• Tidak ada hasil yang ditemukan

BISNIS PLAN kewirausahaan LAUNDRY BISNIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BISNIS PLAN kewirausahaan LAUNDRY BISNIS"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

BISNIS PLAN kewirausahaan LAUNDRY

BISNIS PLAN

“RASYA LAUNDRY”

JASA

Yogyakarta, 11 Desember 2013

(3)

Raisa Aryasheba (10144200129)

Kelas : 7A1

Alamat : Gonjen RT 02 Tamantiro Kasihan Bantul Yogyakarta

Nomor Telp. : +62856292xxxx

Email : [email protected]

DAFTAR ISI

Halaman Depan

Daftar

Isi ... 1

1.

Rangkuman Eksekutif... 2

2.

Penjelasan Tentang Perusahaan

a.

Latar Belakang Usaha ... 2

b.

Struktur Organisasi ... 3

c.

Strategi Usaha ... 3

3.

Pemasaran ...

3

4.

Barang Dan Jasa Yang Dihasilkan ... 4

5.

Usaha Meningkatkan Penjualan ... 6

6.

Permodalan

a.

Arus Kas ... 7

b.

Laba Rugi ... 8

(4)

1.

Rangkuman Eksekutif

Dewasa ini, kepraktisan adalah sesuatu yang dicari. Semua orang

ingin semuanya serba praktis. Walaupun sering sekali kita harus

mengeluarkan uang yang cukup besar untuk kesibukan yang sangat

padat, dan tidak adanya waktu membuat semua itu menjadi mungkin.

Kesibukan di kantor, ataupun di kampus membuat seseorang tak memiliki

waktu cukup luang, bahkan untuk mencuci pakaiannya sendiri. Hal inilah

yang menginspirasi berdirinya bisnis laundry.

Bisnis laundry sangat potensial terutama di daerah dimana dekat

kos-kosan, dekat perumahan dan banyak pasangan suami istri yang sibuk

bekerja. Di daerah Kasihan, yang dekat dengan salah satu perguruan

tinggi swasta besar, sangat berpotensi untuk usaha laundry. Selain

rata-rata mahasiswanya berasal dari keluarga yang berkecukupan, kesibukan

mahasiswa di kampus membuat mahasiswa tidak punya waktu untuk

mencuci pakainnya sendiri. Di daerah Kasihan juga banyak terdapat

karyawan-karyawan dan pasangan suami-istri yang sibuk bekerja. Bisnis

laundry pun sangat memungkinkan pengusaha mendapat untung yang

besar karena dapat dipastikan setiap hari pakaian kotor akan selalu ada.

2.

Penjelasan Tentang Perusahaan

a.

Latar Belakang Usaha

Latar belakang pemilihan usaha laundry adalah adanya kecenderungan

gaya hidup praktis dan menyerahkan urusan cucian ke jasa laundry. Selain

karena perubahan gaya hidup juga karena tuntutan kesibukan yang

memakan waktu dan tenaga, karyawan dan mahasiswa bahkan ibu rumah

tangga yang merasa tidak memiliki waktu untuk mencuci pakaian, dan

energi mereka sudah digunakan untuk aktifitas mereka yang padat,

sehingga lebih memilih menyerahkan pada jasa laundry, kondisi cuaca

yang berubah saat ini, lebih sering hujan mengakibatkan pakaian cepat

kotor, menjemur pakaian menjadi lama di proses pengeringannya dan

trend menggunakan jasa laundry juga sudah menjadi gaya hidup

masyarakat

b.

Struktur Organisasi

c.

Strategi Usaha

Strategi usaha yang digunakan dalam usaha Rasya laundry adalah

sebagai berikut :

a.

Menjalin kerjasama dengan karyawan

(5)

3.

Pemasaran

Target pasar dari laundry ini dilihat dari adanya pergeseran gaya

hidup serta tuntutan kebutuhan ekonomi menyebabkan sebagian besar

masyarakat Yogyakarta menjadi keluarga yang sangat sibuk dengan

aktivitasnya masing-masing. Hampir semua anggota keluarga, baik suami

maupun istri dituntut memiliki mobilitas tinggi dan menghabiskan

sebahagian besar waktunya pada aktivitas di luar rumah. Hal itulah yang

menyebabkan beberapa urusan di dalam rumah kurang menjadi perhatian

karena setelah lelah seharian bekerja. Pekerjaan mencuci dan menyetrika

baju kerap kali menjadi urusan yang merepotkan, sehingga butuh bantuan

orang lain, sebab mau tidak mau penampilan yang bersih dan trendy

diperlukan untuk mendukung setiap kegiatan.

Segmen pasar terdiri dari kelompok pelanggan yang memiliki

seperangkat keinginan yang sama. Dengan mengetahui dan mengenali

segmen pasar, maka akan lebih mudah untuk memuaskan keinginan

target. Secara umum, segmen pasar dari laundry ini secara geografis,

yaitu masyarakat Yogyakarta yang berdomisili di Gonjen Tamantito

Kasihan Bantul dan sekitarnya. Sedangkan berdasarkan demografis, yaitu

para pelajar, mahasiswa, dan karyawan, baik pria maupun wanita.

4.

Barang Dan Jasa Yang Dihasilkan

Rasya Laundry ini tidak hanya menyediakan fasilitas cuci setrika

pakaian saja, tetapi juga menyediakan fasilitas cuci dan setrika non

pakaian (tidak dihitung berdasarkan hitungan kilogram)

a.

Jasa yang dihasilkan

1)

Jasa cuci dan pengeringan

Menyediakan layanan jasa mencuci dan mengeringkan pakaian. Dengan

metode-metode pencucian yang baik, seperti :

a)

Sebelum mencuci memilih pakaian berdasarkan tingkat kekotorannya

dan pemisahan baju antara baju putih dan berwarna

b)

Tidak merendam kaos, celana, baju, dan lain-lain yang disablon terlalu

lama di dalam larutan deterjen agar tidak rusak

c)

Menggunakan sabun bermutu baik, dengan deterjen yang dapat

membunuh kuman dan kotoran-kotoran yang menempel di pakaian

2)

Jasa cuci, pengeringan, dan setrika

Menyediakan layanan jasa mencuci,mengeringkan, dan menyetrika

pakaian. Untuk jasa setrika, Rasya laundry akan memberikan pelayanan

yang terbaik, seperti :

a)

Menggunakan cairan pelicin pakaian agar hasil setrikaan lebih bagus,

tidak kusut dan harum baunya

b)

Menyetrika baju sesuai aturan yang tertera pada label pesan perlakuan

(6)

Rasya laundry juga menyediakan jasa layanan antar jemput, sehingga

dapat memudahkan konsumen. Dikenakan biaya antar jemput Rp. 1.000

4)

Fasilitas kupon

Rasya laundry menyediakan jasa fasilitas kupon bonus untuk konsumen.

Bonus diberikan kepada pelanggan yang sudah memiliki 10 kupon cuci.

b.

Keunggulan

Beberapa keunggulan yang dimiliki oleh Rasya laundry adalah :

1)

Tempat yang nyaman dan strategis

2)

Pelayanan yang cepat, cermat, dan memuaskan (mengutamakan

kualitas)

3)

Harga terjangkau

4)

Tersedia area basah dan kering, sehingga tidak mengganggu proses

pencucian, pengeringan dan setrika.

Nilai tambah yang bisa diberikan bagi pelanggan, berupa :

1)

Menggunakan sabun bermutu baik

2)

Pewangi pakaian tahan lama

3)

Cucian bersih, pemisahan baju putih dan berwarna

4)

Cucian tidak dicampur dengan orang lain

5)

Kontrol terhadap kepemilikan baju yang baik, sehingga tidak ada baju

yang hilang

6)

Perawatan warna baju yang baik

7)

Discount untuk pelanggan, discount untuk 10 kali cuci

8)

Layanan antar jemput

5.

Usaha Meningkatkan Penjualan

Perusahaan akan melakukan strategi promosi menggunakan berbagai

macam media promosi yang ada. Iklan yang disampaikan bersifat lisan.

Metode yang paling sederhana dalam strategi promosi adalah dengan

melakukan promosi dari mulut ke mulut. Perusahaan meyakini walaupun

strategi ini sangat sederhana, namun efektifitas penyampaian pesannya

juga cukup signifikan. Strategi lain adalah melalui media promosi, seperti :

a.

Selebaran atau brosur

b.

Media banner (spanduk)

c.

Poster

d.

Koran lokal yang sesuai dengan segmen pasar

(7)

6.

Permodalan

a.

Arus Kas

LAPORAN ARUS KAS

RASYA LAUNDRY

TAHUN 2013

Bulan

ke-0

1

2

3

A.

PENERIMAAN

Penerimaan penjualan

0

2.244.0

00

2.805.0

00

3.506.0

00

Penerimaan Pinjaman

20.000.0

00

0

0

0

Sub Total Penerimaan

20.000.0

00

2.244.0

00

2.805.0

00

3.506.0

00

B.

PENGELUARAN

Sewa Bangunan

500.000

500.00

0

500.00

0

500.000

Pembelian Bahan Baku

369.000

423.00

0

477.00

0

531.000

Peralatan

14.450.0

00

0

0

0

Gaji Pegawai

0

2.100.0

00

2.100.0

00

2.100.0

00

Beban Iklan

500.000

500.00

0

500.00

0

500.000

Listrik, air, telepon

0

600.00

0

600.00

0

600.000

Beban Perlengkapan

775.000

0

0

0

Transportasi

150.000

150.00

0

150.00

0

150.000

Beban Bunga

0

0

0

0

Beban Pajak

0

0

0

0

Pengeluaran Lain-lain

0

0

0

0

Sub Total Pengeluaran

16.744.0

00

4.273.0

00

4.327.0

00

4.381.0

00

C.

SELISIH KAS

3.256.00

0

2.029.0

00

1.522.0

00

875.000

D.

SALDO KAS AWAL

16.744.0

00

0

2.029.0

00

3.551.0

00

E.

SALDO KAS AKHIR

0

2.029.0

(8)

b.

Laba Rugi

LAPORAN LABA RUGI

RASYA LAUNDRY

TAHUN 2013

A.

HASIL PENJUALAN

Penjualan

95.519.000

Sub Total Hasil Penjualan

B.

BIAYA PRODUKSI

Bahan Baku

303.000

Pembungkus

66.000

Transport

150.000

Sub Total Biaya Produksi

519.000

C.

BIAYA TETAP

Gaji Pegawai

2.100.000

Peralatan

14.450.000

Perlengkapan

775.000

Sewa Tempat

500.000

Sub Total Biaya Tetap

17.825.000

D.

BIAYA ADMINISTRASI

Biaya Promosi

500.000

Listrik, Air, Telepon

600.000

Sub Total Biaya Administrasi

1.100.000

E.

TOTAL BIAYA

19.444.000

F.

LABA SEBELUM PAJAK

76.075.000

G.

PAJAK

0

H.

LABA BERSIH

76.075.000

c.

Neraca Pendahuluan

LAPORAN NERACA

RASYA LAUNDRY

TAHUN 2013

(9)

A.

Aktiva Lancar

A.

Utang Lancar

Kas

16.744.000 Utang Usaha

20.000.000

Perlengkapan

775.000

B.

Modal

B.

Aktiva Tetap

Modal

13.859.000

Peralatan

14.450.000

Pe

nyusutan

1.890.000

Total Aktiva

33.859.000

Total Pasiva

33.859.000

Author: Raisa Arya Sheba

Analisis sistem informasi akuntansi perusahaan

jasa laundry

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami atas ke hadirat Allah SWT karena atas rahmat-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul ”

(10)

ini.Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah

memberikankritik dan masukan yang membangun terhadap isi makalah yang kami kerjakan khususnyakepada dosen pembimbing kami ibu Zuwesty Eka Putri, SE., M.Ak. Kami menyadaridengan adanya masukan itu semua, makalah ini menjadi lebih lengkap dan lebih bermanfaat.Kami menyadari bahwa isi makalah ini masih banyak

kekurangan.Oleh karena itu,kami senantiasa mengharapkan masukan dari pembaca demi penyempurnaan makalahini.Akhir kata semoga makalah ini bisa turut andil dalam memberikan ilmu pengetahuan baru dan manfaat kepada semua yang membacanya

Daftar Isi

Gambaran Umum Entitas

Sejarah ... 1 Visi dan Misi ... 1Visi ... 1Misi ... 1Strukur Organisasi ... 2Tujuan ... 2Tujuan

Jangka Pendek ... 2Tujuan Jangka Panjang ... 2Kegiatan & Proses Bisnis ... 3

Analisis Sistem Informasi Akuntansi

Analisis Arus Dokumen ( Document Flowchart

) ... 4Diagram Berjenjang ( Tier Diagram

) ... 12Diagram Konteks ( Context Diagram

)... 13Analisis Data Flow Diagram

(DFD) ... 14 Data Flow Diagram

Penjualan Jasa Laundry & Dry Clean ... 14 Data Flow Diagram

Pembelian ... 15 Data Flow Diagram

Laporan... 16

Penutup

Kesimpulan...18

Gambaran Umum Entitas

Sejarah Avia Laundry

Usaha laundry merupakan salah satu bidang usaha jasa yang semakin di

butuhkankhususnya oleh masyarakat di perkotaan. Tren mencuci di laundry sudah menjadi bagiandari gaya hidup masyarakat yang cenderung menginginkan kebutuhan-kebutuhan tertentusecara instan. Hal ini disebabkan karena aktivitas masyarakat yang tinggi, perubahan gayahidup serta tuntutan kesibukan membuat banyak mahasiswa, karyawan, serta ibu rumahtangga yang malas ataupun tidak memiliki waktu untuk mencuci pakaian mereka, memilihuntuk menyerahkannya pada usaha laundry.Avia Laundry adalah salah satu dari sekian banyak laundry

(11)

didirikan padatanggal 5 juli 2009 dan berlokasi di daerah perumahan BSD yang padat penduduk, yaitu diJl. Rawabuntu Raya, Ruko Golden Vienna 1 Blok BA No.36, BSD City, Tangerang Selatan.Avia laundry merupakan salah satu perusahaan yang dikelola oleh CV Avia Indonesia, yangmana tidak hanya berfokus pada usaha laundry, tetapi juga pada usaha lainnya seperti butikdan penjualan souvenir. Kualitas pelayanan yang baik serta tempat yang nyaman merupakanhal paling utama dalam Avia Laundry.

Visi dan Misi : Visi :

“Menjadi laundry yang memberikan pelayanan terbaik berdasarkan kualitas kepada pelanggan dan dikelola secara professional sehingga memberikan keuntungan untuk pel anggan, karyawan, dan p

emilik” Misi

:-Menyediakan jasa cleaning yang dapat

diandalkan.-Ketepatan waktu dalam penyelesaian laundry

dan

dry cleaning

.-Hasil proses laundry

yang bersih, rapi, dan

harum.-Menjaga hubungan baik dengan pelanggan

(12)

Tujuan

Tujuan jangka pendek :

1. BEP atau balik modal dalam kurun waktu kurang dari tiga (3) tahun. 2. Dapat menyejahterakan karyawan di perusahaan jasa Avia Laundry.

Tujuan jangka panjang:

1. Mengembangkan sarana dan prasarana.

2.Mengembangkan kerja sama dengan perusahaan pendukung laundry (perusahaansabun cuci dan perusahaan mesin cuci) sehingga harga jasa

laundry dapat menjadilebih murah dibandingkan perusahaan jasa laundry lainnya. 3.Memiliki kantor cabang di kota-kota besar di negara Indonesia.

Kegiatan & Proses Bisnis Entitas

Sebagai salah satulaundry yang menekankan segi kualitas dengan motto

utama perusahaan, Avia Laundry berkomitmen untuk memberikan layanan yang terbaik bagi pelanggan. Komitmen itu tercermin dalam visi dan misi

perusahaan untuk menjadilaundry yang terbaik. Bisnis ini bergerak di bidanglaundrydandry cleaning.

Proses Bisnis

Pemili k Manager Operasion al Sekretariat Laundry & Catering Asisten Manager Operasional Koordinator Pengantar KoordinatorSetri ka & Pengepakan Koordinator

Cucian Kiloan Petugas Kasir &Keuangan

Petugas Pengantar

Petugas Setrika

Petugas

Pengepaka Petugas Penyuci

(13)

Analisis Sistem Informasi Akuntansi

Analisis Arus Dokumen / Document Flowchart Laundry

Analisa terhadap sistem yang sedang berjalan adalah suatu kegiatan untukmempelajari interaksi sistem yang terdiri atas pelaku proses dalam sistem, prosedur, dandata serta informasi yang terkait. Dari pengamatan yang kami lakukan terhadap AviaLaundry dapat dilihat sistem dokumen pada perusahaan ini masih manual. Hal inimengakibatkan proses

Keuangan Pemilik Konsume naan Transaks idari masing masingk egiatanh arusdica tat dandima sukkank e buku be Jurnal

H u t a n g U s a h a

(14)

dalam pengolahan data dan pembuatan laporan yang dibutuhkanmenjadi lambat sehingga menimbulkan proses dan waktu yang tidak efisien sepertikesalahan dalam pemasukan data yang menyebabkan informasi yang dihasilkan tidakakurat, pencarian data yang memerlukan banyak waktu dan tenaga sehingga kinerja darisistem yang ada menjadi lambat, serta perhitungan keuntungan atau kerugian tidak diketahuisecara pasti. Kami melakukan analisis kelemahan sistem dan menemukan beberapakelemahan dari sistem informasi akuntansi Avia Laundry, yaitu :

-Pemrosesan data yang manual dan karyawan ditutut kecepatan dalam pemrosesandata sering kali mengakibatkan ketidak akuratan data yang telah tersimpan. Pada

saat pegawai membutuhkan data, pegawai harus mencari data

–data yang tersimpan diarsip. Terlalu bayaknya data yang ditangkap dan tersimpan di banyak tempatmembuat ketidak-relevansian informasi.

-Pemborosan biaya dalam penggunaan kertas dan alat tulis, jika dihitung

dalam jangka waktu yang lama akan menimbulkan biaya operasional yang besar. karena data yang salah tidak dapat diedit, meskipun dapat dipaksakan diedit tapi hal itu

akanmengurangi kerapian dan laporan akan terkesan kurang valid.

-Kontrol terhadap jumlah aktiva dan pasiva tidak terkendali, karena tidak diketahuisecara pasti jumlah seluruh aktiva dan pasiva. Tidak adanya proteksi terhadap datayang ada sehinga kehilangan data sering terjadi.

-Pembuatan laporan dengan data yang sama dicatat berulang-ulang, masihmengunakan alat hitung kalkulator sehingga menimbukan pemborosan waktu.Sumber daya manusia yang dibutuhkan lebih banyak.

-Pelayanan oleh pegawai kepada konsumen akan membutuhkan bayak waktu karenaharus menunggu pemrosesan data.

Untuk lebih memahami sistem penjualan jasa laundry kepada konsumen yangsedang berjalan dan untuk mempelajari sistem yang ada, diperlukan suatu penggambaranaliran-aliran informasi dokumen dari bagian-bagian yang terkait baik dari dalam maupundari luar sistem Avia Laundry. Diagram alir dokumen (

document flowchart

) atau disebutdengan bagan alir formulir ( form flowchart

) atau

paperwork flowchart

merupakan bagan aliryang menunjukkan arus dari laporan dan formulir termasuk tembusan-tembusannya.Diagram arus dokumen ini berfungsi untuk mengetahui hubungan antara entitas melaluialiran dokumen yang ada terhadap seluruh dokumen yang berasal dari sumber sampaidokumen tersebut diterima oleh penerima

dokumen.Berdasarkan hasil wawancara dan observasi pada Avia Laundry, ada beberapa jenistransaksi yang terjadi, yaitu :

1.Transaksi Laundry Kiloan

Transaksilaundry kiloan adalah transaksilaundry dengan sistem pembayaran berdasarkan berat pakaian yang akan

di-laundry . Dalam laundry

kiloan jumlah pakaian tidak mempengaruhi harga jasa laundry

. Pada laundry kiloan, minimal berat pakaian yang akan

di-laundry adalah 5 (lima) kilogram. Penghitungan timbangantidak dibulatkan, tetapi dihitung berdasarkan berat hingga dua angka dibelakangkoma. Konsumen datang menyerahkan pakaian yang akan

di-laundry

, lalu kasir akanmenimbang berat pakaian tersebut, mencatat jumlah pakaian yang akan

(15)

,serta kasir akan membuat nota. Nota tersebut berisi nama dan alamat

pelanggan, berapa jumlah kilogram dan berapa jumlah unit pakaian yang akan

di-laundry, dan berapa total pembayarannya, serta keterangan lain (jika diperlukan) yang n antinyaakan digunakan konsumen untuk mengambil hasil

laundry

. Setelah proses laundry

selesai maka konsumen akan datang untuk mengambil hasil laundry

. Konsumenyang telah melunasi pembayaran di muka akan menyerahkan nota, sedangkankonsumen yang baru melunasi sebagian akan menyerahkan tanda terima barang danmelunasi sisanya. Setelah itu, kasir akan menyerahkan barang kepada konsumen.

2.Transaksi Laundry SatuanTransaksi laundry

ini hampir sama dengan sistem laundry

kiloan.Perbedaannya terletak pada jumlah pakaian yang dapat di laundry, yaitu tidakadanya batas minimum bagi laundry satuan dan besarnya biaya ditentukan dengan banyaknya pakaian yang akan

di-laundry

.3.Transaksi Dry Clean Sistem

dry clean dalam Avia Laundry

tidak dilakukan sendiri, melainkanmenggunakan jasa dry cleaning

supplier. Konsumen datang dan menyerahkan pakaian yang akan di-dry clean

, lalu kasir akan mencatat jenis dan jumlah pakaianserta menanyakan perihal

pembayaran. Jika pembayaran dilakukan secara lunas,kasir akan membuatkan nota yang berisi nama dan alamat pelanggan, berapa jumlahyang

di-dry clean,

berapa total pembayarannya, serta keterangan lain (jikadiperlukan). Sedangkan jika pembayaran yang tidak lunas kasir akan membuatkantanda terima yang nantinya akan digunakan untuk pengambilan pakaian olehkonsumen.

7

Flowchart Penjualan Jasa Laundry &

(16)

Pemilik Kasir Konsumen

Nota (rangkapke-1)Menyerahkan barang

Nota(rangkap 3)Menanyakan sisa pembayaranTanda terima barang(rangkap ke-1) Nota (rangkapke-2)

Tanda terima baran

Pembuatantanda terima Tidak Nota(rangkap 3)

Y a

Terima barangBayar

Tanda terima barang (rangkapke-1) Nota (rangkapke-2)

Menyerahkan barangMulai Pembuatannota

(17)
(18)

Referensi

Dokumen terkait

Kegagalan pemenuhan tuntutan dari salah satu peran baik sebagai ibu rumah tangga, individu, istri, warga masyarakat serta sebagai karyawan yang tidak dapat membagi

penerapan program Zero Waste Lifestyle (Gaya Hidup Nol Sampah), serta. mengenai hasil yang didapatkan oleh ibu-ibu rumah tangga yang

Oleh karena itu berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk meneliti seorang ibu rumah tangga yang juga berkerja dengan adanya gaya hidup yang modern dalam

Meniru menjadi salah satu faktor pemicu shopaholic bagi mahasiswa untuk terus merasa kekurangan terhadap apa yang belum mereka miliki, karena gaya hidup seperti

G (Pria) Karyawan G merasa kepuasan kerja karyawan kurang optimal karena masih ada karyawan yang merasa kebutuhannya dalam bekerja tidak terpenuhi dari sarana yang disediakan

1. Ledakan perekonomian global. Kelahiran kembali seni. Kebangkitan sosialisme pasar. Gaya hidup Global dan nasionalisme kebudayaan. Swastanisasi sistem pemberian pelayanan

Tahap hidup organisasi, perusahaan yang berada pada tahap mapan dan sedang melakukan pengembangan, pada umumnya karyawan akan berusaha bekerja keras menghadapi berbagai tuntutan tugas

Jadi dapat disimpulkan bahwa gaya hidup ibu rumah tangga variabel Y termasuk kategori tinggi Adapun bentuk pengaruh gaya hidup menurut Chaney yang ditimbulkan sinetron orang ketiga