• Tidak ada hasil yang ditemukan

SAYEMBARA DESAIN RUANG TERBUKA LAPANGAN PERSIBO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SAYEMBARA DESAIN RUANG TERBUKA LAPANGAN PERSIBO"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

1 | P a g e

DAFTAR ISI

BAB. I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB II PERIHAL SAYEMBARA II. 1 Judul Sayembara II. 2 Tujuan Sayembara II. 3 Lingkup Sayembara

II. 4 Kriteria Penilaian BAB III DATA TEKNIS SAYEMBARA III. 1 Sifat Sayembara

III. 2 Persyaratan Peserta III. 3 Pendaftaran Sayembara III. 4 Penjurian

III. 5 Hadiah

III. 6 Jadwal Sayembara BAB IV DATA OBYEK SAYEMBARA

IV.1 Lokasi dan Kondisi Lingkungan IV.2 Ketentuan Perancangan

IV.3 Program Ruang

IV.4 Materi Karya BAB V PEMASUKAN KARYA

V.1 Tata cara pemasukan karya V.2 Kerahasiaan Karya

V.3 Batas Waktu PemasukanKarya BAB VI

PANITIA PENYELENGGARAAN LAMPIRAN

Form Pendaftaran

(2)

2 | P a g e

BAB I. PENDAHULUAN

Latar Belakang

Sekitar Abad 10 Masehi Bone hanya sebuah wilayah kecil di tepi Teluk Bone, Luas kawasan wilayah berkisar 4 km2 dengan kontur topografi lebih tinggi

di sekitarnya sehingga nama “Tanete” menjadi sebutan yang khas pada 3

Kecamatan Kota Watampone. Pada masa Bone purba berada pada wilayah Wewangriu Zaman Lagaligo. Bone adalah nama Bugis kuno yang berarti Pasir karena Tanahnya berpasir warna kekuning-kuningan sehingga Bone dahulu disebut Tanah Bone, Tanah yang berpasir, sebutan tersebut berakhir pada zaman Belanda pada tahun 1940 an.

Kota Kawerang Ketika kerajaan Bone berdiri di Tahun 1330 M terdapat

7 Wanua bergabung menjadi persekutuan yakni : 1. Wanua Ponceng, 2. WanuaTanete Riattang, 3. Wanua Tanete Riawang, 4. Wanua Ta, 5. Wanua Macege, 6. Wanua Ujung dan 7. Wanua Tibojong. Ketujuh Wanua bersatu dalam Panji Worong porongE bendera bintang 7 menandakan tujuh negeri di bawah kepemimpinan Raja Bone Pertama bergelar MatasilompoE (Penguasa Penjaga Laut dan Tanah) . Tetapi awal terbentuk Kerajaan Bone ada beberapa wanua lain yang tidak bergabung dan cukup disegani pada waktu itu seperti Biru, Cellu dan Majang, sedang Bukaka dan Ciung kemungkinan masuk dalam dalam Wanua Tanete Riawang. Kerajaan ini mulai membangun wilayah nyadengan ibukota Kawerang. Berada dalam Wanua Tanete Riattang di tepi sungai Bone, sungai yang ramai digunakan oleh penduduk Bone sebagai alur transportasi penting untuk menghubungkan Wanua lain. Hulunya ada dua dekat Anrobiring di Palakka dan Pallengoreng sedang muaranya di Toro Teluk Bone.

Kota Kawerang sebagai pusat pemerintahan berasal dari nama tumbuhan Awerang yang banyak tumbuh disekitar sungai Bone (Sekarang terletak di Jalan Manurunge), sejenis ilalang dan senang tumbuh pada tanah lembab dan berair. Tingginya kurang lebih 2 meter, mempunyai bunga jambul putih, karena dominan tumbuh di daerah tersebut penduduk menyebut Kampung Kawerang berasal dari kata Engka Awerang, kemudian berubah menjadi Kawerang.

Kawerang sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Bone luas pada awalnya hanya sekitar sungai, kemudian lambat laun berkembang Wanua Tanete Riattang termasuk wanua Tibojong.

(3)

3 | P a g e Pada zaman Raja Laumasa Raja Bone ke 2 berkuasa ( 1366-1398 ) Kota Kawerang berkembang baik jumlah penduduk maupun permukiman sehingga kota meluas seluruh wilayah Tanete Riattang dan arah perkembangan kota mulai bergeser kewanua Macege

Sebagai kampong industri pembuatan alat-alat pertanian dan senjata, utamanya Parang Cege, Macege adalah tempat pembuatan Parang yang bentuknya lebar Macege berarti tempat pembuatan Parang.

BAB II. PERIHAL SAYEMBARA

II. 1 Judul Sayembara

SAYEMBARA DESAIN RUANG TERBUKA LAPANGAN PERSIBO KOTA WATAMPONE

II. 2 Tujuan Sayembara

Mewujudkan konsep rencana Penataan Ruang Lapangan Persibo tanpa menghilangkan konsep sejarah dan kebudayaan

Mengoptimalisasi pemamfaatan ruang Lapangan Persibo menjadi ruang publik yang lebih bermanfaat dalam rangka mewujudkan amanat Undang-Undang Nomor 26/2007 dan Permen PU Nomor 5/PRT/M/2008 dan mendorong pemanfaatan ruang agar lebih memberi kontribusi dalam peningkatan taraf hidup masyarakat, menciptakan lapangan kerja untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, bersinergi dengan aktifitas sosial budaya masyarakat perkotaan Kota Watampone sebagai ruang komunikasi warga kota, ruang olahraga dan rekreasi serta menumbuhkan ekonomi masyarakat

Mendorong partisipasi publik secara luas untuk menghadirkan Kota Watampone yang lebih arsitektural dan berestetika, mengstimulan kreatifitas dan produk aktifitas warga kota

Mendorong partisipasi swasta dalam menghadirkan ruang publik, ruang bernilai ekonomis, ruang aktifitas warga kota yang bersinergi dalam pembiayaan, kerjasama saling menguntungkan antara Pemerintah (APBN, APBD) – CSR, berdasarkan tahapan pelaksanaan pembangunan (Multiyears)

(4)

4 | P a g e II. 3 Lingkup Sayembara

Desain memenuhi unsur seni (keindahan), Arsitektur (memenuhi kaidah teknis) dan mempunyai daya tarik.

Sifat Desain Menarik, inovatif/kreatif, dan mudah diingat.

Karya desain asli dibuat sendiri/tim dan tidak mencontek karya lain. Karya desain belum pernah dipublikasikan dan diikutkan dalam

sayembara sebelumnya.

Karya desain diharapkan sebagai ICON Ruang Terbuka kawasan Kota Watampone yang dapat berfungsi dan dimanfaatkan masyarakat sebagai : a. Gelanggang olahraga berbentuk Heksagonal (Dome)

b. Sebagai sentra kegiatan bisnis

c. Perencanaan mewadahi perwujudan kota hijau dengan 8 atribut kota hijau meliputi :

 Perencanaan dan Perancangan yang Ramah Lingkungan (Green

Planning and Design)

 Perencanaan Ruang Terbuka Hijau (Green Open Space)

 Program Pengurangan Volume Sampah dan Pengelolaan Persampahan (Green Waste)

 Program Pengembangan Sistem Transportasi Berkelanjutan (Green

Transportation)

 Program Pengembangan dan Pemanfaatan Energi yang Efisien dan Ramah Lingkungan (Green Energy)

 Program Peningkatan Kualitas Air dan Pemeliharaan Sumber-sumber Air (Green Water)

 Program Penerapan Bangunan Ramah Lingkungan (Green

Building)

 Program Pengembangan Jejaring Masyarakat Peduli Lingkungan

(Green Community)

Karya Desain Mempertimbangkan Aspek Lalulintas, parkir, Sistem Transportasi Khususnya di sekitar kawasan Lapangan Persibo.

Karya Desain memperhatikan Peraturan Bupati berkaitan RTBL Kota Watampone dalam lampiran sayembara ini.

(5)

5 | P a g e II. 4 Kriteria Penilaian

Sayembara Desain Ruang Terbuka Lapangan Persibo diarahkan pada penciptaan ruang Terbuka Untuk Publik dari standar-standar teknis ruang yang lazim. Sayembara didorong untuk mengimplementasikan imajinasi dan kreatifitas seluas-luasnya ke dalam proses penciptaan Ruang terbuka yang mencerminkan masa depan. Keakraban dengan kemajuan teknologi diseimbangkan dengan kedekatan pada alam tanpa mengabaikan kearifan budaya lokal. Mempertimbangkan ratio perbandingan penggunaan lahan antara fungsi : hijau, bisnis, sport, sesuai tujuan dari sayembara. Terkhusus pada penciptaan Desain Ruang terbuka Lapangan Persibo memperhatikan kriteria sebagai berikut :

Perbandingan zona lahan diatas Kawasan Lapangan Persibo dengan Luas ± 1,69 Ha;

Harus mempertimbangkan aspek Keserasian keseimbangan dalam kaitannya dengan lingkungan, khususnya karakter arsitektur gedung-gedung di sekitarnya.

Penerapan konsep Keterpaduan tata guna lahan, jaringan transportasi dan infrastruktur.

Memberi nilai tambah untuk menunjang fungsi pariwisata, budaya, dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Informatif, desain dapat mengakomodasi informasi penting secara efektif kepada pengguna.

Konsep Desain harus memperhatikan standar keamanan, keselamatan, kesehatan dan kenyamanan, termasuk penyediaan fasilitas aksesibilitas untuk penyandang cacat.

Estetika Perencanaan Desain digali dari khasanah arsitektur Indonesia dengan memanfaatkan seoptimal mungkin potensi lokal yang tersedia.

(6)

6 | P a g e

BAB III. DATA TEKNIS SAYEMBARA

III. 1 Sifat Sayembara

Sayembara Desain Ruang Terbuka Lapangan Persibo Untuk Umum Baik Perorangan maupun Kelompok / Team.

Hasil Desain berupa Konsep dan Skematik Perancangan dari keseluruhan Ruang Terbuka Lapangan Persibo yang ekspresi dan gagasan yang sudah jelas.

Pemenang yang memiliki persyaratan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan, akan diberi kesempatan dan dilibatkan dalam pengembangan konsep rancangan untuk implementasi perencanaan pada tahapan berikutnya.

III. 2 Persyaratan Peserta

Peserta adalah Warga Negara Indonesia dengan perorangan atau kelompok dari masyarakat umum, perguruan tinggi, konsultan perencana dan pelaku pembangunan lainnya;

Bagi peserta Perorangan; terbuka bagi yang berprofesi sebagai Arsitek, dan mempunyai Sertifikat Keahlian Arsitek (SKA);

Bagi peserta kelompok; terbuka bagi yang berprofesi Arsitek, Pengajar maupun Mahasiswa dan mempunyai keahlian Desain dan Perencanaan, serta mampu mengaplikasikan secara teknis, dalam hal penjelasan karya desain yang dibuat ataukah dalam bentuk presentasi. Peserta kelompok wajib dipimpin oleh seorang Arsitek yang mempunyai Sertifikat Keahlian Arsitek (SKA) sebagai ketua kelompok;

Peserta melampirkan Serifikat Keahlian Arsitek (bagi peserta perseorangan dan ketua kelompok), Kartu Identitas Diri (Fotocopy KTP, SIM, Kartu Mahasiswa Identitas Lainnya);

Sayembara ini tidak diperkenankan untuk diikuti oleh para pihak-pihak yang terkait dengan dewan juri baik secara pribadi maupun profesional (saudara / rekan kerja satu biro) guna menghindari konflik kepentingan didalam proses penilaian. Apabila dapat diketahui hal tersebut, panitia penyelenggara dapat membatalkan kepesertaannya (diskualifikasi).

(7)

7 | P a g e III. 3 Pendaftaran Sayembara

1. Pendaftaran dilakukan atas nama peserta perseorangan ataupun kelompok diwakili atau tanpa diwakili / yang bersangkutan langsung. 2. Pada Saat Pendaftaran, Agar memperlihatkan Kartu Identitas dan kartu

Sertifikasi Keahlian.

3. Peserta tidak dikenakan biaya pendaftaran ( GRATIS ).

4. Pengambilan TOR/KAK dan form data identitas dapat diambil di sekretariat panitia sayembara dengan alamat : Jl. Wolter Monginsidi No. 5 Dinas Tata Ruang Permukiman Dan Perumahan Kab. Bone. Telp /

Fax : (0481) – 21023./ atau dapat di unduh pada

http://www.iai-sulsel.org/, www.iai.or.id, LPSE Kab. Bone http://118.97.30.106/eproc/

email : [email protected], [email protected] dan facebook

5. Batas waktu Pendaftaran Pengambilan / Pengembalian Formulir di Sekretariat Panitia maupun melalui email 30 Oktober s/d 30 November 2016.

III. 4 Penjurian

Penjurian bersifat tertutup dan oleh panitia merencanakan menghadirkan dewan juri sebagai berikut:

 Prof. DR. Ir. Ananto Yudono, M.Eng, IAI Ketua Team / anggota.

 Ir. H. Sanusi Anwar, MT, IAI Sekretaris Team/ anggota.

 Dr. Ir. Isran Ramli TA. Transportasi/anggota.

 Ir. Muaz Yahya, IAI Anggota.

III. 5 Hadiah

Hadiah Kegiatan Sayembara ini adalah :

Pemenang Pertama Rp. 50.000.000,- ( Lima Puluh Juta Rupiah )

Pemenang Kedua Rp 35.000.000,- ( Tiga Puluh Lima Juta Rupiah )

Pemenang Ketiga Rp. 20.000.000,- ( Dua Puluh Juta Rupiah )

(8)

8 | P a g e III. 6 Jadwal Sayembara

No. URAIAN KEGIATAN JADWAL / TANGGAL 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11.

Surat Keputusan Pembentukan Panitia Surat Keputusan Pembentukan Dewan Juri

Pengumuman resmi sayembara baik melalui Letflet, Pamflet, Media Surat Kabar, radio, ataupun Media On-Line Pendaftaran di Sekretariat Panitia atau melalui On-Line

Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) Sayembara

Pemasukan Karya Sayembara Seleksi Karya Sayembara Penilaian Karya Tahap I Penilaian Karya Tahap II

Presentasi Hasil Karya Sayembara 3 Besar Pengumuman Pemenang 07 Oktober 2016 07 Oktober 2016 10 Oktober 2016 30 Oktober s/d 30 November 2016 10 November 2016 05 s/d 13 Desember 2016 15 Desember 2016 16 Desember 2016 17 Desember 2016 24 Desember 2016 24 Desember 2016

(9)

9 | P a g e

BAB IV. DATA OBYEK SAYEMBARA

IV. 1 Lokasi dan Kondisi Lingkungan

Lokasi perencanaan sayembara adalah Lapangan Persibo

Keterangan :

(10)

10 | P a g e

Foto Lokasi :

A

B

Lapangan Persibo Kota Watampone

(11)

11 | P a g e

IV. 2 Ketentuan Perancangan Program Kebutuhan

Lapangan Persibo diperuntukkan sebagai Ruang Terbuka Untuk Publik, Dimana dalam konsep perancangannya dapat menghadirkan Singkronisasi

C

D

Simpang Jalan Andalas dan Jalan Kalimantan (Jalan Lokal/Kabupaten)

(12)

12 | P a g e kawasan Modern futuristik, tanpa menghilangkan nilai Sejarah, Budaya, Adat istiadat ataupun karakter masyarakat Kabupaten Bone.

Diharapkan lewat ekspresi Perancangan Desain bangunan, memberikan perwujudan ide-ide progresif-futuristik yang ber Estetika.

Lapangan Persibo :

Lapangan Persibo Berada Pada Posisi Titik Kordinat Latitude : -4,543536 Longitude : 120,327756 (terletak di dalam lahan sekitar ±1,69 Ha, berbentuk bujur sangkar) terdiri dari :

Lapangan Olahraga. Tribun.

IV. 3 Program Ruang

Pengembangan ide Desain dengan memperhatikan Program Ruang yang relevan dengan fungsi Rencana Tata Ruang Kabupaten/Kota dan RTBL Kota Watampone dengan memperhatikan masukan kreatifitas gagasan sebagai berikut :

Tempat Parkir.

Memberikan solusi Desain Area Parkir apabila ada kegiatan atau acara yang sifatnya Massal di lapangan Persibo.

Sarana Pariwisata / Rekreasi / Aktifitas Bisnis .

Memberikan Solusi Fungsi sosial-ekonomi untuk memberikan fungsi sebagai ruang interaksi sosial, sarana rekreasi, sarana bisnis dan sebagai tetenger (landmark) kota: Lapangan Persibo

Hard-space (plaza, perkerasan, alun-alun), Gelanggang.

Dari keseluruhan area tersebut adalah bagian dari satu kesatuan yang saling berkaitan, yang merupakan Hard-space plaza dengan memberikan gambaran desain yang menarik.

IV. 4 Materi Karya

Peserta dapat memasukkan usulan lebih dari 1 alternatif karya desain. Peserta mendapat kebebasan penuh untuk melakukan kajian tersendiri terhadap permasalahan berdasarkan data dan informasi yang tersedia.

(13)

13 | P a g e

BAB V. PEMASUKAN KARYA

V. 1 Tata Cara Pemasukan Karya

Peserta sayembara diminta untuk memasukkan gambar-gambar maksimal 10 (Sepuluh) lembar kertas ukuran A2 POTRAIT, bukan kalkir (tracing paper) dengan dilekatkan pada panel impraboard hitam dengan offset border 3cm Tidak diperkenankan mencantumkan identitas apapun pada panel gambar, Kecuali Nama Samaran.

Pemberian identitas pada lembar gambar hanya menggunakan nama samaran yang diperoleh pada saat Penjelasan Teknis / Aanwijzing. Peserta tidak diperkenankan memberi identitas pada lembar gambar selain nama samaran tersebut

Peserta wajib mengikuti format kertas Penyajian karya yang sudah ditetapkan oleh panitia :

(14)

14 | P a g e  Seluruh materi Gambar Karya diminta juga untuk :

a) Menyertakan data soft copy filenya untuk keperluan dokumentasi dan publikasi Penyelenggara serta Promotor, ke dalam CD-R maksimum sebesar 5 MB / per halaman gambar dengan bentuk format jpeg.

Format penamaan :

Label CD-R adalah SAYEMBARA : Contoh : SAYEMBARA

File Gambar adalah Gmbr : Contoh : Gmbr : 1

Contoh : Gmbr : 2 Contoh : Gmbr : 3 Dst.

b) Mengirim Via Pos Cap Tertanggal 11 Desember 2016 Atau Menyetor Langsung Hard ( Gambar Desain ) Ke Sekretariat Panitia Jl. Wolter Monginsidi No. 5 Dinas Tata Ruang Permukiman Dan Perumahan Kab. Bone. Telp / Fax : (0481) – 21023.

c) Agar Peserta memperhitungkan waktu pengiriman dengan batas waktu pengiriman karya Desain Tertanggal 11 Desember 2016 Cap Pos.

d) Panitia memperhitungkan stempel Pos Karya atas batas waktu yang di syaratkan.

 Menyertakan Formulir Nama Peserta dan anggota Kelompoknya dengan lengkap, untuk keperluan identitas pada pembuatan Sertifikat.

V. 2 Kerahasiaan Karya

Untuk menjaga kerahasiaan dalam proses penjurian, peserta harus memasukkan materi karya dan identitas didalam 2 amplop terpisah dengan cara:

1. Amplop Besar dengan ukuran A2, untuk memasukkan seluruh materi Gambar Karya.

2. Amplop Coklat dengan ukuran A4 berisi.

Formulir identitas Peserta dan anggota Kelompok. CD-R rekaman karya.

(15)

15 | P a g e V. 3 Batas Waktu Pemasukan Karya

Karya sayembara dimasukkan pada tanggal 05 s/d 13 Desember 2016, selambat-lambatnya pukul 17.00 WIB kepada Sekretariat Panitia Pelaksana Penyelenggaraan Sayembara dengan alamat sebagai berikut:

Jl. Wolter Monginsidi No. 5 Dinas Tata Ruang Permukiman Dan Perumahan Kab. Bone Telp / Fax : (0481) 21023

Contact Person:

- AHMAD ST, M.Si Telp. 0811 421 6878 - A K B A R, SP, M.Si Telp. 0812 424 3660 - A. EDY AS, ST, IAI Telp. 0821 8914 1404 - A. EMIL MATTOTORANG, SE Telp. 0852 5656 7766

BAB VI. PANITIA PENYELENGGARAAN Panitia Penyelenggara/ Pelaksana :

Ketua Panitia : Drs. H. A. SYAFRUDDIN USMAN Wakil Ketua : AHMAD, ST, M.Si

Sekretaris : SYAHRULI ASMAR, ST, M.Si

Anggota : - Ir. M. LOTTONG MAKKARAKA, IAI - ANDI EDY AS, ST, IAI

- A K B A R, SP, M.Si

- ANDI EMIL MATTOTORANG, SE - CHIRWAN ELIAS

KERJA SAMA

PEMERINTAH KABUPATEN BONE IKATAN ARSITEK DONESIA

PROVINSI SULAWESI SELATAN

Pelaksana :

DINAS TATA RUANG PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN KABUPATEN BONE

Alamat :

Jl. Wolter Monginsidi No. 5 Dinas Tata Ruang Permukiman Dan

(16)

16 | P a g e

L A M P I R A N

FORMULIR PENDAFTARAN PESERTA NOMOR : ...

SAYEMBARA DESAIN RUANG TERBUKA LAPANGAN PERSIBO

Kab. Bone, Prov. Sulawesi Selatan

MENDAFTAR SEBAGAI: ______________________________________________ PERSEORANGAN; NAMA : ____________________________________________ KELOMPOK; NAMA KETUA KELOMPOK __________________________________ NAMA ANGGOTA KELOMPOK : ________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ NO.TELP/HP : ______________________________________________________ ALAMAT :__________________________________________________________ E-MAIL : __________________________________________________________ ...

Referensi

Dokumen terkait

Dari 100 kuesioner yang disebarkan dilokasi Rumah Susun Cengkareng, untuk penghuni Rumah Susun Cengkareng dengan pertanyaan sudah puas atau tidak dengan pelayanan

(2) Tanggung jawab pengampu/yang memperoleh hak/ahli waris untuk membayar ganti kerugian negara/daerah sebagaiman dimaksud pada ayat (1) menjadi hapus apabila dalam waktu 3

Sabur : Karakteristik vegetatif enam kultivar padi gogo lokal Sultra | 252 garis-garis ungu, varietas Situpatenggang berwarna warna ungu, sedangkan kultivar yang lainnya

AMDRY 2000 terlebih dahulu dicairkan dengan suhu tmggi menggunakan arus listrik. Penyemprotan plasma dan peralatan penyemprotan Jet plasma yang dipakai plasma yang

Judul : Pelatihan Bahasa Inggris untuk Para Dokter di

Berdasarkan ketentuan yang ada pada Undang- Undang No. 5 Tahun 1960 tentang Undang-Undang Pokok Agraria Pasal 19 mengamanatkan bahwa untuk menjamin kepastian hukum hak atas tanah

Dengan kemampuan webGIS, lokasi penanganan, dan rencana tata ruang yang sesuai untuk lahan kritis dapat di sinkronkan, karena memiliki data peta dasar yang

Melalui penjelasan guru siswa mampu memahami perbandingan dua besaran yang berbeda (kecepatan sebagai perbandingan jarak dengan waktu, debit