Kiat Menjadi Pemimpin Yang Baik Bagi Diri Sendiri

Teks penuh

(1)

Kiat Menjadi Pemimpin Yang Baik Bagi Diri

Sendiri

Belajar kepemimpinan ternyata tidak melulu belajar perihal bagaimana kita memimpin orang lain. Belajar kepemimpinan yang sesungguhnya adalah belajar bagaimana kita bisa melakukan kontrol dan memimpin diri kita sendiri.

Orang bilang memimpin diri sendiri merupakan kunci untuk memimpin orang lain karena Anda bukanlah pemimpin yang baik kalau belum bisa memimpin diri sendiri.

Oke, lalu apa dan bagaimana sebenarnya memimpin diri sendiri itu?

Dari beberapa pembahasan perihal memimpin diri sendiri, saya menyukai model Self Limited Company dari Pentti Sydänmaanlakka yang ditulisnya dalam suatu artikel berjudul “What is Self-leadership”.

Model beliau mencoba menempatkan kita menjadi layaknya seorang pemimpin perusahaan yang harus mengendalikan 5 divisi utama yaitu: pikiran, tubuh, perasaan, pekerjaan, dan spiritual.

Pikiran berarti Anda mampu mengendalikan pikiran Anda untuk mampu berpikir dengan baik, memiliki daya analisa dan ingatan yang baik, punya kreatifitas dan persepi yang baik pula.

Tubuh berarti Anda mampu menjaga tubuh untuk tetap sehat dengan

memperhatikan pola makan, rutinitas olahraga, istirahat dan relaksasi yang cukup.

Perasaan berarti Anda memiliki kendali terhadap emosi, pola reaksi dan memiliki pilihan-pilihan terbaik terhadap setiap respon yang mempengaruhi emosi Anda.

(2)

Spiritual berarti Anda memiliki nilai-nilai hidup, tujuan dan hasil akhir yang terjaga dalam koridor keyakinan dan kepercayaan Anda.

Layaknya perusahaan beneran, Anda pun harus memiliki prinsip tata kelola yang baik. Beberapa prinsip dari Pentti Sydänmaanlakka yang sangat baik untuk diingat adalah:

1. Anda harus punya tujuan Hidup. Anda harus punya tujuan dalam hidup ini mau apa? Visi harus Anda miliki. Peran dan manfaat apa yang mau Anda berikan untuk Anda dan orang lain harus ada. Bagi Anda yang belum tahu cepat-cepatlah

mencarinya.

2. Anda harus Fokus. Anda memiliki prioritas hidup dan manajemen waktu yang baik. Tidak semua keinginan bisa dipenuhi maka lakukan skala prioritas untuk itu. Jangan terlalu terpaku pada parameter-parameter eksternal. Lebih baik menjadikan diri sendiri sebagai alat ukur ketimbang membandingkan dengan orang lain. Dan, untuk bisa fokus maka Anda harus tahu jalan sukses Anda. Tahu kekuatan Anda, keunikan Anda dan asahlah terus itu.

3. Anda harus fleksible, selalu ingin belajar, spontan, inovatif dan sangat senang dalam menghadapi perubahan.

4. Anda harus selalu disiplin karena semua tidak akan terjadi tanpa kedisiplinan. Berikan komitmen Anda karena melakukan perubahan itu tidak bisa cepat untuk itu jangan pernah menyerah.

5. Anda harus Percaya diri, yakin dan tetaplah rendah hati kepada siapapun.

Hal lain yang juga harus Anda perhatikan dalam memimpin diri sendiri dan kenapa itu menjadi berat adalah adanya kompromi (self excuse) dan tidak pernah ada hukuman (self punishment) pada suatu pelanggaran dalam memimpin diri sendiri. Berbeda dengan memimpin orang lain Anda akan tidak kenal kompromi dan selalu

(3)

ada hukuman terhadap suatu pelanggaran.

Ternyata selama ini, kita hanya mengikuti nafsu kita saja. Lebih reaktif daripada proaktif. Padahal untuk bisa memimpin diri sendiri Anda harus bisa membedakan mana diri Anda dan mana nafsu Anda.

Pembahasan menarik perihal tersebut bisa kita pelajari dari kutipan tulisan Pak Muhammad Syafii Antonio dalam bukunya yang berjudul “Muhammad SAW: The Super Leader Super Manager”, bagi Anda yang belum pernah baca bukunya segeralah memilikinya. Berikut ini kutipan pembahasannya:

“Setiap orang, merupakan pemilik sekaligus pengelola, pengamat sekaligus yang mengalami tubuh, pikiran dan emosinya. Hal ini dapat digambarkan sebagai sebuah kursi. Ketika Anda duduk di kursi itu (tubuh, pikiran dan emosi), Anda tidak dapat mengamati kursi itu secara keseluruhan, juga tidak dapat “mengatur” kursi itu.

Sebaliknya, kursi itulah yang mengatur Anda! Untuk mengamati kursi itu, Anda harus berdiri dari kursi itu. Artinya, Anda harus meyakinkan bahwa Anda bukanlah kursi itu. Ketika Anda telah menyadari ini, dapat terpisah dari kursi itu, dan

kemudian Anda dapat mengaturnya, memindahkan, dan mempimpin kursi itu kearah yang diinginkan, dengan demikian Anda menjadi penguasa dan pemimpin kursi itu.

Hal ini akan membuat orang tersebut dapat memfokuskan diri pada pengembangan dimensi fungsioner dirinya, yaitu menjaga agar tubuhnya sehat dan energik,

membuat pikirannya lebih terbuka dan kreatif serta mencegahnya dari emosi negatif”

Berarti disamping usaha dan prinsip pengelolaan diri diatas, kita juga harus bisa mengendalikan nafsu kita. Inilah yang terpenting.

(4)

Banyak orang melakukan meditasi, yoga dan kontemplasi. Namun, bagi

sahabat-sahabat muslim tentu sudah punya caranya yakni banyak berzikir, tafakur, shaum dan tentu saja mendirikan sholat. Lebih lanjut Pak Syafii Antonio

mengatakan bahwa latihan tersebut tidak hanya merelaksasi, tetapi juga

menimbulkan perasaan positif dan senang. Dengan cara tersebut, seseorang akan dapat memfungsikan diri yang riang dan proaktif.

Kembali kepada kesimpulan akhir bahwa memimpin diri sendiri harus tahu apa yang dipimpin, kita buat rencana, kita kelola, tetapi semuanya itu tidak boleh lepas dari rahmat Allah sebab semua berada dalam gengaman-Nya.

Demikian para sahabat semua semoga berkenan dan semoga saya dan Anda bisa segera mempraktekkannyaBelajar kepemimpinan ternyata tidak melulu belajar perihal bagaimana kita memimpin orang lain. Belajar kepemimpinan yang sesungguhnya adalah belajar bagaimana kita bisa melakukan kontrol dan memimpin diri kita sendiri.

Orang bilang memimpin diri sendiri merupakan kunci untuk memimpin orang lain karena Anda bukanlah pemimpin yang baik kalau belum bisa memimpin diri sendiri.

Oke, lalu apa dan bagaimana sebenarnya memimpin diri sendiri itu?

Dari beberapa pembahasan perihal memimpin diri sendiri, saya menyukai model Self Limited Company dari Pentti Sydänmaanlakka yang ditulisnya dalam suatu artikel berjudul “What is Self-leadership”.

Model beliau mencoba menempatkan kita menjadi layaknya seorang pemimpin perusahaan yang harus mengendalikan 5 divisi utama yaitu: pikiran, tubuh, perasaan, pekerjaan, dan spiritual.

Pikiran berarti Anda mampu mengendalikan pikiran Anda untuk mampu berpikir dengan baik, memiliki daya analisa dan ingatan yang baik, punya kreatifitas dan

(5)

persepi yang baik pula.

Tubuh berarti Anda mampu menjaga tubuh untuk tetap sehat dengan

memperhatikan pola makan, rutinitas olahraga, istirahat dan relaksasi yang cukup.

Perasaan berarti Anda memiliki kendali terhadap emosi, pola reaksi dan memiliki pilihan-pilihan terbaik terhadap setiap respon yang mempengaruhi emosi Anda.

Spiritual berarti Anda memiliki nilai-nilai hidup, tujuan dan hasil akhir yang terjaga dalam koridor keyakinan dan kepercayaan Anda.

Layaknya perusahaan beneran, Anda pun harus memiliki prinsip tata kelola yang baik. Beberapa prinsip dari Pentti Sydänmaanlakka yang sangat baik untuk diingat adalah:

1. Anda harus punya tujuan Hidup. Anda harus punya tujuan dalam hidup ini mau apa? Visi harus Anda miliki. Peran dan manfaat apa yang mau Anda berikan untuk Anda dan orang lain harus ada. Bagi Anda yang belum tahu cepat-cepatlah

mencarinya.

2. Anda harus Fokus. Anda memiliki prioritas hidup dan manajemen waktu yang baik. Tidak semua keinginan bisa dipenuhi maka lakukan skala prioritas untuk itu. Jangan terlalu terpaku pada parameter-parameter eksternal. Lebih baik menjadikan diri sendiri sebagai alat ukur ketimbang membandingkan dengan orang lain. Dan, untuk bisa fokus maka Anda harus tahu jalan sukses Anda. Tahu kekuatan Anda, keunikan Anda dan asahlah terus itu.

3. Anda harus fleksible, selalu ingin belajar, spontan, inovatif dan sangat senang dalam menghadapi perubahan.

(6)

4. Anda harus selalu disiplin karena semua tidak akan terjadi tanpa kedisiplinan. Berikan komitmen Anda karena melakukan perubahan itu tidak bisa cepat untuk itu jangan pernah menyerah.

5. Anda harus Percaya diri, yakin dan tetaplah rendah hati kepada siapapun.

Hal lain yang juga harus Anda perhatikan dalam memimpin diri sendiri dan kenapa itu menjadi berat adalah adanya kompromi (self excuse) dan tidak pernah ada hukuman (self punishment) pada suatu pelanggaran dalam memimpin diri sendiri. Berbeda dengan memimpin orang lain Anda akan tidak kenal kompromi dan selalu ada hukuman terhadap suatu pelanggaran.

Ternyata selama ini, kita hanya mengikuti nafsu kita saja. Lebih reaktif daripada proaktif. Padahal untuk bisa memimpin diri sendiri Anda harus bisa membedakan mana diri Anda dan mana nafsu Anda.

Pembahasan menarik perihal tersebut bisa kita pelajari dari kutipan tulisan Pak Muhammad Syafii Antonio dalam bukunya yang berjudul “Muhammad SAW: The Super Leader Super Manager”, bagi Anda yang belum pernah baca bukunya segeralah memilikinya. Berikut ini kutipan pembahasannya:

“Setiap orang, merupakan pemilik sekaligus pengelola, pengamat sekaligus yang mengalami tubuh, pikiran dan emosinya. Hal ini dapat digambarkan sebagai sebuah kursi. Ketika Anda duduk di kursi itu (tubuh, pikiran dan emosi), Anda tidak dapat mengamati kursi itu secara keseluruhan, juga tidak dapat “mengatur” kursi itu.

Sebaliknya, kursi itulah yang mengatur Anda! Untuk mengamati kursi itu, Anda harus berdiri dari kursi itu. Artinya, Anda harus meyakinkan bahwa Anda bukanlah kursi itu. Ketika Anda telah menyadari ini, dapat terpisah dari kursi itu, dan

kemudian Anda dapat mengaturnya, memindahkan, dan mempimpin kursi itu kearah yang diinginkan, dengan demikian Anda menjadi penguasa dan pemimpin kursi itu.

(7)

Hal ini akan membuat orang tersebut dapat memfokuskan diri pada pengembangan dimensi fungsioner dirinya, yaitu menjaga agar tubuhnya sehat dan energik,

membuat pikirannya lebih terbuka dan kreatif serta mencegahnya dari emosi negatif”

Berarti disamping usaha dan prinsip pengelolaan diri diatas, kita juga harus bisa mengendalikan nafsu kita. Inilah yang terpenting.

Bagaimanakah caranya?

Banyak orang melakukan meditasi, yoga dan kontemplasi. Namun, bagi

sahabat-sahabat muslim tentu sudah punya caranya yakni banyak berzikir, tafakur, shaum dan tentu saja mendirikan sholat. Lebih lanjut Pak Syafii Antonio

mengatakan bahwa latihan tersebut tidak hanya merelaksasi, tetapi juga

menimbulkan perasaan positif dan senang. Dengan cara tersebut, seseorang akan dapat memfungsikan diri yang riang dan proaktif.

Kembali kepada kesimpulan akhir bahwa memimpin diri sendiri harus tahu apa yang dipimpin, kita buat rencana, kita kelola, tetapi semuanya itu tidak boleh lepas dari rahmat Allah sebab semua berada dalam gengaman-Nya.

Demikian para sahabat semua semoga berkenan dan semoga saya dan Anda bisa segera mempraktekkannyaBelajar kepemimpinan ternyata tidak melulu belajar perihal bagaimana kita memimpin orang lain. Belajar kepemimpinan yang sesungguhnya adalah belajar bagaimana kita bisa melakukan kontrol dan memimpin diri kita sendiri.

Orang bilang memimpin diri sendiri merupakan kunci untuk memimpin orang lain karena Anda bukanlah pemimpin yang baik kalau belum bisa memimpin diri sendiri.

(8)

Dari beberapa pembahasan perihal memimpin diri sendiri, saya menyukai model Self Limited Company dari Pentti Sydänmaanlakka yang ditulisnya dalam suatu artikel berjudul “What is Self-leadership”.

Model beliau mencoba menempatkan kita menjadi layaknya seorang pemimpin perusahaan yang harus mengendalikan 5 divisi utama yaitu: pikiran, tubuh, perasaan, pekerjaan, dan spiritual.

Pikiran berarti Anda mampu mengendalikan pikiran Anda untuk mampu berpikir dengan baik, memiliki daya analisa dan ingatan yang baik, punya kreatifitas dan persepi yang baik pula.

Tubuh berarti Anda mampu menjaga tubuh untuk tetap sehat dengan

memperhatikan pola makan, rutinitas olahraga, istirahat dan relaksasi yang cukup.

Perasaan berarti Anda memiliki kendali terhadap emosi, pola reaksi dan memiliki pilihan-pilihan terbaik terhadap setiap respon yang mempengaruhi emosi Anda.

Spiritual berarti Anda memiliki nilai-nilai hidup, tujuan dan hasil akhir yang terjaga dalam koridor keyakinan dan kepercayaan Anda.

Layaknya perusahaan beneran, Anda pun harus memiliki prinsip tata kelola yang baik. Beberapa prinsip dari Pentti Sydänmaanlakka yang sangat baik untuk diingat adalah:

1. Anda harus punya tujuan Hidup. Anda harus punya tujuan dalam hidup ini mau apa? Visi harus Anda miliki. Peran dan manfaat apa yang mau Anda berikan untuk Anda dan orang lain harus ada. Bagi Anda yang belum tahu cepat-cepatlah

(9)

2. Anda harus Fokus. Anda memiliki prioritas hidup dan manajemen waktu yang baik. Tidak semua keinginan bisa dipenuhi maka lakukan skala prioritas untuk itu. Jangan terlalu terpaku pada parameter-parameter eksternal. Lebih baik menjadikan diri sendiri sebagai alat ukur ketimbang membandingkan dengan orang lain. Dan, untuk bisa fokus maka Anda harus tahu jalan sukses Anda. Tahu kekuatan Anda, keunikan Anda dan asahlah terus itu.

3. Anda harus fleksible, selalu ingin belajar, spontan, inovatif dan sangat senang dalam menghadapi perubahan.

4. Anda harus selalu disiplin karena semua tidak akan terjadi tanpa kedisiplinan. Berikan komitmen Anda karena melakukan perubahan itu tidak bisa cepat untuk itu jangan pernah menyerah.

5. Anda harus Percaya diri, yakin dan tetaplah rendah hati kepada siapapun.

Hal lain yang juga harus Anda perhatikan dalam memimpin diri sendiri dan kenapa itu menjadi berat adalah adanya kompromi (self excuse) dan tidak pernah ada hukuman (self punishment) pada suatu pelanggaran dalam memimpin diri sendiri. Berbeda dengan memimpin orang lain Anda akan tidak kenal kompromi dan selalu ada hukuman terhadap suatu pelanggaran.

Ternyata selama ini, kita hanya mengikuti nafsu kita saja. Lebih reaktif daripada proaktif. Padahal untuk bisa memimpin diri sendiri Anda harus bisa membedakan mana diri Anda dan mana nafsu Anda.

Pembahasan menarik perihal tersebut bisa kita pelajari dari kutipan tulisan Pak Muhammad Syafii Antonio dalam bukunya yang berjudul “Muhammad SAW: The Super Leader Super Manager”, bagi Anda yang belum pernah baca bukunya segeralah memilikinya. Berikut ini kutipan pembahasannya:

(10)

mengalami tubuh, pikiran dan emosinya. Hal ini dapat digambarkan sebagai sebuah kursi. Ketika Anda duduk di kursi itu (tubuh, pikiran dan emosi), Anda tidak dapat mengamati kursi itu secara keseluruhan, juga tidak dapat “mengatur” kursi itu.

Sebaliknya, kursi itulah yang mengatur Anda! Untuk mengamati kursi itu, Anda harus berdiri dari kursi itu. Artinya, Anda harus meyakinkan bahwa Anda bukanlah kursi itu. Ketika Anda telah menyadari ini, dapat terpisah dari kursi itu, dan

kemudian Anda dapat mengaturnya, memindahkan, dan mempimpin kursi itu kearah yang diinginkan, dengan demikian Anda menjadi penguasa dan pemimpin kursi itu.

Hal ini akan membuat orang tersebut dapat memfokuskan diri pada pengembangan dimensi fungsioner dirinya, yaitu menjaga agar tubuhnya sehat dan energik,

membuat pikirannya lebih terbuka dan kreatif serta mencegahnya dari emosi negatif”

Berarti disamping usaha dan prinsip pengelolaan diri diatas, kita juga harus bisa mengendalikan nafsu kita. Inilah yang terpenting.

Bagaimanakah caranya?

Banyak orang melakukan meditasi, yoga dan kontemplasi. Namun, bagi

sahabat-sahabat muslim tentu sudah punya caranya yakni banyak berzikir, tafakur, shaum dan tentu saja mendirikan sholat. Lebih lanjut Pak Syafii Antonio

mengatakan bahwa latihan tersebut tidak hanya merelaksasi, tetapi juga

menimbulkan perasaan positif dan senang. Dengan cara tersebut, seseorang akan dapat memfungsikan diri yang riang dan proaktif.

Kembali kepada kesimpulan akhir bahwa memimpin diri sendiri harus tahu apa yang dipimpin, kita buat rencana, kita kelola, tetapi semuanya itu tidak boleh lepas dari rahmat Allah sebab semua berada dalam gengaman-Nya.

(11)

Demikian para sahabat semua semoga berkenan dan semoga saya dan Anda bisa segera mempraktekkannyaBelajar kepemimpinan ternyata tidak melulu belajar perihal bagaimana kita memimpin orang lain. Belajar kepemimpinan yang sesungguhnya adalah belajar bagaimana kita bisa melakukan kontrol dan memimpin diri kita sendiri.

Orang bilang memimpin diri sendiri merupakan kunci untuk memimpin orang lain karena Anda bukanlah pemimpin yang baik kalau belum bisa memimpin diri sendiri.

Oke, lalu apa dan bagaimana sebenarnya memimpin diri sendiri itu?

Dari beberapa pembahasan perihal memimpin diri sendiri, saya menyukai model Self Limited Company dari Pentti Sydänmaanlakka yang ditulisnya dalam suatu artikel berjudul “What is Self-leadership”.

Model beliau mencoba menempatkan kita menjadi layaknya seorang pemimpin perusahaan yang harus mengendalikan 5 divisi utama yaitu: pikiran, tubuh, perasaan, pekerjaan, dan spiritual.

Pikiran berarti Anda mampu mengendalikan pikiran Anda untuk mampu berpikir dengan baik, memiliki daya analisa dan ingatan yang baik, punya kreatifitas dan persepi yang baik pula.

Tubuh berarti Anda mampu menjaga tubuh untuk tetap sehat dengan

memperhatikan pola makan, rutinitas olahraga, istirahat dan relaksasi yang cukup.

Perasaan berarti Anda memiliki kendali terhadap emosi, pola reaksi dan memiliki pilihan-pilihan terbaik terhadap setiap respon yang mempengaruhi emosi Anda.

(12)

dalam koridor keyakinan dan kepercayaan Anda.

Layaknya perusahaan beneran, Anda pun harus memiliki prinsip tata kelola yang baik. Beberapa prinsip dari Pentti Sydänmaanlakka yang sangat baik untuk diingat adalah:

1. Anda harus punya tujuan Hidup. Anda harus punya tujuan dalam hidup ini mau apa? Visi harus Anda miliki. Peran dan manfaat apa yang mau Anda berikan untuk Anda dan orang lain harus ada. Bagi Anda yang belum tahu cepat-cepatlah

mencarinya.

2. Anda harus Fokus. Anda memiliki prioritas hidup dan manajemen waktu yang baik. Tidak semua keinginan bisa dipenuhi maka lakukan skala prioritas untuk itu. Jangan terlalu terpaku pada parameter-parameter eksternal. Lebih baik menjadikan diri sendiri sebagai alat ukur ketimbang membandingkan dengan orang lain. Dan, untuk bisa fokus maka Anda harus tahu jalan sukses Anda. Tahu kekuatan Anda, keunikan Anda dan asahlah terus itu.

3. Anda harus fleksible, selalu ingin belajar, spontan, inovatif dan sangat senang dalam menghadapi perubahan.

4. Anda harus selalu disiplin karena semua tidak akan terjadi tanpa kedisiplinan. Berikan komitmen Anda karena melakukan perubahan itu tidak bisa cepat untuk itu jangan pernah menyerah.

5. Anda harus Percaya diri, yakin dan tetaplah rendah hati kepada siapapun.

Hal lain yang juga harus Anda perhatikan dalam memimpin diri sendiri dan kenapa itu menjadi berat adalah adanya kompromi (self excuse) dan tidak pernah ada hukuman (self punishment) pada suatu pelanggaran dalam memimpin diri sendiri. Berbeda dengan memimpin orang lain Anda akan tidak kenal kompromi dan selalu ada hukuman terhadap suatu pelanggaran.

(13)

Ternyata selama ini, kita hanya mengikuti nafsu kita saja. Lebih reaktif daripada proaktif. Padahal untuk bisa memimpin diri sendiri Anda harus bisa membedakan mana diri Anda dan mana nafsu Anda.

Pembahasan menarik perihal tersebut bisa kita pelajari dari kutipan tulisan Pak Muhammad Syafii Antonio dalam bukunya yang berjudul “Muhammad SAW: The Super Leader Super Manager”, bagi Anda yang belum pernah baca bukunya segeralah memilikinya. Berikut ini kutipan pembahasannya:

“Setiap orang, merupakan pemilik sekaligus pengelola, pengamat sekaligus yang mengalami tubuh, pikiran dan emosinya. Hal ini dapat digambarkan sebagai sebuah kursi. Ketika Anda duduk di kursi itu (tubuh, pikiran dan emosi), Anda tidak dapat mengamati kursi itu secara keseluruhan, juga tidak dapat “mengatur” kursi itu.

Sebaliknya, kursi itulah yang mengatur Anda! Untuk mengamati kursi itu, Anda harus berdiri dari kursi itu. Artinya, Anda harus meyakinkan bahwa Anda bukanlah kursi itu. Ketika Anda telah menyadari ini, dapat terpisah dari kursi itu, dan

kemudian Anda dapat mengaturnya, memindahkan, dan mempimpin kursi itu kearah yang diinginkan, dengan demikian Anda menjadi penguasa dan pemimpin kursi itu.

Hal ini akan membuat orang tersebut dapat memfokuskan diri pada pengembangan dimensi fungsioner dirinya, yaitu menjaga agar tubuhnya sehat dan energik,

membuat pikirannya lebih terbuka dan kreatif serta mencegahnya dari emosi negatif”

Berarti disamping usaha dan prinsip pengelolaan diri diatas, kita juga harus bisa mengendalikan nafsu kita. Inilah yang terpenting.

Bagaimanakah caranya?

(14)

sahabat-sahabat muslim tentu sudah punya caranya yakni banyak berzikir, tafakur, shaum dan tentu saja mendirikan sholat. Lebih lanjut Pak Syafii Antonio

mengatakan bahwa latihan tersebut tidak hanya merelaksasi, tetapi juga

menimbulkan perasaan positif dan senang. Dengan cara tersebut, seseorang akan dapat memfungsikan diri yang riang dan proaktif.

Kembali kepada kesimpulan akhir bahwa memimpin diri sendiri harus tahu apa yang dipimpin, kita buat rencana, kita kelola, tetapi semuanya itu tidak boleh lepas dari rahmat Allah sebab semua berada dalam gengaman-Nya.

Demikian para sahabat semua semoga berkenan dan semoga saya dan Anda bisa segera mempraktekkannya

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :