• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Evaluasi Kelayakan Aspek Lingkungan

Dalam dokumen Profil PT Bank Muamalat Indonesia (Halaman 37-47)

C. Aspek Lingkungan

4. Analisis Evaluasi Kelayakan Aspek Lingkungan

3 = tidak sesuai 4 = netral 5 = sesuai 6 = sangat sesuai

7 = sangat-sangat sesuai

masih terus diterapkan Keterangan:

1 = sangat jelek 2 = jelek

3 = cukup

4 = baik

5 = sangat baik

Aspek Pasar

No Data Sumber Hasil dari studi

1 Data sekunder tentang perkembangan produk

Web Bank Muamalat Indonesia ( https://www.

bankmuamal at.co.id/ )

1. Tabungan

 Program tabungan prima berhadia (TPB)

 Tabungan IB Hijrah

 Tabungan IB Hijrah Payrol

 Tabungan IB Hijrah valas

 Tabunganku

 Tabungan IB Hijrah Prima

 Tabungan IB simpel

 Tabungan IB Hijrah Haji 2. giro

 Giro IB hijrah Ultima

 Giro IB hijrah attijary

 Rekening khusus giro Dhe &

SDA 3. Deposito

 Deposito IB Hijrah

 Deposito Online IB Hijrah Muamalat

 Deposito devisa hasil ekspor SDA IB hijrah Muamalat 4. Kartu Shar-E Debit

 kartu Shar-E Debit 1hram

 kartu shar-e debit reguler GPN

 kartu Share-E debit Classic

 kartu shar-E debit prioritas 5. Pembiayaan

 KPR IB Muamalat

 Employee beenefit program

6. Investasi

 Sukuk

 Avrist asiransi hijrah safa proteksi

 Avrist asiransi hijrah ahsan proteksi

 Takaful keluarga asuransi jiwa syariah hijrah cendekia

 Sunlife asuransi salam hijrah proteksi

2 Data sekunder tentang perkembangan

besarnya konsumsi produk sejenis

Web Bank Muamalat Indonesia ( https://www.

bankmuamal at.co.id/uploa ds/hubungan _investor/1_l aporan- tahunan- 2020.pdf )

Pandemi COVID-19 memberikan dampak bagi dunia perbankan seperti yang tergambar dalam grafik di atas.

Pertumbuhan aset perbankan per Desember 2020 tumbuh positif dari akhir tahun 2019, namun tidak diikuti dengan peningkatan dari sisi penyaluran pembiayaan. Penyaluran dana kepada masyarakat justru turun menjadi Rp5.548 triliun pada Desember 2020, dari Rp5.684 triliun pada posisi pada akhir 2019.

Sementara kinerja dana pihak ketiga (DPK) perbankan justru naik, menjadi Rp6.665 triliun pada Desember 2020, dari Rp5.999 triliun di tahun 2019. Namun sayangnya, kenaikan tersebut merupakan kenaikan yang tidak diimbangi dengan kenaikan penyaluran dana. Permintaan pembiayaan yang turun tersebut akibat ekonomi belum berjalan dengan baik dan juga banyaknya bank yang menahan aktivitas penyaluran pembiayaannya untuk sementara dikarenakan naiknya risiko yang harus ditanggung akibat dari

hantaman pandemi.

3 Data sekunder tentang berkembangnya harga dan pejualan produk

Web Bank Muamalat Indonesia ( https://www.

bankmuamal at.co.id/uploa ds/hubungan _investor/1_l aporan- tahunan- 2020.pdf )

Bank memandang industri usaha perbankan tetap akan tumbuh pada tahun 2021 karena industri jasa keuangan merupakan salah satu industri yang tetap memiliki laju pertumbuhan PDB positif selama pandemi COVID-19 berlangsung di tahun 2020. Walaupun laju pertumbuhan PDB dari sektor Jasa Keuangan dan Asuransi hanya sebesar 1,03% dan cenderung menurun dibandingkan dengan pertumbuhan kumulatif tahun sebelumnya namun pertumbuhannya jika dibanding sektor usaha lainnya lebih baik karena masih memberikan kontribusi pertumbuhan positif. Peningkatan didukung dari peningkatan flow hasil investasi asuransi jiwa, adanya kenaikan penghimpunan dana pihak ketiga serta penurunan beban klaim/manfaat produk asuransi sosial.

4 Data sekunder tentang perkembangan

realisasi investasi barang modal

Web Bank Muamalat Indonesia ( https://www.

bankmuamal at.co.id/uploa ds/hubungan _investor/1_l aporan- tahunan- 2020.pdf )

Investasi barang modal tahun 2020 sebesar Rp26 miliar, terdapat penurunan sebesar Rp85 miliar dari tahun 2019 sebesar Rp111 miliar. Penurunan realisasi investasi barang modal merupakan salah satu strategi bank untuk bisa melakukan optimalisasi dari barang-barang yang dimiliki oleh Bank. Kedepannya Bank akan terus melanjutkan proses optimasi barang modal agar seluruh aktivitas yang dilakukan oleh Bank menjadi lebih terukur dan efisien.

5 Data sekunder tentang pendapatan

masyarakat setempat

 badan pusat Statistik(BPS )

https://jakarta .bps.go.id/sta tictable/2015/

04/20/83/upa h-minimum- provinsi-dan- inflasi-di- dki-jakarta- 1999- 2020.html dan

file:///C:/User s/gita/Downl oads/BRSbrs Ind-

20210827144 852.pdf

Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Transportasi dan Pergudangan sebesar 17,42 persen.

Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial menempati posisi kedua, yakni tumbuh 14,51 persen, disebabkan peningkatan belanja Kesehatan untuk penanggulangan COVID-19 dan juga didukung fakta bahwa klaim BPJS meningkat pada semester ini. Meskipun demikian, Pengadaan Listrik dan Gas; Pertambangan dan Penggalian; dan Jasa Lainnya masih terkontraksi masingmasing sebesar 7,87 persen; 4,28 persen; dan 2,66 persen.

Dengan UMR DKI Jakarta sebesar Rp4.267.349 pada tahun 2020

6 Data sekunder tentang besarnya ekspor barang dan jasa

Web Bank Muamalat Indonesia ( https://www.

bankmuamal at.co.id/uploa ds/hubungan _investor/1_l aporan- tahunan- 2020.pdf )

Berita resmi statistik BPS menyebutkan dalam buletinnya yaitu Struktur Produk

Domestik Bruto Indonesia berdasarkan pengeluaran atas dasar harga berlaku tahun 2020 tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Komponen PK-RT yang mencakup lebih dari separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 57,66%; diikuti oleh komponen PMTB sebesar 31,73%;Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 17,17%; Komponen PK-P sebesar 9,29%; Komponen PKLNPRT sebesar 1,30%; dan Komponen Perubahan Inventori sebesar 0,63%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa sebagai faktor pengurang dalam PDB memiliki peran sebesar 16,02%.

Produk dan layanan transaksi ekspor yang tersedia bagi nasabah/eksportir Bank meliputi:

a. Advising L/C b. Outward Bills c. Negotiation d. L/C Transfer 7 Data sekunder tetang

besarnya impor barang dan jasa

Web Bank Muamalat Indonesia ( https://www.

bankmuamal at.co.id/uploa ds/hubungan _investor/1_l aporan- tahunan-

2020.pdf ) Berita resmi statistik BPS menyebutkan dalam buletinnya yaitu Struktur Produk Domestik Bruto Indonesia berdasarkan pengeluaran atas dasar harga berlaku tahun 2020 tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Komponen PK-RT yang mencakup lebih dari separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 57,66%; diikuti oleh komponen PMTB sebesar 31,73%;Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 17,17%; Komponen PK-P sebesar 9,29%; Komponen PKLNPRT sebesar 1,30%; dan Komponen Perubahan

Inventori sebesar 0,63%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa sebagai faktor pengurang dalam PDB memiliki peran sebesar 16,02%.

Produk dan layanan transaksi impor yang tersedia bagi nasabah/Importir Bank meliputi:

a. Letter of Credit (L/C)

Terdapat beberapa macam L/C berdasarkan jangka waktu pembayarannya yakni:

 Sight L/C

 Usance L/C

 Usance Payable at Sight (UPAS) L/C

 Usance Payable at Usance (UPAU) L/C

b. Surat Berdokumen dalam Negeri (SKBDN)

c. Bank Garansi d. Klaim Bank Garansi e. Standby L/C

f. Deposito Plus g. LC Murabahah h. Buyer Financing i. AR Financing

j. Value Chain Financing 8 Data sekunder tentang

besarnya produksi para pemasok

 Web Bank Muamalat Indonesia ( https://www .bankmuamal at.co.id/uploa ds/hubungan _investor/1_l aporan- tahunan- 2020.pdf )

Sampai dengan 31 Desember 2020, Pemegang saham utama Bank ialah Islamic Development Bank dengan kepemilikan saham sebesar 32,74% dari total keseluruhan saham yang ada.

Selain IDB, saham BMI juga dimiliki oleh beragam pemegang saham lainnya.

Berikut uraian singkatnya:

1) National Bank of Kuwait Group (30,45%)

a. National Bank of Kuwait (8,45%) b. Boubyan Bank (22,00%)

Pemegang saham utama Boubyan Bank yang memiliki kontrol lebih dari 5% (lima persen) per 31 Desember 2020 sesuai dengan annual report Boubyan Bank tahun 2020 adalah sebagai berikut:

 National Bank of Kuwait S.A.K

(59,9%)

 The Commercial Bank of Kuwait S.A.K (9,7%)

2) SEDCO Group (24,23%)

a. Atwill Holdings Limited (17,91%) b. IDF Investment Foundation

(3,48%)

c. BMF Holdings Limited (2,84%) 3) Pemegang Saham Lainnya

(12,58%) Pemegang saham lainnya yang memegang 12,58%

kepemilikan Bank Muamalat Indonesia merupakan badan usaha maupun perorangan. Pemegang saham lainnya berbadan hukum maupun perorangan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Aspek pemasaran a. Kebijakan Pemasaran

Q1 2020 adalah periode pertama kali dinyatakan bahwa penduduk Indonesia terpapar COVID-19, kondisi tersebut mempengaruhi operasional usaha secara umum termasuk industri perbankan. Untuk terus memberikan produk dan layanan terbaik, Bank Muamalat Indonesia tetap melakukan pendekatan human customer-centric, sebagai strategi dalam mengembangkan produk dan layanan maupun pemasarannya, terutama di segmen Konsumer dan Ritel, yang dirancang berdasarkan pemahaman atas kebutuhan atau keinginan para nasabah Bank Muamalat Indonesia. Bank turut berperan serta bersama masyarakat dalam menghadapi pandemi COVID-19 dan sejalan dengan strategi pemasaran yang dilakukan selama pandemi di mana aktivitas pemasaran yang dilakukan selalu dikaitkan dengan dukungan kepada nasabah secara bersama-sama menghadapi situasi tersebut.

Bank melihat peluang bisnis tetap besar selama pandemi di antaranya pada beberapa sektor yaitu layanan kesehatan, produk medis, makanan dan minuman, teknologi informasi, dan kebutuhan dasar lainnya.

Bank juga memberi perhatian lebih pada layanan operasional banking baik melalui transaksi di banking hall dan digital banking, sehingga nasabah merasa aman dan nyaman di tengah kondisi pandemi COVID-19. Bank senantiasa menjalin komunikasi dengan nasabah secara virtual untuk menginformasikan dan menjawab keluhan nasabah diberbagai platform informasi, baik itu melalui e- mail, website, media sosial, push notification, maupun pesan melalui aplikasi MDIN.

Pada Q2 2021 bank lebih banyak terfokus pada maintenance nasabah eksisting dan kembali menyeimbangkan pemasarannya dalam akuisisi nasabah baru pada Q3 dan Q4 2020. Bank sangat memperhatikan materi pemasaran yang relevan masih dalam kondisi pandemi COVID-19 mulai dari content, experience, storytelling, dan kegiatan sharing.

b. Strategi Pemasaran

Selain pemilihan platform komunikasi secara digital melalui e-mail, website, media sosial, SMS/WA blast/ push notification, maupun pesan melalui aplikasi MDIN, Bank juga menjalankan sejumlah kebijakan produk yang dapat menarik minat dan membantu masyarakat diantaranya yaitu muqosah margin dan kemudahan dalam membayar melalui relaksasi pembiayaan dan penerapan cicilan bertahap dengan tempo yang lebih panjang, atau perubahan angsuran.

Aktivitas lain yang dilakukan Bank adalah program pemberian hadiah langsung kepada nasabah dalam kaitannya dengan bantuan/donasi kepada pihak selain nasabah dan membantu sesama serta melalui program CSR kepada sejumlah partner Bank dalam kondisi pandemi COVID-19.

Tidak dipungkiri suatu produk sangat mengandalkan tim sales, agar tercipta sales yang militant, maka Bank juga menyediakan berbagai benefit tambahan, selain memberikan pelatihan dan motivasi, tim sales diberikan benefit sesuai achievement sebagai motivasi dalam menjual produk Bank. Tim sales juga diberikan edukasi mengenai protokol kesehatan dan appointment sebelum visiting agar setiap bertemu dengan nasabah dan calon nasabah tetap merasa nyaman.

c. Perubahan Perilaku Konsumen

Pandemi menyebabkan munculnya berbagai kondisi yang sebelumnya tidak pernah diprediksi oleh masyarakat, salah satunya adalah guncangan ekonomi yang menyebabkan banyaknya bisnis yang gulung tikar sehingga meningkatkan jumlah pengangguran. Selain itu, kondisi seperti ini juga mengharuskan masyarakat untuk menerapkan social distancing menyebabkan masyarakat memilih untuk meminimalisir kegiatan di luar rumah. Berkurangnya minat kegiatan outdoor seperti menghadiri customer gathering dan mengunjungi layanan di banking hall, Bank menggantikannya dengan aktivitas virtual, aktivitas pick-up service untuk sejumlah nasabah prioritas dan jika mengharuskan transaksi di banking hall Bank menerapkan sejumlah protokol kesehatan agar nasabah tetap merasa nyaman.

Perilaku belanja online yang semakin meningkat mengakibatkan bank bertransformasi kepada perbaikan layanan nasabah berbasis online (digital banking) dengan menambahkan sejumlah fitur penting seperti biller utama (listrik, air, dan telepon) serta kemudahan bertransaksi menggunakan e-commerce baik melalui virtual account maupun platform 3 Domain Secure pada transaksi kartu debet yang pada tahap awal diujicobakan kepada karyawan pada akhir 2020.

Nasabah saat ini lebih memilih untuk melakukan kegiatan apapun yang berbasis contactless. Salah satunya adalah meningkatnya minat akan layanan konsumen yang berbasis online. Hal ini tentu saja agar nasabah tetap mendapatkan layanan sesuai yang dibutuhkan tanpa harus keluar rumah.

Perubahan perilaku nasabah saat ini tentu saja terjadi karena adanya dorongan dari perubahan kondisi yang memaksa nasabah untuk beradaptasi dengan kondisi tersebut. Kemungkinan perilaku konsumen seperti ini akan bertahan hingga jangka waktu yang cukup lama.

d. Perubahan Metode Pembiayaan

Bank membantu mempercepat proses restrukturisasi pembiayaan bagi nasabah yang memenuhi syarat untuk diberikan fasilitas tersebut berdasarkan POJK No. 11/ POJK.03/2020 (POJK Stimulus COVID-19). Pemberian fasilitas restruktur ini berakibat pada perubahan jumlah angsuran yaitu dengan perpanjangan jangka waktu dan atau pengaturan kembali jadwal angsuran.

e. Pengaruh Produk Baru

Sejalan dengan transformasi bank selama pandemi COVID-19, pada tahun 2020 bank melakukan inovasi layanan digital banking untuk memudahkan nasabah dalam bertransaksi yaitu relaunch Muamalat DIN, digital opening account, metode pembayaran berbasis QR code, smart transaction atau transaksi tanpa kertas dan pengkinian Salamuamalat pada call center Bank.

Bank juga terpilih sebagai bank partner pertama dari perum Peruri Pay yaitu sarana pembayaran digital milik Perum Peruri. Peruri Pay digunakana dalam aplikasi Hayuni yang dikembangkan oleh mitra Bank dan digunakan untuk mendukung kegiatan pembayaran umroh dan media transfer tabungan umroh.

Inovasi layanan digital tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan loyalitas nasabah dan dalam rangka menjangkau lebih banyak nasabah baru termasuk generasi milenial. Dari sisi bisnis peningkatan layanan tersebut juga seiring dengan penambahan pendapatan dari berbasis ujroh atau komisi.

f. Pangsa Pasar

Pangsa pasar Bank terbesar selama tahun 2020 masih bersumber dari bisnis haji dan umroh serta segmen bisnis Islami lainnya seperti Islamic organisation, Islamic multifinance, Islamic philantrophy dan segmen bisnis lain seperti kesehatan yang tetap berbasis pada segmen Islami. Pada segmen ritel dan consumer, pangsa pasar terbesar secara garis besar terbagi menjadi dua yaitu segment Priority dan nasabah funding berbasis akad wadiah. Pada segmen Corporate dan Commercial, pangsa pasar terbesar pada segmen bisnis yang telah mature yaitu BUMN dan anak perusahaannya serta sejumlah nasabah private company dan banking di cabang Kuala Lumpur.

Dalam dokumen Profil PT Bank Muamalat Indonesia (Halaman 37-47)

Dokumen terkait