F. Kerangka Teori
8. Analisis SWOT
a. Pengertian Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah suatu cara untuk mengidentifikasi berbagai faktor secara sistematis dalam rangka merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika dapat memaksimalkan kekuatan (Strength) dan peluang (Opportunities), namun secara
47
bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Threats).38
Analisis SWOT adalah metode penyusunan strategi perusahaan atau suatu bisnis tunggal, ruang lingkup bisnis tunggal tersebut baik berupa domestik maupun multinasional.
Tahap awal penetapan strategi adalah menaksirkan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman perusahaan. Analisis SWOT merupakan prosedur sistematis untuk mengidentifikasikan faktor-faktor kuncikeberhasilan (Critical Success Faktors-CSF) yang dimiliki oleh perusahaan: kekuatan dan kelemahan internal, serta peluang dan ancaman eksternal.39
b. Komponen Analisis SWOT
Analisis SWOT merupakan salah satu instrumen analisis yang ampuh apabila digunakan dengan tepat. Telah diketahui pula secara luas bahwa SWOT merupakan akronim dari kata-kata “Strengths” (Kekuatan), “Weaknesses” (Kelemahan), “Opportunities” (Peluang), “Threats” (Ancaman). Faktor kekuatan dan kelemahan terdapat dalam tubuh suatu organisasi termasuk satuan bisnis tertentu,
38 Marimin, Teknik dan Aplikasi Pengambilan Keputusan Kriteria Majemuk, (Bogor: Grasindo, 2004), hlm. 60.
39 Edward J. Blocher, et, al., Manajemen Biaya, (Jakarta: Salemba Empat, 2007), hlm. 56.
48
sedangkan peluang dan ancaman merupakan faktor-faktor lingkungan yang dihadapi oleh organisasi atau perusahaan satuan bisnis yang bersangkutan. Jika dikatakan bahwa analisis SWOT dapat merupakan instrumen yang ampuh dalam melakukan analisis stratejik, keampuhan tersebut terletak pada kemampuan para penentu strategi perubahan untuk memaksimalkan peranan faktor kekuatan dan pemanfaatan peluang sehingga sekaligus berperan sebagai alat untuk meminimalisasi kelemahan yang terdapat dalam tubuh organisasi dan menekan dampak ancaman yang timbul dan harus dihadapi. Jika para penentu strategi perusahaan mampu melakukan kedua hal tersebut dengan tepat, biasanya upaya untuk memilih dan menentukan strategi yang efektif membuahkan hasil yang diharapkan.40
Tujuan analisis faktor internal yaitu untuk mengetahui kinerja dan kegiatan yang bersifat strategis. Kinerja dapat diketahui dengan menganalisis faktor-faktor yang bersifat tangible dan intangible. Faktor-faktor yang bersifat tangible adalah profitabilitas, market share, biaya produksi, rencana
40 Sondang P. Siagian, Manajemen Stratejik, (Jakarta: Bumi Aksara, 2004), hlm.
172-174
49
pengembangan produk baru, dan sebagainya. Sedangkan faktor yang bersifat intangible adalah perilaku karyawan, keahlian manajemen, budaya organisasi dan sebagainya.41
Analisis faktor eksternal meliputi faktor-faktor yang datangnya dari luar perusahaan, yang dapat mempengaruhi jalannya perusahaan. Contohnya adalah tingkat persaingan, karakteristik konsumen, perilaku konsumen, selera konsumen, peraturan pemerintah.42
Analisis SWOT terdiri dari empat faktor, yaitu:
1) Strengths (kekuatan)
Faktor-faktor kekuatan dalm lembaga pendidikan adalah kompetensi khusus atau keunggulan-keunggulan lain yang berakibat pada nilai plus atau keunggulan komparatif perusahaan tersebut
2) Weakness (kelemahan)
Kelemahan adalah hal yang wajar dalam segala sesuatu tapi yang terpenting adalah bagaimana sebagai penentu kebijakan dalam perusahaan bisa meminimalisasi kelemahan-kelemahan tersebut atau bahkan kelemahan
41 Freddy Rangkuti, Creating Effective Marketing Plan: Teknik Membuat Marketing Plan Berdasarkan Customer Values dan Analisis Kasus, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2002), hlm. 142.
42Ibid, hlm. 143
50
tersebut menjadi satu sisi kelebihan yang tidak dimiliki oleh perusahaan lain. Kelemahan ini dapat berupa kelemahan dalam sarana dan prasarana, kualitas atau kemampuan tenaga pekerja, lemahnya kepercayaan masyarakat, dan lain-lain.
3) Opportunities (peluang)
Peluang adalah suatu kondisi lingkungan eksternal yang menguntungkan bahkan menjadi formulasi dalam perusahaan tersebut.
4) Threats (ancaman)
Ancaman merupakan kebalikan dari sebuah peluang, ancaman meliputi faktor-faktor lingkungan yang tidak menguntungkan bagi sebuah perusahaan. Jika sebuah ancaman tidak ditanggulangi maka akan menjadi sebuah penghalang atau penghambat bagi maju dan peranannya sebuah perusahaan itu sendiri.
51 G. Metode Penelitian
Metode adalah suatu cara atau teknis yang dilakukan dalam proses penelitian. Sedangkan penelitian itu sendiri diartikan sebagai upaya dalam bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memproleh fakta-fakta dan prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati dan sistematis untuk mewujudkan kebenaran.43
Metode penelitian adalah metode atau cara yang peneliti gunakan dalam kegiatan penelitian. Menurut Sugiyono, metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. 44
Sedangkan menurut Joko Subagyo, Metode merupakan jalan yang berkaitan dengan cara kerja dalam mencapai sasaran yang dikehendaki dalam upaya mencapai sasaran atau tujuan pemecahan masalah. Sedangkan penelitian adalah usaha untuk mencari kembali yang dilaukan dengan suatu metode tertentu.45
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode merupakan cara ilmiah atau cara kerja untuk mendapatkan data dalam upaya mencapai sasaran dan tujuan tertentu.
43 Mardalis, Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal, (Jakarta: PT Bumi Aksara, Cet.X, 2008), hlm . 24
44Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&B (Bandung:
alfabeta, 2012), hlm. 2.
45 P Joko Subagyo, Metode Penelitian dalam Teori dan Praktik, (Jakrta: Rineka Cipta, 2015). Cet.7, hlm. 2.
52 1. Pendekatan Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu penelitian lokasi (field research), yaitu penelitian yang memiliki fakta-fakta dan permasalahan yang ada di lokasi, atau penelitian yang pemecahan masalahnya dengan menggunakan empiris.46
Adapun jenis penelitian ini bersifat deskriptif, peneliti harus mendeskripsikan suatau objek, fenomena, atau setting sosial yang akan dituangkan dalam tulisan yang bersifat naratif. Arti dalam penulisannya data dan fakta yang dihimpun berbentuk kata atau gambar dari pada angka. Dalam penulisan laporan penelitian kualitatif berisi kutipan-kutipan data (fakta) yang diungkap di lokasi untuk memberikan dukungan terhadap apa yang disajikan dalam laporan.47
Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT(Strength, Weaknes, Opportunity, Dan Threat) pendekatan ini dipakai selain praktis, analisis SWOT dapat lebih menyeluruh menganalisa permasalahan yang terjadi sehingga hasil analisanya menjadi lebih lengkap sesuai dengan kenyataan yang terjadi di lokasi
46 Masyuri dan Zainudin,”Metodelogi Penelitian: Pendekatan Praktis Dan Aplikatif”, (Malang: PT. Refika Adiatama. 2008), hlm. 20
47Albi Anggito & Johan setiawan, “Metodelogi Penelitian Kualitatif”, (CV Jejak: Jakarta Barat, 2018), hlm. 11.
53 2. Kehadiran Peneliti
Kehadiran peneliti merupakan hal yang harus ada dalam suatu penelitian kualitatif, dimana kehadiran peneliti merupakan instrument utama, tujuan penelitian secara langsung ke lokasi penelitian adalah untuk mengumpulkan semua data secara mendalam, tugas dan luas dalam data yang dikumpulkan adalah adata yang sekiranya diperlukan dalam penelitian. 48
Di samping itu pula, keberadaan penelitian di lokasi bertujuan untuk mengenal lebih mendalam narasumber atau orang yang memberi data tersebut karena dalam penelitian kualitatif harus mengenal betul narasumber yang memberikan data, karena dengan cara ilmiah penelitian bisa mendapat data secara luas dan mendalam. Di samping itu pula, keberadaan peneliti di lokasi bertujuan untuk mengamati dan mengikuti perkembangan dan perubahan yang terjadi secara langsung serta bergaul dengan subyek penelitian secara akrab dan harmonis guna menghilangkan rasa yang diinginkan kedua belah pihak.
Peneliti sebagai orang yang melakukan observasi pengamatan dengan cermat terhadap obyek peneliti, untuk
48Sugiyono, “Metode Penelitian Kualitatif Untuk Penelitian Yang Bersifat Eksploratif,Enterperatif Dan Konstruktif”, (Bandung: CV Alfabeta 2017),hlm.283.
54
memproleh data tentang penelitian ini, maka peneliti terjun ke lokasi langsung. Kehadiran dalam penelitian ini berperan sebagai instrument kunci atau partisipan penuh yang langsung melibatkan diri subyek dalam waktu penelitian yang sudah ditetapkan peneliti untuk memproleh data sesuai dengan ciri penelitian kualitatif.
Dalam penelitian ini kehadiran peneliti dapat dirincikan sebagai berikut, peneliti melakukan penelitian awal atau yang biasa disebut observasi awal pada tanggal 23 November 2021 sebelum menyusun penulisan skripsi atau sebelum benar-benar melakukan penelitian. Setelah menyelesaikan proses penulisan Proposal barulah peneliti melakukan penelitian yang mendalam dengan menggunakan wawancara dari beberapa sumber. Sebelum peneliti melakukan penelitian yang mendalam atau masuk tahap wawancara peneliti menyelesaikan dulu surat menyurat resmi yang diberikan pihak kampus baru kemudian peneliti turun lokasi penelitian untuk wawancara, peneliti melakukan penelitian terhitung dari bulan Mei-Agustus.
3. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian yang peneliti lakukan adalah di Desa Pringgasela Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur dengan narasumber pengrajin tenun, pemilik usaha, dan
55
pemerintah daerah. Alasan peneliti memilih lokasi penelitian ini karena di Desa ini terdapat penghasil tenun yang cukup besar di wilayah Lombok Timur tetapi dari masing-masing tempat ada kelemahan-kelemahan yang ditemukan untuk mengembangkan usaha masing-masing salah satunya dalam pengembangan usaha produk kain tenun tradisional gedogan Pringgasela maka dari itu saya tertarik meneliti tentang penelitian ini.
4. Sumber Data
Sumber data atau informan maksudnya adalah dari mana data atau informasi itu diperoleh. Sumber data merupakan faktor paling penting yang menjadi pertimbangan dalam menentukan metode penulisan data. Sumber data merupakan sumber yang sangat diperlukan untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan dalam penelitian. Menurut Meleong sumber utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. 49
49Lexy J. Meleong, Metodelogi Penelitian Kualitatif Edisi Refis, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014), hlm. 22
56 Ada 2 sumber data penelitian yaitu:
a. Data Primer
Data primer adalah bukti atau faktanya murni dari sumber asli. 50 Dalam hal ini, maka proses pengumpulan datanya perlu dilakukan dengan memperhatikan siapa sumber utama yang akan dijadikan objek penelitian. Peneliti memproleh data primer dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data primer yang dihasilkan berasal dari Pengrajin, Pemilik usaha, dan pemerintah Daerah. Dalam penelitian ini peneliti memproleh data primer dari pengrajin, pemilik usaha, dan pemerintah daerah karena data primer sendiri merupakan bukti atau fakta murni dari sumber asli, dianataranya yaitu, Bapak Mul’an yang merupakan kepala Desa Pringgasela, bapak Maliki yang merupakan salah satu pemilik Showroom Art Shop yang ada di Desa Pringasela , Ibu Rohayati yang merupakan ibu rumah tangga tetapi juga berprofesi sebagai pengrajin tenun, Ibu Ela Isnaini, Ibu Artini, Ibu Sri Handayani dan Nuzulia Rismayani yang merupakan remaja Desa Pringgasela yang juga ikut di wwancara oleh peneliti sebagai sumber data primer.
50 Muhammad, Metodelogi Penelitian Ekonomi Islam: Pendekatan Kuantitatif, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2008), hlm. 103
57 b. Data Sekunder
Data sekunder atau fakta pelengkap berasal dari keseluruhan tumpuan buku-buku/jurnal, artikel yang berhubungan dengan penelitian ini. Data sekunder dalam penelitin ini bersumber pada literatur-literatur yang berkaitan dengan pengembangan usaha tenun tradisional pringgasela
5. Prosedur Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategi dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka penelitian tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar dengan yang ditetapkan. 51 Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan beberapa Teknik, antara lain sebagai berikut.
a. Observasi/ pengamatan
Metode observasi (pengamatan) merupakan sebuah Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui sesuatu pengamatan, dengan disertai pencatatan-pencatatan terhadap keadaan prilaku
51Sugiyono, “Metode Penelitian Kualitatif Untuk Penelitian Yang Bersifat Eksploratif, Enterperatif Dan Konstruktif”, (Bandung: CV Alfabeta 2017), hlm. 104.
58
objek sasaran. 52 Metode observasi merupakan cara yang sangat baik untuk mengawasi perilaku subjek penelitian seperti perilaku dalam lingkungan atau ruang, waktu dengan keadaan tertentu.
Adapun jenis-jenis observasi dibagi menjadi 3 yaitu:
1. Observasi partisipan yaitu suatu proses pengamatan bagian dalam dilakukan oleh observer dengan ikut mengambil bagian dalam kehidupan orang-orang yang akan diobservasi
2. Observasi terus terang dan tersamar, dalam observasi ini peneliti melakukan pengumpulan data menyatakan terus terang kepada sumber data, bahwa ini sedang melakukan penelitian.
3. Observasi tak terstusktur, dalam observasi ini penelitian dilakukan dengan tidak berstruktur, karena fokus penelitian belum jelas. Fokus observasi akan berkembang selama kegiatan observasi berlangsung.53
4. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan Observasi terus terang dan tersamar, dalam observasi ini peneliti melakukan pengumpulan data menyatakan terus terang kepada sumber data, bahwa ini sedang melakukan penelitian.
52 Abdurrahman Fatoni, Metodelogi Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi (Jakrta: Rineka Cipta, 2011), hlm. 104
53Ibid, hlm. 227-228
59 b. Wawancara
Esterberg mengemukakan beberapa macam wawancara, yaitu wawancara terstruktur, semiterstruktur, dan tidak terstruktur.
1. Wawancara terstruktur, digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh
2. Wawancara semiterstruktur, jenis wawancara ini sudah termasuk dalam kategori in-dep interview, dimana dalam pelaksanaannya lebih bebas bila dibandingkan dengan wawancara terstruktur.
3. Wawancara tak terstruktur, adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunkan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya.54
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik wawancara terstruktur karena wawancara jenis ini peneliti digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi
54Ibid, hlm. 233
60
apa yang akan diperoleh dan juga menggunakan pedoman wawancara. Dari penelitian ini peneliti akan mengumpulkan data dari teknik wawancara seperti menanyakan kepada informan berbagai macam pertanyaan seputar kain tenun tradisional di Desa Pringgasela seperti, apa kekuatan dan kelemahan, serta peluang dan ancaman pada usaha produksi kain tenun khas Pringgasela Lombok Timur.
d. Dokumentasi
Teknik ini digunakan untuk melengkapi teknis observasi dan wawancara. Sedangkan metode dokumentasi adalah metode yang digunakan untuk menelusuri data historis.
Dengan demikian, pada penelitian sejarah, maka bahan dokumenter memegang peran yang amat penting.55 Menurut Sugiyono, studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Bahkan kredibilitas hasil penelitian kualitatif ini akan semakin tinggi jika melibatkan/menggunakan studi dokumen ini dalam metode penelitian kualitatifnya.56 Dokumen bisa
55M Burhan Bungin, Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi Kebijakan Publik dan Ilmu Pengetahuan Sosial Lainnya, (Jakarta: Kencana Prenada Group, 2007), hlm. 121.
56Ibid, hlm. 157.
61
berbentuk tulisan, gambar, karya-karya monumental dari seseorang.57 Selain diperoleh dari sumber manusia dengan cara wawancara, observasi langsung peneliti juga membutuhkan dokumen agar memperoleh data yang lebih akurat.
Dari penelitian ini peneliti akan mengumpulkan data melalui dokumentasi, dimana yang harus peneliti dokumentasikan adalah proses dari penelitian yang sedang dilakukan, adapun mendokumentasikan proses wawancara yang dilakukan peneliti dengan informan dan lain sebagainya.
6. Teknik Analisis Data
Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lokasi, selama di lokasi dan setelah selesai di lokasi, dalam hal ini Nahsution mengatakan “analisis telah dimulai sejak merumuskan dan menjelaskan masalah, sebelum terjun kelokasi, dan berlangsung terus sampai penulisan hasil penelitian”. Tujuan analisis data supaya dapat memberikan pemahaman tentang apa yang telah ditentutakan.
Sedangkan menurut Sugiyono, analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lokasi, dan
57Ibid, hlm. 240.
62
dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.58
Dalam melakukan analisis data model Miles dan Huberman meliputi beberapa langkah-langkah, di antaranya:
a. Reduksi Data
Data yang diperoleh dari lokasi jumlahnya cukup banyak, untuk itu maka perlu dicatat secara teliti dan rinci.
Seperti telah dikemukakan, semakin lama peneliti ke lokasi, maka jumlah data akan semakin banyak, kompleks dan rumit.
Untuk itu perlu segera dilakukan analisis data melalui reduksi data. Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan. Reduksi data
58Ibid, hlm. 131.
63
dapat dibantu dengan peralatan elektronik seperti komputer mini, dengan memberikan kode pada aspek-aspek tertentu.59
b. Penyajian Data
Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplay data. Kalau dalam penelitian kuantitaif penyajian data ini dapat dilakukan dalam bentuk tabel, grafik, phie chard, pictogram dan sejenisnya. Melalui penyajian data tersebut, maka data terorganisasikan, tersusun dalam pola hubungan, sehingga akan semakin mudah dipahami.60
c. Verifikasi
Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles and Huberman adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lokasi mengumpulkan data, maka
59Ibid, hlm. 247.
60Ibid, hlm. 249.
64
kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.61
Kesimpulan dalam penelitian kualitatif adalah merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada.
Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, hipotesis atau teori.
7. Pengecekan Keabsahan Data
Data yang telah berhasil dikumpulkan dan dicatat dalam kegiatan penelitian harus diusahakan keabsahan dan kebenarannya. Oleh karena itu perlu adanya keabsahan data. Keabsahan data adalah salah satu hal yang penting dalam penelitian kualitatif, serta dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.
Pemeriksaan keabsahan data atau kevalidan data dapat dilakukan dengan cara pemerikasaan ulang data yang dilaporkan peneliti apakah valid dengan apa yang terjadi pada objek yang diteliti
61Ibid, hlm. 252.
65
Pengabsahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan tringulasi yaitu:
a. Triangulasi sumber dilakukan dengan cara mengecek data yang sudah didapatkan dari beberapa sumber.
b. Triangulasi teknik dilakukan dengan cara mengecek data real kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda.
c. Triangulasi waktu dilaksanakan dengan melakukan wawancara, observasi atau teknik lainnya dengan waktu atausituasi yang berbeda
66 BAB II
PAPARAN DAN TEMUAN
A. KERAJINAN KAIN TENUN GEDOGAN PRINGGASELA