BAB I PENDAHULUAN. baik untuk masa sekarang maupun untuk masa yang akan datang.

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Dunia usaha saat ini terus berlomba untuk mencari berbagai peluang bisnis yang baru dalam rangka menghadapi persaingan dalam era globalisasi dan perdagangan bebas. Beberapa peluang bisnis alternatif terus dicoba, ditelusuri dan dikembangkan untuk maendapatkan solusi bisnis alternatif yang dapat diandalkan, baik untuk masa sekarang maupun untuk masa yang akan datang.

Salah satu bentuk usaha yang sekarang ini sedang berkembang dan banyak diminati oleh masyarakat pemodal adalah perdagangan valuta asing. Perdagangan valuta asing merupakan perdagangan mata uang di pasar internasional, terutama di pasar-pasar dunia seperti London, New York, dan Frankfurt. Karena sifat perdagangan tersebut adalah global, para pelaku pasar dapat bertransaksi selama 24 jam. Adapun bentuk dari perdagangan valuta asing ini dikenal dengan forex (foreign exchange) margin trading, yakni dengan margin atau nilai modal yang relatif kecil. Investor dapat membeli atau menjual valuta asing yang nilainya beberapa kali lipat dan mengambil keuntungan yang berlipat pula. Investor yang ikut menikmati bisnis ini dengan menyerahkan sejumlah mata uang tertentu kepada bank/lembaga keuangan non-bank lainnya yang besar kecilnya tergantung pada masing-masing bank/non-bank, maka investor individu tersebut dapat

(2)

melakukan transaksi jual-beli untuk satu nominal yang normal diperdagangkan di pasar uang Internasional.

Investasi di bisnis Forex menjadi sangat penting artinya, mengingat bagaimana besarnya keuntungan dari kemudahan mekanisme transaksi dan likuiditas pasar Forex dibandingkan jika kita bertransaksi di pasar saham atau lainnya. Inti dari pengelolaan dana yang diinvestasikan pada pasar Forex adalah bagaimana memanfaatkan fluktuasi harga (selisih harga jual dan beli), untuk kemudian dapat diraih menjadi keuntungan bagi setiap aset yang diinvestasikan di bisnis ini. dengan memakai analisa pasar, guna memperkecil peluang resiko yang mungkin terjadi, serta bagaimana memperbesar keuntungan pada transaksi valuta global ini.

Bisnis Forex di Indonesia saat ini menjadi sebuah transaksi yang demikian besar. Hal itu mengingat situasi ekonomi rill yang masih buruk, serta political issue yang kerap memperburuk kinerja bursa saham Indonesia (BEJ), menjadikan para investor saham dan para pebisnis lebih mudah memahami dan berinvestasi di pasar Forex dunia. Perkembangan bisnis Forex atau jual beli mata uang asing begitu berkembang pesatnya, jika ditinjau dari segi volume perdagangan maupun pesertanya. Peserta pasar pun menggelembung dengan cepat, kalau semula bidang usaha ini banyak didominasi oleh bank-bank maupun lembaga keuangan lainnya, kini perusahaan-perusahaan besar ataupun internasional, ikut menikmati bisnis Forex yang menarik ini. Semula perusahaan tersebut melakukan aktivitas Forex dikarenakan untuk memenuhi kewajiban valutanya saja, kini mereka aktif

(3)

melakukan trading valuta asing ini di trading room masing-masing dengan para trader/dealer yang tak kalah handal dari dealer bank-bank atau lembaga keuangan.

Membanjirnya bisnis perdagangan valuta asing sebenarnya sudah terjadi sekitar 2001-2002. Di Bandung sampai saat ini terdapat kurang lebih sepuluh perusahaan yang merupakan commision house atau perusahaan jasa perantara bagi perorangan atau kelompok dalam perdagangan valuta asing dan indeks saham dunia masing-masing berlomba mencari investor sebanyak-banyaknya dengan menawarkan kelebihan serta iming-iming keuntungan yang menggiurkan bagi para calon investor.

Salah satu dari perusahaan tersebut adalah PT. Gemilang Sarana Abadi. Cukup tingginya tingkat persaingan antar perusahaan dalam mencari dan memperoleh investor yang mempercayakan dananya diinvestasikan di bisnis ini, membuat PT. Gemilang Sarana Abadi dituntut untuk selalu proaktif dalam melakukan sosialisasi mengenai potensi serta nilai positif yang dimiliki bisnis Forex yang dijalankan oleh perusahaan kepada masyarakat pemodal. "Perusahaan yang mampu memberikan jasa dan keuntungan dengan pertimbangan rencana investasi akuratlah yang dapat bertahan," tutur Ibu Tia, Head of Sales PT Gemilang Sarana Abadi.

Sebagai perusahaan jasa informasi dan perantara investasi yang profesional PT. Gemilang Sarana Abadi juga berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi setiap investor yang ingin melakukan investasi dan transaksi di pasar

(4)

uang internasional. Saat ini di Bandung PT. Gemilang Sarana Abadi telah mempunyai 180 orang investor.

Dalam memberikan pelayanan kepada para investor serta dalam kaitannya menjalin investor relations yang baik, pihak perusahaan menyadari bahwa komunikasi merupakan faktor penting dalam menunjang hubungan serta kepercayaan yang baik terhadap perusahaan. Apalagi ditengah persaingan yang cukup ketat, PT. Gemilang Sarana Abadi menyadari bahwa dengan terjaganya komunikasi yang baik antara sebuah lembaga dengan publiknya menciptakan kondisi yang mendukung aktivitas lembaga tersebut.

Menurut Ibu Tia, Head Sales PT. Gemilang Sarana Abadi, dalam menjalankan kegiatan investor relations, PT. Gemilang Sarana Abadi menjalankan Program Komunikasi Harian sebagai kegiatan investor relations yang mencakup: mengadakan komunikasi dengan para investor secara transparan, memberikan gambaran keadaan pasar sebelum investornya melakukan transaksi, selalu melibatkan investor dalam setiap transaksi, serta mengirimkan rekening koran kepada investor setiap melakukan transaksi, setiap harinya. Program komunikasi dengan para investor ini bertujuan menumbuhkan loyalitas dan kepercayaan para investor terhadap perusahaan.

Program Komunikasi Harian ini dijalankan oleh Public Relations PT. Gemilang Sarana Abadi. Public Relations PT. Gemilang Sarana Abadi bisa dikatakan merupakan ujung tombak yang berhubungan secara langsung dan kontinyu dengan para investor. Dalam melaksanakan program komunikasi harian

(5)

sebagai kegiatan investor relations perusahaan, PT. Gemilang Sarana Abadi berusaha untuk menerapkan prinsip Good Corporate Governance atau tata kelola Perusahaan yang baik, yang terdiri dari 4 prinsip yaitu Accountability, Predictability, Transparency dan Participation. Prinsip-prinsip inilah yang akan menentukan kualitas dari pelaksanakan kegiatan investor relations tersebut. Dengan adanya hubungan yang baik secara kontinyu antara perusahaan dengan para investor melalui program komunikasi harian yang dilandasi oleh prinsip Good Corporate Governance ini, diharapkan dapat memberikan pengaruh positif terhadap sikap investor termasuk didalamnya mempertahankan kepercayaan investor terhadap perusahaan sehingga dapat memenuhi harapan-harapan investor tentang suatu sebuah lembaga investasi.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan sebelumnya, peneliti merumuskan masalah penelitian sebagai berikut :

” Adakah Hubungan antara Program Komunikasi Harian sebagai Kegiatan Investor Relations PT. Gemilang Sarana Abadi dengan Sikap Positif Investor Pada Perusahaan”

(6)

1.3 Identifikasi Masalah

Adapun identifikasi masalah yang akan diteliti adalah sebagai berikut :

1. Apakah ada hubungan antara akuntabilitas informasi dengan komponen kognitif investor pada perusahaan.

2. Apakah ada hubungan antara akuntabilitas informasi dengan komponen afektif investor pada perusahaan.

3. Apakah ada hubungan antara akuntabilitas informasi dengan komponen konatif investor pada perusahaan.

4. Apakah ada hubungan antara prediktabilitas informasi dengan komponen kognitif investor pada perusahaan.

5. Apakah ada hubungan antara prediktabilitas informasi dengan komponen afektif investor pada perusahaan.

6. Apakah ada hubungan antara prediktabilitas informasi dengan komponen konatif investor pada perusahaan

7. Apakah ada hubungan antara transparansi informasi dengan komponen kognitif investor pada perusahaan

8. Apakah ada hubungan antara transparansi informasi dengan komponen afektif investor pada perusahaan

9. Apakah ada hubungan antara transparansi informasi dengan komponen konatif investor pada perusahaan.

10. Apakah ada hubungan antara partisipasi investor dengan komponen kognitif investor pada perusahaan

(7)

11. Apakah ada hubungan antara partisipasi investor dengan komponen afektif investor pada perusahaan

12. Apakah ada hubungan antara partisipasi investor dengan komponen konatif investor pada perusahaan

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui :

1. Hubungan antara akuntabilitas informasi dengan komponen kognitif investor pada perusahaan.

2. Hubungan antara akuntabilitas informasi dengan komponen afektif investor pada perusahaan.

3. Hubungan antara akuntabilitas informasi dengan komponen konatif investor pada perusahaan.

4. Hubungan antara prediktabilitas informasi dengan komponen kognitif investor pada perusahaan.

5. Hubungan antara prediktabilitas informasi dengan komponen afektif investor pada perusahaan.

6. Hubungan antara prediktabilitas informasi dengan komponen konatif investor pada perusahaan

7. Hubungan antara transparansi informasi dengan komponen kognitif investor pada perusahaan

(8)

8. Hubungan antara transparansi informasi dengan komponen afektif investor pada perusahaan

9. Hubungan antara transparansi informasi dengan komponen konatif investor pada perusahaan.

10. Hubungan antara partisipasi informasi dengan komponen kognitif investor pada perusahaan

11. Hubungan antara partisipasi informasi dengan komponen afektif investor pada perusahaan

12. Hubungan antara partisipasi informasi dengan komponen konatif investor pada perusahaan

1.5 Kegunaan Penelitian 1.5.1 Kegunaan Teoritis

Kegunaan teoritis dalam penelitian ini antara lain :

1. Memberikan sumbangan bagi kajian ilmu hubungan masyarakat mengenai pembentukan sikap positif investor melalui program komunikasi harian sebagai kegiatan investor relations.

2. Memberikan sumbangan bagi ilmu hubungan masyarakat mengenai prinsip-prinsip investor relations.

3. Membantu penelitian lain yang relevan dengan topik yang bersangkutan

(9)

1.5.2 Kegunaan Praktis

Kegunaan praktis dalam penelitian ini antara lain :

1. Memberikan masukan bagi para praktisi dan akademisi humas, investor relations officer mengenai upaya membentuk sikap positif investor melalui program komunikasi harian sebagai kegiatan investor relations.

2. Memberikan masukan kepada pihak perusahaan sebagai bahan evaluasi yang konstruktif dalam melaksanakan kegiatan investor relations selanjutnya.

3. Memberikan gambaran kepada perusahaan mengenai sikap investor dengan adanya program komunikasi harian sebagai kegiatan investor relations ini.

1.6 Alasan Pemilihan Masalah

Adapun yang menjadi alasan bagi penulis untuk memilih masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Kajian tentang fungsi investor relations masih relatif baru di Indonesia, sehingga baru sebagian kecil perusahaan yang namanya tercatat di bursa efek di Indonesia yang menjalankan fungsi investor relations dengan baik Hal ini didukung data berdasarkan hasil survei Mc. Kinsey & Co tahun 2000 terhadap 250 investor global, diketahui bahwa Indonesia berada di

(10)

urutan terbawah segi penerapan good corporate governance (Kretarto, 2001:3)

2. Dalam situasi persaingan bisnis yang cukup tinggi, perusahaan-perusahan yang tergantung pada modal dari masyarakat investor, perlu menerapkan fungsi investor relations yang berlandaskan prinsip-prinsip good corporate governance secara berkesinambungan (kontinyu).

3. Berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan investor relations tersebut, sikap positif dari para investor terhadap perusahaan yang dipercaya untuk mengelola dana investasinya, merupakan tujuan utama yang harus diperhatikan.

1.7 Pembatasan Masalah dan Pengertian Istilah 1.7.1 Pembatasan Masalah

Untuk menghindari terlalu banyak melebarnya pembahsan, maka ruang lingkup yang diteliti dibatasi menjadi :

1. Masalah yang dibatasi dalam penelitian ini adalah Program Komunikasi Harian sebagai kegiatan Investor Relations PT. Gemilang Sarana Abadi 2. Adapun aspek-aspek yang diteliti dalam penelitian ini adalah program

komunikasi harian yang didasarkan pada prinsip good corporate governance. Terdiri dari Accountability (akuntabilitas), Predictability (prediktabilitas), Transparency (transparansi) dan Participation (partisipasi) serta sikap positif investor yang merupakan tujuan utama

(11)

kegiatan investor relations tersebut, aspek sikap ini terdiri dari 3 komponen yaitu kognitif, afektif dan konatif.

3. Lembaga yang diteliti adalah PT. Gemilang Sarana Abadi Bandung Branch, Jln Lombok No. 32 Bandung.

4. Penelitian dilakukan mulai Oktober 2004 – April 2005.

5. Responden yang akan dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah para investor PT. Gemilang Sarana Abadi Bandung Branch.

1.7.1 Pengertian Istilah 1. Investor Relations

Merupakan bentuk khusus dari public relations yang menciptakan dan memelihara hubungan yang saling bermanfaat (menguntungkan) dengan pihak investor dan pihak lainnya dalam komunitas finansial untuk meningkatkan nilai pasar.

2. Program Komunikasi Harian

Merupakan bagian dari fungsi investor relations yang paling penting. Yaitu sebuah program komunikasi dengan para investor yang dilakukan setiap hari secara rutin. Kegiatan komunikasi mencakup kegiatan penyampaian informasi secara transparan mengenai gambaran keadaan pasar sebelum investornya melakukan transaksi, melibatkan investor dalam setiap transaksi, serta mengirimkan rekening koran kepada investor setiap melakukan transaksi, setiap harinya. Program komunikasi dengan para

(12)

investor ini bertujuan menumbuhkan loyalitas dan kepercayaan para investor terhadap perusahaan.

3. Good Corporate Governance

Terdiri dari 3 kata Good, Corporate dan Governance yang artinya tata kelola perusahaan yang baik. Good Corporate Governance terdiri dari prinsip-prinsip yang terdiri dari Accountablity, Predictability, Transparency dan Participation yang menjadi landasan bagi para investor relations practitioner (praktisi hubungan investor) dalam menjalankan fungsinya, dengan kata lain peranan investor relations practitioner secara praktis adalah melaksanakan prinsip-prinsip good corporate governance

4. Sikap Positif

Sikap merupakan keteraturan tertentu dalam hal perasaan (afeksi), pemikiran (kognisi) dan predisposisi tindakan (konasi) seseorang terhadap suatu objek di lingkungan sekitarnya. Dalam hal ini ini, sikap positif merupakan tujuan utama dari kegiatan investor relations melalui program komunikasi harian di PT. Gemilang Sarana Abadi.

5. PT. Gemilang Sarana Abadi

PT. Gemilang Sarana Abadi (GSA) adalah lembaga keuangan non bank yang menyelenggarakan jasa perdagangan yang menjembatani para investor dengan Global Money Market guna mengembangakan investasi di Forex Margin Trading (perdagangan valuta asing).

(13)

6. Forex Margin Trading

Yaitu suatu sistem perdagangan valuta asing. Inti dari pengelolaan dana yang diinvestasikan pada pasar Forex (Foreign Exchange) adalah memanfaatkan fluktuasi harga (selisih harga jual dan beli), untuk kemudian dapat diraih menjadi keuntungan bagi setiap aset yang diinvestasikan di bisnis ini. Salah satu keuntungan bertransaksi di pasar valuta global (Forex) adalah adanya Margin Trading System, yang membolehkan para nasabah/investor untuk bertransaksi dengan nilai jaminan hanya 1% saja dari seluruh transaksi yang dilakukannya. Hal ini menjadi penting artinya, mengingat kepentingan para nasabah adalah hanya untuk memanfaatkan fluktuasi selisih harga forex dan bukan untuk membeli mata uang itu sendiri. Dengan demikian, tidak perlu bagi para nasabah untuk menyediakan nilai transaksi 100% (transaksi fisik).

1.8 Kerangka Pemikiran 1.8.1 Kerangka Teoritis

Penelitian ini didasarkan pada Expectancy-Violation Theory yang dikemukakan oleh Judee Burgoon (dalam Littlejohn,1996:148) sebagai landasan pemikiran teoritis. Teori tersebut menyatakan bahwa :

“We have expectations about the behaviour of another person based on social norms as well as our previous experience with other person and situation in which behaviour occurs (Littlejohn, 1996:148).

(Kita mempunyai harapan-harapan atas perilaku orang lain berdasarkan norma-norma sosial dan juga pengalaman kita sebelumnya dengan orang lain dan situasi

(14)

Asumsi dasar dari teori ini adalah ketika kita sedang berinteraksi dengan orang lain, tentunya kita mempunyai harapan-harapan atau keinginan tertentu atas orang lain tersebut. Ketika harapan-harapan terpenuhi maka perilaku orang tersebut dinilai positif, dan ketika harapan-harapan tersebut tidak terpenuhi (violated) perilaku dinilai negatif.

Jika teori ini diaplikasikan pada penelitian, maka para investor PT. Gemilang Sarana Abadi memiliki harapan-harapan tertentu atas berbagai aspek kualitas dari investor relations yang dilakukan oleh Public Relations Officer PT. Gemilang Sarana Abadi. Ruslan (2003:52) mengatakan bahwa peranan Investor Relations Practitioner secara praktis adalah melaksanakan prinsip-prinsip Good Corporate Governance. Adapun prinsip Good Corporate Goverance mencakup :

a. Accountability (Akuntabilitas), yaitu pertanggungjawaban agar pihak perusahaan memiliki kemampuan dalam mengantisipasi pertanyaan investor atas berbagai kebijakan yang telah dilaksanakan oleh perusahaan berkaitan dengan dana yang dipercayakan oleh investor kepada perusahaan

b. Predictability (Prediktabilitas), kemampuan dalam memprediksi prospek usaha mendatang secara tepat dan rasional, yang terkait dengan kebijakan yang efektif, efisien dalam operasi dan teknis pengembangan bisnis sesuai dengan peraturan bisnis dan hukum yang berlaku.

c. Transparency (Transparansi), tersedianya informasi yang dapat dipercaya, terbuka, relevan dan mudah dimengerti yang dapat diperoleh secara mudah oleh pihak investor.

d. Participation (Partisipasi), keikutsertaan investor dalam memperoleh informasi dan data, upaya pengecekan serta proses pengambil keputusan bersama dalam perusahaan.

(Kretarto, 2001:16)

Keempat prinsip dalam Good Corporate Governance tersebut, telah menjadi acuan oleh setiap perusahaan dalam menjalankan perusahaannya dan telah

(15)

dibakukan oleh Komite Nasional Kebijakan Good Corporate Governance dalam bentuk Pedoman Good Corporate Governance yang ditetapkan pada tanggal 31 Maret 2001. Berdasarkan pada apa yang telah dikemukakan sebelumnya, Program Komunikasi Harian yang merupakan kegiatan investor relations yang utama di PT. Gemilang Sarana Abadi berperan dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip Good Corporate Governance. Sehingga harapan atas keempat prinsip investor relations tersebut diatas akan melahirkan sikap tertentu sebagai hasil evaluasi atau penilaian atas keempat prinsip tersebut apakah itu positif atau negatif.

Sikap sebagai respon timbul apabila individu dihadapkan pada suatu stimulus yang menghendaki adanya reaksi. Sikap merupakan konstelasi komponen-komponen kognitif, afektif dan konatif yang saling berinteraksi dalam memahami, merasakan dan berperilaku terhadap suatu objek.

Second & Backman dalam Azwar (2003:5) mendefinisikan sikap sebagai „keteraturan tertentu dalam hal perasaan (afeksi), pemikiran (kognisi) dan pre-disposisi tindakan (konasi) seseorang terhadap suatu aspek di lingkungan sekitarnya‟. Definisi tersebut menunjukkan bahwa sikap terdiri dari tiga komponen yaitu : komponen kognitif, komponen afektif, dan komponen konatif. Komponen kognitif merupakan representasi apa yang dipercayai individu pemilik sikap, komponen afektif merupakan masalah emosional subjektif seseorang terhadap suatu objek sikap, dan komponen konatif merupakan aspek

(16)

kecenderungan berperilaku tertentu sesuai dengan sikap yang dimiliki oleh seseorang (Azwar, 1995:24-27)

Tiga komponen sikap tersebut merupakan sub variabel dari sikap dalam penelitian ini. Respon yang akan diteliti dari ketiga sub variabel tersebut adalah : 1. Kognitif, respon berupa pernyataan pemahaman dan kepercayaan terhadap

objek. Dalam hal ini berarti pernyataan pemahaman terhadap informasi yang disampaikan dalam komunikasi harian dan mekanisme perusahaan, dan kepercayaan terhadap informasi yang disampaikan dalam program komunikasi harian serta kepercayaan terhadap perusahaan.

2. Afektif, respon berupa pernyataan perasaan terhadap objek. Dalam penelitian ini berarti pernyataan mengenai rasa senang dan rasa puas terhadap informasi yang diterima dalam program komunikasi harian dan perasaan senang dan puas terhadap kinerja perusahaan

3. Konatif, respon berupa pernyataan kecenderungan perilaku terhadap objek. Dalam penelitian ini berarti pernyataan kesediaan untuk tetap menjadi investor, pernyataan kesediaan untuk memberikan kontribusi dan dukungan terhadap perusahaan, pernyataan kesediaan untuk menambah jumlah investasi pada perusahaan, pernyataan kesediaan untuk menyampaikan informasi tentang perusahaan kepada orang lain serta pernyataan kesediaan untuk mengajak orang lain untuk menjadi investor perusahaan

Apabila harapan-harapan investor atas keempat prinsip Good Corporate Governance di atas tersebut terpenuhi, atau dengan kata lain program komunikasi

(17)

harian yang diberikan baik dan sesuai dengan keinginan dan harapan mereka, maka mereka akan menyatakan pendapat yang positif atau menilai bahwa perusahaan telah menjalankan prinsip Good Corporate Governance dengan baik. Namun apabila kualitas program komunikasi harian tersebut tidak sesuai dengan harapan mereka, dengan kata lain kurang memuaskan mereka, maka hal ini cenderung membangkitkan perhatian para investor atas program komunikasi harian yang dijalankan tersebut.

1.8.2 Kerangka Konseptual

Terdapat dua variabel utama dalam penelitian ini, yaitu : Variabel X : Program Komunikasi Harian

Variabel Y : Sikap Positif Investor

1.8.3 Kerangka Operasional

Variabel X : Program Komunikasi Harian Sub Variabel X1 : Akuntabilitas

Indikator :

Kecepatan memberi informasi yang dibutuhkan investor Kemampuan dalam menanggapi pertanyaan dari investor

Ketersediaan laporan keuangan yang dapat diandalkan mengenai pengelolaan dana investor oleh perusahaan

(18)

Sub Variabel X2 : Prediktabilitas Indikator :

Adanya jaminan hukum yang melindungi hak investor Kemampuan dalam memprediksi prospek usaha secara tepat Kemampuan dalam memberikan informasi secara rasional

Kemampuan dalam memberikan informasi yang relevan untuk pengambilan keputusan

Penyampaian informasi yang tepat waktu

Sub Variabel X3 : Transparansi Indikator :

Ketersediaan informasi yang dapat dipercaya Keterbukaan saluran informasi

Kemudahan dalam memperoleh informasi Kelengkapan informasi yang disampaikan Kejelasan informasi

Sub Variabel X4 : Partisipasi Indikator :

Adanya kesempatan bagi investor untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan bersama

(19)

Adanya kesempatan bagi investor untuk berpartisipasi dalam proses pencarian informasi

Adanya kesempatan bagi investor untuk berpartisipasi dalam melakukan evaluasi

Variabel Y : Sikap Positif Investor Sub Variabel Y 1 : Aspek Kognitif Indikator :

Pemahaman investor mengenai informasi yang disampaikan Pemahaman investor mengenai mekanisme perusahaan Kepercayaan investor terhadap informasi yang disampaikan Kepercayaan investor terhadap perusahaan

Sub Variabel Y2 : Aspek Afektif Indikator :

Rasa senang investor terhadap informasi yang diterima Rasa puas investor atas informasi yang diterima

Rasa senang investor terhadap kinerja perusahaan Rasa puas investor terhadap kinerja perusahaan

(20)

Sub Variabel Y3 : Aspek Konatif Indikator :

Kesediaan untuk tetap menjadi investor

Kesediaan investor untuk memberikan kontribusi serta dukungan terhadap perusahaan

Kesediaan investor untuk menambah jumlah investasi pada perusahaan Kesediaan investor untuk menyampaikan informasi tentang perusahaan kepada orang lain

Kesediaan investor dalam mengajak orang lain untuk menjadi investor perusahaan

1.9 Hipotesis Penelitian

Hipotesis adalah pernyataan yang bersifat dugaan mengenai hubungan antara dua variabel atau lebih (Kerlinger, 1990:30). Dalam kaitan ini peneliti merumuskan sebuah hipotesis mayor yang kemudian dijabarkan ke dalam beberapa hipotesis minor (Hadi, 1983:63) yang akan diuji kebenarannya secara empiris.

1.9.1 Hipotesis Mayor

Ho : “Tidak ada hubungan antara program komunikasi harian sebagai kegiatan investor relations PT. Gemilang Sarana Abadi dengan sikap positif investor pada perusahaan”

(21)

H1 : “Ada hubungan antara program komunikasi harian sebagai kegiatan investor relations PT. Gemilang Sarana Abadi dengan sikap positif investor pada perusahaan”

1.9.2 Hipotesis Minor

(1) Ho : Tidak ada hubungan antara akuntabilitas informasi dengan komponen kognitif investor pada perusahaan.

H1 : Ada hubungan antara akuntabilitas informasi dengan komponen kognitif investor pada perusahaan.

(2) Ho : Tidak ada hubungan antara akuntabilitas informasi dengan komponen afektif investor pada perusahaan.

H1 : Ada hubungan antara akuntabilitas informasi dengan komponen afektif investor pada perusahaan

(3) Ho : Tidak ada hubungan antara akuntabilitas informasi dengan komponen konatif investor pada perusahaan.

H1 : Ada hubungan antara akuntabilitas informasi dengan komponen konatif investor pada perusahaan

(4) Ho : Tidak ada hubungan antara prediktabilitas informasi dengan komponen kognitif investor pada perusahaan.

H1 : Ada hubungan antara prediktabilitas informasi dengan komponen kognitif investor pada perusahaan.

(22)

(5) Ho : Tidak ada hubungan antara prediktabilitas informasi dengan komponen afektif investor pada perusahaan.

H1 : Ada hubungan antara prediktabilitas informasi dengan komponen afektif investor pada perusahaan

(6) Ho : Tidak ada hubungan antara prediktabilitas informasi dengan komponen konatif investor pada perusahaan.

H1: Ada hubungan antara prediktabilitas informasi dengan komponen konatif investor pada perusahaan

(7) Ho : Tidak ada hubungan antara transparansi informasi dengan komponen kognitif investor pada perusahaan.

H1 : Ada hubungan antara transparansi informasi dengan komponen kognitif investor pada perusahaan.

(8) Ho : Tidak ada hubungan transparansi informasi dengan komponen afektif investor pada perusahaan.

H1 : Ada hubungan antara transparansi informasi dengan komponen afektif investor pada perusahaan

(9) Ho : Tidak ada hubungan antara transparansi informasi dengan komponen konatif investor pada perusahaan.

H1 : Ada hubungan antara transparansi informasi dengan komponen konatif investor pada perusahaan

(10) Ho : Tidak ada hubungan antara partisipasi investor dengan komponen kognitif investor pada perusahaan.

(23)

H1 : Ada hubungan antara partisipasi investor dengan komponen kognitif investor pada perusahaan.

(11) Ho : Tidak ada hubungan partisipasi investor dengan komponen afektif investor pada perusahaan.

H1 : Ada hubungan antara partisipasi investor dengan komponen afektif investor pada perusahaan

(12) Ho : Tidak ada hubungan antara partisipasi investor dengan komponen konatif investor pada perusahaan.

H1 : Ada hubungan antara partisipasi investor dengan komponen konatif investor pada perusahaan

1.10 Metodologi Penelitian 1.10.1 Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian korelasional. Metode ini dipilih karena sesuai dengan tujuan penelitian. Peneliti mencari dan menjelaskan apakah ada hubungan antara program komunikasi harian sebagai kegiatan investor relations PT. Gemilang Sarana Abadi dengan sikap positif investor terhadap perusahaan.

Metode korelasional adalah metode yang difokuskan pada penjelasan hubungan-hubungan antar variabel. (Singarimbun, 1987:3)

Metode korelasional tidak hanya bertujuan melukiskan secara sistematik fakta atau karakteristik bidang tertentu secara faktual dan cermat, tetapi juga

(24)

menjelaskan hubungan diantara variabel, menguji hipotesis dan melakukan prediksi.. Jadi berangkat dari pernyataan di atas, maka peneliti merasa sesuai untuk menggunakan metode korelasional untuk melaksanakan penelitian ini.

1.10.2 Teknik Pengumpulan Data

Data yang penulis peroleh dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara : 1. Angket

Pengumpulan data primer ini dilakukan dengan cara mengajukan daftar pertanyaan yang disusun secara tertulis berupa angket dan ditujukan langsung kepada responden, yakni para investor PT. Gemilang Sarana Abadi Bandung . 2. Wawancara

Yaitu teknik komunikasi langsung untuk memperoleh informasi dan data kepada berbagai pihak yang berhubungan dengan penelitian. Wawancara dilakukan kepada responden yaitu para investor dan pihak manajemen PT. Gemilang Sarana Abadi Bandung, yang diwakili oleh Ibu Tia selaku Head Sales PT. Gemilang Sarana Abadi Cabang Bandung.

1.10.3 Teknik Analisis Data 1.10.3.1 Analisis Deskriptif

Merupakan teknik analisis dengan menggunakan uraian untuk menjelaskan jawaban-jawaban yang diberikan responden dalam angket, baik mengenai data responden maupun data variabel. Data yang diperoleh dikelompokkan dan

(25)

dimasukkan ke dalam tabel tunggal dan tabel silang sehingga mempermudah penggambaran situasi.

1.10.3.2 Analisis Statistik

Untuk mengetahui derajat hubungan (koefisien korelasi) antara variabel-variabel (bebas dan terikat) diperlukan sebuah prosedur statistik yang dinamakan analisis hubungan dengan menggunakan ukuran asosiasi yang disesuaikan dengan jenis (skala pengukuran) data. (Rakhmat, 2004:27). Untuk mengetahui hubungan antara variabel, maka digunakan tes uji koefisien korelasi Rank Spearman (rs)

dengan rumus sebagai berikut :

N

N

di

r

N i s 3 1 2

6

1

(Siegel, 1997:253)

1.11 Populasi dan Sampel

Populasi adalah kumpulan objek penelitian sedangkan sampel adalah bagian yang diamati dari suatu kumpulan (Rakhmat, 2004:78).

Populasi dalam penelitian ini adalah para investor PT. Gemilang Sarana Abadi di Bandung. Berdasarkan data yang ada jumlah total investor tersebut adalah 180 orang.

Pecahan sampling 0,10 atau 0,20 sering dianggap banyak penelitian sebagai ukuran sampel yang memadai. Sebenarnya ukuran sampel tergantung

(26)

pada tingkat keseragaman, presisi yang dikehendaki, rencana analisis data dan fasilitass yang tersedia (Rakhmat, 2004:81).

Populasi tersebut diambil 25% dan mendapatkan sampel sebanyak 45 responden. Untuk menentukan siapa saja yang menjadi responden sebanyak 45 orang tersebut digunakan sampling sistematis (systematic sampling). Teknik ini digunakan dalam penelitian ini karena tersedia daftar seluruh nama dan alamat investor PT. Gemilang Sarana Abadi yang berada di Bandung sebagai kerangka sampling.

Ukuran sampel adalah 45 sampel. Berdasarkan keterangan diatas diketahui bahwa jumlah populasi (N) adalah 180. Maka sampling rasio atau perbandingan ukuran populasi dengan ukuran sampel, yakni 180/45 = 4 sehingga unsur pertama yang dipilih adalah nomor 3. Nomor-nomor berikutnya yang menjadi sampel adalah 3,7,11,15,19,….dst

1.12 Lokasi dan Waktu Penelitian

Lokasi penelitian akan dilaksanakan di Bandung. Tepatnya di PT. Gemilang Sarana Abadi (PT. GSA) Cabang Bandung, Jl. Lombok No. 32 Bandung dan di alamat-alamat para investor PT. Gemilang Sarana Abadi berada. Waktu penelitian dimulai Oktober 2004 s/d April 2005.

(27)

1.13 Organisasi Karangan

Penulisan hasil penelitian akan disusun berdasarkan organisasi karangan berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini meliputi latar belakang masalah, perumusan masalah, identifikasi masalah, tujuan Penelitian, kegunaan penelitian, pembatasan masalah, pengertian istilah, kerangka pemikiran, hipotesis penelitian, metodologi penelitian, lokasi dan waktu penelitian serta organisasi karangan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini berisi tentang tinjauan teoritis dari aspek-aspek yang diteliti, meliputi investor relations dan sikap investors, meliputi pengertian-pengertian, komponen-komponen, juga penjelasan dari landasan teori dalam penelitian ini.

Bab III OBJEK PENELITIAN

Pada bab ini, penulis memberikan gambaran mengenai profil PT. Gemilang Sarana Abadi, sejarah, visi dan misi, kegiatan-kegiatannya, dan lain-lain yang berkaitan.

BAB IV ANALISIS DATA PENELITIAN

Bab ini menjabarkan hasil penelitian, yang berupa analisis deskriptif, dan analisis statistik dari data-data penelitian baik data angket maupun wawancara.

(28)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Terdiri dari kesimpulan yang penulis ambil berdasarkan hasil penelitian, serta saran-saran yang diberikan penulis berkaitan dengan masalah yang diteliti.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :