ANALISIS PERILAKU MAHASISWI TENTANG DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA PERIKSA PAYUDARA SENDIRI (SADARI)
DI UNIVERSITAS ISLAM AS-SYAFI’IYAH TAHUN 2016
Dini Sukmalara
1. Program Studi Sarjana Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Islam As-syafi’iyah Jakarta, Indonesia
2. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Islam As-syafi’iyah Jakarta, Indonesia *email : [email protected]
ABSTRAK
Pendahuluan kanker payudara merupakan urutan pertama kasus baru dan urutan kedua kematian akibat kanker, kanker payudara bisa dicegah dan ditemukan pada stadium dini melalui Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). dari wawancara di Fakultas Kesehatan Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA) didapatkan 4 dari 10 mahasiswi (40%) yang pernah melakukan SADARI. Tujuan penelitian ini ntuk mempelajari dan menjelaskan analisis perilaku mahasiswi tentang deteksi dini kanker payudara (SADARI) di UIA Jakarta tahun 2016. Metode penelitian Penelitian ini menggunakan metode analitik pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di UIA pada Bulan Mei-Juni 2016 dengan angket menggunakan kuesioner. Populasi adalah 460 mahasiswi dari Fakultas Kesehatan dan Non Kesehatan. Sampel berjumlah 104 orang diambil dengan teknik Proporsional Random Sampling. Hasil penelitian Menunjukkan responden yang melakukan SADARI sebesar 29,8%, dari distribusi frekuensi variabel didapatkan responden berumur remaja akhir (< 20 tahun) 51,9 %, berpengetahuan rendah 60,6 %, bersikap negatif 53,8%, yang kurang mendapat dukungan orang tua (Ibu) 73,1%, yang kurang mendapat dukungan teman 59,6%, responden yang kuliah di Fakultas non Kesehatan 68,3%. Didapatkan semua variabel berhubungan signifikan terhadap perilaku SADARI (P Value < 0,05) yaitu umur (OR=3,929), pengetahuan (OR=8,785), sikap (OR=5,52), dukungan orang tua (Ibu) (OR=11,259), dukungan teman (OR=39,333) dan Fakultas (OR=3,514). Kesimpulan Diketahui variabel yang paling dominan berhubungan dengan perilaku SADARI adalah dukungan teman (OR=4,104). Saran Diharapkan pemerintah dapat membuat program kesehatan khusus untuk kalangan mahasiswa seperti seminar kesehatan tentang kanker payudara dan pencegahan dini kanker payudara (SADARI) dikampus-kampus tempat perkuliahan.
PENDAHULUAN 1. Latar Belakang
Program Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kanker Payudara yaitu
Pemeriksaan Payudara Sendiri
(SADARI) dimulai sejak tahun 2007 dan telah dicanangkan sebagai program nasional yang dicanangkan oleh Ibu Negara pada 21 April 2008. Program tersebut dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan dan Female Cancer Program (FCP) (Profil Kesehatan Indonesia, 2013). Dan dilanjutkan dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia no. 76 tahun 2010 tentang pedoman teknis pengendalian kanker payudara menyebutkan bahwa kanker payudara bisa dicegah dan ditemukan pada stadium dini dan diterapi dengan cepat maka tingkat kesembuhan yang cukup tinggi (80-90%) Melalui metode
Pemeriksaan Payudara Sendiri
(SADARI) (Kemenkes RI 2010).
Kanker merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat, baik didunia maupun di Indonesia. Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Pada tahun 2012, kanker menjadi penyebab kematian sekitar 8,2 juta orang. Pada tahun 2012 terdapat 14.067.894 kasus baru kanker dan 8.201.575 kematian akibat kanker di seluruh dunia. kanker payudara, kanker prostat, dan kanker paru merupakan jenis kanker dengan persentase kasus baru tertinggi, yaitu sebesar 43,3%, 30,7%, dan 23,1%. Kanker payudara masih menempati urutan pertama kasus baru dan urutan kedua kematian akibat kanker setelah kanker paru sebesar sebesar 43,3%,
12,9% (Globocan/IARC 2012). Jenis
kanker tertinggi pada perempuan di dunia adalah kanker payudara insidens kanker payudara sebesar (38 per 100.000 perempuan). Angka ini meningkat dari
tahun 2002, dengan insidens kanker payudara 26 per 100.000 perempuan (Globocan/IARC 2012).
Menurut ketua YKPJ dr. Sutjipto, Sp. Bonk tahun 2014, “Saat ini ada kecenderungan kanker payudara dialami oleh wanita muda/remaja (15-20 tahun).
Hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Rahmadini (2013) pada Mahasiswi Akademi Kebidanan Prima Husada Bogor menunjukkan mahasiswi yang memiliki perilaku kurang baik metode SADARI ternyata lebih besar pada kelompok pengetahuan tentang metode SADARI kurang baik (53%)
dibandingkan dengan kelompok
pengetahuan SADARI baik (30,1%) hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan
hubungan yang bermakna dengan
perilaku SADARI.
Hasil pencapaian Program
Promosi Kesehatan mengenai SADARI masih belum optimal disebabkan karenar 85% pasien kanker payudara datang ke rumah sakit dalam keadaan stadium lanjut (RS. Dharmais 2015).
2. Rumusan Masalah
Hasil pencapaian Program
Promosi Kesehatan mengenai SADARI masih belum optimal disebabkan karenar 85% pasien kanker payudara datang ke rumah sakit dalam keadaan stadium lanjut (RS. Dharmais 2015).
Berdasarkan hasil wawancara dan
pengamatan pada 10 mahasiswi di
Universitas Islam As-Syafi’iyah
didapatkan masih rendahnya mahasiswi yang berperilaku SADARI secara benar, dengan data yang diperoleh sebanyak 4
mahasiswi (40%) yang pernah
melakukan SADARI, 1 mahasisiwi (10%) yang melakukan secara teratur, dan 2 mahasiswi (20%) yang melakukan SADARI secara benar (7-10 hari) setelah menstruasi. Melihat dari hasil wawancara diatas masalah dalam penelitian ini
adalah belum pernah dilakukan evaluasi terhadap mahasiswi dalam melakukan
SADARI dan belum diketahuinya
persentase mahasiswi dalam melakukan deteksi dini kanker payudara SADARI. 3. Tujuan Penelitian
a. Tujuan Umum
Untuk mempelajari dan
menjelaskan analisis perilaku
mahasiswi tentang deteksi dini kanker payudara (SADARI) di
Universitas Islam As-Syafi’iyah
Jakarta tahun 2016. b. Tujuan Khusus
1) Untuk mempelajari dan
menjelaskan gambaran perilaku mahasiswi tentang deteksi dini kanker payudara SADARI di Universitas Islam As-Syafi’iyah Jakarta tahun 2016.
2) Untuk mempelajari dan
menjelaskan hubungan antara
umur dengan perilaku mahasiswi tentang terhadap deteksi dini kanker payudara SADARI di Universitas Islam As-Syafi’iyah Jakarta tahun 2016.
3) Untuk mempelajari dan
menjelaskan hubungan antara
pengetahuan dengan perilaku
mahasiswi tentang metode
SADARI di Universitas Islam As-Syafi’iyah Jakarta tahun 2016.
4) Untuk mempelajari dan
menjelaskan hubungan antara
sikap dengan perilaku mahasiswi tentang metode SADARI di Universitas Islam As-Syafi’iyah Jakarta tahun 2016.
5) Untuk mempelajari dan
menjelaskan hubungan antara
dukungan orangtua (Ibu) dengan
perilaku mahasiswi tentang
metode SADARI di Universitas
Islam As-Syafi’iyah Jakarta tahun 2016.
6) Untuk mempelajari dan
menjelaskan hubungan antara
dukungan teman dengan perilaku
mahasiswi tentang metode
SADARI di Universitas Islam As-Syafi’iyah Jakarta tahun 2016.
7) Untuk mempelajari dan
menjelaskan hubungan antara
Fakultas dengan perilaku
mahasiswi tentang metode
SADARI di Universitas Islam As-Syafi’iyah Jakarta tahun 2016.
8) Untuk mempelajari dan
menjelaskan variabel yang
dominan berhubungan dengan
perilaku mahasiswi tentang
metode SADARI di Universitas Islam As-Syafi’iyah Jakarta tahun 2016.
METODE PENELITIAN 1. Desain Penelitian
Penelitian ini menggunakan
metode penelitian survey analitik yaitu penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena
kesehatan itu terjadi. Kemudian
melakukan analisis dinamika korelasi antara fenomena atau antara faktor resiko dengan faktor efek. dengan rancangan survei cross sectional yaitu untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek, dengan cara pendekatan, obervasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat. survei cross sectional ini bertujuan untuk menentukan adanya hubungan sebab akibat antara umur, pengetahuan,
sikap, dukungan orangtua (Ibu),
dukungan teman dan Fakultas dengan perilaku SADARI pada mahasiswi di Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA).
2. Tempat dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian di Universitas Islam As-Syafi’iyah Jalan Jatiwaringin No. 12 Jakarta Timur. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juni 2016. 3. Populasi dan Sampel
a. Populasi
Populasi dalam penelitian adalah mahasiswi Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA) yang berjumlah 460 mahasiswi.
Tabel 1 Populasi
Kategori Keterangan Jumlah Mahasiswi Fakultas Kesehatan 1. Fakultas Ilmu Kesehatan 148 Fakultas Non Kesehatan 1. Fakultas Ekonomi 2. Fakultas Hukum 3. Fakultas Sains dan Teknologi 182 97 33 Total 460 b. Sampel Pengambilan sampel
dilakukan menggunakan teknik rata-rata, besar sampel dari hasil hasil
penelitian sebelumnya, untuk
menentukan besaran sampel uji hipotesis beda 2 proporsi (Lameshow et al, 1990 dalam Notoatmodjo 2012).
Jumlah sampel pada
penelitian ini sebanyak 94 sampel di
tambah 10% dari jumlah sampel
untuk mengantisipasi responden yang memberikan jawaban tidak lengkap, sehingga total sampel menjadi 104 sampel. Perhitungan sampel tiap kelas sebagai berikut : Fakultas Kesehatan :
Fakultas Ilmu Kesehatan =
Fakultas Non Kesehatan : Fakultas Ekonomi
=
Fakultas Hukum =
Fakultas Sains dan Teknologi =
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1. Analisis Univariat
Tabel 2 Distribusi Frekuensi Variabel Dependen dan Independen
No Variabel Kategori (n) (%) 1 Umur 1.Remaja Akhir
2.Dewasa 54 50 51,9 48,1 2 Pengetahuan Tentang Kanker Payudara dan SADARI 1.Pengetahuan Rendah 2.Pengetahuan Tinggi 63 41 60,6 39,4 3 Sikap Terhadap Kanker Payudara dan SADARI 1.Negatif 2.Positif 56 48 53,8 46,2 4 Dukungan Orang Tua (Ibu)
1.Kurang Mendukung 2.Mendukung 76 28 73,1 26,9 5 Dukungan Teman 1.Kurang Mendukung 2.Mendukung 62 42 59,6 40,4 6 Fakultas 1.Non Kesehatan 2.Kesehatan 71 33 68,3 31,7 7 Perilaku SADARI 1.Tidak Melakukan SADARI 2.Melakukan SADARI 73 31 70,2 29,8
2. Analisis Bivariat
Tabel 3 Hubungan Variabel Umur terhadap Perilaku SADARI pada Mahasisiwi di Universitas Islam
As-Syafi’iyah Tahun 2016 Umur Perilaku SADARI Total P Valu e OR Tidak Melakukan SADARI Melakuk an SADARI Remaja Akhir 45 9 54 0,0 05 3,9 29 83,3% 16,7% 100,0% Dewasa 28 22 50 56% 44% 100,0% Total 73 31 104 70,2% 29,8% 100,0%
Berdasarkan Tabel diatas dapat disimpulkan proporsi responden yang berumur remaja akhir dan melakukan SADARI sebesar 16,7%. Sedangkan
proporsi responden dengan umur
dewasa dan melakukan SADARI
sebesar 44%.
Hasil uji statistik diperoleh p= 0,005 artinya ada perbedaan proporsi yang signifikan antara responden yang
berumur remaja akhir dengan
responden berumur dewasa, atau
dengan kata lain ada hubungan antara umur dengan perilaku SADARI pada mahasiswi di Universitas Islam As-Syafi’iyah tahun 2016.
Berdasarkan hasil analisis
didapatkan Nilai OR=3,929 yang
artinya pada responden yang berumur
dewasa berpeluang melakukan
SADARI sebesar 4 kali lebih tinggi
dibandingkan dengan responden
remaja.
Tabel 4 Hubungan Variabel Pengetahuan terhadap Perilaku SADARI pada Mahasisiwi di Universitas Islam
As-Syafi’iyah Tahun 2016 Pengeta huan Perilaku SADARI Total P Value OR Tidak Melakukan SADARI Melakuka n SADARI Rendah 55 8 63 0,000 8,7 85 87,3% 12,7% 100,0% Tinggi 18 23 41 43,9% 56,1% 100,0% Total 73 31 104 70,2% 29,8% 100,0%
Berdasarkan Tabel diatas dapat disimpulkan proporsi responden yang memiliki pengetahuan rendah dan melakukan SADARI sebesar 12,7%. Sedangkan proporsi responden dengan pengetahuan tinggi dan melakukan SADARI sebesar 56,1%.
Hasil uji statistik diperoleh p = 0,000 artinya ada perbedaan proporsi yang signifikan antara responden yang
berpengetahuan rendah dengan
responden berpengetahuan tinggi, atau dengan kata lain ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku SADARI pada mahasiswi di Universitas Islam As-Syafi’iyah tahun 2016.
Berdasarkan hasil analisis
didapatkan Nilai OR=8,785 yang
artinya pada responden yang
berpengetahuan tinggi berpeluang
melakukan SADARI sebesar 9 kali
lebih tinggi dibandingkan dengan
Tabel 5 Hubungan Variabel Sikap terhadap Perilaku SADARI pada Mahasisiwi di Universitas Islam
As-Syafi’iyah Tahun 2016 Sikap Perilaku SADARI Total P Val ue OR Tidak Melakukan SADARI Melakukan SADARI Negatif 48 8 56 0,0 00 5,5 2 85,7% 14,3% 100,0% Positif 25 23 48 52,1% 47,9% 100,0% Total 73 31 104 70,2% 29,8% 100,0%
Berdasarkan Tabel diatas dapat disimpulkan proporsi responden yang memiliki sikap negatif dan melakukan SADARI sebesar 14,3%. Sedangkan proporsi responden dengan sikap positif dan melakukan SADARI sebesar 47,9%.
Hasil uji statistik diperoleh p = 0,000 artinya ada perbedaan proporsi yang signifikan antara responden yang bersikap negatif dengan responden bersikap positif, atau dengan kata lain ada hubungan antara sikap dengan perilaku SADARI pada mahasiswi di Universitas Islam As-Syafi’iyah tahun 2016.
Berdasarkan hasil analisis
didapatkan Nilai OR=5,52 yang artinya pada responden yang bersikap positif
berpeluang melakukan SADARI
sebesar 6 kali lebih tinggi dibandingkan dengan responden bersikap negatif.
Tabel 6 Hubungan Variabel Dukungan Orang Tua (Ibu) terhadap Perilaku SADARI pada Mahasisiwi di Universitas
Islam As-Syafi’iyah Tahun 2016
Dukungan Orang Tua (Ibu) Perilaku SADARI Total P Val ue O R Tidak Melakukan SADARI Melakukan SADARI Tidak Mendukung 64 12 76 0,00 0 11 ,2 59 84,2% 15,8% 100,0% Mendukung 9 19 28 32,1% 67,9% 100,0% Total 73 31 104 70,2% 29,8% 100,0% Berdasarkan Tabel diatas dapat disimpulkan proporsi responden yang memiliki dukungan orang tua (Ibu) yang tidak mendukung dan melakukan SADARI sebesar 15,8%. Sedangkan proporsi responden dengan dukungan orang tua (Ibu) yang mendukung dan melakukan SADARI sebesar 67,9%.
Hasil uji statistik diperoleh p = 0,000 artinya ada perbedaan proporsi yang signifikan antara dukungan orang tua (Ibu) yang tidak mendukung dengan responden dukungan orang tua (Ibu) yang mendukung, atau dengan kata lain ada hubungan antara dukungan orang tua (Ibu) dengan perilaku SADARI pada mahasiswi di Universitas Islam As-Syafi’iyah tahun 2016.
Berdasarkan hasil analisis
didapatkan Nilai OR=11,259 yang artinya pada responden yang dengan
dukungan orang tua (Ibu) yang
mendukung berpeluang melakukan
SADARI sebesar 11 kali lebih tinggi
dibandingkan responden dengan
dukungan orang tua (Ibu) yang tidak mendukung.
Tabel 7 Hubungan Variabel Dukungan Teman terhadap Perilaku SADARI pada
Mahasisiwi di Universitas Islam As-Syafi’iyah Dukung an Teman Perilaku SADARI Total P Value OR Tidak Melakukan SADARI Melakukan SADARI Tidak Menduku ng 59 3 62 0,000 39,3 33 95,2% 4,8% 100,0% Menduku ng 14 28 42 33,3% 66,7% 100,0% Total 73 31 104 70,2% 29,8% 100,0%
Berdasarkan Tabel diatas dapat disimpulkan proporsi responden yang memiliki dukungan teman yang tidak mendukung dan melakukan SADARI sebesar 4,8%. Sedangkan proporsi responden dengan dukungan teman
yang mendukung dan melakukan
SADARI sebesar 66,7%.
Hasil uji statistik diperoleh p = 0,000 artinya ada perbedaan proporsi yang signifikan antara dukungan teman
yang tidak mendukung dengan
responden dukungan teman yang
mendukung, atau dengan kata lain ada hubungan antara dukungan teman
dengan perilaku SADARI pada
mahasiswi di Universitas Islam As-Syafi’iyah tahun 2016.
Berdasarkan hasil analisis
didapatkan Nilai OR=39,333 yang artinya pada responden yang dengan dukungan teman yang mendukung berpeluang lebih tinggi melakukan SADARI sebesar 39 kali lebih tinggi
dibandingkan responden dengan
dukungan teman yang tidak
mendukung.
Tabel 8 Hubungan Variabel Fakultas terhadap Perilaku SADARI pada Mahasisiwi di Universitas Islam
As-Syafi’iyah Tahun 2016 Fakultas Perilaku SADARI Total P Val ue OR Tidak Melakukan SADARI Melakukan SADARI Non Kesehatan 56 15 71 0,0 09 3,5 14 78,9% 21,1% 100,0% Kesehatan 17 16 33 51,5% 48,5% 100,0% Total 73 31 104 70,2% 29,8% 100,0% Berdasarkan Tabel diatas dapat disimpulkan proporsi responden yang kuliah di Fakultas Non Kesehatan dan melakukan SADARI sebesar 21,1%. Sedangkan proporsi responden yang kuliah pada Fakultas Kesehatan dan melakukan SADARI sebesar 48,5%.
Hasil uji statistik diperoleh p = 0,009 artinya ada perbedaan proporsi yang signifikan antara responden yang kuliah pada Fakultas Non Kesehatan dengan responden yang kuliah pada Fakultas Kesehatan, atau dengan kata lain ada hubungan antara Fakultas
dengan perilaku SADARI pada
mahasiswi di Universitas Islam As-Syafi’iyah tahun 2016.
Berdasarkan hasil analisis
didapatkan Nilai OR=3,514 yang artinya pada responden yang kuliah pada
Fakultas Kesehatan berpeluang
melakukan SADARI sebesar 4 kali lebih tinggi dibandingkan responden yang kuliah pada Fakultas Non Kesehatan.
3. Analisis Multivariat
Tabel 9 Hasil Analisis Multivariat Regresi Logistik Model Akhir antara Variabel Independen dengan Variabel
Dependen
No Variabel p Value OR
1 Umur 0,035 0,475
2 Dukungan Teman 0,002 4,104
3 Fakultas 0,013 0,319
Berdasarkan tabel diatas hasil analisis multivariat regresi logistik model akhir didapatkan hasil bahwa variabel yang berhubungan bermakna dengan perilaku SADARI adalah umur, dukungan teman dan fakultas.
Dari hasil analisis didapatkan nilai OR tertinggi adalah variabel dukungan teman yaitu OR=4,104, artinya variabel dukungan teman adalah
variabel yang paling dominan
behubungan dengan perilaku SADARI pada mahasiswi Universitas Islam As-Syafi’iyah. Dengan arti lain responden
dengan dukungan teman yang
mendukung mempunyai peluang 4 kali
melakukan SADARI dibandingkan
responden dukungan teman yang
kurang mendukung setelah dikontrol dengan variabel umur dan fakultas. KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang
dilakukan pada mahasiswi Universitas Islam As-Syaf’iyah tahun 2016, dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Mahasiswi yang melakukan SADARI
sebesar 29,8 %.
2. Karakteristik responden mahasiswi yang berumur remaja akhir (< 20 tahun)
sebesar 51,9% mahasiswi yang
berpengetahuan rendah sebesar 60,6%, mahasiswi yang bersikap negatif sebesar 53,8%, mahasiswi yang dukungan orang tua (Ibu) kurang mendukung sebesar
73,1%, mahasiswi yang dukungan teman kurang mendukung sebesar 59,6%, mahasiswi yang kuliah di Fakultas Non Kesehatan sebesar 68,3% dan mahasiswi
yang berperilaku tidak melakukan
SADARI 70,2%.
3. Analisis Bivariat variabel yang
berhubungan signifikan terhadap perilaku
SADARI yaitu variabel umur,
pengetahuan, sikap, dukungan orang tau (Ibu) dukungan teman dan Fakultas.
4. Analisis Multivariat variabel yang
dominan umur, dukungan teman dan fakultas.
5. Variabel yang paling dominan yang
berhubungan terhadap perilaku SADARI
adalah variabel dukungan teman,
dengan OR=4,104, artinya responden yang memiliki dukungan dari teman mempunyai peluang 4 kali lebih tinggi
melakukan SADARI dibandingkan
responden yang kurang memiliki
dukungan dari teman. SARAN
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, penulis menyarankan beberapa saran sebagai berikut :
1. Universitas Islam As-Syafi’iyah
Diharapakan kepada Badan
Eksekutif Mahasiswa (BEM) pada
seluruh Fakultas untuk membuat forum diskusi kesehatan khususnya tentang kanker payudara dan pencegahan dini
kanker payudara (SADARI) yang
berguna untuk menambah ilmu dan wawasan mahasiswa dalam berperilaku SADARI.
2. Dinas Kesehatan Jakarta Timur
Diharapkan dapat membuat
program kesehatan khusus untuk
kalangan mahasiswa seperti seminar kesehatan tentang kanker payudara dan
pencegahan dini kanker payudara
(SADARI) dikampus-kampus tempat perkuliahan.
3. Institusi Pendidikan
Diharapkan dapat melakukan
kerjasama dengan pihak pemerintah PUSKESMAS setempat mengadakan
forum diskusi kesehatan, seminar
kesehatan serta pemberdayaan
mahasiswa dalam program
PUSKESMAS Pelayanan Kesehatan
Peduli Remaja (PKPR) khususnya
tentang kanker payudara dan pencegahan dini kanker payudara (SADARI) yang berguna untuk mengajak mahasiswi dalam praktek perilaku SADARI.
4. Penelitian Selanjutnya
Diharapakan dapat melakukan penelitian ya n g lebih luas tentang SADARI dengan populasi yang lebih besar untuk memperoleh hasil yang lebih umum dan lebih akurat.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Edisi Revisi IV. Jakarta: Rineka Cipta. Bantas, K. (2008). Epidemiologi Karsinoma
Payudara Pada Wanita (Breast Cancer). Paper Presented at Kuliah Epidemiologi Tidak Menular. FKM UI.
Departemen Kesehatan RI. (2009). Buku
Saku Pencegahan Kanker Leher Rahim & Kanker Payudara. Jakarta :
Direktorat Pengendalian Penyakit
Tidak Menular. Dirjen PP & PL. Jakarta : Kemenkes RI.
International Agency for Research on
Cancer (IARC)/WHO. (2012).
GLOBOCAN 2012: Estimated cancer incidence, mortality, and prevalence worldwide in 2012. Diakses melalui http://globocan.iarc.fr/Pages/fact_shee ts_population. Akses pada tanggal 9 Februari 2016.
Kementerian Kesehatan RI. (2015). Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan Situasi Penyakit Kanker.
Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI. Jakarta: Kemenkes RI.
_____________________. (2015).
Infodatin. Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI. Jakarta: Kemenkes RI.
_____________________. (2013). Profil
Kesehatan Indonesia. Jakarta: Badan Litbang Kemenkes RI.
_____________________. (2013). Riset
Kesehatan Dasar (RISKESDAS). Jakarta: Badan Litbang Kemenkes RI.
Notoatmodjo S. (2007). Promosi Kesehatan
dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.
__________. (2010). Ilmu Perilaku
Kesehatan. Jakarta Rineka Cipta.
__________. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
__________. (2012). Promosi Kesehatan
dan perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Prawirohardjo S. (2010). Ilmu Kebidanan. Edisi 4. Jakarta : Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Profil UIA. (2015). Universitas Islam As-Syafi’iyah Jakarta.
Rasjidi, I. (2009). Deteksi Dini dan
Pencegahan Kanker Pada Wanita. Jakarta: Sagung Seto.
Rumah Sakit Dharmais Pusat Kanker
Nasional. Informasi dan Pasien
Kanker Payudara.
http://www.dharmais.co.id/index.php/
kanker-payudara.html Akses pada
tanggal 18 Februari 2016.
Sabri, L, Priyo, H, S. (2014). Statistik Kesehatan. Jakarta: Rajawali Pers.
Sarwono, S. (2012). Psikologi Remaja.
Jakarta : Raja Grafindo Persada. Sutjipto. (2014). Dalam Buletin Pita Pink
2014. Jakarta: Yayasan Kanker Payudara Jakarta.
Yayasan Kanker Payudara Indonesia.
Deteksi dini Kanker Payudara.
Jakarta.
http://pitapink-ykpi.or.id/kanker-payudara/. Akses