• Tidak ada hasil yang ditemukan

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN WAKATOBI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LEMBARAN DAERAH KABUPATEN WAKATOBI"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

LEMBARAN DAERAH

KABUPATEN WAKATOBI

PERATURAN DAERAH KABUPATEN WAKATOBI

NOMOR 6 TAHUN 2005

TENTANG

SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA

PERANGKAT DAERAH KABUPATEN WAKATOBI

BAGIAN HUKUM DAN PERUNDANG-UNDANGAN SETDA

KABUPATEN WAKATOBI

(2)

DAFTAR ISI

NO.

URAIAN

HAL

1. PERATURAN DAERAH KABUPATEN WAKATOBI NOMOR 6

TAHUN 2005 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PERANGKAT DAERAH KABUPATEN WAKATOBI

(3)

PERATURAN DAERAH KABUPATEN WAKATOBI NOMOR : 6 TAHUN 2005

TENTANG

SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PERANGKAT DAERAH KABUPATEN WAKATOBI

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI WAKATOBI,

Menimbang : a. bahwa dalam Rangka Pelaksanaan Undang-undang Nomor 29 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Bombana, Kabupatan Wakatobi dan Kabupaten Kolaka Utara di Provinsi Sulawesi Tenggara, Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2003 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah, maka perlu di bentuk Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Wakatobi;

b. bahwa Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat

Daerah Kabupaten Wakatobi didasarkan pada beberapa pertimbangan yang meliputi : kewenangan yang dimiliki, karateristik, potensi, kebutuhan daerah, kemampuan keuangan dan ketersediaan sumber daya aparatur serta pengembangan pola kerja sama antara Daerah dan / atau dengan pihak ketiga;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana

dimaksud pada huruf a dan b, perlu menetapkan Peraturan Daerah.

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang

Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890);

2. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Bombana, Kabupaten Wakatobi dan Kabupaten Kolaka Utara di Provinsi Sulawesi Tenggara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4339);

3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang –Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 38, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4493) yang telah ditetapkan dengan

(4)

Undang – Undang Nomor 8 Tahun 2005 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548);

4. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang

Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi Sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3952)

6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2003 tentang Pedoman Organisasi dan Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 14, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4262);

7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 9

Tahun 2003 tentang Kewenangan Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 15, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4263);

Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

KABUPATEN WAKATOBI dan

BUPATI WAKATOBI MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG KEDUDUKAN PROTOKOLER DAN KEUANGAN PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN WAKATOBI.

BAB 1

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan daerah ini yang dimaksud dengan :

a. Daerah adalah Kabupaten Wakatobi;

b. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Daerah Kabupaten Wakatobi;

c. Bupati adalah Bupati Wakatobi;

(5)

e. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disingkat DPRD adalah Dewan Perwakilan Daerah Kabupaten Wakatobi;

f. Desentralisasi adalah penyerahan wewenang Pemerintahan oleh

Pemerintah Kepada Daerah Otonom dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia;

g. Otonomi Daerah adalah kewenangan Daerah otonom untuk mengatur

dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai peraturan perundang-undangan;

h. Daerah Otonom selanjutnya disebut Daerah adalah kesatuan

masyarakat hukum yang mempunyai batas daerah tertentu, berwenang mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia;

i. Perangkat Daerah adalah Organisasi / Lembaga pada Pemerintah

Daerah yang bertanggung jawab pada Kepala Daerah dalam rangka penyelenggaraan Pemerintahan yang terdiri dari Sekretariat Daerah, Dinas Daerah dan Lembaga Teknis Daerah, Kecamatan dan Kelurahan;

j. Sekretariat Daerah adalah unsur pembantu Pemerintah Daerah;

k. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Wakatobi;

l. Sekretariat DPRD adalah unsur pelayanan DPRD;

m. Sekretaris DPRD adalah Sekretaris DPRD Kabupaten Wakatobi;

n. Dinas adalah unsur pelaksanaan Pemerintah Daerah;

o. Lembaga Teknis adalah unsur pelaksana tugas tertentu yang karena

sifatnya tidak tercakup oleh Sekretariat Daerah dan Dinas;

p. Kecamatan adalah wilayah Kerja Camat sebagai perangkat Daerah

dalam Wilayah Kabupaten Wakatobi;

q. Kelurahan adalah wilayah kerja Lurah sebagai perangkat Daerah

dibawah Kecamatan;

r. Eselon adalah tingkatan jabatan struktural;

s. Unit Pelaksana Teknis Dinas yang selanjutnya disingkat UPTD adalah

unsur pelaksana operasional Dinas dolapangan;

t. Jabatan Fungsional adalah jabatan fungsional yang berada dalam

lingkup Pemerintah Kabupaten Wakatobi. BAB II PEMBENTUKAN

Pasal 2

(1) Dengan Peraturan Daerah ini dibentuk Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah yang terdiri atas Sekretariat Daerah, Dinas, Lembaga Teknis, Sekretariat DPRD, Satuan Polisi Pamong Praja, Praja Kecamatan dan Kelurahan;

(2) Bagan Struktur Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Wakatobi adalah sebagaimana tercantum pada lampiran I Peraturan Daerah ini.

(6)

BAB III

KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Bagian Pertama

Sekretariat Daerah Pasal 3

(1) Sekretariat Daerah merupakan unsur pembantu pimpinan Pemerintah

Kabupaten dipimpin oleh Sekretaris Daerah yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Daerah;

(2) Sekretaris Daerah dibantu oleh 2 (dua) Asisten.

Pasal 4

Sekretariat Daerah mempunyai tugas membantu Kepala Daerah dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan Pemerintahan, Administrsi, Organisasi dan Tata Laksana serta memberikan pelayanan Administratif kepada seluruh Perangkat Daerah.

Pasal 5

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 4, Sekretariat Daerah menyelenggarakan fungsi :

a. Pengkoordinasian perumusan kebijakan Pemerintah Daerah;

b. Penyelenggaraan Administrasi Pemerintahan;

c. Pengelolaan sumber daya aparatur, keuangan, prasarana dan sarana

Pemerintah Daerah;

d. Pelaksanaan tugas lain yang duberikan oleh Kepala Daerah sesuai

dengan tugas fungsinya.

Bagian Kedua Dinas Daerah

Pasal 6

(1) Dinas Daerah merupakan unsur pelaksana Pemerintah Daerah dipimpin

oleh seorang kepala yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah;

(2) Dinas Daerah mempunyai tugas melaksanakan kewenangan

desentralisasi;

(3) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (2),

Dinas Daerah melaksanakan fungsi :

a. Perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya;

b. Pemberian perizinan dan pelaksanaan pelayanan umum;

c. Pembinaan terhadap Unit Pelaksana Teknis Dinas dalam lingkup

tugasnya.

Pasal 7

(1) Pada Dinas Daerah dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis Dinas untuk

melaksanakan sebagian tugas Dinas yang mempunyai wilayah kerja satu atau beberapa kecamatan;

(7)

(2) Unit Pelaksana Teknis Dinas sebagimana dimaksud dalam pasal 7, dipimpin oleh seorang kepala yang berada dibawah dan bertanggungjawab Kepada Kepala Dinas dan secara operasional dikoordinasikan dengan camat.

Bagian Ketiga Lembaga Teknis Daerah

Pasal 8

(1) Lembaga Teknis Daerah merupakan unsur pelaksana tugas tertentu,

dipimpin oleh seorang Kepala yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah;

(2) Lembaga Teknis Daerah mempunyai tugas melaksanakan tugas tertentu

yang karena sifatnya tidak tercakup oleh Sekretariat Daerah dan Dinas Daerah;

(3) Tugas tertentu Lembaga Teknis Daerah sebagaimana dimaksud dalam

ayat (2), meliputi bidang penelitian dan pengembangan, perencanaan, pengawasan, pendidikan dan pelatihan, perpustakaan, kearsipan dan dokumentasi, kependudukan dan pelayanan kesehatan.

Pasal 9

Dalam melaksnakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 8, Lembaga Teknis Daerah menyelenggarakan fungsi :

a. Perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya;

b. Penunjang penyelenggaraan Pemerintah Daerah.

Pasal 10

Lembaga Teknis Daerah sebagaimana dimaksud dalam pasal 9, berbentuk Badan, Kantor dan Rumah Ssakit

Bagian Keempat Sekretariat DPRD

Pasal 11

(1) Sekretariat Daerah merupakan unsur pelayanan terhadap DPRD,

dipimpin oleh Sekretaris yang bertanggungjawab kepada pimpinan DPRD dan secara administrasi dibina oleh sekretaris Daerah;

(2) Sekretaris DPRD mempunyai tugas memberikan pelayanan kepada

anggota DPRD;

(3) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (2)

Sektariat DPRD melaksanakan fungsi :

a. Fasilitas rapat anggota DPRD;

b. Pelaksanaan urusan rumah tangga DPRD;

c. Pengelolaan tata usaha DPRD;

(8)

Bagian Kelima

Kecamatan dan Kelurahan Pragraf Satu

Kecamatan Pasal 12

(1) Kecamatan merupakan perangkat daerah yang mempunyai wilayah

kerja tertentu dipimpin oleh Camat, yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah;

(2) Camat diangkat oleh Kepala Daerah atas usul Sekretaris Daerah dari

Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi syarat sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku;

(3) Camat mempunyai Tugas dan Fungsi Melaksanakan Kewenangan

Pemerintah yang dilimpahkan oleh Bupati sesuai karateristik Wilayah, kebutuhan daerah dan tugas Pemerintah berdasarkan peraturan prundang-undangan

(4) Selain tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (3), Camat juga

Menyelenggarakan Tugas umum Pemerintahan meliputi :

a. Mengkoordinasikan Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat;

b. Mengkoordinasikan upaya penyelenggaraan Ketentraman dan

Ketertiban umum;

c. Mengkoordinasikan Penerapan dan Penegakan Peraturan

perundang-undangan;

d. Mengkoordinasikan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas Pelayanan

Umum;

e. Membinan Penyelenggaran Pemerintahan Desa dan/atau Kelurahan;

dan

f. Melaksanakan pelayanan Masyarakat yang menjadi Ruang Lingkup

Tugasnya dan / atau yang belum dapat dilaksanakan Pemerintah Desa atau Kelurahan.

(5) Camat menerima pelimpahan sebagian wewenang pemerintahan dari

Kepala Daerah.

Paragraf Kedua Kelurahan

Pasal 13

(1) Kelurahan merupakan perangkat Daerah yang dipimpin oleh Kepala

Kelurahan yang selanjutnay disebut Lurah yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Camat;

(2) Lurah diangkat oleh Bupati atas usul Camat dari Pegawai Negeri Sipil

yang memenuhi syarat;

(3) Lurah menerima pelimpahan sebagian wewenang pemerintahan dari

Camat;

(4) Selain tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (3), Lurah harus juga

Menyelenggarakan Tugas umum Pemerintahan meliputi :

a. Pelaksanaan Kegiatan Pemerintahan Kelurahan;

(9)

c. Pelayanan Masyarakat;

d. Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum;

e. Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas Pelayanan Umum.

BAB IV

SUSUNAN DAN STRUKTUR ORGANISASI Bagian Pertama

Sekretariat Daerah Pasal 14

(1) Susunan Organisasi Sekretariat Daerah terdiri atas 2 (dua) Asisten dan

6 (enam) Bagian, yaitu :

a. Asisten Bidang Pemerintahan membawahi :

1. Bagian Tata Pemerintahan;

2. Bagian Hukum;

3. Bagian Organisasi dan Kepegawaian.

b. Asisten Bidang Administrasi membawahi :

1. Bagian Umum dan Perlengkapan;

2. Bagian Keuangan;

3. Bagian Perekonomian dan Pembangunan.

(2) Susunan Organisasi Sub-sub Bagian ditetapkan berdasarkan

kebutuhan dan volume kegiatan;

(3) Struktur Organisasi Sekretariat Daerah sebagaimana tercantum pada

Lampiran I Peraturan Daerah inil.

Bagian Kedua Dinas Daerah

Pasal 15

(1) Dinas terdiri atas :

a. Dinas Pekerjaan Umum dan Perhubungan;

b. Dinas Pendidikan Nasional;

c. Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana;

d. Dinas Pendapatan Daerah;

e. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan;

f. Dinas Perindag, Koperasi, UKM, dan Nakertrans;

g. Dinas Kelautan dan Perikanan;

h. Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat / Perempuan.

(2) Susunan Organisasi Dinas Daerah terdiri atas Bagian Tata Usaha dan

Bidang, Bagian Tata Usaha terdiri atas Sub Bagian dan Bidang terdiri atas seksi;

(3) Struktur Organisasi Dinas Daerah adalah sebagaimana tercantum pada

(10)

Bagian Ketiga Lembaga Teknis Daerah

Pasal 16

(1) Lembaga Teknis terdiri atas Badan, Kantor dan Rumah Sakit yaitu :

a. Badan terdiri atas :

1.Badan Perencanaan Pembangunan Daerah;

2.Badan Pengawasan Daerah;

3.Badan Kepegawaian Daerah.

b. Kantor terdiri atas :

1.Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil;

2.Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Linmas;

3.Kantor Pertanian, Kehutanan, Peternakan dan Perkebunan;

4.Kantor Rumah Sakit;

5.Kantor Tata Ruang, Tata Bangunan dan Lingkungan Hidup;

6.Kantor Kebersihan, Pertamanan, Pemadam Kebakaran dan

Perkuburan Umum.

(2) Susunan Organisasi Badan terdiri atas Bagian Tata Usaha dan Bidang,

Bagian Tata Usaha terdiri atas Sub Bagian dan Bidang terdiri atas Sub Bidang;

(3) Susunan Organisasi Kantor terdiri atas Sub Bagian dan Seksi;

(4) Struktur Organisasi Lembaga Teknis Daerah adalah sebagaimana

tercantum pada lampiran III Peraturan Daerah ini;

(5) Struktur Organisasi Kantor adalah sebagaimana tercantum pada

lampiran III Peraturan Daerah ini.

Bagian Keempat Sekretariat DPRD

Pasal 17

(1) Susunan Organisasi Sekretariat DPRD terdiri atas Bagian-Bagian dan

Bagian terdiri atas Sub-Sub Bagian;

(2) Struktur Oraganisasi Sekretariat DPRD sebagaimana tercantum pada

lampiran IV Peraturan Daerah ini.

Bagian Kelima Paragraf Satu K e c a m a t a n

Pasal 18

(1) Susunan Organisasi Kecamatan terdiri atas Sekretariat dan Seksi-Seksi;

(2) Struktur Organisasi Kecamatan sebagaimana tercantum pada lampiran

(11)

Bagian Keenam Paragraf Dua K e l u r a h a n

Pasal 19

(1) Susunan Organisasi Kelurahan terdiri atas Sekretariat dan Seksi;

(2) Struktur Organisasi Kelurahan sebagaimana tercantum pada lampiran

VI Keputusan ini.

Pasal 20

Kedudukan, Penjabaran, Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja dari masing-masing organisasi perangkat Daerah ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah.

Paragraf Tiga

Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 21

Dilingkungan Pemerintah Daerah dapat dibentuk Kelompok Jabatan Fungsional sesuai kebutuhan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Paragraf Empat

Unit Pelaksana Teknis Dinas Pasal 22

(1) Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) dapat dibentuk sesuai dengan

kebutuhan Daerah;

(2) Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) sebagaimana dimaksud pada ayat

(1), pembentukan organisasi dan Tata Kerjanya ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah;

(3) Struktur Organisasi Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) sebagaimana

tercantum dalam lampiran VII Peraturan Daerah ini. BAB V

TAT KERJA Pasal 23

Dalam melaksanakan tugas Kepala Satuan Unit Kerja Perangkat Daerah wajib menerapkan prinsip koordinasi, Integrasi dan Sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar Satuan Organisasi sesuai dengan tugasnya.

Pasal 24

(1) Kepala Satuan Unit Kerja Perangkat Daerah melaksanakan tugasnya

berdasarkan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Kepala Daerah;

(2) Kepala Satuan Unit Kerja Perangkat Daerah wajib memberikan

petunjuk, membina, membimbing dan mengawasi pekerjaan unsur-unsur pembatudan pelaksana yang berada dalam lingkungannya;

(3) Dalam hal Kepala Satuan Unit Kerja Perangkat Daerah berhalangan

menjalankan tugasnya dan atau menjalankan tugas keluar daerah, maka Kepala Satuan Unit Kerja tersebut dapat menunjuk salah seorang pejabat yang berada 1 (satu) tingkat dibawahnya untuk melaksanakan tugasnya.

(12)

BAB VI

PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 25

(1) Sekretaris Daerah diangkat dan diberhentikan oleh Kepala Daerah

setelah berkonsultasi secara tertulis dengan Gubernur;

(2) Sekretaris Daerah diangkat oleh Kepala Daerah atas persetujuan

Pimpinan Dewan Perwakilan Daerah dari Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi syarat sesuai peratiran perundang-undangan yang berlaku dengan tata vara :

a. Kepala Daerah menyampaikan Calon Sekretaris Daerah kepada

Pimpinan DPRD untuk dimintakan persetujuan;

b. Pimpinan DPRD membahas usulan tersebut dalam Rapat Pimpinan

DPRD dan tidak meneruskan pembahasannya pada Fraksi dan atau Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah;

c. Pimpinan DPRD memberikan persetujuan atau tidak menyetujui

usulan Kepala Daerah berdasarkan keabsahan administrasi Calon Sekretaris Daerah selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari;

d. Jika dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sebagaimana dimaksud pada

huruf c tidak ada persetujuan, maka usulan Kepala Daerah tersebut dianggap disetujui;

e. Atas penolakan sebagaimana tersebut pada huruf c, Kepala Daerah

mengajukan calon lain dari Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi syarat;

f. Pimpinan DRPD tidak memiliki kewenangan untuk mengajukan

calon amternatif.

(3) Pejabat Eselon II Perangkat Daerah diangkat dan diberhentikan oleh

Kepala Daerah setelah berkonsultasi secara tertulis dengan Gubernur;

(4) Pejabat Eselon III dan IV Perangkat Daerah dapat diangkat dan

diberhentikan oleh Sekretaris Daerah atas pelimpahan kewenangan terlebih dahulu dari Kepala Daerah;

(5) Penetapan Eselonisasi Lembaga sebagaimana dimaksud pada pasal 16,

17, 18, 19, 21, 22 dan 25 disesuaikan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

BAB VII

ESELON PERANGKAT DAERAH Pasal 26

(1) Sekretaris Daerah adalah Jabtan Eselon II a;

(2) Kepala Dinas, Asisten Sekretaris Daerah, Kepala Badan dan Sekretaris

DPRD adalah Jabatan Eselon II b;

(3) Kepala Kantor, Camat, Kepala Bagian dan Kepala Bidang adalah

Jabatan Eselon III a

(4) Kepala Seksi, Kepala Sub Bagian, Sekretaris Camat, Lurah Kepala Sub

Bidang, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas adalah Jabatan Eselon IV a;

(13)

(5) Sekretaris Kelurahan dan Kepala Seksi pada Kelurahan adalah Jabatan Eselon IV b.

BAB VIII

KETENTUAN PENUTUP Pasal 27

Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini, sepanjang mengenai pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut oleh Kepala Daerah.

Pasal 28

Dengan berlakunya Peraturan Daerah ini, maka Keputusan Bupati Wakatobi Nomor 3 Tahun 2004 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Wakatobi dinyatakan tidak berlaku lagi.

Pasal 29

Peraturan daerah ini mulai berlaku pada Tanggal diundangkan.

Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan menempatkannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Wakatobi.

Ditetapkan di Wangi - Wangi pada tanggal 21 November 2005

BUPATI WAKATOBI, Cap/Ttd SARIFUDDIN SAFAA Diundangkan dalam Lembaran Daerah Kabupaten Wakatobi

pada tanggal 21 November 2005

SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN WAKATOBI,

Drs. H. ANAS MAISA, MBA Pembina Utama Muda, IV/c Nip. 070 020 844

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN WAKATOBI TAHUN 2005 NOMOR SERI

Referensi

Dokumen terkait

Dengan melihat keadaan dan kondisi masyarakat setempat yang didapatkan dari hasil observasi yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Tematik Posdaya Angkatan ke-1 Universitas

Teknologi proses yang banyak digunakan untuk pembuatan mikrosensor atau mikrodevices adalah silicon-based microfabrication yang dapat menghasilkan struktur yang berukuran

Karena tepung kedelai tidak memiliki rasa yang khas yang dapat mempengaruhi rasa produk, melainkan bubur buah berpengaruh terhadap rasa dari fit bar black

Roekli setelah menikah dengan Muninti telah meninggal dunia karena sakit pada tahun 1944 dan meninggalkan seorang isteri bernama Muninti serta meninggalkan anak yang

multimedia interaktif kesetimbangan kimia. Angket ini berupa skala sikap yang penilaiannya menerapkan skala Likert yang terdiri dari 20 butir soal dengan 11 pernyataan positif

Asal-usul ayam hutan merah diperoleh dari alam dengan cara berburu dan dari masyarakat dengan cara membeli maupun pemberian. Perolehan ayam hutan merah paling dominan

Sistem administrasi santri pada pondok pesantren minhajut thalibiun saat ini masih menggunakan media buku (konvensional), pencatatan dan penyimpanan data masih

Hasil pengembangan Perangkat Pembelajaran Ipa Terpadu Tipe Webbed Berorientasi Inkuiri Terbimbing Dengan Tema Rainbow Cake menunjukkan bahwa kelayakan perangkat pembelajaran