• Tidak ada hasil yang ditemukan

اُٛغَزْثاَٚ

َِْٗ١ٌَِا

ََخٍَ١ِعٌَْٛا اُٚذِ٘بَعَٚ

ٍَِِٗ١ِجَع ِٟف

َُُْىٍََّؼٌَ

ََُْٛحٍِْفُر

123Q.S. al-Ankabut (29): 45

124Hery Noer Aly dan Munzier, Watak Pendidikan Islam..., hlm. 169

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.”125

Dari firman Allah SWT. di atas dijelaskan, bahwa melaksanakan sesuatu guna mencari jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, perlu menggnakan alat sehingga dapat mencapai tujuan, yaitu berperilaku yang sesuai dengan niali-nilai ajaran Islam. Upaya membentuk perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari yang baik, kependidikan Islam dalam keluarga mencakup kegiatan- kegiatan yang dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan dalam bidang atau lapangan hidup manusia, yaitu antara lain:

a. Lapangan hidup keagamaan, agar berkembangan pribadi manusia sesuai dengan norma-norma ajaran Islam.

b. Lapangan hidup berkeluarga, agar berkembang menjadi keluarga yang sejahtera.

c. Lapangan hidup ekonomi, agar dapat berkembang menjadi sistem kehidupan yang bebas dari penghisapan manusia oleh manusia.

d. Lapangan hidup kemasyarakatan, agar terbina masyarakat yang adil dan makmur di bawah ridho dan ampunan Allah SWT.

e. Lapangan hidup politik, agar supaya tercipta sistem demoktasi yang sehat dan dinamis sesuai dengan ajaran Islam.

f. Lapangan hidup seni budaya, agar menjadikan hidup manusia penuh keindahan dan kegairahan yang tidak gersang dari nilai-nilai moral agama.

g. Lapangan hidup ilmu pengetahuan, agar berkembang menjadi alat untuk mencapai kesejahteraan hidup umat manusia yang dikendalikan oleh iman dan taqwa.126

125Q.S. al-Maidah (5) : 35

126M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam..., hlm. 17

Berdasarkan beberapa rumusan di atas, maka dapat dipahami bahwa peranan pendidikan agama Islam adalah merubah perilaku yang kurang baik menuju yang baik dalam segala hal. Dengan hal itu, perilaku yang perlu diterapkan dalam konsep pendidikan Islam adalah mencakup segala aspek dan segala bidang dalam kehidupan manusia. Bila hal itu terwujud, maka kesejahteraan dunia maupun akhirat akan tercapai.

Dengan demikian, bahwa pendidikan Islam harus bisa membentuk manusia yang berkepribadian mulia yang sesuai dengan nilai-nilai agama Islam, yang tidak hanya tahu dan bisa berperan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan, tapi juga harus dihiasi dengan moral yang tinggi. Dengan demikian, dalam sistem pendidikan Islam terkait erat dengan nilai-nilai kebaikan yang menjadi tujuannya, sehingga pendidikan Islam dan perilaku terkait erat yang tidak bisa diabaikan.

2. Konsep dan Metode Pendidikan Anak dalam Keluarga a. Konsep Pendidikan Anak dalam Islam

Proses pendidikan yang dikembangkan kepada anak guna mencapai tujuan yang baik, hendaknya berpijak pada konsep-konsep dasar pendidikan Islam, yaitu sebagai berikut:

1) Dasar agama

Kurikulum diharapkan dapat menolong anak didik untuk membina iman yang kuat, teguh terhadap ajaran agama, berakhlak mulia dan melengkapinya dengan ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan di dunia dan di akhirat.

2) Dasar falsafah

Pendidikan Islam harus berdasarkan wahyu Allah swt dan tuntunan Nabi Muhammad saw serta warisan para ulama.

3) Dasar psikologis

Kurikulum harus sejalan dengan ciri perkembangan anak didik, terhadap kematangan dan semua segi perkembangannya.

4) Dasar sosial

Kurikulum diharapkan turut serta dalam proses kemasyarakatan terhadap anak didik, penyesuaian mereka terhadap lingkungannya, ilmu pengetahuan dan kemahiran yang akan menambah produktifitas dan keikutsertaan mereka dalam membina masyarakat, adat-istiadat dan bangsanya.

Di samping itu, orang tua dalam membimbing anak adalah agar dapat menjalankan dan menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tidak menyimpang dari ajaran Islam. Berkaitan dengan pendidikan orang tua kepada anak, ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan, yaitu antara lain:

1) Kemampuan psikologis anak dalam menerima dan menghayati serta mengamalkan ajaran agama sesuai dengan usia, bakat dan lingkungannya.

2) Kemampuan orang tua sendiri yang harus siap baik dalam pengetahuan wawasan yang akan diberikan maupun sikap mental dalam waktu melaknasakan tugas pendidikan akhlak benar-benar mantap dan meyakinkan.

3) Tujuan pendidikan akhlak harus dipegangi sebagai pengarah dalam menggunakan metode, karena metode apapun hanya berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan.127

127Ibid, hlm. 80

Dalam hubungannya dengan bimbingan orang tua kepada anak yang harus dilakukan olehnya, maka implikasi yang perlu diperhatikan adalah menyangkut pengungkapan psikologis berikut:

1) Kesadaran orang sendiri tentang berkepribadian akhlakul karimah selaku orang yang berpribadi muslim, sehingga langkah-langkah pendidikannya mampu mempengaruhi perkembangan dan kepribadian anak dengan tepat.

2) Mampu menghubungkan pandangan nilai-nilai agama dengan perilaku yang saling berhubungan dan meluaskan pandangan hidup keagamaannya.

3) Mampu menghubungkan semua bentuk perilaku dalam suatu interaksi serta pada suatu ketika masing- masing perilaku tersebut dapat dikembangkan sesuai dengan corak dan khususnya oleh anak.128

3. Metode Pendidikan Anak dalam Islam

Prinsip-prinsip pelaksanaan metode pendidikan Islam adalah sebagai berikut:

a. Pengenalan yang utuh terhadap peserta didik; umur, kepribadian, dan tingkat kemampuan mereka.

b. Berstandar kepada tujuan, karena metode diaplikasikan untuk mencapai tujuan.

c. Menegakkan contoh tauladan yang baik terhadap anak.129

Dalam membimbing anak, ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh orang tua, yaitu sebagai berikut:

a. Metode Melalui Nasehat

Di dalam jiwa terdapat pembawaan untuk terpengaruh oleh kata-kata yang didengar. Pembawaan itu biasanya tidak tetap, selalu berubah-ubah, dan oleh karena itu kata-kata yang disampaikan kepadanya harus

128Ibid, hlm. 81

129Armai Arief, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam..., hlm. 78

diulang-ulang. Nasehat yang berpengaruh, membuka jalannya ke dalam jiwa secara langsung melalui perasaan.130

Dalam bimbingan, nasehat saja tidaklah cukup bila tidak dibarengi dengan keteladanan dan perantara yang memungkinkan teladan itu diikuti dan diteladani.

Bila tersedia suatu teladan yang baik, maka nasehat akan sangat berpengaruh di dalam jiwa, dan akan menjadi suatu yang sangat besar dalam bimbingan anak. Dalam hal ini, membimbing anak memerlukan nasehat, nasehat yang lembut, halus, tetapi berbekas, yang biasa membuat anak kembali baik dan tetap berakhlak mulia.

Dalam Al-Qur‟an banyak yang mengungkapkan tentang nasehat dalam mendidik anak, yaitu sebagaimana firman Allah dalam surat Luqman ayat 19 berbunyi:

َْرِاَٚ

ََيبَل

َُٓ ّْٰمٌُ

َ ِْٕٗث ِل

َََُٛ٘ٚ

َ ُٗظِؼَ٠

َََُّٟٕجٰ٠

َْنِشْؾُر ََل