BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
3.5 Analisis Data
Untuk mengolah data primer dan data skunder seperti yang telah dijabarkan di atas, agar menjadi sebuah karya ilmiah (skripsi) yang terpadu dan sistematis diperlukan suatu tehnik analisis yang dikenal dengan analisis Yuridis Deskriptif yaitu dengan cara menyelaraskan dan menggambarkan keadaan yang nyata mengenai penanganan tindak pidana pemilu tahun 2019 di Kota Makassar.
Kemudian berdasarkan hasil wawancara dan studi kepustakaan yang diperoleh, maka data tersebut kemudian diolah dan dianalisis secara kualitatif sehingga menghasilkan data yang bersifat deskriptif. Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh pembahasan dan kesimpulan yang relevan, tepat serta sesuai dengan permasalahan yang diteliti.
41 BAB 4
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Penerapan Hukum Pidana Terhadap Tindak Pidana Menghilangkan Hak Orang Memilih Dalam Pemilihan Umum berdasarkan Putusan Pengadilan Nomor : 973/Pid.Sus/2019/PN.Mks
1. Identitas Terdakwa
Pengadilan Negeri Makassar yang memeriksa dan mengadili perkara pidana telah menjatuhkan putusan perkara atas nama terdakwa Selang Stanislaus, tempat lahir Ruteng, 19 Agustus 1955, umur 63 tahun, Jenis Kelamin Laki-laki, kebangsaan Indonesia, tempat tinggal Jl. Andi Djemma (Landak Baru) Lr. 2 No. 31 Kel. Banta-Bantaeng Kec. Rapocini Kota Makassar, Agama Katholik, Pensiunan PNS.
2. Posisi Kasus
Putusan Pengadilan Nomor : 973/Pid.Sus/2019/PN.Mks, Tanggal 30 Juli 2019 tentang Tindak Pidana Menghilangkan Hak Orang Memilih Dalam Pemilihan Umum yang dilakukan oleh terdakwa yang bernama Selang Stanislaus pada Hari Rabu tanggal 17 April 2019 sekitar pukul 11.00 wita, atau setidaknya pada waktu lain dalam tahun 2019 bertempat di TPS 34 Kel. Banta-Bantaeng Kec. Rappocini Kota Makassar atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum PN.Makassar dengan cara Bahwa pada tanggal 15 April 2019 terdakwa mengambil blanko C6 sebanyak 275 lembar di Kantor Lurah Bata- Bantaeng Kota Makassar kemudian pada tanggal 16 April 2019 atas perintah
42
terdakwa Sdr. MUHAMMAD YUSUF dan Sdri. JUMRIANI datang ke rumah terdakwa untuk mengambil C6 sebanyak 275 peserta pemilih yang terdaftar sesuai dengan DPT di TPS 34, Kel. Banta- Bantaeng Kec. Rappocini Kota Makassar untuk di bagikan. Bahwa jumlah DPT di TPS 34, Kel. Banta-Bantaeng Kec. Rappocini Kota Makassar sebanyak 275 C6 dan yang terbagi sesuai DPT di TPS 34 tersebut sebanyak 228 C6 dan yang kembali sebanyak 47 C6 yang disimpan oleh Sdr. MUHAMMAD YUSUF dirumah tedakwa. Kemudian sekitar pukul 20.00 Wita Sdr. HANS dan Sdr. BERTO disuruh oleh terdakwa datang kerumahnya untuk mengambil C6 sebanyak 2 (dua) lembar yang bukan miliknya diatas meja ruang tamu terdakwa sehingga blanko C6 yang tersisa sebanyak 45 lembar.
Bahwa blanko C6 yang diambil oleh Sdr. HANS dan Sdr. BERTO sebanyak 2 (dua) lembar adalah milik Sdr.ANDI dan yang satunya lagi terdakwa tidak mengetahui milik siapa yang diambil karena terdakwa hanya menyuruh Sdr. HANS dan Sdr. BERTO mengambil saja blnko C6 yang ada di atas meja ruang tamu terdakwa.
3. Dakwaan Penuntut Umum
Bahwa pada tanggal 15 April 2019 terdakwa mengambil blanko C6 sebanyak 275 lembar di Kantor Lurah Bata-Bantaeng Kota Makassar kemudian pada tanggal 16 April 2019 atas perintah terdakwa Sdr. MUHAMMAD YUSUF dan Sdri.
JUMRIANI datang ke rumah terdakwa untuk mengambil C6 sebanyak 275 peserta pemilih yang terdaftar sesuai dengan DPT di TPS 34, Kel. Banta- Bantaeng Kec.
Rappocini Kota Makassar untuk di bagikan. Bahwa jumlah DPT di TPS
34, Kel. Banta-Bantaeng Kec. Rappocini Kota Makassar sebanyak 275 C6 dan yang terbagi sesuai DPT di TPS 34 tersebut sebanyak 228 C6 dan yang kembali sebanyak 47 C6 yang disimpan oleh Sdr. MUHAMMAD YUSUF dirumah tedakwa. Kemudian sekitar pukul 20.00 Wita Sdr. HANS dan Sdr. BERTO disuruh oleh terdakwa datang kerumahnya untuk mengambil C6 sebanyak 2 (dua) lembar yang bukan miliknya diatas meja ruang tamu terdakwa sehingga blanko C6 yang tersisa sebanyak 45 lembar.
Bahwa blanko C6 yang diambil oleh Sdr. HANS dan Sdr. BERTO sebanyak 2 (dua) lembar adalah milik Sdr.ANDI dan yang satunya lagi terdakwa tidak mengetahui milik siapa yang diambil karena terdakwa hanya menyuruh Sdr. HANS dan Sdr. BERTO mengambil saja blnko C6 yang ada di atas meja ruang tamu terdakwa.
Bahwa pada tanggal 19 April 2019 terdakwa mengembalikan sebanyak 15 lembar C6 ke Kantor Lurah Banta-Bantaeng Kec. Rappocini Kota Makassar dan 30 lembar sudah diamankan oleh pihak Bawaslu Kota Makassar pada tanggal 17 April 2019.
Bahwa C6 yang sudah terdaftar dalam DPT tidak boleh diberikan dan digunakan oleh orang lain yang tidak terdaftar dalam DPT.
Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 510 Undang- Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.
4. Tuntutan Penuntut Umum
Penuntut umum mengajukan tuntutan yang pada pokoknya memohon majelis hakim agar menjatuhkan putusan :
44
1. Menyatakan terdakwa SELANG STANISLAUS, terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana dengan sengaja menyebabkan orang lain kehilangan hak pilihnya, sebagaimana didakwakan dalam dakwaan melanggar Pasal 510 UU NO.7 Tahun 2017 tentang Pemilu.
2. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa SELANG STANISLAUS dengan pidana penjara selama 6 (enam) .bulan dengan masa percobaan selama 1 (satu) tahun Menjatuhkan denda sebesar Rp 1.000.000 (satu juta rupiah) .subsidair 6 (enam) bulan kurungan.
3. Menetapkan terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah).
4. Menetapkan barang bukti berupa :
⁻ 1 (satu) buah penyimpanan file flash disk merk Toshiba warna putih kapasitas 4 GB yang berisi 3 (tiga) buah video kejadian pencoblosan di TPS 34 Kel. Banta-bantaeng Kota Makassar berdurasi 4 menit 52 detik, 12 detik, dan 18 detik.
5. Amar Putusan
Adapun amar putusan dalam Putusan Pengadilan Negeri Makassar Nomor:
973/Pid.Sus/2019/PN.Mks adalah sebagai berikut : MENGADILI:
1. Menyatakan terdakwa SELANG STANISLAUS, terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana dengan sengaja menyebabkan orang lain kehilangan hak pilihnya,
2. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa SELANG STANISLAUS dengan pidana penjara selama 5 (lima) bulan ;
3. Menetapkan bahwa Pidana tersebut tidak perlu dijalani jika dikemudian hari ada perintah dalam putusan Hakim karena terdakwa terbukti bersalah telah melakukan tindak Pidana lain sebelum berakhirnya masa percobaan selama 10 (sepuluh) ;
4. Menjatuhkan pidana denda sebesar Rp. 1.000.000 (satu juta rupiah) dan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 1 (satu) bulan .
5. Menetapkan barang bukti berupa :
- 1 (satu) buah penyimpanan file flash disk merk Toshiba warna putih kapasitas 4 GB yang berisi 3 (tiga) buah video kejadian pencoblosan di TPS 34 Kel. Banta-bantaeng Kota Makassar berdurasi 4 menit 52 detik, 12 detik, dan 18 detik. Tetap terlampir dalam berkas perkara;
6. Menetapkan terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp.
5.000,- (lima ribu rupiah).
Demikian diputuskan dalam sidang permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar, pada hari selasa, tanggal 30 Juli 2019, oleh kami, Muhammad Salam Giri Basuki, S.H. masing-masing sebagai hakim Anggota yang diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari itu juga oleh hakim ketua dengan didampingi para Hakim Anggota tersebut, dibantu oleh BesseMarwiyati, SH, Panitera Pengganti pada Pengadilan Negeri Makassar, Serta dihadiri oleh Andi Irfan, S.H., M.H. Penuntut Umum dan terdakwa.
6. Analisis Penulis
Dakwaan merupakan dasar penting hukum acara pidana karena berdasarkan hal yang dimuat dalam dakwaan, hakim akan memeriksa perkara tersebut. Untuk dapat diajukan ke pengadilan, suatu surat dakwaan harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan.
Adapun surat dakwaan yang dibuat oleh Jaksa Penuntut Umum menggunakan surat dakwaan tunggal, yaitu Pasal 510 UU Pemilu yang berbunyi “Setiap orang dengan sengaja menyebabkan orang lain kehilangan hak pilihnya dipidana dengan
46
pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp.
24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah).”
Selanjutnya untuk membuktikan Tuntutan Jaksa Penuntut Umum Bahwa terdakwa melakukan tindak pidana menghilangkan hak orang memilih dalam pemilihan Umum sebagaimana yang diatur dalam pasal 510 UU Pemilu, maka harus terpenuhi seluruhnya.
Berikut ini penulis akan menguraikan unsur-unsur tindak pidana pemilu berdasarkan ketentuan Pasal 510 UU Pemilu dalam kaitannya dengan tindak pidana yang dilakukan oleh Terdakwa SELANG STANISLAUS:
1. Unsur Subjektif
Setiap Orang, yang dimaksud dengan unsur ini adalah orang selaku pendukung hak dan kewajiban baik laki-laki maupun perempuan serta dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dalam hal ini adalah terdakwa SELANG STANISLAUS.
2. Unsur Objektif
1) Dengan Sengaja, yang dimaksud dengan sengaja adalah sikap batin terdakwa yang diwujudkan dengan perbuatan nyata. Dalam ilmu Hukum Pidana dikenal 3 (tiga) macam kesengajaan yaitu sengaja sebagai maksud, sengaja sebagai kepastian atau keharusan, dan sengaja insaf akan kemungkinan. Kesengajaan meliputi bahwa terdakwa mengetahui dan menghendaki akibat dari perbuatannya. Hal ini tercermin dari perbuatan terdakwa yang menyimpan 47 undangan C6 dirumahnya yang seharusnya di kembalikan ke kantor kelurahan serta menyuruh ke dua
cucunya yang bernama Hans dan Berto untuk mengambil C6 milik orang lain yang bernama Haryono dan Arsih untuk digunakan pada hari pemilihan.
2) Unsur Menyebabkan Orang Lain Kehilangan Hak Pilihnya, yang dimaksud dengan unsur ini yaitu Pemilihan umum merupakan Hak setiap orang maka perbuatan terdakwa dengan cara menyimpan Undangan C6 milik warganya dirumahnya serta memberikan Undangan C6 kepada orang lain yang tidak terdaftar dalam DPT telah menyebabkan orang lain kehilangan hak pilihnya. Selain itu perbuatan terdakwa dikuatkan oleh alat bukti yaitu Keterangan Saksi, Keterangan Terdakwa, serta barang bukti.
Berdasarkan hal-hal yang telah diuraikan di atas, apabila ditinjau dari segi unsur-unsur tindak pidana secara keseluruhan telah memenuhi unsur-unsur Pasal 510 UU Pemilu.
Selanjutnya Hakim memutuskan bahwa terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah dan dijatuhkan pidana penjara selama 5 (lima) Bulan namun pidana tersebut tidak dijalani jika dikemudian hari ada perintah dalam putusan Hakim karena terdakwa terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana lain sebelum berakhirnya masa percobaan selama 10 (sepuluh) bulan dan menjatuhkan pidana denda sebesar Rp. 1.000.000 (satu juta rupiah) dan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 1 (satu) bulan.
48
Penulis melakukan wawancara dengan Hakim Pengadilan Negeri Makassar, Bapak Muhammad Salam Giri Basuki, S.H.59, yang menerangkan sebagai berikut:
“Dalam hal perkara tindak pidana menghilangkan hak orang memilih dalam pemilihan umum yang dilakukan oleh terdakwa, jika berdasarkan kesesuaian alat bukti terdakwa melakukan perbuatan tersebut dan fakta-fakta dipersidangan, maka hakim pada pokoknya menjatuhi hukuman pidana penjara dan denda namun dalam menjatuhkan pidana hakim melihat kepada keadaan yang meringankan dan yang memberatkan dan dijatuhi hukuman percobaan”.
Menurut penulis hakim dalam menjatuhi hukuman percobaan sudah tepat berdasarkan pasal 14a ayat (1) menerangkan bahwa “Apabila hakim menjatuhkan pidana paling lama satu tahun atau pidana kurungan, tidak termasuk pidana kurungan pengganti maka dalam putusnya hakim dapat memerintahkan pula bahwa pidana tidak usah dijalani, kecuali jika dikemudian hari ada putusan hakim yang menentukan lain, disebabkan karena si terpidana melakukan suatu tindak pidana sebelum masa percobaan yang ditentukan dalam perintah tersebut diatas habis, atau karena si terpidana selama masa percobaan tidak memenuhi syarat khusus yang mungkin ditentukan lain dalam perintah itu.” Hakim mengambil keputusan menjatuhi hukuman percobaan dilihat dari alat bukti yang digunakan oleh terdakwa serta melihat pertimbangan hakim dalam hal keadaan yang memberatkan dan yang meringankan juga atas kesepakatan bersama Majelis Hakim seperti yang di sampaikan oleh Bapak Muhammad Salam Giri Basuki, S.H.60 “Bahwa dalam menjatuhui hukuman kepada Terdakwa Selang Stanislaus kami melihat alat bukti yang digunakan oleh Terdakwa serta melihat keadaan yang memberatkan dan yang
59 Hasil Wawancara Penulis dengan Muhammad Salam Giri Basuki, S.H., selaku Hakim Pengadilan Negeri Makassar Pada Tanggal 03 Maret 2020, Pukul 11.00 WITA.
60 ibid
meringankan juga kami bersama Majelis Hakim bersepakat dalam manjatuhui hukuman tersebut”.
4.2 Pertimbangan Hukum Hakim Dalam Menjatuhkan Sanksi Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pemilu Dalam Putusan Pengadilan Negeri Makassar Nomor : 973/Pid.Sus/2019/PN Mks?
1. Pertimbangan Hukum Hakim
Pertimbangan hukum hakim adalah sebagai berikut:
Menimbang, bahwa Terdakwa di persidangan telah memberikan keterangan yang pada pokoknya sebagai berikut:
- Bahwa benar ia telah memberikan undangan C.6 kepada 2 orang cucunya
- Bahwa 2 orang cucunya tersebut baru datang dari flores dan bukan warga setempat ;
- Bahwa terdakwa sangat menyesali perbuatannya ;
Menimbang, bahwa Penuntut Umum mengajukan barang bukti sebagai berikut:
1 (satu) buah Flash disk warna putih Toshiba 4GB yang berisi 3 (tiga) video yang berdurasi masing-masing 4.52 menit ;
Menimbang, bahwa berdasarkan alat bukti dan barang bukti yang diajukan diperoleh fakta-fakta hukum sebagai berikut:
1. Bahwa benar pada hari Rabu tanggal 17 April 2019 bertempat di TPS 34 Kelurahan Banta Bantaeng Kec Rappocini saudara Hans dan sdr Berto datang ke TPS membawa undangan pemilih (C6) atas nama orang lain Haryono dan Arsih, bahwa undangan tersebut diberikan langsung oleh terdakwa.
2. Bahwa benar yang menjabat sebagai ketua KPPS TPS 34 kelurahan Banta bantaeng Kecamatan Rappocini adalah terdakwa.
3. Bahwa benar saudara Hans dan sdr Berto tertangkap tangan oleh saksi Nur Alim di tempat kejadian dengan membawa undangan (C6) milik orang lain sehingga langsung di amankan dirumah saksi Zaiunuddin sampara.
4. Bahwa benar juga saksi Jufri dan beberapa warga lainnya yang terdaftar dalam TPS 34 tidak dapat menggunakan hak pilihnya disebabkan tidak memperoleh undangan (c6) dari terdakwa. Sehingga hari itu juga terjadi keributan kecil dan ada beberapa orang yang di amankan dirumah saksi Zainuddin dg Gama.
5. Bahwa benar saksi Dyana Bombong juga mendapati undangan c6 milik ardi dipergunakan oleh orang lain dan hal tersebut diketahui pada hari pencoblosan oleh saksi
50
6. Bahwa saksi – saksi dan terdakwa mengakui barang bukti yang diperlihatkan dipersidangan.
Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan apakah berdasarkan fakta-fakta hukum tersebut diatas, Terdakwa dapat dinyatakan telah melakukan tindak pidana yang didakwakan kepadanya;
Menimbang, bahwa Terdakwa telah didakwa oleh Penuntut Umum dengan dakwaan tunggal sebagaimana diatur dalam Pasal 510 UU N0. 7 tahun 2017 , yang unsur-unsurnya adalah sebagai berikut :
1. Setiap Orang;
2. Dengan Sengaja
3. Menyebabkan orang lain kehilangan hak pilihnya;
Menimbang, bahwa terhadap unsur-unsur tersebut Majelis Hakim mempertimbangkan sebagai berikut:
Ad.1. Unsur Setiap Orang
Yang dimaksud dengan unsur ini adalah orang selaku pendukung hak dan kewajiban baik laki-laki maupun perempuan serta dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya. Terdakwa dengan identitas lengkap yang diajukan kepersidangan adalah orang yang dimaksud berdasarkan:
- Bahwa terdakwa SELANG STANISLAUS yang dihadapkan kedepan persidangan yang diperoleh dari keterangan saksi- sasksi, barang bukti, dan keterangan terdakwa sendiri yang membenarkan identitasnya dalam Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum, maka terdakwa yang diajukan dalam perkara ini adalah SELANG STANISLAUS sebagai orang / manusia yang dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Berdasarkan fakta tersebut diatas, maka Unsur Setiap Orang telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum.
Ad.2 Unsur Dengan Sengaja.
Yang dimaksud dengan sengaja adalah sikap batin terdakwa yang diwujudkan dengan perbuatan nyata. Dalam ilmu Hukum Pidana dikenal 3 (tiga) macam kesengajaan yaitu sengaja sebagai maksud, sengaja sebagai kepastian atau keharusan, dan sengaja insaf akan kemungkinan.
Kesengajaan meliputi bahwa terdakwa mengetahui dan menghendaki akibat dari perbuatannya.
Fakta yang terungkap dalam pemeriksaan dipersidangan berdasarkan:
- Keterangan terdakwa SELANG STANISLAUS, bahwa benar terdakwa pada hari Rabu tanggal 17 April 2019 bertempat di TPS 34 Kelurahan Banta Bantaeng Kec Rappocini saudara Hans dan sdr Berto datang ke TPS membawa undangan pemilih (C6) atas nama orang lain Haryono dan Arsih, bahwa undangan tersebut diberikan langsung oleh terdakwa, hal ini juga berkaitan dengan keterangan saksi saksi yang sudah dihadirkan dipersidangan dan yang berada di lokasi pemungutan suara Pemilihan calon Legislatif , calon Presiden dan Wakil presiden.
- Bahwa benar juga saksi Jufri dan beberapa warga lainnya yang terdaftar dalam TPS 34 tidak dapat menggunakan hak pilihnya disebabkan tidak memperoleh undangan (c6) dari terdakwa. Sehingga hari itu juga terjadi keributan kecil dan ada beberapa orang yang di amankan dirumah saksi Zainuddin dg Gama.
Dengan demikian unsur dengan sengaja telah terbukti.
Ad.3 Unsur menyebabkan orang lain kehilangan hak pilihnya.
Fakta yang terungkap dalam pemeriksaan persidangan berdasarkan keterangan saksi saksi :
- Bahwa benar saudara Hans dan sdr Berto tertangkap tangan oleh saksi Nur Alim di tempat kejadian dengan membawa undangan (C6) milik orang lain sehingga langsung di amankan dirumah saksi Zaiunuddin sampara Keterangan terdakwa yang menerangkan bahwa benar terdakwa pada hari Rabu tanggal 17 April 2019 bertempat di TPS 34 Kelurahan Banta Bantaeng Kec Rappocini saudara Hans dan sdr Berto datang ke TPS membawa undangan pemilih (C6) atas nama orang lain Haryono dan Arsih, bahwa undangan tersebut diberikan langsung oleh terdakwa.
- Bahwa benar juga saksi Jufri dan beberapa warga lainnya yang terdaftar dalam TPS 34 tidak dapat menggunakan hak pilihnya disebabkan tidak memperoleh undangan (c6) dari terdakwa.
Sehingga hari itu juga terjadi keributan kecil dan ada beberapa orang yang di amankan dirumah saksi Zainuddin dg Gama.
- Bahwa benar ke 2 (dua) laki-laki yang tidak dikenal diamankan di rumah saksi selanjutnya saksi duduk bersebelahan kemudian saksi tanyakan “siapa yang suruh kamu” dijawab “ketua RT”. Kemudian saksi tanya lagi kepada ke 2 (dua) “siapa yang disuruh pilih, dijawab “disuruh pilih dari partai Nasdem nomor urut 1 DPRD Kota Makassar, juga saksi tanyakan berapa dikasih uang dijawab “Rp.50.000,- (lima puluh ribu rupiah)“ yang disaksikan oleh sdr. Andi Nur Alim alias Bongkar, anggota kepolisian, Panwascam an. Zulkarnain dan warga, juga ada warga yang sambil merekam
- Bahwa benar saksi Dyana Bombong juga mendapati undangan c6 milik ardi dipergunakan oleh orang lain dan hal tersebut diketahui pada hari pencoblosan oleh saksi, sehingga dari fakta fakta tersebut terdapat beberapa warga yang telah kehilangan atau tidak dapat menyalurkan hak pilihnya pada hari H pemilu legislatif, Presiden dan Wakil Presiden.
Menimbang, bahwa oleh karena semua unsur dari Pasal 510 UU N0. 7 tahun 2017. Telah terpenuhi, maka Terdakwa haruslah dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan dalam dakwaan tunggal;
Menimbang, bahwa untuk menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa, maka perlu dipertimbangkan terlebih dahulu keadaan yang memberatkan dan yang meringankan Terdakwa;
52
Keadaan yang memberatkan:
- Perbuatan terdakwa mencederai penyelenggaraan pemilihan calon Legislatif dan pemilihan Calon Presiden dan Wakil Presiden;
Keadaan yang meringankan : - Terdakwa berusia lanjut;
- Terdakwa tulang punggung keluarga;
- Terdakwa mengakui perbuatannya dan menyesalinya serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya;
- Terdakwa sopan selama persidangan
Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa dijatuhi pidana maka haruslah dibebani pula untuk membayar biaya perkara;
2. Analisis Penulis
Dalam menjatuhkan pidana, hakim harus berdasarkan pada dua alat bukti yang sah kemudian dua alat bukti terseut Hakim memperoleh keyakinan bahwa tindak pidana yag didakwakan benar-benar terjadi dan terdakwalah yang melakukannya hal ini berdasarkan pasal 183 KUHAP bahwa hakim tidak boleh menjatuhkan pidana kepada seorang kecuali apabila dengan sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah ia memperoleh keyakinan bahwa suatu tindak pidana benar-benar terjadi dan bahwa terdakwalah yang bersalah melakukannya.
Menurut penulis, sesuai dengan terpenuhinya semua syarat-syarat formil yaitu berupa unsur-unsur perbuatan pidana, maka penulis berpendapat bahwa pertimbangan Hukum Hakim dalam menjatuhkan putusan harus mencerminkan rasa keadilan yang berdasarkan Ketuahanan yang Maha Esa dan dituntut untuk mempunyai keyakinan berdasarkan alat-alat bukti yang sah dan berdasarkan keadilan yang tidak bertentangan dengan Pancasila dan Undang- undang yang mengatur dan menjadi dasar dari semua peraturan yang ada dalam Republik Indonesia.
Berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Makassar Nomor : 973/Pid.Sus/2019/PN.Mks dinyatakan bahwa Terdakwa Selang Stanislaus terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja menyebabkan orang lain kehilangan hak pilihnya dikenakan pidana penjara 5 bulan, denda 1.000.000 dan dijatuhi hukuman percobaan selama 10 bulan.
Pertimbangan adalah hal yang sangat penting dalam menjatuhkan sanksi terhadap Terdakwa, seorang Hakim haruslah memutuskan sebuah putusan dengan pertimbangan yang berasal dari alat-alat bukti yang ada kemudian diperkuat dengan keyakinan Hakim agar dapat menghasilkan putusan yang seadil-adilnya.
Penulis sependapat dengan pertimbangan Hakim bahwa fakta-fakta dipersidangan sekaligus kesesuaian diantara keterangan saksi-saksi akan serta hal- hal yang meringankan dan hal-hal yang memberatkan akan mempengaruhi putusan Hakim. Dalam hal ini terdakwa Selang Stanislaus telah terbukti bersalah sesuai dengan pasal yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum. Namun, berdasarkan fakta dipersidangan terdakwa mengakui secara jujur dan berterus terang, hal tersebut dapat dilihat dari keterangan terdakwa di persidangan serta Terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
Oleh karena itu pertimbangan Hukum Hakim mengenai pidana percobaan yang dijatuhkan kepada terdakwa menurut penulis sudah tepat karena hal ini mengingat Terdakwa telah berusia lanjut, terdakwa tulang punggung keluarga, terdakwa mengakui perbuatannya dan menyesalinya, berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya serta efek yang timbul berdasarkan perbuatan terdakwa yaitu hanya memberikan 2 undangan C6 kepada cucunya yang menurut hakim tidak terlalu besar dan efek politik tidak mungkin ada didalamnya.