• Tidak ada hasil yang ditemukan

Asuhan Antenatal Care (Ibu hamil) a. Pengertian

Dalam dokumen asuhan kebidanan komprehensif pada ny. s (Halaman 30-35)

BAB I PENDAHULUAN

E. Ruang Lingkup

7. Asuhan Antenatal Care (Ibu hamil) a. Pengertian

Asuhan Antenatal Care (ANC) adalah pengawasan sebelum persalinan terutama ditemukan pada pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim. (Manuaba, 2008 : 93)

Asuhan Antenatal Care adalah pelayanan yang diberikan pada ibu hamil untuk memonitor, mendukung kesehatan ibu dan mendeteksi ibu apakah ibu hamil normal atau bermasalah. (Rukiah, Yulianti, Maemunah, & Susilawati, 2013)

b. Tujuan Asuhan Antenatal Care

1) Menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental untuk menyelamatkan ibu dan anak selama kehamilan,persalinan dan nifas sehingga mendapatkan ibu dan anak yang sehat.

2) Mengenali dan menangani penyulit-penyulit yang mungkin dijumpai dalam kehamilan,persalinan dan nifas.

3) Mengenali dan mengobati penyakit-penyakit yang mungkin yang diderita sedini mungkin.

4) Menurunkan angka morbilitas dan morbilitas ibu dan anak.

5) Memberikan nasehat-nasehat cara hidup sehari-hari tentang kehamilan,persalinan,nifas dan laktasi. (Sarwono, 2008 : 278).

c. Frekuensi kunjungan Antenatal Care

Sesuai dengan kebijakan program saat ini kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan yaitu satu kali pada trimester pertama, satu kali pada trimester kedua dan dua kali trimester tiga (Sarwono, 2002).

Kebijakan program Depkes (2005) menganjurkan ibu hamil melaksanakan kunjungan ANC minimal sebanyak 4 kali, yaitu sebagai berikut :

1) Kunjungan 1 / K1 ( Trimester 1)

K1 / kunjungan baru ibu hamil yaitu kunjungan ibu hamil yang pertama kali pada masa kehamilan. Pemeriksaan pertama kali yang ideal adalah sedini mungkin ketika haidnya terlambat sekurang-kurangnya satu bulan. Adapun tujuan pemeriksaan pertama pada perawatan antenatal adalah sebagai berikut:

a) Mendiagnosis dan menghitung umur kehamilan.

b) Mengenali dan menangani penyulit-penyulit yang mungkin dijumpai dalam kehamilan, persalinan dan nifas.

c) Mengenali dan mengobati penyakit-penyakit yang mungkin diderita sedini mungkin.

d) Menurunkan angka morbiditas dan mortalitas ibu dan anak.

e) Memberikan nasehat-nasehat tentang cara hidup sehari-hari dan keluarga berencana, kehamilan, persalinan, nifas dan laktasi.

Pada kunjungan pertama adalah kesempatan untuk mengenali faktor risiko ibu dan janin. Ibu diberitahu tentang kehamilannya, perencanaan tempat persalinan, juga perawatan bayi dan menyusui.

Informasi yang diberikan sebagai berikut :

a) Kegiatan fisik dapat dilakukan dalam batas normal.

b) Kebersihan pribadi khususnya daerah genitalia harus lebih dijaga karena selama kehamilan terjadi peningkatan sekretvagina.

c) Pemilihan makan sebaiknya yang bergizi dan serat tinggi.

d) Pemakaian obat harus dikonsultasikan dahulu dengan tenaga kesehatan

e) Wanita perokok atau peminum harus

menghentikankebiasaannya 2) Kunjungan 2 ( Trimester II)

Pada periode ini pemeriksaan dilakukan minimal 1 kali.

Hendrawan (2008) menuturkan mengingat manifestasi klinik kasus kegawatdaruratan obstetrik yang berbeda-beda dalam rentang yang cukup luas, maka perlu dilakukan kunjungan ANC yang teratur.

Pada trimester II, ibu hamil diajurkan periksa kehamilan 1 bulan sekali sampai umur kehamilan 28 minggu

3) Kunjungan 3 dan 4 (Trimester III)

Pada periode ini pemeriksaan dilakukan setiap 2 minggu jika klien tidak mengalami keluhan yang membahayakan dirinya dan atau kandungannya sehingga membutuhkan tindakan segera.

Rancangan pemeriksaan meliputi anamnesa terhadap keadaan normal dan keluhan ibu hamil trimester III, pemeriksaan fisik (umum, khusus, dan tambahan pada bulan ke-9 dilakukan pemeriksaan setiap minggu). Kelahiran dapat terjadi setiap waktu

oleh karena itu perlu diberikan petunjuk kapan harus datang ke rumah sakit. Menurut wignjosastro (2002), jadwal kunjungan ulang selama hamil trimester III adalah setiap dua minggu dan sesudah 36 minggu setiap satu minggu.

Menurut Saifuddin (2002) menuturkan tujuan kunjungan pemeriksaan kehamilan trimester III yaitu :

a) Sama seperti kunjungan 2.

b) Mengenali adanya kelainan letak.

c) Memantapkan rencana persalinan.

d) Mengenali tanda-tanda persalinan.

Pertolongan pertama atau penanganan kegawatdaruratan obstetrineonatal merupakan komponen penting dan bagian tak terpisahkandari pelayanan maternitas di setiap tingkat pelayanan.

8. Pelayanan /Asuhan Standar Minimal 14 T, meliputi : a. Timbang berat badan (T1)

Ukur berat badan dalam kilo gram tiap kali kunjungan.

Kenaikan berat badan normal pada waktu hamil 0,5 kg per minggu mulai trimester kedua.

b. Ukur tekanan darah (T2)

Tekanan darah yang normal 110/80 – 140/90 mmHg, bila melebihi dari 140/90 mmHg perlu diwaspadai adanya preeklamsi.

c. Ukur tinggi fundus uteri (T3)

d. Pemberian tablet Fe sebanyak 90 tablet selama kehamilan (T4) e. Pemberian imunisasi TT (T5)

f. Pemeriksaan Hb (T6) g. Pemeriksaan VDRL (T7)

h. Perawatan payudara, senam payudara dan pijat tekan payudara (T8) i. Pemeliharaan tingkat kebugaran / senam ibu hamil (T9)

j. Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan (T10) k. Pemeriksaan protein urine atas indikasi (T11) l. Pemeriksaan reduksi urine atas indikasi (T12)

m. Pemberian terapi kapsul yodium untuk daerah endemis gondok (T13) n. Pemberian terapi anti malaria untuk daerah endemis malaria (T14).(

Francichandra, 2010 ) 9. Hemoglobin (HB)

Hemoglobin (Hb) adalah komponen sel darah merah yang berfungsi menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh. Jika Hb berkurang, jaringan tubuh kekurangan oksigen. Oksigen diperlukan tubuh untuk bahan bakar proses metabolisme. Menurut Manuaba (2008), haemoglobin adalah molekul protein pada sel darah merah yang berfungsi sebagai media transport oksigen dari paru-paru. Kandungan zat besi yang terdapat dalam hemoglobin membuat darah berwarna merah. (Manuaba 2008)

Zat besi merupakan bahan baku pembuat sel darah merah. Ibu hamil mempunyai tingkat metabolisme yang tinggi misalnya untuk membuat jaringan tubuh janin, membentuknya menjadi organ dan juga untuk memproduksi energi agar ibu hamil bisa tetap beraktifitas normal sehari-hari. Pada pemeriksaan dan pengawasan haemoglobin dapat dilakukan dengan mengunakan metode sachli yang dilakukan minimal 2 kali selama kehamilan yaitu trimester I (umur kehamilan sebelum 12 seminggu) dan trimester III (umur kehamilan 28 sampai 36 minggu).

(Sin sin, 2010).

Tabel 2.4.

Kelebihan dan Kelemahan Metode Pemeriksaan Hb

Jenis Metode Obyektifitas Keakuratan Kesederhanaan Efisiensi

Sahli Sedang Sedang Tinggi Sedang

Sianmethemoglobin Tinggi Tinggi Rendah Rendah

Electric Tinggi Sedang Sedang Tinggi

(Manuaba, 2008)

Berdasarkan klasifikasi dari WHO kadar hemoglobin pada ibu hamil dapat di bagi menjadi 4 kategori yaitu :

1) Hb > 11 gr%Tidak anemia (normal).

2) Hb 9-10 gr% Anemia ringan.

3) Hb 7-8 gr% Anemia sedang.

4) Hb <7 gr% Anemia berat (Manuaba, 2008).

Menurut Wasnidar (2007), manfaat dilakukan pemeriksaan haemoglobin pada ibu hamil, yaitu :

1) Mencegah terjadinya anemia dalam kehamilan.

2) Mencegah terjadinya berat badan lahir rendah.

3) Memenuhi cadangan zat besi kurang.

Menurut prawirohardjo dan Winkjosastro (2008), kurangnya kadar haemoglobin dalam kehamilan dapat menyebabkan :

1) Abortus.

2) Partus imatur/ prematur.

3) Kelainan kongenital.

4) Perdarahan antepartum.

5) Gangguan pertumbuhan janin dalam rahim.

6) Kematian perinatal.

Dalam dokumen asuhan kebidanan komprehensif pada ny. s (Halaman 30-35)

Dokumen terkait