• Tidak ada hasil yang ditemukan

Daftar Suku Bangsa Di Indonesia diurutka

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Daftar Suku Bangsa Di Indonesia diurutka"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

Daftar Suku Bangsa Di Indonesia diurutkan berdasarkan abjad

A

 Suku Aceh di Aceh: wilayah pesisir  Suku Alas di kabupaten Aceh Tenggara  Suku Alor di NTT: kabupaten Alor  Suku Ambon di kota Ambon  Suku Ampana di Sulawesi Tengah  Suku Anak Dalam di Jambi

 Suku Aneuk Jamee di kabupaten Aceh Selatan, Kabupaten Aceh Barat Daya  Suku Arab-Indonesia

 Suku Aru di Maluku: Kepulauan Aru  Suku Asmat di Papua

B

 Suku Bare'e di Kabupaten Tojo Una-Una Tojo dan Tojo Barat  Suku Bali di Bali terdiri :

 Suku Bali Majapahit di sebagian besar Pulau Bali  Suku Bali Aga di Karangasem dan Kintamani  Suku Balantak di Sulawesi Tengah

 Suku Banggai di Sulawesi Tengah: Kabupaten Banggai Kepulauan  Suku Baduy di Banten

 Suku Bajau di Kalimantan Timur  Suku Banjar di Kalimantan Selatan  Suku Batak di Sumatera Utara terdiri :

 Suku Karo di kabupaten Karo

 Suku Mandailing di kabupaten Mandailing Natal  Suku Angkola di kabupaten Tapanuli Selatan  Suku Toba di kabupaten Toba Samosir  Suku Pakpak di kabupaten Pakpak Bharat  Suku Simalungun di kabupaten Simalungun  Suku Batin di Jambi

 Suku Bawean di Jawa Timur: Gresik  Suku Bentong di Sulawesi Selatan

 Suku Berau di Kalimantan Timur: kabupaten Berau  Suku Betawi di Jakarta

 Suku Bima NTB: kota Bima

 Suku Boti di kabupaten Timor Tengah Selatan

 Suku Bolang Mongondow di Sulawesi Utara: Kabupaten Bolaang Mongondow  Suku Bugis di Sulawesi Selatan

 Orang Bugis Pagatan di Kalimantan Selatan, Kusan Hilir, Tanah Bumbu  Suku Bungku di Sulawesi Tengah: Kabupaten Morowali

 Suku Buru di Maluku: Kabupaten Buru

 Suku Buol di Sulawesi Tengah: Kabupaten Buol

 Suku Bulungan di Kalimantan Timur: Kabupaten Bulungan

 Suku Buton di Sulawesi Tenggara: Kabupaten Buton dan Kota Bau-Bau  Suku Bonai di Riau: Kabupaten Rokan Hilir

D

Suku Damal di Mimika

 Suku Dampeles di Sulawesi Tengah  Suku Dani di Papua: Lembah Baliem  Suku Dairi di Sumatera Utara  Suku Daya di Sumatera Selatan  Suku Dayak terdiri :

(2)

 Suku Dayak Damea di Kalimantan Barat  Suku Dayak Banyadu di Kalimantan Barat  Suku Bakati di Kalimantan Barat

 Suku Punan di Kalimantan Tengah  Suku Kanayatn di Kalimantan Barat

 Suku Dayak Krio di Kalimantan Barat: Ketapang

 Suku Dayak Sungai Laur di Kalimantan Barat: Ketapang  Suku Dayak Simpangh di Kalimantan Barat; Ketapang  Suku Iban di Kalimantan Barat

 Suku Mualang di Kalimantan Barat: Sekadau, Sintang  Suku Bidayuh di Kalimantan Barat: Sanggau

 Suku Mali di Kalimantan Barat

 Suku Seberuang di Kalimantan Barat: Sintang  Suku Sekujam di Kalimantan Barat: Sintang  Suku Sekubang di Kalimantan Barat: Sintang  Suku Ketungau di Kalimantan Barat

 Suku Desa di Kalimantan Barat  Suku Kantuk di Kalimantan Barat

 Suku Ot Danum atau Dohoi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat  Suku Limbai di Kalimantan Barat

 Suku Kebahan di Kalimantan Barat  Suku Pawan di Kalimantan Barat  Suku Tebidah di Kalimantan Barat

 Suku Bakumpai di Kalimantan Selatan Barito Kuala  Orang Barangas di Kalimantan Selatan Barito Kuala  Suku Bukit di Kalimantan Selatan

 Orang Dayak Pitap di Tebing Tinggi, Balangan, Kalsel  Suku Dayak Hulu Banyu di Kalimantan Selatan

 Suku Dayak Balangan di Kalimantan Selatan

 Suku Dusun Deyah di Kalimantan Selatan: Tabalong  Suku Ngaju di Kalimantan Tengah: Kabupaten Kapuas  Suku Siang Murung di Kalimantan Tengah: Murung Raya  Suku Bara Dia di Kalimantan Tengah: Barito Selatan  Suku Ot Danum di Kalimantan Tengah

 Suku Lawangan di Kalimantan Tengah

 Suku Dayak Bawo di Kalimantan Tengah: Barito Selatan  Suku Tunjung, Kutai Barat, rumpun Ot Danum

 Suku Benuaq, Kutai Barat, rumpun Ot Danum  Suku Bentian, Kutai Barat, rumpun Ot Danum  Suku Bukat, Kutai Barat

 Suku Busang, Kutai Barat  Suku Ohong, Kutai Barat

 Suku Kayan, Kutai Barat, rumpun Apo Kayan  Suku Bahau, Kutai Barat, rumpun Apo Kayan  Suku Penihing, Kutai Barat, rumpun Punan  Suku Punan, Kutai Barat, rumpun Punan  Suku Modang, Kutai Timur, rumpun Punan  Suku Basap, Bontang-Kutai Timur

 Suku Ahe di Kabupaten Berau  Suku Tagol, Malinau, rumpun Murut  Suku Brusu, Malinau, rumpun Murut  Suku Kenyah, Malinau, rumpun Apo Kayan  Suku Lundayeh, Malinau

 Suku Pasir di Kalimantan Timur: Kabupaten Pasir  Suku Dusun di Kalimantan Tengah

 Suku Maanyan di Kalimantan Tengah: Barito Timur  Orang Maanyan Paju Sapuluh

 Orang Maanyan Paju Epat

 Orang Maanyan Dayu

 Orang Maanyan Paku

(3)

 Suku Donggo, Bima

 Suku Donggala di Sulawesi Tengah

 Suku Dondo di Sulawesi Tengah: Kabupaten Toli-Toli

 Suku Duri Terletak di bagian utara Kabupaten Enrekang berbatasan dengan Kabupaten Tana Toraja, meliputi tiga kecamatan induk Anggeraja, Baraka, dan Alla di Sulawesi Selatan.

E

 Suku Eropa-Indonesia (orang Indo atau peranakan Eropa-Indonesia)

F

 Suku Flores di NTT: Flores Timur

 Suku Lamaholot, Flores Timur, terdiri dari :

 Suku Wandan, di Solor Timur, Flores Timur  Suku Kaliha, di Solor Timur, Flores Timur

 Suku Serang Gorang, di Solor Timur, Flores Timur  Suku Lamarobak, di Solor Timur, Flores Timur  Suku Atanuhan, di Solor Timur, Flores Timur  Suku Wotan, di Solor Timur, Flores Timur  Suku Kapitan Belen, di Solor Timur, Flores Timur

G

Suku Gayo di Aceh: Gayo Lues Aceh Tengah Bener Meriah Aceh Tenggara Aceh Timur Aceh Tamiang

 Suku Gorontalo di Gorontalo: Kota Gorontalo  Suku Gumai di Sumatera Selatan: Lahat

I

 Suku India-Indonesia

J

 Suku Banten di Banten

 Suku Cirebon di Jawa Barat: Kota Cirebon

 Suku Jawa di Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta  Suku Tengger di Jawa Timur

 Suku Osing di Jawa Timur: Banyuwangi  Suku Samin di Jawa Tengah: Purwodadi  Suku Jambi di Jambi: Kota Jambi

K

 Suku Kei di Maluku Tenggara: Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual  Suku Kaili di Sulawesi Tengah: Kota Palu

 Suku Kaur di Bengkulu: Kabupaten Kaur  Suku Kayu Agung di Sumatera Selatan  Suku Kerinci di Jambi: Kabupaten Kerinci

 Suku Komering di Sumatera Selatan: Kabupaten Ogan Komering Ilir, Baturaja  Suku Konjo Pegunungan, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan

 Suku Konjo Pesisir, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan  Suku Koto di Sumatera Barat

 Suku Kubu di Jambi dan Sumatera Selatan  Suku Kulawi di Sulawesi Tengah

 Suku Kutai di Kalimantan Timur: Kutai Kartanegara  Suku Kluet di Aceh: Aceh Selatan

(4)

L

 Suku Laut, Kepulauan Riau  Suku Lampung

 Suku Sungkai di Lampung  Suku Abung di Lampung

 Suku Way Kanan di Lampung, Sumatera Selatan Dan Bengkulu  Suku Pubian di Lampung

 Suku Tulang Bawang di Lampung  Suku Melinting di Lampung  Suku Peminggir Teluk di Lampung

 Suku Ranau di Lampung, Sumatera Selatan dan Sumatera Utara  Suku Komering di Sumatera Selatan

 Suku Cikoneng di Banten  Suku Merpas di Bengkulu  Suku Belalau di Lampung  Suku Smoung di Lampung  Suku Semaka di Lampung  Suku Lematang di Sumatera Selatan

 Suku Lembak, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu  Suku Lintang, Sumatera Selatan

 Suku Lom, Bangka Belitung  Suku Lore, Sulawesi Tengah

 Suku Lubu, daerah perbatasan antara Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Sumatera Barat

M

 Suku Moronene di Sulawesi Tenggara.  Suku Madura di Jawa Timur

 Suku Makassar di Sulawesi Selatan: Kabupaten Gowa, Kabupaten Takalar, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Bulukumba (sebagian), Kabupaten Sinjai (bagian perbatasan Kab Gowa)Kabupaten Maros (sebagian) Kabupaten Pangkep (sebagian)Kota Makassar

 Suku Mamasa (Toraja Barat) di Sulawesi Barat: Kabupaten Mamasa  Suku Mandar Sulawesi Barat: Polewali Mandar

 Suku Melayu

 Suku Melayu Tamiang di Aceh: Aceh Tamiang  Suku Melayu Riau di Riau dan Kepulauan Riau  Suku Melayu Deli di Sumatera Utara

 Suku Melayu Jambi di Jambi

 Suku Melayu Bangka di Pulau Bangka  Suku Melayu Belitung di Pulau Belitung  Suku Melayu Sambas di Kalimantan Barat

 Suku Mentawai di Sumatera Barat: Kabupaten Kepulauan Mentawai  Suku Minahasa di Sulawesi Utara: Kabupaten Minahasa terdiri 9 subetnik :

 Suku Babontehu  Suku Bantik

 Suku Pasan Ratahan  Suku Ponosakan

 Suku Minangkabau, Sumatera Barat  Suku Mongondow, Sulawesi Utara

 Suku Mori, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah  Suku Muko-Muko di Bengkulu: Kabupaten Mukomuko  Suku Muna di Sulawesi Tenggara: Kabupaten Muna  Suku Muyu di Kabupaten Boven Digoel, Papua

(5)

N

 Suku Nias di Sumatera Utara: Kabupaten Nias, Nias Selatan dan Nias Utara dari dua keturunan Jepang dan Vietnam

 Suku Ngada di NTT: Kabupaten Ngada

O

 Suku Osing di Banyuwangi Jawa Timur  Suku Ogan di Sumatera Selatan  Suku Ocu di Kabupaten Kampar, Riau

P

Suku Padoe[1] di Sulawesi Tengah  Suku Papua/Irian

 Suku Asmat di Kabupaten Asmat  Suku Biak di Kabupaten Biak Numfor  Suku Dani, Lembah Baliem, Papua

 Suku Ekagi, daerah Paniai, Abepura, Papua  Suku Amungme di Mimika

 Suku Bauzi, Mamberamo hilir, Papua utara  Suku Arfak di Manokwari

 Suku Kamoro di Mimika

 Suku Palembang di Sumatera Selatan: Kota Palembang  Suku Pamona di Sulawesi Tengah: Kabupaten Poso  Suku Basemah di Sumatera Selatan

 Suku Pesisi di Sumatera Utara: Tapanuli Tengah  Suku Pasir di Kalimantan Timur: Kabupaten Pasir  Suku Pubian di Lampung

 Suku Pattae di Polewali Mandar

R

Suku Rawa, Rokan Hilir, Riau

 Suku Rejang di Bengkulu: Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Lebong, dan Kabupaten Rejang Lebong  Suku Rote di NTT: Kabupaten Rote Ndao

 Suku Rongga di NTT Kabupaten Manggarai Timur

S

 Suku Sabu di Pulau Sabu, NTT  Suku Saluan di Sulawesi Tengah

 Suku Sambas (Melayu Sambas) di Kalimantan Barat: Kabupaten Sambas  Suku Samin di Blora Jawa Tengah

 Suku Sangir di Sulawesi Utara: Kepulauan Sangihe  Suku Sasak di NTB, Lombok

 Suku Sekak Bangka

 Suku Sekayu di Sumatera Selatan

 Suku Semendo di Bengkulu, Sumatera Selatan: Muara Enim

 Suku Serawai di Bengkulu: Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Seluma  Suku Simeulue di Aceh: Kabupaten Simeulue

 Suku Sigulai di Aceh: Kabupaten Simeulue bagian utara  Suku Sumbawa Di NTB: Kabupaten Sumbawa

 Suku Sumba di NTT: Sumba Barat, Sumba Timur

(6)

 suku Sungkai di Lampung Lampung Utara

T

 Suku Talaud di Sulawesi Utara: Kepulauan Talaud  Suku Talang Mamak di Riau: Indragiri Hulu  Suku Tamiang di Aceh: Kabupaten Aceh Tamiang

 Suku Tengger di Jawa Timur Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo lereng G. Bromo  Suku Ternate di Maluku Utara: Kota Ternate

 Suku Tidore di Maluku Utara: Kota Tidore

 Suku Tidung di Kalimantan Timur: Kabupaten Tanah Tidung  Suku Timor di NTT, Kota Kupang

 Suku Tionghoa-Indonesia

 Orang Cina Parit di Pelaihari, Tanah Laut, Kalsel  Orang Cina Benteng di Tangerang, Provinsi Banten  Orang Tionghoa Hokkien di Jawa dan Sumatera Utara  Orang Tionghoa Hakka di Belitung dan Kalimantan Barat  Orang Tionghoa Hubei

 Orang Tionghoa Hainan  Orang Tionghoa Kanton  Orang Tionghoa Hokchia  Orang Tionghoa Tiochiu

 Suku Tojo di Sulawesi Tengah: Kabupaten Tojo Una-Una  Suku Toraja di Sulawesi Selatan: Tana Toraja

 Suku Tolaki di Sulawesi Tenggara: Kendari

 Suku Toli Toli di Sulawesi Tengah: Kabupaten Toli-Toli  Suku Tomini di Sulawesi Tengah: Kabupaten Parigi Moutong

U

 Suku Una-una di Sulawesi Tengah: Kabupaten Tojo Una-Una  Suku Ulu di Sumatera utara: mandailing natal

W

 Suku Wolio di Sulawesi Tenggara: Buton

(7)

1. Baju Adat Sunda Untuk Rakyat Jelata

Baju adat Sunda untuk jelata bisa dikatakan sangat sederhana. Kaum pria mengenakan celana panjang sebetis atau disebut "calana komprang" atau "calana pangsi" dilengkapi dengan kulit atau kain ikat. Sedangkan atasannya menggunakan baju salontreng yang dilengkapi sarung poleng yang

diselempangkan menyilang di bahu tak pernah lepas dalam menjalani

keseharian. Pakaian tradisional Sunda juga akan dilengkapi dengan penutup kepala yang disebut ikat logendengan model Hanjuang

nangtung atau barangbang Semplak dan alas kaki seperti sandal tarumpah atau kayu.

Sedangkan baju adat Sunda bagi wanita menggunakan Sinjang bundel (kain batik panjang) sebagai bahawan, beubeur (ikat pinggang), kamisol (bra), baju kebaya dan selendang batik. Sebagai pelengkap makeup, gaya pakaian juga akan disertai dengan rambut hiasan dalam jucung bun (bun kecil dan di atas), aksesoris seperti geulang akar bahar (gelang akar bahar), ali meneng (cincin polos), pelenis Suweng (kancing bulat), dan alas kaki berupa sandal keteplek (sandal jepit).

Sebagai gambaran baju adat Sunda yang digunakan oleh rakyat jelata ini diantaranya adalah baju yang selalu digunakan oleh Kang Kabayan dan Nyi Ietung di flm kaca maupun layar lebar. Kaum jelata lebih identik dengan buruh tani atau perkebunan di Jawa Barat. Selain sosok Kabayan dan Nyi Iteung, penggunaan baju adat untuk rakyat Jelata juga sering digambarkan dalam sosok Ki Lengser dalam prosesi Mapag Panganten Sunda.

Baju adat sunda - Jawa Barat 2. Baju Adat Sunda Untuk Kaum Menengah

Berbeda dengan kaum jelata diatas, kaum menengah juga memiliki ciri khas yang berkaitan dengan baju adat Jawa Barat. Kaum menengah ini memiliki strata sosial yang lebih tinggi dari rakyat jelata. Biasanya identik dengan kaum pedagang maupun saudagar kaya.

Pakaian adat Jawa Barat yang dikenakan pria selain menggunakan baju bedahan putih, kain kebat batik, alas kaki sandal tarumpah, sabuk

(beubeur), dan ikat kepala, mereka juga akan mengenakan arloji rantai emas yang digantungkan di saku baju sebagai kelengkapan berbusana.

Baju Adat Jawa Barat

(8)

3. Baju Adat Sunda Untuk Menak / Bangsawan

Bagi para pria bangsawan, pakaian adat Sunda yang mereka kenakan terdiri dari jas tutup berbahan beludru hitam yang disulam benang emas menyusuri tepi dan ujung lengan, celana panjang dengan motif sama, kain dodot motif rengreng parang rusak, benten atau sabuk emas, bendo untuk tutup kepala, dan selop hitam sebagai alas kaki.

Sedangkan untuk para wanita, pakaian adat Jawa Barat yang dikenakan antara lain kebaya beludru hitam bersulam benang emas, kain kebat motif rereng, dan alas kaki berupa sepatu atau selop berbahan beludru hitam bersulam manik-manik. Tak lupa beberapa pernik perhiasan juga dikenakan seperti tusuk konde emas untuk rambut yang disanggul, giwang, cincin, bros, kalung, gelang

keroncong, peniti rantai, dan beberapa perhiasan lain yang terbuat dari emas bertahta berlian.

4. Baju Adat Sunda Untuk Pengantin

Baju adat sunda yang digunakan untuk pengantin dapat dibedakan menjadi 3 : - Tata Busana Pengantin Putri

- Tata Busana Pengantin Siger - Tata Busana Pengantin Sukapura

Baju adat Sunda yang digunakan oleh pengantin saat ini sudah banyak

mengalami modifkasi agar terlihat lebih modern. Modifasi baju pengantin sunda tersebut tidak dilakukan secara menyeluruh, namun pada beberapa bagian saja sehingga tidak meninggalkan ciri khas Baju Adat Jawa Baratnya.

Berikut beberapa gambar tata busana dan baju adat sunda untuk pengantin :

(9)

Tata Busana Pengantin Sunda Siger

5. Baju Adat Sunda Resmi

Mengingat banyaknya ragam pakaian sunda yang ada di wilayah Jawa Barat, maka dibuatlah model baju adat resmi Jawa Barat yang dapat kita lihat pada acara-acara pemilihan mojang dan jajaka Jawa Barat.

Para jajaka menggunakan jas takwa atau jas tutup dengan warna bebas (lebih sering hitam), celana panjang dengan warna yang sama, kain samping yang diikatkan di pinggang, penutup kepala berupa bendo, dan alas kaki selop. Hiasan yang dikenakan hanya berupa jam rantai yang biasanya dijepitkan pada saku jas.

(10)

1. Senjata Tradisional Jawa Barat (Kujang)

Kujang merupakan senjata tradisional dari Jawa Barat yang mana oleh masyarakat Sunda

disakralkan dan dianggap magis. Kujang menurut masyarakat Jawa Barat berasal dari bahasa sunda kuno yaitu kata Kudi dan Hyang.

Kudi yang berarti Senjata dengan kekuatan gaib sedangkan Hyang berarti dewa atau masyarakat sunda mengartikannya kedudukan yang di atas Dewa. Berarti Kujang adalah pusaka yang mememiliki kekuatan magis yang kekuatannya berasal dari para dewa.

Ukurannya senjata kujang biasanya berkisar antara 20 sampai 25 cm dan digunakan sebagai perlengkapan peralatan pakaian laki-laki.

Peneliti menyimpulkan bahwasanya dari bentuk kujang, kira-kira senjata ini diperkenalkan oleh nenek moyang Sunda yaitu sebelum abad 8 dan 9, namun ada juga pendapat bahwasanya kujang dibuat pada abad 8 dan 9.

Fungsi Kegunaan Senjata Tradisional Kujang

Beberapa fungsi kegunaan senjata kujang bagi masyarakat Sunda diantaranya

1. Digunakan sebagai lambang atau simbol contohnya logo pemerintah atau organisasi

2. Peralatan Pertanian, hal ini berdasarkan naskah kuno sanghyang. Masyarakat sunda biasa menggunakannya untuk menebang kayu, memangkas tumbuhan dan nyacar. atau bisa disebut Kujang pamangkas 3. Sebagai hiasan untuk pajangan. kita bisa saksikan di rumah warga sunda

di temboknya dipasang kujang.

4. kujang pusaka. Pada zaman dahulu digunakan sebagai senjata perang. 5. Kujang pusaka, yaitu lambang keagungan dan pelindungan

Jenis Kujang

kujangpajajaran-bogor.blogspot.com

Selain itu keunikan yang ada pada senjata ini adalah adanya berbagai macam variasi bentuk. Berikut

beberapa bentuk jenis senjata kujang yang terkenal.

1. Kujang Ciung. Bentuk Kujang yang mirip dengan burung Ciung

2. Kujang Jago. Bentuknya mirip dengan ayam jago

(11)

5. Kujang Naga. Bentuknya mirip dengan Burung Kuntul 6. Kujang Bangkong. Bentuknya mirip dengan hewan katak 7. Kujang Kudi. Senjata kujang yang bentuknya tipis.

8. Tipologi bilah kujang. Berbentuk seperti wayang kulit dengan tokoh wanita sebagai simbol kesuburan.

Bagian dan Fungsi Senjata Kujang

slideshare.net

Dari gambar diatas dapat kita

simpulkan beberapa bagian dan fungsi senjata kujang diantaranya adalah:

1. Papatuk atau Congo. Kita lihat bagian ini ada di ujung kujang dan bentuknya menyerupai panah. Berfungsi sebagai Pencongkel atau untuk mencongkel

2. Eluk atau Silih. Bagian ini terdapat pada bagian punggung yang berguna untuk mencabik tubuhnya musuh

3. Tadah. Kita lihat ada lengkungan yang menonjol di bagian perut dan di depannya runcing. Berfungsi untuk menusuk tubuh lawan

4. Mata, Kita lihat di pagian punggungnya terdapat lubang-lubang kecil yang jumlahnya berkisar 5 – 9. Jika tidak ada lubang atau matanya maka

disebut sebagai kujang buta

5. Tonggong. Merupakan bagian tajam di punggung kujang

6. Tadah. Merupakan lengkungan kecil yang ada di bawah perut kujang 7. Paksi. Cincin atau ring di bagian belakang yang bentuknya lancip

8. Selut. Merupakan ring yang terdapat pada pegangan kujang atau ujung gagang

9. Combong merupakan lubang yang ada di gagang kujang

10.Ganja atau landaian merupakan sudut runcing dan arahnya ke ujung kujang

11.Kowak. Merupakan sarung senjata kujang yang bahannya berasal dari kayu samida dan memiliki aroma yang khas. Kesannya seperti ada daya mistis.

12.Pamor. Bentuknya seperti baris-baris sulangkar atau bintik/bintik yang tergambar di kujang. Pamor berfungsi untuk nilai artistik dan sebagai tempat menyimpan racun

2. Senjata Tradisional Jawa Barat (Bedog atau Golok)

golokjampang.blogspot.com

Bedog atau Golog merupakan senjata khas dari Jawa Barat. Kita lihat

bentuknya besar menyerupai pisau besar makanya disebut golok. Di Tiap daerah Jawa Barat mungkin kebutuhan dan kegunaan golok atau bedok tersebut berbeda makanya kita akan menjumpai bentuknya yang beragam dan bervariasi di tiap daerahnya.

(12)

Jenis dan Fungsi Golok Atau Bedog

Berikut beberapa jenis bentuk golok beserta fungsinya, diantaranya

1. Bedog Gagaplok. Biasa digunakan untuk memotong dan menyabit rumput atau tanaman lain di kebun

2. Bedok / golok Pameuncitan. Memiliki ukuran panjang berkisar 25 sampai 27 cm dan lebarnya berkisar 3 cm. Berasal dari kata peuncit yang dalam bahasa sunda berarti sembelih berarti Bedok ini digunakan untuk menyembelih hewan.

3. Bedok / golok Pamoroan atau internasional survival golok . Memiliki

ukuran berkisar 40-50 cm dan lebarnya adalah 3,5 cm. Masyarakat sunda biasanya menggunakannya untuk berburu.

4. Bedok / golok tani. Panjangnya berkisar 25-30cm dan memiliki lebar sekitar 4 cm. Dilhat dari namanya berarti masyarakat sunda memakainya untuk segala hal kegiatan bertani dan berkebun.

5. Bedok / golok Pamugeulan. Panjangnya berkisar antara 23-24,5 cm dan memiliki lebar sekitar 6 cm. Karena bentuknya yang lumayan besar masyarakat sunda menggunakannya untuk kegiatan-kegiatan barat seperti menebang pohon. Pada zaman sekarang orang-orang pada menyebutnya golok kelapa.

6. Bedok / golok Sotogayot. Memiliki panjang 25-27 cm dan lebar 6cm. Masyarakat sunda menggunakannya untuk memotong bambu atau pengerjaan material bambu.

7. Bedok / golok dapur. Golok ini memiliki ukuran 20 sampai 23 cm dan lebarnya sekitar 4 cm. Dilihat dari namanya saja dapur, berarti

masyarakat sunda menggunakannya untuk kegiatan dapur seperti masak-memasak dan memotong bahan bakar. Akan tetapi golok ini berbeda dengan golok daging atau pameuncitan.

8. Golok panguseupan. memiliki panjang kira-kira 17-20cm dan lebarnya 3 cm. Nguseup yang merupakan bahasa sunda apabila diterjemahkan berarti Mancing, berarti golok ini dipakai untuk memancing di sungai atau di laut

9. Golok / bedog cepot. Ukurannya berkisar antara 15-17 cm dan lebarnya diatas 9 cm. Meskipun bentuknya yang indah, golok ini sama halnya dengan kapak, digunakan untuk membelah.

Bagian Bentuk Golok atau Bedog

Untuk gagangnya dinamakan parah

1. Bagian paling utama pada golok yaitu wilah yang mana terbuat dari baja atau besi

2. Di parah atau gagang terdapat bagian yang ditancapkan. Itu dinamakan pangkal

3. Bagian yang tajam disebut beuteng Sedangkan bagian yang tumpul disebut tonggong

4. Di wilah terdapat ujung. Nah ujungnya tersebut dinamakan Congo

5. Untuk sarung bedog atau golok dinamakan serangka 3, Senjata Tradisional Jawa Barat (Baliung atau Patik)

(13)

Untuk gagangnya saja panjangnya 30-35cm dab terbuat dari kayu. Kelebihannya dibandingkan dengan senjata lain khususnya bedog adalah bahwasanya baliung ini terbuat dari besi baja yang besar dan dan tebal pada bagian pangkalnya.

Pada zaman dahulu nenek moyang sunda menggunakan patik ini untuk kegiatan berat seperti menebang poh0n untuk membuka hutan dan untuk kayu bakar. Hebatnya sampai sekarang masyarakat sunda khususnya yang di pedalaman masih memakainya.

4. Senjata Tradisional Jawa Barat (Congkrang)

Kayaknya senjata tradisional dari Jawa Barat ini mulai kelihatan langka dan jarang kita jumpai. Berbentuk seperti cangkul tetapi lebih kecil dan digunakan oleh ibu-ibu untuk menyiangi rumput di halaman rumahnya.

5, Senjata Tradisional Jawa Barat (Arit)

Senjata tradisional yang berbentuk seperti bulan sabit ini adalah senjata

tradisional Jawa Barat yang sampai saat ini masih eksis. Para peternak biasanya menggunakannya untuk memotong rumput yang mana di kasih untuk hewan ternak mereka.

Sebenarnya senjata tradisional ini tidak hanya ada di Indonesia tetapi juga ada di Madura biasa disebut celurit, sabit khas betawi dll.

6. Senjata Tradisonal Jawa Barat (Sulimat)

Masyarakat sunda di sana juga pekerjaannya menyobek kulit kelapa. Untuk membantu mengelupasnya di sunda terdapat senjata tradisional bernama Sulimat.

Sulimat ini bentuknya adalah sebilah pisau yang ujungnya runcing dan ujung yang berlawanan yaitu ujung gagangnya di tancapkan ke tanah. Untuk

menggunakannya, sebuah kelapa

ditancapkan ke pisau yang runcing tersebut kemudian ketika sudah masuk di dorong ke arah lainnya supaya kulit kelapa sobek.

7. Senjata Tradisional Jawa Balincong

(14)

Balincong ini memiliki 2 sisi mata yang yang tajam yang mana arahnya saling berlawanan. Salah satu sisinya searah dengan gagang dan yang lainny tegak lurus dengan gagang.

Makanan Khas Jawabarat

Tutug Oncom

Sangu tutug oncom atau sering disingkat T.O. dalam bahasa Sunda adalah makanan khas dari Tasikmalaya, Jawa Barat. Tutug oncom dibuat dari nasi yang diaduk bersama tambahan oncom goreng atau bakar. Secara bahasa, kata tutug dalam bahasa Sunda berarti “menumbuk,” proses aduk dan tumbuk nasi dengan oncom ini menjadi asal nama dari makanan tutug oncom.

Saat ini, telah tersedia tutug oncom instan yang bisa kamu pilih sebagai oleh-oleh. Tutug oncom instan sudah dikemas dan mampu bertahan hingga berbulan-bulan tanpa bahan pengawet.

Karedok

Karedok

(15)

diberi saus bumbu kacang yang khas, yang terbuat dari cabai merah, bawang putih, kacang tanah, air asam, gula merah, garam, terasi dan kencur.

Lotek

Lotek adalah makanan khas Jawa Barat yang bisa ditemukan di mana-mana. Lotek hampir mirip dengan pecel, yaitu makanan berupa sayuran segar yang direbus lalu disiram dengan topping sambal campur bumbu kacang. Keunikannya, sebagai bahan sambal, kacang tanahnya sering kali ditambah tempe, terasi, gula merah, dan bawang putih.

Rasa lotek terasa lebih manis daripada pecel. Selain itu, jika sambal pecel bumbu pada pecel sudah

dicampurkan sebelumnya, maka pada lotek bumbunya baru dicampurkan ketika hendak dihidangkan. Lotek bisa disajikan bersama lontong dan nasi hangat.

Comro dan Misro

Comro dan misro merupakan makanan khas Jawa Barat yang dibuat dari parutan singkong, lalu dibentuk bulat dan diberi isian. Bedanya, bagian dalam comro diisi dengan sambal oncom, sedangkan misro diisi dengan gula merah.

Kedua makanan ini kemudian dimasak dengan digoreng. Itulah mengapa kedua makanan tersebut dinamakan comro, yang berasal dari singkatan “oncom di jero” (oncom di dalam), dan misro yang berasal dari singkatan “amis di jero” (manis di dalam).

Kedua makanan ini cukup dikenal banyak orang dan bisa menjadi kudapan yang enak dan lezat

disantap saat masih hangat.

Surabi

(16)

gula merah yang terbuat dari gula merah, gula pasir, santan dan daun pandan. Sedangkan surabi asin menggunakan tambahan oncom yang telah dibumbui di atasnya. Surabi biasanya dijajakan di pagi hari.

Peuyeum

Peuyeum atau yang dalam bahasa Indonesia disebut dengan tapai, merupakan olahan makanan manis yang dibuat dengan proses fermentasi. Peuyeum memiliki 2 jenis yang berbeda dari bahan pembuatannya, jenis peuyeum yang terbuat dari singkong dan disebut dengan peuyeum sampeu. Kemudian yang kedua adalah yang terbuat dari beras ketan, dan disebut dengan peuyeum ketan.

Peuyeum ini memiliki rasa yang enak dan sangat terkenal, khususnya di kota Bandung. Banyak pengunjung dan wisatawan yang menjadikan peuyeum sebagai oleh-oleh khas ketika berkunjung ke Jawa Barat.

3 Keunikan yang Cuma Ada di Rumah Adat Jawa barat

Rumah adat bagi masyarakat Jawa Barat selain difungsikan sebagai tempat tinggal, juga digunakan sebagai tempat beraktifitas keluarga dalam berbagai segi kehidupan dalam berbagai segi kehidupannya yang sarat dengan nilai – nilai tradisi.

Bahkan dari hal tersebut, peranan rumah bagi masyarakat Sunda adalah tempat keluarga dan keturunan yang biasa disebut Diri Jeung Rabi serta tempat memancarnya rasa, kesra dan karya.

Pada umumnya rumah adat jawa barat atau rumah sunda disebut sebagai rumah panggung karena posisinya melayang di atas permukaan tanah dan diberi tumpuhan dari batu kali dan di topang oleh beberapa pondasi tumpuan yang disebut wadasan. Topangan ini mempunyai tinggi sekitar 40 sampai 60 cm.

Adapun bentuk umum dari fungsi rumah panggung yang memiliki fungsi dan tata ruang yang sama, namun berbeda bentuk atap serta pintu masuk dan memiliki nama yang berbeda. Diantaranya adalah :

1. Julang Ngapak ( burung yang sedang menggepakkan sayap )

(17)

sayap dan pada puncaknya terdapat capit hurang atau cagak gunting yang berfungsi sebagai lambang kesatuan antara rumah dan Alam.

2. Togog Anjing ( Sikap Anjing yang sedang Duduk )

Bentuk rumah adat ini menyerupai anjing yang sedang duduk. Bentuk atap ini emiliki dua bidang atap yang berbatasan pada garis bentang segi tiga atap, bidang atap di bagian depan lebih lebar dibandingkan dengan atap yang berda di bagian belakang. Sedangkan atap yang lainnya memilikisisi yang sama panjang dengan batang suhunan, bahkan batang tersebut merupakan puncaknya.

3. Jolopong ( Terkulai )

Suhunan Jolopong sering disebut dengan Suhunan panjang. Jolopong adalah istilah sunda yan artinya tergolek lurus, bentuk jolopong sendiri merupakan bentuk yang cukup tua karena bentuk ini terdapat bentuk atap saung.

Provinsi Jawa Barat Dengan Keunikan Sosial Budaya-nya

Jawa Barat adalah sebuah provinsi yang terletak di Pulau Jawa. Provinsi ini terletak di sebelah DKI Jakarta sehingga banyak pendatang yang menetap di provinsi ini. Ibu kotanya ialah Bandung. Jawa Barat memiliki banyak seklai ke-khasan dari tempat pariwisatanya, Jawa Barat mempunyai banyak tempat tempat wisata yang bisa kamu kunjungi sewaktu waktu, budaya di Jawa Barat juga tidak kalah menarik dari provinsi-provinsi lainnya karna Jawa Barat memiliki anyak budaya yang sangat unik, dan banyak lagi lohh keunikan keunikan Jawa Baray yang kali ini akan kita bahas tentang sosial budaya yang ada di JAWA BARAT.

A. Pariwisata

Jawa Barat memiliki banyak sekali tempat-tempat pariwisata, dan tempat pariwisata di Jawa Barat sangat bermacam macam lohh. Pantai? ada, gunung? ada, air terjun? ada, tempat religi? ada lah, candi candi atau tempat sejarah dan peninggalan gitu? pastinya ada dong,kalau tempat bermain?wahhh pastinya ada, tempat binatang dan tumbuhan yang dilindungi, juga ada... Wahh kurang apalagi coba Jawa Barat, punya segudang tempat yang harus kita kunjungi dan harus kita jaga, nahhh apa aja sihh?

(18)

Curug Dago, Bandung

Curug Dago terletak di ketinggian kurang lebih 800 meter diatas permukaan laut. Berketinggian lebih dari 30 meter. Di sini selain pengunjung dapat menikmati panorama alam dan keindahan di sekitar curug, wisatawan juga dapat melacak jejak-jejak dari bekas Kerajaan Thailand. Tidak jauh dari lokasi air terjun ada dua buah prasasti yang sarat dengan nilai sejarah.

Kawah Putih | Bandung

Kawah Putih Bandung

Kawah putih letaknya di kawasan Gunung Patuha, gunung yang ada di Jawa Barat. Ketinggian dari gunung ini sekitar 2.386 meter. Kawah dari Gunung Patuha ini menjadi objek wisata yang cukup menarik dan indah dan memiliki nama Kawah Putih. Kawah ini akan memberikan para pengunjung pengalaman berbeda. Pengunjung akan merasa seolah sedang berada di salju karena tanahnya yang putih dan tampak seperti hamparan salju. Kawah yang luas dengan air yang berwarna hijau agak kebiruan dapat membuat seolah sedang berada di pantai. Pohon-pohon yang yang ada di kawasan ini sebagian besar sudah tinggal batangnya dan sudah kering dapat menciptakan suasana yang berbeda. Di kawasan ini juga terdapat batu-batu besar yang indah.

Trans Studio Bandung | Bandung

Trans Studio Bandung

(19)

Klenteng Hok Yoe Kiong | Bekasi

Kelenteng Hok Lay Kion dapat anda temukan di Jalan Kenari 1, Kelurahan Margahayu Bekasi Timur. Kelenteng ini sudah berusia sekitar 300 - 400 tahun. Kelenteng Hok Lay Kion artinya adalah istana pembawa berkah.

Kebun Raya Bogor | Bogor

Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor pada awalnya adalah bagian dari 'samida' (hutan buatan atau taman buatan) yang setidaknya sudah ada sejak pemerintahan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, 1474-1513) yang berasal dari Kerajaan Sunda, sebagaimana yang sudah tertulis di dalam prasasti Batutulis. Hutan buatan itu dibuat dengan tujuan untuk keperluan menjaga kelestarian alam dan lingkungan sebagai sebuah tempat untuk memelihara benih benih kayu yang langka.

Masjid Kubah Emas | Depok

Masjid Dian Al Mahri ini diresmikan pada tanggal 31 Desember 2006 dan bertepatan dengan

pelaksanaan sholat Idul Adha 1427 H oleh

pendirinya Ibu Hj Dian Juriah Maimun Al Rasyid dan juga Bapak Drs H. Maimun Al Rasyid. Masjid ini disebut juga dengan nama Masjid Kubah Emas, sesuai dengan ciri khasnya yaitu terdapat pada kubahnya yang berlapiskan emas.

Pantai Rancabuaya | Garut

(20)

Pantai Rancabuaya. Pantai dengan pasir putih yang asri dan bersih sangat cocok untuk dipandang mata. Jangan lewatkan keindahan sunsetnya.

 Pantai Pangandaran  Pantai Pelabuhan Ratu  Gunung Tangkuban Parahu  Ciater

 Linggajati

 Kebun Raya Bogor  Taman Safari Indonesia  Taman Buah Mekarsari  Keraton Kasepuhan  Keraton Kanoman  Situ Patengan, Ciwidey  Cipanas, Garut

 Pantai Ujung Genteng

 Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda

 Taman Nasional Pangrango  Kampung Toga

 Museum Prabu Geusan Ulun  Situ Gede sangatlah unik, dari tari tarian hingga alat musiknya yang sangat khas hanya milik Jawa Barat. Jangan salah, alat musik dari Jawa Barat yaitu angklung juga sudah mendunia lohh, sudah banyak anak anak Indonesia yang membawa angklung menuju kelas yang tidak hanya kelas nasional lagi melainkan internasional, tapi tak hanya angklung saja, tari tarian seperti tari topeng dan tari jaipong juga sudah menarik bangsa bangsa mancanegara untuk mempelajarinya, lalu kita sebagai anak bangsa juga tak boleh ketinggalan untuk memulai untuk mempelajari dan melestarikannya agar selalu dikenang sepanjang masa, berikut beberapa kesenian Jawa Barat punya lohhh....

 Pencak silat  Jaipong  Gamelan  Wayang Golek

 Wayang kulit Cirebon  Kuda Renggong  Sisingaan

 Kuda Lumping  Angklung  Tari Topeng

 Tari Topeng Cirebon  Tarling  Tari Ketuk Tilu  Rampak Kendang  Yanuar Winata

C. Makanan

(21)

 Batagor  Cireng  Comro  Misro

 Tape singkong (Peuyeum)

 Oncom

 Ubi Cilembu  Mochi

 Dodol Garut  Empal Gentong  Sega Jamblang  Kecap Majalengka  Kalua Jeruk

 Opak

 Tahu Sumedang  Gula Cakar  Wajit

 Rengginang  Combro

 Gehu

 Cimol  Bala-Bala  Gulali  Sele Pisang  Asinan Bogor

 Tutug Oncom atau biasa disingkat T.O.

 Manisan Cianjur  Cireng

D. Lagenda

Lagenda adalah cerita rakyatyang bersifat mitos, dan Jawa Barat juga memilikinya. Kebanyakan lagenda ladenda dari Jaw Barat meceritakan tantang terbentuk sebuah gunung atau suangai atau pun danau yang ada di Jawa Barat. Jawa Barat memiliki beberapa lagenda yang terkenal seperti Tangkuban Perahu yang meceritakan tentang terbentukanya Gunung Tangkuban Perahu yang sekarang bisa kita jumpai di Bandung dan ada banyak lagi lagenda lagenda dari Jawa Barat. Lagenda lagenda dari Jawa Barat juga tak kalah seru dan menegangkan jika kita membacanya, jadi jangan sampai kelewatan yahh dengan llagenda lagenda yang berasal dari Jawa Barat.

 Lagenda Situ Bagendit  Lagenda Lutung Kasarung  Lagenda Sangkuriang  lagenda Tangkiban Perahu  Lagenda Ikan Dewa

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat melengkapi data ilmiah mengenai suku-suku yang ada di Kalimantan Timur khususnya data mengenai masyarakat Dayak Benuaq yang

Berkaitan dengan permasalahan yang dikemukakan, tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk menggali dan mendeskripsikan berbagai kearifan local suku Dayak Tunjung dan Dayak Benuaq

Sistem ini berisi informasi mengenai suku Dayak Benuaq di kabupaten Kutai Barat yang dapat digunakan oleh siapa saja untuk kepentingan pendidikan, riset mengenai

Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat melengkapi data ilmiah mengenai suku-suku yang ada di Kalimantan Timur khususnya data mengenai masyarakat Dayak Benuaq yang

BENUAQ DI KABUPATEN KUTAI BARAT PROVINSI KALIMANTAN TIMUR DENGAN BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1960 JUNCTO PMNA/KBPN NOMOR 5 TAHUN 1999 ” sebagai salah satu syarat

Berkaitan dengan permasalahan yang dikemukakan, tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk menggali dan mendeskripsikan berbagai kearifan local suku Dayak Tunjung dan Dayak Benuaq

Tumbuhan Obat Ramuan Tradisional Untuk Reproduksi Suku Dayak Bakumpai Di Kecamatan Teweh Selatan Kabupaten Barito Utara Provinsi Kalimantan Tengah adalah benar

Karya tulis berupa buku Eksistensi Tingkilan Kutai Suatu Tinjauan Etnomusikologis, Belajar Musik Sampek, artikel ilmiah berjudul Belian bawo pada Suku dayak Benuaq di Desa tanjung