BAB III PEMBAHASAN
A. Analisis Dampak Terapi Berpikir Positif Dalam Meningkatkan
Terapi berpikir positif adalah merupakan salah satu rasa percaya diri dan sikaaap mental optimisme dari kesanggupan atlet terhadap kemampuan sendiri pada setuasi yang dihadapi. Percaya diri dapat diartikan sebagai suatu keyakinan seseorang untuk mampu berprilaku sesuai dengan keyakinan. Apabila seseorang atlet tidak memiliki rasa percaya diri maka akan banyak masalah akan timbul, karena aspek kepercayaan diri merupakan aspek kepribadian dari seseorang yang berfungsi untuk mengaktualisasikan potensi yang dimilikinya. Rasa percaya diri yang dimiliki seseorang akan meningkatkan hasrat untuk berprestasi, sebaliknya bagi mereka yang ragu ragu akan menurunkan hasrat untuk berhasil dalam belajar maupun pertandingan. Selama dalam proses latihan berlangsung tentu ada gangguan pada diri atlet terutama menyangkut kurangnya kepercayaan dirinya dalam mengemukakan pendapat atau kemampuan untuk berpendapat terhadap latihan yang diberikan oleh pelatih. Gangguan itu dapat berbentuk kecemasan atau kekhawatiran serta kurangnya rasa percaya diri pada diri siswa terhadap aktivitas belajar yang dilakukannya sehari-hari. Ada kalanya atlet merasa cemas atau khawatir kalau ia tidak mampu mengalahkan lawan saat pertandingan.
Sedangkan Pemahaman terhadap perkembangan karateka dalam latihan, sangat diperlukan untuk merancang latihan yang kondusif yang akan dilaksanakan. Rancangan latihan yang kondusif akan mampu meningkatkan motivasi karateka sehingga mampu meningkatkan proses dan melahirkan atlet yang berprestasi. Kegagalan karateka dalam belajar/
pertandingan tidak selalu disebabkan oleh kebodohan atau rendahnya pengetahuan. Kegagalan tersebut justru sering terjadi karena masalah mental yang dihadapi siswa, seperti kurangnya bersosialisasi di dalam lingkungan sekolah ataupun lingkungan latihan dan terlalu takut dalam
37
menghadapi lawan saat bertanding atau pelatih dan adanya ketidak percayaan diri karateka itu sendiri.
B. Analisis Proses Pelaksanaan Dan Hasil Terapi Berpikir Positif Untuk Meningkatkan Prestasi Atlet Beladiri Karate Dojo Qolbu
Percaya diri adalah salah satu konsep terapi berpikir positif menurut Ibrahim elfiky yaitu berbuat dengan penuh keyakinan dan bersungguh-sungguh. Apapun tantangan yang dihadapi dan dalam kondisi apapun ia akan mengapai cita-citanya. Rasa percaya diri adalah saah satu kekuatan dalam berpikir positif untuk mendorong seseorang untuk maju dan berkembang serta selalu memperbaiki diri, karena tanpa rasa percaya diri seseorang akan hidup dibawah baying-bayang orang lain.
Terapi berpikir positif sangat penting dalam kehidupan dari zaman purbakala sampai zaman sekarang ini karena dengan adanya berpositif seseorang akan menjalani hidupnya jauh lebih baik. Rasa percaya diri yang besar akan membuat seseorang lebih berhasil menjalani hidupnya, mulai dari bekerja, berkarir, sosialiasi, dan bertindak salah satunya pada atlet beladiri karate apabila seorang atlet mempunyai rasa percaya diri yang bagus maka besar kemungkinan menjadi sang juara dimasa depan.
Dengan adanya terapi berpikir postif maka akan lahir rasa percaya diri pada seseorang yang sebelumnya selalu merasa cemas dan takut setelah diberikan terapi berpikir positif rasa cemas mereka yang tadinya ada sebelum memulai bertanding akan berkurang bahkan rasa cemas mereka hilang.
Disimpulkan bahwa berpikir positif adalah salah satu cara yang diaplikasikan pada atlet beldiri karate dengan tujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri atlet beladiri karate dan mengukur baik buruknya perilaku atlet sampai mendapatkan perubahan yang baik dari waktu kewaktu ketika dilaksanakannya terapi. Sehingga diharapkan terapi berpikir positif ini bisa membantu meningkatkan kepercayaan diri atlet beladiri karate, serta mereka mampu mengevaluasi latihan mereka sebelumnya.
Berdasarkan data dan temuan dilapangan proses pelaksanaan terapi berpikir positif yang diberikan terapis kepada santri sesuai dengan teori berpikir positif yang dipaparkan dalam bab sebelumnya.
Dari hasil penelitian menunjukkan 8 dari 10 atlet beladiri karate yang menjadi subjek penelitian mengikuti arahan terapis dengan baik, mereka sangat bersemangat mengikuti terapi dan ada peningkatan yang luar biasa kepada mereka salah salah satunya mereka lebih fokus ketika berlatih, lebih sering berlatih dengan cara memperagakan kembali gerakan
38
beladiri karate sebelumnya. Sedangkan ada 2 diantara 10 atlet beladiri karate lebih cepat bosen ketika melaksanakan terapi berpikir positif, kurang fokus ketika berlatih dan ada juga yang dengan sengaja menganggu salah satu temannya ketika latihan. Hal ini sangat berdampak pada hasil setelah pemebrian terapi berpikir positif karena tidak ada peningkatan dari sebelum terapi, hal ini sesuai dengan data dan temuan peneiti dilapangan, yang diperkuat dengan hasil obervasi tim observer.
39 BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan
Indikator percaya diri atlet beladiri karate dapat dilhat dari ketekunan atlet beladiri karate berlatih, tidak pernah absen ketika latihan, selalu berusaha berlatih dengan serius dan bersungguh-sungguh dalam latihan, menunjukan rasa percaya diri mereka ketika bertanding tanpa ada rasa cemas dengan bantuan motivasi dari pelatih dan terapis serta atlet juga terlihat berusaha berlatih mandiri setalah lahan selesai atau di sela istirahat.
Atlet merasa lebih tertantang dengan latihan yang baru contohnya gerakan bagaimana cara mendapatkan point ketika bertanding dan dapat dikreativitaskan oleh santri itu sendiri senyaman mungkin tanpa membuat cedera lawannya. Dengan adanya terapi berpikir positif yang kuat santri dapat mempertahankan pendapatnya melalui proses berlatih sebelumnya agar tidak mudah goyah ketika bertanding.
Proses pelaksanaan terapi berpikir positif untuk meningkatkan kepercayaan diri atlet dojo qolbu yaitu diawali dengan perencanaan pemberian terapi, pelaksanaan terapi yang bertujuan untuk mengevaluasi diri agar berlatih lebih giat lagi, lebih bersungguh-sungguh dalam berlatih dari sebelumnya.
Dari hasil terapi berpikir positif untuk meningkatkan kepercayaan diri atlet beladiri karate dojo qolbu yaitu mengalami banyak perubahan dan perkembangan sesuai indicator percaya diri diatas. Berdasarkan hasil penelitian sebelum dan sesudah pelaksanaan terapi berpikir positif menunjukkan 8 atlet beladiri karate berhasil meningkatkan kepercayaan dirinya ketika beraltih dan bertanding sedangkan 2 orang atlet masih belum menunjukkan rasa percaya diri dan keseriusan dalam berlatih serta rasa cemas sebelum bertanding masih terlihat hal ini menunjukkan belum signifikan sehingga dalam hal ini dibutuhkan tindakkan lanjut untuk hal tersebut.
B. Saran
1. Untuk dojo qolbu sekolah prestasi selaku tempat latihan
Dari hasil observasi yang dilakukan selama penelitian di dojo qolbu pelatih harus selalu memantau latihan karena masih ada beberapa atlet yang suka main-main dan kurang fokus saat berlatih.
2. Bagi senior beladiri karate dojo qolbu
40
Dari hasil penelitian yang peneliti dapatkan selama proses penelitian alangakah baiknya jika para senior lebih memantau adek- adek didiknya dan lebih memberikan motivasi agar lebih semangat ketika berlatih.
3. Bagi atlet beladiri karate
Dari hasil penelitian yang peneliti dapatkan selama proses penelitian menunjukkan ada 1 atlet yang tidak mengalami perubahan besar setelah mengikuti terapi berpikir positif, agar benar-benar meanfaatkan waktu latihan sebaik mungkin dan harus memeprhatikan terapis dengan sungguh-sungguh agar tidak menyia-yiakan waktu begitu saja karena akan merugikan diri atlet tu sendiri.
41
DAFTAR PUSTAKA
Adz-Dzaky, M. Hamdani Bakran. Psikoterapi dan Konseling Islam: Penerapan Metode Sufistik. Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru. 2001
Elfiky, Ibrahim, Terapi Berpikir Positif, Jakarta : Zaman, 2013:3 Elfiky, Ibrahim, Terapi Berpikir Positif, Jakarta : Zaman, 2013:207
Batbaul, b. (2010) Hypnosis, Hypnobirthing: nyeri persalinan dan berbagai metode penangannya. Yogyakarta : Gosyan Publishing
Budi, P & Erwin, R. 2010.Cara Cepat Menguasai Hypno Healing. Yogyakarta:
Lentika
S. Nasution, Metode Research, (Jakarta : Bumi Aksara, 1996), hlm. 99.
Simbolon. 2014. Latihan Dan Melatih Karateka, Yogyakarta: Griya
Al-Sya’rawi, Muhammad Mutawali Al- Fatawa, Kairo: Akhbar al-Yaum, 1999.
Cresswell, J.1998. Research Design: Qualitative & Quantitative Approaches.
Thousand Oaks,, CA : Sage Publications
Pupu Saeful Rahmat, “Penelitian Kualitatif”, EQUILIBRIUM, Vol. 5, Nomor 9, januari-juni 2009, hlm. 2.
Mardalis, “Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposa”, (Jakarta : Bumi Aksara, 1999), 26.
Sutrisno Hadi, “Metodologi Research”, (Yogyakarta : Fakultas Psikologi UGM, 1987), hlm 66.
Mita Rosaliza, “wawancara, Sebuah Interaksi komunikasi dalam Penelitian kualitatif”, Ilmu Budaya, Vol. 1, Nomor 2, Februari 2015, hlm. 1.
Soeratno, Metodologi Penelitian, (Yogyakarta : UUP AMP YKPN, 1995), hal 99.
Iryana dan Rizky kawasati, “Tehnik pengumpulan data metode kualitatif (Ekonomi syariah, sekolah tinggi agama Islam negeri (STAIN) Sorong, hlm. 10.
Observasi “Setelah Melakukan Terapi Berpikir Positif “Dojo Qolbu 23 Desember 2021
Babang, “ Observasi Setelah Terapi Berpikir Positif Atlet” Dojo Qolbu 23 Desember 2021
Rosiana “ Hasil Wawancara Setelah Diberikan Terapi Berpikir Positif” Dojo Qolbu 23 Desember 2021
Athala “Observasi Setelah Terapi Berpikir Positif Atlet” Dojo Qolbu 23 Desember 2021
Observasi ,” Percaya Diri Atlet Pasca Terapi Berpikir Positif” , Sekolah Prestasi Dojo Qolbu 23 Desember 2021
Sukron Wahid “Hasil Wawancara Pelatih Beladiri Karate “ Dojo Qolbu 21 Desember 2021
42
FOTO SUBJEK ATLET BELADIRI KARATE DOJO QOLBU
43
FOTO PENGARAHAN PELATIH
44
FOTO OBSERVASI PENELITI
45
FOTO BERSAMA DOJO QOLBU
46
DOKUMENTASI SAAT TERAPI
47
DOKUMENTASI SETELAH TERAPI
48
49
50