Penerapan Metode Hill Climbing Untuk Pencarian Rute Lokasi Kuliner Terdekat Di Sumatera Utara Berbasis Android
Oleh : Muhammad Shodiq
PENERAPAN METODE HILL CLIMBING UNTUK PENCARIAN RUTE
LOKASI KULINER TERDEKAT DI SUMATERA
UTARA BERBASIS ANDROID
Muhammad Shodiq1, Nelly Astuti Hasibuan2, Sony Bahagia Sinaga3 1Mahasiswa Teknik Informatika STMIK Budidarma Medan
2, 3Dosen Tetap STMIK Budidarma Medan Jl. Sisingamangaraja No. 338 Simpang Limun Medan
http://stmik-budidarma.ac.id // Email : [email protected] ABSTRAK
Perkembangan gadget yang kian pesat seseorang cenderung memilih untuk memanfaatkan perangkat mobilenya sebagai media untuk mencari lokasi – lokasi terdekat untuk memenuhi kelangsungan kebutuhan kehidupannya. Dengan Lokasi – lokasi yang sering dicari oleh seseorang seperti lokasi kuliner. Seseorang akan mencari lokasi terdekat dari tempat tinggalnya sehingga tidak memakan waktu dan biaya.
Tujuan dari penerapan algoritma Hill Cimbing pada aplikasi ini adalah untuk menghasilkan suatu aplikasi smartphone yang dapat mengetahui dan menampilkan lokasi tertentu. Aplikasi ini dibuat dengan menggunakan aplikasi eclipse merupakan aplikasi pengembangan Java/Android, memiliki plugins yang dapat membuat project yang berbasis Android ADT (Android Development Tools) dan menggunakan JSON (JavaScript Object Notation JavaScript). Dalam aplikasi ini terintegrasi dengan layanan Google Map dalam penentuan jalur antara user dengan suatu tempat, hal ini memudahkan aplikasi dalam penerapan algoritma yang berhubungan dengan layanan lokasi. Selain itu, keakuratan posisi user yang diterima GPS Android bisa meleset beberapa meter dari posisi user sekarang berada tergantung perangkat hardware GPS di handsetuser gunakan.
Penerapan metode Hill Climbing Search sepenuhnya menggunakan informasi dari server yang telah disediakan, sehingga pemberian data kepada user sepenuhnya tergantung pada ketersediaan server, jika server tidak hidup maka aplikasi tidak dapat diakses oleh user.
Kata Kunci : Lokasi Kuliner, Android ,Algorima Hill Climbing. 1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah
Pada saat ini perkembangan ilmu teknologi berkembang pesat, terutama dibidang handphone. Banyak sistem operasi yang digunakan pada
handphone, salah satu sistem operasi yang banyak
digunakan adalah android. Di dalam sistem operasi android ini banyak aplikasi – aplikasi yang disediakan oleh pihak google melalui google
playstore, diantaranya BBM, LINE, Wechat,
Instagram dan lain – lain. Android menyediakan
platform terbuka bagi para pengembang untuk
menciptakan aplikasi. Oleh karena itu, siapa saja bisa menambah aplikasi yang ada di dalam sistem operasi android ini, salah satunya yaitu aplikasi pencarian rute. Untuk menuju ke suatu tempat, ada beberapa rute yang bisa ditempuh . Dalam membuat rute pencarian terdekat menggunakan metode Hill Climbing diperlukan node atau titik sebagai pembanding jaraknya. Node - node didapat dari rute yang memiliki dua atau lebih persimpangan rute. Node – node sebelumnya disimpan terlebih dahulu sehingga dapat memberikan tingkat keakuratan dari rute tersebut.
Dengan akses jalur yang bervariasi dan banyak. Tetapi tidak semua akses jalur tersebut efektif dan efisien mengingat tiap rute memiliki kendala tersendiri antara lain misalnya jalur A memiliki banyak persimpangan, jalur B terlalu banyak tikungan, jalur C terlalu banyak lampu lalu lintas dan sebagainya. Untuk itu pencarian rute terpendek merupakan salah satu alternatif yang menjadi opsi untuk mencapai tujuannya.
Banyak para penikmat kuliner menginginkan rute yang efisien untuk menuju tempat wisata tujuan. Masih banyak para wisatawan yang tidak mengetahui rute yang efisien untuk menuju tempat wisata yang akan di tuju. Karena banyak terdapat beberapa pilihan rute yang bisa dilalui dengan jarak dan waktu yang berbeda pada masing – masing rute. Kondisi ini yang menyebabkan mengapa dilakukan pencarian rute. Banyak tempat wisata yang ingin di tuju di Sumatera Utara salah satunya yaitu wisata kuliner, kuliner di kota medan bermacam – macam jenisnya, diantaranya ialah bika ambon, meski sekarang ketenarannya bika ambon mulai digeser dengan bolu meranti. Masih banyak orang yang membeli bika ambon sebagai
Penerapan Metode Hill Climbing Untuk Pencarian Rute Lokasi Kuliner Terdekat Di Sumatera Utara Berbasis Android
Oleh : Muhammad Shodiq
oleh – oleh. Selain kedua makanan tersebut yang tidak kalah pentingnya adalah durian.
Medan sangat terkenal dengan duriannya yang besar – besar dan manis. Di Medan, anda bisa menikmati durian di pinggir jalan sambil duduk dan bersantai bersama keluarga . Tidak hanya itu, pancake durian memperkaya kuliner Medan dengan tampilan utuh daging durian. Sehingga pancake durian ini sangat digemari oleh banyak orang, mulai dari anak – anak hingga orang dewasa. Banyak metode yang berkaitan dengan pencarian rute salah satunya adalah metode Hill Climbing.
Permasalahan utama pencarian rute terpendek tentu saja mencari rute atau rute terpendek yang mudah diakses. Namun, untuk penerapannya persoalan ini dapat dikembangkan lebih luas lagi diantaranya untuk mencari biaya minimum dan rute perjalanan terpendek.. Oleh sebab itu, penulis tertarik merancang perangkat lunak dalam skripsi dengan judul “ Penerapan Metode Hill Climbing Untuk Pencarian Rute Lokasi Kuliner Terdekat Di Sumatera Utara Berbasis Android”
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas maka penulis dapat merumuskan masalah – masalah sebagai berikut : 1. Bagaimana mencari rute terpendek untuk lokasi
kuliner di Medan?
2. Bagaimana menerapkan metode Hill Climbing
Search pada pencarian rute terpendek untuk
lokasi kuliner di Medan?
3. Bagaimana merancang aplikasi pencarian lokasi kuliner yang terdekat menggunakan android? 1.3 Batasan masalah
Batasan masalah adalah hal yang sangat penting untuk ditentukan terlebih dahulu sebelum sampai pada tahap pembahasan selanjutnya. Adapun batasan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah :
1. Tool untuk merancang database adalah Sqlite. 2. Mengingat jalan yang ada di kota Medan sangat
banyak penulis hanya membahas jalan yang ada di kota medan yang meliputi : Jln. Kruing, Jln. Mojopahit, Jln. Jendral Ahmad Yani, Jln. Setia budi, dan Jln. Mangkubumi,
3. Rute yang dilalui adalah jalur protocol dan jalur alternative
4. Banyak metode yang terdapat di AI (Artificial
Intelegence) namun penulis Hanya membahas Simple Hill Climbing.
5. Tools yang digunakan untuk merancang aplikasi ini adalah Eclipse Juno dan emulatornya adalah
emulator android dengan platform 2.2 Froyo.
6. Aplikasi ini akan dijalankan pada smartphone yang telah didukung dengan sistem operasi
android versi 2.2 Froyo sampai dengan 4.1 Jelly Bean tidak lebih
1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.4.1 Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah di atas, adapun yang menjadi tujuan dari pembuatan penelitian ini adalah :
1. Mencari rute terpendek untuk lokasi kuliner di Medan
2. Menerapkan metode Hill Climbing Search pada pencarian rute terpendek untuk lokasi kuliner di Medan
3. Merancang aplikasi pencarian lokasi kuliner yang terdekat menggunakan android.
1.4.2 Manfaat Penelitian
Adapun skripsi ini diharapkan memberikan manfaat berupa :
1. Mempersingkat jarak tempuh yang ingin dilalui untuk mencapai tujuan sebuah objek.
2. lokasi kuliner yang terdekat di sumatera utara sesuai dengan posisi konsumen pada saat itu. 3. Menghemat waktu dan biaya dalam mencari
lokasi kuliner terdekat di Sumatera Utara. 2. Landasan Teori
2.1 Penerapan
Menurut Munir Yusuf (2010:1), “Implementasi (penerapan) bukan sekadar aktivitas, tetapi suatu kegiatan yang terencana dan dilakukan secara sungguh-sungguh berdasarkan acuan norma tertentu untuk mencapai tujuan kegiatan” (www.muniryusuf.org, tanggal akses : 26 Desember 2015).
2.2 AI ( Artificial Intelligence)
Artificial Intelligence sebagai kecerdesan
buatan, kecerdasan artificial, intelijensia artificial atau intelijensia buatan. Para ahli mendefenisikan tentang Artificial Intelligence secara berbeda – beda tergantung pada sudut pandang mereka masing – masing. Ada yang fokus pada logika berfikir manusia saja, tetapi ada juga yang mendefenisikan
Artificial Intelligence secara lebih luas pada tingkah
laku manusia (Suyanto, Artificial Intelligence, 2014 : 3)
2.2.1 Pencarian
Pencarian atau pelacakan merupakan salah satu teknik untuk menyelesaikan permasalahan
Artificial Intelligence (AI) (Anita Desiani dan
Muhammad Arhami, Konsep Kecerdasan Buatan,2006 : 23 ).
2.1.1.1 Pencarian Mendalam
Penerapan Metode Hill Climbing Untuk Pencarian Rute Lokasi Kuliner Terdekat Di Sumatera Utara Berbasis Android
Oleh : Muhammad Shodiq
Pencarian yang mendalam (Exhaustive Search
Strategy) dilakukan dengan menggunakan Breadth First Search dan Depth First Search, merupakan
pencarian buta (Blind Search). 2.1.1.2 Pencarian Heuristik
Pencarian buta (Uninformed atau Blind
Search) umumnya kurang efisien. Hal ini
disebabkan oleh waktu akses yang cukup lama dan besarnya memori yang diperlukan. Untuk mengatasi kelemahan ini maka penambahan domain pengetahuan akan menghasilkan suatu proses pencarian dan investasi baru.
2.1.1.2.1 Hill Climbing
Metode ini hampir sama dengan metode
Generate and Test dan merupakan salah satu variasi
dari metode tersebut. Yang membedakan tersebut. Yang membedakan kedua metode ini adalah umpan balik (Feedback) yang berasal dari prosedur pengujian digunakan untuk memutuskan arah gerak dalam pencarian (Anita Desiani dan Muhammad Arhami, Konsep Kecerdasan Buatan, 2006 : 38). Ada dua macam metode Hill Climbing, yaitu:
1. Simple Hill Climbing
Algoritma untuk simple hill climbing adalah sebagai berikut :
a. Mulai dari keadaan awal, lakukan pengujian. Jika merupakan tujuan maka berhenti . jika sebaliknya, lanjutkan dengan keadaan sekarang sebagai keadaan awal.
b. Ulangi langkah – langkah berikut hingga solusi ditemukan, atau samapai tidak ada operator baru yang akan diaplikasikan pada keadaan sekarang.
1) Pilih operator yang belum pernah digunakan, gunakan operator ini untuk mendapatkan keadaan yang baru.
2) Evaluasi keadaan yang baru tersebut.
a) Jika keadaan baru merupakan tujuan maka keluar
b) Jika bukan tujuan, namun nilainya lebih baik dari pada keadaan yang sekarang, maka jadikan keadaan baru tersebut menjadi keadaan sekarang. c) Jika keadaan baru tidak lebih baik
dari pada keadaan sekarang maka lanjutkan iterasi
Menurut Anita Desiani dan Muhammad Arhami (2006 : 39), Pada Simple Hill
Climbing ini, ada 3 masalah yang mungkin
yaitu :
a. Algoritma akan berhenti saat mencapai nilai optimum lokal.
b. Urutan penggunaan operator akan sangat berpengaruh pada penemuan solusi c. Tidak diizinkan untuk melihat satu pun
langkah sebelumnya.
2. Steepest-Ascent Hill Climbing
Adapun algoritma untuk Steepest-Ascent Hill
Climbing adalah :
a. Mulai dari keadaan awal, lakukan pengujian. Jika merupaka tujuan maka berhenti dan jika tidak, lanjutkan dengan keadaan sekarang sebagai keadaan awal. b. Ulangi hingga tujuan tercapai atau hingga
iterasi tidak memberika perubahan pada keadaan sekarang.
1. Tentukan SUCC sebagai nilai heuristik terbaik dari successor – succcsessor. 2. Lakukan untuk tiap operator yang
digunakan oleh keadaan sekarang. a) Gunakan operator tersebut dan
bentuk keadaan baru.
b) Evaluasi keadaan baru tersebut jika merupakan tujuan keluar. Jika bukan, bandingkan nilai heuristiknya dengan SUCC. Jika lebih baik, jadikan nilai heuristik keadaan baru tersebut sebagai SUCC, tetapi jika tidak lebih baik, nilai SUCC tidak berubah. c. Jika SUCC lebih baik dari pada nilai
heuristik keadaan sekarang, ubah node SUCC menjadi keadaan sekarang.
3. Analisa Dan Perancangan 3.1 Analisa Masalah
Pencarian rute yang akan dirancang ini adalah sebuah aplikasi yang berbasis mobile dengan system operasi android. Perancangan akan dilakukan dengan menggunakan softwaren IDE Eclipse sebagai editor kode program dan android SDK (software devlopment kit) yang diperlukan untuk mulai mengembangkan aplikasi pada
platform android menggunakan bahasa
pemrograman Java serta Android Development
Tools (ADT) sebagai plugin yang didesain untuk
IDE Eclipse yang memberikan kemudahan dalam mengembangkan aplikasi android., Setelah dibuat
source code pada eclipse juno dan aplikasi bisa
dijalankan pada emulator di laptop maka untuk menjadikannya menjadi suatu aplikasi yang bisa djalankan pada Android Apk yang ada pada tempat penyimpanan aplikasi yang dirancang pada mobile android.
3.2 Penerapan Hill Climbing
Penerapan Metode Hill Climbing Untuk Pencarian Rute Lokasi Kuliner Terdekat Di Sumatera Utara Berbasis Android
Oleh : Muhammad Shodiq
Pencarian lokasi kuliner yang akan dirancang menggunakan algoritma Hil Climbing sebagai solusi dalam menyelesaikan masalah pencarian rute. Proses pencarian rute dengan menerapkan algoritma yang digunakan, merupakan hal penting dalam pembuatan pencarian lokasi kuliner mobile ini karena proses tersebut merupakan bagian inti dari penggunaan pencarian rute ltersebut.
Algoritma untuk Simple hill climbing adalah sebagai berikut :
1. Mulailah dari keadaan awal, lakukan pengujian. Jika merupakan tujuan maka berhenti. Jika sebaliknya, lanjutkan dengan keadaan sekarang sebagai keadaan awal. 2. Ulangi langkah – langkah berikut hingga
solusi ditemukan atau sampai tidak ada operator baru yang akan diaplikasikan pada keadaan sekarang.
a. Pilih operator yang belum pernah digunakan, gunakan operator ini untuk mendapatkan keadaan yang baru.
b. Evaluasi keadaan yang baru tersebut. 1) Jika keadaan baru merupakan tujuan
maka keluar
2) Jika bukan tujuan, namun nilainya lebih baik dari pada keadaan sekarang, maka jadikan keadaan baru tersebut menjadi keadaan sekarang. 3) Jika keadaan baru tidak lebih baik
dari pada keadaan sekarang maka lanjutkan iterasi.
Pada simple hill climbing ini, ada 3 masalah yang mungkin yaitu :
1. Algoritma akan berhenti saat mencapai nilai optimum local
2. Urutan penggunaan operator akan sangat berpengaruh pada penemuan solusi
3. Tidak diizinkan untuk melihat satu pun langkah sebelumnya.
Sebagai ilustrasi pencarian solusi dengan
Simple Hill Climbing, digunakan contoh masalah
TSP (Travelling Salesman Problem) pada generate and test. Oprator yang digunakan adalah operator yang bisa menghasilkan kombinasi lintas kota yang berbeda – berbeda, yaitu dengan cara menukar posisi masing – masing kota. Mempermudah penukaran posisi, kita cukup menukar 2 posisi kota, operator untuk kombinasi lintasan dengan menukar posisi 2 kota dengan jumlah kota 6, maka dapat di hitung dengan :
Rumus
Keterangan : n = jumlah kota 2 = petukaran posisi
Maka hasil :
kombinasi operator, yaitu :
{(1,2), (1,3), (1,4), (1,5), (1,6), (2,3), (2,4), (2,5), (2,6), (3,4), (3,5), (3,6), (4,5), (4,6), (5,6), } penjelasan dari kombinasi operator yaitu :
1. (1,2) : menukar posisi kota kesatu dengan kota kedua
2. (1,3) : menukar posisi kota kesatu dengan kota ketiga
3. (1,4) : menukar posisi kota kesatu dengan kota keempat
4. (1,5) : menukar posisi kota kesatu dengan kota kelima
5. (1,6) : menukar posisi kota kesatu dengan kota keenam
6. (2,3) : menukar posisi kota kedua dengan kota ketiga
7. (2,4) : menukar posisi kota kedua dengan kota keempat
8. (2,5) : menukar posisi kota kedua dengan kota kelima
9. (2,6) : menukar posisi kota kedua dengan kota keenam
10. (3,4) : menukar posisi kota ketiga dengan kota keempat
11. (3,5) : menukar posisi kota ketiga dengan kota kelima
12. (3,6) : menukar posisi kota ketiga dengan kota keenam
13. (4,5) : menukar posisi kota keempat dengan kota kelima
14. (4,6) : menukar posisi kota keempat dengan kota keenam
15. (5,6) : menukar posisi kota kelima dengan kota keenam
pencarian rute pertama
Penerapan Metode Hill Climbing Untuk Pencarian Rute Lokasi Kuliner Terdekat Di Sumatera Utara Berbasis Android
Oleh : Muhammad Shodiq
Gambar Hasil pencarian rute lokasi Kuliner terdekat Di Sumatera Utara
Pencarian rute kedua
Gambar Hasil pencarian rute lokasi Kuliner terdekat Di Sumatera Utara
jadi rute terdekat pada lokasi kuliner di Sumatera Utara adalah EBADCF = 10,4 km / 38 menit 3.3 Perancangan Aplikasi
3.3.1 Perancangan Database Pencarian Rute Databse yang ada pada aplikasi ini menggunakan software database SQLite Manajer. Rancangan tabel kamus dapat dilihat pada tabel 3.1.
Tabel database Field Type Size Jarak Varchar 10 Waktu Varchar 15 3.3.2 Use Case Diagram
Use case diagram ini digunakan untuk
menggambarkan hubungan sejumlah external aktor dengan use case yang terdapat dalam sistem. adapun use case dari aplikasi pencarian lokasi kuliner terdekat di Sumatera utara adalah sebagai berikut:
3.3.3 Activity Diagram
Activity diagram merupakan salah satu cara
memodelkan event-event yang terjadi dalam use
case. Pada diagram ini secara ensensial mirip
dengan diagram alir (Flowchart), memperlihatkan aliran kendali dari suatu aktifitas ke aktifitas lainnya. Activity diagram berfungsi untuk menvisualisasikan, menspesifikasi, mengkonstruksi, serta mendokumentasikan sifat dari sekumpulan objek, selain itu juga dapat digunakan memodelkan aliran kendali dari suatu operasi. Pengguna Sistem start Finish
Gambar Activity Diagram pencarian lokasi kuliner di Sumatera Utara
4. ALGORITMA DAN IMPLEMENTASI 4.1 Algoritma
Algoritma dapat didefenisikan sebagai urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis. Langkah-langkah tersebut harus logis, dimana nilai kebenarannya harus dapat ditentukan benar atau salahnya secara logika. Algoritma dapat diuraikan dalam 3 (tiga) bentuk yaitu dengan menggunakan Flowchart,
Pseudocode dan Deskripsi atau uraian. Algoritma
untuk Aplikasi Pencarian lokasi kuliner ini diuraikan dalam bentuk pseudocode. Berikut ini adalah algoritma pencarian Hill Climbing sebagai
berikut :
Input : nodeAwal
(koordinatAwalX,koordinatAwalY) Proses : menghitung jarak antara titik
For = I to list node.count -1 Men u Men u Tam baha n Ab out Hel p Lih at Pos isi Lok asi kuli ner Memilih menu lokasi Meminta Posisi Pengguna dan Rute pada server
Menampilkan Pesan Posisi Keberadaan Pengguna dan rute terpendek 82
Penerapan Metode Hill Climbing Untuk Pencarian Rute Lokasi Kuliner Terdekat Di Sumatera Utara Berbasis Android
Oleh : Muhammad Shodiq For j = 1 + 1 ; node awal
D (i,j) = D (i,j) + sqrt ((X(jarakTitik(i),1) –
X(JarakTitik(j),1))^2 + (X(jarakTitik(i),2) – X (jarakTitik(i),2)^2);
Memilih cabang pertama sebagai succesor Until r = rec;
If succesor adalah tujuan, simpan ke array, keluar loop
Bandingkan succesor dengan cabang – cabang lainnya
If cab [1,p] <> succ then begin if cab [1,p] = tujuan then
Begin succ = cabang
Until panjang = cab or succesor If not succesor then
Begin Curr:=succ;
Output : Menggambarkan jalar terpilih Generate_steepest(curr,1+1,succesor); 4.2 Implementasi Program
Pencarian lokasi kuliner yang telah dirancang merupakan aplikasi berbasis mobile dapat dijalankan pada handphone berbasis android. Aplikasi ini menggunakan bahasa pemrograman
Java, dimana untuk mengetikan listing programnya
penulis menggunakan editor Eclipse Juno dan untuk menjalankan programnya menggunakan emulator Eclipse. Aplikasi ini menggunakan algoritma Hill Climbing untuk proses pencarian istilah, dimana algoritma Hill Climbing berguna bagi para pemakai yang menginginkan cara cepat untuk mencari lokasi kuliner yang ada dalam
handphone dengan sistem operasi android.
1. Tampilan Home Page
Tampilan ini merupakan tampilan utama dari Pencarian lokasi kuliner Di Sumatera Utara. Dimana pada tampilan ini ditunjukkan beberapa menu pilihan, seperti : lokasi, Help, About dan Exit.
Gambar Tampilan Menu Utama 2. Tampilan Form lokasi
Tampilan ini merupakan tampilan lokasi dari Pencarian lokasi kuliner Di Sumatera Utara. Dimana pada tampilan ini untuk mencari lokasi sesuai dengan keinginan pengguna aplikasi
Gambar Tampilan lokasi 3. Tampilan Form Maps
Tampilan ini merupakan tampilan Maps dari Pencarian lokasi kuliner Di Sumatera Utara. Dimana pada tampilan ini untuk mencari Maps sesuai dengan keinginan pengguna aplikasi
Gambar Tampilan Maps
5. Kesimpulan Dan Saran 5.1 Kesimpulan
Setelah penulis selesai melakukan penerapan metode Hill Climbing Search untuk pencarian lokasi, penulis menarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Proses pencarian rute terpendek lebih mudah karena proses pencariannya selalu mendekati tujuan .
Penerapan Metode Hill Climbing Untuk Pencarian Rute Lokasi Kuliner Terdekat Di Sumatera Utara Berbasis Android
Oleh : Muhammad Shodiq
2. Metode Hill Climbing Search baik dalam menemukan solusi, karena mendekati node tujuan
3. Aplikasi cocok dirancang menggunakan bahasa pemograman Eclipse, yang berbasis android.
5.2 Saran
Penulis ingin memberikan beberapa saran yangmungkin berguna untuk mengembangkan lebih lanjut pada penerapan metode Hill Climbing untuk pencarian lokasi, sebagai berikut :
1. Diharapkan untuk kedepannya aplikasi ini dapat menampilkan jalur tercepat berdasarkan waktu dan tingkat kemacetan dari jalan raya. 2. Diharapkan lebih lanjut penerapan metode
Hill Climbing Search dapat menampilkan jalur yang berbeda sehingga pengguna dapat memilih sendiri rute yang ingin dilalui. 3. Diharapkan aplikasi ditambah sistem update
peta secara otomatis melalui satelit
DAFTAR PUSTAKA
1. Anita Desiani dan Muhammad Arhami,
Konsep Kecerdasan Buatan. Penerbit Andi,
Yogyakarta, 2006
2. Anita Swantar, Potensi Wisata Kuliner Di
Kemang Pratama 1 Bekasi, Volume 3,
MITTRA, 2013
3. A.S, Rosa dan M. Shalahuddin, Rekayasa
Perangkat Lunak, Modula, Bandung, 2011
4. I Ketut Margi, ddk, Identifikasi Potensi
Wisata Kuliner Berbasis Bahan Baku Lokal Di Kabupaten Buleleng Bali, Volume 2, 2013.
5. Muhamad Rezki Firdaus, ddk, Penerapan
Metode Hill Climbing untuk Pencarian Lokasi Terdekat pada Aplikasi Toko Virtual Berbasis Android, 2014.
6. Nazruddin Safaat, Aplikasi Berbasis Android, Informatika, Bandung, 2013.
7. Suyanto, Aritificial Intelligence, Informatika, Bandung, 2014.
8. w.muniryusuf.org, tanggal akses : 26 Desember 2015
9. www.gurupendidikan.com, diakses : 28 Desember 2015