ANALISIS KINERJA KEUANGAN YANG MEMPENGARUHI MODAL PERUSAHAAN MULTINASIONAL DAN PERUSAHAAN DOMESTIK DI BURSA EFEK INDONESIA

Teks penuh

(1)

Doi Artikel : 10.46306/vls.v1i2.42 494 ANALISIS KINERJA KEUANGAN YANG MEMPENGARUHI MODAL PERUSAHAAN MULTINASIONAL DAN PERUSAHAAN DOMESTIK DI BURSA

EFEK INDONESIA

1Cindrianing Abdullah, 2Novelia Bulotio, 3Hamzah Lanuu 1,2,3Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Email : cindrianingabdullah@gmail.com liabulotio@gmail.com hamzahlanuu9@gmail.com

ABSTRACT

Financing will require working capital from a foreign affiliate of a multinational company regarding complex decision issues. This complexity arises because many financing options are available to MNC branches. MNC branches have access to funds from other affiliates and the parent as well as external sources.

Keywords: Financing, MNC

ABSTRAK

Pembiayaan akan membutuhkan modal kerja dari perusahaan afiliasi asing sebuah perusahaan multinasional menyangkut keputusan masalah yang komplek. Kompleksitas ini muncul karena banyak pilihan pembiayaan tersedia bagi cabang MNC. Cabang MNC memiliki akses dana baik dari afiliasi lain dan induk maupun sumber eksternal.

Kata kunci : Pembiayaan, MNC

(2)

Doi Artikel : 10.46306/vls.v1i2.42 495 PENDAHULUAN

Latar Belakang

Teori Modigliani-Miller (MM) dengan Pajak menyatakan bahwa nilai suatu perusahaan akan meningkat apabila perusahaan tersebut menggunakan hutang sebagai sumber modalnya. Hal tersebut dikarenakan beban bunga hutang adalah biaya yang dapat mengurangi pembayaran pajak (Atmaja, 2008:254). Dalam manajemen keuangan hutang memberikan manfaat bagi pemegang saham dari financial leverage. Penggunaan sumber dana yang memiliki beban tetap dengan beranggapan bahwa akan memberikan tambahan keuntungan yang lebih besar dari pada beban tetapnya sehingga akan meningkatkan keuntungan bagi pemegang saham berupa earnings per share (Sartono, 2008:122). Apabila perusahaan memiliki hutang yang terlalu besar juga akan menimbulkan financial distress.

Perusahaan harus mempertimbangkan manfaat dan risiko dari sumber dana yang dipilih dalam melakukan keputusan pendanaan dengan menggunakan proporsi hutang dan ekuitas. Perbandingan atau imbangan pendanaan jangka panjang perusahaan yang ditunjukkan oleh perbandingan hutang jangka panjang terhadap modal sendiri disebut dengan struktur modal (Harjito, 2011:240). Struktur modal merupakan hal yang penting dalam meningkatkan nilai perusahaan karena struktur modal yang baik akan meminimumkan biaya modal dan memaksimumkan nilai perusahaan yang mencerminkan harga saham perusahaan serta kesejahteraan para pemegang saham.

Managing Director US Chamber of Commerce (KADIN AS) untuk Indonesia, Andrew White menjelaskan terjadi peningkatan jumlah perusahaan AS yang berinvestasi ke Indonesia. Menurutnya, Indonesia masih menjadi negara yang menarik untuk berinvestasi (www.detikfinance.com 26/06/16, diakses 20/01/18). Menurut Tito Sulistio selaku direktur utama Bursa Efek Indonesia (BEI) ada empat perusahaan dari emiten besar luar negeri yang akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan tersebut bergerak di sektor pertambangan dan perkebunan (www.tribunnews.com 06/10/17, diakses 26/02/18). Investasi tersebut akan meningkatkan transaksi perdagangan di Indonesia. Menurut Lumbantobing (2008:36) perekonomian Indonesia sedang memasuki era pasar bebas, yang kemudian menjadikan kegiatan ekonomi Indonesia ditopang oleh berbagai jenis industri. Secara garis besar industri di Indonesia dijalankan oleh perusahaan-perusahaan yang dibagi ke dalam dua kelompok yaitu perusahaan multinasional (MNC) dan perusahaan domestik (DC).

(3)

Doi Artikel : 10.46306/vls.v1i2.42 496

Penelitian ini menggunakan seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2014-2016 dengan jumlah sebanyak 504 emiten dengan memetakan perusahaan yang menerbitkan laporan keuangannya dengan tepat waktu, memiliki laba serta membagi dividen secara berturut-turut selama 3 periode yaitu sebanyak 36 perusahaan yang terdiri dari 10 perusahaan multinasional (MNC) dan 26 perusahaan domestik (DC). Dalam penelitian ini, struktur modal diukur dengan Debt Equity Ratio (DER) yaitu perbandingan antara hutang jangka panjang dan modal sendiri. Dari jumlah tersebut, menunjukkan fenomena bahwa terdapat perbedaan struktur modal yang diukur dengan menggunakan Debt Equity Ratio (DER) antara perusahaan multinasional (MNC) dan perusahaan domestik (DC) di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2014-2016, yang dimana didapatkan hasil rata-rata nilai Debt Equity Ratio (DER) perusahaan multinasional lebih rendah daripada rata-rata Debt Equity Ratio (DER) perusahaan domestik.

KAJIAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS

MNC merupakan sebuah perusahaan yang terlibat dalam bisnis internasional mencakup kegiatan ekonomi antar negara dan kepemilikannya di banyak negara (Lumbantobing, 2008:36). MNC merupakan perusahaan asing yang memiliki anak perusahaan di Indonesia. Definisi DC dalam penelitian ini adalah perusahaan yang melakukan kegiatan produksi dan pemasarannya hanya di satu negara saja, yaitu Indonesia.

Lima Aspek dalam pembuatan strategi pembiayaan asing jangka pendek adalah sebagai berikut :

1. Mengidentifikasi faktor kunci

2. Mengformulasikan dan mengevaluasi tujuan

3. Menjelaskan pilihan pinjaman jangka pendek yang tersedia

4. Membuat metodologi untuk mengkalkulasikan dan membandingkan biaya (dalam

US$) efektif setelah pajak dari alternatif-alternatif yang ada.

5. Mengintegraikan strategi pinjaman dengan pertimbangan exposure management.

Faktor-faktor Kunci Dalam Strategi Pembiayaan Jangka Pendek

Ekspetasi biaya dan risiko, adalah dasar penentu dalam strategi pendanaan, yang dalam content internasional sangat dipengaruhi enam faktor kunci sebagai berikut :

1. Jika Kontrak forward tidak tersedia, isu krusialnya apakah perbedaan nominal tingkat

(4)

Doi Artikel : 10.46306/vls.v1i2.42 497

2. Elemen dari risiko pertukaran mata uang. Banyak perusahaan pinjam secara lokal untuk

menyediakan pengganti kewajiban untuk aset yang tereksposur pada mata uang lokal. Di lain pihak, peminjam mata uang asing dimana perusahaan tidak memiliki eksposure akan meningkatkan risiko pertukaran. Yang menjadi masalah adalah kovarian antara aliran kas antara operasi pembiayaan. Sehingga, risiko yang diasosiasikan dengan pinjaman dalam mata uang tertentu dihubungkan dengan tingkat eksposure perusahaan terhadap mata uang tersebbut.

3. Bila kontrak tersedia, maka risiko mata uang seharusnya tidak menjadi faktor (kunci)

dalam strategi pinjaman perusahaan. Selain itu, biaya pinjaman relatif menjadi penentu utama mata uang yang akan dipinjam. Isu utama disini adalah apakah selisi tingkat suku bunga nominal sama dengan selisi forward, dengan kata lain apakah paritas suku bunga terjadi. Bila ya, ketiadaan pertimbangan pajak, denominasi mata uang pada hutang perusahaan tidak relevan.

4. Bahkan ketika paritas suku bunga terjadi sebelm pajak, denominasi mata uang dari

pinjaman perusahaan berpengaruh ketika ada pajak asimetris. Pajak asimetris ini didasarkan perbedaan perlakuan laba dan rugi pertukaran mata uang asing, baik kontrak

forward maupun pada pengembalian pinjaman.

5. Tingkat aversion terhadap risiko perusahaan. Semakin averse perusahaan (maanjemen)

terhadap risiko, semakin tinggi harga yang tersedia untuk dibayar untuk mengurangi eksposure mata uang.

6. Faktor terakhir yang dimasukan dalam keputusan pinjaman adalah risko politik.

Bahkan jika pembiayaan lokal bukan merupakan pilihan dengan biaya biaya paling murah, perusahaan multinasional sering kali berusaha memaksimumkan pinjaman lokal, jika mereka percaya bahwa penyitaan atau kontrol penukaran merupakan kemungkinan yang serius. Bila kejadian ini betul terjadi, maka MNC memiliki aset beresiko yang lebih sedikit, dibandingkan dengan biaya eksternal,

Tujuan-Tujuan Pembiayaan Jangka Pendek

Ada empat pertimbangan tujuan yang mungkin dicapai, yang dapat menuntun perusahaan dalam menentukan dimana dan mata uang apa yang harus dipinjam :

1. Meminimisasi ekspetasi biaya.

(5)

Doi Artikel : 10.46306/vls.v1i2.42 498

3. Trade off antara ekspetasi biaya dan risiko sistematis.

4. Trade off ekspetasi biaya dengan risiko total.

Alternatif-Alternatif Pembiayaan Jangka Pendek

Perusahaan secara tipikal menyukai untuk membiayaai komponen sementara dari aset dengan dana jangka pendek. Tiga pilihan tersedia bagi perusahaan multinasional untuk pinjaman jangka pendek :

Pembiayaan Antar Afiliasi

Perusahaan induk atau afiliasi lainya menyediakan pembiayaan jangka pendek dalam bentuk pembiayaan interperusahaan (intercompany Financing). Pinjaman tersebut sekaligus mempertimbangkan ketersediaan kas di masing-masing afiliasi jika salah satu afiliasi mengalami kelebihan kas maka dapat segera ditrasnfer ke afiliasi lain yang memerlukan.

Pembiayaan Dalam Mata Uang Lokal

Seperti perusahaan domestik, afiliasi perusahaan multinasional kebanyakan berusaha untuk

membiayai kebutuhan modal kerja mereka secara lokal, untuk itu tujuan kenyamanan dan keterbukaan manajemen. Pilihan ini akan terasa lebih terasa lebih menguntungkan apabila mata uang lokal diprediksi akan mengalami penurunan nilai sehingga dikemudian hari tidak memberatkan.

Pinjaman Bank

Pinjaman dan Bank komersial mendominasi pembiayaan jangka pendek yang risk-bearing di seluruh dunia. Pinjaman ini disebut self-liquidating karena biaya digunakan untuk membiayai kenaikan sementara atas piutang dan persediaan.

Tingkat Bunga Pinjaman Bank

Tingkat bunga atas pinjaman bank didasarkan atau negosiasi personal antar bankir dan peminjam. Tingkat bunga pinjaman yang dibebankan kepada pelanggan scara spesifik menunjukkan creditwortiness dari pelanggan, hubungan sebelumnya dengan bank, lama jatuh tempo, dan faktor lainnya. Khususnya, return bebas risiko yang mencerminkan risiko kredit peminjam.

Terdapat suatu konvensi mengenai penetapan bunga yang biasa dipakai, yaitu bahwa tingkat bunga efektif sama dengan tingkat bunga per tahun dibagi dengan dana yang diterima.

(6)

Doi Artikel : 10.46306/vls.v1i2.42 499 Compensating Balances

Beberapa bank mengharuskan meminjam untuk menahan 10%-20% dan neraca peminjam mereka untuk didepositokan pada rekening yang tidak terkena bunga. Sehingga compensating

balance requirement menaikan biaya kredit bank karena tidak semua dana dapat dicairkan

perusahaan.

Commercial Paper (CP)

Salah satu alternatif pinjaman jangka pendek dari bank adalah menerbitkan commercial paper (CP). CP adalah unsecured promisory note yang secara umum dijual oleh perusahaan besar

secara umum dijual oleh perusahaan besar secara diskon kepada investor institusional dan kepada perusahaan lain. Karena CP tidak dijamin dan hanya bergantung pada penerbit, maka pasar didominasi oleh perusahaan besar dan memiliki kelayakan kredit.

Euronotes dan Euro0Commercial Paper

Inovasi paling baru dalam kredit jangka pendek non bank yang memiliki kesamaan dengan CP Disebut Euronotes, yaitu notes jangka pendek yang biasanya dalam nominal dolar dan diterbitkan oleh perusahaan dan pemerintah. Awalan Euro menunjukkan bahwa notes tersebut diterbitkan diluar negara yang mata uangnya dipakai. Tingkat suku bunga disesuaikan setiap kali diperpanjang. Euronotos disebut juga Euro-Comercial Paper (Euro-CP).

Manajemen Aktiva Lancar

Pada dasarnya manajemen modal kerja perusahaan multinasional sama dengan perusahaan domestik. Keduanya memperhatikan kombinasi aktiva lancar yang akan memaksimumkan nilai perusahaan. Perbedaan utama antara keduanya adalah pengaruh fluktuasi nilai mata uang, pengawasan valuta asing, dan berbagai aturan pajak.

Manajemen Kas Internasional

Manajer dana (Fund manager) perusahaan multinasional mengusahakan tercapainya tujuan

manajemen kas yaitu : (1) Mengendalikan sumber dana secepat dan seefisien mungkin dengan menciptakan peramalan dan pelaporan yang akurat dan tepat waktu, perbaikan pengumpulan dan pengeluaran kas, dan mengurangi biaya pergerakan dana antar afiliasi, (2) Mengoptimalkan pengendalian dan penggunaan dana dengan cara meminimumkan saldo kas wajib, menyediakan dana pada saat dibutuhkan dan meningkatkan hasil investasi atas dana tersebut.

(7)

Doi Artikel : 10.46306/vls.v1i2.42 500

Pada intinya manajemen kas domestik dan manajemen kas internasional adalah Indentik. Yang menyebabkan manajemen kas internasional lebih rumit adalah karena adanya keluasan usaha yang lebih besar, ketentuan bea dan praktik negara lain, retriksi yang menghalangi arus dana yang bebas dari dan kesuatu negara, peraturan pajak dan valuta asing, serta tidak adanya fasilitas “interchange” yang terintegrasi secara internasional.

Seksi ini dibagi menjadi tujuh bidang yaitu (1) Organisasi, (2) Penerimaan dan penyaluran dana, (3) Netting pembayaran antar afiliasi, (4) Investasi kelebihan dana, (5) Penetapan saldo kas optimal, (6) Perencanaan dan penganggaran kas dan (7) Hubungan Perbankan.

Organisasi

Jika dibandingkan dengan sistem unit operasi otono, program manajemen kas internasional yang tersentralisasi penuh memiliki keuntungan-keuntungan sebagai berikut :

1. Perusahaan mampu beroperasi dengan kas yang lebih kecil.

2. Dengan mengurangi total aktiva, profitabilitas akan meningkat dan biaya pendanaan

berkurang.

3. Staf kantor pusat, dengan segala aktivitas perusahaan mampu membaca masalah dan

peluang yang tidak mampu dibaca oleh unit operasi.

4. Pengambilan keputusan didasarkan pada manfaat yang diperoleh perusahaan secara

keseluruhan.

5. Dengan meningkatkan volume transaksi valuta asing dan transaksi lainya yang

dilaksanakan melalui kantor pusat, bank memberikan quote valuta asing dan pelayanan yang lebih baik.

6. Keahlian yang lebih baik dalam manajemen kas dan portofolio akan tercapai apabila

tanggung jawab atas kegiatan tersebut ada ditangan satu kelompok.

7. Kerugian yang diderita akibat pengambilan atau pengendalian valuta yang membatasi

transfer dana akan lebih kecil karena seluruh aktiva perusahaan yang beresiko diluar negeri dapat dikurangi.

Sentralisasi tidak harus menerapkan pengendalian oleh kantor pusat terhadap semua segi manajemen kas, namum pemutusan pengambilan keputusan pada tingkat yang cukup tinggi yang diperulukan sehingga semua informasi yang terkait selalu tersedia dan bisa dimanfaatkan untuk mengoptimumkan posisi perusahaan.

(8)

Doi Artikel : 10.46306/vls.v1i2.42 501 Penerimaan dan Pengeluaran Dana

Penerimaan dana yang cepat merupakan unsur utama manajemen kas internasional. Manfaat potensial ada dikarenakan penundaan yang lama sering ditemui dalam penerimaan piutang, terutama pada penjualan ekspor, dan dalam mentransfer dana diantara afiliasi dan kantor pusat. Manajemen perusahaan semakin berperan dalam penetapan kebijakan kredit afiliasi dan mengawasi hasil penerimaan. Intervensi ini untuk meminimalkan float- yaitu waktu pembayaran pembiayaan untuk mengurangi investasi dalam piutang dagang dan untuk menurunkan biaya perbankan dan biaya transaksi lainya.

Dalam mempercepat penerimaan dana melibatkan :

1. Pendefinisian dan analisis berbagai saluran pembayaran

2. Pemilihan metode yang paling efisien

3. Pemberian intruksi berkaitan prosedur kepada pelanggan dan bank dari perusahaan.

Manajemen Portofolio Investasi Jangka Pendek

Tugas pokok manajemen kas internasional adalah menentukan tingkat determinasi valuta dan investasi kelompok multinasional dalam bentuk kas dan instrumen pasar uang. Kantor pusat perusahaan yang telah mengidentifikasi kebutuhan sekarang dan masa depan afiliasi, harus mengambil keputusan pengelolah aset likuid yang dimiliki diseluruh dunia. Pedoman dalam mengelola portofolio surat berharga secara global sebagai berikut :

1. Difersifikasi instrumen portofolio untuk memamksimalkan hasil dengan tingkat resiko

tertentu.

2. Riview harian portofolio untuk memutuskan sekuritas yang harus dilikuidasi dan

instrumen baru yang harus digunakan.

3. Dalam memperbaiki portofolio, hasil tambahan yang diperoleh harus lebih besar

daripada konvensasi atas biaya tambahan akibat memperbaikan tersebut.

4. Jika konversi yang cepat kedalam bentuk kas menjadi pertimbangan utama,maka

likuiditas sekuritas harus dievalusi dengan baik

5. Menyesuaikan jatuh tempo investasi dengan proyeksi kebutuhuan kas perusahaan atau

memastikan adanya pasar sekunder untuk investasi dengan likuiditas tinggi

6. Mampertimbangkan peluang arbitrase tingkat bunga baik yang tercover maupun yang

(9)

Doi Artikel : 10.46306/vls.v1i2.42 502 Tingkat Kas yang Optimal

Manajemen kas yang terpusat melibatkan trasnfer kas afiliasi diatas ketentuan minimal kedalam rekening yang dikelola secara terpusat, atau “cash poll”. Dengan cash pool memungkinkan perusahaan multinasional meminimalkan cadangan kas untuk mencapai tingkat keamanan finansial. Selain itu juga bermanfaat bagi penurunan pinjaman atau kelebihan dana yang tersedia untuk investasi dengan hasil maksimal.

Pengendalian cadangan kas mmenimbulkan masalah motivasi manajer lokal tidak ada penyesuaian dalam mengevaluasi kinerja manajer. Cara yang bisa ditempuh adalah membebaskan manajer dari tanggung jawab laba atas kelebihan dana mereka. Namun, hal ini tidak mendorong manajer lokal untuk memperoleh keuntungan dari peluang yang hanya didasari manajer lokal. Aternatif lainya adalah memberi manajer lokal tingkat bunga pinjaman atau dana pinjaman kepada poll yang merupakan biaya oportunitas dana keperusahaan induk.

Perencanaan dan Penganggaran Kas

Kunci bagi keberhasilan koordinasi global kas dan surat berharga adalah sistem pelaporan

yang baik. Penerimaan kas baru dilaporkan dan diperhitungkan secara Komprehensif, akurat dan tepat waktu. Hal itu dapat dilakukan karena saat ini telah tersedia real time clearing system yang memungkinkan transfer secara cepat. Sehingga manajemen kas dapat dilakukan secara sentralisasi. Jadi masing-masing afiliasi diminta menyusun anggaran kas dan melaporkan posisi kas setiap hari sehingga kantor pusat dapat mengalokasikan setiap kelebihan kas pada afiliasi yang mengalami defisit secara efisien. Praktek demikan sudah lazim dilakukan diperusahaan multinasional.

Sistem mobilisasi kas multinasional dirancang untuk mengoptimumkan penggunaan dana dengan cara menelusuri posisi kas pada saat sekarang dan jangka pendek. Informasi yang terkumpul bisa digunakan untuk membantu sistem netting multinasional, untuk meningkatkan efisiensi operasional dari cash poll pusat, dan untuk menetapkan kebijakan pinjaman dan investasi jangka pendek yang efektif.

Hubungan Perbankan

Hubungan perbankan yang baik sangat diperlukan dalam mengelola kas internasional. Namun, sering juga dihadapi masalah seperti :

1. Terlalu banyaknya bank yang digunakan menimbulkan beban dan akibat bagi

(10)

Doi Artikel : 10.46306/vls.v1i2.42 503

2. Biaya perbankan yang tinggi yang timbul dari jasa perbankan secara langsung dan biaya

tidak langsung akibat check float.

3. Pelaporan tidak mencukupi dari perbankan berkenaan dengan penerimaan dan saldo

rekening.

4. Keterlambatan kliring yang bisa mengurangi persediaan dana perusahaan.

METODOLOGI PENELITIAN 1 Pendekatan Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu penelitian yang menitikberatkan pengujian hipotesis dengan menggunakan alat ukur statistik. Menurut Sugiyono (2013:30) metode penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu dengan teknik pengambilan sampel secara random, analisis data yang bersifat statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan oleh peneliti. Pada penelitian ini menggunakan jenis statistika inferensi yaitu metode statistika yang digunakan untuk mengetahui populasi dari suatu sampel (Martiningtyas, 2011:1). Penelitian ini bersifat deduktif, yaitu penelitian yang digunakan untuk menguji hipotesis berdasarkan teori (Asnawi dan Mahsyuhri, 2011:20).

2 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2014, 2015, dan 2016. Data tersebut didapatkan melalui website resminya yaitu www.idx.co.id.

3 Populasi dan Sampel 3.1 Populasi

Populasi merupakan seluruh elemen yang terdiri obyek dan subyek yang mempunyai karakteristik tertentu yang menjadi pusat perhatian peneliti dan dipandang sebagai sebuah semesta penelitian (Ferdinand, 2014:172). Populasi tidak hanya berupa orang namun juga obyek dan benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar berapa jumlah orang pada obyek atau subyek yang akan dipelajari, namun semua yang mempunyai karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek tersebut (Sugiyono, 2015:80). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menerbitkan laporan keuangannya dengan tepat waktu, memiliki laba dan membagi dividen secara berturut-turut selama periode penelitian yaitu pada tahun 2014 sampai dengan 2016.

(11)

Doi Artikel : 10.46306/vls.v1i2.42 504 3.2 Sampel

Berdasarkan populasi tersebut maka penelitian ini dilakukan pada 36 perusahaan yaitu 10 perusahaan multinasional dan 26 perusahaan domestik. Penelitian ini dilakukan dengan tiga kali observasi yaitu tahun 2014-2016, sehingga jumlah perusahaan yang akan diteliti yaitu sebesar 108 perusahaan dengan komposisi 30 perusahaan multinasional dan 78 perusahaan domestik.

4 Definisi Operasioanl Variabel

Definisi operasional variabel digunakan untuk memahami mengenai variabelvariavel yang terdapat dalam penelitian ini.

1. Variabel dependen merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat,

karena adanya variabel bebas. Variabel ini sering disebut sebagai variabel terikat (Sugiyono, 2015:39). Dalam penelitian ini menggunakan struktur modal sebagai variabel dependen. Struktur modal adalah perbandingan antara hutang jangka panjang dengan modal sendiri.

2. Variabel independen atau yang biasa disebut dengan variabel bebas yaitu variabel yang

mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (Sugiyono, 2015:39).

5 Pengukuran Variabel

Rumus untuk setiap proksi variabel bebas dan variabel terikat adalah sebagai berikut:

1. Struktur modal, Debt Equity Ratio (DER) = Hutang Modal x 100%

2. Profitabilitas, Return On Asset (ROA) = Laba bersih Total Aktiva x 100%

3. Likuiditas, Current Ratio (CR) = Aset Lancar Hutang Lancar x 100%

4. Kebijakan Dividen, Dividend Payout Ratio (DPR) = Dividen per Saham Laba per Saham x

100%

6 Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu ikhtisar data keuangan perusahaan yang terdapat pada annual report tahun 2014-2016 pada Bursa Efek Indonesia (BEI).

7 Jenis Data

Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data dokumenter. Data dokumenter adalah berupa laporan-laporan keuangan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 20142016

(12)

Doi Artikel : 10.46306/vls.v1i2.42 505 8 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan bagaimana cara yang digunakan oleh peneliti untuk memperoleh data-data yang diperlukan untuk menunjang analisis yang dilakukan sehingga hasil akhir penelitian dapat menyajikan informasi yang valid (Riduwan, 2010:51). Dalam penelitian ini data yang digunakan dapat didapatkan melalui beberapa sumber antara lain laporan keuangan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2014-2016 yang dapat diakses melalui website dan jurnal-jurnal yang terkait dengan permasalahan dalam penelitian ini.

HASIL DAN PEMBAHASAN

MNC merupakan sebuah perusahaan yang terlibat dalam bisnis internasional mencakup kegiatan ekonomi antar negara dan kepemilikannya di banyak negara (Lumbantobing, 2008:36). Dalam penelitian ini, definisi MNC merupakan perusahaan asing yang memiliki anak perusahaan di Indonesia. Definisi DC dalam penelitian ini adalah perusahaan yang melakukan kegiatan produksi dan pemasarannya hanya di satu negara saja, yaitu Indonesia.

Terdapat hambatan bagi perusahaan multinasional dalam menjalankan bisnisnya diluar negeri, seperti perbedaan mata uang sehingga akan meyulitkan perusahaan dalam menyediakan informasi mengenai laporan keuangan dan pembayaran dividen dengan mata uang lain. Selain risiko tersebut, terdapat pula risiko yang bersifat politik seperti pemerintah negara tuan rumah akan ikut campur dalam kegiatan operasional perusahaan atau bahkan dapat menghentikan operasi perusahaan sewaktu-waktu.

Perusahaan multinasional yang melakukan kegiatan operasinya di beberapa negara pastinya mempunyai peluang untuk memperoleh pendapatan yang lebih besar karena memiliki jangkauan investasi yang luas dibeberapa negara lain. Selain itu perusahaan multinasional juga mempunyai peluang lebih besar untuk mendapatkan banyak pinjaman atau hutang dan mampu untuk mempertahankan rasio hutang optimalnya dibandingkan dengan perusahaan domestik yang hanya melakukan kegiatan operasinya di satu negara (Puspitaningrum, 2011:44).

Perbedaan status kepemilikan tersebut juga akan memberikan perbedaan pada karakter dan budaya. Adanya perbedaan dari para investor tersebut nantinya akan mempengaruhi kinerja perusahaan melalui kebijakan-kebijakan manajemennya. Hal tersebut juga berpengaruh pada perbedaan dalam menentukan keputusan pendanaan atau struktur modal yang harus diambil oleh manajemen bagi MNC dan DC. Penelitian ini menggunakan seluruh perusahaan yang

(13)

Doi Artikel : 10.46306/vls.v1i2.42 506

terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2014-2016 dengan jumlah sebanyak 504 emiten dengan memetakan perusahaan yang menerbitkan laporan keuangannya dengan tepat waktu, memiliki laba serta membagi dividen secara berturut-turut selama 3 periode yaitu sebanyak 36 perusahaan yang terdiri dari 10 perusahaan multinasional (MNC) dan 26 perusahaan domestik (DC).

Dalam penelitian ini, struktur modal diukur dengan Debt Equity Ratio (DER) yaitu perbandingan antara hutang jangka panjang dan modal sendiri. Dari jumlah tersebut, menunjukkan fenomena bahwa terdapat perbedaan struktur modal yang diukur dengan menggunakan Debt Equity Ratio (DER) antara perusahaan multinasional (MNC) dan perusahaan domestik (DC) di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2014-2016, yang dimana didapatkan hasil rata-rata nilai Debt Equity Ratio (DER) perusahaan multinasional lebih rendah daripada ratarata Debt Equity Ratio (DER) perusahaan domestic.

Penelitian yang dilakukan oleh Sinthayani, et al (2015) menemukan bahwa struktur modal MNC berbeda signifikan dengan struktur modal DC, dimana MNC memiliki struktur modal lebih rendah dibandingkan dengan DC di Indonesia. Pada penelitian Perwitasari (2011) juga menemukan hasil bahwa terdapat perbedaan struktur modal antara MNC dan DC. Tetapi pada penelitian Puspitaningrum (2011) justru menemukan hasil yang berbeda, yaitu tidak terdapat perbedaan antara struktur modal MNC dan DC. Penelitian tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Herwandono (2013) dengan hasil tidak terdapat perbedaan antara tingkat utang perusahaan multinasional dan domestik di Indonesia.

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi struktur modal, yaitu struktur aktiva, growth opportunity, ukuran perusahaan, profitabilitas, risiko bisnis. Menurut Almadana (2014) menemukan bahwa profitabilitas, free cash flow, dan asset tangibility mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap struktur modal perusahaan multinasional dan domestik. Pada penelitian Sinthayani, et al (2015) variabel profitability dan business risk mempunyai pengaruh positif signifikan pada MNC tetapi tidak berpengaruh pada struktur modal DC.

Variabel liquidity dan asset tangibility berengaruh negatif signifikan terhadap struktur modal MNC maupun DC. Penelitian Bhawa dan Dewi (2015) menemukan hasil bahwa likuiditas berpengaruh positif signifikan, profitabilitas berpengaruh negatif signifikan dan ukuran perusahaan berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap struktur modal.

(14)

Doi Artikel : 10.46306/vls.v1i2.42 507

Pada penelitian Mikrawardhana (2015) menemukan bahwa profitabilitas dan likuiditas mempenyuai pengaruh positif signifikan terhadap struktur modal. Berbeda dengan penelitian Widyaningrum (2015) yang menemukan bahwa profitabilitas yang diukur dengan menggunakan ROA dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap struktur modal. Sedangkan untuk struktur aktiva memiliki pengaruh positif signifikan. Hasil penelitian tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Irvan (2016) yang menemukan hasil profitabilitas tidak berpengaruh terhadap struktur modal. Serupa dengan profitabilitas, likuiditas juga tidak berpengaruh terhadap struktur modal. Tetapi pada penelitian Devi (2016) mengatakan hasil yang berbeda tentang likuiditas, yaitu likuiditas dan struktur aktiva mempunyai pengaruh negatif terhadap struktur modal.

Variabel kebijakan dividen dan non-debt tax shield tidak berpengaruh terhadap struktur modal. Rahman dan Triani (2014) membuktikan bahwa kebijakan dividen mempunyai pengaruh negatif signifikan terhadap struktur modal. Arus kas bebas dan ukuran perusahaan mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap struktur modal. Berikut adalah ringkasan penelitian terdahulu yang terjadi research gap.

Penelitian ini hanya menggunakan profitabilitas, likuiditas dan kebijakan dividen sebagai variabel bebas. Selain terjadinya research gap mengenai ketiga variabel tersebut pada penelitian terdahulu, pemilihan ketiga rasio tersebut juga berdasarkan dari konsep Van Horne dan Wachowicz mengenai keputusan keuangan karena struktur modal merupakan bagian dari keputusan keuangan. Van Horne dan Wachowicz (2012:3) mengatakan bahwa terdapat tiga fungsi utama dari manajemen keuangan, yang pertama keputusan investasi yaitu bagaimana kemampuan perusahaan dalam memperoleh suatu laba dari suatu investasi. Kedua, keputusan pendanaan yaitu keputusan perusahaan dalam menggunakan sumber dana untuk membiayai investasinya, salah satu sumber dana yang dapat digunakan berasal dari hutang jangka pendek. Terakhir, keputusan pengelolaan aktiva atau keputusan kebijakan dividen.

Profitabilitas dapat diukur dengan menggunakan Gross Profit Margin (GPM), Net Profit Margin (NPM), Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Return On Investment (ROI), Return On Sales (ROS) dan Earning Per Share (EPS). Dalam penelitian ini akan menggunakan Return On Assets (ROA) sebagai alat untuk mengukur rasio profitabilitas. Return On Assets (ROA) menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan dari seluruh aset yang dimilikinya. Apabila perusahaan memiliki nilai ROA yang

(15)

Doi Artikel : 10.46306/vls.v1i2.42 508

tinggi maka akan membiayai kegiatan operasionalnya dengan dana internal perusahaan itu sendiri. Hubungan profitabilitas dengan struktur modal diduga mempunyai hubungan yang negatif. Pada penelitian terdahulu terjadi research gap pada variabel profitabilitas yang diukur dengan menggunakan ROA, sehingga penelitian ini mengkaji kembali variabel profitabilitas dengan ROA sebagai alat ukurnya.

Peneliti menggunakan current ratio (CR) sebagai alat ukur untuk menghitung rasio likuiditas karena current ratio (CR) merupakan salah satu rasio yang dapat menghitung likuiditas perusahaan diantara dua rasio lainnya, yaitu cash ratio (CR) dan quick ratio (QR). Current ratio (CR) merupakan rasio untuk mengetahui seberapa besar perusahaan mampu untuk membayar hutang lancarnya dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki seperti kas, piutang, beban dibayar di muka dan persediaan. Penelitian ini tidak menggunakan cash ratio (CR) karena hanya menggunakan kas perusahaan dalam melunasi hutang jangka pendeknya. Penelitian ini juga tidak menggunakan quick ratio (QR) sebagai alat untuk mengukur likuiditas karena dalam melunasi hutang jangka pendeknya tidak mengikutsertakan persediaan. Sehingga quick ratio (QR) akan mempunyai hasil yang lebih rendah dari current ratio (CR). Selain alasan tersebut, penelitian ini mempunyai alasan lain dalam memilih current ratio (CR) sebagai alat untuk mengukur likuiditas, yaitu karena terdapat perbedaan hasil pada penelitian terdahulu atau terjadi research gap.

Kebijakan dividen dalam penelitian ini diukur dengan dividend payout ratio (DPR) dengan membandingkan antara dividen per saham dengan laba per sahamnya. Alasan peneliti menggunakan DPR adalah selain DPR menjadi salah satu alat untuk mengukur kebijakan dividen, pada penelitian terdahulu juga terdapat perbedaan hasil pada penelitian terdahulu mengenai kebijakan dividen yang diukur dengan DPR.

Dengan mempertimbangkan fenomena adanya perbedaan struktur modal pada perusahaan MNC dan DC serta adanya perbedaan penelitian (research gap) dari penelitian terdahulu maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tersebut dengan judul : “Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan Terhadap Struktur Modal Perusahaan Multinasional dan Perusahaan Domestik di Bursa Efek Indonesia”.

(16)

Doi Artikel : 10.46306/vls.v1i2.42 509 KESIMPULAN

Berdasarkan uraian-uraian yang telah diungkapkan pada pembahasan, maka dapat diambil beberapa kesimpulan antara lain:

1. Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap struktur modal pada perusahaan MNC.

2. Likuiditas berpengaruh negatif signifikan terhadap struktur modal pada perusahaan MNC.

3. Kebijakan Dividen tidak berpengaruh terhadap struktur modal pada perusahaan MNC.

4. Profitabilitas berpengaruh negatif signifikan terhadap struktur modal perusahaan DC.

5. Likuiditas tidak berpengaruh terhadap struktur modal perusahaan DC. 6. Kebijakan dividen

tidak berpengaruh terhadap struktur modal DC.

DAFTAR PUSTAKA

https://scholar.google.com/schollar?hl=en&as_sdt=0%2C5%q=Jurnal+Pembiayaan+jangka+ pendek+

dan+Manajemen+aktiva+lancar+MNC&btnG=#d=gs_qabs&u=%23p%3D-tKSW9auXCgJ Buku Manajemen Keuangan Internasional hal.197-209 edisi Pertama

Komarudin, M. (2021). EFISIENSI PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA. Valuasi: Jurnal Ilmiah Ilmu Manajemen dan Kewirausahaan, 1(1), 11-27.

Setiyowati, H. (2021). PENERAPAN MANAJEMEN PENGETAHUAN PADA PT. CITRA ABADI SEJATI. Valuasi: Jurnal Ilmiah Ilmu Manajemen dan Kewirausahaan, 1(1), 189-199.

Syaifudin, R., Desmawan, D., & Setyadi, S. (2021). STRATEGI HOTEL BRANDING AKIBAT PANDEMI COVID-19 STUDI KASUS PADA HOTEL BINTANG EMPAT DAN LIMA DI PROVINSI BANTEN. Valuasi: Jurnal Ilmiah Ilmu Manajemen dan Kewirausahaan, 1(1), 243-257.

Triana, L. (2021). PENGUKURAN VALUE AT RISK PADA ASET PERUSAHAAN DENGAN SIMULASI MONTE CARLO. Valuasi: Jurnal Ilmiah Ilmu Manajemen dan Kewirausahaan, 1(1), 48-57.

Wijayanto, H., & Olde, S. (2020). Dinamika Permasalahan Ketenagakerjaan Dan Pengangguran Di Indonesia. Jurnal Bina Bangsa Ekonomika, 13(1), 85-94.

Wulandjani, H., & Setiyowati, H. (2021). Agility organisasi dan praktik human resources management terhadap dampak disruption semasa COVID 19. Valuasi: Jurnal Ilmiah Ilmu Manajemen dan Kewirausahaan, 1(1), 216-226.

Figur

Memperbarui...

Related subjects :