• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Lingkungan Bisnis Semen Indones

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Analisis Lingkungan Bisnis Semen Indones"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

Analisis Lingkungan Bisnis PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.

Dani Pratama

Sri Wahju Handayani

MM. 8B Executive

MAGISTER MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

(2)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

PT Semen Indonesia meruapakan salah satu perusahaan di bidang industri semen dan sebagai market leader di Indonesia. Sepak terjang perusahaan plat merah ini juga telah melebarkan sayap bisnisnya ke kawasan regional ASEAN yang dengan mengakuisisi Thang Lhong Cement Vietnam. Sebagai pemain utama di Indonesia serta ekspansi bisnis yang massif harus di dukung dengan strategi untuk mengimplementasikan startegi tersebut dalam mendukung tujuan PT Semen Indonesia menjadi perusahaan Semen Internasional. Untuk itu diperlukan analisa yang mendalam terkait lingkungan bisnis di suatu wilayah baik dari faktor Internal maupun Eksternal.Salah satu contoh nyata dalam lingkungan bisnis ialah Kondisi makro dan situasi persaingan yang meningkat antar pelaku industri semen membuat Perseroan harus mengatasi beberapa persoalan mendasar. Perseroan meningkatkan konsolidasi internal dan sinergi baik dari sisi operasional, maupun perencanaan strategis. Penerapan fokus strategi cost management dengan melakukan upaya-upaya pengendalian biaya produksi maupun distribusi yang cenderung meningkat dengan menerapkan beragam hasil pengembangan inovasi

.

(3)
(4)

A. Gambaran Umum

(5)

Pada tanggal 8 Juli 1991 saham Persereroan tercatat di Bursa Efek Jakarta dan Bursa EfekSurabaya (kini menjadi Bursa Efek Indonesia) serta merupakan BUMN pertama

yang go public dengan menjual 40 juta lembar saham kepada masyarakat dengan komposisi pemegang saham saat itu; Pemerintah RI 73% dan Masyarakat 27%. Pada bulan September 1995, Perseroan melakukan Penawaran Umum Terbatas I (Right Issue I), yang mengubah komposisi kepemilikan saham menjadi Negara RI 65% dan masyarakat 35%. Pada tanggal 15 September 1995 PT Semen Indonesia berkonsolidasi dengan PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa.Total kapasitas terpasang Perseroan saat itu sebesar 8,5 juta ton semen per tahun.

Pada tanggal 17 September 1998, Pemerintah RI melepas kepemilikan sahamnya di Perseroan sebesar 14% melalui penawaran terbuka yang dimenangkan oleh Cemex S. A. de C. V., perusahaan semen global yang berpusat di Meksiko. Komposisi kepemilikan saham berubah menjadi Negara RI 51%, masyarakat 35%, dan Cemex 14%. Kemudian tanggal 30 September 1999 komposisi kepemilikan saham berubah menjadi: Pemerintah Republik Indonesia 51,0%, masyarakat 23,4% dan Cemex 25,5%. Pada tanggal 27 Juli 2006 terjadi transaksi penjualan saham Cemex Asia Holdings Ltd. kepadaBlue Valley Holdings PTE Ltd. sehingga komposisi kepemilikan saham berubah menjadi Negara RI 51,0% Blue Valley Holdings PTE Ltd. 24,9%, dan masyarakat 24,0%. Pada akhir Maret 2010, Blue Valley Holdings PTE Ltd, menjual seluruh sahamnya melalui private placement, sehingga komposisi pemegang saham Perseroan berubah menjadi Pemerintah 51,0% dan publik 48,9%.

(6)

Pada tahun 2012, Perseroan semakin mengintensifkan upaya membentuk strategic holding company yang lebih menjamin terlaksananya sinergi pada seluruh aspek operasional dari perusahaan yang bernaung dibawah grup perusahaan. Melalui pembentukan strategic holding ini, Perseroan meyakini seluruh potensi dan kompetensi perusahaan dalam group baik dalam bidang operasional, produksi dan terutama pemasaran, dapat disatu padukan dengan semakin baik untuk memberikan kinerja optimal. Melalui penerapan strategic holding, maka posisi “holding” terhadap anak usaha (yakni perusahaan semen dan anak perusahaan yang akan datang) menjadi sangat jelas, yakni:

1. HoldCo menentukan arah group

2. Di masa yang datang, setiap OpCo tambahan akan berada di tingkat yang sama dengan OpCo yang ada.

Pada tanggal 20 Desember 2012, melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Perseroan, resmi mengganti nama dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, menjadi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Penggantian nama tersebut, sekaligus merupakan langkah awal dari upaya merealisasikan terbentuknya Strategic Holding Group yang ditargetkan dan diyakini mampu mensinergikan seluruh kegiatan operasional dan memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki untuk menjamin dicapainya kinerja operasional maupun keuangan yang optimal. Perseroan menggunakan nama Semen Indonesia dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang krusial, mencakup:

1. Nama tersebut bisa merefleksikan ambisi dari grup.

2. Merangkul karakteristik nasional dari perusahaan yang mencakup ketiga OpCo

3. Melalui nama tersebut sejarah dan tradisi tetap dihormati

(7)

5. Kemampuan untuk meningkatkan Sinergi:

 Sesuai dengan positioning anak-anak perusahaan yang bergerak dalam bidang persemenan.

 Merefleksikan Holding yang lebih besar dan melambangkan ke- Indonesiaan.

 Dapat memayungi anak-anak perusahaan persemenan yang berada di lokasi geografis yang berbeda (Indonesia, Tonasa, dan Padang)

 Dapat diterima dengan mudah di lingkup Internasional ataupun Dalam negeri

6. Meningkatkan potensi pemasaran dan pertumbuhan

a. Masing-masing merk eksiting (Semen Indonesia, Semen Tonasa dan Semen Padang) tetap tumbuh dan eksis sebagai merk yang kuat di Indonesia.

b. Pada masa mendatang, nama Semen Indonesia dapat menciptakan kebanggaan nasionalis; menghilangkan asosiasi dengan spesifik daerah.

c. Kemungkinan lebih bisa diterima oleh potensial target merger dan akusisi (perusahaan Semen BUMN lainnya).

d. Komplemen dari struktur strategic holding

e. Menambah keberadaan di pasar regional dan internasional

f. Selaras dengan aspirasi menjadi pemain regional kelas atas Pembentukan Semen Indonesia sebagai Strategic Holding, akan memberikan keleluasaan dalam merealisasikan berbagai aksi korporasi, menyangkut: akuisisi, financing, pengembangan bisnis terintegrasi dengan industri semen, akuisisi lahan dalam rangka persiapan pembangunan pabrik baru dan sebagainya.

(8)

Visi

Menjadi perusahaan persemenan internasional yang terkemuka di Asia Tenggara

Misi

1. Mengembangkan usaha persemenan dan industri terkait yang berorientasikan kepuasan konsumen.

2. Mewujudkan perusahaan berstandar internasional dengan keunggulan daya saing dan sinergi untuk meningkatkan nilai tambah secara berkesinambungan.

3. Mewujudkan tanggung jawab sosial serta ramah lingkungan.

4. Memberikan nilai terbaik kepada para pemangku kepentingan (stakeholders).

5. Mewujudkan tanggung jawab sosial serta ramah lingkungan.

6. Memberikan nilai terbaik kepada para pemangku kepentingan (stakeholders).

(9)

Perseroan memiliki berbagai keunggulan lain yang mampu meningkatkan daya saing ditengah kompetisi industri semen yang semakin ketat. Keunggulan Perseroan mencakup antara lain :

a. Jangkauan Distribusi

Keunggulan jaringan distribusi Semen Indoneisa didukung oleh 30 unit gudang penyangga, pengoperasian 20 packing plant di lokasi yang strategik dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia serta didukungoleh 361 distributor nasional untuk menjamin kelancaran pasokan semen ke seluruh penjuru Nusantara. Semen Indonesia saat ini sedang membangun 3 packing plant tambahan di beberapa lokasi prospek. Hingga tahun 2016 Perseroan merencanakan tambahan 12 unit packing plant. Tujuan pembangunan packing plant tersebut adalah:

• Efisiensi biaya transportasi, distribusi dan pengantongan.

• Menjamin kontinuitas pasokan semen di wilayah pemasaran Perseroan.

• Perluasan pasar.

b. Bahan Baku

Area-area tambang Perseroan memiliki cadangan bahan baku dengan kualitas terbaik dan dalam jumlah besar, sehingga menjamin kelangsungan produksi semen di seluruh pabrik Perseroan dalam jangka panjang.

c. Brand Image

(10)

B. Analisis Lingkungan Bisnis Kodisi Ekonomi Global

Memasuki tahun 2015, perekonomian dunia menunjukan gejala pemulihan khususnya Amerika Serikat. sementara negara-negara utama lainnya, seperti Tiongkok, Jepang, Jerman dan Inggris masih belum pulih sebelum krisis. hal ini di perparah dengan kondisi ekonomi Yunani yang menyebabkan efek domino di beberapa negara khusunya Uni Eropa. Hal ini menimbulkan tantangan lain berupa penguatan nilai tukar dollar Amerika terhadap hampir seluruh mata uang dunia, termasuk Indonesia. Sekalipun demikian, para ekonom meyakini, bahwa perkeonomian global mulai menunjukan ke arah pembalikan. pelemahan harga minyak dunia sepanjang tahun 2014 membuat momen perbaikan ekonomi di tahun 2015 dan tahun-tahun selanjutnya diyakini akan lebih baik lagi sekalipun pertumbuhan ekonomi Tiongkok dan Jepang yang menjadi barometer perekonomian dunia tumbuh dibawah ekspetasi.

Tinjauan Umum Perekonomian Indonesia

(11)

Prospek Konsumsi Semen Regional (ASEAN)

Sebagaiman diketahui bersama, pada tahun 2015 mendatang, berlaku ketentuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), suatu zone ekonomi baru yang meliputi seluruh negara yang tergabung dalam ASEAN. total penduduk di kawasan ini adalah sekitar 600 juta jiwa dengan Indonesia menyumbang sekitar 40% penduduk ASEAN. Penyatuan zona ekonomi tersebut akan membuat lalu lintas perdagangan antara anggota MEA berlangsung lebih dinamis, sehingga pertumbuhan ekonomi di kawasan di harapkan lebih tinggi dari periode tahun sebelumnya. pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi akan berimbas positif pada pertumbuhan permintaan semen untuk mendukung kegiatan pembangunan fisik di seluruh kawasan.

(12)

Konsumsi Semen Perkapita Regional ASEAN

Proyek Infrastruktur Pemerintah

Pembangunan infrastruktur menjadi prioritas pemerintah di tahun 2015 hingga tahun 2020 dengan mengembangkan infrastruktur dasar seperti, Jalan raya, pelabuhan, pemabangkit listrik, waduk serta mega proyek lainnya. dengan demikian pada tahun-tahun mendatang seiring dengan realisasi pembangunan beragam proyek infrastruktur dasar yang menyasar daerah-daerah potensial, termasuk potensi kemaritiman melalui pembanguan-pembangunan pelabuhan, konsumsi domestic tumbuh dan di ikuti oleh tumbuhnya kapasitas produksi nasional untuk mengimbangi permintaan tersebut. sehingga ekonomi Indonesia akan tumbuh lebih tinggi dan pada akhirnya permintaan semen akan kembali meningkat.

(13)

Iklim Investasi di Indonesia

Indonesia bukan merupakan negara yang paling mudah untuk mendirikan perusahaan baru atau untuk berperan aktif di bidang bisnis. Keadaan tersebut tercermin dalam laporan peringkat indeks Doing Business 2014 yang diterbitkan Bank Dunia. Dalam laporan tersebut, Indonesia berada di posisi 120. Salah satu masalah yang paling besar dalam pendirian perusahaan baru di Indonesia yaitu mendapatkan semua izin yang diperlukan. Perizinan bisa memakan waktu lama dan berbiaya mahal. Agar berhasil mengembangkan bisnis di Indonesia, penting sekali untuk membangun jaringan yang baik dengan kalangan bisnis danpemerintah. Pengusaha asing harus sadar akan kepentingan jaringan ini dan berupaya untuk mengembangkannya. Untungnya, membangun jaringan tersebut tidaklah sulit. Karena, pengusaha asing merupakan pihak yang menarik bagi orang Indonesia. Sangat dianjurkan untuk mendalami nilai-nilai budayaterlebih dahulu untuk mengetahui bagaimana bersosialisasi dengan mitra bisnis serta karyawan Indonesia dan untuk mengerti 'budaya bisnis' di Indonesia. Ini akan membuat bisnis Anda lebih efisien dan efektif, terutamadalam jangka panjang.

Tinjauan Umun Industri Semen di Indonesia

Ketatnya persaingan industri semen di Indonesia dapat terlihat dari banyaknya produsen semen sebanyak 6 produsen eksisting dan saat ini terdapat calon 5 calon investor yang serius akan mendirikan pabrik semen baru dengan kapasitas mencapai 10,8 juta ton. sehingga dalam 4 tahun mendatang, jika seluruh rencana tersebut terealisasi, akan ada tambahan kapasitas produksi semen secara nasional sebesar 34,2 juta ton. sebagai gambaran, total kapasitas produksi terpasang semen nasional per akhir tahun 2014 mencapai 71,5 juta ton. Sementara permintaan semen nasional tahun 2014, dengan merujuk kepada asosiasi semen Indonesia (9 januari 2015) mencapai 59,910 juta ton, tumbuh 3,3 % dari 58,024 juta ton di tahun 2013.

(14)

sebesar 13.64 juta ton, Semen Padang 7,27 juta ton, Semen Tonasa 6,33 juta ton dan Thang Long Cement Vietnam 2,29 juta ton.

Perusahaan 2012 2013 2014 *2015

Lafarge

Calon Investor Industri Semen di Indoensia

No Nama Investor Kapasitas Per Tahun Lokasi

(15)

3 China Trio Int Engineering Co.Ltd 1,5 Juta ton Subang, Jabar

4 State Development and Investment Cooperation (SDIC)

1 Juta Ton Papua

5 Siam Cement Group 1,8 Juta Ton Sukabumi, Jabar

6 Jui Shin Indonesia 2,5 Juta ton Karawang, Jabar

7 China Triumph Int Eng. Ltd 1,5 Juta ton Grobogan, Jateng

8 Wilmar Group 2 Juta ton Banten

9 Ultra tech Cement – India 4 Juta ton Jateng

- Sumber: Asosiasi Semen Indonesia

Table EFAS & IFAS

EXTERNAL FACTOR ANALYSIS SUMMARY (EFAS TABLE)

External Factors Weight Rating

Weight

Score Comment

OPPORTUNITY

Ketersediaan Bahan Baku 0.10 4.0 0.40 Bahan baku dibeberapa didaerah di Indonesia berupa bukit-bukit kapur AFTA (Asean Free Trade

Area) 0.10 3.7 0.37

Dapat memperluas pangsa pasar di 10 negara ASEAN

Program Infrastruktur

Pemerintah 0.07 5.0 0.35

Adanya program pembangunan Jalan, Pelabuhan, bandara dll akan meningkatkan kebutuhan semen

Stabilitas Politik Indonesia 0.05 1.2 0.06 Stabilitas yang relatif stabil sejak era reformasi

Meningkatnya Peringkat

Hutang Indonesia 0.05 0.7 0.04

Peringkat hutang Indonesia menjadi BB+

Pasar Indonesia yang luas 0.10 4.0 0.40 Pangsa pasar semen di Indonesia mencapai 250 Juta Jiwa

Adanya Kerjasama Pemerintah - Swasta

(16)

antara Swasta & Pemerintah

Iklim Investasi yang Stabil 0.05 0.7 0.04

Terus mengalirnya investasi asing dari Indonesia meningkatkan kepercayaan diri kepada Indonesia prospek ekonomi kedepannya

THREATS

Krisis Ekonomi Dunia 0.05 2.0 0.10

Negara-negara Eropa & Amerika terkena dampak sehingga nilai tukar rupiah melemah

Tingkat Suku bunga yang

tinggi 0.07 2.3 0.16

Tingkat Suku bunga di Indonesia sebesa 7.5% menyebabkan bunga mahal dalam penyaluran kredit perbankan ke sektor swasta

Kenaikan Harga BBM 0.06 2.5 0.15 Menurunkan tingkat daya beli masyarakat

Tingkat Inflasi 0.03 2.6 0.08

Tingginya tingat inflasi di dorong adanya kenaikan harga BBM bersubsidi

Melambatnya Sektor

Properti di Indonesia 0.10 4.0 0.40

Akibat daya beli masyarakat yang melemah masyarakat menunda pembelian rumah

Infrastruktur yang belum

memadai 0.02 1.8 0.04

Menyebabkan ekonomi biaya mahal dan pendistribusian yang tidak merata

Fluktuasi nilai tukar Rupiah 0.02 2.8 0.06

Tingginya nilai rupiah terhadap Dollar menyebabkan impor mesin menjadi lebih mahal

Penetrasi Pasar Kompetitor

yang agresif 0.10 3.2 0.32

Adanya kompetior exsisting seperti Holcim, Indocement dll yang agresif dan adanya pesaing baru dari perusahaan semen luar (Ciam Cement Group)

(17)

INTERNAL FACTOR ANALYSIS SUMMARY (IFAS

Asset yang Besar 0.10 4.5 0.45

Memiliki Aset-aset produksi di Tonasa, Gresik, Padang & Vietnam dengan produksi tahunan 50 juta ton

Produsen Semen Terbesar di

ASEAN 0.07 2.5 0.18

Merupakan perusahaan semen terbesar di ASEAN dengan produksi lebih dari 50 juta Ton

Kondisi Keuangan yang

Stabil 0.10 4.7 0.47

Rata-rata pertumbuhan ROE sebesar 21 % dengan tingkat pertumbuhan laba sebesar 15%

Market Leader Industri

Semen di Indonesia 0.10 3.5 0.35

Menguasai hampir 50% pangsa pasar semen di Indonesia

Ekspansi Bisnis yang Masif 0.07 2.5 0.18

Melakukan pembangunan pabrik baru di Indonesia maupun di Regional ASEAN dengan akuisisi perusahaan semen

Corporate Culture 0.05 1.0 0.05 Memiliki culture kerja yang sesuai dengan VISI semen Indonesia

SDM 0.05 3.0 0.15 Pengembangan SDM melalui

corporate University BUMN terkemuka di

Indonesia 0.01 1.7 0.02

Merupakan salah satu BUMN pencetak laba terbesar di Indonesia

Memiliki 4 Brand Semen 0.08 1.6 0.13

Memiliki 4 merek Semen (Semen Tonasa, Semen Gresik, Semen Padang & Thang Long Cement) dibawah manjemen Semen Indonesia

Tata Kelola Perusahaan 0.02 1.8 0.04

(18)

WEAKNESS

Pemanfaat Teknologi 0.01 3.0 0.03

Pemanfaatan Teknologi yang belum maksimal dalam meningkatkan produksi

Dividen Payout Ratio 0.05 4.0 0.20

Dividen yang dibagikan setiap tahun mencapai 40% dari laba bersih, sehingga mengurangi Modal untuk keperluan pengembangan bisnis

Promosi 0.10 2.7 0.27 Promosi yang dilakukan belum

seagresif kompetitor

Distribusi yang belum

merata 0.02 2.0 0.04

Konsentrasi penjualan yang belum merata akibat distribusi dari Pabrik ke pasar belum maksimal

SCM wilayah Jabodetabek 0.08 3.8 0.30

Untuk Wilayah Jabodetabek pangsa pasar di kuasai oleh Indocement & Holcim Indonesia akibat SCM yang belum maksimal untuk wilayah ini, kelangkaan untuk merek semen Indonesia sering terjadi

Pasar Eskpor kurang dari

30% dari total produksi 0.07 3.2 0.22

Relatif mengandalkan pasar dalam negeri sehingga resiko penurunan pendapatan akan besar jika terjadi resesi ekonomi domestik

Penetrasi Pasar pada tingkat

ASEAN 0.02 3.1 0.06

Kurangnya penetrasi pasar pada regional ASEAN baik dengan akusisi maupun penjualan langsung.

(19)

Kuat 3.0 - 4.0

Sedang 2.0 - 2.9

Lemah 1.0 - 1.9

EFE Total

Kuat 3.0 -4.0

PT Semen Indonesia

Weight Score

Sedang 2.0

-2.9

Lemah 1.0

-1.9

(20)

KESIMPULAN

Berdasarkan analisa lingkungan eksternal melalui Porter’s Five Forces terhadap peluang dan ancaman dalam industri, dapat disimpulkan bahwa ancaman pendatang baru tergolong tinggi dengan adanya pendatang-pendatang baru di Industri Semen Indonesia karena dari skala ekonomis, kebutuhan modal,dan distribusi menjadi poin penting yang harus diperhatikan oleh Semen Indonesia untuk tetap mempertahankan pangsa pasarnya, maupun market leader pada industri semen di Indonesia. Faktor Eksternal lainnya adalah melemahnya perekonomian dunia berdampak langsung terhadap perkeonomian di Indonesia yang secara langsung menurunkan tingkat permintaan semen akibat efek menurunya sektor property di Indonesia.

(21)

DAFTAR PUSTAKA

David, F. R. (2011). Strategic management: Concepts and cases (13th ed.). New Jersey: Prentice Hall.

Hitt, M. A., Ireland, R. D. & Hoskisson R. E. (2011). Strategic management: Competitiveness and globalization:AGORA Vol. 3, No. 1, (2015) 254 Concepts (9th ed.). Mason: South-Western Cengage Learning.

Munir, A., Saddozai, A. K., Khattak, B., Hashim, S. (2011). Porter five forces analysis of Pakistan Communication Limited (Mobilink): A critical approach. Interdisciplinary Journal of Contemporary Research In Business, 3 (5), 704-712.

Saunders, M., Lewis, P. & Thornhill, A. (2007). Research methods for business students (4th ed.). Harlow: Pearson Education Limited.

Semen Indonesia. (2013-2014). Laporan tahunan Semen Indonesia. Retrieved November 11, 2014, from http://semen indonesia.com/.

Tempo. (2014). Pertumbuhan industri semen (%). Retrieved September 23, 2014, from http://store.tempo.co/ infografis/detail/IG201403120007/pertumbuhanindustri semen-#.VCExX1c261s.

(22)

Gambar

Table EFAS & IFAS

Referensi

Dokumen terkait

Pendatang yang potensial ini akan mempengaruhi persaingan dalam industri karena pendatang baru ini berkeinginan untuk merebut pangsa pasar, ancaman masuknya

Dari hasil penelitian tentang lima kekuatan Porter, saat ini PT Borneo Membangun memiliki ancaman pendatang baru rendah, ancaman produk substitusi yang rendah,

Penelitian ini berdasarkan pada metode analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan (SWOT) dengan menggunakan pendekatan Five Forces Porter, kemudian strategi yang

Dari hasil penelitian tentang lima kekuatan Porter, saat ini PT Borneo Membangun memiliki ancaman pendatang baru rendah, ancaman produk substitusi yang rendah,

 Proses untuk mengidentifikasi peluang Proses untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman dari lingkungan sekitar.. dan ancaman dari

Analisis lingkungan eksternal adalah aktivitas analisis tentang dimensi peluang (Opportunity-O) dengan ancaman (Threats-T) ... 1) Opportunities (peluang) adalah

Dari hasil penelitian tentang lima kekuatan Porter, saat ini PT Borneo Membangun memiliki ancaman pendatang baru rendah, ancaman produk substitusi yang rendah,

Untuk menentukan besarnya tingkat ancaman pendatang baru dapat dilihat pada beberapa faktor:  Kebutuhan akan modal, dalam industri batik ancaman pendatang baru relatif besar karena