan.
KEWAJARAN DALAM DISTRIBUSI
Pada dasarnya, kewajaran dapat dipandang sebagai konsep moral dari keadilan yang menjadi subjek dari tiga interpretasi yang berada
mengenai pemikiran keadilan
Perhatian atas
pertanyaan-pertanyaan mengenai
distribusi
Masalah
hampir selalu diabaikan dalam
pendistribusian
Williams
menandainya
sebagai
proses
evaluasi
dengan dua atribut berikut ini:
1.Bahwa
pengevaluasi
(evaluator)
sadar
akan
adanya kondisi bahwa segala
konsekuensi dari tindakan
yang ia lakukan akan dinilai
kewajarannya dan,
Konsekuensi
dari
aktivitas
akuntansi
memiliki
implikasi
moral
sekaligus
implikasi
“efesiensi”. Bagi suatu profesi,
menjadi lebih ilmiah bukan
berarti
harus
meninggalkan
pengambialan keputusan moral
dan mengembangkan cara-cara
untuk melakukannya. Kewajaran
dalam akuntansi dan kewajaran
dalam distribusi tumbuh dari
kerangka etika yang berbeda
meskipun
bersifat
Kewajaran dalam literatur
akuntansi sosial menjadi
masalah pendistribusian
tanggung jawab sosial
secara umum, dan
ketanggapan sosial sebagai
kemampuan dari perusahaan
untuk memberikan respons
Kewajaran sebagai konsep
moral dan keadilan
Teori keadilan Rawls
Sasaran dari teori keadilan Rawls adalah mengembangkan suatu teori mengenai keadilan dalam bentuk prinsip-prinsip untuk diterapkan dalam pengembangan struktur dasar dari masyarakat dan
yang menyajikan tantangan
Kewajaran dalam akuntansi
menurut Rawls
Teori kontrak Rawls jika diterapkan
dalam akuntansi, menawarkan
potensi untuk memercayakan pada tabir ketidaktahuan di semua situasi yang meminta adanya pilihan
akuntansi pada akhirnya
memberikan hasil solusi yang netral, wajar, dan adil secara sosial. Teori
ini juga menawarkan peran
Teori keadilan Nozick
Nozick berpendapat bahwa teori keadilan dari Rawls melanggar
hak-hak orang lain, dan
konsekuensinya tidak dapat
Kewajaran dalam akuntansi
menurut Nozick
Menurut Nozick, interprestasi dari Libetarian atas penghormatan yang diberikan oleh akuntansi kepada mekanisme pasar yang memberikan kewajaran penilaian, menyebabkan akuntansi tidak cukup dilengkapi
untuk menangani aspek-aspek
Teori keadilan
Gerwith
Kewajaran dalam akuntansi
menurut Gerwith
KEWAJARAN DALAM PENGUNGKAPAN
Di bagian ini akan diperluas pembahasan dalam meningkatkan konsep kewajaran dengan melihat
prinsip kewajaran dalam
pengungkapan. Pada dasarnya, sebagai hasil dari konsep kewajaran dalam distribusi yang lebih adil,
prinsip kewajaran dalam
pengungkapan meminta adanya
perluasan dari pengungkapan
Tuntutan untuk memperluas
pengungkapan
Usulan
pengungkapan
Bedford
Bedford mengusulkan perluasan pada pengungkapan akuntansi untuk mengurangi masalah-masalah yang diciptakan oleh Doktrin kewajaran
dalam akuntansi. Perluasan
pengungkapan akuntansi
menentukan perluasan dari
1. Perluasan ruang lingkup pengguna dari pemegang saham, kreditor, dan masyarakat umum ke kelompok-kelompok masyarakat.
2. Perluasan ruang lingkup pengguna dari mengevaluasi kemajuan ekonomi, memungkinkan penilaian dasar dan membantu keputusan ekonomi sampai kepada mengakan koordinasi antar perusahaan, memenuhi kebutuhan informasi khusus dari pengguna dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap aktivitas-aktivitas perusahaan.
3. Perluasan jenis informasi mengenai valuasi-valuasi moneter yang berbasis atas transaksi dari aktivitas-aktivitas internal perusahaan sampai kepada data internal dan eksternal.
4. Perluasan teknik pengukuran menggunakan aritmetika dan sistem pembukuan sampai kepada bidang ilmu manajenen total.
5. Perluasan kualitas pengungkapan keistimewaan dari segi kebutuhan masa lalu sampai kepada perbaikan relevansi bagi keputusan yang spesifk. 6. Perluasan sarana pengungkapan laporan
Teori kebijakan akuntansi
yang efsien dan adil dari
Lev
Keunggulan dari
pengguna Gaa
Gaa menyelidiki perumusan logis dari prinsip keunggulan pengguna dengan didasarkan pada karya-karya kontemporer dalam flosopi etika, sosial dan politik, dimana
manusia dipandang sebagai
pembuat keputusan, dimana
Temuan-temuan
Komite Jenkins
Sebagai usaha untuk meningkatkan pelaporan eksternal,AICPA pada tahun 1991
membentuk Komite Khusus untuk Pelaporan Keuangan, atau Komite Jenkins (Edmond L. Jenkins sebagai ketua). Komite ini ditugaskan untuk menentukan (a) hakikat dan tingkatan dari informasi yang disediakan oleh pihak manajemen bagi pihak lain dan (b) tingkatan sampai di mana auditor hendaknya
memberikan laporannya atas
Metode pelaporan
multilapisan
1.Pengakuan dan pelaporan dari keuntungan dan kewajiban suatu bisnis dengan kata lain, apakah yang hendaknya kita laporkan dalam laporan keuangan sebuah perusahaan.
2.Ketepatan waktu dari pelaporan keuangan dengan kata lain, kapan hendaknya hal-hal yang diakui dilaporkan.
3.Konsep dari perusahaan dengan kata lain, siapa yang akan kita ukur.
4.Saluran dan media distribusi dengan kata lain, dimana dan
bagaimana kita akan
Pelaporan nilai tambah
Pelaporan karyawan
Akuntansi dan pelaporan
sosial
Terdapat empat aktivitas yang berhubungan dengan akuntansi
sosial yaitu ; akuntansi
pertanggungjawaban sosial (social responsibility accounting, SRA),
Akuntansi sosioekonomi
Pengungkapan
informasi anggaran
Dalam pengungkapan informasi penganggaran perlu memperhatikan
reliabilitas terkait dengan
keakuratan relatif peramalan, pertanggungjawaban terkait dengan besarnya kewajiban perusahaan
dalam penganggaran dan
kemungkinan akuntan mengaudit anggaran tersebut, dan sikap diam terkait dengan tingkat diamnya dan ketidakbergeraknya perusahaan akibat kerugian yang mungkin
timbul dari pengungkapan
Akuntansi dan pelaporan arus
kas
Akuntansi aliran kas dipandang olehpendukungnya sebagai yang terbaik dibandingkan akuntansi akrual konvensional karena:
1. Dapat menyediakan kerangka analitis untuk menghubungkan kinerja masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang.
2. Dapat merefeksikan kemampuan perusahaan untuk membayar kewajibannya di masa mendatang dan yang direncanakan pada kebijakan keuangan.
3. Rasio aliran harga yang didiskon dapat menjadi indikator investasi yang lebih dapat dipercaya dibandingkan rasio harga dengan earnings saat ini, karen dalam menghitung earnings per lembar saham menggunakan berbagai metode alokasi yang sembarang.
Akuntansi sumber daya manusia
Manfaat sumber daya manusia
Belkaoui (1995) mendefnisikan akuntansi sumber daya manusia yaitu proses mengidentifkasi dan mengukur data mengenai sumber daya manusia dan mengkomunikasikan informasi ini kepada pihak – pihak yang tertarik. Tujuan utama akuntansi sumber daya manusia yaitu:
1.Identifkasi “nilai sumber daya manusia”.
2.Pengukuran cost dan nilai orang pada organisasi.
Teori nilai sumber daya
manusia
Konsep nilai manusia berasal dari
teori umum mengenai nilai
Pengukuran aktiva
sumber daya manusia
a.Metode Biaya Historis.
b.Metode Biaya Penggantian.
c.Metode Biaya Oportunitas.
d.Metode Kompensasi.
e.Metode Upah Diskonto Masa
Depan
yang
telah
disesuaikan.
KESIMPULAN
Dalam bab ini kita melihat hakikat dan konsekuesi dari konsep-konsep kewajaran, seperti kewajaran dalam penyajian, kewajaran dalam distribusi dan kewajaran dalam pengungkapan yang memotivasi tuntutan-tuntutan mendesak yang meminta dilakukannya perluasan pengungkapan dan inovasi-inivasi dibidang akuntansi. Dimana selanjutnya, inovasi-inovasi yang dapat dianggap sebagai tren masa depan dalam akuntansi akan mencakup:
1. pelaporan nilai tambah 2. pelaporan karyawan
3. akuntansi dan pelaporan social