• Tidak ada hasil yang ditemukan

ASESMEN PEMFUNGSIAN NEUROPSIKOLOGIS

2) Apakah gangguan bersangkutan dengan pergeseran jaringan atau penyakit jaringan?

Pergeseran jaringan otak, biasanya menghasilkan simtom perilaku yang spesifik. Penyakit jaringan lebih sering menyebabkan gangguan otak dan disfungsi perilaku yang tergeneralisasi, termasuk ―efek jarak‖.

3) Apakah gangguan bersifat progresif atau non progresif?

Prognosis untuk deteriorasi yang berkelanjutan vs kondisi yang tetap penting untuk perencanaan rehabilitasi dan penanganan, maupun untuk pengetahuan klien. Trauma insiden tunggal cenderung untuk berefek yang tidak bertumbuh terus menerus. Sebaliknya, penyakit atau gangguan otak yang samar cenderung untuk membuat deteriorasi progresif.

4) Apakah gangguan akut atau kronik?

Yang paling cepat dan recovery ekstensif gangguan perilaku dan fungsi kognitif cenderung terjadi pada satu atau dua bulan pertama setelah cedera otak. Dalam banyak kasus, terutama dengan gangguan otak yang jelas daerahnya, perkembangan bertahap dapat berkelanjutan untuk beberapa tahun, sementara pada kasus disfungsi otak kronik menghasilkan secara progresif lebih melebar dan menyebabkan deteriorasi kognitif dan perilaku.

5) Apakah disfungsi itu organic atau fungsional?

Implikasi dari pembedaan antara yang bersifat fisiologis vs psikologis yang disebabkan oleh masalah-masalah juga penting. Orang yang otaknya tidak mengalami kerusakan sering memperlihatkan disfungsi perilaku dan kognitif yang hampir sejajar dengan simtom kerusakan otak jika mereka mengalami kesulitan psikologis yang serius.

Kesalahan diagnosis baik dalam arah dapat membuat efek negatif

pada penyesuaian sosial dan dari terapi. Jika kerusakan otak salah diagnosis, terutama gangguan yang samar atau degeneratif, hal ini dapat membawa ke abandonment terapi = terapi psikologis dan atau penggunaan obat yang tidak sesuai, baik yang dapat memperparah ketidakmampuan pasien maupun perubahan recoverynya.

6) Mungkinkah “Minimal Brain Dysfunction”?

Kelompok orang yang secara khusus sukar bagi psikolog klinis untuk membuat diagnosa yang akurat adalah anak-anak yang memperlihatkan gangguan perilaku dan kognitif sama dengan evidensi anak-anak yang mengalami kerusakan otak. Akan tetapi bagi mereka, neurolog tidak dapat menemukan evidensi kelumpuhan otak yang jelas. Anak-anak ini diberi label yang berbagai-bagai seperti

“minimal brain dysfunction” (MBD), ….

2. Berbagai Tes Asesmen Neuropsikologis Terdapat 8 jenis tes asesmen psikologis, yaitu : 1. Tes Persepsi Visual

Antara lain Test Facial Perception (ToFR) dari Beton & Van Allen, Hidden Figure and hidden Word Test (HFaHWT) dari Thailand, dan Word or picture Recognition and recall (WoPraR) dari Battersby, Bender, Pollack, & Kahn. ToFR meminta subyek untuk melihat beberapa ―criterion‖ gambar wajah, satu pada suatu saat, dan setelah itu memangsangkan kriteria itu dengan satu dari enam gambar wajah yang mirip. Gambar yang benar dibuat secara progresif makin sukar untuk menemukan dengan tampilan pertama-tama sebagai pandangan depan identik dengan gambar kriteria, kemudian setelah tiga perempat pandangan, dan akhirnya sebagai pandangan depan dengan

diperlihatkan kepada subjek dan skor 33 atau kurang dipertimbangkan mengidentifikasi kelemahan dalam persepsi visual.

HFaHWT meminta subjek untuk mengidentifikasi sebuah gambar sederhana yang disembunyikan suatu gambar yang kompleks dengan menelusurinya. Dengan cara yang sama, sebuah kata yang tersembunyi dalam deretan huruf yang tak berarti harus diteukan dalam Hidden Word Test. Hidden Word Test menampilkan kepada subjek dual hal penting yaitu :

a. Kata-kata yang akrab yang dicetak dalam tipe yang besar dan tebal (misalnya surat kabar), dan

b. Gambar sistem simetris secara vertikal. Subjek harus membaca kata-kata dan mencandrakan gambar. Tes ini terutama bermanfaat untuk mengidentifikasi potongan-potongan bidang hommonumous, bagi orag-orang dengan disfungsi seperti hanya melihat bagian dari kata atau gambar.

2. Tes Persepsi Pendengaran

Contohnya Seashore Rhythm Test dan Speech- Sound Perception Test. Seashore Rhythm Test memuat subtes dari Seashore Test of Musical Talent yang meminta subjek untuk membedakan 30 pasangan beat ritmis yag kadang-kadang sama dan kadang-kadang berbeda. Sedangkan pada Speech- Sound Perception Test, subjek mendengarkan 60 kata-kata tak berarti yang diucapkan dalam suatu audiotape. Kata-kata tak berarti itu memiliki bunyi sama ―ee‖ di tengah-tengahnya tetapi berbeda dalam konsonan di akhir dan awal kata. Subjek harus menggaris bawahi kata-kata yang benar dari daftar kata dari empat kemungkinan jawaban. Jadi yang terlihat adalah koordinasi antara ketrampilan koordinasi visual dan linguistik serta persepsi auditori.

3. Test of Tactile Perception

Antara lain Sensory Perceptual Examination dan Fingertrip Writing.

4. Test of Motor Coordination and Steadiness

Antara lain Finger Oscillation Test dan Klove-Matthews Motor Steadiness batery.

5. Test of Sensomotor Construction Skill

Antara lain Block Rotation Test, Tactual Performance Test, Bender- Gestalt Test, dan Abraham-Kendall Memory for Designs Test.

6. Test of Memory

Antara lain Weschler Memory Scale. Tes daya ingat dari Weschler terdiri dari short dan long term verbal dan non verbal memory. Yang paling sering dipakai terdiri atas tujuh bagian tes. Informasi yang bersifat personal dan aktual melibatkan kesadaran diri dasar pribadi dan pengetahuan informasi aktual praktis. Orientasi butir-butir pertanyaan berarah pada kesadaran waktu dan tempat subjek.

7. Tests of Verbal (kemampuan bahasa)

Antara lain Aphasia Sreeing Test, Token Test, Non Sensory Center Comprehensive Examinition for Aphasia. Aphasia Sreeing Test, subjek diminta untuk menyebut nama objek populer, mengeja kata- kata sederhana, mengidentifikasi nomor dan huruf tunggal, menulis dan membaca frase dan kalimat pendek, melakukan kalkulasi hitungan yang sederhana, mengulangi dengan keras pada kalimat yang diucapkan, mengidentifikasi bagian-bagian badan, membedakan kiri dan kanan, dan mencontohkan bentuk sederhana.

8. Tests Conceptual Reasoning Skills

Antara lain Category Test dan Trail Making Test.

Dokumen terkait