• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi Peningkatan Produksi Kacang Kedelai (Glycine Max) (Studi Kasus : Desa Stabat Barat Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Strategi Peningkatan Produksi Kacang Kedelai (Glycine Max) (Studi Kasus : Desa Stabat Barat Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara)"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Lampiran 1. Karakteristik Petani

Lampiran 2. Karakteristik Pedagang

No. Umur (Tahun) Pendidikan

1 35 D3

(2)

3 38 S1

Lampiran 3. Indikator dan Parameter Penilaian SWOT Kedelai Faktor Internal

No Indikator Parameter Skor

1

Program Pengembangan

Kedelai

Ada program, rencana, dan dilaksanakan 4

Ada program dan dana 3

Ada perancangan program 2

Tidak ada program 1

Sangat Tersedia 4

Tersedia 3

Kurang Tersedia 2

Tidak Tersedia 1

3 Fungsi Lembaga

Sudah ada dan berjalan baik 4

Sudah ada dan tidak berjalan dengan baik 3

Masih proses pembentukan 2

Tidak ada 1

4 Pelatihan

Sekolah Lapang 4

Ada pelatihan dan demplot 3

Ada pelatihan dan ceramah 2

Tidak ada pelatihan 1

5 Kebijakan Harga

Ada kebijakan dan dijalankan 4

Ada kebijakan dan tidak dijalankan 3

Ada kebijakan harga 2

(3)

Faktor Eksternal

No Indikator Parameter Skor

1 Sarana pendukung dan infrastruktur

Sangat Memadai 4

Memadai 3

Cukup Memadai 2

Tidak memadai 1

2

Jumlah input (bibit, pupuk, pestisida, obat-obatan)

Sesuai rekomendasi jumlah dan waktu 4 Sesuai rekomendasi jumlah dan tetapi tidak

sesuai dengan waktu 3

Tidak sesuai rekomendasi jumlah tetapi

sesuai dengan waktu 2

Tidak sesuai rekomendasi jumlah dan

waktu 1

5 Permintaan kedelai

Tinggi dan Kontinue 4

Tinggi tetapi tidak Kontinue 3

Rendah dan Kontinue 2

Rendah dan Tidak Kontinue 1

(4)

8 Serangan HPT

<30% 4

30-40% 3

40-50% 2

>50% 1

9 Pengalaman Bertani

>8 tahun 4

6-8 tahun 3

4-6 tahun 2

<2 tahun 1

Keterangan :

1. Indikator : Bantuan Pemerintah. - mesin mesin pertanian - pupuk

- bibit

- obat-obatan

Parameter : Sangat tersedia (apabila keempat bantuan diberikan) Tersedia (apabila tiga dari 4 bantuan diberikan)

Kurang tersedia (apabila hanya satu atau 2 dari bantuan diberikan) Tidak tersedia (tidak ada bantuan diberikan)

2. Indikator : Sarana pendukung dan infrastruktur, dinilai dari 4 poin kelengkapan yaitu :

฀Tersedia alat penggilingan

฀Sarana transportasi dari dan menuju areal desa lancar

฀Tersedia jalan yang memadai (beraspal) dari dan menuju areal desa Parameter : Sangat Memadai (ketiga poin penilaian tersedia)

Memadai ( tersedia 2 dari empat poin penilaian)

Cukup Memadai (tersedia satu dari tiga poin penilaian)

Kurang Memadai (tidak ada poin penilaian yang dapat dipenuhi)) 3. Indikator : Penguasaan petani terhadap teknik budidaya kedelai

Parameter : Penguasaan petani terhadap teknik budidaya kedelai dilihat dari : ฀Penanaman menggunakan bibit unggul

฀Melakukan pemupukan

(5)

฀Melakukan sanitasi

sehingga dapat ditentukan parameter penilaian sebagai berikut :

Sangat Baik (Petani melaksanakan keempat poin penilaian) Baik ( Petani melaksanakan tiga dari empat poin penilaian)

(6)

Lampiran 4. Penilaian skor Parameter Faktor Internal Sampel

DISTAN

Parameter

1 2 3 4 5

1 4 3 4 1 1

2 4 3 4 1 1

3 4 3 4 1 1

Rata-rata

4 3 4 1 1

Keterangan:

Parameter 1 : Program Pengembangan Kedelai

Parameter 2 : Bantuan Pemerintah

Parameter 3 : Fungsi Lembaga Pendukung

Parameter 4 : Pelatihan

(7)

Lampiran 5. Penilaian Skor Parameter Faktor Eksternal

Parameter 1 : Sarana pendukung dan infrastruktur

Parameter 2 : Penguasaan petani terhadap teknik budidaya kedelai

(8)

Parameter 4 : Saprodi

Parameter 5 : Permintaan Kedelai

Parameter 6 : Harga Kedelai

Parameter 7 : Permodalan Parameter 8 : Serangan Hama

Parameter 9 : Pengalaman Bertani

Lampiran 6. Penilaian Tingkat Kepentingan Faktor Internal (IFAS) Program Pengembangan

Bantuan pemerintah, seperti : mesinmesin Pupuk, bibit, obat-obatan

3 2 1 2 3 Fungsi Lembaga pendukung

Bantuan pemerintah, seperti : mesinmesin Pupuk, bibit, obat-obatan

3 2 1 2 3 Pelatihan

(9)

Lampiran 7. Penilaian Tingkat Kepentingan Faktor Eksternal (IFAS)

Penguasaan petani terhadap teknik budidaya kedelai

3 2 1 2 3 Luas lahan

Penguasaan petani terhadap teknik budidaya kedelai

3 2 1 2 3 Jumlah input (bibit, pupuk, pestisida, obat-obatan) Penguasaan petani terhadap

teknik budidaya kedelai

3 2 1 2 3 Permintaan kedelai

Penguasaan petani terhadap teknik budidaya kedelai

3 2 1 2 3 Harga jual kedelai

Penguasaan petani terhadap teknik budidaya kedelai

3 2 1 2 3 Permodalan

Penguasaan petani terhadap teknik budidaya kedelai

3 2 1 2 3 Serangan HPT

Penguasaan petani terhadap teknik budidaya kedelai

Jumlah input (bibit, pupuk, pestisida, obat-obatan)

3 2 1 2 3 Permintaan kedelai

Jumlah input (bibit, pupuk, pestisida, obat-obatan)

3 2 1 2 3 Harga jual kedelai

Jumlah input (bibit, pupuk, pestisida, obat-obatan)

3 2 1 2 3 Permodalan

Jumlah input (bibit, pupuk, pestisida, obat-obatan)

(10)

Jumlah input (bibit, pupuk, pestisida, obat-obatan)

3 2 1 2 3 Pengalaman Bertani

Permintaan kedelai 3 2 1 2 3 Harga jual kedelai

Permintaan kedelai 3 2 1 2 3 Permodalan

Permintaan kedelai 3 2 1 2 3 Serangan HPT

Permintaan kedelai 3 2 1 2 3 Pengalaman Bertani

Harga jual kedelai 3 2 1 2 3 Permodalan

Harga jual kedelai 3 2 1 2 3 Serangan HPT

Harga jual kedelai 3 2 1 2 3 Pengalaman Bertani

Permodalan 3 2 1 2 3 Serangan HPT

Permodalan 3 2 1 2 3 Pengalaman Bertani

(11)

Lampiran 8. Hasil Penilaian Faktor Internal Responsen 1 (Penyuluh)

Parameter A B C D E

Responden 2 (Pejabat Dinas Pertanian Langkat)

Parameter A B C D E

Responden 3 (Pejabat Dinas Pertanian Langkat)

Parameter A B C D E

A : Program Pengembangan Kedelai

B : Bantuan Pemerintah

C : Fungsi Lembaga Pendukung

D : Pelatihan

(12)

Lampiran 9. Hasil Penilaian Faktor Eksternal Responden 1 (Penyuluh)

Parameter A B C D E F G H I

Responden 2 (Pejabat Dinas Pertanian)

Parameter A B C D E F G H I

Responden 3 (Pejabat Dinas Pertanian)

(13)

H 1 1 1 1 1/3 1/3 1 1 1

I 1 1 1 1 1/3 1/3 1 1 1

Total 15 15 12.3 13 9 3.66 12.33 13 13

Keterangan

A : Sarana pendukung dan infrastruktur

B : Penguasaan petani terhadap teknik budidaya kedelai

C : Luas Lahan

D : Jumlah input (bibit, pupuk, pestisida, dan obat-obatan)

E : Permintaan Kedelai

F : Harga Jual Kedelai di tingkat petani

G : Permodalan

H : Serangan Hama

(14)

Lampiran 10. Hasil Perhitungan Nilai Rata - Rata Geometris Faktor Internal

Contoh perhitungan mencari nilai rata - rata geometris :

(15)

Lampiran 11. Hasil Perhitungan Nilai Rata - Rata Geometris Faktor Eksternal

Total 13.01 16.64 9.74 11.64 9.99 4.53 11.14 12.09 8.62 10.82

n

Contoh perhitungan mencari nilai rata - rata geometris :

(16)

Lampiran 12. Normalisasi Bobot Faktor Internal

Parameter A B C D E

Rata-rata A 0.20 0.15 0.15 0.28 0.27 0.21 B 0.28 0.22 0.15 0.19 0.27 0.23 C 0.28 0.32 0.22 0.19 0.13 0.23 D 0.09 0.15 0.15 0.13 0.13 0.13 E 0.14 0.15 0.32 0.19 0.19 0.20 Total 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00

Keterangan:

A : Program Pengembangan Kedelai

B : Bantuan Pemerintah

C : Fungsi Lembaga Pendukung

D : Pelatihan

(17)

Lampiran 13. Normalisasi Bobot Faktor Eksternal Para

meter

A B C D E F G H I

Rata-rata A 0.08 0.13 0.05 0.04 0.07 0.07 0.06 0.17 0.12 0.09 B 0.04 0.06 0.03 0.04 0.03 0.07 0.09 0.17 0.12 0.07 C 0.16 0.18 0.10 0.09 0.07 0.07 0.09 0.17 0.12 0.12 D 0.16 0.13 0.10 0.09 0.07 0.11 0.09 0.04 0.06 0.10 E 0.11 0.18 0.15 0.12 0.10 0.07 0.13 0.12 0.08 0.13 F 0.23 0.18 0.31 0.18 0.30 0.22 0.27 0.12 0.17 0.22 G 0.11 0.06 0.10 0.09 0.14 0.07 0.09 0.08 0.12 0.09 H 0.04 0.03 0.05 0.18 0.07 0.15 0.09 0.08 0.12 0.08 I 0.08 0.06 0.10 0.18 0.14 0.15 0.09 0.04 0.12 0.10 Total 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00

Keterangan

A : Sarana pendukung dan infrastruktur

B : Penguasaan petani terhadap teknik budidaya kedelai

C : Luas Lahan

D : Jumlah input (bibit, pupuk, pestisida, dan obat-obatan)

E : Permintaan Kedelai

F : Harga Kedelai

G : Permodalan

H : Serangan Hama

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Kotler (1997), mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan suatu usahatani adalah dengan analisis internal yang merupakan proses yang mana perencanaan

Strategi yang diperoleh untuk meningkatkan produksi kedelai di daerah penelitian adalah strategi agresif atau strategi SO ( Strengths – Oppurtunities ) yaitu

Strategi yang diperoleh untuk meningkatkan produksi kedelai di daerah penelitian adalah strategi agresif atau strategi SO ( Strengths – Oppurtunities ) yaitu

Dengan jumlah lahan yang demikian, Indonesia hanya mampu memproduksi kedelai.. sebanyak 700-800 ribu ton rata-rata per

Menurut Kotler (1997), mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan suatu usahatani adalah dengan analisis internal yang merupakan proses yang mana perencanaan

Kedelai Sumber Pertumbuhan Produksi dan Teknik Budidaya.. Badan

berpengaruh terhadap pendapatan petani kedelai yaitu dikatakan bahwa pengalaman yang dimiliki petani cukup baik sehingga petani lebih terampil dalam melakukan

Penilaian terhadap aspek artistik ada empat kategori, yaitu sangat baik, baik, baik, cukup, kurang. Kriteria yang dianalisis dari aspek artistik adalah paragraf memiliki