BAB V ANALISA PEMBAHASAN
5.1. Analisa SWOT
5.1.1 Analisa SWOT Pusat Kawasan Pengembangan Desa Budaya Mandiri
MATRIK S W
IFAS
EFAS
Mudah dijangkau dari jalan raya Harga relatif
terjangkau
Pengusaha kios kuliner merupakan penduduk lokal
Menguatkan ekonomi penduduk lokal Relatif baru dibangun dan berbentuk semipermanen
Terdapat panggung dekat
kiosTerdapat lapangan
serbaguna Terdapat kantor
Linmas-UPPB
Lokasi kios berada di zona yang seharusnya adalah zona publik
Belum ada kios yang menawarkan sajian kuliner berbasis bahan lokal unggulan
Kapasitas tampung pengunjung terbatas
Kurang jumlah pengusaha muda di UMKM
Belum ada standar kualitas penyajian pangan dan pelayanan pelanggan
Belum ada strategi pemasaran yang optimal baik secara individual maupun terpadu
Fasilitas pendukung masih kurang dalam segi kualitas dan kuantitas
Pengelolaan terpadu belum optimal di segi personel dan fasilitas pendukung
O S-O W-O
Lapangan desa menarik banyak minat pengunjung yang berolahraga
Dekat dengan kantor kelurahan dan sekolah
Dilewati trayek TransJogja dan terdapat halte Jumlah penduduk Wedomartani berusia produktif >50%
Kelurahan Wedomartani merupakan Desa Mandiri Budaya
Mengadakan festival kuliner yang diisi oleh warga lokal
Melakukan kegiatan kesenian kebudayaan untuk meningkatkan jumlah pengunjung
Menyediakan kuliner yang sehat, bersih,
mengenyangkan dengan harga yang tetap relatif terjangkau oleh pelajar dan pekerja kantor kelurahan
Mengkaji ulang strategi zonasi area lapangan desa secara keseluruhan
Mengoptimalkan sirkulasi pengunjung di area lapangan desa secara keseluruhan
Menetapkan standar kualitas penyajian pangan dan pelayanan pelanggan
Melakukan evaluasi kualitas kelayakan penyajian pangan dan
Merangkul lebih banyak penduduk usia produktif untuk berdagang di kios lapangan desa
Memperbaiki sisi
keamanan kawasan wisata
Menambah halte di seberang jalan untuk mengakomodir akses transportasi umum
pelayanan pelanggan secara berkala dan transparan
T S-T W-T
Kawasan wisata kuliner di tempat lain lebih menarik dan ramai
Cuaca buruk sangat mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan
Jumlah penduduk kategori pemuda hanya 20% dari total penduduk
Wedomartani
Melakukan perbaikan fasilitas umum di segi kuantitas dan kualitas di kawasan wisata
Membangun selter yang kuat dan aman untuk melindungi tempat usaha dan pengunjung saat cuaca buruk
Kegiatan sosialisasi dan pelatihan untuk
meningkatkan pemahaman dan kemampuan untuk mengoptimalkan potensi bahan lokal unggulan
Kegiatan sosialisasi dan pelatihan intensif dan berkala untuk
meningkatkan pemahaman dan kemampuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pelanggan
Menetapkan strategi pemasaran kawasan wisata kuliner oleh pengelola
Mengoptimalkan potensi teknologi informasi modern untuk pemasaran
Merangkul anak muda untuk ikut membuka usaha di kawasan wisata kuliner lapangan desa
5.1.2 Analisa SWOT Manajemen Kawasan Wisata Kelurahan Wedomartani
MATRIK STRENGTH WEAKNESS
IFAS
EFAS
1. Lokasi yang strategis dan mudah dijangkau
2. Harga Terjangkau 3. Kecepatan Layanan 4. Produk buatan sendiri
1. Belum adanya petunjuk arah pada kawasan wisata 2. Pelaku usaha belum
memaksimalkan pemanfaatan pembayaran secara non tunai
3. Belum tersedianya area parkir kendaraan yang memadai
4. Tata kelola yang belum cukup baik 5. Kapasitas tempat
kecil
OPPORTUNITY S-O W-O
1. Diminati semua kalangan
2. Kuliner tidak akan pernah mati 3. Perhatian dari
pemerintah
4. Banyaknya bantuan pelatihan
manajemen
5. Masih terdapat area kosong yang dapat dikembangkan
1. Mampu mempertahankan cita rasa
2. Mempertahankan kualitas produk
1. Pelatihan dan penguatan pada pelaku UMKM 2. Melengkapi sarana dan
prasarana
3. Memperbaiki tata kelola
THREATS S-T W-T
1. Pajak yang memberatkan 2. Tidak adanya brand
image
3. Persaingan antara kualitas yang sama dengan harga yang lebih murah
1. Melakukan
konsistensi terhadap rasa dan
keramahtamahan terhadap konsumen
1. Memaksimalkan promosi daya tarik wisata
2. Membuat inovasi produk baru
5.1.3 Analisa SWOT Pemasaran Kawasan Wisata Kelurahan Wedomartani
MATRIK STRENGTH WEAKNESS
IFAS
EFAS
1. Lokasi yang strategis karena berada di pusat kelurahan dan mudah diakses dengan kendaraan umum 2. Memiliki cukup banyak
jenis makanan dengan harga yang terjangkau 3. Penyajian makanan yang
cepat dan pelayanan yang diberikan pedagang UMKM sangat ramah
1. Tidak tersedia tempat parkir sehingga wisatawan masih parkir di sembarang tempat
2. Kuliner lokal yang ditawarkan oleh pedagang UMKM belum maksimal 3. Kurangnya informasi
dan pemasaran yang dilakukan oleh pedagang
OPPORTUNITY S-O W-O
1. Terdapat banyak event yang dilakukan di
lapangan kelurahan 2. Terdapat banyak
kegiatan di sekitar area kawasan lapangan
1. Memaksimalkan
penataan kawasan wisata kuliner serta menjadi kawasan ramah lingkungan dengan berbagai macam kegiatan di dalamnya serta menjaga kebersihan lingkungan kawasan dan fasilitas seperti toilet umum.
2. Memaksimalkan potensi wisata kuliner local sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM dan ekonomi kreatif agar dapat menjadiunique selling pointdengan memaksimalkan
teknologi yang dalam hal ini social media untuk meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung ke kawasan wisata kuliner
Wedomartani.
1. Mengoptimalkan penyajian kuliner lokal yang dihidangkan ke wisatawan dengan
membuat tampilan kuliner lokal dapat dinikmati oleh semua unsur atau
kalangan dengan
beberapa modifikasi baik pada garnish maupun penyajian
2. Memaksimalkan penggunaan teknologi berbasis social media untuk mencitrakan kuliner lokal yang tersedia pada warung di kawasan wisata kuliner di Wedomartani
THREATS S-T W-T
1. Jika kawasan kuliner ini telah berkembang dengan baik, akan
Memaksimalkan potensi wisata kuliner dan eventevent kebudayaan
1. Memaksimalkan promosi daya Tarik wisata kuliner dengan
memunculkan pesaing dan kenaikan harga makanan.
2. Kenaikan harga bahan baku makanan akan berdampak pada kualitas dan harga makanan.
yang sering diadakan di lapangan kelurahan untuk menarik minat kunjungan wisatawan.
memaksimalkanunique selling pointyang dimiliki.
2. Mengoptimalkan penataan sarana pra- sarana umum seperti toilet dan tempat parkir yang representative untuk menghindari citra negative.
5.2 Strategi Pengembangan Kawasan Wisata dan Budaya Kelurahan Wedomartani 5.2.1 Produk Kawasan Wisata Kelurahan Wedomartani
Kebijakan Strategi Program Waktu
Pelaksanaan 1-5 Tahun
Stakehold er
Anggaran
1 2 3 4 5
Meningkatk anpembangun an dan pemeliharaa n sarana dan prasarana transportasi masyarakat
Penyediaan fasilitas pendukung transportasi umum beserta pengelolaann ya
Membangun halte bus TransJogja tambahan di kawasan wisata
Kelurahan,
Pemda DIY, Dishub Pemda DIY
Rp20.000.000,-
Menyediakan personel untuk bertugas di halte bus
Dishub
Pemda DIY
Melakukan inspeksi rutin kualitas sarana dan pelayanan secara berkala
Dishub Pemda DIY
Meningkatk anpembangun an dan pemeliharaa n sarana dan
Pembangunan danpemeliharaan sarana
olahraga dan pariwisata
Revitalisasi lapangan desa sebagai lapangan olahraga serbaguna
Kelurahan Rp
515.000.000,-
prasarana rekreasi masyarakat
beserta fasilitas pendukungny a
Revitalisasi jogging track
Kelurahan Rp
1.000.000.000 Revitalisasi
toilet
Kelurahan Rp
100.000.000 Meningkatk
an upaya perencanaan ,perlindunga n, dan pengendalia n terhadap lingkungan
Mengedukasi masyarakat akanpentingnya pelestarian lingkungan
Sosialisasi kebersihan lingkungan danpendampinga n pada personel lapangan
Kelurahan, Dinas LHK DIY
Rp15.000.000,-
Pencegahan dampak buruk limbah pariwisata terhadap lingkungan
Penyediaan tempat sampah berkualitas baik dan pemisahan jenis sampah
Kelurahan Rp
15.000.000,-
Kemampuan penanggulang an bencana oleh personel lapangan
Pelatihan penanggulang
an bencana
BPBD DIY
Meningkatk anpembangun an dan pemeliharaa n sarana dan prasarana perekonomi an
Pengoptimala n daya tarik wisata kuliner
Relokasi kios UMKM ke
zona transisi Kelurahan
Rp15.000.000,-
Penambahan jumlah meja bangku pengunjung kios
Kelurahan
Rp100.000.000,-
Penambahan kios dan area
berjualan Kelurahan
Rp100.000.000,-
Meningkatk an peluang usaha masyarakat
Peningkatan
pasar UMKM Pembentukan kelompok atau asosiasi pengusaha UMKM
Kelurahan, Masyaraka t
melalui kegiatan pemberdaya anmasyarakat
Pelatihan pelayanan pelanggan
Kelurahan, Dinas Koperasi dan UKM DIY,Dinas Pariwisata,
Rp15.000.000
Meningkatk an fasilitas, sarana, dan prasarana sosial, kebudayaan, dankeagamaan masyarakat
Pembangunan sarana SosBud dankeagamaan masyarakat di kawasan wisata
Pembangunan mushola
Kelurahan
Rp30.000.000
Pengadaan perlengkapan dan peralatan panggung pertunjukan dan hiburan kesenian kebudayaan
Kelurahan
Rp50.000.000
Meningkatk anpengetahuan tentang nilai-nilai budaya di masyarakat
Pelestarian kebudayaan lokal
Pertunjukan kesenian oleh masyarakat lokal
Kelurahan, Masyaraka t
5.2.2 Analisa SWOT Manajemen Kawasan Wisata Kelurahan Wedomartani Kebijakan Strategi Program Waktu
Pelaksanaan Stakeholder Anggaran 1 2 3 4 5
Meningkatkan pembangunan danpemeliharaan rekreasi masyarakat
a.Peningkatan kualitas SDM untuk pengelola UMKM b.Melengkapi sarana dan prasarana yangmemadai
a. Pelatihan dan penguatan pada pelaku UMKMseperti pelayanan, pemanfaatan pembayaran menggunakan platform digital b. Melakukan konsistensi
terhadap rasa dan membuat inovasi baru
c.Menyediakan mushola dan tempat parkir
Kelurahan, UMKM, Masyarakat
Rp5.000.000
UMKM dan Masyarakat Rp
8.000.000
Kelurahan danPengelola UMKM
Rp20.000.000
5.2.3 Analisa SWOT Pemasaran Kawasan Wisata Kelurahan Wedomartani Dalam setiap kegiatan perekonomian transaksional pemasaran sangatlah dibutuhkan karena pemasaran adalah proses kegiatan manajerial dalam hal menjadikan seorang ataupun sekelompok orang meraih kebutuhan yang mereka inginkan dengan cara menciptakan, memberikan penawaran, serta menukarkan produk yang memiliki nilai bagi pihak lain ataupun berbagai aktivitas yang berkaitan dengan penyampaian barang atau jasa sejak dari produsen hingga konsumen. Kegiatan pemasaran dapat dilakukan secara terarah dengan menggunakan AnalisaSegmenting, Targetting, Positioning,serta menambahkan metode bauran pemasaran (Marketing Mix) agar proses pemasaran dapat berjalan dengan lancar.
Berikut Analisa pemasaran yang tepat untuk diterapkan di kawasan wisata kuliner Kelurahan Wedomartani:
a. Segmenting
Segmentasi pasar merupakan pembagian pasar menjadi kelompok- kelompok wisatawan yang lebih kecil berdasarkan kebutuhan, karakteristik atau perilaku berbeda yang memerlukan produk atau bauran pemasaran tersendiri. Terdapat beberapa variable utama yang bisa digunakan sebagai dasar-dasar pengelompokkan pasar yaitu variable geografis, demografis dan psikografis.
1. Geografis
Dilihat dari letak Kawasan Wisata Kuliner Wedomartani yang terletak di pusat kelurahan dan berada dekat dengan lapangan, segmen pasar berdasarkan lokasi asal wisatawan tidak ditentukan. Wisatawan yang berkunjung ke Kawasan Wisata Kuliner Keluraham Wedomartani bisa berasal darimana saja dan dapat melayani semua segmen pasar.
2. Demografis
Dari aspek demografis, kawasan wisata kuliner di Wedomartani cocok untuk menyasar pasar wisatawan dengan semua usia, dari anak kecil, remaja dewasa hingga orang tua. Baik Perempuan maupun laki-laki, yang ingin menikmati kuliner saat berkunjung ke Desa Wedomartani.
3. Psikografis
Dari segi psikografis, segmen pasar yang dituju adalah wisatawan yang menyukai kegiatanoutdoor, seperti wisatawan yang menyukai olahraga,
wisatawan yang ingin mempelajari kebudayaan dan yang ingin menikmati acara-acara yang diselenggarakan di lapangan kelurahan.
b. Targetting
Perancangan Kawasan Wisata Kuliner Wedomartani ini memiliki beberapatargeting,yaitu:
1. Wisatawan yang melakukan aktivitas di Lapangan Kelurahan, seperti berolahraga, menyaksikan event-event yang ada di lapangan, dan wisatawan yang ingin menghabiskan waktunya di lapangan kelurahan.
2. Target wisatawan yang berusia dari anak-anak hingga dewasa, berjenis kelamin Perempuan dan laki-laki. Target karakter adalah individu yang ingin menikmati waktu bersantai bersama individu atau kelompok lain.
3. Target market adalah semua usia baik remaja hingga orang tua yang senang berolahraga dan ingin menikmati kuliner setelah beraktivitas atau hanya sekadar bersantai.
4. Target lainnya adalah orang-orang yang memiliki urusan di Kantor Kelurahan Wedomartani.
c. Positioning
Di dalam perencanaan ini, dapat diketahui beberapa keunggulan dari Kawasan Wisata Kuliner Wedomartani, diantaranya adalah terdapat berbagai macam wisata kuliner, tempat berolahraga, menjadi tempat diadakannya acara-acara kelurahan, hingga bisa menjadi tempat bersantai menikmati sore bersama keluarga. Selain itu, tidak terdapat tempat serupa di sekitar Desa Wedomartani, dan menjadikan pusat kawasan pengembangan desa budaya mandiri Desa Wedomartani sebagai satu- satunya kawasan wisata kuliner tradisional yang ada di Desa Wedomartani.
d. BauranPemasaran (Marketing Mix) 1. Produk
Di pusat kawasan pengembangan desa budaya mandiri di Desa Wedomartani. ini bergantung pada menu yang ditawarkan dan aturan pelayanan yang disediakan. Dalam hal ini, yang diartikan sebagai produk adalah bentuk konsumsi lokal yang sudah diidentifikasi serta sanggup untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata kuliner di Wedomartani, seperti; Soto, Lotek, Bubur Ayam, Es Kelapa, dana beraneka makanan ringan lainnya.
2. Price
Harga makanan yang ditawarkan di pusat kawasan pengembangan desa budaya mandiri di Desa Wedomartani. Harga yang ditawarkan dapat dikatakan cukup ekonomis dan dapat dinikmati oleh semua kalangan dari golongan atas sampai ke bawah.
3. Place
Lokasi pusat kawasan pengembangan desa budaya mandiri di Desa Wedomartani. yang terletak di pusat Kelurahan Wedomartani menjadi nilai tambah karena lokasinya yang berada tepat di depan Kantor Kelurahan Wedomartani dan berada tidak jauh dari pintu masuk Desa Wedomartani. Selain itu, terdapat lapangan kelurahan dan jogging track yang menjadi pusat olahraga masyarakat Wedomartani di Kelurahan Wedomartani.
4. Promotion
Untuk promosi dapat dilakukan dengan pembuatan plang atau papan petunjuk yang menunjukkan kawasan ini merupakan pusat kawasan pengembangan desa budaya mandiri di Desa Wedomartani. Selain itu, melakukan promosi melalui internet juga harus gencar dilakukan mengingat dewasa kini internet mampu memberikan informasi lebih cepat dan efisien. Dalam promosi yang dilakukan dengan internet ini bisa melalui website resmi, social media seperti Instagram, Tik-tok, Facebook hingga Youtube, yang dapat diisi dengan informasi seputar Kawasan Wisata Kuliner di Desa Wedomartani secaraup to date.
5. Payment
Saat ini wisatawan banyak yang tidak menyediakan uang tunai dan menginginkan metode pembayaran digital. Sehingga dibutuhkan metode pembayaran lain selain tunai. Para pedagang dapat menyediakan metode pembayaran digital seperti transfer bank, mobile banking, ataupun menggunakane-wallet danscan barcode untuk mempermudah transaksi bersama wisatawan.
6. TampilanInterfacePemasaran
Visualisasi branding pemasaran dipusat kawasan pengembangan desa budaya mandiri di Desa Wedomartani. Tampilan pengembangan kuliner tradisional yang ada perlu dibuat semenarik mungkin dengan menjadikan kegiatan wisata kuliner sebagai fokus utama dalam branding tersebut.
Selain itu penjelasan tentang ragam kuliner, amenitas, atraksi dan aksesibilitas pendukung wisata juga turut disertakan ke dalam visualisasi branding guna meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung.
Gambar Tampilan Informasi ide pengembangan Wisata Kuliner di Website Pemerintah Kota Semarang
e. Manajemen Pengelolaan Pemasaran
Pada uraian yang sudah tertera pada sub-bab sebelumnya, telah dijelaskan bahwa kegiatan dari seksi pemasaran adalah melaksanakan kegiatan yang keseluruhannya berhubungan dengan manajemen pemasaran
produk wisata kuliner tradisional dan kegiatan seni budaya di Wedomartani.
Kegiatan pemasaran produk wisata kuliner tradisional dan kegiatan seni budaya di Wedomartani yang dilakukan tidak hanya sebatas hasil keluaran berupa promosi dan branding saja, namun input pemasaran yakni inovasi dan segmentasi juga harus dilakukan untuk memastikan target pasar yang hendak dituju dapat dengan maksimal dilaksanakan. Monitoring dari segmen pasar juga perlu dilakukan guna mendapatkan informasi terkini mengenai tren pasar yang sedang melambung. Hal ini juga dapat menjadi bahan tambahan untuk pelaksanaan promosi dan branding karena mengikuti tren pemasaran yang sedang melambung merupakan cara paling efektif untuk menarik minat konsumen (dalam hal ini adalah wisatawan) untuk datang berkunjung ke kawasan ini.
BAB VI
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
6.1 Kesimpulan
Pusat kawasan pengembangan desa budaya mandiri di Desa Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta, bukan hanya akan memperkaya tawaran budaya dan pariwisata daerah tersebut, tetapi juga akan memberikan manfaat nyata dalam pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan pertumbuhan berkelanjutan. Pengembangan produk dengan menciptakan inovasi produk atraksi seni dan budaya, kuliner khas desa dan membuat diversifikasi produk budaya lain Wedomartani untuk menyesuaikan produk dengan keinginan pasar dan konsumen.
Pengorganisasian dalam pengelolaan pusat kawasan pengembangan di Kelurahan Wedomartani terdapat pembagian tugas yang cukup jelas.
Dalam mengelola potensi budaya dan wisata di pusat kawasan pengembangan desa budaya mandiri di Desa Wedomartani yang dilakukan oleh Pemerintahan masih belum maksimal, dikarenakan kurangnya pengelolaan dari segi perencanaan dan pengorganisasian potensi pengembangan desa budaya melalui pengembangan wisata kuliner tradisional khas desa. Maka dari itu pemerintah dan pengelola harus melakukan pengembangan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun seperti menggerakkan dengan memberikan pelatihan, pembinaan, dan peningkatan SDM, produk, pelayanan dan menyediakan sarana dan prasarana yang memadai.
Strategi pengembangan wisata kuliner agar dapat menyejahterakan perekonomian di Kota Medan yaitu dengan menggunakan analisis SWOT yakni dengan mempergunakan strategi SO, strategi WO, strategi ST dan strategi WT. hasil dari pada analisis tersebut yaitu mempertahankan cita rasa dan kekhasan serta kualitas produk, meningkatkan kemitraan dengan pemerintah, melakukan promosi serta perluasan pemasaran baik melalui media cetak ataupun elektronik dan selalu melakukan inovasi agar sesuai dengan tren dan selera konsumen. Strategi pemasaran yang dapat diaplikasikan oleh pemerintah Kelurahan Wedomartani dalam mengembangkan wisata kuliner adalah melalui analisis pemasaran yang berupa penetapan segmentasi pasar, targeting, positioning dan bauran pemasaran. Segmentasi pasar merupakan pembagian pasar menjadi kelompok-kelompok wisatawan yang lebih kecil berdasarkan kebutuhan, karakteristik atau perilaku berbeda yang memerlukan produk atau bauran pemasaran tersendiri. Terdapat beberapa variable utama yang bisa digunakan sebagai dasar-dasar
pengelompokkan pasar yaitu variabel geografis, demografis dan psikografis. Selain itu, dapat dilakukan pula analisis bauran pemasaran berupa produk,price, place, promotion, payment, tampilan interface pemasaran dan pengelolaan manajemen pemasaran.
6.2 Saran
1. Pelaku usaha wisata kuliner untuk tetap memperhatikan keinginan konsumen, memberikan pelayanan yang terbaik, menyediakan fasilitas yang tetap terjaga kebersihannya dan menciptakan suasana yang nyaman untuk konsumen serta pekerja/karyawan.
2. Diharapkan pemerintah dan unsur terkait dalam mengembangkan kawasan wisata di Kalurahan Wedomartani untuk lebih meningkatkan perhatiannya terhadap pengembangan kawasan yang berpotensi menjadi destinasi wisata.
3. Sebaiknya kegiatan pertanggung jawaban dalam hal pengawasan serta penataan dan pengembangan sarana pendukung menjadi hal yang diperhatikan untuk keberlangsungan pengelolaan kawasan objek wisata.
4. Diharapkan pemerintah dan para pelaku UMKM dapat bekerja sama dalam meningkatkan kegiatan promosi wisata kuliner di Wedomartani untuk menarik minat kunjungan wisatawan.
5. Para pedagang UMKM dapat memanfaatkan kemajuan teknologi untuk melakukan kegiatan promosi sebagai salah satu bentuk pemasaran wisata kuliner di Kelurahan Wedomartani.
DAFTAR PUSTAKA
Adeline, dkk., 2012. ‘Tinjauan Produk Wisata Potensial Di Pantai Matras Kabupaten Bangka’. E-Journal. Jakarta: Universitas Bina Nusantara
Anonim. Undang Undang tentang Kepariwisataan, UU No. 10 Tahun 2009. Jakarta:
Direktorat Jenderal Hukum dan HAM
Anonim. Undang Undang tentang Kepariwisataan, UU No. 9 Tahun 1990. Jakarta: Menteri Sekretaris Negara
Arikunto, Suharsimi. (2002). Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta
Damardjati, R.S. (1995). Istilah-istilah Dunia Pariwisata. Jakarta: Gramedia Pustaka Umum.
Ermaya, S. K. (2022). Analisis Bauran Pemasaran Pada UMKM Kuliner. Coopetition: Jurnal Ilmiah Manajemen, Vol. 13 No. 3, 1-15.
Kusyanda, M. R., & Masdiantini, P. R. (2021). Strategi Pengelolaan Daya Tarik Wisata Kuliner: Tinjauan UMKM Berbasis Ekonomi Kreatif Pantai Penimngan. Jurnal Manajemen Perhotelan dan Pariwisata, Vol. 4 No. 2, 90-99.
Moleong, Lexy J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Nheu, G. D., & Sugiarti, D. P. (2020). Strategi Pemasaran Wisata Kuliner Sebagai Destinasi Wisata di Dilli, Timor Leste. Jurnal Destinasi Pariwisata, Vol. 8 No. 2, 1-5.
Nheu, G. D., & Sugiarti, D. P. (n.d.). Strategi Pemasaran Wisata Kuliner Sebagai Destinasi w.
Ningrum, D. P. (2020). Bauran Pemasaran pada Bisnis Chockles Es Cokelat di Kota Yogyakarta. Jurnal PIKMA: Publikasi Media Dan Cinema, Vol. 3 No. 1, 1-13.
Pengembangan Potensi Wisata Kuliner dan Belanja Kota Bandung. Jurnal Pariwisata, Vol. 8 No. 1, 10-21. Sukarna. (2011). Dasar –dasar Manajemen. Bandung: Mandar Maju
Pemerintah Kalurahan Wedomartani. (2021a).RPJMKAL Wedomartani 2021-2026.
Pramezwary, A., Juliana, & Hubner, I. B. (2021). Desain Perencanaan Strategi Suwantoro, Gamal. 2004. Dasar-Dasar Pariwisata. Yogyakarta: Andi.
Widjaya, P. G. (2017). Analasis Segmenting, Positioning dan Marketing Mix Pada PT. Murni Jaya. AGORA, Vol. 5, No. 1, 1-8.