• Tidak ada hasil yang ditemukan

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

MATERI : OPERASI BILANGAN

A) MENYELESAIKAN MASALAH YANG TERKAIT DENGAN

PERBANDINGAN BERBALIK NILAI

B) MENERAPKAN OPERASI PADA BILANGAN IRASIONAL

C) MENERAPKAN KONSEP LOGARITMA

Oleh : Hartono

Materi disampaikan pada Pelatihan SMK Model (Seni-Pariwisata-Bisnis/Non Teknik)

(2)

Kompetensi

Kompetensi yang diharapkan dicapai oleh para peserta setelah membaca modul ini dan mengikuti pelatihan adalah mampu :

1. memahami konsep perbandingan berbalik nilai dan skala serta mampu menerapkannya pada permasalahan terkait

2. memahami operasi pada bilangan irasional

3. memahami konsep logaritma dan sifat-sifatnya serta mampu menerapkan konsep logaritma pada permasalahan terkait

Indikator

Indikator yang digunakan untuk melihat capaian kompetensi para peserta adalah peserta mampu :

1. Menjelaskan konsep perbandingan berbalik nilai

2. Menerapkan konsep perbandingan berbalik nilai pada permasalahan terkait 3. Menerapkan konsep skala pada permasalahan terkait

4. Menyederhanakan bentuk akar

5. Merasionalkan penyebut yang berbentuk irasional 6. Menjelaskan sifat-sifat logaritma

(3)

Perbandingan berbalik nilai

Perbandingan berbalik nilai adalah perbandingan dari dua buah besaran (sesuatu yang dapat diukur) yang nilainya selalu berkebalikan yakni apabila satu besaran membesar nilainya maka besaran yang lain nilainya mengecil. Sebagai contoh si Fulan berangkat ke sekolah naik motor lintasan yang dilewati setiap harinya tetap (artinya jarak dari rumah ke sekolah tetap). Apabila kecepatan rata-rata naik sepeda motor dinaikkan (kecepatan rata-rata bertambah besar nilainya) maka waktu tempuh yang diperlukan semakin kecil/singkat (semakin cepat sampai di sekolah). Namun apabila kecepatan rata-rata sepeda motor dikurangi (kecepatan rata-ratanya kecil) maka waktu tempuh yang diperlukan semakin lama ( waktu tempuhnya semakin besar). Dalam hal ini kecepatan rata rata dan waktu tempuh merupakan dua besaran yang perbandingannya berbalik nilai yakni apabila kecepatan rata-rata membesar maka waktu yang diperlukan mengecil dan sebaliknya apabila kecepatan rata-rata mengecil maka waktu yang diperlukan membesar.

Contoh yang lain, untuk membangun sebuah rumah dengan 45 tenaga kerja diperlukan waktu 24 hari, apabila pemborongnya ingin menyelesaikannya dalam waktu 18 hari maka berapa banyak pekerja yang dibutuhkan? Dalam hal ini ada dua besaran yaitu banyaknya pekerja dan waktu untuk menyelesaikan pembangunan, dua besaran tersebut perbandingannya berbalik nilai yakni manakala banyaknya pekerja semakin besar (banyak) maka waktu yang digunakan untuk menyelesaikan semakin kecil (pendek/cepat) dan sebaliknya.

Skala

Skala biasanya dipakai pada peta ataupun denah rumah. Skala dituliskan dalam bentuk perbandingan yang menggambarkan perbandingan antara ukuran (panjang) pada peta atau denah dengan ukuran (panjang) yang sebenarnya (keadaan riel). Bentuk standarnya dituliskan dalam perbandingan

1 : k

artinya satu satuan panjang di peta sama dengan k kali satuan panjang pada keadaan

sebenarnya. Sebagai contoh pada peta tertuliskan skala 1 : 100.000, ini berarti 1 cm pada peta menggambarkan 100.000 cm pada keadaan sebenarnya. Jadi panjang pada keadaan

sebenarnya sebesar 100.000 cm = 1000 m = 1 km. Dengan kata lain 1 cm pada peta sama dengan 1 km pada keadaan sebenarnya.

Penting diperhatikan disini bahwa skala di sini hanya satu dimensi yakni hanya dimensi panjang saja. Sehingga untuk menghitung luas harus hati-hati.

Contoh 1 : (UN SMK 2005/2006) Sebuah ruangan berbentuk persegipanjang digambar dengan skala 1 : 300 panjang 4 cm dan lebar 2 cm, maka luas ruangan sebenarnya adalah ... Jawab : Skala 1 : 300 berarti 1 cm pada denah sama dengan 300 cm pada keadaan

sebenarnya. Jadi 1 cm sama dengan 300 cm = 3 m keadaan sebenarnya. Sehingga panjang ruangan sebenarnya 4 x 3 m = 12 m dan lebarnya 2 x 3 m = 6 m. Jadi luas ruangan

sebenarnya adalah 12 m x 6 m = 72 m2.

(4)

Bentuk akar

Yang dimaksudkan dengan bentuk akar pada modul ini adalah a dengan a suatu bilangan bulat positip. Beberapa sifat yang berkaitan dengan bentuk akar adalah

a

a2  , ab  a b dan

b a b a

Bentuk akar ada yang dapat disederhanakan dan ada yang tidak. Sebagai contoh perhatikan bentuk-bentuk akar berikut

3 2 3 2 3 4 3 4

12    2 

2 3 2 3 2 9 2 9

18    2 

3 3 3 3 3 9 3 9

27    2 

2, 3, 5, 17

Keempat buah bentuk akar yang terakhir dikatakan bentuk-bentuk akar sederhana sedangkan bentuk-bentuk akar 12, 18, 27 dikatakan bukan bentuk akar sederhana karena

masing-masing dapat dituliskan dalam bentuk 2 3,3 2 dan 3 3.

Untuk menyederhanakan bentuk akar diperlukan pengertian tentang faktorisasi prima dari suatu bilangan bulat positip. Bilangan prima adalah bilangan bulat positip yang mempunyai tepat dua faktor yang berbeda yakni bilangan 1 dan bilangan itu sendiri, sebagai contoh 2, 3, 5, 17, 23 dan lain lain. Bilangan bulat positip lebih besar dari 1 dan bukan bilangan prima disebut bilangan komposit. Berikut ini adalah suatu teorema yang fundamental pada teori bilangan :

Setiap bilangan komposit selalu dapat dinyatakan sebagai hasil kali dari bilangan-bilangan prima secara tunggal, kecuali hanya berbeda urutannya.

Apabila hasil faktorisasi prima dari bilangan a memuat dua atau lebih faktor yang sama maka bentuk akar a dapat disederhanakan, dan apabila tidak ada faktor yang sama pada hasil

faktorisasi primanya maka a tidak dapat disederhanakan.

Pada dasarnya bentuk akar a merupakan bilangan irasional kecuali a dapat dinyatakan ke

dalam bentuk b2 dengan b suatu bilangan bulat positip, maka a merupakan bilangan bulat positip. Bilangan irasional adalah bilangan yang tidak dapat dinyatakan sebagai hasil bagi dari dua bilangan bulat atau apabila dinyatakan ke dalam bentuk desimal maka banyaknya digit takhingga dan tidak mempunyai pola.

Lebih lanjut, 12 dan 27 dikatakan sejenis karena masing-masing dapat disederhanakan

ke bentuk 2 3 dan 3 3. Sehingga 3 5 3 3 3 2 27

(5)

Tetapi 12 dan 18 dikatakan tidak sejenis karena bentuk sederhananya dalam bentuk 2

dan 3. Sebagai latihan perhatikan contoh berikut ini.

Contoh 2: (UN SMK 2009/2010) p63 27 dan q4 12 maka nilai p+q adalah ....

Seperti contoh di atas, bentuk akar dapat digabungkan dengan bilangan rasional yakni secara umum dapat dituliskan dalam bentuk ab c dengan a dan b bilangan bulat tetapi c

merupakan bilangan bulat positip. Selanjutnya bentuk ab c dikatakan sebagai kawan dari

c b

a atau sebaliknya. Hasilkalinya sebagai berikut

c b a c b a c b

a ) ( ) 2 2

(      . Sehingga hasilnya merupakan bilangan rasional. Dengan demikian apabila kita mempunyai pecahan dengan penyebut irasional yang berbentuk akar, maka penyebutnya bisa dibuat menjadi rasional dengan cara mengalikan penyebut maupun pembilangnya dengan kawan dari penyebutnya.

Contoh 3: (UN SMK 2008/2009) Bentuk sederhana dari 2 1

2 1

adalah ....

Jawab : Penyebutnya merupakan bilangan irasional yakni 1 2sehingga kawannya adalah 2

1 . Apabila pecahan tersebut baik pembilang maupun penyebutnya dikalikan dengan 2

1 maka tidak merubah dari nilai pecahan tersebut (merupakan pecahan senilai) yakni

2 2 3 1 2 2 3 2 1 2 2 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1                .

Jadi bentuk sederhananya adalah 32 2.

Logaritma

Pembahasan pada modul ini, semesta pembicaraan dibatasi pada himpunan semua bilangan riel.

Logaritma merupakan kebalikan dari perpangkatan. Untuk itu, sebelum membahas tentang logaritma perlu melakukan reviu mengenai perpangkatan dan sifat-sifatnya.

Definisi 1 : Misalkan m dan n adalah bilangan-bilangan asli dan a adalah bilangan riel positip yang tidak sama dengan 1.

(1) 

faktor m a a a m

a    

(2) m

a m a  1

(3) ao 1, a1 a.

Berdasarkan definisi di atas dapat diturunkan beberapa sifat seperti berikut ini :

Untuk bilangan-bilangan asli m dan n berlaku

(6)

(1.2) n m n m a a a

(1.3) (am)n amn

(1.4)(ab)n anbn

(1.5) n n n b a b a  ) (

Contoh 4 : Ada berapa digit hasil dari413527 ? Jawab : 27 digit.

Selanjutnya perhatikan persamaan berikut ini . 1 dan 0 dengan  

c a a

x a

Apabila solusinya ada, maka solusinya adalah suatu bilangan riel yang dinotasikan dengan c

a

log ( logaritma dari c dengan bilangan pokok a ) atau dituliskan xalogc. (Kapan

solusinya ada? Sehingga bentuk alogc akan bermakna manakala ...)

Secara umum didefinisikan sebagai berikut :

Definisi 2 : ab  c  b alogc dengan a 0 dan a 1.

Sifat-sifat yang dapat diturunkan berdasarkan definisi di atas adalah :

(2.1) aalogc c

(2.2) alogab b

(2.3) aloga 1

(2.4) alog10

(2.5) am n mn a  log

(2.6) alogxy alogx alog y

(2.6a) alogbn n alogb

(2.7) x y

y

x a a

a

log log

log  

(2.8) dengan 0 dan 1 log

log

log  p p

a b b a p p

Catatan : Logaritma dengan bilangan pokok e yakni e logx dituliskan ln ( logaritma x natural ). Bilangan e adalah bilangan irasional yang didefinisikan sebagai hasil limit dari

  n)n untuk n 1

( 1

.

Contoh 5: Hitunglah 81log3 3. Bentuk ini dapat dituliskan sebagai 2 3 3 log 4

3 .

(7)

Contoh 6: (UN SMK 2009/2010) Nilai 2log12 2log62 2log2 adalah ...

Contoh 7: (UN SMK 2005/2006) Jika 7log2 p, 7log3q, 7log5r maka

150 log 7

...

Contoh 8: (UN SMK 2008/2009) 3log5m dan 3log2n maka 4log45 adalah ...

Contoh 9: Jika 2log3a, nyatakan 27log32 dalam bentuk a. Berdasarkan sifat (2.8) , (2.2) dan (2.6a) dapat ditulis

a 3

5 3 log 3

5 3

log 2 log 27

log 32 log 32

log 2 3 2

5 2

2 2

27     .

Jadi

a 3

5 32 log

27 

.

Contoh 10: (UM UGM )Jika 2x a dan 2y b dengan x,y0 maka

y x

y x

2 3 2

 dapat

dituliskan

dalam bentuk

2 2

2

log log 1

ab ab

 (penjabarannya sebagai latihan)

Daftar Pustaka

Purcell, E. J. and Varberg, D (1987), Kalkulus dan Geometri Analitis, terjemahan edisi ke-5, Jakarta : Erlangga

Forbes, J. E. and Eicholz, R. E. (1971) Mathematics for Elementary Teachers, Massachusetts : Addison-Wesley Publishing Company

(8)

Referensi

Dokumen terkait

,engingatkan kembali ke"ada ibu tentang "ers/nal $ygiene "ada balita  dengan membiasakan kebiasaan 9u9i tangan setela$ melakukan aktiitas?.

Perubahan hutang menjadi penyertaan modal (debt to equity swap), adalah suatu langkah yang diambil oleh pihak kreditur karena melihat bahwa perusahaan dari

 Berdasarkan kebijakan umum APBD yang telah disepakati, pemerintah daerah dan DPRD membahas Berdasarkan kebijakan umum APBD yang telah disepakati, pemerintah daerah dan DPRD membahas

Teknologi website yang terus berkembang didunia saat ini telah memunculkan berbagai macam masalah keamanan yang disebut dengan cyber crime. Tidak adanya

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II, maka penelitian tentang peran orang tua dalam perkembangan bahasa

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui besar pengaruh suhu perawatan terhadap kuat tekan beton dan dengan suhu perawatanmanakah yang menghasilkan kuat tekan beton yang

Dengan kata lain, dapat disimpulkan bahwa peningkatan produksi keripik pare ke depan lebih menjanjikan dari pada keripik sayur lainnya, disamping pula ada

Then, they have to bring the good of technology into the classroom to empower themselves and to create better activities of teaching and learning (Kariuki, 2009, p. Although not all