BAB III PEMBAHASAN DAN ANALISIS
B. Analisis Implementasi Strategi Pemasaran Produk Tabungan
71
nilai tambah konsumen.179 Bukti fisik merupakan wujud nyata yang ditawarkan kepada pelanggan. Sebenarnya tidak ada atribut fisik untuk layanan, sehingga konsumen cenderung mengandalkan isyarat material. Bukti fisik (physical evidence) adalah lingkungan, warna, tata letak serta fasilitas tambahan yang berkaitan dengan tampilan sebuah produk atau jasa yang ditawarkan. Tata letak yang efektif mampu membantu lembaga mencapai sebuah strategi yang mampu menunjang deferiansiasi, biaya rendah atau respon cepat.
Koppontren Tarbiyatul Mustafid dalam menata ruangan memiliki ciri khas yaitu warna hijau sesuai dengan lambang koperasi dan sesuai dengan ciri khas bendera NU.
Koppontren mempunyai ruangan yang cukup luas yang terdapat 2 lantai sehingga diperkirakan dapat menerima tamu yang sangat banyak. Selain memiliki tempat yang baik, kebersihan kantor juga harus dijaga karena kebersihan juga mempengaruhi kenyamanan bagi nasabah. Di Koppontren Tarbiyatul Mustafid juga dilengkapi dengan fasilitas kipas angin, dan televisi agar nasabah tidak merasa bosan ketika menunggu antrian. Fasilitas dan penataan ruangan tersebut diharapkan mampu memberi kenyamanan untuk pelanggan.
B. Analisis Implementasi Strategi Pemasaran Produk Tabungan
72
Strategi pemasaran ini mengutamakan seluruh usaha pemasaran pada satu atau beberapa segmen pasar tertentu saja. Dalam praktik bisnis, keuntungan yang diperoleh harus proposional dengan tidak memberikan kerugian kepada orang lain. Pemasaran adalah strategi bisnis, yang harus memayungi seluruh aktivitas dalam sebuah perusahaan, meliputi seluruh proses, menciptakan, menawarkan, pertukaran, atau perorangan yang sesuai dengan ajaran islam.
Persaingan adalah hal yang baik karena turut membesarkan pasar.
Setiap lembaga keuangan salah satunya Koperasi Pondok Pesantren Tarbiyatul Mustafid ini, sudah pasti memerlukan strategi pemasaran tentang bagaimana cara dan upaya yang harus dilakukan dalam mencapai tujuan, menarik minat nasabah, dan keberlangsungan lembaga keuangan mengingat persaingan yang semakin ketat yang sudah siap mengambil peluang pasar.
Unsur strategi persaingan dalam pemasaran yang dilakukan Koperasi Pondok Pesantren Tarbiyatul Mustafid dalam perumusan pemasaran yang digunakan yaitu strategi segmentasi, targeting, dan positioning. Untuk lebih jelasnya mengenai strategi pemasaran yang dilakukan oleh Koperasi Pondok Pesantren Tarbiyatul Mustafid, adalah sebagai berikut :
1. Segmentasi pasar (segmenting)
Smith dalam Angipora mengemukakan bahwa segementasi pasar merupakan pembagian dari pasar secara keseluruhan dalam kelompok-kelompok sesuai dengan kebutuhan dan ciri-ciri konsumen.181 salah satu cara yang dapat digunakan dalam membentuk segmentasi pasar adalah mengidentifikasi kelompok pembeli.182 Segmentasi memungkinkan organisasi jasa mampu menyesuaikan teknis penawaran, operasi atau penggunaan jasa (pelayanan) yang lebih baik. Terdapat empat pembagian pasar menurut Kotler yakni geografi, demografi, serta psikografis.183 Koperasi Pondok Pesantren Tarbiyatul Mustafid dalam
181 Angipora, P.M, Dasar-dasar Pemasaran. Edisi Kedua, (Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2002), hlm 10
182 Kotler, Manajemen Pemasaran, (Jakarta : PT. Indeks Kelompok Gramedia, 2005), hlm. 35
183 Ibid
73
menentukan segmentasi geografisnya memfokuskan pada daerah Desa Badrain tepatnya di jalan TGH. M. Adnan. Karena di daerah tersebut dekat dengan pusat lembaga sekolah, jalan raya, dan masyarakat umum sehingga banyak orang yang melintas dan semakin memudahkan Koppontren Tarbiyatul Mustafid dalam usaha pemasarannya.
Untuk segmentasi demografis membagi pasar menjadi kelompok berdasarkan variabel seperti umur, jenis kelamin, pendapatan pekerjaan, agama, dan pendidikan. Berdasarkan segmentasi demografisnya Koppontren Tarbiyatul Mustafid membidik semua variabel yang ada pada segmentasi demografis seperti kelompok umur dan jenis kelamin, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, bapak-bapak, dan ibu-ibu. Dan untuk segmentasi psikografis yang membagi pembeli menjadi kelompok yang berbeda yang berdasarkan pada karteristik kelas sosial, gaya hidup, dan kepribadian. Koppontren Tarbiyatul Mustafid untuk segmentasi psikografisnya lebih fokus pada kelas sosial menengah ke bawah, karena pada dasarnya Kopontren Tarbiyatul Mustafid berdiri dekat dengan sekolah, dan masyarakat setempat dengan rata-rat penduduknya berpenghasilan rendah.
2. Penetapan pasar sasaran (targeting)
Targetting merupakan kegiatan yang berisi dan menilai serta memilih satu dari segmen pasar yang akan dimasuki oleh suatu perusahaan. Dalam memilih segmen mana yang dijadikan sasaran, perusahaan dapat memilih untuk memusatkan perhatian pada satu segmen, beberapa segmen, produk spesifik, pasar yang spesifik atau seluruh pasar.184 Dalam memilih pangsa pasar sasaran, perusahaan harus memperhatikan tanggung jawab sosial dan tidak semata-mata untuk mencari kepentingan perusahaan tetapi tetap memperhatikan kepentingan mereka yang dijadikan sasaran. Disini sebuah perusahaan harus mengevaluasi daya tarik masing-masing segmen serta memilih segmen-segmen sasaran.
Pada penetapan pasar sasaran (targeting) merupakan suatu tindakan memilih satu atau lebih segmen yang akan dimasuki.
184 Ibid
74
Karena pentingnya peran pasar sasaran, maka proses pensegmentasian pasar perlu dilakukan pemilihan yang jitu atas segmen pasar yang menarik untuk ditetapkan sebagai pasar sasaran. Pemilihan besar atau luasnya segmen yang sesuai dengan kemampuan koperasi untuk memilih segmen tersebut. Berdasarkan pada segmentasi yang telah dijelaskan di atas, Koppontren Tarbiyatul Mustafid dalam menargetkan pasarnya adalah semua masyarakat dari anak-anak, dewasa, laki-laki, dan perempuan.
3. Penetapan posisi pasar (positioning)
Positioning adalah tindakan merancang tawaran dan citra perusahaan sehingga menempati suatu posisi yang terbedakan (diantara pesaing) didalam benak pelanggan sasarannya.185 Hasil akhir dari positioning adalah keberhasilan penciptaan suatu usulan nilai yang terfokus pada pasar. Positioning yang efektif mensyaratkan bahwa suatu perusahaan menyadari dan mengekploitasi kelemahan-kelemahan pesaingnya.Dalam positioning,sebuah perushaan harus mengidentifikasi konsep positioning yang memungkinkan bagi masing-masing segmen sasaran serta memilih, mengembangkan, dan mengkomunikasikan konsep posisioning yang dipilih.186
Penetapan posisi pasar (positioning) bertujuan untuk membangun dan mengomunikasikan keunggulan bersaing produk yang ada di pasar ke dalam benak konsumen (nasabah). Posisi dalam hal ini mengandung arti tempat suatu produk di dalam benak nasabah, relatif terhadap penawaran pesaingnya. Posisi produk lebih menitik beratkan pada pandangan dan preferensi pembeli mengenai suatu produk yang ada dalam lembaga keuangan.
Koperasi Pondok Pesantren Tarbiyatul Mustafid memposisikan perusahaannya berbeda dari para pesaingnya yang merupakan perusahan sejenis. Hal yang membedakan Koppontren Tarbiyatul Mustafid dengan perusahaan lainnya adalah Koppontren menawarkan produk tabungan wadiah dengan harga yang rendah dengan keamanan yang terjamin. Koppontren tetap tidak
185 Ibid
186 Ibid
75
berpengaruh dan masih mengutamakan kualitas dengan tetap memberikan pelayanan maksimal kepada konsumen dengan membuka jasa jemput bola agar memudahkan nasabah dalam bertransaksi. Koppontren telah diakui kemudahan dan keamanan yang didapatkan oleh para nasabah.
C. Analisis Kendala Strategi Pemasaran Produk Tabungan Wadiah