• Tidak ada hasil yang ditemukan

Al-Qur’an dan Sunnah

Dalam dokumen Pengembangan kurikulum PAI-Muhammad.pdf (Halaman 65-78)

Bab 3 PENDEKATAN DALAM PENGEMBANGAN

A. Al-Qur’an dan Sunnah

Bab 4

DASAR-DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

B

agian ini secara khusus membahas tentang dasar-dasar pengembangan kurikulum pendidikan Agama Islam.

Dasar-dasar tersebut pada hakekatnya adalah faktor- faktor yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan oleh para pengembang kurikulum pendidikan Agama Islam ketika mereka hendak mengembangkan atau merencanakan suatu kurikulum lembaga pendidikan, baik madrasah/sekolah maupun lembaga pendidikan luar madrasah/sekolah.

Dasar-dasar tersebut adalah: 1) Al-Qur’an dan Sunnah, 2) falsafah dan tujuan kurikulum, 3) kemasyarakatan, 4) kebudayaan atau sosial kultural, 5) psikologi belajar serta pertumbuhan dan perkembangan pebelajar (Hamalik, 1990), dan 6) isi bidang studi.

ِرْمَ ْلا ِلوُأَو َلو ُسَّرلا اوُعيِطَأَو َللها اوُعيِطَأ اوُنَمآ َنيِذَّلا اَ ُّهيَأ اَي ْمُتْنُك ْنِإ ِلو ُسَّرلاَو ِللها َلِإ ُهوُّهدُرَف ٍءْ َش ِف ْمُتْعَزاَنَت ْنِإَف ْم ُكْنِم ) 59( ًاليِوْأَت ُن َس ْحَأَو ٌ ْي َخ َكِلَذ ِرِخ ْلا ِمْوَيْلاَو ِ َّللهاِب َنوُنِمْؤُت

Artinya: Hai orang-orang yang beriman taatlah kepada Allah, kepada Rasul dan kepada pemimpin di antara kamu). Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Selain itu terdapat beberapa firman Allah dalam Al-Qur’an yang memiliki pengertian yang sama dengan ayat di atas, seperti QS. 4: 136.

َل َع َلَّزَن يِذَّلا ِباَتِكْلاَو ِهِلو ُسَرَو ِللهاِب اوُنِمآ اوُنَمآ َنيِذَّلا اَ ُّهيَأ اَي ِهِت َكِئ َلَمَو ِللهاِب ْرُفْكَي ْنَمَو ُلْبَق ْنِم َلَزْنَأ يِذَّلا ِباَتِكْلاَو ِهِلو ُسَر ) 136( اًاديِعَب ًال َل َض َّل َض ْدَقَف ِر ِخ ْلا ِمْوَيْلاَو ِهِل ُسُرَو ِهِبُتُكَو

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya.

Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.

Al-Qur’an Surat Al-Imraan: ayat 31-32:

ْم ُكَبوُنُذ ْم ُكَل ْرِفْغَيَو ُللها ُم ُكْبِبْ ُي ِنوُعِبَّتاَف َللها َنوُّهبِ ُت ْمُتْنُك ْنِإ ْلُق

) 31( ٌميِحَر ٌروُفَغ ُ َّللهاَو

Artinya: Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa- dosamu. Allah Maha pengampun lagi maha penyayang.

ُّهبِ ُي َل َللها َّنِإَف اْوَّلَوَت ْنِإَف َلو ُسَّرلاَو َللها اوُعيِطَأ ْلُق ) 32( َنيِرِفا َكْلا

Artinya: Katakanlah: “Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir.”

Surat An-Nisa: ayat 13,

ْنِم يِرْ َت ٍتاَّن َج ُهْل ِخْدُي ُهَلو ُسَرَو َللها ِعِطُي ْنَمَو ِللها ُدو ُد ُح َكْلِت ) 13( ُميِظَعْلا ُزْوَفْلا َكِلَذَو اَهيِف َنيِدِلا َخ ُراَ ْنَ ْلا اَهِتْ َت

Artinya: (Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan- ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul- Nya, niscaya Allah memasukannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya;

dan itulah kemenangan yang besar.

Surat An-Nisa: ayat 64,

او ُمَل َظ ْذِإ ْمُ َّنَأ ْوَلَو ِ َّللها ِنْذِإِب َعا َطُيِل َّلِإ ٍلو ُسَر ْنِم اَنْل َسْرَأ اَمَو او ُد َجَوَل ُلو ُسَّرلا ُمُ َل َرَفْغَت ْساَو َ َّللها اوُرَفْغَت ْساَف َكوُءا َج ْمُه َسُفْنَأ ) 64( ًامي ِحَر اًاباَّوَت َ َّللها

Artinya: Dan Kami tidak mengutus seseorang Rasul melainkan

untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya dating kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

Surat An-Nisa: ayat 80,

ْمِهْيَلَع َكاَنْل َسْرَأ َمَف َّلَوَت ْنَمَو َ َّللها َعا َطَأ ْدَقَف َلو ُسَّرلا ِعِطُي ْنَم ) 80( ا ًاظيِف َح

Artinya: Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.

Juga berdasarkan Hadits Nabi yang berbunyi:

“Taraktufiikum amraini lantadillu maa intasaktum bihima kitabullahi we sunnaturrasuuli”

(Artinya: Aku telah meninggalkan kepadamu dua perkara yaitu kitab Allah dan sunnah Rasul).

Al-Qur’an sebagai wahyu Allah SWT menempatkan pendidikan sebagai aspek yang sangat penting dalam kehidupan umat manusia.

Hal tersebut dibuktikan oleh wahyu yang pertama diturunkan yaitu surat Al-Alaq yang memerintahkan umat manusia untuk membaca.

) 1( َقَل َخ يِذَّلا َكِّبَر ِم ْساِب ْأَرْقا

Artinya: Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.

Perintah membaca tersebut juga terdapat dalam Al-Qur’an Surat 17: 14 sebagai berikut:

) 14( اًابيِس َح َكْيَلَع َمْوَيْلا َكِسْفَنِب ىَفَك َكَباَتِك ْأَرْقا

Artinya: Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu.

Dernikian halnya dalam Surat Al- Baqarah ayat: 31-33 yang mengandung pengertian Allah SWT mengajarkan nama-nama makhluk dan benda-benda yang ada di bumi dan langit kepada Nabi Adam AS sebelum nama-nama tersebut disebutkan Adam di hadapan para Malaikat.

ِنوُئِبْنَأ َلاَقَف ِة َكِئ َلَْلا َلَع ْمُه َضَرَع َّمُث اَهَّلُك َء َم ْسَ ْلا َمَدآ َمَّلَعَو ) 31( َينِقِدا َص ْمُتْنُك ْنِإ ِء َلُؤَه ِء َم ْسَأِب

Artinya: Dan dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda- benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda- benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!

ُميِلَعْلا َتْنَأ َكَّنِإ اَنَتْمَّلَع اَم َّلِإ اَنَل َمْلِع َل َكَنا َحْب ُس اوُلاَق ) 32( ُميِكَ ْلا

Artinya: Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

ْم ُكَل ْلُقَأ ْ َلَأ َلاَق ْمِهِئ َم ْسَأِب ْمُهَأَبْنَأ َّمَلَف ْمِهِئ َم ْسَأِب ْمُهْئِبْنَأ ُمَدآ اَي َلاَق

ْمُتْنُك اَمَو َنوُدْبُت اَم ُمَلْعَأَو ِضْرَ ْلاَو ِتاَو َم َّسلا َبْيَغ ُمَلْعَأ ِّنِإ

) 33( َنو ُمُت ْكَت

Artinya: Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini”. Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: Bukankah sudah Ku-katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?

Al-Qur’an juga memposisikan akal sebagai alat dalam memikirkan ciptaanNya. Begitu juga Allah menyuruh umat manusia untuk mengadakan penelitian. Rahardjo (1993) mengatakan bahwa yang menjadi obyek penelitian menurut Al- Qur’an ada beberapa hal, yaitu:

Sejarah atau peristiwa-peristiwa pada masa lampau, tentang naik dan jatuhnya peradaban atau peranan tokoh-tokoh sejarah (QS. Ibrahim: 52, Yusuf: 12, Al-Mu’minun: 54).

QS. Ibrahim: 52;

َرَّكَّذَيِلَو ٌدِحاَو ٌهَلِإ َوُه َمَّنَأ اوُمَلْعَيِلَو ِهِب اوُرَذْنُيِلَو ِساَّنلِل ٌغ َلَب اَذَه ) 52( ِباَبْلَ ْلا وُلوُأ

Artinya: (Al-Qur’an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.

QS. Yusuf: 12;

12 ( َنو ُظِفاَ َل ُهَل اَّنِإَو ْبَعْلَيَو ْعَتْرَي اًادَغ اَنَعَم ُهْلِسْرَأ )

Artinya: Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar dia (dapat) bersenang-senang dan (dapat) bermain-main, dan sesungguhnya kami pasti menjaganya.

QS. Al-Mu’minun: 54;

) 54( ٍين ِح ىَّت َح ْمِ ِتَرْمَغ ِف ْمُهْرَذَف

Artinya: Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu.

Gejala-gejala kemasyarakatan, terutama yang menyangkut soal-soal hukum dan keadilan (Surat Al-Baqarah: 179) atau hubungan antara manusia dengan Tuhan dan antara manusia dengan manusia.

QS. Al-Baqarah: 179;

) 179( َنوُقَّتَت ْم ُكَّلَعَل ِباَبْلَ ْلا ِلوُأ اَي ٌةاَي َح ِصا َصِقْلا ِف ْم ُكَلَو

Artinya: Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.

Gejala-gejala kebudayaan, untuk dapat membedakan kegiatan mana yang mengacu kepada kebaikan (iman dan amal shaleh) dengan kegiatan yang merusak masyarakat, mana yang mencerminkan disiplin dan kepatuhan (taqwa) dan mana yang bersifat maksiat (Surat Sad: 29).

وُلوُأ َرَّك َذَتَيِل َو ِهِتاَيآ او ُرَّب َّدَيِل ٌكَراَبُم َكْيَلِإ ُهاَنْلَزْنَأ ٌباَتِك ) 29( ِباَبْلَ ْلا

Artinya: Ini adalah sebuah kita yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.

Atau gejala perilaku yang berdimensi moral, seperti buruk dan baik (Surat Al-Ma’idah:100).

اوُقَّتاَف ِثيِبَ ْلا ُةَرْثَك َكَب َجْعَأ ْوَلَو ُبِّي َّطلاَو ُثيِبَ ْلا يِوَت ْسَي َل ْلُق ) 100( َنو ُحِلْفُت ْم ُكَّلَعَل ِباَبْلَ ْلا ِلوُأ اَي َ َّللها

Artinya: Katakanlah: Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hari orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan.

Gejala yang menyangkut kegiatan peribadatan, misalnya seluk beluk ibadat dalam kaitannya dengan niat (Surat Al-Baqarah: 197).

َلَو َثَفَر َلَف َّجَ ْلا َّنِهيِف َضَرَف ْنَمَف ٌتاَموُلْعَم ٌرُه ْشَأ ُّهجَ ْلا اوُدَّوَزَتَو ُ َّللها ُهْمَلْعَي ٍ ْي َخ ْنِم اوُلَعْفَت اَمَو ِّجَ ْلا ِف َلاَدِج َلَو َقو ُسُف ) 197( ِباَبْلَ ْلا ِلوُأ اَي ِنوُقَّتاَو ىَوْقَّتلا ِداَّزلا َ ْي َخ َّنِإَف

Artinya: (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kabaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.

Gejala alam semesta ciptaan Allah yang memiliki hukum- hukum yang pasti dan berproses sesuai dengan fitrah kejadiannya (Surat Ali-’Imran: 190-191).

ٍتاَي َل ِراَهَّنلاَو ِلْيَّللا ِف َلِت ْخاَو ِضْرَ ْلاَو ِتاَو َم َّسلا ِقْل َخ ِف َّنِإ

) 190( ِباَبْلَ ْلا ِلوُ ِل

Artinya: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.

ِف َنوُر َّكَفَتَيَو ْمِ ِبوُن ُج َلَعَو اًادوُعُقَو اًاماَيِق َ َّللها َنوُرُكْذَي َنيِذَّلا َكَنا َحْب ُس ًالِطاَب اَذَه َتْقَل َخ اَم اَنَّبَر ِضْرَ ْلاَو ِتاَو َم َّسلا ِقْل َخ ) 191( ِراَّنلا َباَذَع اَنِقَف

Artinya: (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata):

Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

Obyek penelitian yang cukup menonjol menurut Al-Qur’an adalah diri kita dan kemudian gejala alam semesta. Keterangan mengenai hal tersebut tidak hanya dijumpai dalam ayat yang mengandung istilah tersebut, melainkan juga pada ayat-ayat yang mengandung perintah untuk melakukan pengkajian (tadabbarun), penalaran (ta’qilun), pengamatan empiris (tubsirun), pemahaman (tarfahun), pemikiran (tafakkarun) dan perenungan atau kontemplasi (tadzkirun). Misalnya ayat yang menganjurkan untuk melakukan pengamatan empiris adalah Surat Al- Zumar: ayat 21.

َّمُث ِضْرَ ْلا ِف َعيِباَنَي ُه َكَل َسَف ًاءاَم ِء َم َّسلا َنِم َلَزْنَأ َ َّللها َّنَأ َرَت ْ َلَأ ُهُلَعْ َي َّمُث اًّرَف ْصُم ُهاَ َتَف ُجيِ َي َّمُث ُهُناَوْلَأ اًافِلَتْ ُم اًاعْرَز ِهِب ُجِرْ ُي ) 21( ِباَبْلَ ْلا ِلوُ ِل ىَرْكِذَل َكِلَذ ِف َّنِإ اًاما َط ُح

Artinya: Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi

sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanaman-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.

Obyek pengamatan empiris tersebut akan menimbulkan ilmu pengetahuan positif yaitu pengetahuan tentang realitas obyektif yang sekarang menimbulkan ilmu-ilmu biologi, kimia, dan fisika.

Ayat-ayat lain yang dekat dengan hal tersebut adalah seperti Surat Ali ‘Imran ayat: 190 dan 191 (telah disebutkan sebelumnya), Surat Al-Mulk ayat: 3, Surat Al-Jatsiyah ayat: 12-13, Surat Yaasin ayat: 33- 42.

Surat Al-Mulk ayat: 3,

ْنِم ِنَ ْحَّرلا ِقْل َخ ِف ىَرَت اَم اًاقاَبِط ٍتاَو َم َس َعْب َس َقَل َخ يِذَّلا ) 3( ٍرو ُطُف ْنِم ىَرَت ْلَه َ َصَبْلا ِعِجْراَف ٍتُواَفَت

Artinya: Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis.

Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang- ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?

Surat Al-Jatsiyah ayat: 12-13,

اوُغَتْبَتِلَو ِهِرْمَأِب ِهيِف ُكْلُفْلا َيِر ْجَتِل َر ْحَبْلا ُم ُكَل َر َّخ َس يِذَّلا ُ َّللها ) 12( َنوُر ُك ْشَت ْم ُكَّلَعَلَو ِهِل ْضَف ْنِم

Artinya: Allah-lah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya dan

supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur.

ِف َّنِإ ُهْنِم اًاعيِ َج ِضْرَ ْلا ِف اَمَو ِتاَو َم َّسلا ِف اَم ْم ُكَل َر َّخ َسَو ) 13( َنوُر َّكَفَتَي ٍمْوَقِل ٍتاَي َل َكِلَذ

Artinya: Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada- Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.

Surat Yaasin ayat: 33-42.

ُهْنِمَف اًّب َح اَهْنِم اَن ْجَر ْخَأَو اَهاَنْيَي ْحَأ ُةَتْيَْلا ُضْرَ ْلا ُمُ َل ٌةَيآَو ) 33( َنوُلُكْأَي

Artinya: Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan dari padanya biji-bijian, maka daripadanya mereka makan.

َنِم اَهيِف اَنْر َّجَفَو ٍباَنْعَأَو ٍلي ِخَن ْنِم ٍتاَّن َج اَهيِف اَنْلَع َجَو ) 34( ِنوُيُعْلا

Artinya: Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air.

Semua ayat dalam Al-Qur’an mengandung keseluruhan dimensi kehidupan umat manusia baik di dunia maupun di akhirat, baik sebagai individu maupun sebagai masyarakat. Dimensi-dimensi tersebut berupa dimensi aqidah dan akhlak, dimensi hukum (fiqh),

dimensi sejarah (tarikh) dan dimensi-dimensi lain yang terkait langsung dengan alam semesta termasuk manusia sebagai khalifah di muka bumi (khalifatan fil ardh).

Al-Qur’an tidak hanya mengandung ilmu-ilmu yang dikelompokkan sebagai ilmu-ilmu agama seperti fiqh dan syari’ah tetapi juga mengandung ilmu -ilmu seperti fisika, biologi, bahasa dan sastera, kedokteran, matematika, kimia, sejarah, ekonomi, geografi dan lain-lain.

Sunnah merupakan sumber yang kedua setelah Al-Qur’an.

Sunnah berfungsi menjabarkan, mengoperasionalkan serta menjelaskan kandungan Al- Qur’an. Sunnah mencerminkan kehidupan dan segala tingkah laku Rasul Muhammad S.A.W.

yang patut diikuti oleh setiap muslim. Oleh sebab Rasulullah S.A.W. mencerminkan akhlak Al-Qur’an dalam segala tingkah lakunya, maka Allah memberinya tempat khusus di kalangan kaum muslimin. Beliau mencerminkan, melaksanakan ajaran Al-Qur’an, oleh karena itu beliau menjadi teladan yang harus diikuti.

Firman Allah menyatakan fakta tersebut. Di antara firman-firman Allah tersebut adalah Surat Asy-Syuraa: 52, Surat Al-An’aam: 161, Surat Al-Hasyr: 7, Surat At- Taghabun: 12.

Surat Asy-Syuraa: 52,

ُباَتِكْلا اَم يِرْدَت َتْنُك اَم اَنِرْمَأ ْنِم ا ًاحوُر َكْيَلِإ اَنْي َحْوَأ َكِلَذَكَو اَنِداَبِع ْنِم ُءا َشَن ْنَم ِهِب يِدْ َن اًاروُن ُهاَنْلَع َج ْنِكَلَو ُن َميِ ْلا َلَو ) 52( ٍميِقَت ْسُم ٍطا َ ِص َلِإ يِدْهَتَل َكَّنِإَو

Artinya: Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Kitab itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba

Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.

Surat Al-An’aam: 161,

َميِهاَرْبِإ َةَّلِم ًامَيِق اًانيِد ٍميِقَت ْسُم ٍطا َ ِص َلِإ ِّبَر ِناَدَه يِنَّنِإ ْلُق ) 161( َينِكِ ْشُْلا َنِم َناَك اَمَو اًافيِن َح

Artinya: Katakanlah: Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik.

Surat Al-Hasyr: ayat 7,

يِذِلَو ِلو ُسَّرلِلَو ِهَّلِلَف ىَرُقْلا ِلْهَأ ْنِم ِهِلو ُسَر َلَع ُ َّللها َءاَفَأ اَم َ ْينَب ًاةَلوُد َنو ُكَي َل ْيَك ِليِب َّسلا ِنْباَو ِينِكا َسَْلاَو ىَماَتَيْلاَو ىَبْرُقْلا اوُهَتْناَف ُهْنَع ْمُكاَ َن اَمَو ُهوُذ ُخَف ُلو ُسَّرلا ُمُكاَتآ اَمَو ْم ُكْنِم ِءاَيِنْغَ ْلا ) 7( ِباَقِعْلا ُديِد َش َ َّللها َّنِإ َ َّللها اوُقَّتاَو

Artinya: Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah.

Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.

Surat At- Taghabun: ayat 12,

اَنِلو ُسَر َلَع َمَّنِإَف ْمُتْيَّلَوَت ْنِإَف َلو ُسَّرلا اوُعيِطَأَو َ َّللها اوُعيِطَأَو ) 12( ُينِبُْلا ُغ َلَبْلا

Artinya: Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul- Nya, jika kamu berpaling sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.

Dalam dokumen Pengembangan kurikulum PAI-Muhammad.pdf (Halaman 65-78)