BAB III METODE PENELITIAN
F. Alat dan Bahan Penelitian
a. Polybag ukuran 40 x 40 cm b. Sprayer
c. Ember plastik d. Kertas label e. Alat tulis f. Alat pengaduk
g. Jerigen 5 liter h. Kamera
i. Timbangan analitik j. Oven
k. Gelas ukur 2. Bahan
a. Air cucian beras b. Air kolam ikan c. Tanah
d. Tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) e. Gula merah
f. EM 4 pertanian G. Tehnik Pengumpulan Data
Tehnik pengumpulan data adalah dengan cara mengamti secara lansung tanaman yang diteliti untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Prosedur yang dilakukan selama penelitian yaitu:
1. Tahap awal
a) Tahap awal fermentasi
1. Pembuatan fermentasi air cucian beras a) Menyiapkan alat dan bahan.
b) Menyiapkan beras dengan berat 1 kg dan air sebanyak 1 liter.
c) Merendam beras kedalam air kemudain diaduk.
d) Memisahkan air dan beras di wadah yang berbeda.
e) Menambahkan 10 ml EM4 pertanian dan 10 ml gula merah ke dalam wadah yang sudah berisi air cucian beras.
f) Mengaduk hingga rata dan biarkan selama 1 minggu hingga hasil fermentasi ini berlaku untuk tumbuhan.
2. Pembuatan frementasi air kolam ikan a) Menyiapkan alat dan bahan.
b) Menggunakan air kolam ikan dengan jenis ikan lele dan kolam yang digunakan adalah kolam tanah biasa.
c) Mengambil air kolam bagian dasar menggunakan selang sebanyak 1 liter.
d) Menambahkan 10 ml EM4 dan 10 ml gula merah ke dalam tabung yang sudah berisi air dari kolam ikan.
e) Mengaduk campuran air kolam ikan dan mendiamkan selama 1 minggu sampai hasil fermentasi ini berlaku untuk tanaman.
b) Tahap Penyemaian tanaman cabai rawit
1) Menggunakan bibit yg sebelumnya direndam pada pada air untuk menghambat laju dormansi.
2) Menggunkan bibit yang masih berlabel untuk mendapatkan hasil maksimal yang bisa didapatkan di toko pertanian.
3) Mempersiapkan media tanam buat penyemaian.
4) Menyebarkan bibit di media tanam.
5) Menyiram bibit agar tumbuh subur.
6) Memilih benih cabai menggunakan metode porvosif sampling dengan memperhatikan kriteria tinggi benih 15 cm, ukuran batang 0.2 cm dan jumlah daun 5-6 helai daun, dalam penelitian ini hanya menggunakan 24 benih yang sesuai dengan jumlah ulangan yang dilakukan.
c) Tahap Pengaplikasian penelitian
1) Memindahkan benih yang sudah ditanam ke dalam kantong polybag yang sebelumnya sudah dipersiapkan sebagai bahan penelitian.
2) Fermentasi dilakukan seminggu sekali untuk penyiraman setiap perlakuan dengan konsentrasi sebagai berikut:
a) Konsentrsi sebanyak 100% air pada perlakuan P0.
b) Konsentrasi sebanyak 20% air cucian beras + 20% air kolam ikan + 100% air biasa pada perlakuan P1,
c) Konsentrasi sebanyak 31% air cucian beras + 31% air kolam ikan + 100% air biasa pada perlakuan P2.
d) Konsentrasi sebanyak 39% air cucian beras + 39% air kolam ikan + 100% air biasa pada perlakuan P3.
3) Melakukan penyiangan terhadap rumput- rumput liar yang ada di sekitar tanaman.
d) Tahap pengamatan penelitian dan pengambilan data penelitian
1) Memindahkan benih cabai rawit (Capsicum frutescens L.) yang sudah ditanam ke dalam kantong plastik yang sudah disiapkan sebelumnya sebagai bahan penelitian.
2) Mengamati pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada tanaman cabai rawit (Capsicum Frutescens L.).
3) Mengamati dan mengukur produktivitas tumbuhan cabe rawit (Capsicum frutescens L.).
4) Mencatat data yang dibutuhkan sebagai bahan penelitian.
e) Tahap pengembangan menjadi buku pegangan praktikum biologi berbasis keterampilan proses ilmiah.
Model pengembangan penelitian memiliki tiga tahap:
1) Analisis (analysis) analisis masalah pembelajaran pada tahap analisis kebutuhan.
2) Desain, kurikulum yang dirancang dikatakan mampu menjawab permasalahan pada tahap analisis.
3) Mengembangkan, mengembangkan hasil penelitian menjadi pedoman praktis berbasis keterampilan ilmiah.
H. Teknik Analisis Data
Analisis data memakai rumus statistika Rancangan Acak Lengkap (RAL) ulangan sama lantaran tumbuhan pada uji ini merupakan tanaman satu jenis yakni tanaman cabai rawit (Capsicum Frutescens L.) menggunakan 3 perlakaun dan 1 perlakuan kontrol dan fermentasi air cucian beras dan fermentasi air kolam ikan yang dimana parameter dihitung merupakan jumlah buah, berat basah buah dan berat kering buah tanaman cabe yang didapatkan berdasarkan setiap perlakuan dan ulangan.
Melakukan uji statistika menggunakan SPSS versi 16.0 peneliti akan memakai analisis menggunakan tiga cara yaitu yang pertama uji statistika yang berupa uji normalitas dan uji homogenitas, kemudian dilanjutkan dengan uji statistika ANOVA dan apabila datanya signifikan maka akan dilanjutkan ke uji lanjut BNT (Beda Nyata Terkecil).
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian
Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah jumlah buah dan berat buah (berat basah (gram) dan berat kering (gram)) yang terdapat dalam perlakuan pemberian pupuk oganik cair berupa fermentasi air cucian beras dan fermentasi air kolam ikan.
Uji statistika pada penelitian ini akan di hitung menggunakan apliaksi SPSS versi 16.0, seperti uji normalitas dan uji homogenitas. Apabila data hasil penelitian ini berdistribusi normal atau signifikan maka akan dilanjutkan uji Analisis Of Varians (ANOVA), jika hasil data ANOVA signifikan maka akan dilajutkan dengan uji lanjut BNT (Beda Nyata Terkecil).
1. Tabel Parameter Jumlah Buah
Data jumlah buah tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) selama penelitian diukur selama satu minggu sekali sampai buah matang maksimal selama 70 hari setelah tanam (HST), dengan pemberian perlakuan yaitu fermentasi sisa air cucian beras dan air kolam ikan, berikut data jumlah buah tanaman cabai rawit di setiap perlakuan pada minggu terakhir sebelum panen dapat dilihat pada Tabel 4.1 di bawah ini.
Tabel 4.1 Jumlah Buah Tanaman Cabai Ulangan
Jumlah Buah Tanaman Cabai
P1 20% P2 31% P3 39% P0 100%
1 30 35 42 16
2 33 48 48 20
3 18 50 33 16
4 16 40 39 17
5 28 35 31 16
6 16 30 37 19
Total 141 238 230 104
Rata-rata 23 39 38 17
Keterangan tabel:
P0 : (100% air biasa )
P1 : (20% air cucian beras + 20% air kolam ikan ) P2 : (31% air cucian beras + 31% air kolam ikan ) P3 : (39% air cucian beras + 39% air kolam ikan )
Terdapat jumlah buah tanaman cabai rawit pada minggu ke-7 setelah tanam dapat dijelaskan bahwa perlakuan dengan menggunakan fermentasi air cucian beras dan air kolam ikan. Jumlah buah terbanyak pada perlakuan ke-2 dengan konsentrasi 31% air cucian beras + 31% air kolam ikan yaitu sebanyak 238 buah dengan rata-rata buah sebanyak 39 buah dan jumlah yang paling sedikit terdapat pada perlakuan-0 dengan konsentrasi 100% air biasa yaitu sebanyak 104 buah cabai rawit dengan rata-rata bauh sebanyak 17 buah. Berikut diagram batang jumlah buah tanaman caai rawit per perlakuan, dapat dilihat pada Gambar 4.1.
Gambar 4.1 Diagram Jumlah Buah Tanaman Cabai Jumlah buah tanaman cabai rawit tertinggi terdapat pada perlakuan ke-2 yaitu dengan konsentrasi 31% air cucian beras + 31 % air kolam ikan kemudian P3, P1 dan yang paling sedikit jumlah buah tanaman cabai rawit yaitu perlakuan 0 dengan konsentrasi 100% air biasa.
Untuk uji statistikanya dapat dilihat pada lampiran 1.
Tabel 4.2 Hasil uji anova pada parameter jumalah buah ANOVA
Perlakuan
Sum of Squares Df
Mean
Square F Sig.
Between
Groups 2356.833 3 785.611 14.865 .000 Within
Groups 1057.000 20 52.850 Total 3413.833 23
Berdasarkan data anova pada tabel di atas bahwa nilai pada kolom sig. nilainya 0.000 lebih kecil dari nilai signifikan 0.05 (0.00 < 0.05) sehingga mendapatkan hasil yang tidak signifikan. Jadi Ha ditolak dan Ho
0 50 100 150 200 250
jumlah buah 100% Air Biasa
20% Air Cucian Beras + 20% Air Kolam Ikan 31% Air Cucin Beras + 31% Air Kolam Ikan 39% Air Cucian Beras + 39% Air Kolam Ikan
diterima yaitu tidak terdapat pengaruh fermentasi air cucian beras dan air kolam ikan terhadap produktivias tanaman cabai rawit.
2. Panen Buah Cabai Rawit
Buah cabai rawit yang dipanen pada hari ke-70 dilakukan 2 kali panen berjarak 1 minggu tiap panen.
Buah cabai rawit yang dipanen merupakan buah cabai yang sudah matang sempurna yakni dengan warna merah yang mencolok sebagai tanda buah cabai sudah matang. Data jumlah panen buah cabai rawit dapat dilihat pada Tabel 4.3 berikut ini.
Tabel 4.3 Jumlah panen buah cabai rawit Ulangan Jumlah Panen Buah Tanaman Cabai
P1 20% P2 31% P3 19% P0 100%
1 18 24 15 12
2 13 31 25 8
3 6 20 22 9
4 13 18 20 10
5 17 20 17 9
6 10 17 11 9
Total 77 130 110 57
Rata-rata 12 21 18 9,5
Keterangan tabel:
P1 : (20% air cucian beras + 20% air kolam ikan) P2 : (31% air cucian beras + 31% air kolam ikan) P3 : (39% air cucian beras + 39% air kolam ikan) P0 : (100% air biasa)
Jumlah panen buah cabai rawit setelah 70 hari setelah tanam (HST) mendapatkan hasil paling banyak terdapat pada perlakuan ke-2 dengan konsentrasi 31%
air cucian beras + 31% air kolam ikan dengan jumlah buah yang dipanen sebanyak 130 buah dengan rata-rata
sebanyak 21 buah. Jumlah buah yang dipanen paling sedikit terdapat pada perlakuan ke-0 dengan konsentarsi 100% air biasa dengan jumlah buah sebanyak 57 buah dengan rata-rata 9,5 buah, berikut diagram batang jumlah buah yang dipanen dapat dilihat pada Gambar 4.2 dibawah ini.
Gambar 4.2 Diagram jumlah buah cabai rawit yang dipanen
Pada gambar diagram diatas menjelaskan bahwa jumlah buah cabai rawit yang dipanen terbanyak ada pada perlakuan ke-2 dengan konsentrasi 31% air cucian beras + 31% air kolam ikan kemudian jumlah terbanyak berikutnya yaitu pada perlakuan ke-3 yaitu 39% air cucian beras + 39% air kolam ikan setelah itu pada perlakuan ke 1, sedangkan jumlah buah yang dipanen paling sedikit terdapat pada perlakuan ke-0 dengan konsentrasi 100% air biasa. Untuk uji normalitas dan homogenitas dan uji anova dapat dilihat pada lampiran 1.
0 20 40 60 80 100 120 140
jumlah buah 100% air biasa
20% air cucian beras + 20% air kolam ikan 31% air cucian beras + 31% air kolam ikan 39% air cucian beras + 39% air kolam ikan
Tabel 4.4 Hasil uji anova pada parameter jumlah buah yang dipanen
ANOVA Ulangan
Sum of Squares df
Mean
Square F Sig.
Between
Groups 534.833 3 178.278 9.663 .000 Within
Groups 369.000 20 18.450 Total 903.833 23
Berdasarkan data anova pada tabel di atas mendapatkan hasil pada kolom sig. dengan nilai 0.000 sehingga lebih kecil dari nilai signifikan 0.05 (0.000 <
0.05). jadi Ha ditolak dan Ho diterima. Yaitu dengan hasil yang tidak signifikan maka tidak terdapat pengaruh fermentasi air cucian bersa dan air kolam ikan terhadap produktivitas tanaman cabai rawit.
3. Berat Basah Cabai Rawit
Jumlah berat basah pada tanaman cabai rawit dihitung menggunakan timbangan digital kemudian menghitung berat buah pada panen pertama dan ke dua setelah itu ditotalkan sebagai data akhir berat basah buah cabai rawit, data berat basah buah cabai rawit yang sudah dipanen menggunakan satuan gram (gr). Data jumlah buah yang dipanen dapat dilihat pada Tabel 4.5 dibawah ini.
Tabel 4.4 Berat Basah Buah Cabai Rawit
K e t e r a n g
an tabel:
P1 : (20% air cucian beras + 20% air kolam ikan ) P2 : (31% air cucian beras + 31% air kolam ikan ) P3 : (39% air cucian beras + 39% air kolam ikan ) P0 : (100% air biasa )
Pada data berat basah buah cabai rawit dengan pemberian perlakuan berupa fermentasi air cucian beras dan air kolam ikan mendapatkan hasil berupa berat terbanyak ada pada perlakuan ke-2 dengan konsentrasi 31% air cucian beras + 31% air kolam ikan dengan berat total buah sebanyak 233 gr dengan rata-rata sebanyak 38 gram dan berat paling sedikit ada pada perlakuan ke-0 dengan konsentarsi 100% air biasa dengan berat basah sebanyak 111 gr dengan rata-rata sebanyak 18 gram, untuk diagram berat basah buah cabai rawit dapat dilihat pada Gambar 4.3 dibawah ini.
Ulangan
Berat Basah Buah Tanaman Cabai P1 20% P2 31% P3 39% P0 100%
1 37 41 29 21
2 23 56 25 18
3 12 42 15 21
4 29 29 33 20
5 31 31 36 15
6 16 34 20 16
Total 148 233 158 111
Rata-rata 24 38 26 18
Gambar 4.3 Diagram berat basah buah cabai rawit
Pada gambar diatas merupakan diagram berat basah buah cabai rawit dengan pemberian perlakuan berupa fermentasi air cucian beras dan air kolam ikan, sehingga menghasilkan data berat basah buah cabai rawit yang paling banyak ada pada perlakuan ke-2 dengan konsentrasi 31% air cucian beras + 31% air kolam ikan dengan berat basah buah cabai sebanyak 233 gr, kemudian diikuti oleh perlakuan ke-3 sebanyak 158 gr, perlakuan ke-1 sebanyak 148 gr, sedangkan berat basah buah cabai paling sedikit ada pada perlakuan ke-0 dengan konsentrasi 100% air bias dengan berat basah buah sebanyak 111 gr. Untuk uji normalitas dan homogenitas dan uji anova dapat dilihat pada lampiran 1.
0 50 100 150 200 250
Jumlah Berat 100% airbiasa
20% air cucian beras + 20% air kolam ikan 31% air cucian beras + 31% air kolam ikan 39% air cucian beras + 39% air kolam ikan
Tabel 4.5 Hasil uji anova pada parameter berat basah buah cabai rawit
ANOVA Ulangan
Sum of
Squares Df
Mean
Square F Sig.
Between
Groups 1475.458 3 491.819 7.502 .001 Within
Groups 1311.167 20 65.558 Total 2786.625 23
Berdasarkan data anova di atas mendapatkan hasil bahwa nilai pada kolom sig. yaitu 0.000 lebih kecil dari nilai signifikan 0.05 (0.000 < 0.05) sehingga mendapatka hasil yang tidak signifikan maka Ha ditolak dan Ho diterima. Yaitu tidak terdapat pengaruh dari fermentasi air cucian beras dan air kolam ikan terhadap produktivitas tanaman cabai rawit.
4. Berat Kering Buah Cabai Rawit
Berat kering buah cabai rawit dihitung menggunakan timbangan digital, pada berat kering ini buah cabai dijemur terlebih dahulu selama satu minggu lamanya di bawah sinar matahari lansung untuk mengurangi kadar air di dalam buah cabai. Setelah cabai benar-benar kering dengan ciri-ciri fisik sudah berubah warna dan bentuk dari yang semula segar menjadi kering dan keriput dan warna yang merah menyala berubah menjadi kuning kecoklatan, baru ditimbang untuk mendapatkan data berat kering buah cabai. Data berat kering buah cabai dapat dilihat pada Tabel 4.6 dibawah ini.
Tabel 4.6 Jumlah berat kering buah cabai rawit Ulangan
Berat Kering Buah Tanaman Cabai P1 20% P2 31% P3 39% P0 100%
1 5,94 9,91 7,07 5,09
2 5,09 13,03 11,05 3,11
3 2,25 8,21 10,19 3,96
4 5,09 9,06 9,06 5,09
5 7,92 8,21 9,06 4,24
6 6,22 7,07 5,09 3,11
Total 32,51 55,49 51,52 24,6
Rata-rata 5,41 9,24 8,58 4,1
Keterangan tabel:
P1 : (20% air cucian beras + 20% air kolam ikan P2 : (31% air cucian beras + 31% air kolam ikan ) P3 : (39% air cucian beras + 39% air kolam ikan ) P0 : (100% air biasa )
Pada tabel 4.6 diatas meruapakan data berat kering buah cabai rawit dengan pemberian perlakuan berupa fermentasi air cucian beras dan air kolam ikan sehingga mendapatkan data yang terberat pada pada berat kering buah cabai ada pada perlakuan ke-2 dengan knsentrasi 31% air cucian beras + 31% air air kolam ikan dengan berat sebesar 55,49 gr dengan rata-raa sebanyak 9,24 gr dan data berat terendah ada apada perlakuan ke-0 dengan konsentrasi 100% air biasa dengan berat sebesar 24,6 gr dengan rata-rata sebanyak 4,1 gr, berikut diagram yang menggambarkan berat kering buah cabai dapat dilihat pada Gambar 4.4 dibawah ini.
Gambar 4.4 Diagram berat kering buah cabai rawit Pada diagram diatas menggambarkan bahwa dengan pemberian perlakuan berupa fermentasi air cucian beras dan air kolam ikan didapati bahwa berat kering buah cabai yang paling banyak ada pada perlakuan ke-2 dengan konsentrasi sebanyak 31% air cucian beras + 31% air kolam ikan dengan berat sebesar 55,49 gr setelah itu diikuti oleh perlakuan ke-3 dengan berat sebesar 51,52 gr dan berikutnya pada perlakuan ke-1 dengan berat sebesar 32,51 gr, kemudaian data berat kering buauh cabai yang paling sedikit ada pada perlakuan ke-0 dengan konsentrasi 100% air biasa dengan berat sebesar 24,6 gr, untuk uji normalitas dan uji homogenitas kemudian uji anova dapat dilihat pada lampiran 1.
0 10 20 30 40 50 60
jumlah berat 100% air biasa
20% air cucian beras + 20% air kolam ikan 31% air cucian beras + 31% air kolam ikan 39% air cucian beras + 39% air kolam ikan
Tabel 4.7 Hasil uji anova parameter berat kering buah cabai rawit
ANOVA Ulangan
Sum of Squares Df
Mean
Square F Sig.
Between
Groups 110.278 3 36.759 11.026 .000 Within
Groups 66.676 20 3.334 Total 176.954 23
Berdasarkan data anova pada tabel di atas mendapatka hasil bahwa nilai pada kolom sig. yaitu 0.000 lebih kecil dari nilai signifikan 0.05 sehingga menghasilkan nilai yang tidak signifikan maka Ha ditolak dan Ho diterima. Yaitu tidak terdapat pengaruh dari fementasi air cucian beras dan air kolam ikan terhadap produktivitas tanaman cabai rawit.
5. Angket siswa
Penelitian ini kemudian akan dikembangkan menjadi buku panduan praktikum IPA Biologi dengan analisis kebutuhan di materi pertumbuhan dan perkembangan, dengan metode sebaran angket peneliti mampu mengetahui kebutuhan dalam buku panduan praktikum, penelitian ini dilaksanakan di MA Islahuddyn Kediri Lombok Barat, Kelas XII MA Putra.
Berikut data angket yang sudah disebar dapat dilihat pada tabel 4.8 dibawah ini.
Tabel 4.8 Data sebaran angket siswa
No. Kategori Skor %
1 Sangat setuju 86%
2 Setuju 72%
3 Rata-rata 0%
4 Tidak setuju 0%
5 Sangat tidak setuju 0%
Berdasarkan tabel 4.8 bahwa terdapat 7 pernyataan yang harus diisi oleh siswa sesuai dengan arahan, ada 5 jenis jawaban dari angket tersebut yang harus dipilih oleh siswa. Dari sebaran angket tentang manfaat buku petunjuk praktikum ini ada 20 siswa yang mengisi angket dengan hasil sebanyak 12 orang memilih Setuju tentang manfaat buku petunjuk praktikum, kemudian ada 8 orang siswa yang menjawab Sangat Setuju dan. Untuk contoh angket dapat dilihat di lampiran 2.
Pengembangan petunjuk praktikum menggunakan metode 4D (define, design, development, disseminate) telah mendapatkan hasil berupa petunjuk praktikum dengan analisis kebutuhan kurikulum pada materi pertumbuhan dan perkembangan kelas XII IPA.
B. Pembahasan
Penelitian ini telah dilaksanakan pada tangal 24 Agustus sampai dengan selesai bertempat di kampung Lendang Ape, Kelurahan Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, dilakukan oleh peneliti denga judul penelitian Pengaruh Fermentasi Sisa Air Cucian Beras dan Air Kolam Ikan Terhadap Produktivitas Tanaman Cabai Rawit (Capsiccum frutescens L.) dan Pengembangannya Sebagai Buku Petunjuk Praktikum.
2. Pengaruh air cucian beras dan air kolam ikan
Pengamatan pengaruh fermentasi air cucian beras dan air kolam ikan terhadap produktivitas tanaman cabai rawit dimulai dilakukan tiap minggu sampai tanaman cabai berbuah itu selama 70 hari setelah tanam (HST).
Dari awal pembibitan sampai mendapatkan hasil berupa produkttivitas tanaman cabai rawit, dalam penelitian ini parameter yang akan diukur adalah jumlah buah, jumlah buah yang dipanen, berat basah buah, dan berat kering buah. Berikut pembahasan parameter dalam penelitian ini:
1. Jumlah Buah Tanaman Cabai Rawit
Jumlah buah pada tanaman cabai rawit dengan pemberian pengaruh fermentasi air cucian beras dan air kolam ikan terhadap produktivitas tanaman cabai rawit. Ada 4 perlakuan dalam penelitian ini P0, P1, P2, P3 dan ada masing-masing 6 ulangan. Pada hasil penelitian ini jumlah buah yang paling banyak terdapat pada perlakuan ke-2 (P2) dengan konsentrasi 31% air cucian beras + 31% air kolam ikan dengan jumlah buah sebanyak 238 dengan ulangan sebanyak 6 kali dan hasil jumlah paling sedikit ada pada perlakuan ke-0 (P0) dengan kosentrasi sebanyak 100% air biasa dengan jumlah buah 104.
Jumlah buah terbanyak pada perlakuan ke-2 yaitu dengan konsentrasi 31% memberikan hasil yang terbaik dikarenakan pemberian pupuk organik dan letak perlakuan ini di barisan tengah mempengaruhi dari sebaran serangan hama penyakit, sedangkan jumlah buah paling sedikit yakni perlakuan ke-0 dengan konsentrasi 100% air biasa, dengan hanya diberikan air biasa ke tanaman membuat tanaman
cabai rawit pada perlakuan ini mendapatkan jumlah buah yang paling sedikit.
Berdasarkan penelitian terdahulu dari risky putra sampurna dengan judul pengaruh pemberian pupuk organik cair limbah ikan dan hasil tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) terdapat jumlah buah yang paling banyak ada pada perlakuan dengan konsentrasi 45% pupuk organik cair ditambahkan dalam 100% air biasa. Pengaruh mikroorganisme tanah dapat membantu dalam proses pertumbuhan dan meningkatkan hasil pada tanaman cabai rawit.34 Mendapatkan hasil yang tidak sama dalam penelitian ini dengan jumlah buah terbanyak ada pada perlakuan dengan pemberian pupuk organik cari sebanyak 31%
ditambahkan ke dalam 100% air biasa.
Jumlah buah pada tanaman cabai rawit ini terdapat beberapa pengaruh dari faktor eksternal seperti serangan hama, intensitas cahaya matahari, hujan dan kandungan mikroorganisme yang terdapat didalam tanah. Serangan hama pada penelitian ini tidak terlalu memberikan dampak yang merugikan dikarenakan dengan melekukan pengamatan setiap hari peneliti bisa mengkontrol serangan hama dengan melakukan tindakan pencegahan lansung sehingga tidak memberikan dampak yang terlalu besar terhadap tanaman cabai rawit.
Berdasarkan uji statistika jumlah buah pada tanaman cabai rawit terdistribusi normal dan homogen, sehingga dialnjutkan keuji anova, pada uji anova jumlah buah pada tanaman cabai rawit ini tidak
34 Risky putra sampurna, “pengaruh pemberian pupuk organik cair limbah ikan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabao rawit (Capsicum frutescens L.)”, fakultas pertanian UPN, jawa timur 2020.
signifikan sehingga Ho diterima dan Ha ditolak. Jadi tidak ada pengaruh dalam pemberian sisa air cucian beras dan air kolam ikan terhadap produktivitas tanaman cabai rawit. Akan tetapi dengan pemberian pengaruh 31% merupaka hasil yang paling optimal dalam penelitian walaupun tidak siginifikan.
2. Jumlah Buah Yang Dipanen
Jumlah buah yang dipanen dari pemberian perlakuan berupa fermentasi sisa air cucian beras dan air kolam ikan terhadap produktivitas tanaman cabai rawit berdasarkan tabel 4.2 dilakukan setelah hari ke- 70 hari setelah tanam (HST) dengan proses panen sebanyak 2 kali.
Jumlah buah yang dipanen paling banyak terdapat pada perlakuan ke-2 dengan konsentrasi 31%
air cucian beras + 31% air kolam ikan dengan jumah buah yang dipanen sebanyak 130 buah. Untuk jumlah buah yang dipanen paling sedikit terdapat pada perlakuan ke-0 dengan konsentrasi 100% air biasa dengan jumlah buah yang dipanen sebanyak 57 buah.
Berdasarkan penelitian terdauhlu fatimatus zahro dalam penelitian perbandingan variasai konsentrsai pupuk organik cair dari limbah ikan terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit (Capsicum annum L.) terdapat jumlah buah terbanyak ada pada perlakuan dengan pemberian pupuk dengan konsentrasi 45%, pupuk organik hasil fermentasi dengan EM4 mengandung mikroba yang membantu dalam proses fermentasi sehingga memiliki hasil dengan keterserapan unsur hara yang tinggi terhadap
tanaman cabai rawit.35 Pada penelitian ini mendapatkan hasil yang paling banyak ada perlakuan dengan pemberian pupuk organik cair dengan konsentrasi 30% sehingga dari penelitian terdahulu tidak sama dari jumlah buah yang di hasilkan.
Pengaruh intensitas cahaya matahari dan serangan hama sangat mempengaruhi jumlah dari buah yang dipanen, rontok buah sebelum dipanen merupakan penyakit yang ada pada penelitian ini yang disebabkan oleh serangan hama. Serangan hama pada buah yang akan dipanen sangat merugikan karna terjadinya pembusukan pada buah sehingga dari seluruh buah cabai ada 31% dari jumlah sudah diinfeksi oleh bakteri pembuskan buah, pembusukan ini disebabkan karna adanya kehadiran bakteri.36 Pemberian pupuk organik cair berupa air cucian beras dan air kolam ikan berdasarkan uji statistika terdistribusi normal dan homogen sedangkan pada uji anova mendapatkan hasil yang tidak signifikan, sehingga menyatakan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak yaitu tidak terdapat pengaruh dari pemberian fermentasi sisa air cucian beras dan air kolam ikan terhadap produktivitas tanaman cabai rawit. Akan tetapi di dalam penelitian ini perlakuan dengan konsentrasi 31% pupuk organik cair memberikan hasil yang paling optimal.
35 Fatimatuz Zahro, “Perbandingan Variasi Kosentrasi Pupuk Organik Cair Dari Limbah Ikan Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Merah (Capsicum Annum L.)”, Fakultas Sains UIN Walisongo, Semarang 2018.
36 Yoga Aji Handoko’ “Isolasi Dan Karakterisasi Biokimia Bakteri Pembusuk Buah Cabai Rawit”, Program Studi Agroteknologi, Universitas Keristen Satya Kencana, Jawa Tengah, 2020