1.1 Latar Belakang
Pesatnya perkembangan ekonomi negara mendorong ketatnya persaingan suatu perusahaan di dalamnya yang ingin membuktikan eksistensinya dalam
perekonomian negara bahkan dunia. Maka tidak heran sekarang ini semakin banyak perusahaan-perusahaan di indonesia yang berlomba-lomba dalam
memajukan dan mengembangkan perusahaannya. Dilihat dari munculnya perusahaan-perusahaan baru yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Ini membuktikan bahwa perekonomian suatu negara semakin membaik dan dapat
memajukan perekonomian negara. Dengan cara menciptakan suatu lapangan pekerjaan untuk para lulusan-lulusan sarjana dan masyarakat pada umumnya.
Seiring pesatnya perusahaan-perusahaan go publik di indonesia, permintaan atas audit laporan keuangan yang menjadi sumber informasi penting
bagi para pemakai laporan keuangan yang sekarang ini semakin tinggi. Begitu juga informasi yang di sajikan oleh pihak-pihak yang berkepentingan dapat bermanfaat bila disajikan secara akurat dan tepat pada saat di butuhkan oleh
pemakai laporan keuangan, namun informasi tidak lagi bermanfaat bila tidak disajikan secara akurat dan tepat waktu.
sebagai salah satu dasar pengambilan keputusan untuk membeli atau menjual
kepemilikan yang dimiliki oleh investor, artinya informasi laba dari laporan keuangan yang dipublikasikan akan menyebabkan kenaikan atau penurunan harga
saham (Supriyati, 2007 dalam Sugiarto, 2012).
Di samping itu ketepatan waktu (timeliness) merupakan kewajiban bagi perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta untuk menyampaikan laporan
keuangan secara berkala. Bahkan audit harus dilakukan dengan kecermatan, ketelitian dan perencanaan yang matang atas dasar bukti-bukti yang lengkap. Hal
ini yang kadang menyebabkan lamanya suatu proses pengauditan dilakukan, sehingga publikasi laporan keuangan yang diharapkan secepat mungkin menjadi
terlambat.
Berdasarkan peraturan Pasar Modal No.KEP 80/PM/1996 mengenai penyampaian laporan keuangan menyatakan bahwa perusahaan yang terdaftar
dalam pasar modal wajib menyampaikan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit kepada Bapepam selambat-lambatnya 120 hari terhitung sejak tanggal berakhirnya tahun buku. Peraturan tersebut kemudian diperbaharui dengan
dikeluarkannya keputusan No.KEP 36/PM/2003 oleh Ketua Bapepam tentang kewajiban penyampaian laporan keuangan secara berkala yang mulai berlaku
untuk laporan keuangan yang berakhir pada 31 Desember 2003. Laporan keuangan harus disampaikan kepada Bapepam selambat-lambatnya pada akhir bulan ketiga setelah tanggal laporan keuangan tahunan (Puspitasari dan
Harian Bisnis Indonesia (11/02/2013), mengutip ada tiga emiten terkena
denda atas keterlambatan penyampaian laporan keuangan. Produsen migas dari Grup Bakrie Energi Mega serta Citra Kebun mendapatkan sanksi denda
masing-masing Rp50 juta dan peringatan tertulis II. Keduanya belum menyampaikan laporan keuangan per 30 September 2012. Sementara itu, Berlian Tanker terkena sanksi tambahan denda Rp150 juta dan peringatan tertulis III. Sanksi denda jatuh
karena perseroan tidak menyampaikan laporan keuangan unaudited untuk laporan keuangan interim per 30 September 2012 dan laporan keuangan per 31 Desember
2011. Hal ini disampaikan Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Perusahaan Sektor Riil BEI I Gede Nyoman Yetna dan Kepala Divisi Penilaian Sektor Jasa BEI Umi
Kulsum, Jumat (8/2). Dari total 454 perusahaan, 448 perusahaan telah menyampaikan laporan keuangan dan enam lainnya belum menyampaikan. Sembilan emiten tidak wajib menyampaikan laporan karena mereka listing di
bursa antara November 2012-Januari 2013 (Prasongkoputra, 2013).
Dari contoh kasus tersebut terlihat bahwa perusahaan yang terlambat dalam mempublikasikan laporan keuangan akan mendapat denda dari regulator,
namun sebenarnya denda tersebut tidak sebanding dengan kerugian yang akan didapat investor dan pengguna laporan keuangan lainnya karena mereka tidak
akan bisa mengambil keputusan di pasar saham. Menurut (Wiwik, 2006 dalam Prasongkoputra, 2013) keterlambatan publikasi laporan keuangan sangat merugikan investor karena dapat meningkatkan asimetris informasi di pasar,
insider trading, dan memunculkan rumor yang membuat pasar menjadi tidak
Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang
digunakan sebagai informasi oleh investor, calon investor, manajemen, kreditor, regulator, dan para pengguna lainnya untuk mengambil keputusan. Laporan
keuangan juga memiliki fungsi sebagai suatu instrument untuk mengukur kinerja perusahaan. Para pengguna laporan keuangan membutuhkan laporan keuangan yang akurat dan tepat waktu dalam pengambilan keputusan (Prasongkoputra,
2013).
Perbedaan waktu antara tanggal laporan keuangan dengan tanggal opini
audit sebagai faktor dalam laporan keuangan mengindikasikan tentang lamanya waktu penyelesaian audit yang dilakukan oleh auditor, sekaligus nilai informatif
laporan keuangan bagi para pengguna laporan keuangan kondisi ini sering disebut sebagai Audit Delay (Sugiarto, 2012). Audit Delay yang melewati batas waktu ketentuan Bapepam-LK, tentu berakibat pada keterlambatan publikasi laporan
keuangan. Keterlambatan publikasi laporan keuangan tersebut dapat mengindikasikan adanya masalah dalam laporan keuangan emiten, sehingga memerlukan waktu yang lebih lama dalam penyelesaian audit (Widosari, 2012)
Berdasarkan pemaparan sudah tertara sebelumnya, penelitian ini bermaksud mengkaji mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi panjang
pendeknya audit delay. Beberapa penelitian mengenai audit delay sebelumnya telah dilakukan. Penelitian ini merupakan kelanjutan dari penelitian-penelitian terdahulu yang telah memperoleh simpulan mengenai faktor-faktor yang
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi audit delay, seperti
profitabilitas, solvabilitas, ukuran perusahaan dan ukuran KAP. Auditor cenderung akan memerlukan waktu yang lebih banyak dalam mengaudit
perusahaan yang memiliki ukuran perusahaan lebih besar. Salah satu ukuran perusahaan ini dapat dinilai dengan total aset perusahaan. Hal ini senada dengan penelitian yang dilakukan oleh Modugu (2012) yang meneliti
perusahaan-perusahaan di Nigeria dan Ayoib (2008) yang meneliti perusahaan-perusahaan-perusahaan-perusahaan di Malaysia, hasilnya ukuran perusahaan memiliki pengaruh signifikan terhadap
audit delay (Prasongkoputra, 2013).
Beberapa penelitian mengenai audit delay telah dilakukan Indriyani dan
Supriyati (2012), Juanita dan Satwiko (2012), Tiono (2013), dalam penelitiannya menyatakan bahwa variabel profitabilitas tidak berpengaruh terhadap audit delay. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Lianto dan Kusuma (2010), Parwati
dan Suharjo (2009), Prabowo dan Marsono (2013), Efendi dan Utami (2012) menyatakan bahwa variabel profitabilitas mempunyai pengaruh terhadap audit delay. Hasil dari penelitian-penelitian tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi
peneliti untuk meneliti kembali tentang faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay, karena dari hasil penelitian sebelumnya terdapat kesimpulan yang
berbeda-beda sehingga peneliti merasa tertantang untuk melakukan penelitian kembali.
Penelitian dilakukan Puspitasari dan Sari (2012), Utami (2006),
Penelitian dilakukan, seperti yang dilakukan oleh Kartika (2009),
Puspitasari dan Sari (2012), Rachmawati (2008), Prabowo dan Marsono (2013, Efendi dan Utami (2012) dan Kartika (2011) menyatakan bahwa ukuran
perusahaan berpengaruh terhadap audit delay. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Juanita (2012), Tiono (2013), Parwati dan Suharjo (2009) menyatakan bahwa variabel ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap audit
delay.
Sedangkan penelitian sebelumnya yang menguji tentang variabel ukuran
kantor akuntan publik juga dilakukan oleh. Rahmawati (2008), Puspitasari dan Sari (2012), Kusumawardani (2013), Purwati dan Suharjo (2009) menyatakan bahwa ukuran kantor akuntan publik memiliki pengaruh yang signifikan baik
terhadap audit delay.
Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji kembali penelitian yang dilakukan
oleh (Rahmawati,2008). Perbedaan penelitian yang akan dilakukan adalah pengaruh faktor internal dan eksternal perusahaan terhadap audit delay dan
Timeliness pada perusahaan manufaktur yang terdaftar pada Jakarta Stock Exchange. Sedangkan dalam penelitian ini yaitu pengaruh faktor internal dan eksternal perusahaan terhadap audit delay pada perusahaan yang terdaftar di
Bursa Efek Jakarta periode penelitian 2011-2013. Selain itu objek penelitian dalam penelitian ini juga berbeda, dalam penelitian ini menggunakan sampel perusahaan consumer goods. Peneliti sebelumnya menggunakan variabel
(Profitabilitas, Solvabilitas, Ukuran Perusahaan dan Ukuran Kantor Akuntan
Publik).
Penelitian ini penting dilakukan karena ketepatan waktu (audit delay)
penyampaian laporan keuangan sangat penting karena mempengaruhi nilai manfaat dari laporan keuangan yang dilaporkan. Semakin terlambat laporan keuangan disampaikan maka semakin berkurang manfaat bagi investor, calon
investor, kreditor, manajer, regulator dan para pengguna laporan keuangan lainnya untuk mengambil keputusan.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, maka permasalahannya
adalah :
1. Apakah profitabilitas, solvabilitas, ukuran perusahaan dan ukuran
kantor akuntan publik secara simultan berpengaruh signifikan
terhadap audit delay ?
2. Apakah profitabilitas secara parsial berpengaruh signifikan terhadap
audit delay ?
3. Apakah solvabilitas secara parsial berpengaruh signifikan terhadap
audit delay ?
4. Apakah ukuran perusahaan secara parsial berpengaruh signifikan
terhadap audit delay ?
5. Apakah ukuran kantor akuntan publik secara parsial berpengaruh
1.3 Pembatasan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, maka permasalahan dalam penelitiann ini terdapat pada profitabilitas, solvabilitas, ukuran perusahaan
dan ukuran kantor akuntan publik, selain itu data yang digunakan lebih fokus pada perusahaan consumer goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan
perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan auditan tahunan 31 Desember 2011-2013.
1.4 Tujuan penelitian
Tujuan penelitian yang ingin dicapai oleh peneliti adalah :
1. Menguji pengaruh profitabilitas, solvabilitas, ukuran perusahaan dan
ukuran kantor akuntan publik secara simultan terhadap audit delay. 2. Menguji pengaruh profitabilitas secara parsial terhadap audit delay.
3. Menguji pengaruh solvabilitas secara parsial terhadap audit delay. 4. Menguji pengaruh ukuran perusahaan secara parsial terhadap audit
delay.
5. Menguji pengaruh ukuran kantor akuntan publik secara parsial
terhadap audit delay.
1.5 Manfaat Penelitian
1.5.1 Bagi pengguna laporan keuangan
meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan audit dengan
mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi audit delay. Dan membantu pengguna laporan keuangan atau investor guna memperoleh
gambaran mengenai penyebab terjadinya audit delay serta dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi pengambilan keputusan investasi bagi investor atau keputusan kredit bagi kreditor serta
manajemen untuk menilai pentingnya audit delay bagi para pengguna laporan keuangan.
1.5.2 Bagi Akademik
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pengetahuan baru serta
refrensi mengenai fahtor-faktor yang mempengaruhi audit delay.
1.5.3 Bagi Peneliti
Bagi peneliti yaitu untuk menambah pegetahuan mengenai