BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif, penelitian asosiatif merupakan riset

20 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif, penelitian asosiatif merupakan riset yang bertujuan untuk membuktikan hubungan sebab akibat atau hubungan mempengaruhi dan dipengaruhi dari variabel yang diteliti (Istijanto, 2009; p31).

Unit analisis yang digunakan adalah individu yang kita sebut dengan responden ialah nasabah asuransi PT AJ Central Asia Raya cabang Duta Merlin. Dalam penelitian ini horizon waktu yang dipakai ialah Cross Sectional. Cross Sectional merupakan sebuah studi yang dilakukan dengan hanya sekali dikumpulkan, mungkin selama periode harian, mingguan, bulanan dalam rangkan menjawab penelitian.

Tabel 3.1 Desain Penelitian Tujuan Penelitian Desain Penelitian Jenis Penelitian Metode Penelitian

Unit Analisis Time Horizon

T1 Asosiatif Kuisioner Individual Cross

Sectional

T2 Asosiatif Kuisioner Individual Cross

Sectional

T3 Asosiatif Kuisioner Individual Cross

Sectional

T4 Asosiatif Kuisioner Individual Cross

(2)

Keterangan :

T1 : Pengaruh Kualitas Pelayanan dengan Citra Merek nasabah PT AJ. Central Asia Raya T2 : Pengaruh Citra Merek terhadap Minat Beli nasabah PT AJ. Central Asia Raya T3 : Pengaruh Kualitas pelayanan dengan Minat Beli nasabah PT AJ. Central Asia Raya T4 : Pengaruh Minat Beli dengan Keputusan Pembelian nasabah PT AJ. Central Asia Raya

Tabel 3.2 Operasional Variabel Kualitas Pelayanan (X1)

Variabel Penelitian Sub Variabel/Dimensi Indikator Skala

Kualitas Pelayanan Tengiables (bukti

langsung) • Memiliki fasilitas fisik (gedung) dan peralatan yang menunjang pelayanan (service) Likert Reliability (Kehandalan) • Kemampuan member pelayanan dengan segera dan memuaskan.

Responsivenes (Daya tangkap)

• Keinginan para staf

untuk membantu para pelanggan dengan member pelayanan dengan tanggap.

(3)

Assurance (Jaminan) • Perusahaan ini dapat dipercaya.

Empaty • Perusahaan

memberikan

perhatian yang tulus terhadap

konsumennya.

Tabel 3.3 Operasional Variabel Citra Merek (X2)

Variabel Penelitian Sub Variabel/Dimensi Indikator Skala

Citra Merek Profesionalisme • Terpercaya karena

memiliki pegawai yang professional di bidangnya yaitu perasuransian.

Likert

Modern • Memiliki kesan

modern yang terbukti penggunaan system informasi management dalam menjalankan bisnis.

(4)

segmen masyarakat AJ Central asia raya bisa dibeli oleh semua kalangan/segmen masyarakat. Concern pada konsumen • Perusahaan menindak lanjuti permintaan dan keluhan konsumen. Popular pada konsumen • Kemudahan untuk mendapat informasi tentang produk

Tabel 3.4 Operasional Variabel Minat Beli (Y)

Variabel Penelitian Sub Variabel/Dimensi Indikator Skala

Minat Beli Pencarian informasi

lanjut • Upaya konsumen untuk mendapatkan informasi secara lebih lengngkap tentang produk tertentu melalui media tertentu Likert

(5)

ataupun dengan mencari brosur, web, datang ke office untuk mendapat informasi tentang produk Kemauan untuk memahami produk

• sikap positif yang

ditunjukkan oleh konsumen apabila diperkenalkan

pada sebuah produk terbaru.

Kunjungan ke outlet • Melakukan

kunjungan untuk mencari informasi yang lebih jelas secara langsung.

Tabel 3.5 Operasional Variabel Keputusan Pembelian (Z)

Variabel Penelitian Sub Variabel/Dimensi Indikator Skala

Keputusan Pembelian Pengenalan kebutuhan • Konsumen sadar akan adanya Likert

(6)

kebutuhan asuransi

Pencarian informasi • informasi yang

di dapat konsumen dari orang lain (keluarga, teman, agen/sales) tentang produk

Evaluasi alternative • pemrosesan

informasi untuk sampai ke pemilihan merek (dengan membuat peringkat-peringkat merek berdasarkan atribut-atribut yang di inginkan)

(7)

3.2 Skala Likert

Menurut Sugiyono (2008, p132-p133) skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dalam penelitian, fenomena sosial ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian.

Dengan skala likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak yang menyusun instrument-instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan.

Jawaban setiap item instrument yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi yang sangat positif sampai yang sangat negatif, yang dapat berupa kata-kata antara lain :

a) Sangat tidak setuju

b) Tidak setuju

c) Netral

d) Setuju

e) Sangat setuju.

Untuk keperluan analisis kuantitatif maka jawaban itu diberi skor:

a) Sangat tidak setuju 1

b) Tidak setuju 2

c) Netral 3

d) Setuju 4

e) Sangat setuju 5

3.3 Jenis dan Sumber Data

Berdasarkan tujuan penelitian data di bedakan menjadi dua yaitu Kuantitatif dan Kualitatif:

(8)

• Data Kualitatif bersifat tidak terstruktur dalam artian variasi data yang diberikan oleh sumbernya (orang, partisipan, atau responden yang ditanyai) sangat beragam.

• Data Kuantitatif bersifat terstruktur atau berpola sehingga ragam data yang

diperoleh dari sumbernya (responden yang ditanyai atau obyek yang diamati) cenderung memiliki pola yang lebih mudah dibaca oleh peneliti. (Istijanto, 2009, p45-p46).

Dalam penelitian ini data yang digunakan ialah kuantitatif, yaitu data berpola yang dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner

Berdasarkan cara pengumpulannya, data digolongkan menjadi data primer dan data sekunder:

• Data Primer adalah data asli yang dikumpulkan oleh periset untuk menjawab

masalah risetnya secara khusus. Data ini tidak tersedia karena memang belum ada riset sejenis yang pernah dilakukan atau karena hasil riset sejenis yang telah kadaluarsa (Istijanto 2009; p44). Dalam penelitian ini, peneliti mengumpulkan data primer dengan menggunakan metode kuisioner yaitu membagikan daftar pertanyaan yang dibuat untuk mewakili indicator masing-masing variabel kepada responden.

• Data Sekunder adalah data yang telah dikumpulkan oleh pihak lain bukan oleh

periset sendiri untuk tujuan yang lain. Ini mengandung arti bahwa periset sekedar mencatat, mengakses, atau meminta data tersebut ke pihak lain yang sudah ada penelitiannya (Istijanto, 2009, p38). Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa data dari perusahaan seperti data penjualan produk dan data nasabah.

(9)

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah dengan :

• Kuisioner

Kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk untuk dijawabnya. Dalam penelitian ini, peneliti mengajukan pertanyaan-pertanyaan ataupun pernyataan yang berkaitan dengan variabel yang di telitinya yaitu Citra Merek, Kualitas Pelayanan, Minat Beli, dan Keputusan Pembelian. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner dirasa sangat efisien dalam menghemat waktu, karena peneliti bisa dengan sekaligus mengajukan pertanyaan ke responden yang sudah ditentukan dalam waktu yang bersamaan.

• Library Research (studi pustaka)

Peneliti mengumpulkan data dari berbagai buku, jurnal, artikel, internet yang berhubungan dengan penelitian.

3.5 Populasi dan Sample

Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek / subyek yang mempunyai karakteristik tertentu dan mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi anggota sample (Sugiyono (2008,p115)). Dalam penelitian ini, peneliti menetapkan yang menjadi populasi penelitian ialah nasabah PT A.J Central Asia Raya cabang Duta Merlin.

Sedangkan sample merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Dalam penelitian ini, peneliti menetpkan sample penelitian yang akan dipilih untuk menjadi responden yaitu nasabah PT A.J Central Asia Raya yang menggunakan produk Whole Life.

(10)

3.5.1 Teknik Pengambilan Sample

Menurut Sugiyono (2008, p116), bila populasi sangat besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sample yang diambil dari populasi itu.

Teknik Sampling adalah merupakan teknik pengambilan sample untuk

menentukan sample yang akan digunakan dalam penelitian. Dalam penelitian ini, teknik yang digunakan ialah dengan menggunakan Probability Sampling. Probability Sampling ialah teknik pengambilan sample yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) (Sugiyono, 2008; p118).

Menurut Isjanto (2009, p120) metode Probability Sampling dalam memilih anggota populasi menggunakan proses acak, sehingga setiap anggota populasi memiliki peluang untuk terpilih sebagai sample. Metode yang digunakan untuk memilih sample dalam penelitian ini ialah Simple Random Sampling. Simple Random Sampling ialah teknik pengambilan sample secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu.

Untuk menentukan beberapa banyak sampel minimal yang perlu diambil untuk melakukan penelitian, dapat menggunakan rumus Slovin yang ada pada Sugiyono (2008, p124). N n = __________ Ne2 + 1 Dimana : n = jumlah sampel

(11)

N = jumlah populasi

e² = presisi (ditetapkan 10% dengan tingkat kepercayaan 90%) 39.520

n = ______________ = 99,75 dibulatkan menjadi 100 sample (39.520.0,102) + 1

3.6 Metode Analisis

Dalam pengolahan data, data yang didapat oleh peneliti diolah dengan menggunakan bantuan komputer yaitu dengan program SPSS ( Statiscal Program for Social Science ) versi 17.0 untuk Windows. Namun sebelum melakukan pengujian validitas, data ordinal yang didapat terlebih dahulu ditransformasi menjadi data interval. Kemudian data itu diuji validitas, kemudian dilakukan uji normalitas setelah itu baru diuji regresi sederhana dan regresi berganda. Regresi merupakan salah satu metode analisis parametrik dimana peneliti harus memenuhi syarat yang ada dalam analisis parametrik yaitu data yang dipakai berskala interval.

3.6.1 Transformasi data

Mentransformasi data ordinal menjadi data interval gunanya untuk memenuhi sebagian syarat dari analisis parametrik yang mana setidak-tidaknya berskala interval. Analisis statistik parametrik adalah stastistik yang bergantung pada distribusi tertentu dan yang menetapkan adanya syarat-syarat tertentu tentang parameter populasi seperti pengujian hipotesis dan penaksiran parameter. Stastistik parametrik memerlukan terpenuhinya persyaratan bahwa skala

(12)

yang memberikan skala pengukuran ordinal sehinga agar analisis tersebut dapat

dilanjutkan maka skala pengukuran ordinal harus dinaikkan (ditransformasikan)

kedalam skala interval dengan menggunakan Methods Successive Interval (MSI).

Dimana metode MSI merupakan metode yang paling sederhana dan paling sering digunakan didalam suatu analisis parametrik.

3.6.2 Uji Validitas dan Uji Reabilitas Uji Validitas

Dalam penelitian, kriteria utama terhadap data hasil penelitian adalah

valid, reliable dan obyektif. Validitas merupakan derajat ketepatan antara data

yang sesungguhnya terjadi pada obyek penelitian dengan data yang dilaporkan oleh peneliti. Dengan demikian data yang valid ialah data yang tidak beda antara yang dilaporkan oleh peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek penelitian (Sugiyono, 2008; p455).

Uji validitas ini dapat dilakukan dengan menghitung korelasi anatara masing – masing penyertaan dengan skor total memakai rumus teknik korelasi product moment. Rumusnya adalah sebagai berikut :

∑ ∑ ∑

∑ ∑ ∑ ∑

Dimana:

r hitung = Koefisien korelasi

∑ Xi = Jumlah skor item

∑ Yi = Jumlah skor total

(13)

Selanjutnya dihitung dengan Uji-t dengan rumus :

Keterangan :

• t = Nilai t hitung

• r = Koefisien korelasi hasil r hitung

• n = Jumlah responden

• Distribusi (Tabel t) untuk α = 0,05 dan derajad kebebasan (dk = n-2)

• Kaidah keputusan : Jika t hitung > t table berarti valid seblaiknya • t hitung < t table berarti tidak valid

Uji Reabilitas

Reliabilitas adalah tingkat keterpercayaan hasil suatu pengukuran. Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi, yaitu pengukuran yang mampu memberikan hasil ukur terpercaya (reliable).

Reliabilitas merupakan keandalan suatu pengukuran yang menunjukan sejauh mana pengukuran tersebut bias (bebas kesalahan) dan karena itu menjamin pengukuran yang konsisten lintas waktu dan lintas beragam item dalam instrumen. Dengan kata lain, keandalan suatu pengukuran merupakan indikasi mengenai stabilitas dan konsistensi dimana instrumen mengukur konsep dan membantu menilai ketepatan sebuah pengukuran. Uji Reliabilitas merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menguji sejauh mana pengukuran memberikan hasil yang relatif stabil bila dilakukan pengukuran kembali. Setiap alat

(14)

pengukur seharusnya memiliki kemampuan untuk memberikan hasil pengukuran relatif konsisten dari waktu ke waktu. Dalam penelitian ini menggunakan SPSS, dimana suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha (α) > 0,5.

Rumus Cronbach Alpha dapat digunakan untuk mencari realibilitas

instrument yang skornya merupakan rentangan antara beberapa nilai atau berbentuk skala.rumusnya sebagai berikut:

R 11 = K 1 - b2 K – 1 t 2 Keterangan :

R 11 = Reliabilitas instrument K = banyaknya butir pertanyaan = varians total

= jumlah varians butir Dasar pengambilan keputusan :

• Jika r alpha positif dan r alpha > r table , maka butir atau butir variabel tersebut

reliable.

• Jika r alpha positif dan r alpha < r table , maka butir atau variabel tersebut tidak

reliable.

• Jika r alpha > r table tapi bertanda negatif , maka butir atau variabel tersebut

tidak reliable.

3.6.2 Uji Normalitas

Uji normalitas adalah pengujian tentang kenormalan distribusi variabel terikat dan variabel bebas dalam model regresi. Model regresi yang baik adalah

(15)

berdistribusi normal atau mendekati normal. Suatu data dikatakan mengikuti distribusi normal dilihat dari penyebaran data pada sumbu diagonal dari grafik.

Dasar pengambilan keputusan adalah sebagai berikut :

a) Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis

diagonal, maka model regresi memenuhi normalitas;

b) Jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan tidak mengikuti arah garis

diagonal, maka model regresi tidak memenuhi normalitas.

3.6.3 Analisis Jalur

Menurut Sofyan dan Heri (2009, p151), analisis jalur merupakan pengembangan dari analisis korelasi, yang dibangun dari diagram jalur yang dihipotesiskan oleh peneliti dalam memperjelas mekanisme hubungan kausal antar variabel dengan cara menguraikan koefisien korelasi menjadi pengaruh langsung dan tidak langsung. Selain dari pada itu, analisis jalur dapat dikatakan sebagai analisis regresi linier dengan variabel-variabel yang dibakukan. Oleh karena itu, koefisien jalur pada dasarnya merupakan koefisien beta atau koefisien regresi baku.

Dalam Eti, Ratih dan Abdul (2009, p146) mengatakan analisis jalur semula dikembangkan oleh Sewall Wright (1934). Analisis jalur merupakan sebuah analisis yang menentukan besarnya hubungan kausal antar variabel baik pengaruh langsung maupun tidak langsung. Besarnya pengaruh variabel bebas (X) terhadap (Y) disebut dengan koefisien jalur dan diberi symbol PyX (merupakan koefisien jalur dari variabel X terhadap variabel Y)

(16)

Menurut Sitepu (1994) dalam Eti, Ratih, dan Abdul (2009, p146) pada saat membuat paradigma penelitian yang berbentuk diagram jalur, terdapat beberapa ketentuan sebagai berikut :

1. Hubungan antar variabel digambarkan oleh anak panah yang bisa berkepala

tunggal ( ) single head arrow, dan berkepala ganda ( )

atau doble head arrow.

2. Panah yang berkepala satu menunjukan pengaruh. Jika ada 2 (dua) buah

panah variabel X1 dan X2, dan menurut teori X1 mempengaruhi X2 maka gambarnya adalah :

X1 X2

Pengaruh X1 terhadap X2

Variabel yang digambarkan pada ujung panah merupakan variabel akibat, sedangkan variabel pertama adalah penyebab.

3. Hubungan sebab akibat merupakan hubungan yang mengikuti hubungan

asimetrik, tetapi ada kemungkinan menggambarkan hubungan kausal.

4. Hubungan timbale balik. Jadi kalau ada variabel X1 dan X2, maka variabel

X1 bisa mempengaruhi X2, atau X2 mempengaruhi X1, gambarnya adalah :

X1 X2

Hubungan timbale balik

5. Apabila terjadi hubungan antara X1 dan X2 merupakan hubungan korelatif,

maka panahnya berkepala dua, seperti pada gambar dibawah ini : X1

(17)

Hubungan korelatif

6. Dalam dunia nyata tidak pernah ada seorang peneliti yang mampu

mengisolasi hubungan kausal secara murni, artinya bahwa suatu kejadian banyak sekali yang mempengaruhi, tetapi pada kerangka kerja konseptual sebuah penelitian hanya dapat digambarkan beberapa pengaruh yang bisa dia amati. Variabel lain yang tidak bisa digambarkan (tidak bisa diukur) diperlihatkan oleh suatu variabel tertentu yang disebut dengan residu dan diberi symbol ε (Epilson)

3.7 Rancangan Pengujian Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. Dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data. Jadi hipotesis juga dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan masalah penelitian, belum jawaban empirik (Sugiono (2008, p92)).

Hipotesis I:

T I : Pengaruh kualitas pelayanan terhadap citra merek nasabah PT AJ Central Asia Raya

Hipotesis :

Ho: Kualitas pelayanan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap citra merek nasabah PT AJ Central Asia Raya

Ha: Kualitas pelayanan berpengaruh secara signifikan terhadap citra merek nasabah PT AJ Central Asia Raya

(18)

Dasar Pengambilan keputusan : Sig > 0.05 maka Ho diterima

Sig < 0.05 maka Ha diterima dan Ho ditolak

Hipotesis II

T II : Pengaruh citra merek terhadap minat beli nasabah PT AJ Central Asia Raya

Hipotesis :

Ho: Citra merek tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli nasabah PT AJ Central Asia Raya

Ha: Citra merek berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli nasabah PT AJ Central Asia Raya

Dasar Pengambilan keputusan : Sig > 0.05 maka Ho diterima

Sig < 0.05 maka Ha diterima dan Ho ditolak

Hipotesis III

T III : Pengaruh antara kualitas pelayanan terhadap minat beli nasabah PT AJ Central Asia Raya

Hipotesis:

Ho: Kualitas pelayanan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli nasabah PT AJ Central Asia Raya

Ha: Kualitas pelayanan berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli nasabah PT AJ Central Asia Raya

(19)

Sig > 0.05 maka Ho diterima

Sig < 0.05 maka Ha diterima dan Ho ditolak

Hipotesis IV

T IV : Pengaruh minat beli terhadap keputusan pembelian nasabah PT AJ Central Asia Raya

Hipotesis :

Ho: Minat beli tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian nasabah PT AJ Central Asia Raya

Ha: Minat beli berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian nasabah PT AJ Central Asia Raya

Dasar Pengambilan keputusan : Sig > 0.05 maka Ho diterima

Sig < 0.05 maka Ha diterima dan Ho ditolak

3.8 Rancangan Implikasi Hasil Penelitian

Dalam riset ini, masalah yang terjadi ialah menurunnya penjualan produk whole life dalam kurun beberapa tahun terakhir. Penurunan omset penjualan disebabkan oleh kesenjangan/ketidak sesuaian antara harapan konsumen dengan pelayanan yang diberikan oleh perusahaan kepada calon nasabah dan nasabahnya. Dalam hal pencitraan, efek dari kurang baiknya sisi pelayanan menciptakan citra yang kurang baik dimata nasabah. Sehingga rancangan implikasi yang peneliti buat ialah pengaruh kualitas pelayanan dan citra merek yang mempengaruhi minat beli dan berdampak kepada keputusan pembelian pada PT A.J Central Asia Raya di cabang Duta Merlin. Penelitian tersebut berbentuk penelitian asosiatif yang

(20)

diharapkan mampu menjawab permasalahan kausal yang sedang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode analisis jalur (path analysis) yang berguna untuk menjelaskan mekanisme hubungan kausal antar variabel dengan cara menguraikan koefisien korelasi menjadi pengaruh langsung dan tidak langsung.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :