• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2 Hasil Penelitian

4.2.1 Analisa Hasil Wawancara dengan Key Informant

Penulis melakukan wawancara mendalam dengan narasumber di kantor tempat bekerja yaitu di waktu-waktu tertentu yang memungkin penulis dapat bertanya mengenai hal yang tengah diteliti, baik saat jam kerja maupun saat jam istirahat. Adapun wawancara pertama dilakukan dengan bapak Fransen sebagai key informant yang merupakan pimpinan perusahaan CV. Busana Indah Selaras dengan latar belakang dan fokus pertanyaan pada inti penelitian mengenai komunikasi yang dijalin dengan karyawannya dalam dalam meningkatkan motivasi kerja karyawan. Berikut beberapa informasi yang didapatkan oleh peneliti dari key informant dari hasil observasi yang dilakukan untuk dianalisa.

A. Pemahaman

Merupakan penyampaian pesan atau informasi yang cermat dari pimpinan perusahaan kepada karyawannya baik secara verbal maupun nonverbal sehingga karyawan dapat menerima pesan tersebut dengan baik dalam rangka meningkatkan motivasi kerja karyawan. Terkait dengan bagaimana pimpinan perusahaan CV. Busana Indah Selaras dalam memberikan instruksinya kepada karyawan, berikut pernyataan yang peneliti dapatkan dari bapak Fransen selaku key informant sekaligus pimpinan perusahaan,

56

Untuk pekerjaan ya sebisa mungkin saya bertemu secara langsung, tapi ya lihat lagi situasinya ya, kalau memang tidak memungkinkan ya lewat telpon kan juga bisa buat kasih intruksi kerja. Yang penting tugas yang saya berikan itu karyawan paham.”

Dari jawaban diatas, peneliti menemukan informasi mengenai komunikasi yang dijalin oleh pimpinan perusahaan CV. Busana Indah Selaras kepada karyawannya dapat berupa pertemuan secara langsung maupun menggunakan media tertentu seperti penggunaan aplikasi atau telpon dalam memberikan intruksi kerja, tergantung dari situasi dan kondisi saat itu. Namun pimpinan perusahaan menekankan adanya kesamaan pemahamaan antara pimpinan dan karyawan dalam komunikasi yang dijalin.

B. Perubahan Sikap

Merupakan bentuk komunikasi dari pimpinan perusahaan yang ditujukan untuk merubah karyawannya baik dalam pendapat, sikap dan tindakan sesuai dengan yang diharapkan dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. Diantaranya adalah dengan pemberian wewenang, ataupun mengikutsertakan karyawan dalam kebijakan perusahaan untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan. Terkait dengan seberapa besar tingkat kepercayaan pimpinan perusahaan dalam memberikan wewenang kepada karyawannya, bapak Fransen memberikan pernyataan sebagai berikut,

“Intinya ya untuk kerjaan kita ini saling percaya itu yang penting, kita saling jaga kepercayaan. Kita lihat juga ya, kadang memang kan karyawan itu beda-beda, kalau saya rasa dia sanggup ya saya akan

57

dorong dia buat maju, saya yakinkan dia, saya kasih dia kepercayaan buat tugas.”

Dari jawaban tersebut peneliti menganalisa bahwa pimpinan perusahaan CV. Busana Indah Selaras menekankan nilai kepercayaan antara satu sama lain didalam internal perusahaan terlebih kepada seluruh karyawannya. Adapun mengenai pemberian tugas ataupun wewenang yang diberikan kepada karyawan, menurut pimpinan perusahaan hal tersebut tergantung dari seberapa sanggup karyawan mampu menjalankan dan bertanggung jawab pada tugas yang diberikan.

Pimpinan perusahaan menilai setiap karyawan mempunyai karakter dan kemampuannya masing-masing. Maka dari itu apabila pimpinan perusahaan melihat adanya potensi dalam diri karyawan, beliau akan berusaha meyakinkan dan memberikan dorongan agar karyawan bersedia untuk diberikan kepercayaan berupa wewenang dan tanggung jawab.

Bapak Fransen menambahkan,

Buat saya silahkan karyawan kasih ide-ide atau teguran buat saya ya kalau saya salah melangkah, atau apapun itu. Karena mungkin lebih banyak ide-ide dari karyawan daripada saya sendiri.”

Dari pernyataan tersebut peneliti menganalisa bahwa pimpinan perusahaan terbuka dan mempersilahkan karyawannya dalam memberikan kritik terkait keputusan beliau dalam suatu hal terkait kebijakan perusahaan apabila dinilai keputusan yang diambil salah. Menurut pimpinan perusahaan hal tesebut semata untuk kebaikan perusahaan CV. Busana Indah Selaras. Selain itu, pimpinan perusahaan juga mempersilahkan karyawannya untuk memberikan ide atau gagasan terkait kebijakan atau kegiatan perusahaan. Beliau berpendapat dengan

58

banyaknya karyawan maka semakin banyak pula pemikiran dan ide yang mungkin bisa memberikan dampak positif bagi perusahaan.

C. Hubungan Sosial

Komunikasi diharapkan dapat menimbulkan suatu hubungan sosial yang baik antara pimpinan perusahaan dan karyawan dalam arti dapat menimbulkan kepercayaan antara kedua pihak, tidak terjadi kesalahpahaman, dan menciptakan interaksi yang baik dalam rangka meningkatkan motivasi kerja karyawannya.

Terkait dengan hubungan sosial bagaimana pimpinan perusahaan memandang karyawannya bagi perusahaan, berikut pernyataan yang diberikan oleh bapak Fransen,

“Bagi saya karyawan itu aset ya, aset untuk perusahaan dan untuk saya pribadi. Saya ajak untuk sama-sama bangun ini perusahaan, tanpa karyawan ya perusahaan ini tidak akan berjalan, saya juga bukan siapa- siapa. kita kerjasama, kita berusaha bareng bareng lah intinya. Bagi saya yang terpenting itu kepercayaan.”

Dari jawaban diatas penulis menganalisa bahwa pimpinan perusahaan CV.

Busana Indah Selaras memandang karyawan sebagai aset berharga bagi perusahaan dan rekan kerja untuk dirinya secara pribadi. Menurut pimpinan perusahaan CV. Busana Indah Selaras karyawan bukan hanya sebagai pekerja atau mesin yang dimanfaatkan tenaganya saja untuk keuntungan perusahaan semata, melainkan menjadi rekan bagi dirinya dalam membangun dan memajukan perusahaan. Pimpinan perusahaan menganggap bahwa karyawan merupakan salah satu faktor penting dalam mencapai tujuan perusahaan. Dengan tetap menekankan

59

aspek kepercayaan yang dijalin antar seluruh pihak internal perusahaan, pimpinan perusahaan mengajak karyawannya untuk bersama-sama membangun CV. Busana Indah Selaras.

D. Tindakan

Komunikasi dapat mendorong karyawan untuk bertindak sesuai dengan yang dimaksud pimpinan perusahaan, tanpa rasa keterpaksaan. Untuk dapat menimbulkan tindakan, atasan harus berhasil menanamkan pemahaman, meyakinkan karyawan agar mengubah sikap sesuai tujuan organisasi dan menumbuhkan hubungan yang baik dengan karyawan. Atau dapat berupa pemberian stimulus untuk merangsang karyawan dalam memberikan kontribusi maksimal bagi perusahaan contohnya adalah pemberian reward. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan. Terkait dengan bagaimana pimpinan perusahaan memberikan reward kepada karyawan, berikut pernyataan yang dikemukakan oleh bapak Fransen,

“Ya buat reward kita kasih sesuai pekerjaanya sesuai pencapaian dan kontribusinya buat perusahaan, kalau ada pencapaian yang bagus buat perusahaan kita kasih apresiasi, ya seadanya lah, biar dia juga makin semangat, buat kemajuan perusahaan juga kan. Kita kasih juga dia kepercayaan lebih lagi.

Dari jawaban tersebut peneliti menganalisa bahwa pimpinan perusahaan akan memberikan reward kepada karyawannya yang telah memberikan kontribusi positif untuk perusahaan. Namun beliau tidak memberikan gambaran rinci mengenai bentuk ataupun nominal reward yang diberikan. Menurut beliau hal

60

tersebut dilakukan untuk memotivasi karyawan agar semakin baik lagi dalam melakukan pekerjaanya. Selain itu pimpinan perusahaan juga akan memberikan kepercayaan lebih besar kepada karyawan yang memberikan kontribusi maksimal untuk perusahaan, sehingga karyawan akan semakin bersemangat lagi melakukan pekerjaanya. Hal tersebut merupakan upaya dari pimpinan perusahaan dalam menstimulus karyawan untuk memberikan kinerja terbaiknya bagi perusahaan.

E. Faktor Pendukung dan Penghambat Komunikasi Pimpinan

Dalam prosesnya terdapat faktor pendukung dan penghambat pada Komunikasi pimpinan perusahaan dalam meningkatkan motivasi kerja karyawan, terkait dengan hal tersebut bapak Fransen memberikan keterangan sebagai berikut,

“Kita kerja disini sebagai tim ya, sama-sama saling backup, yang penting kerjaan beres, perusahaan jalan. Kalau penghambat mungkin intensitas bertemu secara langsung kurang ya dengan karyawan dikantor, terkadang saya ada pekerjaan juga yang lain yang harus saya tangani, tapi ya sejauh ini untuk kerjaan mereka lancar ya.”

Dari jawaban tersebut peneliti menganalisa bahwa terdapat beberapa faktor pendukung dan penghambat dari komunikasi pimpinan perusahaan dalam meningkatkan motivasi kerja karyawan. Menurut pimpinan perusahaan CV.

Busana Indah Selaras, diantara faktor pendukungnya adalah suasana kerja yang bersifat kekeluargaan, dimana seluruh karyawan dapat saling memberikan bantuan satu sama lain, kerjasama tim, hingga keleluasaan yang diberikan kepada karyawan. Sedangkan salah satu faktor penghambatnya yaitu intensitas

61

komunikasi secara langsung dengan karyawan perusahaan yang kurang, sehingga komunikasi yang dilakukan terkadang hanya melalui media komunikasi seperti telpon dan whatsapp yang berpotensi menyebabkan terjadinya miss komunikasi dan menghambat aktifitas perusahaan. Kurangnya intensitas komunikasi secara langsung ini dikarenakan pimpinan perusahaan mempunyai beberapa perusahaan lain selain CV. Busana Indah Selaras.

Dokumen terkait