• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I Asas asas dan Ruang Lingkup Ilmu A

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BAB I Asas asas dan Ruang Lingkup Ilmu A"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

Asas – asas dan Ruang Lingkup Ilmu Antropologi

A. Fase – fase Perkembangan Ilmu Antropologi 1. Fase Pertama (Sebelum 1800)

Kedatangan bangsa Eropa Barat ke Benua Afrika, Asia, dan Amerika selama 4 Abad (sejak akhir abad ke-15 hingga permulaan abad ke-16) membawa pengaruh bagi berbagai suku bangsa ketiga benua tersebut. Bersamaan dengan itu mulai terkumpul tulisan buah tangan para musafir, pelaut, pendeta penyiar agama nasrani, penerjemah kitab injil, dan pegawai pemerintahan jajahan dalam bentuk kisah perjalnan, laporan dan sebagianya.

Kemudian dalam pandangan kalangan terpelajar di Eropa Barat timbul tiga sikap yang bertentangan terhadap bangsa-bangsa di Afrika, Asia, Osenia, dan orang-orang Indian di Amerika tadi, yaitu:

a. Ada yang berpandangan bahwa bangsa-bangsa itu bukan manusia sebenarnya, melainkan mereka manusia liar, keturunan iblis dan sebagianya. Dengan demikian timbul istilah-istilah seperti savages, primitives.

b. Ada yang berpandangan bahwa masyarakat bangsa-bangsa itu adalah contoh dari masyarakat yang masih murni, belum mengenal kejahatan dan keburukan seperti yang ada dalam masyarakat bangsa-bangsa Eropa waktu itu.

c. Ada yang tertarik akan adat istiadat yang aneh, dan mulai mengumpulkan benda-benda kebudayaan dari suku-suku bangsa Afrika, Asia, Oseania, dan Amerika pribumi tadi.

2. Fase Kedua (Kira-kira pertengahan Abad ke-19)

(2)

3. Fase Ketiga (Permulaan Abad ke-20)

Pada permulaan abad ke-20 sebagian Negara penjajah di Eropa berhasil untuk mencapai kemantapan kekuasaanya di daerah-daerah jajahan diluar Eropa. Untuk keperluan pemerintah penjajah tadi, yang waktu itu mulai berhadapan langsung dengan bangsa-bangsa terjajah diluar Eropa, maka ilmu Antropologi sebagai suatu ilmu yang justru mempelajari bangsa-bangsa di daerah-daerah diluar Eropa itu, sangat penting. Dalam fase ketiga ini ilmu antropologi menjadi suatu ilmu yang praktis, dan tujuannya dapat dirumuskan sebagai berikut: mempelajari masyarakat dan kebudayaan suku-suku bangsa diluar Eropa guna kepentingan pemerintah kolonial dan guna mendapat suatu pengertian tentang masyarakat masa kini yang kompleks.

4. Fase Keempat (Sesudah Kira-kira 1930)

Dalam fase ini ilmu antropologi mengalami masa perkembangannya yang paling luas, baik mengenai bertambahnya bahan pengetahuan yang jauh lebih teliti, maupun mengenai ketajaman dari metide-metode ilmiahnya. Selain itub kita lihat adanya dua perubahan dunia:

a. Timbulnya antipasti terhadap kolonialisme sesudah perang dunia II.

b. Cepat hilangnya bangsa-bangsa primitive ( dalam arti bangsa – bangsa asli dan terpencil dari pengaruh kebudayaan eropa-amerika) yang sekitar tahun 1930 mulai hilang, dan sesudah perang dunia II memang hampir tidak ada lagi dimuka bumi ini.

(3)

B. Antropologi Masa Kini

1. Perbedaan – perbedaan di Berbagai Pusat Ilmiah

Uraian mengenai keempat fase perkembangan ilmu antropologi tadi, perlu untuk mendapat suatu pengertian tentang tujuan dan ruang lingkupnya. Karena ilmu antropoligi masih tergolong muda yakni baru berumur kira-kira satu abad saja, menyebabkan tujuan dan ruang lingkupnya masih merupakan suatu kompleks masalah yang sampai sekarang masih menjadi pokok perbedaan paham antara berbagai aliran yang ada dalam kalangannya sendiri. Secara kasar aliran-aliran dalam antropologi dapat digolongkan berdasarkan atas berbagai universitas di beberapa Negara tempat ilmu antropologi berkembang, yaitu terutama di Amerika Serikat, Inggris, Eropa Tengah, Eropa Utara, Uni Soviet, dan Negara-negara yang sedang berkembang.

2. Perbedaan – perbedaan Istilah

Sampai sekarang di berbagai Negara masih dipakai berbagai istilah, sehingga ada perlunya diterangkan dimanakah istilah-istilah tersebut lazim dipakai dan apakah arti istilah-istilah seperti ethnography, ethnology, volkerkunde, kulturkunde, anthropology, cultural anthropology, dan social anthropology.

1. Ethnography berarti “Pelukisan tentang bangsa-bangsa”. 2. Ethnology yang berarti “ Ilmu bangsa-bangsa”.

3. Volkerkunde (Volkenkunde) yang berarti “Ilmu bangsa-bangsa”. 4. Kulterkunde berarti “Ilmu Kebudayaan”.

5. Anthropolgy beratri “Ilmu Tentang manusia”. 6. Cultural anthropology

7. Physical anthropology

8. Social anthropology

C. Ilmu-ilmu Bagian dari Antropologi 1. Lima Ilmu Bagian dari Antropologi

(4)

2. Anthropologi fisik dalam arti khusus adalah bagian dari ilmu antropologi yang mencoba mencapai suatu pengertian tentang sejarah terjadinya beragam manusia dipandang dari sudut cirri-ciri tubuhnya, fenotipe dan genotype. Bagian dari ilmu antropologi ini disebut antropologi fisik dalam arti khusus, atau somatologi.

3. Etnolinguistik atau antopologi linguistic adalah suatu ilmu bagian yang asal mulanya berkaitan erat dengan ilmu antropologi.

4. Prebistori, mempelajari sejarah perkembangan dan penyebaran semua kebudayaan manusia di bumi sebelum manusia mengenal huruf.

5. Etnologi adalah ilmu bagian yang mencoba mencapai pengertian mengenai asas-asas manusia, dengan mempelajari kebudayaan-kebudayaan dalam kehidupan masyarakat dari sebanyak mungkin suku bangsa yang tersebar di seluruh muka bumi pada masa sekarang ini.

6. Descriptive integration dalam etnologi mengolah dan mengintegrasikan menjadi sutu hasil penelitian dari sub-sub ilmu antropologi fisik, entnolinguistik, ilmu prehistori, dan etnografi. Descriptive integration selalu mengenai satu daerah tertentu.

7. Generalizing approach (antropologi sosial) dalam entnologi mencari asas persamaan beragam masyarakat dari kelompok-kelompok manusia dimuka bumi ini.

2. Spesialis Antropologi

Dengan berbagai aktifitas penelitian yang mengikuti contoh itu,, para murid Firth dan ahli antropologi lain, telah menimbulkan spesialisasi antropologi yang pertama yaitu:

1. antropologi ekonomi (economic anthropology).

2. antropologi pembangunan atau development anthropology. 3. Antopologi pendidikan (educational anthropology)

4. Antropologi kesehatan (medical anthropology) 5. Antopologi penduduk (population anthropology) 6. Ahli ilmu politik (political science)

7. Antropologi politik (political anthropology)

(5)

D. Hubungan antara Antropologi-Sosial dan Sosiologi 1. Persamaan dan Perbedaan antara Kedua Ilmu

Kalau ditinjau lebih khusus, akan tampak beberapa perbedaan, yaitu:

1. Kedua ilmu itu masing-masing mempunyai asal-mula dan sejarah perkembangannya yang berbeda.

2. Asal mula sejarah yang berbeda menyebabkan adanya suatu perbedaan pengkhususan pada pokok dan bahan penelitian dari kedua ilmu itu. 3. Asal mula sejarah yang berbeda juga telah menyebabkan berkembangnya

beberapa metode dan masalah yang khusus dari kedua ilmu masing-masing.

2. Sejarah Perkembangan Sosiologi

Pada mulanya ilmu sosiologi hanya merupakan bagian dari ilmu filsafat. Para ahli filsafat yang menganalisa segala hal yang ada dalam alam sekelilingnya, juga tidak lupa memikirkan tentang masyarakatnya. Dengan demikian ilmu filsafat ada suatu bagian yang disebut filsafat sosial. Sejak abad ke-19, teori-teori dan konsep-konsep filsafat sosial itu telah berubah, sejajar dengan berbagai perubahan aliran filsafat dan latar belakang cara berfikir orang Eropa Barat.

3. Pokok Ilmiah dari Antropologi Sosial dan Sosiologi

(6)

4. Metode Ilmiah dari Antropologi Sosial dan Sosiologi

Ilmu sosiologi selalu lebih memusatkan perhatian pada unsur-unsur atau gejala khusus dalam masyarakat manusia, dengan menganalisis kelompok-kelompok sosial yang khusus (Social Groupings), hubungan antara kelompok-kelompok atau individu-individu (Social Relations) atau proses-proses yang terdapat dalam kehidupan suatu masyarakat (Social Processes).

E. Hubungan antara Antropologi dan Ilmu-ilmu Lain 1. Hubungan antara ilmu geologi dan antropologi

Ilmu geologi ialah ilmu yang mempelajari cirri-ciri lapisan bumi serta perubahan-perubahannya, terutama dibutuhkan oleh subilmu paleo-antropologi dan prehistori untuk menetapkan umur relative dari fosil-fosil makhluk primate dan fosil-fosil manusia dari zaman dahulu, serta artefak-artefak dan bekas-bekas kebudayaan yang digali dalam lapisan-lapisan bumi.

2. Hubungan antara ilmu paleontology dan antropologi

Ilmu yang meneliti fosil makhluk-mahluk dari zaman dahulu untuk membuat suatu rekronstruksi tentang proses evolusi bentuk-bentuk makhluk dari zaman dahulu hingga sekarang, tentu juga dapat diperlukan ilmu paleo-antropologi dan prehistori.

3. Hubungan antara ilmu anatomi dan antropologi

Paleo-antropologi maupun yang meniliti cirri ras-ras dunia, sangat perlu akan ilmu anatomi karena ciri-ciri dari berbagai bagian kerangka manusia, berbagai bagian tengkorak, dan cirri-ciri bagian tubuh manusia pada umumnya, menjadi objek penelitian yang terpenting dari seorang ahli antropologi-fisik untuk mendapatkan pengertian tentang asal mula dan penyebaran manusia serta hubungan antara ras-ras di dunia.

4. Hubungan antara ilmu kesehatan masyarakat dan antropologi

(7)

cara-cara untuk segera mengerti dan menyesuaikan diri dengan kebudayaan dan adat istiadat lain.

5. Hubungan antara ilmu psikiatri dan antropologi

Ilmu psikiatri dan ilmu antropologi telah dijelaskan dan merupakan suatu pengluasan dari hubungan antara ilmu antropologi dan ilmu psikiologi, yang kemudian endapat fungsi yang praktis.

6. Hubungan antara ilmu linguistic dan antropologi

Ilmu linguistic (atau ilmu bahasa) mula-mula ada dalam masa akhir abad ke-18, ketika para sarjana mulai mengupas naskah-naskah klasik dalam bahasa-bahasa indo-German (Latin, Yunani, Gotis, Avestis, Sanskerta dan sebagiannya).

7. Hubungan antara ilmu arkeologi dan antropologi

Ilmu sejarah kebudayaan purbakala pada mulanya meneliti sejarah dari kebudayaan-kebudayaan kuno dalam zaman purba, sepeti kebudayaan yunani dan Rum klasik, kebudayaan mesir kuno dari zaman para pharaoh, kebudayaan kuno di daerah Mesopotamia, kebudayaan kuno di palestina dan sebagiannya.

8. Hubungan antara ilmu sejarah dan antropologi

Hubungan antara ilmu arkeologi dengan antropologi yang member bahan prehistori sebagai pangkal bagi tiap penulis sejarah dari tiap bangsa didunia.

9. Hubungan antara ilmu geografi dan antropologi

Ilmu tentang alam dunia ini dengan member pelukisan tentang bumi serta cirri-ciri dari segala macam bentuk hidup yang menduduki muka bumi, seperti flora dan fauna.

10. Hubungan antara ilmu ekonomi dan antropologi

Kekuatan, proses, dan hukum-hukum ekonomi yang berlaku dalam aktivitas kehidupan ekonominya sangat dipengaruhi sistem kemasyarakatan, cara berfikir, pandangan, dan sikap hidup dari warga masyarakat pedesaan tadi.

11. Hubungan antara ilmu hukum adat Indonesia dan antropologi

(8)

12. Hubungan antara ilmu administrasi dan antropologi

Ilmu administrasi tentu akan menghadapi masalah-masalah yang sama seperti ilmu ekonomi, mengenai masalah yang juga menjadi suatu kompleks masalah yang sangat penting dalam ilmu administrasi antara lain bisa didapatkan dengan penelitian berdasarkan metode antropologi.

13. Hubungan antara ilmu politik dan antropologi

Yaitu hubungan antara kekuatan-kekuatan serta proses-proses politik berbagai negara dengan berbagai macam sistem pemerintahan, ke masalah-masalah yang menyangkut latar belakang sosial budaya dari kekuatan politik tersebut.

14. ilmu gabungan tentang tingkah laku manusia.

Ialah suatu pengertian tentang asas-asas kehidupan dan tindakan manusia dirasakan sebagai suatu hal yang sangat cepat diperlukan.

F. Metode Ilmiah dari Antropologi

1. Metode Ilmiah dan Pengumpulan Fakta

Metode ilmiah dari suatu ilmu pengetahuan adalah segala cara yang digunakan dalam ilmu tersebut, untuk mencapai suatu kesatuan pengetahuan. Ilmu pengetahuan bukanlah suatu ilmu melainkan suatu himpunan pengetahuan saja, tentang berbagai gejala alam atau masyarakat, tanpa ada kesadaran tentang hubungan antara gejala-gejala yang terjadi.

2. Penentuan cirri-ciri Umum dan Sistem

Tingkat dalam cara berfikir ilmiah yang bertujuan untuk menentukan ciri-ciri umum dan sistem dalam himpunan fakta yang dikumpulkan dalam suatu penelitian. Proses berfikir disini berjalan secara induktif, dari pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa dan fakta-fakta khusus dan konkret, kea rah konsep-konsep mengenai cirri-ciri umum yang lebih baik.

3. Verifikasi

(9)

G. Tenaga Sarjana, Lembaga, Majalah, dan Prasarana Ilmu Antropologi 1. Kehidupan Ilmiah

Suatu cabang ilmu pengetahuan ahli dibidangnya melakukan kegiatan-kegiatan penelitian untuk memecahkan berbagai macam masalah ilmiahnya. Biasanya memerlukan biaya banyak, maka harus ada badan yang mendorong dan menyokong kegiatan penelitian para ahli itu.

2. Para Tokoh Sarjana Antropologi

a. Ilmu antropologi dalam fase perkembangannya itu mendapat fungsi yang sangat praktis, yaitu “mempelajari masyarakat dan kebudayaan suku-suku bangsa diluar Eropa guna kepentingan pemerintahan colonial.

b. Antropologi baru yang kemudian bercabang menjadi ilmu tanpa mahkluk manusia pada umumnya dengan mempelajari beragam bentuk fisiknya, masyarakat, serta kebudayaannya.

3. Lembaga-lembaga dan Majalah-majalah Antropologi

Salah satu majalah antropologi yang paling penting perlu dimiliki oleh tiap para ahli antropologi atau orang yang ingin menjadi ahli antropologi adalah Current Anthropology. Tiga yang paling penting diantaranya, yaitu:

a. American Anthropology Association

b. American Association of Physical Anthropology c. Institute Human Relations

4. Kamus dan Atlas Antropologi

(10)

BAB II Mahkluk Manusia

A. Mahkluk Manusia di antara Mahkluk-mahkluk Lain

Dipandang dari sudut biologi, manusia hanya merupakan satu jenis mahkluk diantara lebih dari sejuta jenis mahkluk lain, yang pernah atau masih menduduki alam dunia ini. Pada pertengahan abad ke-19 para ahli biologi, diantaranya yang terkenal adalah Charles Darwin, mengumumkan teori mereka tentang evolusi biologi. Para ahli biologi telah membuat suatu sistem klasifikasi semua mahkluk yang telah mendapat tempat sewajarny berdasarkan atas morfologi dan organismenya. Adapun manusia homo sapiens zaman sekarang secara lebih khusus terdiri dari paling sedikit empat ras.

B. Evolusi cirri-ciri Biologis

1. Sumber ciri-ciri Organisme Fisik

Pengetahuan para ahli mengenai gen itu mula-mula berasal dari penelitian terhadap seekor makhluk yang mempunyai suatu susunan inti sel sangat sederhana, yaittu lalat, terkenal dengan nama ilmiah drosopilia melanogaster. Lalat ini hanya memiliki delapan kromoson dalam inti selnya.

Pada waktu konsepsi, apabila sel sperma berpadu dengan sel telur, maka akan terjadi satu sel buah atau zygote. Seluruh tubuh organisme baru akan timbul dari zygote tadi, dengan suatu proses yang disebut mitosis. Tiap-tiap kromosom akan membelah menjadi dua sehingga timbul dua sel baru. Kedua sel baru tadi melalui proses yang sama akan menjadi empat sel baru, kemudian keempat sel baru tadi melalui proses yang sama akan menjadi delapan sel, dan demikian setrerusnya hingga terjadi beberapa triliun sel yang merupakan bahan dan suatu organisme lengkap.

2. Perubahan dalam proses keturunan

Percabangan karena beberapa proses evolusi yang menurut analisis para ahli biologi dapat dibagi kedalam tiga golongan :

a. Proses mutasi

b. Proses seleksi dan adaptasi

(11)

C. Evolusi Primata dan Manusia

1. Proses percabangan makhluk primate

Menurut penelitian paling akhir mahkluk pertama dari suku primata muncul dimuka bumi sebagai suatu cabang dari mahkluk mamalia (binatang menyusui) sudah kira-kira 70 tahun yang lalu, didalam suatu zaman yang oleh para ahli biologi disebut kalah paleosen tua. Dalam masa yang amat lama makhluk induk primate bercabang lebih lanjut kedalam sub suku dan infra suku khusus, dan diantara telah terjadi proses percabangan antara keluarga kera-kera pongit (kera-kera besar) dari keluarga homonit yang merupakan anggota mahkluk manusia. Rupa-rupanya telah terjadi paling sedikit lima proses percabangan. Percabangan yang tertua, timbul kira-kira 30 juta tahun yang lalu dalam kalah oesan akhir, merupakan percabangan yang mengevolusikan kera gibbon (hyloatidae)

Cabang yang timbul kemudian, pada permulaan kalamiyosen kira-kira 20 juta tahun yang lalu, adalah kera pongopygmeus atau orang-orang utan. Daerah asal orang utan adalah konon orang afrika timur yang ketika itu masih menjadi satu daerah dengan arab, hingga terletak lebih dekat pada asia selatan pada sekarang.

Cabang ketiga adalah sejenis mahkluk yang menurut perkiraan para ahli menjadi nenek moyang manusia. Percabangan ini terjadi kira-kira 10 juta tahun yang lalu pada bagian terakhir dari kala miosen. Fosil-fosil makhluk ini menujukan sifat asli daripada yang lain, yaitu ukuran badan raksasa yang jauh lebih beasar daripada kera gorilla yang hidup sekarang.

Cabang keempat adalah cabang-cabang kera pongid yang lain, yaitu gorilla simpanse, terjadi kira-kira 12 juta tahun yang lalu pada akhir Kala Mioesn. Kedua makhluk kera dari Afrika ini dapat menyesuaiakan diri dengan berevolusi mengembangkan organisme yang dapat hidup dipohon maupun didarat.

2. Makhluk Primata Pendahulu Manusia

(12)

Pengetahuan para ahli mengenai wujud, sifat-sifat, dan penyebaran makhluk kera raksasa ini masih terlampau sedikit karena terbatasnya jumlah fosil yang ditemukan untuk menelitinya. Pada akhir berlangsungnyab tiap Kala Glasial, muka bumi mempunyai wujud yang berbeda mengenai garis antara darat dan laut.

3. Bentuk-bentuk Manusia Tertua

Pada tahun 1898, seorang doctor Belanda, Eugene Du Bois memberikan nama pithecanthoropus erectus (manusia kera yang bejalan tegak) pada fosil itu, dan menganggapnya sebagai contoh nenek moyang manusia zaman sekarang. Setelah penemuan Du Bois di Trinil, yang dalam dunia ilmu paleoantropologi menjadi sangat terkenal itu, tahun-tahun kemudian masih banyak lagi fosil-fosil jenis pithecanthropus.

Sebelum pecah perang dunia II telah ditemukan lebih dari 20 fosil, dan diantaranya ada suatu rangkaian penemuan yang juga menjadi terkenal sekali. Ahli paleoantropologi, Teuku Jacob, yang meneliti ke-14 fosil itu secara mendalam sekali, menyebutnya pithecanthropus soloensis.

Dua buah penemuan lain dalam tahun 1936 di desa Perning di dekat Majakerta dan di desa Sangiran dekat Surakarta, dan diperkirakan berumur kira-kira 2 juta tahun fosil-fosil itu sekarang disebut pithecanthropus majakertensis.

Akhirnya perlu juga disebut suatu penemuan lain yang juga menarik, yang dilakukan oleh G.H.R von konigswald dalam tahun 1941, menemukan fosil yang oleh para ahli meganthropus paleojavanicus. Fosil yang sudah sangat tua, yaitu sama dengan pithecanthropus majakertensis.

Makhluk pithecanthropus, termasuk meganthropus paleojavanicus, memang oleh para ahli paleoantropologi sekarang dianggap swebagai makhluk pendahulu manusia di kawasan luas Asia, khususnya Asia Tenggara, dalam suatu jangka waktu yang sangat panjang, yaitu dari 2 juta hingga 200.000 tahun yang lalu.

4. Bentuk manusia dari Kala Pleistosen Muda

(13)

Diluar Eropa, makhluk jenis homo neandertal meninggalkan sisa-sisanya di palestina, tempat telah ditemukan beberpa fosil semacam neandertal yang disebut homo palestinensis, dalam suatu Gua bernama Gua Tabun di dekat Mount Carmel.

Manusia homo neandertal dan sejenisnya iitu mula-mula tidak dianggap oleh para ahli sebagi nenek moyang salah satu ras manusia yang ada sekarang ini, tetapi sebagai salah satu cabang evolusi makhluk manusia yang kandas. Dengan bukti-bukti yang baru, diketahui bahwa honmo neandertal itu tidak kandas, tetapi berevolusi dalam jangka waktu kira-kira 120.000 tahun menjadi manusia homo sapiens yang sekarang ini.

5. Manusia Sekarang atau Homo Sapiens

Bekas-bekas homo sapiens yang tertua juga terkandung dalam lapisan-lapisan Pleiston Muda, yang berarti bahwa makhluk itu hisup pada akhir Kala Glasial terakhir, atau kurang lebih 80.000 tahun yang lalu. Mulai zaman setelah itu , yaitu Zaman Holosen, semua penumaun fosil manusia ditemukan bersama bekas-bekas kebudayaan dan mulai menunjukan perbedaan keempat ras pokok yang pada saat itu menduduki muka bumi yaitu:

a. Ras Australoid b. Ras Mongoloid c. Ras Kaukosoid d. Ras Negroid

D. Aneka Ragam Manusia

1. Salah Paham Mengenai Konsep Ras

Makhluk manusia yang hidup dalam berbagai macam lingkungan alam di seluruh muka bumi menunjukan beragam cirri-ciri fisik yang tampak nyata. Ciri-ciri lahir seperti warna kulit, warna dan bentuk rambut, bentuk bagian-bagian wajah, dan sebagainya menyebabkan timbulnya pengertian “ras” atau golongan manusia yang berdasarkan berbagai cirri fisik secara umum.

2. Metode-metode Untuk Mengkelaskan Aneka Ras Manusia

Untuk suatu waktu yang lama masalah bagaimana caranya pengkalsifikasian atau pengolongan beragam ras manusia didunia menjadi pusat perhatian yang terpenting bagi imu antropologi fisik. Cirri-ciri morfologi itu yang dalam praktik merupakan cirri-ciri fenotipe, terdiri dari dua golongan, yaitu:

(14)

b. Ciri-ciri kuantitatif (seperti berat badan, ukuran badan, index cephalicus, dan sebaganya).

3. Salah Satu Klasifikasi Dari Beragam Ras Manusia

Berikut ini suatu klasifikasi yang berasal dari A.L.Kroeber, tampak secara jelas garis besar penggologan ras yang terpenting didunia dan hubungannya satu sama lain.

1. AUSTRALOID ( penduduk asli Australia) 2. MONGOLOID

a. Asiatic Mongoloid b. Malayan Mongoloid c. American Mongoloid 3. CAUCASOID

a. Nordic b. Alpine c. Mediterania d. Indic 4. NEGROID

a. African Negroid b. Negrito

c. Melanisian 5. RAS-RAS KHUSUS

Tidak dapat klasifikasikan kedalam keempat ras pokok a. Busham

b. Veddoid c. Polynesian d. Ainu

E. Organ Manusia

1. Perbedaan Organ Manusia dan Organ Binatang

(15)

konsep-konsep yang makin lama makin tajam, untuk memilih alternative tindakan yang menguntungkan bagi kelangsungan hidup bagi manusia. Gagasan-gagasan dan konsep-konsep itu dapat dikomunikasikan dengan lambing-lambang vocal yang kita sebut bahasa tidak hanya individu-individu lain dengan kelompoknya, tetapi juga pada keturunannya.

Walaupun organ manusia memang kalah kemampuannya dengan banyak jenis binantang berkelompok dengan yang lainnya namun kemampuan otaknya, yang kita sebut akal budi itu, telah menyebabkan berkembangnya sistem-sistem dan menyambungkan keterbatasa kemampuan organnya itu. Keseluruhan dari sistem-sistem itu, yaitu:

a. Sistem perlambangan vocal atau bahasa b. Sistem pengetahuan

c. Organanisasi sosial

d. Sistem perawatan hidup dan teknologi e. Sistem mata pencarian hidup

f. Sistem religi

(16)

BAB III Kepribadian

A.Definisi Kepribadian

Para ahli biologi yang mempelajari dan membuat suatu deskripsi mengenai sistem organ suatu jenis species binatang, biasanya juga sekaligus mempelajari kelakuan binatang-binantang itu. Deskripsi mengenai pola-pola kelakuan binatang-binatang itu (seperti kelakuan yang mencari makan, menghindari ancaman, menyerang musuh, mencari tempat beristirahat, mencari betina dimasa birahi, bersetubuh, mencari tempat melahirkan, memelihara dan melindungi keturunannya dan sebagiannya) biasanya berlaku untuk seluruh species yang menjadi objek perhatiannya.

Susunan unsure-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku tindakan dari tiap-tiap individu manusia itu disebut kepribadian atau personality. Definisi mengenai kepribadian tersebut masih sangat kasar sifatnya, dan tidak banyak berbeda dengan arti yang diberikan pada konsep itu dalam bahasa sehari-hari. Dalam bahasa popular istilah kepribadian juga berarti ciri-ciri watak seseorang sebagai individu yang konsisten.

Pola kelakuan manusia yang dimaksud adalah kelakuan dalam arti khusus, yaitu kelakuan organisme manusia yang ditentukan oleh naluri, dorongan-dorongan, refleks –refleks atau kelakuan manusia yang tidak dipengaruhi dan ditentukan oleh akal dan jiwanya ( yaitu kelakuan yang membabibuta) susunan-susunan unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu manusia yang disebut kepribadian atau personality.

B. Unsur-unsur Kepribadian 1. Pengetahuan

Unsur-unsur yang mengisi akal dan jiwa seseorang manusia yang sadar, secara ternyata terkandung dalam otaknya.

a. Suatu susunan yang dipancarkan atau diproyeksikan oleh individu menjadi suatu penggambaran tentang lingkungan seluruh proses akal manusia yang sadar (Conscius) dalam ilmu psikologi disebut “Persepsi”

b. Penggambaran baru dengan pengertian baru, dalam ilmu psikologi disebut “Apersepsi”.

c. Penggambaran baru yang lebih intensif terfokus (terjadi karena pemusatan akal yang lebih intensif) dalam ilmu psikologi disebut “pengamantan”

(17)

e. Penggambaran baru yang seringkali tidak realistis dalam ilmu psikologi disebut “fantasi”

2. Perasaan

Selain pengetahuan alam kesadaran manusia juga mengandung berbagai macam perasaan. Perasaan adalah suatu keadaan dalam kesadaran dalam kesadaran manusia yang karena pengaruh pengetahuan manusia yang karena pengaruh pengetahuannya dinilai sebagai keadaan positif dan negative.

Kita dapat juga menggambarkan adanya seorang individu ang melihat suatu hal hal yang buruk atau mendengar suara yang tidak menyenngkan, mencium bau busuk atau sebagainya.

3. Dorongan Naluri

Kesadaran manusia menurut para ahli psikologi mengandung berbagai perasaan lain yang ditimbulkan karena pengaruh pengetahuannya, tetapi karena sudah terkandung didalamnya organ, dan khususnya dalam gennya sebagai naluri. Kemauan yang sudah ada pafa naluri tiap makhluk hidup manusia disebut “dorongan”. Macam-macam dorongan naluri, yaitu:

a. Dorongan untuk mempertahankan hidup b. Dorongan seks

c. Dorongan untuk upaya mempertahankan hidup

d. Dorongan untuk bergaul dengan berinteraksi dengan sesama manusia e. Dorongan untuk meniru tingkah laku sesamanya

f. Dorongan untuk berbakti g. Dorongan akan keindahan

C. Materi dan Unsur-unsur Kepribadian

Kepribadian seseorang terbentuk oleh pengetahuan (khususnya yaitu, persepsi, apersepsi, penggambaran, pengamatan, konsep, dan fantasi mengenai berbagai hal yang ada dilingkungannya). Selain pengetahuan, kepribadiaan seseorang juga terbentuk oleh berbagai perasaan, emosi, dan keinginan tentang bermacam hal yang ada dilingkungannya. Unsur-unsur kepribadian manusia secara sistematis, yaitu:

(18)

b. Beragam hal yang bersangkutan dengan kesadaran individu akan identitas diri sendiri, (identitas aku) baik aspek fisik maupun sikologi, dan segala hal yang bersangkutan dengan kesadaran individu mengenai bermacam-macam kategori manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, benda, zat, kekuatan, dan gejala alam (baik yang nyata maupun yang ghaib dalam lingkungan sekelilingnya).

c. Berbagai macam cara untuk memenuhi, meperkuat, berhubungan, mendapatkan, atau mempergunakan beragam kebutuhan dari hal tersebut tadi, sehingag tercapai keadaan memuaskan dalam kesadaran individu bersangkutan. Pelaksanaan berbagai macam cara dan jalan tersebut terwujud dalam aktivitas hidup sehari-hari dari seorang individu.

D. Macam-macam Kepribadian

1. Macam-macam Kepribadian Individu

Berbagai isi dan sasaran dari pengetahuan, perasaan, kehendak, dan keinginan kepribadian, serta perbedaan kualitas hubungan antara berbagai unsure kepriabadian dalam kesadaran individu, menyebabkan keragaman struktur kepribadian pada setiap manusia. Oleh karena itu, kepribadian tiap individu sangat unik.

Ilmu antropologi dan ilmu-ilmu sosial lainnya tadi, seringkali juga memperhatikan masalah kepribadian, namun kalau ilmu-ilmu seperti itu memperhatikan kepribadian, maka hal itu hanyalah untuk lebih memperdalam dan memahami adat-istiadat dan sistem sosial dari suatu masyarakat. Khususnya, ilmu antropologi juga mempelajari kepribadian yang ada pada sebagian besar warga masyarakat, yang disebut kepribadian umum atau watak (modal personality).

2. Kepribadian Umum

Pendekatan dalam penelitian kepribadian dari suatu kebudayaan juga dilakukan dengan metode lain yang didasarkan pada suatu pendirian dalam ilmu psikologi. Pendirian yang menyatakan bahwa benih-benih dari cirri-ciri dari watak telah tertanam dalam jiwa seseorang individu sejak dia masih kanak-kanak. Berdasarkan konsepsi psikologis tersebut, mempelajari bahwa adat istiadat pengasuhan anak yang khas itu, akan dapat diduga adanya berbagai unsur kepribadian pada sebagian besar warga masyarakat.

(19)

menimbulkan suatu bagian khusus dalam ilmu antropologi yang terkenal dengan nama penelitian kepribadian dan kebudayaan atau personality and culture.

3. Kepribadian Barat dan Kepribadian Timur

Menurut Hsu, sumber dan sikap kegigihan manusia barat terhadap hidup itu tidak lain adalah tidak adanya sekelompok manusia yang secara otomatis dapat dianggap sebagai “lingkungan karib” itu. Ia selalu mencari orang-orang itu dan apabila ia tidak menemukannya, maka seekor anjing atau kucing kesayangannya pun jadi, untuk dianggap sebagai pengisi lingkungan itu. Dan kalau “lingkungan karib” itu tidak ditemukannya, maka sebagai konpensasi, seorang manusia barat akan gigih mencari suatu tujuan hidup lain yang berarti. Ia secara gigih mengeksplorasi lautan dan benua-benua, menaliti alam, zat-zat hidup dalam laboraturium, ia mengorbankan diri untuk perikemanusiaan. Kegigihan hidup mencari “lingkungan karib” sudah menjadi sikap hidup bagi manusia barat, yang dibaewanya kemana-mana, juga kalau ia berdagang. Itulah rahasia sukses, maka dengan sikap hidup semacam itu ia memang benar-benar akan sengsara (dan banyak juga manusia barat yang gagal dalam usaha).

Manusia timur menurut Hsu, tidak memiliki sikap hidup yang gigih seperti itu karena salah satu kebutuhan pokok, yaitu “lingkungan karib” tadi, sudah otomatis ada. Ia tida perlu mencarinya dengan gigih. Sikap hidup yang gigih tidak menjadi kebiasaanya, dan ia hidup mengambang dengan selaras, puas dan bahagia dengan apa yang dimilikinya, menikmati keindahan hidup sekitarnya. Kalaupun hidup itu tidak indah, tetapi penuh dosa dan kesengsaraan, maka sikap orang Indonesia adalah untuk tetap mencoba dan melihat unsur-unsur keindahan dalam kesengsaraan itu.

(20)

BAB IV Masyarakat

A. Kehidupan Berkelompok dan Definisi Masyarakat 1. Kehidupan Berkelompok dalam Alam Binatang

Selain makhluk sel dan serangga, juga banyak jenis binatang yang lebih tinggi, seperti ikan, burung, serigala, banteng, dan makhluk-makhluk primata, hidup sebagai kesatuan kelompok. Dari mempelajari kelompok-kelompok binatang seperti itu kita dapat mengabstraksikan beberapa cirri yang dapat kita anggap sebagai kesatuan kelompok, yaitu:

a. Pembagian kerja yang tetap antara berbagai macam subkesatuan atau golongan individu dalam kelompok untuk melaksanakan berbagai macam fungsi hidup. b. Ketergantungan individu kepada individu lain dalam kelompok sebagai akibat

dari pembagian kerja tadi.

c. Kerja sama antarindividu yang disebabkan karena sifat ketergantungan tadi. d. Komunikasi antarindividu yang diperlukan guna melaksakan kerja sama tadi. e. Diskriminasi yang diadakan antara individu-individu warga kelompok dan

individu lain diliuarnya.

2. Kehidupan Berkelompok Makhluk Manusia

Manusia adalah jenis makhluk yang juga hidup dalam kelompok. Walaupun demikian masih ada suatu perbedaan asasi yang mendasar antara kehidupan kelompok binatang dan kehidupan kelompok manusia. Sistem pembagian kerja, aktivitas kerjasama, dan berkomunikasi dalam kehidupan kelompok biantang bersifat naluri. Pola-pola tindakan dan tingkah laku manusia adalah hasil belajar, maka kita dapat mudah mengerti bahwa pola-pola tindakan dapat berubah dengan lebih cepat daripada perubahan bentuk biologisnya. Apabila pola kelakuan dan berkelompok serangga lebah dan bentuk saranganya tidak berubah sejak ratusan tahun generasi ia berada di bumi, tidak demikian halnya dengan pola tingkah laku manusia. Tingkah laku dan hidup manusia beberapa tahun yang lalu sangat berbeda dengan sekarang. Hanya tiga dasawarsa hingga empat dasawarsa yang lalu saja orang Indonesia masih banyaktinggal dalam rumah-rumah besar dengan kelompokn kerabatnya yang luas, dari musim menanam padi di ladangatau sawah petani.

(21)

manusia lainnya. Ada yang mengalamiperubahan lambat yang berlangsung dalam jangka waktu beberpa puluh generasi selama satu-dua abad. Ada pula kelompok-kelompok yang berubah sangat cepat, hanya memerlukan jangka waktu dua-tiga generasi selama hanya beberpa puluh tahun. Proses perubahan yang berbeda-beda menyebabkan timbulnya ragam kesatuan hidup manusia di muka bumi ini. Apabila jenis serangga lebah tetap sama pola kelakuan dan cara hidupnya diamapun berada, tidak demikian dengan halnya cara hidup dan pola tingkah laku manusia.

B. Berbagai Wujud kelompok Manusia

Beragam kesatuan hidup manusia dalam suatu kesatuan Negara nasional mempunyai wujud lain. Beragam wujud ini bukan disebabkan karena ada suku-suku bangsa yang berbeda-beda, melainkan karena suatu secara horizontal ada lapisan-lapisan sosial yang berbeda-beda. Warga dari suatu Negara dapat kita golongan-golongan misalnya, golongan petani, golongan buruh, golongan pedagang, golongan pegawai, golongan bangsawan, dan lain-lain. Masing-masing golongan tersebut mempunyai pola-pola tingkah laku, adat-istiadat, dan gaya hidup yang berbeda-beda. Golongan-golongan seperti itu seolah-olah merupaan lapisan-lapisan sosial karena ada penilaian tinggi rendah mengenai tiap golongan tadi oleh warga Negara yang bersangkutan.

Suatu Negara dalam berbagai suku bangsa, seperti Indonesia terdapat lapisan sosial yang berlaku untuk seluruh Negara. Selain itu juga terdapat sistem-sistem pelapisan sosial yang berlaku untuk tiap suku bangsa dalam Negara. Pelapisan sosial di Bali yang berwujud kasta Brahmana, Satriya, Vaisya, dan Sudra, tidak berlaku misalnya dalam adat-istiadat Sunda, Minangkabau, aceh, Timor, atau lainnya.

C. Unsur-unsur Masyarakat

(22)

1. Masyarakat

Seperti teruai tadi istilah paling lazim dipakai untuk menyebutkan kesatuan kesatuan hidup manusia, baik dalam tulisan ilmiah maupun bahasa sehari-hari, adalah masyarakat. Masyarakat adalahkesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat-istiadat tertentu yang bersifat kontinu, dan yang terikat oleh bsuatu rasa identitas bersama.

2. Kategori Sosial

Masyarakat sebagai suatu kelompok manusia yang sangat umum sifatnya, mengandung kesatuan-kesatuan yang sifatnyalebih khusus tetapi belum mempunyai syarat pengikat yang sama dengan suatu masyarakat. Kesatuan sosial yang tidak mempunyai syarat pengikat serupa dengan “kerumunan” atau cword yang telah dipelajari sebelumnya, tidak mempunyai sifat-sifat masyarakat. Kesatuan sosial itu adalah kategori sosial (social category). Kategori sosial adalah kesatuan manusia yang terwujud karena adanya suatu cirri atau suatu kompleks cirri-ciri objektif yang dapat dikenakan kepada manusia-manusia itu.

3. Golongan Sosial

Suatu golongan sosial juga merupakan suatu kesatuan manusia yang ditandai oleh suatu cirri tertentu. Bahkan sering kali cirri itu dikenakan juga kepada mereka oleh pihak luar kalangan mereka sendiri. Walaupun demikian, suatu kesatuan manusia yang kita sebut golongan sosial itu mempunyai ikatan identitas sosial. Hal itu dapat disebabkan karena kesadaran identitas itu tumbuh sebaagi respon atau reaksi terhadap cara pihak luar memandang golongan sosial tadi, mungkin juga karena golonbgan itu memang terikat oleh suatu sistem nialai, sistem norma, dan adat-istiadat tertentu.

4. Kelompok dan Perkumpulan

(23)

5. Beragam Kelompok dan Perkumpulan

Kelompok yang terdiri dari sekelompok anak remaja, sekelompok tetangga yang sering saling bergaul, sekelompok awak kapal di suatu kapal nelayan Bugis dan sebagiannya. Perkumpulan dapat dikelaskan berdasarkan prinsi guna dan keperluannya atau fungsinya. Dengan demikian, ada perkumpulan yang gunanya untuk keperluan mencari nafkah, untuk melaksanakan suatu mata pencaharian hidup atau memproduksi barang, intinya untuk keperluan ekonomi. Perkumpualn-perkumpulan semacam itu misalnya suatu perkumpulan pedagang, suatu koperasi, suatu perseroan, atau suatu perusahaan, dan sebagainya.

6. Ikhtisar Mengenai Beragam Wujud Kesatuan Manusia

Ada tiga wujud kesatuan manusia (yaitu ‘kerumunan”, “kategori sosial”, dan “golongan sosial”) tidak dapat disebut “masyarakat”. Hal itu karena ketiganya tidak memenuhi ketiga unsure yang merupakan syarat konsep “masyarakat”. Sedangankan “perkumpulan” lazimnya juga tudak disebut demikian, walaupun memenuhi syarat.

7. Interaksi Antar Individu Dalam Masyarakat

Konsep “interaksi” yang dalam bahasa sehari-hari berarti “bergaul”. Konsep yang sangat penting dalam menganalisis masyarakat ni perlu ditinjau secara mendalam. Konsep interaksi itu penting karena tiap masyarakat merupakan suatu kesatuan dari individu yag satu dengan yang lain berada dalam hubungan berinteraksi yang berpola mantap. Interaksi itu terjadi bila seorang individu dalam masyarakat berbuat sedemikian rupa sehingga menimbulkan suatu respon atau reaksi dari individu-individu lain.

D. Pranata Sosial 1. Pranata

(24)

Konsep pranata atau institution telah lama berkembang dan dipergunakan dalam ilmu sosoiologi, dan merupakan suatu konsep dasar yang diuraikan secara panjang lebar dalam kitab pelajaran dalam mengenai ilmu itu. Sebaliknya dalam ilmu antropologi konsep pranata kurang digunakan. Para ahli antropologi lebih suka menggunakan konsep “unsur kebudayaan” untuk menganalisis aktifitas-aktifitas manusia dalam masyarakat yang mereka pelajari sepanjang pengetahuan penulis konsep institution hanya digunakan dalam tiga buku pelajaran antropologi.

2. Pranata dan Lembaga

Dalam istilah sehari – hari untuk institute adalah lembaga maka sesuai dengan itu dalam bahasa surat kabar dan bahasa popular di Indonesia sering kita baca istilah yang dilembagakan. Padahal antara pranata dan lembaga harus dilakukan pembedaan secara tajam. Pranata adalah sistem norma-norma atau aturan-aturan mengenai suatu aktifitas yang khusus, sedangkan lembaga atau institute adalah badan atau organisasi yang melaksanakan aktifitas itu

3. Macam-macam pranata

Menurut para sarjana semua pranata dapat dikelaskan kedalam delapan golongan, yaitu:

1. Pranata yang berfungsi untuk memenuhi keperluan kehidupan kekerabatan, yaitu sering disebut kinship atau domestic institutions.

2. Pranata-pranata yang berfungsi untuk memenuhi keperluan manusia untuk mata pencarian hidup, memproduksi, menimbun, menyimpan, mendistrubusi hasil produksi dan harta adalah economic institutions.

3. Pranata –pranata yang berfungsi memenuhi keperluan penerangan dan pendidikan manusia supaya menjadi anggota masyrakat yang berguna adalah educational institutions

4. Pranata-pranata yang berfungsi yang memenuhi keperluan ilmiah manusia, menyelami alam sekelilingnya adalah scientific institution.

(25)

6. Pranata-pranata yang berfungsi memenuhi keperluan manusia untuk berhubungan dengan dan berbakti kepada tuhan atau alam gaib adalah religious institutions.

7. Pranata yang berfungsi memenuhi keperluan manusia untuk mengatur atau mengelola keseimbangan kekuasaan dalam kehidupan masyarakat political institutions.

8. Pranata-pranat yang berfungsi memenuhi keperluan fisik dan kenyamanan manusia adalah somatic institutions.

4. Pranata, Kedudukan dan Peranan Sosial

Tingkah laku individu yang menuntaskan suatu kedudukan tertentu disebut dengan istilah ilmiah yaitu “peranan sosial”. Istilah pernanan memang dipinjam dari seni sandiwara. berbeda dengan sandiwara, si pemain tidak hanya memainkan satu peranan saja, tetapi beberapa peranan sekaligus secara berganti- ganti. Dalam ilmu antropologi dan ilmu sosial-sosial lain, peranan diberi arti yang lebih khusus yaitu peranan khas yang dipentaskan atau ditindakkan oleh individu dalam kedudukan dimana ia berhadapan dengan individu-individu dalam kedudukan lain. Itulah sebab-sebabnya konsep peranan menurut pengertian ilmiah mengandung kenyataan bahwa si individu dari waktu ke waktu dapat berpindah dari sutu peranan ke peranan yang lain, bahkan jarak antara satu waktu dengan waktu yang lain dapat sedemikian dekatnya sehingga seolah-olah tampak sebagai satu waktu. Hal yang tersebut terakhir ini bahwa seorang individu dapat mementaskan sekaligus dua atau lebih peranan sosial pada saat-saat tertentu.

E. Interaksi Masyarakat 1. Struktur Sosial

Dasar pikirannnya mengenai struktur sosial itu secara singkat adalah seperti terurai di bawah ini:

a. Pangkal dan pusat dari segala penelitian-penelitian masyarakat dimuka bumi ini, serupa dengan penelitian ilmu kimia itu yang memusatkan perhatian terhadap suatu susunan hubungan antara molekul-molekul yang menyebabkan adanya berbagai zat. Dengan demikian pula ilmu

(26)

b. Struktur sosial dari masyarakat itu mengendalikan tindakan individu dalam masyarakat, tetapi tidak tampak oleh seorang peneliti dengan sekejap pandangan, dan harus diabstraksiakan secara induksi dan dari kenyataan kehidupan masyarakat konkret.

c. Hubungan interaksi antara individu dalam masyarakat adalah hal yang konkret yang dapat di observasi dan dapat dicatat. Struktur sosial seolah-olah berada dibalakang hubungan konkret itu. Hal ini menjadi terang bila kita perhatikan bahwa struktur itu hidup langsung, sedangkan individu-individu yang bergerak nyata dalamnya dapat silih berganti.

d. Dengan struktur sosial itu seorang peneliti kemudian dapat menyelami latar belakang seluruh kehidupan suatu masyarakat, baik hubungan kekerabatan perekonomian, religi, maupun aktifitas kebudayaan atau pranata lainnya.

e. Untuk mempelajari struktur sosial suatu masyarakat diperlukan suatu penlitian dilapangan, dengan mendatangi sendiri suatu masyarakat manusia yang hidup terikat suatu desa, suatu kota besar, atau suatu kelompok berburu dan atau yang lain.

f. Struktur sosial juga dapat dipakai sebagai kriterium untuk menentukan batas-batas dari suatu masyarakat tertentu.

2. Analisis Struktur Sosial

Referensi

Dokumen terkait

Perancangan dalam membuat antena mikrostrip dual band menggunakan slot berbentuk u dimaksudkan agar antena yang dibuat dapat bekerja sesuai dengan spesifikasi yang

Pasien stroke iskemik dengan kadar trombosit yang tinggi dapat mempengaruhi derajat keparahan stroke iskemik fase akut sebesar 13 kali dibandingkan pasien stroke

Bila krisis ekonomi melanda, perusahaan nasional maupun perusahaan swasta yang didukung pemerintah akan lebih mungkin di- bail out oleh negara, seperti yang

[r]

Meskipun seakan terlihat perbezaan antara mereka, semua pendapat ini masih lagi dalam kerangka utama konsep kasb iaitu perbuatan manusia yang diusahakan oleh manusia

Uji aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol daun jeruk purut ( Citrus hystrix DC) dan jeruk nipis ( Citrus aurantifolia (christm) Swingle) diuji degan menggunakan

Karena proses pembelajaran akan lebih bermakna jika dilakukan secara pribadi dan sosial, maka dukungan lingkungan sangat diperlukan bagi para siswa seperti adanya belajar

Sebaliknya dalam pengertian kedua ini yaitu sebagai filsafat moral tidak langsung memberi perintah konkret sebagai pegangan siap pakai dengan demikian dapat disimpulkan etika