Selain itu, warga adat Sunda Wiwitan juga terus memperjuangkan haknya ketika terjadi kesalahan dalam penulisan pada kolom agama. Seperti misalnya, mereka sudah menuliskan kepercayaan, tetapi yang diterima bisa beragam agama lainnya. Di sini, mereka tetap memperjuangkannya dengan cara terus meminta untuk diperbaiki kembali perihal kesalahan penulisan kolom agama oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Dalam hal ini, masyarakat adat Sunda Wiwitan melakukan pengadvokasian tidak hanya bagi penganut kepercayaan Sunda Wiwitan, tetapi bagi para penghayat kepercayaan lain yang ada di Indonesia. Warga adat Sunda Wiwitan masih sangat berharap atas kebijakan pemerintah mengenai hak mereka sebagai warga negara. Dengan segala advokasi yang telah dilakukan, mereka masih berharap mendapatkan hak sipil dan pengakuan sebagai sebagai Warga Negara Indonesia.
diskriminasi yang terjadi dalam kebijakan-kebijakan pemerintahan. Maka dalam hal ini, pemerintah diharapkan bisa berlaku lebih arif dan terbuka dalam melihat upaya-upaya mereka dalam memperjuangkan penyetaraan hak-hak sipilnya. Upaya yang sudah dilakukan oleh warga adat Sunda Wiwitan sampai dengan saat ini belum dapat dikatakan berhasil, tetapi sudah ada respons yang muncul dari pemerintah. Seperti misalnya, pihak administratif memberikan satu agama induk yang ada di Indonesia (Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu, dan lainnya) agar tetap mendapatkan hak administratif sebagai Warga Negara Indonesia.
Akan tetapi, hal tersebut tidak ditanggapi oleh warga adat Sunda Wiwitan.
Mereka justru melakukan protes dan meminta pembenaran dalam kolom agama, tetapi yang terjadi setelahnya sama saja. Isi dalam kolom agama tetap salah satu dari agama yang diakui di Indonesia, bukan sesuai dengan kepercayaan mereka. Menurut warga adat Sunda Wiwitan, keutuhan tradisi jauh lebih penting dari sekadar kebutuhan administrasi, walaupun sampai saat ini masih terjadi diskriminasi sistemik terhadap komunitas kaum penghayat. Oleh sebab itu, hingga hari ini warga adat Sunda Wiwitan terus memperjuangkan hak-haknya, khususnya hak administratif sebagai Warga Negara Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Achdiani, Yani. 2012 “Sosialisasi dan Enkulturasi Tradisi Penganut Madraisme dalam Keluarga di Kampung Cireundeu, Kota Cimahi”
dalam Indonesia Journal of Dialetics UNPAD Bandung.
Apriyanto. 2008. “Hubungan Kearifan Lokal Masyarakat Adat dengan Pelestarian Lingkungan Hidup”. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Cowarld, Harold. 1992. Pluralisme Agama; Tantangan Bagi Agama-Agama, Yogyakarta: Kanisius.
Creswell, John W. 2014. Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Danandjaja, James. 1997. Folklor Indonesia: Ilmu Gosif, Dongeng, dan Lain-lain. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Daulay, Zainuddin, dkk. 2003. Riuh di Beranda Satu: Peta Kerukunan Umat Beragama di Indonesia, Jakarta: Deprtemen Agama.
Dixson, Roger L. 2000. “Sejarah Suku Sunda” dalam Jurnal Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan, Vol. 1, No. 2.
Eliana, Rizki. 2013. “Pelestarian Bahan Pustaka Langka Melalui Proses Reproduksi Foto di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia”.
Semarang: Universitas Diponegoro. (Skripsi)
Elis, Suryani. 2010. Ragam Pesona Budaya Sunda. Bandung: Ghalia Indonesia.
Fajar, M. Samson. 2010. Menjadi Pemuda Pembangun Peradaban. Jakarta:
Quanta.
Farihah, Irzum dan Afina Izzati. 2016. “Pendidikan Kaum Minoritas” dalam Jurnal Pendidikan Penelitian Islam STAIN Kudus, Vol. 11 No. 1.
Fathi Royyani, Muhammad. 2008. “Upacara Seren Taun di Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat: Tradisi Sebagai Basis Pelestarian Lingkungan” dalam Herbarium Bogoriense, LIPI-399-415. Pusat Penelitian Biologi Bogor.
Fuadz, Masykur. 2014. Eksistensi Sunda Wiwitan. Surabaya: Universitas Airlangga.
Fulthioni. 2009. Memahami Diskriminasi; Buku Saku untuk Kebebasan Beragama. Jakarta: TheIndonesian Legal Resource Center (ILRC).
Hamzah, Iri. 2012. “Pelaksanaan Pernikahan Adat Suku Anak dalam Menurut Hukum Adat dan UU No. 1 tahun 1974 (Studi Kasus di Taman Nasional Bukit 12 Jambi)”. Yogyakarta: Perbandingan Madzab UIN Sunan Kalijaga. (Skripsi)
Hanifah, Nurdina. 2016. Sosiologi Pendidikan. Sumedang: Sumedang Press.
Hasyim, Umar. 1979. Toleransi dan Kemerdekaan Beragama dalam Islam Sebagai Dasar Menuju Dialog dan Kerukunan Antaragama.
Surabaya: Bina Ilmu.
Henslin, James M. 2006. Sosiologi dengan Pendekatan Membumi. Jakarta:
Erlangga.
Hermawati, Tanti. 2007. “Budaya Jawa dan dan Kesetaraan Gender” dalam Jurnal Komunikasi Massa, Vol. 1, No. 1. Halaman 18-24.
Hidayat, Rakhmat dan Fauzan Marasabessy (ed.). 2017. Perspektif Relijiusitas dan Gerakan Sosial Komunitas ADS Cigugur, Kuningan. Jakarta: Labsos UNJ.
Hussein, Teuku Cemal. 1992. “Posisi Kelompok Minoritas Magribi dalam Masyarakat Prancis Pada Dasawarsa 1980”. Depok: Fakultas Sastra Universitas Indonesia. (Skripsi)
Indrawardana, Ira. 2014. “Berketuhanan dalam Persepktif Kepercayaan Sunda Wiwitan” dalam Jurnal Melintas, Vol. 30, No. 1.
International Law Making. 2013. “Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia” dalam Jurnal Hukum Internasional, Vol. 1, No. 1.
Kemenristekdikti. 2012. Buku Modul Kuliah Kewarganegaraan. Jakarta:
Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan.
Koentjaraningrat. 1993. Masyarakat Terasing di Indonesia. Jakarta:
Gramedia.
__________. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Kunto, Kurniawan dan Nunung Prajarto. 2005. “Hak Asasi Manusia di Indonesia (Menuju Democratic Goverment)” dalam Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Vol. 8, No. 3.
Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Cintakarya Tahun 2016.
Malesevic, Sinisa. 2004. The Sociology of Ethnicity, London: SAGE Publication, Ltd.
Manuaba, Putera. 1999. “Budaya Daerah dan Jati Diri Bangsa:
Pemberdayaan Cerita Rakyat dalam Memasuki Otonomi Daerah dan Globalisasi” dalam Masyarakat, Kebudayaan, dan Politik, Vol. 12, No. 4. Halaman 57–66.
Marhumah, Ema. 2010. Konstruksi Sosial Gender di Pesantren: Studi Kuasa Kiai Atas Wacana Perempuan. Yogyakarta: Lkis Printing Cemerlang.
Maulana, Mumin. 2013. “Upacara Daur Hidup dalam Pernikahan Adat Sunda” dalam Himpunan Mahasiswa Tasikmalaya (HIMALAYA).
Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah Islamic State University, Jakarta, Vol. 13, No. 5. Halaman 626.
Mulyana. 2006. “Spiritual Jawa: Meraba Dimensi dan Pergaulatan Religuitas Orang Jawa dalam Jurnal Kebudayaan Jawa, Vol. 1, No. 2.
Narottama, Naraya, dkk. 2017. “Proses Pembentukan Identitas Budaya Nasional dan Promosi Pariwisata Indonesia di Eropa (Studi Kasus Diaspora Bali di Prancis)” dalam Jurnal Kepariwisataan dan Hosipitalitas, Vol. 1, No. 2.
Natsir, M. 1988. Islam dan Kristen di Indonesia. Jakarta: Media Dakwah.
Nurazizah, Novi. 2016. “Etika Sunda (Studi Naskah Sanghyang Karesian)”.
Semarang: UIN Walisongo. (Skripsi)
Poerwadaminta, W.J.S. 1985. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta:
Balai Pustaka.
Powell, Russell dan Steve Clarke. 2002. Religion, Tolerance and Intolerance: Views from Across the Disciplines.
Puspitawati, H. 2012. Gender dan Keluarga: Konsep dan Realita di Indonesia. Bogor: IPB Press.
Ruminiati. 2016. Sosio-Antropologi Pendidikan Suatu Kajian Multikultural.
Malang: Gunung Samudera.
Sakti, Gita Tresna, dkk. 2012. “Komunikasi Instruksional Pengajar Dalam Membentuk Sikap Anggota Untuk Melestarikan Aksara Sunda Sebagai Budaya Sunda” dalam Jurnal Mahasiswa Universitas Padjajaran, Vol. 1, No. 1.
Samho, Bartolomeus. dan Yanusari Oscar. 2010. Konsep Pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan Tantangan-tantanga Implementasinya di Indonesia Dewasa Ini. Bandung: Universitas Katolik Parahyangan.
Sarjuni dan Didiek Ahmad Supadie. 2011. Pengantar Studi Islam. Jakarta:
RajaGrafindo Persada.
Satries, Wahyu Ishardino. 2009. “Peran Serta Pemuda dalam Pembangunan Masyarakat” dalam Jurnal Madani Edisi I. Halaman 89–93.
Schaefer, Richad T. 2012. Sosiologi. Jakarta: Salemba Humanika.
Situmorang, Nelita. 2017. “Eksistensi Agama Lokal Parmalim: Studi Kasus di Nomonatif Penghayat Nomor 35 Desa Air Kulium Mandau Bengkalis” dalam Jom FISIP, Vol. 4, No.1.
Soekanto, Soerjono. 2002. Teori Peranan. Jakarta: Bumi Aksara.
Suherni. 2013. Etnisitas, Kreativitas, dan Identitas dalam Wacana Seni Budaya Bangsa. Institut Seni Indonesia Padangpanjang.
Sunarto, Kamanto. 2004. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Suparlan, Parsudi. 2002. Menuju Masyarakat Indonesia yang Multikultural.
Antropologi Indonesia 69.
Syafi’ie, M dan Nova Umiyati. 2012. To Fulfill and To Protect: Membaca Kasus-Kasus Aktual Tentang Hak Asasi Manusia. Yogyakarta:
PUSHAM UII.
Waluyajati, Roro. 2017. “Agama Djawa Sunda” dalam Religious: Jurnal Agama dan Lintas Budaya 1.
Widyatama, Rendra. 2006. Bias Gender Dalam Iklan Televisi. Yogyakarta:
Media Pressindo.
Winarno. 2011. Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan.
Jakarta: Bumi Aksara.
Wulansari, Dewi. 2009. Sosiologi (Konsep dan Teori). Bandung. Refika Aditama.
Referensi dari Internet
Sejarah Angkatan Muda Siliwangi (www.ams.or.id). Diakses pada tanggal 3 Juni 2018 pukul 17.10 WIB.
Perempuan dan Upaya Advokasi Sunda Wiwitan (bedaitubiasa.com).
Diakses pada tanggal 3 Juni 2018 pukul 15.15 WIB.
DAFTAR KONTRIBUTOR
BAB KONTRIBUTOR
Bab 1 Antara Identitas dan Jati Diri Bangsa: Upaya Pelestarian Seni Budaya
Firda Nur Aisah
Ida Ayu Shinta Indah Permata Muhammad Ilham Adi Wijaya
Bab 2 Merawat Budaya dan Tradisi Sunda di Taman Atikan
Dini Rachmania Miftahul Janah Nadya Aulia Arma Ulfah Amalia Bab 3 Adat Istiadat Pernikahan Warga
Adat Karuhun Sunda Wiwitan Kampung Pasir, Garut
Abad Tri Budiman Jasmin Janati Puspa Siti Rahmawati Bab 4 Peran Nonoman dalam
Pelestarian Kearifan Lokal Kepercayaan Sunda Wiwitan
Alda Putri Arisani Inayah Ramadhanti Indana Zulfa
Bab 5 Kiprah Perempuan Sunda Wiwitan Kampung Pasir
Khairatun Nikmah Mutiara Imami Rila Sari Siti Rodiyah
Bab 6 Toleransi Sosial di Tengah Keberagaman Masyarakat
Detya Rohmatika Kusuma Winda Oktavia Refni Maulani Andriyani Billy Yulis Mayor
Bab 7 Advokasi Hak Sipil Penghayat Sunda Wiwitan untuk
Memperoleh Pengakuan dari Negara
Heni Puspasari Sekar Sari Pramesthi Wahyu Linda
BIODATA EDITOR
Rakhmat Hidayat adalah dosen Jurusan Sosiologi Universitas Negeri Jakarta. Dia mendapatkan gelar PhD.
dalam bidang Sosiologi Pendidikan dari Universite Lumeiere Lyon 2, Prancis (2014). Pernah menjadi peneliti doktoral di UMR Triangle-Institut Français de l’Éducation (IFE), Lyon, Prancis. IFE adalah lembaga penelitian yang fokus pada kajian pendidikan dan berada dalam jaringan Ecole Normale Superieur (ENS) Lyon, Prancis. Pernah menjadi research fellow di Universitat Leipzig, Jerman pada bulan Mei – Juni 2015 dengan sponsor DAAD dalam program Exploring Legal Cultures (ELC).
Pada bulan Mei 2016 pernah menjadi guest lecturer di Universitat Leipzig, Jerman. Dia menjadi editor buku Prof. Dr. Muchlis R. Ludin yang berjudul Mempertegas Politik Pendidikan, Menyongsong Visi Baru Universitas (2008) dan Negara, Pendidikan Humanis dan Globalisasi Kebangsaan (2008). Penulis juga menjadi editor buku Nurhasan Zaidi berjudul Dakwah, Politik, dan Kebangsaan (2009). Buku yang ditulisnya yaitu: Pengantar Sosiologi Kurikulum (2011, RajaGrafindo Persada), Pedagogi Kritis: Sejarah, Perkembangan, dan Pemikiran (2013, RajaGrafindo Persada), dan Sosiologi Pendidikan Emile Durkheim (2014, RajaGrafindo Persada). Ia dapat dihubungi melalui surel berikut: [email protected].
Ireneus Mario Muljadi, lahir di Jakarta, 28 Juni 1997.
Perjalanan pendidikannya diawali dari jenjang Pendidikan Dasar di SD Santa Theresia Depok (2003–2009), Pendidikan Menengah Pertama di SMP Desa Putera Jakarta (2009–2012), dan Pendidikan Menengah Atas di SMA Kolese Gonzaga Jakarta (2012–2015). Saat ini menjadi mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi di Universitas Negeri Jakarta. Prestasi yang pernah diraih antara lain: Juara II Lomba Mengarang Memperingati Hari Kartini di SD Santa Theresia (2007), dan Juara III Siswa Berprestasi SMP Desa Putera (2012). Ia juga pernah mewakili SMP Desa Putera dalam mengikuti Olimpiade Matematika yang diselenggarakan MGMP Matematika Jakarta Selatan selama 3 kali berturut-turut (2009–2011). Selama bersekolah di SMA Kolese Gonzaga pernah mendapat predikat cumlaude sebanyak 4 kali. Pada tahun 2015 ia menerima penghargaan Art Award dari SMA Kolese Gonzaga atas kontribusinya menjadi pemain dan sutradara teater Kolese Gonzaga.
Karya-karya penelitian yang pernah dibuat selama bersekolah di SMA Kolese Gonzaga di antaranya: Pemberian Tugas Kelompok Kaitannya dengan Kreativitas Siswa Kelas XII SMA Gonzaga Jakarta (2014), dan Tingkat Pengetahuan Siswa Kelas XII SMA Gonzaga Mengenai Ejaan yang Disempurnakan Serta Penggunaan Kata Baku dalam Bahasa Indonesia (2014).
Sementara itu, penelitian yang pernah dibuat selama menjadi mahasiswa