• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sejarah Perkembangan Islam Di Nusantara

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Sejarah Perkembangan Islam Di Nusantara"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP

(

SMP/MTS : SMP Negeri 1 Kota Bogor

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam (PAI) Kelas/Semester : IX (Sembilan) / 1

Pertemuan Ke- : 10

Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (1 x pertemuan) Standar Kompetensi

(Tarikh) : 7. Memahami sejarah perkembangan Islam di Nusantara.

Kompetensi Dasar : 7.1. Menceritakan masuknya Islam di Nusantara melalui

perdagangan, sosial dan pengajaran

7.2. Menceritakan sejarah beberapa kerajaan Islam di Pulau Jawa, Pulau Sumatra dan Pulau Sulawesi.

Indikator : 7.1.1 Menceritakan sejarah masuknya Islam di Nusantara

melalui perdagangan

7.1.2 Menceritakan sejarah masuknya Islam di Nusantara melalui sosial.

7.1.3 Menceritakan sejarah masuknya Islam di Nusantara melalui pengajaran

7.2.1 Menceritakan sejarah beberapa kerajaan Islam di Jawa. 7.2.2 Menceritakan sejarah beberapa kerajaan Islam di

Sumatera.

7.2.3 Menceritakan sejarah beberapa kerajaan Islam di Sulawesi .

I. Tujuan Pembelajaran

1. Siswa dapat menceritakan sejarah masuknya Islam di Nusantara melalui perdagangan. 2. Siswa dapat menceritakan sejarah masuknya Islam di Nusantara melalui sosial.

3. Siswa dapat menceritakan sejarah masuknya Islam di Nusantara melalui pengajaran. 4. Siswa dapat menceritakan sejarah beberapa kerajaan Islam di Jawa.

5. Siswa dapat menceritakan sejarah beberapa kerajaan Islam di Sumatera. 6. Siswa dapat menceritakan sejarah beberapa kerajaan Islam di Sulawesi.

II. Materi Ajar

Sejarah Perkembangan Islam di Nusantara

          

  

....

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah 1dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik....” (QS. An-Nahl

[16]: 125)

Ayat tersebut menjelaskan perintah Allah SWT untuk mendakwahkan ajaran Islam yang sempurna kepada semua umat manusia dengan cara yang baik. Oleh karenanya, para da’i bersemangat mengikuti perintah dakwah ini ke segenap penjuru dunia, termasuk ke bumi Nusantara.

1. Sejarah Masuknya Islam di Nusantara

Menurut satu pendapat Agama Islam masuk di Nusantara sekitar abad VII dan VIII masehi.

1 Hikmah: ialah Perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil.

(2)

Hal ini didasarkan kepada berita cina yang menceritakan renacana serangan orang-orang Arab. Dinasti Tang di Cina juga memberitakan bahwa di Sriwijaya sudah ada perkampungan muslim yang mengadakan hubungan dagang dengan cina. Pendapat lainnya mengatakan bahwa Islam masuk di Nusantara pada abad ke 13, hal ini di dasarkan pada dugaan keruntuhan Dinasti Abasiyah (1258 M), berita Marcopolo (1292 m), batu nisan Sultan Malik As Saleh (1297), dan penyebaran ajaran tasawuf.

Agama Islam masuk di nusantara dibawa oleh para pedagang muslim melalui dua jalur, yaitu jalur utara dan jalur selatan. Melalui jalur utara dengan rute: Arab (Mekah dan Madinah) – Damaskus – Bagdad – Gujarat (pantai barat India) – Nusantara. Melalui jalur selatan dengan rute: Arab (Mekah dan Madinah) – Yaman - Gujarat (pantai barat India) – Srilangka – Nusantara.

Islam di Nusantara termasuk generasi Islam pertama. Inilah yang oleh banyak sejarawan dikenal sebagai Teori Makkah. Jadi Islam di Nusantara ini sebenarnya bukan berasal dari para pedagang India (Gujarat) atau yang dikenal sebagai Teori Gujarat yang berasal dari Snouck Hurgronje, karena para pedagang yang datang dari India, mereka ini sebenarnya berasal dari Jazirah Arab, lalu dalam perjalanan melayari lautan menuju Sumatera (Kutaraja atau Banda Aceh sekarang ini) mereka singgah dulu di India yang daratannya merupakan sebuah tanjung besar (Tanjung Comorin) yang menjorok ke tengah Samudera Hindia dan nyaris tepat berada di tengah antara Jazirah Arab dengan Sumatera.

Adapun penyebaran agama Islam di Indonesia melalui beberapa cara:

a. Perdagangan

Para pedagang muslim yang berasal dari Arab, Persia, dan India telah ikut ambil bagian dalam lalu lintas perdagangan yang menghubungkan Asia Barat, Asia Timur, dan Asia Tenggara pada abad ke-7 samapai abad ke 16. Para pedagang muslim itu akhirnya singgah juga di Indonesia , dan ternyata yang mereka lakukan bukan hanya berdagang, tetapi juga berdakwah dan menyebarkan agama Islam. Saat berdagang mereka menunjukan pribadi muslim yang baik, berbudi luhur, jujur, amanah, dan dapat dipecaya. Hal tersebut menjadi daya tarik yang utama sehingga banyak orang yang sukarela masuk Islam tanpa paksaan.

b. Hubungan Sosial: Pernikahan dan Pembebasan budak

Para mubaligh yang menyebarkan Islam di nusantara ternyata tidak hanya aktif berdagang, merekapun aktif dalam kegiatan sosial yang ada di lingkungan mereka tinggal, bahkan sebagain dari mereka ada yang menetap di lingkungan tersebut karena mereka menikah dengan penduduk setempat. Banyak hal yang dilakukan para mubaligh dalam kegiatan kemasyarakatan, merekapun mengajarkan tentang persamaan hak tidak ada perbedaan satu sama lainnya karena kemulaian manusia tidak ditentukan oleh kastanya kecuali karena ketaqwaannya kepada Allah. Islam mengajarkan agar umatnya saling membantu, yang kaya membantu yang miskin, yang kuat membantu yang lemah, dan sebagainya. Sehingga dengan ajarann ini menyebabkan Islam semakin mudah diterima masyarakat karena ajrannya sangat luhur.

c. Pendidikan dan Pengajaran

Ajaran Nabi Muhammad SAW. Tentang “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat”, menjadi motivator para mubaligh Islam pada saat itu untuk semakin bersemangat menyempaikan ajaran Islam. Disetiap kesempatan para mubaligh menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat sekitar melalui pendidikan dan pengajaran dengan menggunakan mushala, rumah salah seorang warga, bahkan tempat terbuka seperti di bawah pohon rindang sebagai tempat untuk menyampaikan dakwahnya.

Awalnya, ajaran Islam didakwahkan/disebarkan di Jawa oleh para mubaligh/da’i yang terkenal dengan julukan “Wali Songo”, yaitu: 1) Sunan Gresik Maulana Malik Ibrohim; 2) Sunan Ampel Raden Rahmat; 3) Sunan Bonang Raden Makhdum Ibrohim; 4) Sunan Kalijaga Raden Mas Said; 5) Sunan Giri Raden Paku; 6) Sunan Drajad Raden Qosim; 7) Sunan Kudus Raden Ja’far Sadiq; 8) Sunan Muria Raden Umar Said; dan 9) Sunan Gunung Jati Asy-Syarif Hidayatullah. Pada saat itu, ajaran Islam juga diajarkan melalui pendekatan budaya, seperti melalui tembang/lagu-agu, gamelan, dan pagelaran wayang yang disisipkan ajaran-ajaran Islam.

2. Sejarah Beberapa Kerajaan Islam di Jawa, Sumatera, dan Sulewesi a. Kerajaan Islam di Jawa

(3)

Penyebaran Islam di pulau jawa ditunjukan dengan berdirinya beberapa kejaan Islam, diantaranya adalah :

1) Kerajaan Islam Demak

Kerajaan Islam di Jawa yang pertama adalah kerajaan Demak, di wilayah pantai utara jawa. Kerajaan Demak berdiri pada abad ke-XVI (1500-1550 M). Pada masa itu Demak merupakan pelabuhan laut yang maju. Proses Islamisasi Jawa hingga mencapai beridirinya kerajaan Islam Demak dipercepat oleh kemunduran kerajaan Majapahit. Raja pertama Demak adalah Raden Fatah, putera raja Majapahit yang terakhir.

Sejak kerajaan Demak berdiri, wilayahnya mencakup daerah Jawa Barat pesisir utara, terutama Cirebon yang masyarakatnya beragama Islam. Setelah Raden Fatah meninggal, tahta kerajaan dilanjutkan oleh Pati Unus (Pangeran Sabrang Lor).

2) Kerajaan Banten

Raja pertamanya adalah Sultan Hasanuddin. Pada masa pemerintahannya, Banten menjadi kota perdagangan yang ramai dan merupakan pusat penyebaran agama Islam. Sulatan Maulana Hasanuddin memperluas kekuasaannya sampai Jayakarta, Lampung dan Bengkulu. Pada tahun 1570 M Sultan Maulana Hasanuddin wafat, kemudian diganti oleh putranya yang bernama Maulana Yusuf. Ia memperluas daerahnya hingga Pajajaran, yang saat itu masih memeluk Agama Hindu.

b. Kerajaan Islam di Sumatera

Bebarapa kerajaan juga berdiri di sumatera diantaranya adalah : 1) Kerajaan Samudera Pasai

Kerajaan ini adalah kerajaan Islam yang pertama kali berdiri di Indonesia, terletak di Pesisir Timur Aceh tepatnya di Lhokseumawe atau Aceh Utara sekarang. Kerajaan ini didirikan pada abad XIII oleh Marah Selu atau Marah Sile yang bergelar Sultan Malik as-Saleh. Hal itu didukung adanya nisan kuburan yang bertuliskan sultan Malik As saleh bertahun 696 H/ 1297 M.

2) Kerajaan Malaka

Menurut sejarah kerajaan ini didirikan oleh seorang bangsawan yang masih keturunan Majapahit yang bernama Paramisora. Setelah beliau masuk islam dan menjadikan agama Islam sebagai agama kerajaan beliau menggunakan nama dengan gelar Sultan Muhammad syah. Dan mulai saat itu Malaka menjadi pusat perdagangan Asia Tenggara dan pusat peneyebaran Islam. Dari Malaka Islam berkembang di kepulauan Nusantara, bahkan sampai ke Brunai dan Filifina Selatan (Mindanao).

3) Kerajaan Aceh

Raja pertamanya adalah Sultan Ali Mughayat Syah. Adapun masa kejayaanya terjadi pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607 – 1636 M). Hampir dua pertiga Pulau Sumatera menjadi wilayah Aceh. Pada masa ini juga hidup seorang ulama besar yang bernama Nurudin Ar-Raniry, beliau mengarang sebuah buku sastra yang bernilai tinggi dengan judul “Bustanus Salatina” (taman raja-raja). Buku ini terdiri atas tujuh jilid berisikan sejarah Tanah Aceh dalam hubungannya dengan sejarah Islam.

c. Kerajaan Islam di Sulawesi

Pada abad XIV Islam telah masuk ke Sulawesi yang dibawa oleh Datuk Ri Bandang dari Sumatera Barat. Daerah yang mula-mula masuk Islam di Sulawesi adalah Goa, sebuah kerajaan di Sulawesi Selatan. Sebleum Islam datang para penduduknya menganut kepercayaan nenek moyang.

Setelah kedatangan Datuk Ri Bandang, Raja Goa yang bernama Tonigalo masuk Islam kemudian atas usul Datuk Ri Bandang, raja Goa berganti nama menjadi Sultan Alaudin. Setelah beliau wafat digantikan putranya yang bernama Sultan Hasanudin. Dan Dari Goa inilah Islam berkembang ke Talo dan Bone.

Adapun Kerajaan-kerajaan Islam di Sulawesi adlah sbb: 1) Kerajaan Islam Goa-Tallo

(4)

2) Kerajaan Luwu, Bone, Soppeng, dan Wajo

Banyak Faktor pendukung yang memudahkan Islam masuk ke Indonesia diantaranya adalah :  Islam adalah agama yang tidak mengenal kasta, sehingga bisa diterima oleh semua lapisan

masyarakat, besar, kecil, kaya, miskin, rakyat maupun pejabat.

 Para da’i dan mubaligh dalam kehidupan sehari-hari menunjukan sikap teladan, pandai menyesuaikan diri di dalam masyarakat.

 Setelah berdiri kerajaan Islam di nusantara, para rajanya sangat aktif dalam penyebaran agama Islam kepada rakyatnya.

III. Metode Pembelajaran

Metode yang digunakan adalah: Presentasi kelompok, MCK, diskusi, tanya-jawab (brain

storming), berlatih soal (drill)l, dan ceramah. Adapun pendekatan yang digunakan dalam

pembelajaran ini adalah pendekatan ”ISLAMI” (Ikhlash, Students Centre, Language

Collaboration, Active & Fun, Modelling, and ICT Based) IV. Langkah-langkah Pembelajaran

NO. KEGIATAN WAKTU

1 PENDAHULUAN

a. Tadarus QS. Al-Nahl [16]: 125-128 b. Mengadakan apersepsi dan motivasi

c. Menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi dasar yang akan dicapai.

05 menit

2 KEGIATAN INTI

EKSPLORASI:

a. Satu kelompok siswa yang telah ditugasi pada minggu

sebelumnya, mereka mempresentasikan materi tentang Sejarah Perkembangan Islam di Nusantara dalam bentuk slide presentasi PowerPoint (*.ppt) dengan menggunakan komputer/laptop dan LCD Projector

b. Para siswa menyimak, mempelajari, dan menelaah materi tersebut, serta mendiskusikannya

ELABORASI:

c. Secara berkelompok siswa membuat resume/rangkuman (Menulis Catatan Kelompok/MCK) sesuai tema Sejarah Perkembangan Islam di Nusantara (sesuai undian).

KONFIRMASI:

d. Setiap kelompok siswa melaporkan hasil resume/ rangkuman-nya dan sosiodrama. Sedangkan para siswa lainrangkuman-nya menyimak dan mengomentarinya (berdiskusi). Setelah dinilai, hasil kerja kelompok tersebut ditempelkan di dinding/mading kelas. e. Siswa mengerjakan Tadribaat dari buku paket

f. Siswa menyimak penjelasan guru (dari DVD Multimedia PAI SMP) tentang materi Sejarah Perkembangan Islam di Nusantara

60 menit (10 menit) (05 menit) (10 menit) (05 menit) (15 menit) (15 menit) 3 PENUTUP

a. Guru bersama siswa melakukan refleksi terhadap proses dan hasil belajar

b. Mengadakan pos test (secara berkelompok): ”Tak-Tik, Boom” (8 soal, 1 Tak, 1 Tik, dan 3 Boom)

c. Guru menjelakan kisi-kisi UAS sekaligus menganjurkan siswa

untuk mempelajarinya dari buku paket dan website E-Learning:

(5)

www.e-smpn1bogor.com)

V. Alat/Bahan/Sumber Belajar

1. Al-Qur’an (QS. Al-Nahl [16]: 125-128)

2. Buku Paket PAI SMP Kelas VIII (Drs. Multahim, dkk. Agama Islam Penuntun Akhlak 1 SMP Kelas IX, Jakarta: Yudhistira, 2006, hlm:

3. DVD Multimedia PAI SMP

4. Komputer/Laptop dan LCD Projector

5. Alat-alat tulis: Kertas HVS, lem/solatif, Post It, gunting, dll

VI. Penilaian 1. Tes Tertulis

No Indikator Tekhnik Bentuk Instrumen

1. Siswa dapat menceritakan sejarah masuknya Islam di Nusantara melalui perdagangan Tes Tertulis & Unjuk Kerja Uraian & MCK

Ceritakan sejarah masuknya Islam di Nusantara melalui perdagangan!

2. Siswa dapat

menceritakan sejarah masuknya Islam di Nusantara melalui sosial

Tes Tertulis & Unjuk Kerja Uraian & MCK

Ceritakan sejarah masuknya Islam di Nusantara melalui social! 3. Siswa dapat menceritakan sejarah masuknya Islam di Nusantara melalui pengajaran Tes Tertulis & Unjuk Kerja Uraian & MCK

Ceritakan sejarah masuknya Islam di Nusantara melalui pengajaran!

4. Siswa dapat

menceritakan sejarah beberapa kerajaan Islam di Jawa Tes Tertulis & Unjuk Kerja Uraian & MCK

Ceritakan sejarah beberapa kerajaan Islam di Jawa!

5. Siswa dapat

menceritakan sejarah beberapa kerajaan Islam di Sumatera Tes Tertulis & Unjuk Kerja Uraian & MCK

Ceritakan sejarah beberapa kerajaan Islam di Sumatera!

6. Siswa dapat

menceritakan sejarah beberapa kerajaan Islam di Sulawesi Tes Tertulis & Unjuk Kerja Uraian & MCK

Ceritakan sejarah beberapa kerajaan Islam di Sulawesi!

Kunci Jawaban:

1. Sejarah masuknya Islam di Nusantara melalui perdagangan: .... 2. Sejarah masuknya Islam di Nusantara melalui sosial-budaya: …. 3. Sejarah masuknya Islam di Nusantara melalui pengajaran: …. 4. Sejarah Kerajaan Islam di Jawa: ….

5. Sejarah Kerajaan Islam di Sumatera: …. 6. Sejarah Kerajaan Islam di Sulawesi: ….

 Sesuai hasil unjuk kerja/tugas resume kelompok siswa.

2. Unjuk Kerja:

Unjuk kerja dilakukan dengan cara memberikan tugas kepada para siswa secara berkelompok untuk membuat resume/rangkuman sesuai tema yang dipilih

(6)

3. Diskusi:

Penilaian dilakukan selama proses belajar dengan mengamati presentasi/diskusi kelompok:

Format Penilaian Diskusi

No. Nama siswa

Aspek yang dinilai Score

Max Nilai

Ketuntasan Tindak Lanjut

1 2 3 T TT R P

Aspek penilaian : 1. Kejelasan dan kedalaman informasi → Score: 3 2. Keaktifan dalam diskusi 3

3. Kejelasan dan kerapihan resume/rangkuman 4

Nilai maksimal: 10

Bogor, 25 Agustus 2010 Mengetahui:

Kepala SMP Negeri 1 Kota Bogor, Guru Mata Pelajaran,

Drs. H. Oman Rohman

Widya, M.Pd

Rizal Dalil, S.Pd.I

Pembina Tk. 1 NIP. 19780801 200501 1 003

Referensi

Dokumen terkait

Bersamaan dengan itu, datang pula para pedagang yang berasal dari Timur Tengah pada abad ke-7 Masehi (abad ke-1 Hijriyah). Malaka menjadi pusat utama lalu lintas perdagangan

Agama islam masuk ke Indonesia dibawa oleh para pedagang yang berasal dari ….. Arab, Persia

Islam diperkirakan masuk ke Siantar dibawa oleh pedagang yang berasal dari kerajaan Melayu, yang melakukan aktifitas perdagangan sampai ke daerah Pematang Siantar,

Ada sangat banyak variabel budaya yang hidup di kalangan umat Islam Indonesia yang merupakan “serapan” dari budaya luar, termasuk Persia, mungkin juga India, Arab dan bahkan

Kedatangan pedagang-pedagang muslim seperti halnya yang terjadi dengan perdagangan sejak zaman Samudra Pasai dan Malaka yang merupakan pusat kerajaan Islam yang

Singgah Pedagang Arab yang berdagang ke China telah singgah di pelabuhan utama di Asia Tenggara. Strategik Kedudukan Selat Melaka yang strategik sebagai tempat menunggu perubahan

Ia menunjuk pantai Koromandel sebagai pelabuhan tempat bertolaknya para pedagang muslim dalam pelayaran mereka menuju nusantara.2 Beda lagi dengan Hamka yang mengkritik teori Gujarat

Teori india atau teori Gujarat adalah teori yang menyebutkan bahwa agama islam masuk ke Indonesia melalui para pedagang dari india muslim Gujarat yang berdagang di nusantara pada abad