BAB I PENDAHULUAN
H. Teknik Analisis Data
1. Analisis Data Deskriptif
Pengolahan dan analisis data statistik deskriptif digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya. Pengolahan datadilakukan dengan menentukan ukuran pemusatan dan penyebaran data, seperti rata- rata (mean), skor maksimum, skor minimum, simpangan baku (standar deviasi), variasi data dan presentase. Data disajikan dalam bentuk tabel.
Rentang nilai hasil kemampuan lari sprint adalah 0-50 dikonversi menjadi rentang 0-100. Rumus yang
digunakan untuk mengkonversi skor kemampuan pemahaman konsep adalah sebagai berikut:
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 = × 100
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚
Setelah skor data dikonversi, kemudian dideskripsikan persentase jumlah peserta didik yang tuntas dan tidak tuntas sebelum dan sesudah perlakuan diberikan. Adapun Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah untuk mata pelajaran PJOK adalah 65. Sedangkan deskripsi hasil kemampuan lari sprint dihitung dengan menggunakan statistik deskriptif. Skor maksimum untuk hasil kemampuan lari sprint adalah 100 dan skor minimum 0. Data skor hasil kemampuan lari sprint yang telah dikonversi kemudian dideskripsikan dengan menggunakan skala kualitatif. Adapun tabel kriteria kualitatif hasil kemampuan lari sprint dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 7. Konversi Data Kuantitatif Ke Kualitatif dengan Skala Lima
No Interval Skor (X) Kriteria
1. 𝑀𝑖 + 1,5𝑆𝑖 < 𝑋 ≤ 𝑀𝑖 + 3𝑆𝑖 75 < 𝑋 ≤ 100 Sangat Tinggi 2. 𝑀𝑖 + 0,5𝑆𝑖 < 𝑋 ≤ 𝑀𝑖 + 1,5𝑆𝑖 58 < 𝑋 ≤ 75 Tinggi 3. 𝑀𝑖 − 0,5𝑆𝑖 < 𝑋 ≤ 𝑀𝑖 + 0,5𝑆𝑖 42 < 𝑋 ≤ 58 Sedang 4. 𝑀𝑖 − 1,5𝑆𝑖 < 𝑋 ≤ 𝑀𝑖 − 0,5𝑆𝑖 25 < 𝑋 ≤ 42 Rendah 5. 𝑀𝑖 + 3𝑆𝑖 ≤ 𝑋 ≤ 𝑀𝑖 − 1,5𝑆𝑖 0 < 𝑋 ≤ 25 Sangat Rendah
𝑋 = Skor yang dicapai
𝑀𝑖 = Rerata ideal = ½ (skor maksimum ideal + skor minimum ideal) 𝑆𝑖 = Simpangan baku ideal = 1(Skor maksimul ideal – Skor minimum
6 ideal).
Penyekoran hasil kemampuan lari sprint dalam penelitian ini berpedoman pada kriteria yang disampaikan oleh CAI, Lane, dan Jababsin (1996:141) yang telahdiadaptasi seperti pada Tabel.
73
Tabel 8. Kriteria Skor Hasil Kemampuan Lari Sprint
Respon Peserta didik Skor
Tidak ada kinerja kemampuan/keterampilan 1
Kinerja kemampuan/keterampilan sebagian besar dilakukan dengan salah
2 Kinerja kemampuan/keterampilan kurang lengkap: sebagian
variasi dan kombinasi teknik bermain diikuti, penguasaan teknik kurang tepat, koordinasi kurang baik, dan menunjukkan hasil kinerja yang rendah
3
Kinerja kemampuan/keterampilan hampir lengkap: sebagian variasi dan kombinasi teknik diikuti, sedikit kesalahan memperaktikkan teknik, koordinasi cukup baik dan hasil kinerjasedang
4
Kinerja kemampuan/keterampilan hampir lengkap: variasi dan kombinasi teknik diikuti, teknik bermain dilakukan dengan benar teknik, koordinasi baik dan hasil kinerja tinggi
5
Diadaptasi dari Cai, Lane, dan Jacabsin (1996)
Sedangkan angket sport self-efficacy diberikan di kelas eksperimen dan kelas kontrol sebelum dan sesudah diberi perlakuan. Penskoran angket sport self- efficacy terhadap pembelajaran PJOK pada penelitian memiliki rentang Antara 40 sampai 200. Untuk menentukan kriteria hasil pengukurannya,
digunakan klasifikasi berdasarkan rata-rata ideal (𝑀𝑖) dan standar deviasi (𝑆 ). 200−40 𝑀 = 40+200
= 120 dan 𝑆 =
= 26,67seperti yang
𝑖𝑖 2 𝑖 6
dideskripsikan pada Tabel 9.
Tabel 9. Kategorisasi Self Efficacy Peserta didik dalam Pembelajaran PJOK
No Interval Skor (X) Kriteria
1. 𝑀𝑖 + 1,5𝑆𝑖 < 𝑋 ≤ 𝑀𝑖 + 3𝑆𝑖 160 < 𝑋 ≤ 200 Sangat Tinggi 2. 𝑀𝑖 + 0,5𝑆𝑖 < 𝑋 ≤ 𝑀𝑖 + 1,5𝑆𝑖 133 < 𝑋 ≤ 160 Tinggi 3. 𝑀𝑖 − 0,5𝑆𝑖 < 𝑋 ≤ 𝑀𝑖 + 0,5𝑆𝑖 107 < 𝑋 ≤ 133 Sedang 4. 𝑀𝑖 − 1,5𝑆𝑖 < 𝑋 ≤ 𝑀𝑖 − 0,5𝑆𝑖 80 < 𝑋 ≤ 107 Rendah 5. 𝑀𝑖 + 3𝑆𝑖 ≤ 𝑋 ≤ 𝑀𝑖 − 1,5𝑆𝑖 40 < 𝑋 ≤ 80 Sangat Rendah
(Saifuddin Azwar, 2010 :163)
Nilai koefisien korelasi antar variabel hasil kemampuan lari sprint dan sport self-efficacy juga akan dihitung dalam penelitian ini, dengan menggunakan data nilai post-test variabel-variabel tersebut. Tingkat hubungan antar variabel berdasarkan hasil perhitungannya ditentukan dengan berpedoman pada tabel berikut.
Tabel 10. Pedoman untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi
Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0.00-0.199 Sangat rendah
0.20-0.399 Rendah
0.40-0.599 Sedang
0.60-0.799 Kuat
0.80-1.000 Sangat kuat
(Sugiyono, 2017 :242) 1. Pengolahan dan Analisis Data Statistik Inferensial
Data-data yang telah diperoleh kemudian diolah dan dianalisis. Data yang diperoleh dari kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah sebagai berikut:
a) Skor angket sport self-efficacy awal kelas eksperimen b) Skor angket sport self-efficacy akhir kelas eksperimen c) Skor pretest kelas eksperimen
d) Skor post-test kelas ekperimen
e) Skor angket sport self-efficacy awal kelas kontrol f) Skor angket sport self-efficacy akhir kelas kontrol g) Skor pretest kelas kontrol
h) Skor post-test kelas kontrol
Selanjutnya data tersebut akan diolah dengan menggunakan bantuan program SPSS 26 dan dibandingkan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran atletik dengan model Teams Games Tournament (TGT) terhadap tingkat kemampuan lari sprint dan sport self-efficacy peserta didik pada materi yang telah diajarkan.
Pengolahan dan analisis data statistik inferensial dimaksudkan untuk menganalisis data dengan membuat generalisasi pada data sampel agar hasilnya dapat diberlakukan pada populasi. Secara umum, analisis statistik inferensial terbagi menjadi analisis statistik parametrik dan analisis statistik non parametrik. Analisis statistik parametrik vang diguunakan untuk menguji hipotesis melalui pengujian parameter populasi, misalnya rata-rata (𝜇) dan variansi (𝜎2).
Berdasarkan masalah yang telah dirumuskan, maka ada empat hipotesis penelitian yang akan diuji. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan multivariate analyse of varians (MANOVA) dan independent sample t-test dengan bantuan program SPSS 26. Adapun kriteria pengambilan keputusan yang digunakan dalam penelitian ini adalah apabila nilai signifikansi kurang dari 0.05, maka 𝐻𝑜 ditolak (Trihendradi, 2005: 189). Berarti ada perbedaan antara rata-rata kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Berikut langkah-langkah pengujian hipotesis yang dilakukan untuk menjawab permasalahan yang telah dirumuskan:
1) Bagaimana pengaruh metode pembelajaran atletik dengan Teams Games Tournaments (TGT) terhadap hasil kemampuan lari sprint dan sport self- efficacy peserta didik kelas XI SMA Negeri 9 Rejang Lebong Bengkulu? Jika terdapat pengaruh, maka rumusan masalah dilanjutkan pada rumusan masalah selanjutnya.
Pada penelitian ini, metode pembelajaran atletik dengan Teams Games Tournaments (TGT) dikatakan berpengaruh terhadap hasil kemampuan lari sprint dan sport self-efficacy peserta didik apabila: 1) terdapat perbedaan rata- rata hasil kemampuan lari sprint dan sport self-efficacy peserta didik pada
kelas eksperimen dan kelas kontrol, serta 2) masing-masing vektor rata-rata nilai hasil kemampuan lari sprint dan sport self-efficacy peserta didik pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol.
Berikut tahap-tahap pengujian hipotesis dengan MANOVA dan menggunakan program SPSS 26: