• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMANFAATAN SISTEM KOMPOR PARALEL DENGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PEMANFAATAN SISTEM KOMPOR PARALEL DENGAN"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnal Ilmiah Fakultas Sains dan Teknik

UNIVERSITAS NUSA CENDANA

VOLUME 07, NOMOR 02, EDISI SEPTEMBER 2016

ISSN 1693 - 9522

Editorial

PROGRAM HILINK : MENGEMBANGKAN IPTEKS PRODUK KOPRA NTT DAN PANGSA PASAR PADA UKM MELALUI MEKANISASI DAN PENGANERAGAMAN PRODUK KOPRA

Adrianus Amheka... hal 1 - 15

KAJIANMUSKULOSKELETALDAN DIMENSI TENUN IKAT PADA PENENUN DI KUPANG NTT

Hari Rarindo, Paul G Tamelan dan Harijono……hal. 16 - 27 PRODUK IPTEKS PENGGULUNGAN BENANG TENUN IKAT NTT

MELALUI PENERAPAN PROGRAM IBM Harijono dan Simson RA Kerihi... hal. 28 - 32

PEMANFAATAN SISTEM KOMPOR PARALEL DENGAN MODEL PENGATURAN TEKANAN UDARA DI WILAYAH KOTA KUPANG

NTT

I Made Parsa, dan I G.M. Putra Kusuma……… hal. 33 - 41

APLIKASI IPTEKS MODEL BLENDES UNTUK PENGRAJIN EMAS DI KUPANG NTT

Priyono dan Oktofianus Fufu …………..hal. 42 - 46

STRUKTUR ALTERNATIF DALAM ARSITEKTUR DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI FEROSEMEN

Kelik Hendro Basuki ……… hal. 47 - 55

TERMODINAMIKA DAN PERPINDAHAN PANAS UNTUK MEMBEKALI SKRIPSI, TUGAS AKHIR (TA) MAHASISWA DI

JURUSAN TEKNIK MESIN FST UNDANA : SUATU KAJIAN PUSTAKA Defmit B.N Riwu ………….. hal. 56 - 62

INGENIOUS METHAFORIKPADA RUMAH TRADISIONAL ORANG SUMBA

Ariency Kale Ada Manu ……….. hal. 63 - 69

Diterbitkan Oleh :

Fakultas Sains dan Teknik

(2)

TIM JURNAL

PELINDUNG DAN PENASEHAT

: HERY L. SIANTURI (DEKAN FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK UNDANA)

KETUA REDAKSI

: THEO M DA CUNHA (PD I FST Undana)

WAKIL KETUA

: YUSUF RUMBINO

ANGGOTA

: APLIMON JEROBISONIF

LINDA W. FANGGIDAE

DOMINGGUS G.H. ADOE

HARI RARINDO

ANDI KEMALAWATI

JUSUF J.S. PAH

SILVESTER TENA

SUDIRMAN

WORO SUNDARI

LAY OUT

: ARIENCY K.A. MANU

VERDY A, KOEHUAN

ALAMAT REDAKSI:

FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK UNIVERSITAS NUSA CENDANA

JL. ADISUCIPTO PENFUI TELP. O380 881590 (KONTAK PERSON: 08233404 6374; 081 339 410606) E-Mail:[email protected]

KUPANG – NTT

(3)

PEMANFAATAN SISTEM KOMPOR PARALEL DENGAN MODEL PENGATURAN TEKANAN UDARA DI WILAYAH KOTA KUPANG NTT

I MADE PARSA, dan I G.M. PUTRA KUSUMA

Korespondensi : Program Studi Pendidikan Teknik Elektro PTK FKIP Universitas Nusa Cendana [email protected]

ABSTRAK :Universitas Nusa Cendana sebagai bagian integral dari masyarakat NTT berusaha membantu meningkatkan pengembangan peralatan teknologi tepat guna untuk membantu Industri kecil dalam meningkatkan produktivitasnya dan juga dapat mengatasi masalah yang timbul sebagai akibat dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi berbagai jenis produksi makanan; pisang, beras, kacang dan emping, yang belum dimanfaatkan karena keterbatasan sarana produksi. Hasil survey menemukan bahwa kuantitas dan kualitas produksi berbagai jenis produksi makanan produk makanan kaki lima akan dapat ditingkatkan dengan merancang dan membuat alat kompor untuk menggoreng produk makanan kakilima sistem paralel dengan pengaturan tekanan udara di beberapa kakilima, seperti; Kakilima jenis Jajanan dan jenis Makanan dengan merancang alat kompor penggoreng produk makanan kakilima pada di kedua mitra dimaksud. Atas dasar pengembangan ipteks, Undana ikut dalam mengimplementasikan pembangunan industri agribisnis, baik melalui aplikasi teori-teori di kampus tentang penggorengan untuk mengolah sumber daya alam, salah satunya adalah berupa: dari beras, pisang, jagung, ubi-ubian, kacang-kacangan dan lainnya, untuk bisa menjadi produk makanan kakilima seperti produk makanan gorengan yang memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Diharapkan juga memberi peluang bagi perluasan kesempatan bekerja dengan pemanfaatan sistem kompor paralel dengan model pengaturan tekanan udara dalam memanfaatkan panas api yang dihasilkan. Alat kompor ini, diperlukan karena pembuatan produk makanan kakilima selama ini masih digoreng pada satu kompor bekerja begitu saja, sehingga waktu untuk penggoreng produk makanan kakilima menjadi lama dan kurang cepat dan merata hasilnya, yang berakibat produksi makanan yang sangat terlambat, serta proses haroma rasa makanan yang kurang baik, karena sumbu kompor yang terbatas pada setiap menggoreng produk makanan kakilima. Adapun konkret mengatasi permasalahan mitra Kakilima jenis Jajanan dan Kakilima jenis Makanan di Kota Kupang melalui program Ipteks bagi Masyarakat ini dilakukan dalam bentuk bantuan: pendidikan, pelayanan, pelatihan dan evaluasi penggunaan alat Kompor Sistem Paralel dan Pengaturan Tekanan Udara dengan kegiatan (1) Pelatihan menggoreng, dengan sistem kompor paralel dan pemanpaatan tekanan udara, apakah ketepatan arah api kompor dengan tekanan panasnya, posisi produk makanan kakilima yang akan di goreng, sehingga mendapatkan hasil penggorengan makanan dengan lebih akurat dan tepat sehingga hasil gorengan merata.(2)Memberikan pelayanan dan contoh cara-cara pengoperasian kompor untuk menggoreng produk makanan kakilima sistem paralel dan pengaturan tekanan udara. Untuk mendapatkan panas yang merata pada setiap produk makanan kakilima, serta mobilitas alat yang bergeser/pindah karena tempat lokasi, yang baik dan benar serta cara pemelihara peralatan kompor dengan suku cadang dan alat penunjangnya.

(4)

Salah satu potensi yang dimiliki wilayah propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah lahan pertanian dan laut yang luasnya 47.346,9 Km2, mempunyai konstribusi yang

cukup besar terutama dalam meningkatkan penghasilan beras, trigu dan ikan serta palawija lainnya. Oleh pemerintah daerah luas lahan pertanian 33,7 % dan laut 76,3 % dari luas NTT tersebut di atas, dapat dimaksimalkan penggunaannya melalui insentifikasi tanaman padi, jagung, umbi-umbian, pisang dan ikan. Hasil produksi tersebut oleh petani dan nelayan di wilayah NTT justru sebagaian akan menjadi makanan krupuk, emping, umbi-umbian makanan pokok masyarakat NTT. Kebijaksanaan pemerintah daerah dengan pertumbuhan ekonomi 0,7 % per tahun, memberikan peluang yang besar kepada industri kecil ikut berperan pada peningkatan pendapatan asli daerah dan juga bisa menciptakan lapangan kerja industri agribisnis bagi masyarakat NTT (BPS NTT, 2014).

Beberapa industri kecil yang ikut mengolah beras, pisang, jagung, ubi-ubian dan ikan menjadi berbagai macam jenis makanan ringan adalah Pedagang Kakilima jenis Makanan, yang bertempat pinggiran Jalan Bundaran PU depan toko Kayu No. 24. Kecamatan Oebobo Kota Kupang dan Pedagang Kakilima jenis Jajanan yang beralamat pinggiran Jalan Timor Raya depan

Mall Dutalia Kelurahan Oesapa Kec. Kelapa Lima Kota Kupang. Pengelolaan manajemen produksinya masih sederhana dengan menggunakan alat-alat manual seperti kompor tungal, alat potong pisau, tampah, ulekan dan beberapa peralatan manual ringan lainnya kegiatan berupa penjualan makanan jajanan ringan.. Sistem pemasarannya masih bersifat lokal namun produknya sudah dapat menyebar ke berbagai daerah malahan bisa sampai keluar negeri Timor Lese melalui orang-orang yang berkunjung ke Kota Kupang, produk tersebut sebagian besar berupa makanan jajanan dan

oleh-oleh dari Kota Kupang. Dari sisi permodalannya masih tergolong kecil sehingga kemampuan produksinya masih terbatas dan dikelompokkan usaha kakilima.

Untuk peningkatan pemanfaatan energi panas kompor sebagai sumber tenaga bagi peralatan industri agribisnis : beras, pisang, jagung, umbi-umbian, kacang-kacangan dan ikan, maka diciptakan model kompor penggoreng produk makanan kakilima sistem paralel dan pengaturan tekanan udara, dari panas kompor. Alat ini diperlukan karena pembuatan produk makanan selama ini masih digoreng pada kondisi alamiah dengan satu kompor, sehingga waktu untuk penggorenganan produk makanan kakilima menjadi lama dan tidak merata, yang berakibat produksi makanan yang sangat terlambat. Juga akan terjadi proses haroma rasa makanan yang tidak merata, karena penggorengan tidak merata pada setiap permukaan produk makanan. Saat musim hujan datang mobilitas penggorenganan sangat tinggi sehingga kerja pedagang kakilima menjadi ringan dan gampang dipindah-pindah.

Kegiatan produksi usaha jajanan baik pada jenis Jajanan maupun jenis Makanan masih sangat rendah, sederhana dan memerlukan tenaga manusia yang cukup banyak, dengan penyelesaian waktu pekerjaan penggorengan yang sangat lama. Hal ini merupakan kendala besar dalam meningkatkan kuantitas maupun kualitas hasil produk seperti jajanan kerupuk, beras, pisang, jagung, umbi-umbian, kacang-kacangan dan ikan, sejak berdirinya beberapa

mall, Kota Kupang sebagai tujuan wisata dan pertokoan di Kota Kupang, dimana semakin hari semakin banyak pesanan dari konsumen yang harus dapat dikerjakan dengan cepat dan kualitas yang baik.

(5)

penggorengan. Demikian pula keterampilan dan administrasi manajemennya dapat dikerjakan bila para dosen jurusan Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Undana diimbangi dengan adanya kemauan, kemampuan, keterampilan, dana, daya, dan sarana sebagai faktor utama dalam menunjang dan mendukung kerja dalam kerja kompor secara paralel untuk meningkatkan produksi dalam pengolahan menggoreng makanan.

Atas dasar pengembangan ipteks, Undana ikut dalam mengimplementasikan pembangunan industri agribisnis, baik melalui aplikasi teori-teori di kampus tentang penggorenganan untuk mengolah sumber daya alam, salah satunya adalah berupa : beras, pisang, jagung, umbi-umbian, kacang-kacangan dan ikan, untuk dapat menjadi kerupuk, emping dan kacang yang memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Diharapkan juga memberi peluang bagi perluasan kesempatan bekerja dengan pemanfaatan sistem kompor paralel untuk peningkatan produksinya.

Universitas Nusa Cendana (Undana) sebagai bagian integral dari masyarakat NTT berusaha membantu meningkatkan pengembangan peralatan teknologi tepat guna untuk membantu Industri kecil dalam meningkatkan produktivitasnya dan juga dapat mengatasi masalah yang timbul sebagai akibat dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi berbagai jenis produksi makanan, yang belum dimanfaatkan karena keterbatasan sarana produksi. Hasil survey

menemukan bahwa kuantitas dan kualitas produksi berbagai jenis produksi makanan akan dapat ditingkatkan dengan merancang dan membuat alat kompor penggorengan produk makanan beberapa kakilima seperti jenis makanan dan jenis jajanan dengan merancang alat kompor penggorengan hasil produksi makanan pada di kedua kakilima mitra dimaksud.

Permasalahan Mitra, dapun identifikasi permasalahan yang dihadapi oleh mitra Kakilima Jenis Jajanan dan Kakilima Jenis Makanan, setelah adanya survey dan diskusi antara tim pengusul dengan tim mitra dimaksud yang ada di Kota Kupang NTT, dinilai ada beberapa identifikasi masalah antara lain : (1) Adanya pesanan produk industri makanan Kakilima jenis Jajanan dan Kakilima jenis Makanan dari konsumen yang banyak dalam waktu yang singkat, menuntut proses produksi kualitas yang tinggi.(2)Kakilima mitra tidak memiliki sistem kompor dengan menggoreng yang cepat dan merata, sehingga hasil penggorengan permukaan produk makanan kakilima menjadi tidak merata dan sama.(3)Lokasi penggorengan produk makanan kakilima di pinggir jalan sangat sempit dan terbatas, karena lokasi industri mitra di dalam kota Kupang.(4)Saat turun hujan pekerja mitra susah memindahkan alat kompor menggoreng yang banyak dalam waktu yang singkat, diperlukan alat kompor yang memiliki mobilitas kerja tinggi, mudah dipindah-pindah.

Target luaran yang diharapkan akan tercapai dalam program IbM bagi kegiatan

melakukan pelatihan pengoperasian dan pemeliharaan alat kompor sistem paralel dengan pengaturan tekanan udara dengan memberi bantuan teknologi dalam pengoperasian alat kompor dengan pengaturan tekanan udara memanfaatkan sumbu api, sebagai berikut;

A. Luaran Produk Sisi Ekonomis

Target luaran dari program IbM,

dengan adanya model kompor untuk produk Kakilima jenis Jajanan dan Kakilima jenis Makanan Kota Kupang ini, diharapkan dapat :

(6)

dipermukaan makanan.

2. Model kompor paralel membantu produk kakilima dalam penyebaran panas melalui permukaan sumbu kompor ini, akan mengatasi masalah dalam waktu kerja yang cepat, karena dalam waktu yang singkat dapat mengolah menggoreng produk makanan kakilima, sehingga biaya operasional pekerjaan produk makanan kakilima menjadi murah dan penggunaan tenaga kerja serta waktu kerja yang efisien.

3. Dapat meningkatkan pendapatan para pekerja yang tergabung pada Kakilima jenis Jajanan dan Kakilima jenis Makanan Kota Kupang dalam menggoreng produk makanan kakilima dan sejenis lainya, yang mungkin bisa dikerjakan seperti oleh program ini dalam model lain, misalnya jenis pemanasan bahan baku sebelum di produksi seperti ikan dan lainnya.

B. Luaran Produk Dari Sisi Ipteks

Model kompor dengan pengaturan tekanan udara produk makanan, melalui penyerapan energi panas pada pada sumbu nyala api kompor ini, merupakan penerapan teknologi tepat guna mendukung para pekerja di Kakilima jenis Jajanan dan Kakilima jenis Makanan Kota Kupang, mempunyai nilai tambah produktivitas, sebagai berikut :

1. Dapat memanfaatkan energi panas kompor yang ada penggunaan perangkat daya merata permukaan pemanas dari sumbu api kompor, serta sistem tekanan udara dengan sebaran panasnya merata, serta mudah pengoperasian dan pemeliharaannya.

2. Dengan menggunakan sistem kompor paralel ini, memberi nilai efisien dalam waktu dan tenaga kerja dalam pekerjaan mengolah penggorengan produk makanan kakilima, secara bersama serta program ini mudah dioperasikan.

3. Penggorengan dengan sistem kompor

paralel ini dapat pula bekerja dengan mobilitas tinggi di saat musim hujan, dengan kompleksitas model penggorengan produk lainnya dengan metode yang berbeda, dengan didukung kemampuan yang maksimal untuk mengatasi masalah lingkungan.

C. Dampak Sosial Luaran Secara Nasional

Model alat kompor paralel dengan pengaturan tekanan udara untuk menggoreng produk makanan kakilima yang diajukan ini, melalui program daya sumbu kerja api kompor ini. Dapat juga kompor ini mengatasi masalah menggoreng produk makanan jajanan pada kakilima sejenis lainnya pada pekerjaan menggoreng makanan yang sulit dan kompleksitasnya sangat tinggi, dalam berbagai pelayanan menggoreng yang merata di permukaan dengan jenis dan bentuk permukaan produk makanan kakilima yang berbeda-beda. Program sitem kompor paralel ini dapat meningkatkan efisiensi baik dari waktu kerja, tenaga maupun secara kualitas dan kemampuan para pekerja Kakilima jenis Jajanan dan Kakilima jenis Makanan Kota Kupang, akan meningkat dalam produksi serta pelayanan pada para konsumen baik di Kota Kupang. Begitu pula para Wisatawan yang akan membawa oleh-oleh produk makanan kaki lima bernuansa Kupang NTT secara regional/nasional. Model kompor ini nantinya dapat dirancang dan dikembangkan dengan memanfaatkan sistem deteksi sensor panas sebagai alat penghitung derajat panas yang diharapkan dari kompor ini. Secara Nasional alat ini juga dapat dipakai untuk menggoreng beberapa keperluan apakah bahan baku maupun hasil produk sejenis yang jumlahnya agak banyak, tetapi tidak menyebabkan kurangnya kualitas produk yang akan dihasilkan terhadap para konsumen maupun wisatawan.

METODE

A. Pendekatan Teori dan Mengatasi Permasalahan

(7)

langkah-langkah rancangan gambar, sehingga dapat diterapkan pada sistematika langkah-langkah pembuatan kompor untuk menggoreng

produk dengan sistem paralel dari pengaturan tekanan udara adalah sebagai berikut :

B. Langkah-Langkah Mengatasi Permasalahan

1. Melakukan pemasangan alat kompor sistem paralel dengan pengaturan tekanan udara.

2. Menyusun Jajanan dan Makanan yang telah diolah, kemudian untuk goreng. 3. Mengontrol suhu di dalam ruang kompor sampai maksimal 700C.

4. Produk makanan kakilima yang sudah digoreng dengan hasil yang kering merata.

KELAYAKAN PERGURUAN TINGGI

Sementara pengusul dari kegiatan program Ipteks bagi Masyarakat (IbM) ke

Ditbinlitabmas ini adalah Tim Program Studi JPTK dilingkungan FKIP Undana, dimana merupakan bagian dari Tim LPM Universitas Nusa Cendana Kupang melakukan kegiatan

survey lapangan di wilayah Pemerintah Kota Kupang NTT. Tim pengusul juga memperhatikan kualifikasi /disiplin ilmu dari Tim yang ada, juga melibatkan 4 (empat) orang mahasiswa pada program studi Pendidikan Teknik Elektro, dan Pendidikan Geografi untuk dapat mengatasi permasalahan dari para pekerja UKM mitra yang melakukan penelitian.

Sumber daya manusia yang dilibatkan untuk pelaksanaan program Ipteks bagi kelompok kerja UKM mitra di Kota Kupang adalah : Dosen Program Studi Pendidikan Teknik Elektro di Jurusan Pendidikan Teknologi dan Kejuruan dan Jurusan Pendidikan Georafi FKIP Undana yang akan dilibatkan pada kegiatan ini adalah sebagai berikut :

GAMBAR DESAIN ALAT KOMPOR MENGGORENG PRODUK MAKANAN KAKILIMA DENGAN PANAS KOMPOR (Tinjauan Pustaka)

PENYEDIAAN MATERIAL ALAT SESUAI KEBUTUHAN

MEMOTONG MATERIAL SESUAI DENGAN UKURAN YANG DIBUTUHKAN

PERAKITAN KOMPONEN/MATERIAL SESUAI DENGAN DESAIN

PEMASANGAN FILAMEN ALUMINIUM UNTUK DAYA SERAP PANAS

MATAHARI

KOMPOR MENGGORENG PRODUK MAKANAN KAKILIMA DENGAN SISTEM TEKANAN UDARA DENGAN PANCARAN API PANASNYA TINGGI

(8)

Tabel 1: Sumber Daya PTN Undana sebagai Tim Pengusul

NO. N A M A BIDANG ILMU T U G A S

01. Dr. I Made Parsa, M.Pd. Penelitian dan Evaluasi.

Koordinator, Kompor Penggorengan produk & penangguang jawab.

Analisi Hygenis dan kualitas produksi Makanan.

03. Christhomas, S.Pd, M.Pd. Tekanan Udara (Teknisi)

Perakitan Sistem Tekanan Udara pada Kompor, sehingga mendapatkan panas yang merata.

04. Cristian Boy Boy, S.Pd, M.Pd. Konversi Energi (Teknisi)

Pengkajian perubahan energi dari cair/gas ke energi panas. 05. Serli J. Tambenu, Yanti Daud,

Albertus dan Armin Pane.

Mahasiswa Prodi. Pendidikan Teknik Elektro dan Geografi

Membantu dalam perakitan dan juga dalam pelaksanaan program IbM

HASIL DAN LUARAN YANG DICAPAI A. Hasil Kegiatan Pada Mitra

Sebagai indikator kinerja dari kegiatan Program Ipteks bagi Masyarakat (IbM) DRPM Direktorat Jederal Penguwatan

Riset dan Pengembangan, Kemenristekdikti adalah meningkatnya produktivitas produk jenis Makanan dan jenis Jajanan pada mitra di 2 (dua) Pedagang Kakilima Kota Kupang, dari sisi kuantitas dan kualitas diharapkan menjadi sangat tinggi, sehingga hasil produktivitas jenis Makanan dan Jenis Jajanan dengan pengolahan alat kompor menggoreng makanan pedagang kakilima sistem paralel dan tekanan udara, terutama mengatasi permasalahan kakilima mitra: membuat pelatihan menggoreng, dengan sistem kompor paralel dan pemanpaatan tekanan udara, apakah ketepatan arah api kompor dengan tekanan panasnya, posisi produk makanan kakilima yang akan di goreng, sehingga mendapatkan hasil penggorengan makanan dengan lebih akurat dan tepat, sehingga hasil gorengan merata yang baik dan benar yang dimiliki oleh para pekerja pedagang kakilima yang menyebabkan meningkatnya kemampuan

produksi makanan dan jajanan mitra.

B. Langkah-Langkah Dalam Pembahasan Memperoleh Hasil

(9)

mobilitas alat yang bergeser/pindah karena tempat lokasi, yang baik dan benar serta

cara pemelihara peralatan kompor alat penunjangnya

.

Gambar 1. Ketua Pelaksana dengan tim teknisi dan Mahasiswa melakukan uji coba, menganalisis tekanan minyak dari tabung ke mata sumbu kompor dan bagian kanan Tim mengangkut dua alat

kompor yang akan dilakukan pengabdian di dua usaha Pedagang Kaki lima mitra IbM.

Gambar 2. Sebelah kanan Tim memberi pengarahan langkah-langkah operasional alat Kompor, sementara di sebelah kiri operasional penggorengan jajanan.

RENCANA TAHAPAN BERIKUTNYA A. Rencana Sedang Berjalan

Alat kompor penggoreng makanan yang akan digunakan dari pembentukan jenis jajanan khas NTT atau desain yang diinginkan, diberikan pengaturan dalam penggorengan dengan bara api dari kompornya, agar bara api yang dihasilkan menjadi merata sehingga dapat menghasilkan panas yang konstan untuk ditransfer ke minyak penggorengan yang akan menggoreng atau memasak sesuai keinginan desain bentuk khas jajanan NTT yang sudah di mal. Kompor yang digunakan untuk memberikan tenaga panas sesuai tenaga sumbu api yang dirancang,

memberikan daya panas pada penggorengan atau wajan yang bekerja paralel melalui pengaturan tekanan udaranya. Sementara panas yang dihasilkan oleh kompor sistem paralel dengan pengaturan tekanan udaranya akan memberikan panas yang merata dipermukaan penggorengan dan panci sehingga dapat dimanfaatkan untuk memproduk makanan dan atau jajanan yang sudah di mal untuk melakukan pembuatan jenis produk makanan dan jajanan yang diinginkan sesuai pola yang sudah dibuatnya.

B. Faktor Penghambat Yang Harus Dihadapi Berikutnya

(10)

dapat memproduk makanan atau jajanan khas NTT, mampu berfungsi sebagai pengubah suatu bentuk tenaga api tersebut untuk dapat menghasilkan energi panas yang ditransfer melalui penggorengan dan atau panci ke benda makanan atau jajanan. Untuk memanfaatkan energi panas yang paralel, akan mengubah energi bara api yang diterima melalui penggorengan yang ada di bagian atas alat kompor sesuai tekanan udara yang diatur melalui pompa, sehingga merata ke tiga titik sumbunya ini adalah alat bantu mengalirkan energi panas untuk diolah sesuai rumus-rumus yang sudah dibangun/dibuat dalam rancangan alat kompor sesuai kebutuhan yang diperlukan. Selain itu kalau ada banyak model desain jajanan khas, maka harus dengan cekatan pekerja membentuk model-model menggoreng yang sudah diberikan bentuk yang diinginkan, agar jajanan khas yang sudah dibentuk sesuai mal yang sudah dapat di buat permukaan jajanan yang diinginkan.

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan.

Hasil Laporan Kemajuan Kegiatan pelaksanaan IbM dari permasalahan yang dihadapi oleh mitra pedagang kakilima jenis makanan dan jenis jajanan, setelah adanya survey dan diskusi antara tim pengusul dengan tim mitra dimaksud yang ada di Kota Kupang NTT, dapat disimpulkan antara lain sebagai berikut:

1. Pesanan produk jenis makanan dan jenis jajanan di pedagang kakilima dari konsumen yang banyak dalam waktu yang singkat, dengan menuntut proses produksi makanan dan jajanan yang

tinggi, dapat diatasi dengan baik.

2. Pedagang kakilima rekan memiliki jenis makanan dan jenis jajanan yang kualitas produk cepat dan merata, sehingga permukaan kualitas produk jajanan menjadi sama.

3. Model desain jenis jajanan yang beraneka ragam untuk makanan di 2 mitra kakilima dapat segera dihasilkan sesuai keinginan yang sudah dibuat dalam model mal.

4. Saat ada perpindahan tempat kerja, maka pekerja mitra menjadi lebih mudah dan gampang dalam memindahkan alat kompor penggorengan makanan dan jajanan dalam waktu yang singkat, karena alat ini mudah diangkat untuk mobilitas kerja tinggi.

Saran-Saran

Dalam kegiatan IbM berikutnya disarankan agar dapat diupayakan :

1. Dilakukan pengembangan sistem mobilitas alat kompor penggorengan, dengan sistem roda yang baik, sehingga alat mudah dilakukan mobilitas kerja, dan juga ada alat kunci roda saat mau mengoperasikan alat komporl dimaksud. 2. Para anggota Tim IbM LPM Undana

Kupang, untuk dapat mengembangkan dengan cepat dan baik sistem model berbagai jenis makanan dan jajanan yang lebih kompleks dan dimana dapat meningkatkan kerja Mitra dalam melayani para konsumen jajanan oleh-oleh khas NTT maupun para Peneliti lainnya, dan fungsi alat menjadi lebih multiguna.

DAFTAR PUSTAKA

Bagia I Nyoman. (2001). Alat Pembuat Tasbih Kayu Cendana Dengan Desain Bentuk Mata Bor Listriknya. Laporan Vucer LPM Undana.

BPS NTT. (2014). Nusa Tenggara Timur dalam angka. Kupang: Laporan

Indeks Pembangunan NTT.

Charles K, (2000), Motor-Motor Listrik,

Alih Bahasa Djoko Achyanto, Jakarta: Erlangga.

(11)

Shop Proposal Penelitian, di Universitas Nusa Cendana, Jurusan mesin ITB.

Musakabe H.(1994), Dinamika Pembangunan NTT, Kupang: Pemerintah Daerah (Pemda) NTT. Parsa I Made, (1998), Alat Pendeteksi

Tegangan Listrik, Loparan PPM LPM Undana.

Pemda NTT. (2014). Potensi Pertumbuhan Pertanian dan Kelautan di Nusa Tenggara Timur. Kupang: Percetakan Flobamora.

Raffei Muhd, Tedja Suarpradja (2013).

Bagian-Bagian Mesin 2,

Depertemen Pendidikan dan

ebudayaan Republik Indonesia. Sularso, (2010), Elemen Mesin, Jakarta:

Pradnya Paramita.

(12)

state of the art “, up to datedan asli di bidang teknik yang belum pernah dipublikasikan dalam media lain atau jurnal lain

2.Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris sepanjang maksimal 20 halaman pada kertas A4, ketikan 1,5 spasi, margin kiri 4 cm, kanan 3 cm, margin atas bawah 2 cm. Tipe huruf Times New Roman ukuran font 12 pada programMicrosoft Worddengan satu kolom.

3.Urutan naskah hasil penelitian Judul: ditulis komprehenship dan sesingkat mungkin; Nama penulis, ditulis tanpa gelar (ditulis di bawah judul tanpa catatan kaki): Instansi asal ditulis di bawah penulis (tanpa catatan kaki) secara lengkap, (bagi yang berasal dari Perguruan Tinggi, ditulis Jurusan/program studi/fakultas); Abstrak, dalam bahasa Indonesia dan Inggris maksimum 100 kata, Kata Kunci maksimum 5 kata; Pendahuluan, (langsung dimulai dengan kalimat pada paragraph pertama dan tanpa subjudul), Pada bagian ini juga mencakup perumusan masalah, tinjauan pustaka tujuan dan manfaat. Materi dan Metode, mengungkap secara jelas bahan dan prosedur yang digunakan. Hasil dan Pembahasan, dapat diuraikan atau dirinci, Simpulan dan saran: sedapat mungkin menggunakan kalimat kualitatif bukan kuantitatif. Daftar rujukan: dicantumkan pustaka yang dikutip dalam uraian. Bila penulis lebih dari dua orang, maka dalam uraian setelah

penulis pertama diikuti “ dkk” atau “et al”. Namun bila dalam daftar rujukan, maka seluruh nama penulis

dicantumkan (tanpa dkk). Contoh penulisan daftar rujukan: a) Buku yang dikutip: Nama penulis. Tahun Judul Buku (cetak miring). Nama penerbit, Kota tempat terbit, Brown, ET, 1981. Rock Characteristic Testing and Monitoring. Pergamon Press, New York. b) Jurnal /majalah/bulletin yang dikutip: Nama penulis, Tahun. Judul tulisan. Nama Jurnal/majalah/bulletin (cetak miring). Edisi (vol./No), halaman. Adutae, D dan Rantelobo, K, 2004. Penentuan Frekuensi Kerja Optimum Komunikasi HF (High Frekuency) yang dapat Digunakan dalam perencanaan Hubungan Telepon Daerah-daerah di Kabupaten Kupang. Jurnal teknologi 1

(1):……….(isi titik-titik sesuai halaman yang dikutip; sementara angka 1 = volume, angka 1 dalam kurung = nomor terbitan. C) Bunga rampai/kumpulan tulisan dalam buku yang dikutip: Nama penulis, Tahun, Judul tulisan. Dalam (ditulis nama editor), Judul buku (cetak miring). Penerbit, Kota tempat terbit. Haslett,R.A. 1998. Road Vihicles dalam Parker, A(ed), Industrial Air Pollution Handbook. McGraw-Hill Book Company (UK) Limited, London.

4.Urutan naskah kajian Pustaka (literature review): Sama dengan format hasil penelitian, kecuali di belakang judul dicantumkan kajian pustaka (literature Review). Dengan urutan sebagai berikut: Judul, Penulisan/Instansi, Abstrak, Kata Kunci, Pendahuluan, pengkajian (berisi subjudul-subjudul sesuai cakupan judul), Penutup (terdiri dari simpulan dan Rekomendasi), Daftar Rujukan.

5.Artikel yang dimuat diwajibkan memberikan kontribusi biaya cetak minimal Rp.150.000 (seratus lima puluh ribu Rupiah) sudah termasuk satu eksemplar majalah/jurnal) untuk setiap judul artikel yang telah ditetapkan untuk dimuat menurut urutan rekomendasi penyunting ahli dan persetujuan dewan penyunting.

6.Naskah dialamatkan ke sekretariat Jurnal Teknologi, Fakultas Sains dan Teknik Undana Jalan Adisucipto Penfui Telp. 0380 881590 Kupang NTT (atau Kontak: 082334046374)

7.Setiap artikel harus disampaikan ke redaksi paling lambat pada akhir Januari untuk penerbitan Bulan Maret dan paling lambat akhir Bulan Juli untuk penerbitan Bulan September.

8.Kepastian pemuatan atau penolakan naskah akan diberitahukan secara tertulis. Naskah yang tidak dimuat akan dikembalikan, kecuali atas permintaan penulis.

(13)

Gambar

GAMBAR DESAIN ALAT KOMPOR MENGGORENG PRODUK MAKANAN KAKILIMA
Tabel 1: Sumber Daya PTN Undana sebagai Tim Pengusul
Gambar 1. Ketua Pelaksana dengan tim teknisi dan Mahasiswa melakukan uji coba, menganalisis

Referensi

Dokumen terkait

D'mana seharusn0a &engan (enam)ahan reagen asam kl,r'&a en6er mem)er'kan (eru)ahan 3arna men!a&' kun'ng... Interaks' antara adsorbent   &engan eluen sangat

Berdasarkan hasil diskusi dengan mitra solusi yang ditawarkan kepada mitra dalam pelaksanaan IbM ini disepakati akan menjawab permasalahan-permasalahan utama yang dihadapi

Berdasarkan tahapan yang tim pengabdian lakukan dengan berkoordinasi kepada mitra, maka disekapati bahwa untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi mitra

Permasalahan yang dihadapi mitra yakni belum adanya sistem pengaturan temperatur, penggantian posisi telur puyuh yang masih manual, dan tidak adanya pengecekan kondisi telur dapat

Penelitian mengenai hubungan antara aspek kepemimpinan pada prasasti Canggal dan naskah Carita Parahiyangan yang berhubungan dengan Astabrata dan Tritangtu ini menjadi

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pada umur 7 tahun, kayu teras telah terbentuk pada seluruh lempengan kayu jati super maupun konvensional dari bagian ujung, tengah dan

Dari hasil penelitian terdahulu seperti peneliti yang dilakukan oleh Kusuma Wardhani (2017) mengunakan teknik analisis data regresi linear berganda, hasilnya menunjukan

Pemberian Tepung Kencur (Kaemferia galanga linn.) dalam Ransum Ayam Broiler Rendah Energi dan Protein Terhadap Energi Metabolis dan Retensi Protein.Skripsi.Program Studi