• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa SWOT

Dalam dokumen Dokumen Pengabdian (Halaman 39-52)

BAB V ANALISA PEMBAHASAN

5.1. Analisa SWOT

5.1.1 Analisa SWOT Pusat Kawasan Pengembangan Desa Budaya Mandiri

MATRIK S W

IFAS

EFAS

 Mudah dijangkau dari jalan raya Harga relatif

terjangkau

 Pengusaha kios kuliner merupakan penduduk lokal

 Menguatkan ekonomi penduduk lokal Relatif baru dibangun dan berbentuk semipermanen

 Terdapat panggung dekat

 kiosTerdapat lapangan

serbaguna Terdapat kantor

 Linmas-UPPB

Lokasi kios berada di zona yang seharusnya adalah zona publik

Belum ada kios yang menawarkan sajian kuliner berbasis bahan lokal unggulan

Kapasitas tampung pengunjung terbatas

Kurang jumlah pengusaha muda di UMKM

Belum ada standar kualitas penyajian pangan dan pelayanan pelanggan

Belum ada strategi pemasaran yang optimal baik secara individual maupun terpadu

Fasilitas pendukung masih kurang dalam segi kualitas dan kuantitas

Pengelolaan terpadu belum optimal di segi personel dan fasilitas pendukung

O S-O W-O

Lapangan desa menarik banyak minat pengunjung yang berolahraga

Dekat dengan kantor kelurahan dan sekolah

Dilewati trayek TransJogja dan terdapat halte Jumlah penduduk Wedomartani berusia produktif >50%

Kelurahan Wedomartani merupakan Desa Mandiri Budaya

 Mengadakan festival kuliner yang diisi oleh warga lokal

 Melakukan kegiatan kesenian kebudayaan untuk meningkatkan jumlah pengunjung

 Menyediakan kuliner yang sehat, bersih,

mengenyangkan dengan harga yang tetap relatif terjangkau oleh pelajar dan pekerja kantor kelurahan

Mengkaji ulang strategi zonasi area lapangan desa secara keseluruhan

Mengoptimalkan sirkulasi pengunjung di area lapangan desa secara keseluruhan

Menetapkan standar kualitas penyajian pangan dan pelayanan pelanggan

Melakukan evaluasi kualitas kelayakan penyajian pangan dan

 Merangkul lebih banyak penduduk usia produktif untuk berdagang di kios lapangan desa

 Memperbaiki sisi

keamanan kawasan wisata

 Menambah halte di seberang jalan untuk mengakomodir akses transportasi umum

pelayanan pelanggan secara berkala dan transparan

T S-T W-T

Kawasan wisata kuliner di tempat lain lebih menarik dan ramai

Cuaca buruk sangat mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan

Jumlah penduduk kategori pemuda hanya 20% dari total penduduk

Wedomartani

 Melakukan perbaikan fasilitas umum di segi kuantitas dan kualitas di kawasan wisata

 Membangun selter yang kuat dan aman untuk melindungi tempat usaha dan pengunjung saat cuaca buruk

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan untuk

meningkatkan pemahaman dan kemampuan untuk mengoptimalkan potensi bahan lokal unggulan

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan intensif dan berkala untuk

meningkatkan pemahaman dan kemampuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pelanggan

Menetapkan strategi pemasaran kawasan wisata kuliner oleh pengelola

Mengoptimalkan potensi teknologi informasi modern untuk pemasaran

Merangkul anak muda untuk ikut membuka usaha di kawasan wisata kuliner lapangan desa

5.1.2 Analisa SWOT Manajemen Kawasan Wisata Kelurahan Wedomartani

MATRIK STRENGTH WEAKNESS

IFAS

EFAS

1. Lokasi yang strategis dan mudah dijangkau

2. Harga Terjangkau 3. Kecepatan Layanan 4. Produk buatan sendiri

1. Belum adanya petunjuk arah pada kawasan wisata 2. Pelaku usaha belum

memaksimalkan pemanfaatan pembayaran secara non tunai

3. Belum tersedianya area parkir kendaraan yang memadai

4. Tata kelola yang belum cukup baik 5. Kapasitas tempat

kecil

OPPORTUNITY S-O W-O

1. Diminati semua kalangan

2. Kuliner tidak akan pernah mati 3. Perhatian dari

pemerintah

4. Banyaknya bantuan pelatihan

manajemen

5. Masih terdapat area kosong yang dapat dikembangkan

1. Mampu mempertahankan cita rasa

2. Mempertahankan kualitas produk

1. Pelatihan dan penguatan pada pelaku UMKM 2. Melengkapi sarana dan

prasarana

3. Memperbaiki tata kelola

THREATS S-T W-T

1. Pajak yang memberatkan 2. Tidak adanya brand

image

3. Persaingan antara kualitas yang sama dengan harga yang lebih murah

1. Melakukan

konsistensi terhadap rasa dan

keramahtamahan terhadap konsumen

1. Memaksimalkan promosi daya tarik wisata

2. Membuat inovasi produk baru

5.1.3 Analisa SWOT Pemasaran Kawasan Wisata Kelurahan Wedomartani

MATRIK STRENGTH WEAKNESS

IFAS

EFAS

1. Lokasi yang strategis karena berada di pusat kelurahan dan mudah diakses dengan kendaraan umum 2. Memiliki cukup banyak

jenis makanan dengan harga yang terjangkau 3. Penyajian makanan yang

cepat dan pelayanan yang diberikan pedagang UMKM sangat ramah

1. Tidak tersedia tempat parkir sehingga wisatawan masih parkir di sembarang tempat

2. Kuliner lokal yang ditawarkan oleh pedagang UMKM belum maksimal 3. Kurangnya informasi

dan pemasaran yang dilakukan oleh pedagang

OPPORTUNITY S-O W-O

1. Terdapat banyak event yang dilakukan di

lapangan kelurahan 2. Terdapat banyak

kegiatan di sekitar area kawasan lapangan

1. Memaksimalkan

penataan kawasan wisata kuliner serta menjadi kawasan ramah lingkungan dengan berbagai macam kegiatan di dalamnya serta menjaga kebersihan lingkungan kawasan dan fasilitas seperti toilet umum.

2. Memaksimalkan potensi wisata kuliner local sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM dan ekonomi kreatif agar dapat menjadiunique selling pointdengan memaksimalkan

teknologi yang dalam hal ini social media untuk meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung ke kawasan wisata kuliner

Wedomartani.

1. Mengoptimalkan penyajian kuliner lokal yang dihidangkan ke wisatawan dengan

membuat tampilan kuliner lokal dapat dinikmati oleh semua unsur atau

kalangan dengan

beberapa modifikasi baik pada garnish maupun penyajian

2. Memaksimalkan penggunaan teknologi berbasis social media untuk mencitrakan kuliner lokal yang tersedia pada warung di kawasan wisata kuliner di Wedomartani

THREATS S-T W-T

1. Jika kawasan kuliner ini telah berkembang dengan baik, akan

Memaksimalkan potensi wisata kuliner dan eventevent kebudayaan

1. Memaksimalkan promosi daya Tarik wisata kuliner dengan

memunculkan pesaing dan kenaikan harga makanan.

2. Kenaikan harga bahan baku makanan akan berdampak pada kualitas dan harga makanan.

yang sering diadakan di lapangan kelurahan untuk menarik minat kunjungan wisatawan.

memaksimalkanunique selling pointyang dimiliki.

2. Mengoptimalkan penataan sarana pra- sarana umum seperti toilet dan tempat parkir yang representative untuk menghindari citra negative.

5.2 Strategi Pengembangan Kawasan Wisata dan Budaya Kelurahan Wedomartani 5.2.1 Produk Kawasan Wisata Kelurahan Wedomartani

Kebijakan Strategi Program Waktu

Pelaksanaan 1-5 Tahun

Stakehold er

Anggaran

1 2 3 4 5

Meningkatk anpembangun an dan pemeliharaa n sarana dan prasarana transportasi masyarakat

Penyediaan fasilitas pendukung transportasi umum beserta pengelolaann ya

Membangun halte bus TransJogja tambahan di kawasan wisata

Kelurahan,

Pemda DIY, Dishub Pemda DIY

Rp20.000.000,-

Menyediakan personel untuk bertugas di halte bus

Dishub

Pemda DIY

Melakukan inspeksi rutin kualitas sarana dan pelayanan secara berkala

     Dishub Pemda DIY

Meningkatk anpembangun an dan pemeliharaa n sarana dan

Pembangunan danpemeliharaan sarana

olahraga dan pariwisata

Revitalisasi lapangan desa sebagai lapangan olahraga serbaguna

   Kelurahan Rp

515.000.000,-

prasarana rekreasi masyarakat

beserta fasilitas pendukungny a

Revitalisasi jogging track

    Kelurahan Rp

1.000.000.000 Revitalisasi

toilet

Kelurahan Rp

100.000.000 Meningkatk

an upaya perencanaan ,perlindunga n, dan pengendalia n terhadap lingkungan

Mengedukasi masyarakat akanpentingnya pelestarian lingkungan

Sosialisasi kebersihan lingkungan danpendampinga n pada personel lapangan

Kelurahan, Dinas LHK DIY

Rp15.000.000,-

Pencegahan dampak buruk limbah pariwisata terhadap lingkungan

Penyediaan tempat sampah berkualitas baik dan pemisahan jenis sampah

Kelurahan Rp

15.000.000,-

Kemampuan penanggulang an bencana oleh personel lapangan

Pelatihan penanggulang

an bencana

BPBD DIY

Meningkatk anpembangun an dan pemeliharaa n sarana dan prasarana perekonomi an

Pengoptimala n daya tarik wisata kuliner

Relokasi kios UMKM ke

zona transisi Kelurahan

Rp15.000.000,-

Penambahan jumlah meja bangku pengunjung kios

Kelurahan

Rp100.000.000,-

Penambahan kios dan area

berjualan Kelurahan

Rp100.000.000,-

Meningkatk an peluang usaha masyarakat

Peningkatan

pasar UMKM Pembentukan kelompok atau asosiasi pengusaha UMKM

Kelurahan, Masyaraka t

melalui kegiatan pemberdaya anmasyarakat

Pelatihan pelayanan pelanggan

Kelurahan, Dinas Koperasi dan UKM DIY,Dinas Pariwisata,

Rp15.000.000

Meningkatk an fasilitas, sarana, dan prasarana sosial, kebudayaan, dankeagamaan masyarakat

Pembangunan sarana SosBud dankeagamaan masyarakat di kawasan wisata

Pembangunan mushola

Kelurahan

Rp30.000.000

Pengadaan perlengkapan dan peralatan panggung pertunjukan dan hiburan kesenian kebudayaan

Kelurahan

Rp50.000.000

Meningkatk anpengetahuan tentang nilai-nilai budaya di masyarakat

Pelestarian kebudayaan lokal

Pertunjukan kesenian oleh masyarakat lokal

     Kelurahan, Masyaraka t

5.2.2 Analisa SWOT Manajemen Kawasan Wisata Kelurahan Wedomartani Kebijakan Strategi Program Waktu

Pelaksanaan Stakeholder Anggaran 1 2 3 4 5

Meningkatkan pembangunan danpemeliharaan rekreasi masyarakat

a.Peningkatan kualitas SDM untuk pengelola UMKM b.Melengkapi sarana dan prasarana yangmemadai

a. Pelatihan dan penguatan pada pelaku UMKMseperti pelayanan, pemanfaatan pembayaran menggunakan platform digital b. Melakukan konsistensi

terhadap rasa dan membuat inovasi baru

c.Menyediakan mushola dan tempat parkir

Kelurahan, UMKM, Masyarakat

Rp5.000.000

UMKM dan Masyarakat Rp

8.000.000

Kelurahan danPengelola UMKM

Rp20.000.000

5.2.3 Analisa SWOT Pemasaran Kawasan Wisata Kelurahan Wedomartani Dalam setiap kegiatan perekonomian transaksional pemasaran sangatlah dibutuhkan karena pemasaran adalah proses kegiatan manajerial dalam hal menjadikan seorang ataupun sekelompok orang meraih kebutuhan yang mereka inginkan dengan cara menciptakan, memberikan penawaran, serta menukarkan produk yang memiliki nilai bagi pihak lain ataupun berbagai aktivitas yang berkaitan dengan penyampaian barang atau jasa sejak dari produsen hingga konsumen. Kegiatan pemasaran dapat dilakukan secara terarah dengan menggunakan AnalisaSegmenting, Targetting, Positioning,serta menambahkan metode bauran pemasaran (Marketing Mix) agar proses pemasaran dapat berjalan dengan lancar.

Berikut Analisa pemasaran yang tepat untuk diterapkan di kawasan wisata kuliner Kelurahan Wedomartani:

a. Segmenting

Segmentasi pasar merupakan pembagian pasar menjadi kelompok- kelompok wisatawan yang lebih kecil berdasarkan kebutuhan, karakteristik atau perilaku berbeda yang memerlukan produk atau bauran pemasaran tersendiri. Terdapat beberapa variable utama yang bisa digunakan sebagai dasar-dasar pengelompokkan pasar yaitu variable geografis, demografis dan psikografis.

1. Geografis

Dilihat dari letak Kawasan Wisata Kuliner Wedomartani yang terletak di pusat kelurahan dan berada dekat dengan lapangan, segmen pasar berdasarkan lokasi asal wisatawan tidak ditentukan. Wisatawan yang berkunjung ke Kawasan Wisata Kuliner Keluraham Wedomartani bisa berasal darimana saja dan dapat melayani semua segmen pasar.

2. Demografis

Dari aspek demografis, kawasan wisata kuliner di Wedomartani cocok untuk menyasar pasar wisatawan dengan semua usia, dari anak kecil, remaja dewasa hingga orang tua. Baik Perempuan maupun laki-laki, yang ingin menikmati kuliner saat berkunjung ke Desa Wedomartani.

3. Psikografis

Dari segi psikografis, segmen pasar yang dituju adalah wisatawan yang menyukai kegiatanoutdoor, seperti wisatawan yang menyukai olahraga,

wisatawan yang ingin mempelajari kebudayaan dan yang ingin menikmati acara-acara yang diselenggarakan di lapangan kelurahan.

b. Targetting

Perancangan Kawasan Wisata Kuliner Wedomartani ini memiliki beberapatargeting,yaitu:

1. Wisatawan yang melakukan aktivitas di Lapangan Kelurahan, seperti berolahraga, menyaksikan event-event yang ada di lapangan, dan wisatawan yang ingin menghabiskan waktunya di lapangan kelurahan.

2. Target wisatawan yang berusia dari anak-anak hingga dewasa, berjenis kelamin Perempuan dan laki-laki. Target karakter adalah individu yang ingin menikmati waktu bersantai bersama individu atau kelompok lain.

3. Target market adalah semua usia baik remaja hingga orang tua yang senang berolahraga dan ingin menikmati kuliner setelah beraktivitas atau hanya sekadar bersantai.

4. Target lainnya adalah orang-orang yang memiliki urusan di Kantor Kelurahan Wedomartani.

c. Positioning

Di dalam perencanaan ini, dapat diketahui beberapa keunggulan dari Kawasan Wisata Kuliner Wedomartani, diantaranya adalah terdapat berbagai macam wisata kuliner, tempat berolahraga, menjadi tempat diadakannya acara-acara kelurahan, hingga bisa menjadi tempat bersantai menikmati sore bersama keluarga. Selain itu, tidak terdapat tempat serupa di sekitar Desa Wedomartani, dan menjadikan pusat kawasan pengembangan desa budaya mandiri Desa Wedomartani sebagai satu- satunya kawasan wisata kuliner tradisional yang ada di Desa Wedomartani.

d. BauranPemasaran (Marketing Mix) 1. Produk

Di pusat kawasan pengembangan desa budaya mandiri di Desa Wedomartani. ini bergantung pada menu yang ditawarkan dan aturan pelayanan yang disediakan. Dalam hal ini, yang diartikan sebagai produk adalah bentuk konsumsi lokal yang sudah diidentifikasi serta sanggup untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata kuliner di Wedomartani, seperti; Soto, Lotek, Bubur Ayam, Es Kelapa, dana beraneka makanan ringan lainnya.

2. Price

Harga makanan yang ditawarkan di pusat kawasan pengembangan desa budaya mandiri di Desa Wedomartani. Harga yang ditawarkan dapat dikatakan cukup ekonomis dan dapat dinikmati oleh semua kalangan dari golongan atas sampai ke bawah.

3. Place

Lokasi pusat kawasan pengembangan desa budaya mandiri di Desa Wedomartani. yang terletak di pusat Kelurahan Wedomartani menjadi nilai tambah karena lokasinya yang berada tepat di depan Kantor Kelurahan Wedomartani dan berada tidak jauh dari pintu masuk Desa Wedomartani. Selain itu, terdapat lapangan kelurahan dan jogging track yang menjadi pusat olahraga masyarakat Wedomartani di Kelurahan Wedomartani.

4. Promotion

Untuk promosi dapat dilakukan dengan pembuatan plang atau papan petunjuk yang menunjukkan kawasan ini merupakan pusat kawasan pengembangan desa budaya mandiri di Desa Wedomartani. Selain itu, melakukan promosi melalui internet juga harus gencar dilakukan mengingat dewasa kini internet mampu memberikan informasi lebih cepat dan efisien. Dalam promosi yang dilakukan dengan internet ini bisa melalui website resmi, social media seperti Instagram, Tik-tok, Facebook hingga Youtube, yang dapat diisi dengan informasi seputar Kawasan Wisata Kuliner di Desa Wedomartani secaraup to date.

5. Payment

Saat ini wisatawan banyak yang tidak menyediakan uang tunai dan menginginkan metode pembayaran digital. Sehingga dibutuhkan metode pembayaran lain selain tunai. Para pedagang dapat menyediakan metode pembayaran digital seperti transfer bank, mobile banking, ataupun menggunakane-wallet danscan barcode untuk mempermudah transaksi bersama wisatawan.

6. TampilanInterfacePemasaran

Visualisasi branding pemasaran dipusat kawasan pengembangan desa budaya mandiri di Desa Wedomartani. Tampilan pengembangan kuliner tradisional yang ada perlu dibuat semenarik mungkin dengan menjadikan kegiatan wisata kuliner sebagai fokus utama dalam branding tersebut.

Selain itu penjelasan tentang ragam kuliner, amenitas, atraksi dan aksesibilitas pendukung wisata juga turut disertakan ke dalam visualisasi branding guna meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung.

Gambar Tampilan Informasi ide pengembangan Wisata Kuliner di Website Pemerintah Kota Semarang

e. Manajemen Pengelolaan Pemasaran

Pada uraian yang sudah tertera pada sub-bab sebelumnya, telah dijelaskan bahwa kegiatan dari seksi pemasaran adalah melaksanakan kegiatan yang keseluruhannya berhubungan dengan manajemen pemasaran

produk wisata kuliner tradisional dan kegiatan seni budaya di Wedomartani.

Kegiatan pemasaran produk wisata kuliner tradisional dan kegiatan seni budaya di Wedomartani yang dilakukan tidak hanya sebatas hasil keluaran berupa promosi dan branding saja, namun input pemasaran yakni inovasi dan segmentasi juga harus dilakukan untuk memastikan target pasar yang hendak dituju dapat dengan maksimal dilaksanakan. Monitoring dari segmen pasar juga perlu dilakukan guna mendapatkan informasi terkini mengenai tren pasar yang sedang melambung. Hal ini juga dapat menjadi bahan tambahan untuk pelaksanaan promosi dan branding karena mengikuti tren pemasaran yang sedang melambung merupakan cara paling efektif untuk menarik minat konsumen (dalam hal ini adalah wisatawan) untuk datang berkunjung ke kawasan ini.

BAB VI

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

6.1 Kesimpulan

Pusat kawasan pengembangan desa budaya mandiri di Desa Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta, bukan hanya akan memperkaya tawaran budaya dan pariwisata daerah tersebut, tetapi juga akan memberikan manfaat nyata dalam pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan pertumbuhan berkelanjutan. Pengembangan produk dengan menciptakan inovasi produk atraksi seni dan budaya, kuliner khas desa dan membuat diversifikasi produk budaya lain Wedomartani untuk menyesuaikan produk dengan keinginan pasar dan konsumen.

Pengorganisasian dalam pengelolaan pusat kawasan pengembangan di Kelurahan Wedomartani terdapat pembagian tugas yang cukup jelas.

Dalam mengelola potensi budaya dan wisata di pusat kawasan pengembangan desa budaya mandiri di Desa Wedomartani yang dilakukan oleh Pemerintahan masih belum maksimal, dikarenakan kurangnya pengelolaan dari segi perencanaan dan pengorganisasian potensi pengembangan desa budaya melalui pengembangan wisata kuliner tradisional khas desa. Maka dari itu pemerintah dan pengelola harus melakukan pengembangan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun seperti menggerakkan dengan memberikan pelatihan, pembinaan, dan peningkatan SDM, produk, pelayanan dan menyediakan sarana dan prasarana yang memadai.

Strategi pengembangan wisata kuliner agar dapat menyejahterakan perekonomian di Kota Medan yaitu dengan menggunakan analisis SWOT yakni dengan mempergunakan strategi SO, strategi WO, strategi ST dan strategi WT. hasil dari pada analisis tersebut yaitu mempertahankan cita rasa dan kekhasan serta kualitas produk, meningkatkan kemitraan dengan pemerintah, melakukan promosi serta perluasan pemasaran baik melalui media cetak ataupun elektronik dan selalu melakukan inovasi agar sesuai dengan tren dan selera konsumen. Strategi pemasaran yang dapat diaplikasikan oleh pemerintah Kelurahan Wedomartani dalam mengembangkan wisata kuliner adalah melalui analisis pemasaran yang berupa penetapan segmentasi pasar, targeting, positioning dan bauran pemasaran. Segmentasi pasar merupakan pembagian pasar menjadi kelompok-kelompok wisatawan yang lebih kecil berdasarkan kebutuhan, karakteristik atau perilaku berbeda yang memerlukan produk atau bauran pemasaran tersendiri. Terdapat beberapa variable utama yang bisa digunakan sebagai dasar-dasar

pengelompokkan pasar yaitu variabel geografis, demografis dan psikografis. Selain itu, dapat dilakukan pula analisis bauran pemasaran berupa produk,price, place, promotion, payment, tampilan interface pemasaran dan pengelolaan manajemen pemasaran.

6.2 Saran

1. Pelaku usaha wisata kuliner untuk tetap memperhatikan keinginan konsumen, memberikan pelayanan yang terbaik, menyediakan fasilitas yang tetap terjaga kebersihannya dan menciptakan suasana yang nyaman untuk konsumen serta pekerja/karyawan.

2. Diharapkan pemerintah dan unsur terkait dalam mengembangkan kawasan wisata di Kalurahan Wedomartani untuk lebih meningkatkan perhatiannya terhadap pengembangan kawasan yang berpotensi menjadi destinasi wisata.

3. Sebaiknya kegiatan pertanggung jawaban dalam hal pengawasan serta penataan dan pengembangan sarana pendukung menjadi hal yang diperhatikan untuk keberlangsungan pengelolaan kawasan objek wisata.

4. Diharapkan pemerintah dan para pelaku UMKM dapat bekerja sama dalam meningkatkan kegiatan promosi wisata kuliner di Wedomartani untuk menarik minat kunjungan wisatawan.

5. Para pedagang UMKM dapat memanfaatkan kemajuan teknologi untuk melakukan kegiatan promosi sebagai salah satu bentuk pemasaran wisata kuliner di Kelurahan Wedomartani.

DAFTAR PUSTAKA

Adeline, dkk., 2012. ‘Tinjauan Produk Wisata Potensial Di Pantai Matras Kabupaten Bangka’. E-Journal. Jakarta: Universitas Bina Nusantara

Anonim. Undang Undang tentang Kepariwisataan, UU No. 10 Tahun 2009. Jakarta:

Direktorat Jenderal Hukum dan HAM

Anonim. Undang Undang tentang Kepariwisataan, UU No. 9 Tahun 1990. Jakarta: Menteri Sekretaris Negara

Arikunto, Suharsimi. (2002). Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta

Damardjati, R.S. (1995). Istilah-istilah Dunia Pariwisata. Jakarta: Gramedia Pustaka Umum.

Ermaya, S. K. (2022). Analisis Bauran Pemasaran Pada UMKM Kuliner. Coopetition: Jurnal Ilmiah Manajemen, Vol. 13 No. 3, 1-15.

Kusyanda, M. R., & Masdiantini, P. R. (2021). Strategi Pengelolaan Daya Tarik Wisata Kuliner: Tinjauan UMKM Berbasis Ekonomi Kreatif Pantai Penimngan. Jurnal Manajemen Perhotelan dan Pariwisata, Vol. 4 No. 2, 90-99.

Moleong, Lexy J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Nheu, G. D., & Sugiarti, D. P. (2020). Strategi Pemasaran Wisata Kuliner Sebagai Destinasi Wisata di Dilli, Timor Leste. Jurnal Destinasi Pariwisata, Vol. 8 No. 2, 1-5.

Nheu, G. D., & Sugiarti, D. P. (n.d.). Strategi Pemasaran Wisata Kuliner Sebagai Destinasi w.

Ningrum, D. P. (2020). Bauran Pemasaran pada Bisnis Chockles Es Cokelat di Kota Yogyakarta. Jurnal PIKMA: Publikasi Media Dan Cinema, Vol. 3 No. 1, 1-13.

Pengembangan Potensi Wisata Kuliner dan Belanja Kota Bandung. Jurnal Pariwisata, Vol. 8 No. 1, 10-21. Sukarna. (2011). Dasar –dasar Manajemen. Bandung: Mandar Maju

Pemerintah Kalurahan Wedomartani. (2021a).RPJMKAL Wedomartani 2021-2026.

Pramezwary, A., Juliana, & Hubner, I. B. (2021). Desain Perencanaan Strategi Suwantoro, Gamal. 2004. Dasar-Dasar Pariwisata. Yogyakarta: Andi.

Widjaya, P. G. (2017). Analasis Segmenting, Positioning dan Marketing Mix Pada PT. Murni Jaya. AGORA, Vol. 5, No. 1, 1-8.

Dalam dokumen Dokumen Pengabdian (Halaman 39-52)

Dokumen terkait