32
Hasil dari penelitian adalah aplikasi sistem pakar yang dapat mendeteksi kerusakan mobil vios melalui gejala-gejala yang diinputkan para user. Aplikasi ini dapat melaksanakan tugasnya berdasarkan pengetahuan yang terdapat di dalamnya seperti yang dilakukan manusia. Untuk itu agar aplikasi sistem pakar yang dikembangkan dapat mempunyai kecerdasan maka harus diberi suatu pengetahuan dan penalaran dari pengetahuan yang sudah didapat dalam menentukan kesimpulan layaknya seorang pakar.
Sistem pakar kerusakan mobil membutuhan informasi atau data tentang segala macam jenis kerusakan beserta gejala dan solusi. Informasi atau data telah didapatkan dari sebuah penelitian dengan proses wawancara dari seorang pakar dan studi pustaka. Dengan informasi atau data yang telah didapat maka dibangun sistem pakar kerusakan pada mobil dengan teknik penalaran untuk memecahkan masalah.
4.1.1 Analisa Data
Tahap analisa data merupakan tahap dalam pengembangan sebuah sistem, karena pada tahap ini dilakukan evaluasi kinerja, identifikasi masalah, rancangan sistem dan langkah-langkah yang dibutuhkan untuk perancangan yang diinginkan sampai pada analisis yang diharapkan.
Perancangan pada analisa data ini terdiri dari analisa data kerusakan, data gejala, dan data solusi. Hal tersebut akan dijelaskan pada uraian dibawah ini :
4.1.1.1 Data kerusakan
Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah tentang gejala kerusakan mobil. Hasil wawancara dari pakar dan tentang gejala kerusakan didapatkan kejelasan tentang macam gejala tersebut. Berikut adalah macam-macam gejala kerusakan:
Tabel 4.1 Kerusakan No. Kode
kerusakan
Nama kerusakan
1 P1 Busi kotor
2 P2 Koil sudah tidak bagus
3 P3 Elektroda kotor
4 P4 Busi rusak
5 P5 Filter bensin mampet
6 P6 Kerenggangan pada busi tidak sesuai
7 P7 Filter bensin kotor
8 P8 Katup PVC tersumbat
9 P9 Elemen saringan udara kotor
10 P10 Sensor mata udara bocor
11 P11 Oli sudah tidak bagus
12 P12 Oli encer
13 P13 Oli tidak sesuai
14 P14 Selang radiator rusak
15 P15 Radiator rusak
16 P16 Radiator kotor
17 P17 Pipa radiator kotor
18 P18 Valve tidak duduk dengan sempurna
19 P19 Cylinder bore aus
20 P20 Main body ECU rusak
21 P21 Belt terlepas dari alur
22 P22 Kawatnya tersingkap
23 P23 Terjadi kerusakan pada baterai
24 P24 Commutator kotor
4.1.1.2 Data Gejala dan saran
Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi data jenis gangguan atau kerusakan beserta gejala-gejala dan saran penangannya. Data diperoleh dari hasil wawancara dengan seorang pakar dan studi literatur yang diambil dari beberapa buku yang bersangkutan dengan kerusakan mobil vios yang dijadikan bahan referensi. Berikut tabel basis pengetahuan yang akan menjelaskan informasi gejala-gejala dan saran dari beberapa jenis kerusakan pada mobil vios.
Tabel 4.2 Basis Pengetahuan
No. Kerusakan Gejala Saran
1 Busi kotor Mesin hidup
Akselerasi tersendat/ buruk Setelan koil tidak sempurna Kualitas bahan bakar baik Pembakaran tidak baik
Bersihkan busi
2 Koil sudah tidak bagus
Mesin hidup
Akselerasi tersendat/buruk Setelan koil tidak sempurna Kualitas bahan bakar baik Terjadi tumbukan pada koil
Ganti dengan koil yang baru
3 Elektroda kotor Mesin hidup
Akselerasi tersendat/buruk Setelan koil tidak sempurna Kualitas bahan bakar baik Nyala busi tidak konstan
Bersihkan elektroda
4 Busi rusak Mesin hidup
Akselerasi tersendat/buruk Setelan koil tidak sempurna
Kualitas bahan bakar baik Tidak ada loncatan bunga api 5 Filter bensin
mampet
Mesin hidup
Akselerasi tersendat/buruk Setelan koil tidak sempurna Kualitas bahan bakar baik Tangki mesin kotor
Bersihkan filter bensin
6 Kerenggangan pada busi tidak sesuai
Mesin hidup
Akselerasi tersendat/buruk Susah distater
Mesin brebet
Pembakaran busi kurang konstan
Atur kembali kerengganga n busi
7 Filter bensin kotor Mesin hidup
Akselerasi tersendat/buruk Susah distater
Mesin brebet
Supply bahan bakar tersendat
Bersihkan filter bensin 8 Katup PVC tersumbat Mesin hidup Akselerasi tersendat/buruk Setelan ECU tidak sempurna Kompresi mesin tidak stabil Waktu CO tidak sesuai
Bersihkan katup 9 Elemen saringan udara kotor Mesin hidup Akselerasi tersendat/buruk Setelan ECU tidak sempurna Kompresi mesin tidak stabil Terdapat benda asing pada
filter udara
Bersihkan elemen saringan udara
10 Sensor mata udara bocor
Mesin hidup
Akselerasi tersendat/buruk Setelan ECU tidak sempurna Kompresi mesin tidak stabil Susah distater pagi
Ganti sensor mata udara
11 Oli sudah tidak bagus
Mesin hidup
akselerasi tersendat/buruk Tarikan awal terasa berat Kekentalan oli berkurang Oli berubah warna
Ganti oli
12 Oli encer Mesin hidup
Akselerasi tersendat/buruk Tarikan awal terasa berat Kekentalan oli berkurangan Penggunaan mobil
berlebihan
Ganti oli
13 Oli tidak sesuai Mesin hidup
Akselerasi tersendat/buruk Tarikan awal terasa berat Suara mesin kasar
Terjadi banyak gesekan dimesin Ganti dengan yang sesuai 14 Selang radiator rusak Mesin hidup
Mesin mudah panas Air radiator berkurang Tutup radiator bagus Selang radiator bocor
Ganti selang radiator
15 Radiator rusak Mesin hidup
Mesin mudah panas
Air radiator berkurang Tutup radiator bagus Suhu indicator rusak 16 Radiator kotor Mesin hidup
Mesin mudah panas Air radiator berkurang Sirkulasi air radiator kurang
bagus
Care tersumbat
Bersihkan radiator
17 Pipa radiator kotor Mesin hidup
Mesin mudah panas Air radiator berkurang Sirkulasi air radiator kurang
bagus
Air tidak mengalir dengan baik pada radiator
Bersihkan pipa radiator
18 Valve tidak duduk dengan sepurna
Mesin hidup
Tenaga mesin berkurang Kompresi mesin rendah Posisi valve tidak sesuai Suara mesin kasar
Atur kembali posisi valve
19 Cylinder bore aus Mesin hidup
Tenaga mesin berkurang Kompresi mesin rendah Posisi valve tidak sesuai Oli cepat habis
Ganti dengan yang baru
20 Main body ECU rusak
Mesin mati
Penggerakan kunci steering bermasalah
Ganti main body ECU
ECU kunci Steering tidak berfungsi dengan baik
Tahanan tidak sesuai standart 21 Belt terlepas dari
alurnya
Mesin mati
Mesin tidak dapat berputar Terjadi perubahan bentuk
drive belt
Retak sampai ke kawat lebih dari 1 tempat
Belt tidak diposisi semula
Perbaiki posisi belt
22 Kawatnya tersingkap
Mesin mati
Mesin tidak dapat berputar Terjadi perubahan bentuk
drive belt
Retak sampai ke kawat lebih dari 1 tempat Belt tutup Atur kembali posisi kawatnya 23 Terjadi kerusakan pada baterai Mesin mati
Mesin tidak dapat berputar Batrei tidak sesuai standart Perubahan bentuk pada batrei Baterai bocor
Ganti baterai
24 Commutator kotor Mesin mati
Mesin tidak dapat berputar Starter amature assembly
tidak berfungsi dengan baik Commutator terbakar Commutator berdebu
Bersihkan commutator
Mesin tidak dapat berputar Kelistrikan dan baterai bagus Putaran mesin tidak langsam Coil terbakar
baru
4.1.2 Analisa Proses
4.1.2.1 Relasi Antara Kerusakan dan Gejala
Aplikasi sistem pakar membutuhkan adanya relasi data kerusakan dengan gejala yang ada atau yang disebut dengan tabel keputusan. Dari data penyakit dan gejala yang ada dapat menjadi tabel keputusan yang berisi relasi atau hubungan antar kerusakan dengan gejalanya.
4.1.2.2 Pohon Keputusan
Pohon keputusan merupakan suatu rancangan yang digunakan untuk membantu membangun sebuah sistem pakar. Pohon keputusan tersebut diawali dengan fakta-fakta yang ada yang berakhir dengan solusi. Perancangan pohon keputusan dilakukan dapat membantu dalam pembuatan aturan (rule). Berikut ini adalah pohon keputusan yang dirancang berdasarkan tabel keputusan yang telah dibuat. 4.1.1.1 Proses rule
Proses rule mengacu dari rancangan pohon keputusan yang telah dibuat. Beberapa rule untuk pengetahuan mengenai jenis gejala kerusakan. Dalam sistem pakar ini menggunakan metode forward chaining dilakukan mulai dari fakta-fakta yang ada dalam knowledge base dan akan ditemukan kesimpulan baru sehingga dapat digunakan untuk melakukan inferensi yang lebih jauh. Berikut adalah pembentukan rule gejala kerusakan mobil vios yang digunakan untuk membangun sistem.
Aturan
R1 IF G1 AND G2 AND G3 AND G4 AND G5 THEN P1 R2 IF G1 AND G2 AND G3 AND G4 AND G6 THEN P2 R3 IF G1 AND G2 AND G3 AND G4 AND G7 THEN P3 R4 IF G1 AND G2 AND G3 AND G4 AND G8 THEN P4 R5 IF G1 AND G2 AND G3 AND G4 AND G9 THEN P5 R6 IF G1 AND G2 AND G10 AND G11 AND G12 THEN P6 R7 IF G1 AND G2 AND G10 AND G11 AND G13 THEN P7 R8 IF G1 AND G2 AND G14 AND G15 AND G16 THEN P8 R9 IF G1 AND G2 AND G14 AND G15 AND G17 THEN P9 R10 IF G1 AND G2 AND G14 AND G15 AND G18 THEN P10 R11 IF G1 AND G2 AND G19 AND G20 AND G21 THEN P11 R12 IF G1 AND G2 AND G19 AND G20 AND G22 THEN P12 R13 IF G1 AND G2 AND G19 AND G23 AND G324 THEN P13 R14 IF G1 AND G26 AND G27 AND G28 AND G29 THEN P14 R15 IF G1 AND G26 AND G27 AND G30 AND G31 THEN P15 R16 IF G1 AND G26 AND G27 AND G30 AND G32 THEN P16 R17 IF G1 AND G26 AND G27 AND G30 AND G33 THEN P17 R18 IF G1 AND G34 AND G35 AND G36 AND G37 THEN P18 R19 IF G1 AND G34 AND G35 AND G36 AND G38 THEN P19 R20 IF G1 AND G34 AND G35 AND G39 AND G40 THEN P20 R61 IF G39 AND G40 AND G41 AND G42 AND G43 THEN P21 R62 IF G39 AND G40 AND G43 AND G44 AND G45 THEN P22 R63 IF G39 AND G40 AND G44 AND G45 AND G46 THEN P23 R64 IF G39 AND G40 AND G50 AND G51 AND G52 THEN P24 R65 IF G39 AND G40 AND G53 AND G54 AND G55 THEN P25
Proses cara kerja metode forward chaining pada sebuah kasus basis pengetahuan :
Terdapat sebuah rule yang berisikan data dari gejala kerusakan yang diambil dari tabel keputusan sebagai berikut :
R1 = IF G1 and G2 and G3 and G4 and G5 Then P1 R2 = IF G1 and G2 and G3 and G4 and G6 Then P2 R3 = IF G1 and G2 and G3 and G4 and G7 Then P3 R4 = IF G1 and G2 and G3 and G4 and G8 Then P4
Jika informasi yang dimasukan berupa fakta R2 maka proses fakta G1,G2, G3,G4 dan G6 maka proses kerja yang akan terjadi sebagai berikut:
R1 G1,G2,G3,G4 (P1) = Gejala yang terdeteksi/jumlah = 4/5 = 0,8
R2 G1,G2,G3,G4,G6 (P2)= Gejala yang terdeteksi/jumlah = 5/5 = 1
R3 G1,G2,G3,G4 (P3)= Gejala yang terdeteksi/jumlah = 4/5 = 0,8
R4 G1,G2,G3,G4 (P4)= Gejala yang terdeteksi/jumlah = 4/5 = 0,8
Maka kemungkinan yang terdeteksi pada sebuah kasus yang ada diatas adalah sebagai berikut:
R1 adalah 0,8%, R2 adalah 1%, R3 adalah 0,8%, R4 adalah 0,8%. Jadi pada kasus tersebut telah diketahui bahwa R2 adalah kemungkinan yang akan terjadi, karena R2 memiliki rasio nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain.
4.1.3 Use Case Diagram
Gambar 4.1 Use Case Diagram
Use case diagram sistem pakar diagnosa gejala kerusakan mobil vios berbasis android teridiri dari 2 aktor yaitu pengguna dan admin. Pengguna memilih ganguan dan setelah diproses akan ditampilkan hasil kesimpulan dan saran. Admin melakukan login kemudian mengelola data pertanyaan, kesimpulan tujuan, kamus dan logout untuk keluar dari sistem.
Class diagram sistem pakar pada gangguan sistem endokrin manusia berbasis android terdiri dari 6 class yaitu class admin, class kamus, class pertanyaan, class tujuan, class arahan dan class kesimpulan.
Gambar 4.2 Class Diagram 4.1.2.7 Desain input output
1. Home 11:30 Menu Utama TOYOTA Kamus Profil Panduan Identifikasi Keluar Admin
Rancangan home seperti gambar 4.3 digunakan pengguna untuk mencari identifikasi, kamus, panduan, profil, admin, keluar.
2. Identifikasi 11:30 Identifikasi <<display pertanyaan>> Ya Tidak Sebelumnya Menu Utama
Gambar 4.4 Rancangan Identifikasi
Rancangan diagnosa seperti gambar 4.4 digunakan untuk menampilkan menu identifikasi. Pada layar ini berisi pertanyaan untuk identifikasi kerusakan mobil Toyota All New Vios.
3. Kamus
11:30
Kamus
<<display>> X-25-x
Identifikasi kerusakan Mobil Toyota All New Vios
Keterangan :
Cari Bersihkan
Menu Utama
Rancangan kamus sseperti gambar 4.5 digunakan untuk menampilkan informasi kata seputar kata asing yang terdapat dalam tabel kamus. Pada layar ini juga terdapat tombool cari untuk ke proses pencarian kata.
4. Login admin 11:30 Login Admin Menu Utama Username : Password : X-15-x X-15-x Login Bersihkan
Gambar 4.6 Rancangan Login admin
Rancangan kamus sseperti gambar 4.6 digunakan untuk menampilkan form login bagi admin untuk dapat masuk ke dalam halaman administrator.
11:30 Admin X-10-x X-15-x X-15-x X-15-x Username Pass Baru : Pass Lama :
Ulangi Pass Baru :
Simpan Bersih
Menu Admin cari
Gambar 4.7 Rancangan Admin
Rancangan kamus sseperti gambar 4.7 digunakan untuk menampilkan data admin dan terdapat form untuk meng-edit
password admin. Berikut ini adalah rancangan layar Admin Edit Password. 6. Menu admin 11:30 Menu Admin Logout Kamus Edit Password Pertanyaan Kesimpulan Arahan Jurusan
Rancangan kamus sseperti gambar 4.8 digunakan untuk admin memantau beberapa pilihan seperti; pertanyaan, kesimpulan, arahan jurusan, kamus ,edit password, logout.
4.2 Pembahasan
4.2.1 Menu Utama
Pada tampilan layar gambar 4.9 berisi kegunaan system pakar dan terdapat 6 menu, menu tersebut antara lain ; Identifikasi, Kamus, Panduan, Profil, Admin, Keluar.
4.2.2 Gambar 4.9 Tampilan Menu Utama
4.2.3 Identifikasi
Tampilan layar halaman identifikasi pada Gambar 4.10 berisi halaman untuk melakukan proses identifikasi kerusakan mobil Toyota All New Vios. Setelah menu ‘Identifikasi’ dipilih, maka akan muncul pertanyaan pertama. Pada pertanyaan pertama, terdapat 2 (dua) pilihan: “Ya” dan “Tidak”. Terdapat pula tombol “Sebelumnya” untuk kembali ke pertanyaan sebelumnya, serta tombol “Menu Utama” untuk kembali ke Menu Utama.
Gambar 4.10 Tampilan Identifikasi
4.2.4 Kamus
Pada tampilan layar halaman kamus terdapat tombol “ Cari” untuk mencari arti kata (istilah) yang dianggap sukar atau tidak dimengerti oleh user, tombol “Bersihkan” untuk membersihkan field pada halaman kamus dan tombol “Menu Utama untuk kembali ke halaman Menu Utama”.
Gambar 4.11 Tampilan Kamus 4.2.5 Login Admin
Halaman login admin digunakan oleh admin untuk dapat mengakses (menambah, mengubah, atau menghapus) isi database dari aplikasi ini. Pada layar halaman login admin terdapat tombol “Login”, “Bersihkan” dan “Menu Utama”. Tombol “Login”
digunakan admin untuk masuk ke halaman menu admin jika
username dan password yang dimasukkan sesuai dengan yang
berada di database. Jika tidak sesuai, akan muncul pesan Admin tidak terdaftar. Tombol “Bersihkan” digunakan untuk membersihkan layar halaman dan tombol “Menu Utama” untuk kembali ke menu utama
Gambar 4.12 Tampilan Login Admin
4.2.6 Admin
Pada halaman Admin ini yang mempunyai hak akses hanya Admin, berisikan menu “Tambah”, “Ubah”, “Hapus”. Pada form
pertanyaan terdapat tombol tambah yang berfungsi untuk menambahkan data, tombol “Ubah” pada form Ubah Pertanyaan berfungsi untuk mengubah data pertanyaan, sedangkan tombol “Hapus” pada form Hapus Pertanyaan berfungsi untuk menghapus pertanyaan. Terdapat juga tombol “Bersihkan” dalam setiap form yang digunakan untuk membersihkan layar form dan tombol “Menu Admin” untuk kembali ke Menu Admin.
Gambar 4.13 Tampilan Admin
Pada halaman menu admin seperti pada Gambar 4.14 terdapat menu “Pertanyaan”, “Kesimpulan”, “Arahan”, “Jurusan”, “Kamus”, “Edit password” dan “Logout”. Semua menu tersebut dapat digunakan untuk menambah, mengubah, dan menghapus, kecuali menu “Edit Password” yang hanya dapat mengubah
password admin saja. Selain itu juga terdapat menu “Logout”
untuk keluar dari halaman menu admin.
Gambar 4.14 Tampilan Menu Admin
4.3 Pengujian Sistem
Untuk mencari kesalahan-kesalahan dalam sistem(bug) digunakan metode pengujian black box. Hasil pengujian sistem terdapat pada tabel berikut:
Input Output Hasil Uji
Klik menu Identifikasi Menampilkan halaman diagnosa Berhasil Klik YA pada
halaman Identifikasi
Menampilkan halaman kesimpulan Berhasil
Klik menu kamus Menampilkan halaman kamus Berhasil Klik menu panduan Menampilkan halaman panduan Berhasil Klik tombol profil Menampilkan halaman profil Berhasil
Klik tombol admin Menampilkan halaman login admin Berhasil Klik tombol login Menampilkan halaman menu admin Berhasil Klik tombol keluar Aplikasi akan keluar Berhasil
Tabel 4.5 Pengujian Black Box
Dari hasil pengujian sistem yang telah dilakukan telah sesuai pada proses awal perancangan sistem tersebut, sehingga aplikasi ini dapat di gunakan di untuk umum.
4.4 Hasil Uji Coba
Untuk mengukur kinerja dan manfaat sistem secara keseluruhan maka digunakan angket kuisioner yang ditujukan kepada penderita kerusakan dan masyarakat umum sebagai sampel. Varibel pengukuran meliputi varibel x yaitu kinerja sistem secara keseluruhan dan variabel y manfaat dari sistem. Berikut ini merupakan tabel kuisioner yang diberikan:
No Pertanyaan SS S KS TS STS
1 Sistem dapat digunakan dalam Masyarakat Umumnya.
2 Sistem berjalan dengan tepat sesuai dengan fungsinya.
3 Sistem memudahkan pengguna untuk mencari informasi seputar kerusakan mobil vios dimana saja dan kapan saja.
4 Dalam implementasinya sistem mudah digunakan.
5 Instalasi sistem mudah dilakukan. 6 Sistem dapat dipahami dengan jelas. 7 Petunjuk penggunaan aplikasi sangat
membantu dalam penggunaannya. 8 Sistem memberikan rekomendasi
Tabel 4.6 Angket Kuesioner
Pada kuesioner tersebut terdapat 8 pernyataan mengenai sistem. Dan responden menilai berdasarkan kriteria penilaian yang dianggap sesuai. Kriteria penilaian tersebut antara lain di sajikan pada tabel berikut:
No Kriteria Bobot
1 Sangat Setuju (SS) 5
2 Setuju (S) 4
3 Kurang Setuju (KS) 3
4 Tidak Setuju (TS) 2
5 Sangat Tidak Setuju 1
Tabel 4.7 Kriteria Penilaian Kuesioner
Berikut ini adalah hasil pengisian kuesioner oleh responden:
N
o Nama
Akumulasi Jawaban Jumla
h Bobot SS Bobo t SS S Bobo t S K S Bobot KS T S Bobot TS ST S Bobot STS 1 Renaldi 8 40 0 0 0 0 0 40 2 Arjun 4 20 3 12 1 3 0 0 35 3 Ricky .A 2 10 5 20 1 3 0 0 33 4 Febrian R L 5 40 0 0 0 0 40 5 Fajar Dwiyan S N 6 30 2 8 0 0 0 38 6 Achmad Risky 6 30 2 8 0 0 0 38
7 Rudi 1 5 5 20 2 6 0 0 31 8 Rya W 4 20 2 8 2 6 0 0 34 9 Puspita Siwi 4 20 4 16 0 0 0 36 1 0 Anang 4 20 4 16 0 0 0 36 1 1 Irfan Tri S 8 40 0 0 0 0 40 1 2 M. Sholiqin 5 25 3 12 0 0 0 37 1 3 Denny D 7 35 1 4 0 0 0 39 1 4 Agus S 5 25 3 12 0 0 0 37 1 5 Widya K 8 40 0 0 0 0 40 1 6 Dewi Indah 2 10 5 20 1 3 0 0 33 1 7 Siti M 3 15 4 16 1 3 0 0 34 1 8 Nuryati 4 20 3 12 1 3 0 0 36 1 9 Maria N A 2 10 5 20 1 3 0 0 33 2 Fajar N 6 30 2 8 0 0 0 38
0 2 1 Supriyanto 4 20 4 16 0 0 0 36 2 2 Agus Sufiyat 5 25 3 12 0 0 0 37 2 3 Wiwin K 2 10 6 24 0 0 0 34 2 4 Abdull Manaf 5 25 3 13 0 0 0 38 2 5 Andy Dwy B 3 15 4 16 1 3 0 0 34 Jumlah Bobot 907 Rata-rata Nilai 4,535 Presentase Kepuasan 90,7
Tabel 4.8 Hasil Respon dari Responden
Data dari tabel 4.8 didapatkan oleh 25 orang responden. Dari 25 responden tersebut bobot yang dapatkan sistem adalah 907 dengan rata-rata nilai 4,535. Dengan demikian hasil presentase kepuasan berdasarkan kinerja dan manfaat yang ada adalah 90,7%.