PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) BERBASIS WEB
PADA DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN PASAMAN
Rolly Yesputra
Program Studi Sistem Komputer, STMIK Royal Kisaran Jln. Prof. H.M. Yamin, SH 173 Kisaran, Sumatera Utara 21222
Telp: (0623) 41079, HP: 082391177785
E-mail :
Abstrak
Penelitian yang dilakukan di Dinas Pendidikan kabupaten Pasaman, menunjukkan betapa pentingnya informasi bagi Dinas Pendidikan khususnya, bagi masyarakat umumnya. Terutama informasi mengenai sekolah-sekolah yang ada di kabupaten Pasaman. Dengan perkembangan teknologi saat ini, khususnya teknologi internet. Maka penulis berusaha memanfaatkan hal ini dengan membangun sebuah Sistem Informasi Geografi berbasiskan web dengan menggunakan MapServer, untuk mendapatkan informasi sekolah secara on-line.Sistem Informasi Geografis merupakan sebuah system yang mengolah data geografis suatu daerah, sistem ini sudah sangat berkembang. Sekarang sudah dikenal Desktop GIS, WebGIS, dan Database Spasial. Dengan adanya Sistem Informasi Geografis Berbasis Web ini, pengguna diharapkan lebih mudah dalam mendapatkan informasi Sekolah yang ada di Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman.
Kata Kunci : Mapserver, Sistem Informasi Geografis, WebGIS, Pendidikan, Pemetaan.
Abstract
Research conducted at the district education office Pasaman, shows how important of information for the Department of Education in particular, for the community generally. Especially information about schools in the district Pasaman. With the development of today's technology, especially internet technologies. So the author tried to take advantage of this by building a web-based Geographic Information System using MapServer, to obtain information on-line school. Geographic Information System is a system that processes geographic data of a region, the system is already highly developed. It is now known to Desktop GIS, WebGIS, and Spatial Database.With the Web-based Geographic Information System, the user is expected to be easier to obtain information on the School Education Department Pasaman.
Keywords : Mapping, Education, WebGIS, Geographic Information System, MapServer.
1. PENDAHULUAN
Mengingat tingginya tingkat kesadaran
masyarakat untuk memberikan pendidikan kepada anak anaknya, maka semakin tinggi pula jumlah siswa yang melanjutkan pendidikannya, dari itu menuntut dinas pendidikan untuk menata, menambah dan mengelola sekolah agar lebih memudahkan masyarakat dalam mendapatkam
tersebut sesuai dengan apa yang ada di lapangan. Keadaan geografis suatu daerah yang luas, sehingga masyarakat luas banyak yang tidak mengetahui dimana suatu sekolah yang dicarinya baik itu tempat, keadaan sekolah dan informasi lengkap lainnya. Karena keterbatasan media informasi yang ada saat sekarang ini ,sehingga sangat kurang informasi yang di dapatkan oleh masyarakat , maka dari itu masyarakat luas di tuntut untuk mendatangi sekolah yang mereka inginkan . Dilihat dari sudut pandang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) kebutuhan suatu wilayah dalam memberikan layanan berupa informasi kepada masyarakatnya akan merasa kurang efektif dan efisien jika dilakukan dengan cara manual tanpa memanfaatkan IPTEK tersebut. Dengan tingkat perkembangan yang pesat maka telah banyak produk yang di hasilkan. Salah satu
produk yang dihasilkan berbasiskan
komputerisasi yaitu Sistem Informasi Geografis (SIG). Oleh sebab itu SIG (Sistem Informasi Geografis) sebuah produk perangkat lunak dari
Ilmu pengetahuan dan Teknologi harus di
adopsi oleh suatu daerah, agar informasi yang di
hasilkan mudah di publikasikan kepada
masyarakat luas. SIG dapat mengelola data yang memiliki informasi spatial( bersifat keruangan). Jika di persempit SIG juga memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan
menampilkan informasi bereferensi geografis.
kabupaten Pasaman yang memiliki dearah yang begitu luas, maka untuk mengakses suatu objek seperti sekolah sangat sulit dilakukan karena jarak tempuh yang begitu jauh. Dinas Pendidikan kabupaten Pasaman khususnya dalam mengelola
dan memberikan informasi mengenai
sekolah-sekolah yang ada sangat kesulitan, maka sistem informasi geografis akan menjadi solusi utama bagi dinas tersebut. Informasi yang akan dihasilkan lebih akurat dan aksesnya akan lebih cepat sehingga akan membantu Dinas Pendidikan dalam fungsinya melayani dan memberikan informasi kepada masyarakat luas. Setiap daerah
sudah seharusnya mempunyai teknologi
informasi. Hal tersebut dikarenakan begitu
banyaknya permasalahan yang ada dan banyaknya data atau informasi yang harus dipublikasikan atau diketahui masyarakat luas. Dalam pencarian suatu data atau informasi akan sangat kesulitan apabila dilakukan dengan cara manual. Sebuah kawasan baik skala nasional maupun lokal
memerlukan sebuah sistem yang dapat
menyajikan informasi yang dapat diakses oleh masyarakat yang membutuhkan. Mengacu pada permasalahan di atas, maka penelitian ini dirasa sangat penting untuk membangun sebuah sistem untuk mengolah data-data dengan baik dan menyajikannya kembali dalam bentuk informasi yang kompleks dan menarik yang dapat diakses oleh masyarakat luas.
2. TINJAUAN TEORI 2.1 Sistem
Istilah sistem berasal dari bahasa Yunani yaitu “Systema” yang berarti kesatuan. Dilihat dari asal katanya sistem merupakan sekumpulan objek yang bekerja bersama-sama untuk menghasilkan suatu kesatuan, metode, prosedur, teknik yang digabungkan dan diatur sedemikian rupa sehingga menjadi satu kesatuan yang berfungsi untuk mencapai tujuan.
Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang berupa urutan kegiatan yang saling berhuhubungan , berkumpul bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu (Jogianto. HM,1999).
2.2 Informasi
Informasi merupakan data yang telah diproses menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan dapat berupa fakta, suatu nilai yang bermanfaat. Data merupakan material untuk suatu informasi. Perbedaan informasi dan data sangat relatif tergantung pada nilai gunanya bagi manajemen yang memerlukan. Suatu informasi bagi level manajemen tertentu bisa menjadi data bagi manajemen level di atasnya, atau sebaliknya.
Kualitas Informasi tergantung dari 3 hal, yaitu
informasi harus :
1. Akurat, berarti informasi harus bebas dari
menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.
2. Tepat pada waktunya, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. 3. Relevan, berarti informasi tersebut menpunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap orang yang satu dengan yang lainnya berbeda.
2.3 Sistem Informasi
Sistem Informasi merupakan Suatu Sistem terintegrasi yang mampu menyediakan Informasi yang bermanfaat bagi penggunanya. Atau Sebuah Sistem terintegrasi antara Sistem manusia dan mesin, untuk menyediakan Informasi, mendukung operasi, manajemen dalam suatu organisasi. Sistem ini memanfaatkan perangkat keras dan
perangkat lunak komputer, prosedur
manual,model manajemen dan basis data.
Sedangkan Menurut Robert A. Leitch Sistem
Informasi adalah suatu Sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
2.4 Sistem Informasi Geografis (SIG)
Sistem Informasi Geografis (SIG) diartikan sebagai sistem informasi yang digunakan untuk mamasukkan, menyimpan, memanggil kembali, mengolah, menganalisis dan menghasilkan data bereferensi geografis atau data geospatial, untuk
mendukung pengambilan keputusan dalam
perencanaan dan pengolahan penggunaan lahan, sumber daya alam, lingkungan transportasi, fasilitas kota dan pelayanan umum lainnya. Komponen SIG adalah sistem komputer yang terdiri dari perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software), data geospatial dan pengguna (brainware) seperti gambar berikut :
SISTEM KOMPUTER
DATA GEOSPATIAL PENGGUNA
Peta, citra satelit, fhoto udara,data
statistik,dll
Hardware dan Software untuk , pemasukan, penyimpanan , pengolahan , analisis, tampilan
data danlainnya
Design standar, pemutakiran/ updating, analisa dan penerapan
Gambar 1 Komponen Sistem Informasi Geografis Data diolah dalam SIG adalah data geospasial (data spasial dan data non spasial). Pada gambar diatas data non spasial tidak di ikut sertakan karena karna memang dalam SIG yang dipentingkan adalah tampilan data secara spasial.
Data Spasial adalah data yang berhubungan dengan kondisi geografi misalnya sungai, wilayah administrasi, gedung, jalan raya dan sebagainya. Seperti yang telah diterangkan pada gambar diatas, data spasial didapatkan dari peta, foto udara, citra satelit, data statistik dan lain-lain. Hingga saat ini secara umum persepsi manusia mengenai bentuk referensi entity spasial adalah konsep raster dan vektor. Sedangkan data non-spasial adalah selain data spasial yaitu data yang berupa text atau angka biasanya disebut dengan atribut.
Data non-spasial ini akan menjelaskan data spasial atau sebagai dasar untuk menggambarkan data spasial. Dari data non-spasial ini nantinya dapat dibentuk data spasial. Misalnya jika ingin menggambarkan peta penyebaran penduduk maka
diperlukan data jumlah penduduk dari
masing-masing daerah (data non spasial), dari data tersebut nantinya akan dapat digambarkan pola penyebaran penduduk untuk masing-masing daerah.
2.5 Model Data Spasial Pada SIG
Dalam SIG komponen yang paling penting adalah data spasial. Data spasial ada 2 macam yaitu data raster dan data vektor, lebih lanjut akan di jelaskan sebagai berikut :
1. Data Raster
dan menyimpan spasial dengan menggunakan struktur matriks atau pixel-pixel yang membentuk grid. Akurasi model data ini sangat bergantung pada resolusi dan ukuran pixelnya (sel grid) di permukaan bumi. Konsep model data ini adalah dengan memberikan nilai yang berbeda untuk tiap-tiap pixel atau grid dari kondisi yang berbeda.
2. Data Vektor
Model data vector yang menampilkan,
menempatkan dan menyimpan data spasial dengan menggunakan titik-titik, garis-garis, atau kurva serta polygon beserta atribut-atributnya. Bentuk dasar representasi data spasial didalam sistem model data vector, didefinisikan oleh sistem koordinat kartesian dua dimensi (x,y).
2.6 Peta Digital
Peta dijital merupakan representasi fenomena geografik yang disimpan untuk ditampilkan dan dianalisis oleh komputer dijital. Setiap objek pada peta dijital disimpan sebagai sebuah atau sekumpulan koordinat. Beberapa kelebihan penggunaan peta dijital dibandingkan dengan peta analog (peta yang disimpan dalam bentuk kertas atau media cetakan lainnya), antara lain dalam hal:
1.Peta dijital kualitasnya tetap. Tidak seperti kertas yang dapat terlipat, memuai, sobek ketika disimpan, peta dijital dapat dikembalikan ke bentuk asalnya kapanpun tanpa ada penurunan kualitas.
2.Peta dijital mudah disimpan dan dipindahkan dari satu media penyimpanan ke suatu media penyimpanan lainnya.
3.Peta dijital mudah diperbaharui.
2.6.1 Karakteristik Peta Dijital
Peta dijital, seperti halnya juga peta analog, memiliki atribut-atribut peta seperti:
1.Skala
Pada peta dijital skala menggambarkan tingkat kedetilan objek ketika peta tersebut dibuat. Sebagai contoh, pada peta skala 1:10.000 (1 cm di peta mewakili 10000 cm atau 100 meter di permukaan bumi). Maka objek gedung akan terlihat jelas, dibandingkan 1:1.000.000.
2.Referensi geografik
Referensi geografik berupa parameter-parameter ellipsoida referensi dan datum. Salah satu referensi yang umum digunakan ( termasuk dalam penentuan posisi menggunakan GPS). Adalah WGS 84 ( World Geodetic Sistem), yang direvisi pada tahun 1984 yang akan berlaku sampai tahun 2010. Ellipsoida merupakan bentuk matematik yang merupakan pendekatan dari bentuk bumi. Datum dalam bidang pemetaan merupakan sekumpulan konstanta yang digunakan untuk mendefinisikan sistem koordinat yang digunakan
utuk kontrol geodesi. Sedangkan Global
Positioning Sistem adalah sistem navigasi menggunakan satelit yang digunakan untuk penentuan posisi dipermukaan bumi.
3.Sistem proyeksi peta
Sistem proyeksi peta menentukan bagaimana objek-objek di permukaan bumi ( yang sebenarnya tidak datar) dipindahkan atau diproyeksikan pada permukaan peta yang berupa bidang datar. Sistem proyeksi yang sering digunakan untuk peta dasar di indonesia adalah sistem proyeksi Universal Translator Mercator
(UTM). Pada MapServer kita dapat
memproyeksikan peta dengan menggunakan objek PROJECTION.
4.Sistem Koordinat
Sistem koordinat adalah sekumpulan aturan yang menentukan bagaimana koordinat-koordinat yang bersangkutan merepresentasikan titk-titik. Aturan ini biasanya mendefinisikan titik asal serta beberapa sumbu koordinatyang digunakan untuk mengukur jarak dan sudut untuk menghasilkan
koordinat. Sistem koordinat yang sering
digunakan adalah kartesian dan sistem koordinat polar.
2.6.2 Jenis Peta
Jenis peta digital terbagi menjadi dua, diantaranya:
1. Peta topografi
unsur-unsur yang disajikan adalah unsur yang terdapat di permukaan bumi sesuai dengan kegunaan dari peta bersangkutan, misalnya peta kadaster (pendaftaran tanah) menyajikan data mengenai garis kepemilikan tanah bersama dengan sudut dan panjangnya, pemilik dan ukuran persil dan informasi lainnya.
2. Peta Thematik
Peta tematik adalah suatu bentuk peta yang menyajikan unsur-unsur tertentu dari permukaan bumi sesuai dari tema atau topik dari peta yang bersangkutan. Misalnya peta tata guna lahan, peta geologi. Peta tematik digunakan sebagai data analisis dari berberapa unsur permukaan bumi.
2.6.2 Legenda
Legenda (legend) merupakan keterangan tentang
objek-objek yang ada di peta, seperti garis
merah adalah jalan, garis biru adalah sungai, hijau adalah hutan, simbol buku adalah universitas, dan sebagainya. Legenda ini akan menandakan layer yang ada didalam peta.
2.7 MapServer
MapServer merupakan aplikasi freeware dan open
source yang memungkinkan pemakai
menampilkan data spasial (peta) di web. Aplikasi ini pertama kali di kembangkan di Universitas Minessota, Amerika Serikat untuk proyek ForNet (sebuah proyek untuk manjemen sumber daya
alam) yang disponsori NASA (national
aeronautics and space administration). Pada saat ini, karena sifatnya yang terbuka (open source),
pengembangan MapServer dilakukan oleh
pengembang di berbagai negara. Aplikasi ms4w
ini dapat diperoleh dari situs web
http://www.maptools.org. Secara teknis yang paling dasar , MapServer merupakan program
CGI (Command Gateway Interface) yang
terpasang dan berjalan tapi tidak aktif dalam server (aktif hanya saat dipanggil). Program tersebut akan dieksekusi di web server dan
berdasarkan beberapa parameter tertentu
(terutama konfigurasi dalam bentuk file *.MAP). Saat permintaan di kirimkan ke MapServer , maka akan digunakan informasi yang dikirimkan lewat URL dan mapfile untuk membuat (generate) peta
yang di inginkan. Permintaan ini bisa juga termasuk permintaan untuk membuat legenda, peta referensi, batang skala, dan variabel lain yang dikirimkan ke CGI tersebut.
Sisi Server
Gambar 2 Arsitektur SIG Berbasis Web Aplikasi yang bisa digunakan untuk WebGIS berbasis web adalah MS4W(Mapserver For Windows). Dimana aplikasi ini merupakan paket yang didalamnya sudah disertakan WebServer Apache, MapServer, dan lainnya. Download dan instalasi aplikasi MS4W. Hasilnya seperti berikut ini:
Gambar 3 hasil instalasi MS4W
Untuk membuat interface bisa menggunakan bahasa pemrograman PHP. Didalam MS4W sudah disertakan library untuk SIG yaitu PHP Mapscript. Untuk proses pemetaan menggunakan aplikasi Map Info Professional.
3. METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini :
Dalam penelitian dengan menggunakan metode ini dilakukan pengamatan secara langsung ke lapangan dan berpartisipasi dalam jangka waktu tertentu.
2.Riset Perpustakaan (Library Research)
Metode ini merupakan cara yang dilakukan dengan pencarian buku-buku yang berhubungan dengan penelitian yang sedang dilakukan. Riset perpustakaan juga berfungsi untuk melengkapi landasan teori dan dasar-dasar pengembangan system yang akan dibangun.
3.Penelitian Laboratorium (Laboratory Research) Metode ini merupakan metode penelitian yang dilakukan dengan melakukan berbagai percobaan
dengan menggunakan Alat bantu berupa
Personal Computer (PC) serta berbagai Software (perangkat lunak ) yang mendukung dalam pembuatan system.
4.ANALISIS DAN HASIL
Data kecamatan yang ada di kabupaten pasaman berdasarkan data dari BNPB adalah :
Contoh Koordinat yang akan digunakan dalam aplikasi Sistem Informasi Geografis ini adalah :
4.1 Peta Dasar
Peta diatas dilakukan proses digitasi peta, dengan langkah-langkah:
Peta dalam bentuk image biasa
Register
Memasukkan Tititk Koordinat
Membuat Layer dan Tabel Baru
Ciplak Ulang Peta dengan polyline , line, polygon dan
lain-lain
Input Data Atribut
Gambar 5 Ciplak peta dengan mapinfo
4.2 Pemodelan UML
Berdasarkan studi kasus yaitu aplikasi sistem informasi geografis berbasis web (web-GIS), maka diagram use case dapat dibagi menjadi dua
bagian (dua module), yaitu modul user (client
module) dan modul server (server module). Diagaram use case yang ditampilkan digunakan
untuk menjelaskan fitur-fitur yang dapat
digunakan oleh pengguna (user). Diagram use case ini akan menjelaskan apa yang bisa
dilakukan user dan server. Diagram ini juga
digunakan sebagai verifikasi apakah seluruh fungsi yang di jelaskan didalam use case telah di implementasikan didalam sistem informasi
geografis berbasis web ini
.
Berikut usecase diagram yang digunakan pada aplikasi Sistem Informasi Geografis ini :
Gambar 6 Usecase diagram SIG
Gambar 7 Class Diagram SIG
Activity diagram menggambarkan berbagai alir aktivitas dalam sistem yang sedang dirancang. Activity diagram tidak menggambarkan behavior internal sebuah system (dan interaksi antar
subsistem) secara eksak, tetapi lebih
menggambarkan proses-proses dan jalur-jalur aktivitas dari level atas secara umum.
Berikut activity diagram SIG dinas pendidikan kab.
Pasaman.
masuk sistem
memilih menu di home
Start
Fasilitas
Legenda
Navigasi
query / info
Halaman SIG
Update Layer Melakukan
Navigasi Menampilkan
data objek Keluar
Sistem
submit SIG
Sistem SIG User
User Web Browser Web Server Server Aplikasi MapServer Data Atribut
URL
request
request aplikasi
send query
mengakses
Cek Data
Informasi Tampilkan
Gambar 9 Sequence Diagram
Client / Web Browser
Main Server
Apache Server Server Aplikasi
MapServer Data Spasial/
Data Aitribut Internet TCP/IP
Gambar 10 Deployment Diagram
4.3 Desain Interface Aplikasi
Racangan user interface dapat dilihat bagian berikut ini:
HEADER WEB
MENU
DIDUKUNG OLEH
INFORMASI MENGENAI DINAS DAN VISI MISI
TANGGAL
FOOTER WEB
Gambar 11 Desain Menu Utama
HEADER WEB MENU
Legenda peta
PETA DIJITAL KABUPATEN PASAMAN
FUNGSI NAVIGASI
PETA REFERENSI
PENDUKUNG SKALA PETA ARAH MATA ANGIN
HASIL EXPLORASI DATA FOOTER WEB TANGGAL & JAM
Gambar 12 Desain Interface Peta Digital
4.4 Hasil
Sistem Informasi Geografis ini dapat dijalankan
dengan sistem jaringan local maupun jaringan
internet, namun disini penulis melakukannya dengan jaringan lokal yaitu localhost dengan IP 127.0.0.1. Untuk memulai menggunakan aplikasi ini lankah pertama yang harus dilakukan adalah
memanggil URL http://localhost/MapDinas,
melalui web browser. Disini penulis
menggunakan web browser Mozilla Firefox
versi 3.6. Selanjutnya, akan tampil halaman home dari aplikasi. Halaman home ini akan langsung tampil jika user memanggil URL diatas, karena KESIMPULAN DAN SARAN
merupakan index dari aplikasi Sistem Informasi Geografis berbasis web Dinas Pendidikan kabupaten Pasaman. Tampilan halaman home tersebut seperti gambar berikut ini.
Untuk masuk ke dalam halaman utama aplikasi
Sistem Informasi Geografis ini user harus
memilih tombol GIS atau tombol bergambar bolah dunia yang ada di menu utama halaman home.
Gambar 14 Peta SIG
Gambar 15 Peta dan Label
Gambar 16 Skala dan Poyeksi
Gambar 17 Navigasi Peta
Gambar 18 Informasi objek yang ada dalam peta
Gambar 19 foto sekolah
dengan mengaktifkan checkbox dengan cara melakukan klik didalam box tersebut, dan box tersebut akan diberi tanda ceklist. Itu menandakan bahwa layer akan diaktifkan.
Gambar 20 Legenda peta
5.
KESIMPULAN dan SARANDari penelitian diatas, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1. Aplikasi ini dibuat dengan menggunakan
MapInfo Professional untuk pemetaan, PHP
Mapscript dan Mapserver.
2. MapServer digunakan untuk mengolah dan menampilkan data spasial secara interaktif dan dapat memberikan informasi yang akurat dengan menggabungkan data spasial dengan data atribut.
3.
Dengan Sistem yang berbasis web, makasangat memberikan kemudahan dalam mengakses informasi tanpa terbatas ruang dan waktu. Bahkan informasi dapat diakses secara realtime.
4.
Informasi yang dihasilkan mudah diakses,sehingga memberikan kemudahan bagi
masyarakat maupun dinas pendidikan dalam mendapatkan dan memberikan informasi yang dibutuhkan.
DAFTAR PUSTAKA
Kadir, Abdul.2009. From Zero to A Pro :
Membuat Aplikasi Web dengan PHP dan Database MySQL. Yogyakarta : Andi Offset.
Maya Sari S, Dewi. 2007. Perancangan Sistem
Informasi Geografis Berbasis Web
Menggunakan MapServer. Skripsi. Medan: Universitas Sumatera Utara Departemen Teknik Elektro.
Munawar. 2005. Pemodelan Visual dengan UML. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Nugroho, Adi. 2010. Rekayasa Perangkat Lunak Berorientasi Objek dengan Metode USDP (Unified Software Development Process). Yogyakarta : Andi
Nuryadin, Ruslan. 2005. Panduan Menggunakan MapServer. Bandung: Informatika Bandung. Prahasta, Eddy. 2007. Membangun Aplikasi
Web-Based GIS dengan MapServer.
Bandung : Informatika Bandung.
Prahasta, Eddy. 2005. Konsep Dasar Sistem Informasi Geografis. Bandung : Informatika Bandung.
Prahasta,Eddy. 2006. Belajar dan Memahami
MAP INFO. Bandung: Informatika
Bandung.
Simarnata, Janner. 2010. Rekayasa Perangkat Lunak. Yogyakarta: Andi
Sugiri, dan Budi Kurniawan. 2007. Desain Web Menggunakan HTML Dan CSS. Yogyakarta: Andi Offset.
The MapServer Team. 2010. Mapserver